cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru
ISSN : 26215713     EISSN : 26215705     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Undiksha. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Undiksha.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus" : 20 Documents clear
Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Pemahaman Konsep IPA dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas IV SD Ni Nyoman Ayu Sugiartini; I Made Gunamantha; I Made Ardana
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v7i2.73267

Abstract

Penyampaian materi pembelajaran, guru masih menggunakan metode ceramah dan tidak diimbangi dengan model yang inovatif serta media yang mendukung, guru hanya menggunakan papan tulis, sehinga tidak ada kontribusi siswa dalam proses pembelajaran atau dapat dikatakan proses pembelajaran masih bersifat teacher centered. Siswa masih kesulitan dalam menuangkan pikiran atau gagasan suatu masalah yang diberikan oleh guru, karena dalam pembelajaran IPA tidak hanya materi yang dijelaskan namun siswa dituntut untuk mampu melakukan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PjBL dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu eksperimen semu (quasi experiment) yang menggunakan subjek kelas IV SD sejumlah 173 siswa. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah tes dan kuesioner dengan menggunakan instrumen berupa lembar kuesioner dan tes. Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah menggunakan MANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan dalam sikap ilmiah antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PjBL berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah siswa. Implikasi dalam penelitian ini yaitu model pembelajaran PjBL lebih efektif untuk mengembangkan pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah siswa dibandingkan model pembelajaran konvensional.
Model Pembelajaran Berbasis Masalah Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar I Nyoman Sita Setiawan; Ketut Suma; I Wayan Suastra
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v7i2.75044

Abstract

Rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa disebabkan karena penggunaan metode pembelajaran. Guru belum menggunakan metode yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa antara yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran berbasis masalah dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian yang digunakan, yaitu posttest only control design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Kelas IV SD Gugus II. Populasi penelitian diuji kesetaraannya dengan menggunakan Anava satu jalur. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan koesioner dan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan uji Manova. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa antara yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran berbasis masalah dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada nilai sig. 0,000<0,05, terdapat perbedaan motivasi belajar siswa antara yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran berbasis masalah dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada nilai sig. 0,000<0,05, dan terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada nilai sig. 0,000<0,05. Simpulan penelitian terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa antara yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran berbasis masalah dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensiona pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD. Implikasi penelitian ini dengan model pembelajaran berbasis masalah, kegiatan pembelajaran di kelas akan lebih efektif dan hasil belajar yang dihasilkan akan lebih baik.
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila melalui Model Kooperatif Tipe STAD pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Gilang Eko Setyo Suharjono; Chumi Zahroul Fitriyah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v7i2.78492

Abstract

Kondisi pembelajaran yang kurang interaktif berdampak terhadap kurangnya keoptimalan hasil belajar siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan guna menganalisis model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila pada siswa kelas V sekolah dasar. Jenis penelitian ini yakni penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian yakni siswa kelas V-C sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data secara kualitatif melalui observasi dan dokumentasi. Data secara kuantitatif melalui tes sebagai hasil belajar. Instrumen penelitian ini tes formatif secara tertulis. Hasil data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini pada tahap pra-siklus didapati rata-rata sebesar 58 dengan ketuntasan klasikal 30% (sangat kurang). Siklus I melalui implementasi model kooperatif tipe STAD didapati peningkatkan rata-rata sebesar 74.4 dengan ketuntasan klasikal 75% (cukup). Siklus II terdapat pengingkatan kembali rata-rata hasil belajar sebesar 85,5 dengan ketuntasan klasikal 90% (sangat baik). Dengan demikian, implementasi model kooperatif tipe STAD mampu meningkatkan perolehan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada siswa kelas V-C SDN Kepatihan 05. Implikasi penelitian ini diharapkan guru dalam merancang kegiatan belajar yang menekankan keaktifan belajar dengan menggunakan model kooperati tipe STAD guna mengoptimalkan hasil belajar siswa.
Model Pembelajaran Berdeferensiasi dengan Refleksi 4P Berbasis Guide Note Taking bagi Peserta Didik Berkesulitan Belajar Matematika di Sekolah Dasar Fajriyatul Hidayah; Yessy Yanita Sary; Arum Fatayan; Ana Suhainah Soeparno
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v7i2.78581

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada masalah rendahnya hasil belajar peserta didik yang mengalami kesulitan belajar Matematika di kelas IV SD. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas model pembelajaran berdiferensiasi dengan refleksi 4P berbasis guide note taking dalam meningkatkan hasil belajar Matematika peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) dengan mengacu pada model Borg & Gall yang disederhanakan menjadi enam tahap. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV yang teridentifikasi mengalami kesulitan belajar Matematika, berjumlah 25 orang. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, angket, dan tes hasil belajar yang telah divalidasi oleh para ahli. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengukur peningkatan hasil belajar, dan Uji Korelasi Rank Spearman untuk menentukan hubungan antara apresiasi peserta didik terhadap model pembelajaran dengan hasil belajar mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berdiferensiasi dengan refleksi 4P berbasis guide note taking secara signifikan meningkatkan hasil belajar Matematika peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Simpulan yang dapat diambil adalah bahwa model ini efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan dapat menjadi solusi bagi pembelajaran Matematika yang lebih inklusif. Implikasi penelitian ini adalah perlunya implementasi model pembelajaran berdiferensiasi dengan refleksi 4P dalam konteks pendidikan inklusif, serta perlunya pengembangan lebih lanjut untuk menyesuaikan model ini dengan berbagai mata pelajaran dan konteks pendidikan lainnya.
Model Pembelajaran PjBL terhadap Kemampuan Berpikir Kiritis Siswa Kelas V Sekolah Dasar Afandi, Muhamad; Nuraini Khoirul Fatma; Sari Yustiana
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v7i2.78951

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya Kemampuan berpikir kritis siswa yang rendah menjadi perhatian utama dalam penelitian ini. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah penggunaan model pembelajaran yang monoton, sehingga materi pelajaran tidak tersampaikan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V Sekolah Dasar. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group Pre-test-Post-test, melibatkan 26 siswa sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan nontes, termasuk lembar observasi dan soal. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji paired sample t-test, dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa setelah penerapan model PjBL, yang dibuktikan dengan hasil uji t yang signifikan pada taraf 5%. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan PjBL di sekolah dasar dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, yang merupakan keterampilan esensial dalam menghadapi tantangan akademik dan kehidupan di masa depan.
Revolutionizing Science Education Evaluation Using a Vision Language Model of Effective Assessment and Supervision Ismail, Irfan Ananda; Mawardi; Qadriati; Munadia Insani; Arif, Khairil
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v7i2.79101

Abstract

Implementing the Independent Curriculum in Indonesia presents challenges in educational assessment, especially in efficiently evaluating students' essay responses. This study aims to develop and test an educational evaluation model based on artificial intelligence (AI) technology, especially the vision language model, which can automate and improve the process of assessing student learning outcomes in science. This study explores the potential of Vision Language Models (VLMs) as an innovative solution. This study uses a mixed sequential explanatory method. The subjects in this study were junior high school students. The data collection method used interviews. Data collection instruments with questionnaires. Data analysis techniques used were qualitative, quantitative, descriptive analysis, and inferential statistics. The study results are that integrating VLMs increases the efficiency and objectivity of assessment. This study concludes that VLMs can reduce teacher workload, improve feedback, and show synergy between technology and curriculum reform in the Independent Curriculum era. The implications of this study are very significant for the development of science and technology education; the use of vision language models (Vision-Language Models) in evaluating science education can increase the accuracy and objectivity in assessing student learning outcomes.
Implementation of Bruner's Theory to Improve the Concept Understanding of Numbers Wibowo, Sigit; Fery Muhamad Firdaus
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v7i2.79373

Abstract

The low understanding of mathematical concepts at the elementary school level is a serious problem so that mathematics learning can run effectively. This study aims to measure the increase in elementary school students' conceptual understanding after applying Bruner's theory in learning mathematics. This type of research is Class Action Research. The research design used was developed by Kemmis and McTaggart where each activity cycle consists of four components, namely planning, implementation of action/treatment, observation, and reflection. The research results show that the application of Bruner's learning theory can improve the mathematics concept understanding ability. Improvement of the concept understanding ability occurs in each cycle. At the beginning of the observation, the average number of concept understanding abilities of students was 22.67%, then increased in cycle I by 44%, cycle II by 69.33%, and achieving expectations in cycle III by 88%. The successful application of Bruner's learning theory is also evidenced by the increased mastery of student learning outcomes. At the beginning of the cycle, only 28% of students passed, then increased in cycle I by 48% of students, cycle II by 72% of students, and achieving expectations in cycle III by 92%. Thus, the implementation of Bruner's theory can improve understanding of the concept of numbers in learning mathematics.
Implementasi Pendidikan Karakter Terintegrasi di Sekolah Dasar Karakter Widy Rossani Rahayu; Arum Fatayan; Yessy Yanita Sari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v7i2.79928

Abstract

Rendahnya karakter siswa berdampak pada output siswa sekolah dasar yang tidak baik. Implementasi pendidikan karakter dilakukan secara terpadu dalam setiap kegiatan harian di sekolah akan membentuk karakter pada siswa. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini yaitu menganalisis implementasi pendidikan karakter terintegrasi di sekolah dasar karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami fokus penelitian secara menyeluruh. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Metode pengumpulan data penelitian penelitian ini yakni dokumentasi dan observasi langsung. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yaitu Pendidikan karakter yang dilaksanakan di sekolah dasar telah dilaksanakan sejak berdirinya sekolah. Visi dan misi sekolah menegaskan pentingnya pendidikan karakter dalam pembelajaran. Strategi yang digunakan untuk pendidikan karakter melibatkan seluruh elemen baik internal maupun eksternal sekolah. Hal ini termasuk pimpinan sekolah, guru, petugas keamanan, staf yayasan, dan orang tua siswa. Keterlibatan seluruh elemen ini penting untuk menciptakan iklim sekolah yang kondusif. Unsur internal dan eksternal sekolah memiliki pemahaman yang sama akan pentingnya pendidikan karakter. Guru juga turut mengingatkan siswa untuk menerapkan Pilar Karakter dalam kehidupan sehari-hari. Peran orang tua juga dirancang sedemikian rupa agar dapat mendukung pendidikan karakter secara maksimal.
E-Module Based Training Management with an Experiential Learning Approach to Enhance Project Based Learning (PjBL) Implementation by Teachers Philip Putra Perdana; Wahyudi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v7i2.79932

Abstract

This research is motivated by several problems that hinder the optimization of project-based learning. These include misconceptions about PjBL, inadequate teacher training that does not have a solid connection to experiential learning, which is the core principle of PjBL, and the need for experiential learning-based training e-modules for teachers. Therefore, this study aims to develop an e-module-based training management system using an experiential learning approach to improve teachers' ability to implement the PjBL model. This study utilized the Borg & Gall research and development methodology and the ADDIE model. The study used a mixed-methods approach, combining qualitative and quantitative methods. The subjects involved in this study were various subjects taught to teachers in senior high and junior high schools. Data collection methods included observation, interviews, and questionnaires. Qualitative data were analyzed using the Miles and Huberman method, while quantitative data were analyzed using descriptive statistics with scores and percentages. The research produced an e-module-based PjBL model training management product with an experiential learning approach that was presented as a website. This product obtained a validation score of 94% from IT experts and 88% from training management experts, and it received a limited trial score of 95%, which is an outstanding category. Based on these results, it is stated that the e-module product is valid and feasible to use in the learning process. Training on the PjBL model with an experiential learning approach can give teachers different experiences and a deeper understanding.
Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Soal Teka-Teki Silang terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Triana Putri, Ni Nyoman; Putu Nanci Riastini; Kadek Yudiana
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v7i2.80132

Abstract

Penggunaan model pembelajaran pada muatan pelajaran IPAS yang terjadi masih kurang variatif dan masih berpusat pada guru. Hal tersebut menyebabkan proses pembelajaran menjadi kurang bermakna dan siswa cendurung pasif sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran TGT berbantuan soal Teka-Teki Silang (TTS) terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Quasi Experimental Design dan desain Non-Equivalent Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas V. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah group random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dengan menggunakan isntrumen tes soal pilihan ganda yang berjumlah 20 butir. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji hipotesis. Sebelum uji hipotesis dilakukan, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat normalitas sebaran data dan uji homogenitas varians. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan uji-t, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran TGT berbantuan soal TTS terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD. Implikasi penelitian ini yakni diharapkan mampu menjadi referensi bagi guru dalam menerapkan model pembelajaran yang kreatif dalam proses pembelajaran.

Page 1 of 2 | Total Record : 20