Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Undiksha. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Undiksha.
Articles
570 Documents
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA
Artawan, I Kadek Agus Septi;
Rati, Ni Wayan;
Pajarastuti, Desak Putu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol 4, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i2.35582
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui penerapan Model Problem Based Learning, siswa kelas V SD Negeri 3 Pemuteran. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK merupakan suatu pengamatan yang menerapkan tindakan didalam kelas dengan menggunakan aturan sesuai dengan metodologi penelitian yang dilakukan dalam beberapa siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Pemuteran Tahun Pelajaran 2020/2021 sebanyak 25 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode tes. Data yang didapatkan melalui metode tes adalah data tentang hasil belajar IPA. Data tersebut kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar IPA sebesar 8,02% dari 73,04% pada siklus I menjadi 81,06% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Problem Based Learning muatan mata pelajaran IPA khususnya di kelas V SD Negeri 3 Pemuteran dapat meningkatkan hasil belajar IPA.
Meningkatnya Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD Melalui Pembelajaran Discovery Learning
Mayuni, Komang Ratna;
Japa, I Ngusti Ngurah;
Yasa, Luh Putu Yasmiartini
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol 4, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i2.35899
Penelitian ini dilakukan karena hasil belajar IPA siswa kelas V dengan hasil belajar kognitif belum optimal dan pembelajaran masih bersifat konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA melalui model pembelajaran discovery learning. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V SD berjumlah 30 orang, yang terdiri dari 17 perempuan dan 13 laki-laki. Data dikumpulkan dengan tes berbentuk pilihan ganda yang berjumlah 20 butir dan lembar observasi aktivitas siswa. Data hasil belajar dan observasi aktivitas siswa dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu dengan mencari pesentase observasi aktivitas siswa dan persentase ketuntasan belajar siswa. Data diambil dari dua kegiatan yaitu siklus I, siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan, pada siklus I persentase aktivitas siswa berkategori cukup aktif dengan persentase aktivitas 57,5% dan persentase ketuntasan klasikal 63%. Pada siklus II persentase aktivitas siswa berkategori aktif dengan persentase 73% dan persentase ketuntasan klasikal 83,33%. Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V.
THE EFFECT OF SELF-EDITING ACTIVITY TOWARDS STUDENTS’ WRITING SKILL IN RECOUNT TEXT FOR TENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 2 AMLAPURA
Putra, I Komang Janu Prianda;
Dewi, Ni Nyoman Padma;
Dewi, Ni Kadek Sintya
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol 4, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i1.34440
Nowadays, students are required to be independent learners, and it becomes more challenging in this pandemic. This research investigated whether or not there is a significant effect of self-editing activity on students’ writing skill for tenth-grade students. This study focused on how self-editing activity for tenth-grade students affects students’ writing quality and limited writing recount text. Experimental quantitative method was used in this study, especially in Post Test Only Control Group Design. Two tenth-grade students in SMA N 2 Amlapura were selected and given different treatments. The experimental group was assigned self-editing activity in their learning process, while the control group was taught using the conventional teaching method. The data were obtained from students’ post-test scores. The quantitative analysis demonstrated a significant effect of self-editing activity on students’ writing recount text. The findings showed that students treated using self-editing activity got better mean scores than the students in the control group. Students were assisted in self-editing activities in their writing class by using correction symbols as their guidance. Also, the effect size calculation verified that the size was medium in online teaching and learning.
Model Problem Based Learning Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VI
Negara, I Putu Agus Suastika;
Kristiantari, Maria Goreti Rini;
Saputra, Ketut Alit
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol 4, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i3.38185
Kegiatan pembelajran IPA di SD masih berpusat pada guru dimana guru memberikan materi kepada siswa sehingga siswa hanya mendengarkan dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru, sumber belajar IPA hanya buku paket tematik saja, kegiatan pembelajaran IPA kurang memberikan pengalaman belajar seperti melaksanakan proses pemecahan masalah yang berkaitan dengan gejala-gejala alam sekitar, kegiatan pembelajaran IPA masih bersifat hafalan. Hal ini menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran problem based learning. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI sebanyak 32 orang. Pengumpulan data menggunakan metode tes berbentuk pilihan ganda dengan jumlah soal sebanyak 10 butir. Data hasil belajar dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif yaitu dengan mencari rata-rata nilai siswa dan ketuntasan belajar. Data siklus I menunjukan rata-rata nilai hasil belajar mencapai 70 ketuntasan belajar mencapai 62,5% dengan kriteria cukup. Pada siklus II menunjukan rata-rata nilai hasil belajar mencapai 74,69 dan ketuntasan belajar 84,38% dengan kriteria tinggi. Maka, penerpan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VI. Adanya penerapan model pembelajaran problem based learning yaitu siswa berperan aktif memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi, pengalaman langsung saat belajar, keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, pembelajaran bersifat konstruktivisme, peningkatkan daya ingat siswa dan pembelajaran berpusat pada siswa.
Instrumen Penilaian untuk Mengukur Sikap Kedisiplinan Siswa Sekolah Dasar
Widhaningsih, Lidyaa;
Mawardi, Mawardi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol 4, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i3.34931
Kurikulum 2013 adalah kurikulum baru yang masih digunakan hingga saat ini. Dalam kurikulum ini penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.. penilaian sikap menjadi salah satu komponen penilaian yang penting dan harus dilakukan, akan tetapi penilaian yang dilakukan dirasa masih kurang, di zaman modern dan semakin pesatnya perkembangan teknologi semakin banyak anak-anak yang kurang memiliki sikap dislipin di sekolah maupun dirumah serta di sekolah masih banyak guru yang melakukan penilaian sikap hanya berdasarkan dari pengamatannya saja. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menciptakan instrumen penilaian sikap untuk menilai sikap disiplin siswa kelas 2 SD. Pengembangan instrumen ini menggunakan skala Likert. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian pengembangan R&D. Instrumen sikap sudah melalui tahap uji validitas beberapa ahli, yaitu ahli penilaian, ahli bahasa, dan ahli pembelajaran. Uji validitas bahasa mendapatkan skor 75% sehingga masuk dalam kategori tinggi, uji validitas dari ahli penilaian sikap mendapat skor 80% sehingga masuk dalam kategori tinggi, uji validitas dari ahli pembelajaran mendapatkan skor 74,94% sehingga masuk dalam kategori tinggi. Oleh karena itu maka instrumen skala sikap unuk menilai sikap disiplin siswa kelas 2 SD ini layak untuk digunakan, serta dengan pemilhan instrumen penilain untuk mengukur sikap disiplin yang tepat dapat berpegaruh signifikan terhadap sikap disiplin siswa. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat dapat memfasilitasi guru dan siswa dalam mengukur kemampuan afektif khususnya sikap disiplin agar tujuan pendidikan lebih mudah tercapai.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMATIK (MUATAN PELAJARAN IPA) SISWA KELAS V
Agustini, Ni Kadek Ayulina;
Rati, Ni Wayan;
Pajarastuti, Desak Putu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol 4, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i2.35696
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tematik pada tema 7 (muatan pelajaran IPA) siswa kelas V SD No. 2 Abianbase Badung dengan menerapan model Problem Based Learning. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD No. 2 Abianbase. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriftif, dengan menggunakan indikator keberhasilan. Hasil analisis siklus I diperoleh bahwa, hasil belajar IPA siswa masih berada di kategori rendah, dimana persentase rata- rata kelas yang diperoleh sebesar 63,7% dengan ketuntasan klasikal sebesar 45,7%. Pada siklus II, terdapat peningkatan hasil belajar IPA, dimana rata- rata kelas yang diperoleh sebesar 72,3. Setelah dikonversikan menunjukkan bahwa persentase hasil belajar siswa sebesar 72,3% berada pada kriteria sedang. Persentase ketuntasan klasikal belajar siswa pada siklus II mencapai 71,4%. Â Simpulan yang dapat diambil dari hasil tersebut adalah penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI BERMAIN PLASTISIN
rohmah, siti khabibatur
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol 4, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i1.15740
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui bermain plastisin. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 18 orang anak . kelompok A2 Semester I di TK Laboratorium Undiksha Singaraja Tahun Ajaran 2018/2019. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dengan instrumen lembar observasi. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan motorik halus melalui bermain plastisin. Pada siklus I capaian kemampuan motorik halus sebesar 57.62%, sehingga menunjukkan pada kategori rendah kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 81.56 % pada kategori tinggi. Kata kunci: Bermain plastisin, Kemampuan Motorik Halus
Youtube for Teaching Listening in English Language: the Benefits in Experts’ Views
yasa, Bayu Hendra
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol 4, No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i3.35470
Beberapa siswa Indonesia mengungkapkan bahwa mereka menemukan kesulitan dalam belajar mendengarkan karena mendengarkan hanya dapat dilakukan dalam satu kesempatan tanpa dapat mengulanginya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan video YouTube dalam pengajaran mendengarkan dengan mengevaluasi hasil penelitian sebelumnya dalam temuan dan memeriksa beberapa referensi tertulis yang meliputi teori, keyakinan, temuan penelitian, dan sumber lain yang terkait dengan dampak video YouTube. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data yang menggunakan sumber dari beberapa dokumentasi. Sumber data diperoleh dari sumber tertulis yang terkait dengan penggunaan video YouTube dalam pengajaran mendengarkan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah siswa terbanyak (54 siswa) yang mengaku YouTube hanya untuk hiburan, sedangkan tiga siswa mengakses YouTube terkait materi pendidikan lainnya. Dapat disimpulkan bahwa YouTube adalah situs web tempat para guru atau siswa dapat mengambil bahan ajar otentik, video hiburan, dan dapat digunakan sebagai sumber belajar. Siswa tampak tertarik dengan kegiatan belajar saat menggunakan YouTube karena video YouTube menarik perhatian mereka. Siswa dapat memperoleh wawasan yang lebih baik tentang pelajaran mata pelajaran dengan bantuan video YouTube yang memberikan dukungan visual.
Penerapan Model Pembelajaran ICARE Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IVB SD
Arianti, Ni Nyoman Sri;
Astawan, I Gede;
Krisnaningsih, Made
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol 4, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i2.35571
Rendahnya hasil belajar IPS siswa disebabkan oleh kurangnya motivasi siswa selama belajar daring di rumah, model pembelajaran yang kurang inovatif dan kurangnya keaktifan dalam proses pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa dengan penerapan model pembelajaran ICARE. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVB yang berjumlah 27 orang, yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. PTK ini dilaksanakan dengan pembelajaran daring melalui google meet dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan adalah data hasil belajar IPS siswa dengan tes hasil belajar. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran ICARE dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Terjadi peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 22,23%, dan dari siklus II ke siklus III sebesar 7,4%. Jadi, penerapan model pembelajaran ICARE dapat meningkatkan perolehan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK-PAIR-SHARE) BERBANTUAN MEDIA KARTU HURUF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF PADA ANAK KELOMPOK B SEMESTER I DI TK KARTIKA VII-3 SINGARAJA TAHUN 2018/2019
Nurul ilma, ilma
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol 4, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i1.15739
ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan bahasa anak khususnya pada pengenalan huruf. perkembangan bahasa memerlukan bimbingan yang lebih optimal karena sebagai modal anak untuk memasuki jenjang pendidikan sekolah dasar. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa mengenal huruf yang diterapkan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) yang berbantuan media kartu huruf pada kelompok B3 TK Kartika VII-3 Singaraja tahun 2018/2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, subjek penelitian kelompok B3 TK Kartika Singaraja VII-3 Singaraja yang berjumlah 27 anak terdiri dari 9 anak perempuan dan 18 anak laki-laki. Objek penelitian adalah kemampuan bahasa anak dalam mengenal huruf. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan media observasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata presentase kemampuan bahasa mengenal huruf pada kelompok B3 sebesar 25.7% hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan rata-rata presentase kemampuan bahasa mengenal huruf anak pada siklus I sebesar 55.31% dengan kriteria rendah menjadi 81,01% pada siklus II dengan criteria tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan media kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan bahasa mengenal huruf anak kelompok B3 TK Kartika Singaraja Pada semester I tahun 2018/2019. Kata Kunci : Think Pair Share, Mengenal Huruf