cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 561 Documents
KOMIK DIGITAL PERANG PUPUTAN KLUNGKUNG: MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI ERA DIGITAL Dewa Ayu Gita Febriani; I Made Pageh; Tuty Maryati
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.111843

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji peranan komik digital Perang Puputan Klungkung sebagai media pembelajaran sejarah di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Four-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Semarapura. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, serta pretest dan posttest untuk mengukur literasi sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik digital dinyatakan sangat baik berdasarkan validasi ahli materi dan media. Implementasi di kelas memperlihatkan peningkatan literasi sejarah yang signifikan, ditunjukkan oleh rata-rata nilai pretest 49,4231 meningkat menjadi 87,9615 pada posttest dengan nilai rata-rata yang diperoleh melalui rumus N-Gain sebesar 0.7604 yang termasuk dalam kategori efektivitas tinggi. Komik digital mampu membantu peserta didik memahami kronologi, sebab-akibat, dan makna historis peristiwa secara lebih kontekstual dan menarik. Temuan ini menegaskan bahwa komik digital Puputan Klungkung layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran sejarah berbasis teknologi yang  kontekstual, menarik, dan adaptif.
Gereja Stasi Santa Sisilia di Kelurahan Semarapura Tengah, Klungkung: Sejarah, Akulturasi Budaya, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Ni Komang Ari Mega Yanti; Tuty Maryati; Desak Made Oka Purnawati
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.111844

Abstract

This study aims to examine the history of the establishment of the Stasi Santa Sisilia Church in Semarapura Tengah Village, Klungkung Regency, analyze the form of Bali-Catholic cultural acculturation that developed within it, and identify its potential as a source for learning history at the high school level. The research uses a historical research method with a qualitative approach through the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of the study show that the Catholic community began to grow in Klungkung around 1980 through work assignments. Since they did not yet have a place of worship, the community began pioneering the church in 1985 by utilizing houses as mini churches. The construction of a permanent church began in 2011 and was inaugurated in 2014. Acculturation can be seen in the architecture that adopts Balinese ornaments such as carved kori doors, churches in Balinese style, and Kamasan Wayang-style reliefs with Gospel-themed stories, as well as a combination of baptismal names and Balinese naming systems. The presence of the church reflects religious tolerance. In the context of education, the history and social dynamics of Stasi Santa Sisilia Church are relevant as a learning resource in the Independent Curriculum, particularly in Phase F of Grade XI on the influence of European nations and the socio-cultural life of the community, as well as in Phase F of Grade XII on post-Reform socio-cultural life. This research contributes to strengthening the study of local history based on tolerance, acculturation, and multiculturalism. Keywords: History, Crurch, Cultural Acculturation, Learning Resources
Sejarah PO. Puspa Sari Singaraja Tahun 1976-2025 Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Intan Rossyta; Ketut Sedana Arta; Desak Made Oka Purnawati
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.111868

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui latar belakang berdiri, faktor-faktor yang memengaruhi dinamika perkembangan, dan potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Proses penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu heuristik yang mencakup pengumpulan sumber melalui studi dokumen, observasi, dan wawancara dengan pihak terkait. Tahap berikutnya adalah kritik sumber, yang meliputi kritik internal dan eksternal untuk menilai keabsahan serta kredibilitas sumber. Selanjutnya dilakukan tahap interpretasi untuk menafsirkan fakta-fakta sejarah yang diperoleh, kemudian disusun dalam bentuk historiografi sebagai penulisan sejarah secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: PO. Puspa Sari Singaraja didirikan pada tahun 1976 oleh Bapak I Gede Dharma Wijaya sebagai perusahaan transportasi bus pertama yang melayani kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya dari wilayah Singaraja menuju berbagai daerah di Bali dan Jawa. Perkembangan perusahaan dalam rentang waktu 1976–2025 menunjukkan adanya dinamika yang dipengaruhi oleh perubahan kondisi sosial, ekonomi, serta kebijakan transportasi sejak masa Orde Baru hingga era Reformasi, yang tercermin pada perkembangan manajemen perusahaan dan jumlah armada bus. Sejarah PO. Puspa Sari Singaraja memiliki nilai historis dan kontekstual yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA, khususnya pada materi kelas XII Fase F mengenai Indonesia pada masa Orde Baru.
Kawasan Soekarno Heritage Kabupaten Buleleng Sebagai Cagar Budaya dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Siti Astri Sulfiyah Putri; Tuty Maryati; Ketut Sedana Arta
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.112020

Abstract

Penelitian ini menelaah kawasan Soekarno Heritage yang menjadi titik awal jejak kehidupan keluarga Soekarno di Kabupaten Buleleng dengan fokus latar belakang berdirinya kawasan tersebut, bangunan yang mendukung kawasan tersebut sebagai cagar budaya dan potensi kawasan tersebut menjadi sumber belajar sejarah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan observasi langsung ke tiga lokasi utama (situs cagar budaya rumah asal Nyoman Rai Srimben, SD Negeri 1 Paket Agung, dan Ruang Terbuka Hijau Taman Bung Karno), wawancara mendalam juga dilakukan dengan informan kunci (kerabat keluarga, kepala bidang sejarah dan cagar budaya buleleng, sejarawan, kepala sekolah, dan koordinator pengelolah RTH), disertai studi dokumentasi berupa arsip. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, kondensasi data, penyajian serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memaparkan bahwa kawasan Soekarno heritage didirikan dari usulan Bupati Buleleng untuk melestarikan jejak sejarah keluarga Soekarno, khususnya Ibunda Nyoman Rai Srimben dan Raden Soekemi Sosrodiharjo yang saat itu ditugaskan menjadi guru di    Buleleng. Dasar-dasar  pendukung kawasan ini sebagai cagar budaya meliputi dasar historis, dasar hukum, dasar sosiokultural, dasar pendidikan dan dasar pelestarian. Dengan demikian, kawasan Soekarno heritage berperan dalam mendukung pembelajaran sejarah lokal juga identitas budaya Bali.
Langkah-langkah Pengembangan E-Book Digital Chronoboek Dengan Materi Praaksara Sebagai Media Pembelajaran Sejarah Di SMK Negeri 2 Seririt hilda aulia; Ketut Sedana Arta; I Made Pageh
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.112309

Abstract

Penelitiam ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langah pengembangan E-book Digital Chronoboek dengan materi praaksara sebagai media pembelajaran sejarah di SMK Negeri 2 Seririt. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode RnD (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pada tahap analyze dilakukan penyebaran kuisioner kepada siswa dan wawancara guru untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi pada saat pembelajaran sejarah khususnya pada materi praaksara, selain itu penulis juga melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kebutuhan pembelajaran. Tahap design penulis merancang konsep, membuat sketsa awal media, dan struktur materi untuk E-book Digital Chronoboek. Pada tahap development penulis mulai mengembangkan produk sesuai dengan sketsa awal yang telah dibuat, dan dilakukan uji validitas oleh ahli media, materi serta pembelajaran untuk mengetahui kelayakan produk. Pada tahap implementation penulis kemudian melakukan uji coba produk dilapangan yakni kepada siswa kelas X SMK Negeri 2 Seririt untuk mengetahui kefektivitasan produk. Tahap evaluation dilakukan untuk menilai hasil pengembangan media serta melakukan penyempurnaan produk. Adapun hasil penelitian menjelaskan bagaimana langkah-langkah pengembangan e-book digital chronoboek dengan materi praaksara sebagai media pembelajaran sejarah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X di SMK Negeri 2 Seririt.
Tradisi Perang Gandu Di Desa Tumbak Bayuh, Badung, Bali: Latar Belakang, Pelaksanaan Ritual, Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Ni Putu Purwati Swari; Tuty Maryati; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.112488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang, pelaksanaan ritual, dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif yang bertumpu pada observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi ini dilatar belakangi oleh kepercayaan masyarakat terhadap pelinggih balang tamak yang dianggap sebagai tokoh rare angon berhubungan dengan kehidupan pertanian dan peternakan. Tradisi ini dilaksanakan pada serangkaian Tumpek Uye yang bertepatan setiap enam bulan sekali. Keberadaan tradisi ini sangat relevan dijadikan sebagai sumber belajar sejarah sesuai kurikulum merdeka di fase E untuk kelas X pada materi penelitian dan penulisan sejarah.
Efektivitas Penggunaan Smart E-Book Interaktif Berbasis Materi Sejarah Hindu-Buddha Terhadap Motivasi Belajar Sejarah SMK Negeri 1 Singaraja Ni Ketut Alit Ariana Utami; Tuty Maryati; I Wayan Pardi
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i2.120360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran smart e-book interaktif dalam meningkatkan motivasi belajar sejarah peserta didik di SMK Negeri 1 Singaraja pada materi sejarah Hindu-Buddha. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 1 Singaraja yang terbagi menjadi dua kelompok, yakni kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, validasi ahli, serta efektivitas media melalui pre-test dan post-test untuk mengukur motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media smart e-book interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar sejarah yang signifikan. Hal ini ditunjukkan melalui perolehan nilai t-hitung 10,771 ˃ t-tabel 1,995 dan signifikansi < 0,001 yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil post-test peserta didik pada kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa media smart e-book interaktif ini efektif untuk diimplementasikan dalam pembelajaran, dan dapat dikatakan sebagai salah satu pembaruan pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan motivasi belajar sejarah peserta didik.
Histopedia (Local History Explorer): Media Pembelajaran Sejarah Lokal Untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa Dalam Melestarikan Budaya Lampung Nur Febri Putranto; Anindita Nuurii Nabiilah
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i2.120203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Android Histopedia (Local History Explorer) dan menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kesadaran budaya lokal siswa melalui pembelajaran sejarah lokal Lampung. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi define, design, develop, dan disseminate. Penelitian dilaksanakan di SMAN 15 Bandar Lampung dengan melibatkan siswa kelas XI IPS yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan angket. Kelayakan produk dianalisis berdasarkan validasi ahli materi dan ahli media, sedangkan efektivitas produk diuji menggunakan desain kuasi eksperimen non-equivalent control group dan analisis independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Histopedia memperoleh persentase validitas sebesar 80% dari ahli materi dengan kategori layak dan 92% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol setelah perlakuan, dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Rata-rata skor kesadaran budaya pada kelompok eksperimen meningkat dari 63,07 pada pre-test menjadi 75,30 pada post-test, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 62,25 menjadi 68,75. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Histopedia efektif digunakan sebagai media pembelajaran sejarah lokal untuk meningkatkan kesadaran budaya siswa terhadap budaya lokal Lampung. Penelitian ini menegaskan bahwa media pembelajaran digital berbasis sejarah lokal dapat menjadi alternatif dalam mendukung pembelajaran sejarah yang kontekstual dan berorientasi pada penguatan kesadaran budaya.
Historiografi Kritikal Dinasti Panji Sakti : Menelusuri Validitas Penanggalan Absolut, Dinamika Regional Dan Transformasi Spasial Puri Bangkang, Singaraja A. A Suantara
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i2.120655

Abstract

This study aims to reconstruct chronologically and critically examine the historiography of the Panji Sakti Dynasty’s political dynamics in Buleleng, North Bali. A critical historical method was employed through external and internal source criticism and cross-textual analysis of the Babad Buleleng, Babad Dalem Sagening, Babad Blahbatuh, Babad Nusa, Babad Mengwi, Babad Blambangan, and contemporary VOC records. The findings precisely establish the birth year of I Gusti Ngurah Panji Sakti as 1627 CE and deconstruct the Panji Landung myth through a semiotic-geopolitical approach. The inauguration of Sukasada Palace is dated to 1651 CE based on the candrasangkala “Raja Manon Butha Tunggal,” while the chronology of the First Blambangan Invasion is corrected to 1667 CE. During the period of decline after 1704 CE, the study identifies genealogical omission of Ki Gusti Panji Bali in a central redaction manuscript dated 1920, associated with political legitimacy demands under colonial rule. The spatial marginalization of the local lineage is further examined through the establishment of Puri Bangkang in 1806 CE as the oldest satellite palace following the Karangasem annexation, alongside communal architectural resilience after catastrophic flash flooding associated with the 1815 CE global eruption of Mount Tambora. The study recommends that the Buleleng Regency Government reconsider the designation of Singaraja’s founding date as 1604 CE because of chronological anomalies incompatible with historical biographies and human reproductive biology. The 1809 CE Paduraksa structure of Puri Bangkang is also recommended for registration as Cultural Heritage for its historical significance as tangible evidence of the global Tambora disaster.
Sejarah Es Ancruk Sebagai Kuliner Khas Kota Singaraja Tahun 1968-2024 Dan Pemanfaatannya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Gede Sudi Artha Nugraha; Desak Made Oka Purnawati; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i2.120938

Abstract

This study aims to: (1) analyze the historical development of Es Ancruk as a signature culinary item of Singaraja City from 1968 to 2024; (2) identify the cultural values embodied in Es Ancruk; and (3) analyze its utilization as a historical learning resource in high schools. This study employs the historical research method, consisting of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data were collected through observation, interviews with vendors, consumers, teachers, students, and content creators, as well as document analysis. Informants were selected using snowball sampling to obtain in-depth information about the development of Es Ancruk in Singaraja City. The results show that Es Ancruk originated as a traditional beverage sold during Ramadan as an iftar treat. Over time, it developed into a signature culinary specialty enjoyed throughout the year through innovations in fillings, presentation, and marketing while maintaining its traditional flavor. Es Ancruk also embodies cultural values, including historical, social, and economic values, local wisdom, creativity, and entrepreneurship, which reflect the cultural identity of the Singaraja community. Furthermore, Es Ancruk can serve as a contextual historical learning resource by integrating local history into high school learning. Its use can be implemented through local history-based teaching modules that encourage students to understand the relationship between historical events, culture, and community life. Thus, Es Ancruk is not only a culinary heritage but also a medium for cultural preservation and meaningful historical learning. This research supports efforts to preserve Singaraja’s local culinary traditions and strengthen students’ awareness of local cultural heritage preservation.