cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sitimararil@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 23560312     EISSN : 23560320     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
The publication of Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 7 articles consisting of Agrotechnology and Forestry topics.
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
Efektivitas Formulasi Sterilan terhadap Jenis Eksplan pada Kultur Durian Lahung (Durio dulcis): Effectiveness of Sterilant Formulation on Type of Explant in Durian Lahung Tissue Culture Nofia Hardarani; Chatimatun Nisa
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 9 No. 2 (2022): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v9i2.4264

Abstract

Durian lahung is a type of endemic durian to Kalimantan which has a unique characteristic, namely its red skin. The existence of this plant is almost extinct so that conservation needs to be done and one way is to use tissue culture techniques. As first step, it is necessary to conduct experiments to obtain the right sterilization method in order to obtain aseptic planting material. This study aims to determine the effectiveness of sterilant formulation on type of explant for lahung durian culture. This study was designed using two factors factorial Completely Randomized Design (CRD) and was repeated four times. The first factor was formulation of sterilant which consists of five levels and the second factor was type of explant which consists of two levels, i.e leaf and node. The results showed that the combination of sterilant formulation tween 20, fungicide, bactericide, Bayclin 20%, alcohol 70%, HgCl2 0,05%, H2O2 17,6% with leaf explant produced the highest percentage of browning until 4 wap. There was no browning in all combinations of sterilant formulations with node explant. The sterilant formulation tween 20, fungicide, baktericide, alcohol 70% gave the longest time to appear contamination and browning, smaller percentage of contamination and greater percentage of live explants at 2 and 3 wap, while at 4 wap it was obtained from the sterilant formulation tween 20, fungicide, bactericide, Bayclin 20%, alcohol 70%, HgCl2 0,05%. Leaf explants had lower percentage of contamination and higher percentage of live explants than node explants.
Cover, Content, and Editorial Note from Daun J Pertanian Kehutanan Vol. 9 No. 2 December 2022 Chief Editor of Daun J Pertanian Kehutanan
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 9 No. 2 (2022): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v9i2.4524

Abstract

Karakter Morfo-Fisiologi Daun Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) pada Cekaman Kekeringan: (Leaf Morpho-Physiological Characters of Soybean Plant (Glycine max (L.) Merr.) on Drought Stress Pienyani Rosawanti
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 2 No. 2 (2015): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v2i2.4705

Abstract

Drought condition caused the changes in leaf morpho-physiological characters of soybean plant on drought stress. The purpose of this research was to study the leaf morpho-physiological characters of soybean plant on drought stress. Research was conducted in the Cikabayan greenhouse-IPB using complete randomized block design (RAKL) with 5 replications. First factor was soybean genotypes i.e. Slamet, Tanggamus and Wilis. Second factor was PEG i.e. PEG 0% and 20%. The drought stress was applied only at a vegetative phase. The result showed that drought stress with PEG simulation caused the changes in leaf morpho-physiological characters of soybean plant were trifoliat leaf number and leaf thickness. Leaf morpho-physiological characters of soybean that could be used as markers for adaptation under drought stress.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Dan Pupuk Tsp Terhadap Pertumbuhan Kemiri (Aleurientis Moluccana Wild) Pada Tanah Aluvial: The Effect of Manure and Tsp Fertilizer on the Growth of Candlenut (Aleurientis Moluccana Wild) in Alluvial Soil Yos Andi Tangkasiang
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v10i1.4210

Abstract

Pengaruh Pupuk kandang dan pupuk TSP Terhadap Pertumbuhan Kemiri (Aleurintes moluccana Wild) Pada Tanah Aluvial, penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu pada bulan Pebruari 2019  sampai dengan April 2019 di Desa Tangkiling, bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang (kotoran sapi) dan pupuk TSP terhadap pertumbuhan kemiri (Aleurintes moluccana Wild). Perlakuan yang diteliti adalah pupuk kandang dengan dosis 0; 0,3; 0,6; 0,9 kg/tumbuhan dan pupuk TSP 0;  4;  8; 12 gram/tumbuhan. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 (tiga) kali pengulangan. Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan di dapatkan hasil bahwa secara interaksi maupun secara tunggal pengaruh dari pupuk kandang dan pupuk TSP memberikan hasil yang nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman. Pupuk kandang dan pupuk TSP tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata terhadap pertambahan diameter batang dan jumlah daun.   Kombinasi perlakuan terbaik adalah pupuk kandang dengan dosis 0,6 kg / tanaman dan 8 gram pupuk TSP / tanaman (K T ), rata – rata pertambahan tinggi tanaman yang terbesar, yaitu (17,08 cm). Pengaruh tunggal (pupuk kandang), didapatkan pada dosis 0,6 kg / tanaman (K ) dengan rata – rata pertambahan tinggi tanaman  sebesar (14,88 cm). Dengan demikian penanaman kemiri agar didapatkan pertumbuhan yang baik dan maksimal khususnya pada tanah Aluvial perlu diikuti dengan pemupukan dan pemeliharaan, terutama pada tahap – tahap pertumbuhan awalnya, pemeliharaan dalam hal ini juga termasuk pembersihan dari tumbuhan pengganggu / gulma dll.
Hubungan Luas Lahan, Bibit, Pupuk Organik, dengan Produksi Usahatani Jambu Biji Di Desa Watuagung: The Relationship Between Land Area, Seeds, Organic Fertilizer, With The Production Of Guava Farming In Watuagung Village Rizky Maulana; Liska Simamora
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v10i1.4244

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh petani jambu biji adalah produksi jambu biji belum optimal. Berdasarkan latar belakang yang menjelaskan hubungan faktor produksi dengan produksi berbagai komoditas pertanian menunjukkan adanya kesamaan input produksi dengan yang dipakai oleh petani jambu biji di desa Watuagung. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan variabel luas lahan, bibit, dan pupuk organik dengan peningkatan volume produksi dan mengetahui tingkat kekuatan dan arah hubungan variabel luas lahan, bibit, dan pupuk organik dengan peningkatan volume produksi. Riset ini dilakukan selama kurang lebih 30 hari. Pemilihan daerah penelitian dipilih secara sengaja (purposive) di Desa Watuagung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dengan cara melakukan wawancara dengan daftar pertanyaan dalam kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi pearson corelation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Luas lahan (X1), Bibit (X2), dan Pupuk organik (X3) memiliki hubungan yang positif dengan Produktivitas jambu biji di desa Watuagung.
Budidaya Cabai Merah menggunakan JAKABA di Lahan Podsolik: Red Chilli Cultivation using JAKABA in Podzolic Land Anisa Norliyani; Maulida Santi; Jannatul Huda; Mahdiannoor Mahdiannoor
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v10i1.4395

Abstract

Cabai merah termasuk ke dalam kelompok sayuran unggulan nasional yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia saat ini. Kendala yang sering terjadi pada budidaya cabai diantaranya, penggunaan pupuk yang kurang tepat dan banyaknya tanah yang bersifat marginal. Salah satu tanah yang bermasalah adalah tanah podsolik. Tanah podsolik memiliki kandungan hara yang rendah. Pemberian unsur hara yang dapat digunakan untuk meningkatkan unsur hara pada tanah adalah JAKABA yang dibuat dari hasil peraman air limbah cucian beras atau yang disebut dengan air leri. Tujuan penelitian (i) menentukan pengaruh pemberian JAKABA pada budidaya cabai merah di lahan podsolik, (ii) menentukan konsentrasi terbaik pemberian JAKABA pada budidaya cabai merah di lahan podsolik. Penelitian dilaksanakan di Desa Sumanggi Seberang Kecamatan Batang Alai Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan bulan Juni-September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), faktor yang diuji adalah konsentrasi JAKABA sebanyak 5 taraf, yang terdiri dari p1 = 0 ml/l per petak; p2 = 100 ml/l per petak; p3 = 300 ml/l per petak; p4 = 500 ml/l per petak dan p5 = 700 ml/l per petak. Pemberian JAKABA pada tanaman cabai merah di lahan podsolik tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan.
Water Quality of the Barito River Stream Murung Raya Regency The Impact of Gold Mining on Agricultural Activities: Analysis of Barito River Water Quality Impact of Small Scale Gold Mining for Agricultural in Murung Raya District Andrie Natallius Fery; Agus Susanto; Lilik Sulistyowati
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v10i1.4626

Abstract

Limbah kegiatan penambangan liar yang tidak diolah dahulu akan mengakibatkan pencemaran badan air sehingga berdampak pada kualitas air. Mengatasi permasalahan air menjadi  kebutuhan segera dan memerlukan kajian dari berbagai penelitian sebagai solusi menghasilkan kebijakan yang sejalan SDGs (Sustainable Development Goals.) Sungai Barito menunjukkan keadaan kurang menunjang sebagai sumber air baku air minum, parameter fisik air seperti pH dan TSS masih di bawah baku mutu kelas II (salah satu peruntukkan kegiatan pertanian), tetapi belum ada data parameter Merkuri, Arsen, Kadmium, Nikel, Seng, Tembaga, Timbal dan Kromium heksavalen yang menunjukkan dampak merugikan dari pertambangan emas skala kecil. Sehingga perlu dilakukan penelitian kualitas air Sungai Barito Kabupaten Murung Raya. Tujuan Penelitian untuk menganalisa kualitas air sungai dan status pencemaran dampak dari pertambangan emas di aliran sungai Barito Kabupaten Murung Raya. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif, sampel air sungai diambil dari 4 lokasi berdasarkan parameter Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 202 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Kegiatan Penambangan Bijih Emas/Tembaga, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode STORET untuk status kualitas air berdasarkan PP no.22 tahun 2021. Hasil analisis kualitas air aliran sungai Barito Kabupaten Murung Raya dari kadar Timbal, TSS, Seng melebihi baku mutu air kelas II PP No. 22 Tahun 2021 pada 4 titik pantau. Status pencemaran air aliran sungai Barito Kabupaten Murung Raya hasil Metode STORET rata-rata skor -43,5 kondisi tercemar berat. Kesimpulan hasil studi menunjukkan kondisi air sungai aliran sungai Barito Kabupaten Murung Raya mengalami pencemaran dan tidak memenuhi baku mutu air kelas II salah satunya untuk kegiatan pertanian.
Pemanfaatan Pupuk Kasgot Dan Pupuk Organik Cair Dalam Meningkatkan Produktivitas Microgreens Bayam Hijau (Amaranthus Viridis) Untuk Pertanian Perkotaan: Utilization Of Kasgot And Liquid Organic Fertilizer In Increasing The Productivity Of Green Spinach (Amaranthus Viridis) Microgreens For Urban Agriculture Jabal Rahmat Ashar; Muhammad Munawir Syari; A Farhanah
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v10i1.4751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat dosis terbaik dari masing-masing pemberian pupuk kasgot, pupuk organik cair serta kombisasi dari keduanya terhadap pertumbuhan microgreens bayam hijau. Metode penelitian yang dilakukan berbasis kuantitatif dengan mengaplikasikan pupuk kasgot (K) dan pupuk organik cair (C) pada microgreens bayam hijau. Percobaan ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan empat kali ulangan dimana data hasil pengamatannya nanti akan di analysis lebih lanjut menggunakan uji Duncan pada taraf uji 0,05 dengan menggunakan Program SAS for Windows. Perlakuan K0C2 (pemberian pupuk organic cair 100 ml) memberikan hasil terbaik untuk untuk parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakukan dengan hasil terbaik terdapat pada K3C1 (Pemberian pupuk kasgot 60 g dan pupuk organik cair 50 ml) untuk klrofil tanaman. Perlakukan dengan hasil terbaik terdapat pada K0C0 (control) untuk volume akar yang di amati. Perlu dilakukan uji kandungan nutrisi untuk mengetahui tingkat efektifitas pemberian dosis bayam hijau baik untuk perlakukan POC maupun pupuk kasgot
Analisis Warna Kayu Berbasis Komputer, pH, Dan Sifat Fisika Kayu Meranti Merah, Meranti Putih Dan Keruing Dari Toko Kayu Di Samarinda: Computer-Based Analysis of Wood Colour, pH, and Physical Properties of Red Meranti, White Meranti and Keruing from Wood Shops in Samarinda Andrian Fernandes; Aida Ainur Fitriah; Nuraini Ilavita Ocafyanti; Rina Pangesti; Anisa Lele; Erwin Erwin; Harlinda Kuspradini
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v10i1.4781

Abstract

ABSTRAK Kayu sebagai bahan baku konstruksi banyak diperjual belikan di toko kayu, diantaranya adalah jenis meranti merah, meranti putih dan keruing. Setiap kayu memiliki sifat yang berbeda, misalnya sifat warna, pH, berat jenis, kadar air dan penyusutan kayu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sifat warna, pH, berat jenis, kadar air kering udara dan penyusutan kayu dari jenis meranti merah, meranti putih dan keruing yang dijual di toko kayu di Samarinda. Pengujian berat jenis, kadar air, penyusutan kayu mengacu pada British Standards BS 373: 1957, pengujian warna kayu dengan menilai L*, a*, b* dan pH diukur menggunaan pH meter. Hasil peneliian menunjukkan bahwa kayu meranti merah berwarna merah kecoklatan, L* 52,9, a* 23,1, b* 24,3, pH 5,33, kadar air 13,42%, berat jenis 0,61, penyusutan arah longiudinal 0,09%, radial 2,7% dan tangensial 4,86%. Kayu meranti putih berwarna putih kekuningan, L* 71,9, a* 11,5, b* 23,3, pH 5,96, kadar air 13,30%, berat jenis 0,44, penyusutan arah longiudinal 0,24%, radial 4,92% dan tangensial 5,52%. Kayu keruing berwarna kecoklatan, L* 51,2, a* 13,6, b* 8,8, pH 5,97, kadar air 13,31, berat jenis 0,6, penyusutan arah longiudinal 0,17%, radial 3,0% dan tangensial 5,49%. Kata kunci: meranti, keruing, toko kayu, sifat kayu ABSTRACT Wood as a material for construction is widely traded in wood shops, including red meranti, white meranti, and keruing. Each wood has different properties, such as color, pH, specific gravity, water content, and shrinkage. This study aimed to determine the color, pH, specific gravity, air-dry moisture content, and wood shrinkage of red meranti, white meranti, and keruing sold in wood shops in Samarinda. Testing for specific gravity, moisture content, and wood shrinkage refers to British Standards BS 373:1957. Testing wood color is done by assessing L*, a*, and b*, and pH is measured using a pH meter. The red-brown meranti wood had the following properties: L* 52.9, a* 23.1, b* 24.3, pH 5.33, moisture content 13.42%, specific gravity 0.61, longitudinal shrinkage 0.09%, radial shrinkage 2.7%, and tangential shrinkage 4.86%. White meranti wood is yellowish white, L* 71.9, a* 11.5, b* 23.3, pH 5.96, moisture content 13.30%, specific gravity 0.44, shrinkage in the longitudinal direction of 0.24%, 4.92% radial, and 5.52% tangential. Keruing wood is brownish in color and has the following properties: L* 51.2, a* 13.6, b* 8.8, pH 5.97, moisture content 13.31%, specific gravity 0.6, longitudinal shrinkage 0.17%, radial shrinkage 3.0%, and tangential shrinkage 5.49%. Keywords: meranti, keruing, wood shops, wood properties
Diversity and morpho-agronomic characters of eggplant (Solanum sp) distributed in Palangka Raya Central Kalimantan Hastin Ernawati Nur Chusnul Chotimah; Syahrudin Syahrudin; Wahyu Widyawati; Yusi Indriani; Kambang Vetrani Asie; Sri Endang Agustina Rahayuningsih
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v10i1.4809

Abstract

The eggplant species are currently at risk of extinction due to various factors such as land conversion into plantation areas and transmigration settlements in Palangka Raya. It is essential to conduct a thorough analysis of eggplant vegetation to address this urgent matter. Consequently, the research aimed to determine the diversity of eggplants, their distribution, as well as their morpho-agronomic characters. Field experiments were carried out in each district of Palangka Raya for 7 months. The methods used were survey, exploration, and interview with the key informant. Plant characterization refers to the descriptors for eggplant (IBPGR, 1990). The observed variables were the morphological characterization of eggplant, agronomy, and the distribution of eggplant in Palangka Raya. Results showed that it is found three species of eggplants, namely Solanum melongena (ungu, gelatik, telur, apel hijau eggplant cultivars), Solanum torvum, and Solanum ferox. There was variation in the morpho-agronomic characters of eggplant found.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 12 No. 1 (2025): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 11 No. 2 (2024): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 11 No. 1 (2024): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 2 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 9 No. 2 (2022): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 9 No 1 (2022): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 8 No 2 (2021): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 8 No 1 (2021): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 7 No 2 (2020): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 7 No 1 (2020): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 6 No 2 (2019): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 6 No 1 (2019): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 5 No 2 (2018): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 5 No 1 (2018): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 4 No 2 (2017): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 4 No 1 (2017): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 3 No 2 (2016): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 3 No 1 (2016): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 2 No. 2 (2015): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 2 No 2 (2015): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 2 No 1 (2015): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 1 No 1 (2014): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan More Issue