cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
PRoMEDIA
ISSN : -     EISSN : 24609633     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL TENTANG PERMASALAHAN DAN ISU TERKINI DALAM PERKEMBANGAN KEHUMASAN SERTA MEDIA KOMUNIKASI. DITERBITKAN OLEH PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
Akulturasi Budaya Hibrid pada Pagelaran Musik Jazz Gunung sebagai Identitas Global dalam Meningkatkan Potensi Wisata Mochammad Djauhari; Jokhanan Kristiyono
PRoMEDIA Vol 6, No 1 (2020): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v6i1.4065

Abstract

AbstractThis study analyzes the process of acculturation of hybrid culture in the performing arts of Mount Bromo Jazz with the local culture of the Tengger tribe. The acculturation of hybrid culture as a global identity in increasing local tourism potential is the culture of the Tengger tribe, Bromo. By using a discourse analysis research methodology, researchers analyze and describe the dialectics to the discourse that occurs in the process of acculturation of hybrid culture at the Bromo mountain jazz performance. The development of Jazz music spread throughout the world, including in Indonesia. Jazz music is quite popular and is loved by many people, especially young people. At present, there are enough jazz shows that are often held in Indonesia. It is interesting to study and analyze that in this Bromo Jazz music performance the concept of performance and music is a combination of local culture and western culture. Performances by local Indonesian musicians together with global musicians around the world. Some new music works were created through a collaborative process between local musicians and foreign (global) musicians. The results of this study are the local culture of the Tengger tribe with global culture, namely the performance of jazz music into the potential of hybrid culture acculturation in the Sukapura Probolinggo East Java region. This study also illustrates how the process of creating a hybrid culture in Bromo Jazz music performance. The conclusions obtained from this study are the development of the hybrid music culture of Mount Bromo Jass as a potential world-class tourist destination.Keywords: Hybrid Culture, Bromo Mountain Jazz, Acculturation, IdentityAbstraksiPenelitian ini menganalisa proses akulturasi budaya hibrid pada seni pertunjukan Jazz Gunung Bromo dengan budaya lokal suku Tengger. Akulturasi budaya hybrid sebagai identitas global dalam meningkatkan potensi wisata lokal yaitu budaya suku Tengger, Bromo. Dengan menggunakan metodologi penelitian analisa wacana, peneliti menganalisa dan mendeskripsikan dialektika hingga diskursus yang terjadi dalam proses akulturasi budaya hybrid pada pagelaran musik jazz gunung Bromo. Perkembangan musik Jazz menjalar ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Musik jazz tergolong musik yang cukup populer dan disenangi oleh banyak kalangan, terutama anak muda. Menarik dikaji dan dianalisa bahwa pada pagelaran musik Jazz Gunung Bromo ini konsep pertunjukan dan karya musiknya merupakan gabungan antara budaya lokal dan budaya barat. Pertunjukan para musisi lokal Indonesia bersama dengan para musisi global dunia. Beberapa karya musik baru diciptakan dengan proses kolaborasi bersama antara musisi lokal dengan musisi luar (global). Hasil dari penelitian ini adalah Budaya lokal suku Tengger dengan budaya global yaitu seni pertunjukan musik jazz menjadi potensi akulturasi budaya hybrid di kawasan Sukapura Probolinggo Jawa Timur. Penelitian ini juga menggambarkan bagaimana proses terciptanya budaya hybrid pada pagelaran music Jazz Gunung Bromo. Simpulan yang didapat dari penelitian ini adalah pengembangan budaya hybrid musik Jazz Gunung Bromo sebagai potensi destinasi wisata berkelas duniaKata Kunci: Hibrid, Jazz Gunung Bromo, Akulturasi, Identitas
Analisis Situasi Komunikatif Komunitas Bright Up Indonesia dimasa Pandemi Covid-19 Fernindy Intan Putri; Zainal Abidin; Ana Fitriana Poerana
PRoMEDIA Vol 7, No 2 (2021): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v7i2.4562

Abstract

AbstractThe Covid-19 pandemic has affected various aspects of human life, ranging from aspects of education, social, economy, tourism, and even the way humans communicate. During the Covid-19 pandemic, direct (face to face) communication is now no longer a main priority. The Bright Up Indonesia Community is a non-profit social community has also felt the impact of change in communication culture during the Covid-19 pandemic. Where in current crisis, the Bright Up Indonesian community must be able to survive, adapt to technology, be creative and innovative in order to continue carrying out activities in accordance with organizational goals. The purpose of this research is to find out how “The communication event of Bright Up Indonesia Community during the Covid-19 Pandemic”. This research uses a qualitative research method with a virtual ethnographic approach. The result of this research indicates a change in communication culture of community during the Covid-19 pandemic.Keywords: Communication Cultures, Community, Pandemic Covid-19, CMCAbstraksiPandemi Covid-19 terbukti telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari aspek pendidikan, sosial, ekonomi, pariwisata, bahkan cara manusia berkomunikasi. Bright Up Indonesia merupakan sebuah komunitas sosial bersifat non profit yang ikut merasakan dampak dari perubahan budaya komunikasi dimasa pandemi covid-19 ini. Dimana dalam kondisi krisis seperti saat ini komunitas Bright Up Indonesia harus bisa tetap survive, beradaptasi dengan teknologi , kreatif dan inovatif untuk tetap bisa menjalankan kegiatan sesuai dengan tujuan organisasinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana “Analisis Aktivitas Komunikasi Komunitas Bright Up Indonesia Dimasa Pandemi Covid-19”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perubahan budaya komunikasi komunitas dimasa pandemi Covid-19.Kata Kunci: Budaya Komunikasi, Komunitas, Pandemi Covid-19, CM
Budaya Literasi Dan Jurnalisme Supermarket (Studi Kasus Harian Pagi Jawa Pos, Surabaya) Dhimam Abror
PRoMEDIA Vol 6, No 1 (2020): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v6i1.4080

Abstract

AbstractJawa Pos Morning Daily is one of the largest media conglomerate in Indonesia published from East Java, with total circulation 350.000 copies. It is known with distinctive journalism style with colorful pages, large and attractive pictures, advanced page design, and highly variative rubrication. Jawa Pos also known with its simple and communicative language capable of reaching out vast section of readers from lowly market to the high. This journalism formula is self-termed ‘’Supermarket Journalism’’ meaning a journalism concept aimed at serving whole section of society. With this formula Jawa Pos circulation grows to become the largest in East Java surpassing all national publications including quality newspaper Kompas. This is achieved amid low literacy culture in Indonesia. A study by UNESCO shows that among 61 countries surveyed Indonesia ranks 60th, only a strip above Botswana in the bottom of the list. This paper is to reveal how, by applying Supermarket Journalism formula, Jawa Pos thrives to become the largest newspaper in East Java amid low literacy culture. The same formula is also successfully applied to all Jawa Pos media subsidiaries throughout Indonesia so that total Jawa Pos Group circulation overtakes Kompas-Gramedia Group’s. This study applies qualitative-descriptive methodology with case study approach. Indepth interviews and focus group discussion are used to gather and enrich data. To understand literacy culture and the media this research uses the theory of Understanding Media of McLuhan. Mass Communication theory of McQuail and media theory of Hallin and Mancini are applied to understand Supermarket Journalism concept. The study shows that Supermarket Journalism succeeds in attracting large section of readers amid low literacy culture of society.Keywords: Supermarket Journalism, Jawa Pos, Reading Habit, Literacy CultureAbstraksiHarian Pagi Jawa Pos adalah salah satu media konglomerasi terbesar di Indonesia dari Jawa Timur dengan oplah 350.000 eksemplar. Koran ini dikenal dengan gaya jurnalisme yang khas, dengan tampilan penuh warna, foto-foto besar mencolok, grafis desain yang menarik, serta rubrikasi yang sangat bervariasi. Jawa Pos juga mempunyai gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami yang bisa menjangkau semua kalangan pembaca, dari kelas paling bawah sampai kalangan menengas ke atas. Konsep jurnalisme ini disebut sebagai ‘’Jurnalisme Supermarket’’, yaitu jurnalisme yang bisa melayani semua kalangan pembaca. Dengan konsep ini Jawa Pos bisa meraih pembaca tertinggi di Jawa Timur mengalahkan koran-koran nasional termasuk Kompas. Capaian ini didapat di tengah kondisi budaya membaca (literasi) masyarakat Indonesia yang sangat rendah. Studi UNESCO mengenai minat baca menunjukkan bahwa dari 61 negara Indonesia berada di posisi ke-60, hanya setingkat di atas Botswana di posisi jurukunci (Sudibyo, 2019). Penelitian ini akan mengungkap bagaimana di tengah kondisi budaya baca yang rendah Jawa Pos berhasil menerapkan strategi jurnalisme yang tepat sehingga bisa menjadi koran terbesar di Jawa Timur. Formulasi yang sama juga dipakai Jawa Pos untuk mengembangkan koran-koran anak usahanya di seluruh Indonesia, sehingga total oplah Jawa Pos Group mengungguli kelompok Kompas-Gramedia. Studi ini memakai metodologi kualitatif-diskriptif  (Mulyana, 2009, Moleong, 2012, Creswell, 2001) dengan pendekatan studi kasus (Yin, 2001, Alwasilah, 2014). Wawancara mendalam (indepth interview) dan FGD (Focus Group Discussion) dipakai untuk pengumpulan dan pengayaan data. Untuk menelusuri budaya baca dan hubungannya dengan media, studi ini menerapkan Teori Understanding Media dari McLuhan (1964) dan Teori Mediamorphosis Roger Fiddler (1987). Untuk mengupas Jurnalisme Supermarket studi ini menerapkan Teori Komunikasi Massa McQuail (2011), dan Teori Media Hallin dan Mancini (2004). Hasil studi menunjukkan bahwa formula Jurnalisme Supermarket berhasil menarik pembaca dalam jumlah besar di tengah kondisi rendahnya minat baca masyarakat.Kata Kunci: Jurnalisme Supermarket, Jawa Pos, Minat Baca, Budaya Literasi
Aktivitas Brand Communications Ayo Nandur Dalam Tren Berkebun Saat Pandemi Madania Fariha Shifa; Hanny Hafiar; Retasari Dewi
PRoMEDIA Vol 8, No 1 (2022): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v8i1.5881

Abstract

Semakin digandrunginya pertanian dan perkebunan disaat pandemi, membuat Ayo Nandur mengalami kenaikan drastis pada Agustus 2020. Namun, keuntungan yang diperoleh dari tren ini hanya sesaat dan bahkan terus mengalami penurunan. Dari fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul "Aktivitas Brand Communications Ayo Nandur Dalam Tren Berkebun Saat Pandemi", untuk mengetahui aktivitas brand communication yang dilakukan Ayo Nandur untuk menunjang perkembangan brandnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 4 kategori komunikasi brand yang dilakukan Ayo Nandur saat pandemi, yaitu meliputi: (1) Close and personal brand communications; (2) ‘Mass personalisation’ brand communications; (3) ‘Mass’ brand communications; dan (4) ‘E-’ brand communications. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskirptif dengan data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi non-partisipan, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Teknik validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa (1) Aktivitas Close and personal brand communications Ayo Nandur saat pandemi memiliki hambatan pada komunikasi non-verbal, materi cetak yang kurang susai dengan audiens, dan owner yang masih perlu mengasah kemampuan public speaking; (2) Aktivitas‘Mass personalisation’ brand communications Ayo Nandur berupa publisitan namun terbilang minim, hal itu dikarenakan owner yang kurang menguasai media relations; (3) ‘Mass’ brand communications yang dilakukan dengan beriklan belum efektif akibat gap antara interest media dan brand yang tidak berkesinambungan; (4) ‘E-’ brand communications menjadi jenis komunikasi yang paling dominan dilakukan oleh Ayo Nandur saat pandemi namun ditemukan beberapa kelemahan seperti penggunaan media sosial Facebook dan YouTube yang belum maksimal.
OVERVIEW OF "DISCOVER THE POTENTIAL" CAMPAIGN ON DIGITAL MEDIA AS A TURKEY'S NATION BRANDING STRATEGY Raesita Rakhmawati Rosadi
PRoMEDIA Vol 8, No 1 (2022): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v8i1.5921

Abstract

Nation Branding is a way for countries to create differentiation and uniqueness from other countries through branding. A Public Relations campaign can communicate a nation's brands that will attract business, tourism, and investment. Turkey is one of many countries that have started a nation branding campaign called 'Turkey: Discover the Potential' in 2014. Head of Turkey Exporters Assembly (TIM) Mehmet Büyükekşi stated that Discover the Potential is an offer to the whole world to come and discover the potential in the country. This study will analyze 'Turkey: Discover the Potential Campaign' communicated through digital media; website, Facebook, Instagram, Twitter, and LinkedIn. This study then describes the digital media channels that have been used and optimization efforts that the 'Turkey can carry out: Discover the Potential Campaign' team in terms of content and technical use of the campaign media. 'Turkey: Discover the Potential Campaign' has seen this opportunity to spread the messages to the whole world through digital media. It uses every digital media platform available, including website, Facebook, Instagram, Twitter, and LinkedIn. An important thing that is missed from this campaign is that each social media platform has its characteristics and specialization. As for Turkey, this campaign can be a tool to communicate and promote national products, increase the number of exported products, and invite potential investors to invest and do business in the country.
THE INFLUENCE OF MILLENIAL'S RISK PERCEPTIONS ON E-COMMERCE SHOPEE PURCHASE DECISIONS Henilia Yulita; Koerniawan Hidajat
PRoMEDIA Vol 8, No 1 (2022): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v8i1.6060

Abstract

Online applications are currently an inseparable part of the role of the Millennial Generation as online shop consumers. E-commerce as an exchange of information using communication technology, with online shopping applications, purchases can be made without being limited by place. Risk perception is the consumer's perception of uncertainty and the negative consequences that may be received from online shopping, including financial risk, product risk, delivery risk, and time or convenience risk. The purpose of this study was to determine whether the millennial generation's risk perception has the ability to influence e-commerce purchasing decisions. This type of research is quantitative research by taking all millennial generations in Jakarta who have done online shopping as a population. Sampling in this study is non-probability sampling with reliance available sampling technique by relying on the presence of anyone who coincidentally meets the researcher and is deemed suitable as a sample. The results of this study state that there are no significant effects between Financial Risk and Time Convenience Risk variables on Purchasing Decision partially, but there are significant effects between Product Risk and Shipping Risk on Purchasing Decision partially, with the last there is no significant effect between Financial Risk, Product Risk, Shipping Risk, Time Convenience Risk on the Purchasing Decision simultaneously. The ongoing COVID-19 pandemic has also become one of the obstacles in the smooth running of the research process and conducting this research. Development by adding variables and research space can be considered as input for subsequent research to be carried out
Penggunaan Fitur Instagram Stories Sebagai Selective Self Presentation Pada Wanita Milenial Dewi Maria Herawati; Titi Handayani
PRoMEDIA Vol 8, No 1 (2022): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v8i1.5519

Abstract

Instagram Stories is one of Instagram's social media features that is used as a place for self-presentation because it can form a visualization of a person with all their activities. The formulation of the problem in this research is how is the Selective Self Presentation carried out by millennial women in the use of the Instagram Stories feature?. The research method used is descriptive qualitative, data collection techniques in this study using Snowball Sampling and obtained through Semi Structured Interviews and non-participant observations of Instagram Stories informants. The results of this study indicate that the form of self-presentation made by millennial women on the use of Instagram Stories can show their desire to be seen as a pleasant person, their morality and self-quality towards others. With a filter that makes them more eager to socialize online than face to face. This makes millennial women more confident and tend to maintain a positive self-image towards others. Keywords: Instagram Stories, Self Presentation, Hyperpersonal      Abstraksi Instagram Stories menjadi salah satu fitur media sosial Instagram yang sangat dijadikan sebagai tempat untuk melakukan presentasi diri (self presentation) karena dapat membentuk suatu visualisasi seseorang dengan segala aktivitasnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Selective Self Pesentation yang dilakukan oleh wanita milenial dalam penggunaan fitur Instagram Stories?. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Snowball Sampling dan diperoleh melalui Wawancara Semi Terstruktur dan observasi non-partisipan terhadap Instagram Stories informan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, bentuk presentasi diri (self presentation) yang dilakukan oleh wanita milenial pada penggunaan Instagram Stories dapat menunjukkan keinginan diri agar dilihat sebagai pribadi yang menyenangkan, moralitas dan kualitas diri yang dimiliki terhadap orang lain. Dengan adanya filter yang membuat mereka lebih berhasrat dalam bersosialisasi secara online dibandingkan tatap muka. Hal ini membuat wanita milenial lebih percaya diri dan cenderung menjaga citra diri positif terhadap orang lain.
PEMANFAATAN MEDIA BARU SEBAGAI SARANA PENYEBARAN INFORMASI DI INSTANSI PEMERINTAH (Studi Kasus Penggunaan Aplikasi TikTok pada Direktorat Jenderal Imigrasi) Guntur Widyanto Widyanto
PRoMEDIA Vol 8, No 1 (2022): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v8i1.5614

Abstract

Di era digital saat ini, semakin beragam alternatif media yang ditawarkan, mulai dari media konvensional hingga media baru (new media). Salah satu media baru yang paling banyak diminati oleh masyarakat yaitu media sosial, diantaranya adalah media sosial TikTok. Di awal kemunculannya, banyak terjadi penolakan di masyarakat karena menganggap TikTok mampu membawa pengaruh negatif  khususnya bagi generasi muda sehingga pada tahun 2018 Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) sempat melakukan pemblokiran yang bersifat sementara. Namun, pada 03 Juli 2018 pemblokiran tersebut dibuka. Setelah momen itu, jumlah pengguna TikTok di Indonesia  semakin meningkathingga mencapai angka 106,4 juta jiwa atau setara 38,7% dari total populasi penduduk di Indonesia. Hal tersebut dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menjadikan TikTok sebagai sarana penyebaran informasi kepada khalayak menggunakan TikTok termasuk Direktorat Jenderal Imigrasi. Penelitian ini ingin mengkaji bagaimana proses tahapan inovasi yaitu aplikasi TikTok di adopsi oleh Humas Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai media publikasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini menggunakan dua sumber data, yaitu sumber data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara kepada narasumber dan pengambilan data sekunder dilakukan dengan mengkaji studi pustaka serta melakukan pengamatan terhadap media sosial TikTok Direktorat Jenderal Imigrasi. Kata Kunci: Media Baru, Aplikasi TikTok, Difusi Inovasi, Publikasi
Pengaruh Influencer dan Konten Instagram “@Anakjajan” terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di What’s Up Cafe Fitriana Sandi; Rendi Azhari; Joshua Fernando; Ratih Kurnia Hidayati; Laurencia Steffanie Mega Wijaya Kurniawati
PRoMEDIA Vol 8, No 1 (2022): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v8i1.5451

Abstract

Berkembangnya dunia digital merubah proses promosi produk. Pengunaan media konvesionalpun sudah bergeser sehingga saat ini setiap digital native bisa menjadi perantara promosi suatu produk yang disebut sebagai influencer. Media sosial Instagram  menjadi wadah digunakan para influencer dalam mempromosikan produk yang di jual. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh influencer dan konten Instagram @AnakJajan terhadap keputusan pembelian konsumen di What’s Up Café. Teori utama dalam penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratifications dan metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dimana pengambilan sampel menggunakan sampling sebanyak 100 pengunjung What’s Up Café yang mengetahui atau memfollow Anak Jajan di instagram. Hasil dari penelitian ini adalah variabel yang paling signifikan dalam mempengaruhi keputusan pembelian adalah variabel konten instagram sedangkan variabel lain (influencer) juga mempengaruhi keputusan pembelian namun tidak sebanyak konten instagram.
ANALISA PERILAKU CYBERBULLYING PADA REMAJA PEREMPUAN DI JEJARING SOSIAL INSTAGRAM Analyis of Cyberbullying Behavior in Teenage Girls On Instagram Social Network Fauziah Yanis
PRoMEDIA Vol 8, No 1 (2022): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v8i1.5714

Abstract

Cyberbullying is the behavior of an act of intimidation that occurs in cyberspace, especially on social media. Cyberbullying is often carried out by the surrounding community, especially teenagers who are currently very close to technological advances. This cyberbullying phenomenon often appears on social media networks because of the increasingly advanced use of internet technology in accessing social media. This study focuses on the Analysis of Cyberbullying Behavior in Adolescent Girls on the Instagram Social Network which is carried out by a group of teenage girls through the Instagram social network. The purpose of this research is to find out how the behavior of the perpetrator to the victim. The theory in this study is to use the theory of communication psychology and social media. The researcher used a qualitative descriptive method with a phenomenological approach using data collection techniques with observation, interviews and in-depth documentation techniques with sources and using data validity techniques, namely triangulation of data sources. The results of this study show that the perpetrators treat cyberbullying through Instagram, where the perpetrator comments on every post uploaded by the victim, the comments are more directed towards body shaming and frontal comments.Keywords: social media, cyberbullying, adolescent girls.

Page 10 of 16 | Total Record : 158