cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
PRoMEDIA
ISSN : -     EISSN : 24609633     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL TENTANG PERMASALAHAN DAN ISU TERKINI DALAM PERKEMBANGAN KEHUMASAN SERTA MEDIA KOMUNIKASI. DITERBITKAN OLEH PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
Budaya Komunikasi Publik Kontemporer Analisis Strukturasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Mochamad Taufiq Hidayat
PRoMEDIA Vol 6, No 1 (2020): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v6i1.2394

Abstract

AbstractThis article higlights government public communication as the prioritize for the public and citizens interests of government activities. Even there are no clear boundaries regarding the approach, tactics, process and benchmarks, yet to be define the successfull public communication activities. With the structuration approach, this study dissects the public communication approach the current framework of government communication institutional. The analysis was carried out in the institutional context of the Ministry of Communication and Information which legally has a formal role in government public relations communication. Readings on the culture of public communication show that the communication scope are an activities of information packaging also selective approaches to provide credible, fast-easily accessible information, developing synergies and information exchanges between institutions and the public. There is a culture gap of public communication forms because government own perspective in understanding the relationship between citizens and the state vis a vis government apparatus. In the future, there is a challenge for public relationspractitioners to create an environment of friendly public opinion (favorable).Keywords: Public communication, Communication culture, Government public relationsAbstraksiKomunikasi publik pemerintah menjadi sorotan, pasalnya aktivitas komunikasi kepada publik dan warga negara dinilai beberapa pihak belum mengedepankan kepentingan publik. Namun demikian, belum ada batasan yang jelas tentang pendekatan, taktik, proses dan tolok ukur keberhasilan aktvitas komunikasi publik. Dengan pendekatan strukturasi, studi ini membedah pendekatan komunikasi publik dalam kerangka kelembagaan komunikasi pemerintah saat ini. Analisis dilakukan dalam konteks kelembagaan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang secara legal formal memiliki tugas dan peran dalam komunikasi kehumasan pemerintah. Pembacaan atas budaya komunikasi publik menunjukkan bahwa peran komunikasi mencakup pengemasan informasi, pendekatan selektif dalam penyediaan informasi yang kredibel, cepat dan mudah diakses, dan mengembangkan sinergi promosi pertukaran informasi antarlembaga dan masyarakat. Budaya komunikasi publik lebih dipengaruhi oleh cara pandang lembaga pemerintah dalam memahami hubungan antara warga negara dengan negara vis a vis aparatus pemerintah. Sementera, ke depan ada tantangan praktisi kehumasan pemerintah untuk bekerja menciptakan lingkungan opini publik yang bersahabat (favorable).Kata Kunci: Komunikasi publik, Budaya komunikasi, Kehumasan pemerintah
Membangun Literasi Budaya Lokal Kepada Generasi Z Melalui Tradisi Weh-Wehan di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Viro Dharma Saputra
PRoMEDIA Vol 6, No 1 (2020): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v6i1.4086

Abstract

Abstract The purpose of this study is to introduce the local culture in the form of the weh-wehan tradition. The tradition of welcoming the Prophet's birthday and taking place once a year attracts a lot of attention. Many of the Z generation born in the 1995-2010 range were affected by the use of smartphones to access the latest news and did not pay attention to the existing local culture. This influence is great for the threat of cultural literacy transmitted from gen X to generation Z. Aims to know the cultural literacy carried out by generation Z and the impact of this tradition on generation Z. Using descriptive qualitative and snowball sampling, as informants are local figures representing generation x by the Chair of IPNU, and Gen Z was represented by the youth leaders and students. Based on the results obtained that to build local wisdom, can invite generation z to participate together through the weh-wehan tradition which only takes place once a year in the celebration of the Birthday of the Prophet. It aims to introduce cross-cultural culture that must be held fast to the current generation z.Keywords: Cultural Literacy, Weh-wehan, Generation Z, Prophet's Birthday AbstraksiTujuan penelitian ini untuk mengenalkan budaya lokal berupa tradisi weh-wehan. Tradisi yang dilakukan menyambut maulid nabi dan berlangsung setahun sekali banyak menarik perhatian. Banyak generasi Z yang terlahir dalam rentang 1995-2010 terdampak  dari penggunaan smartphone untuk mengakses berita terkini dan tidak memperhatikan kembali budaya lokal yang ada. Pengaruh ini besar bagi terancamnya literasi budaya yang ditularkan dari gen X kepada kaum generasi Z. Bertujuan untuk mengeatahui literasi budaya yang dilakukan oleh generasi Z serta dampak tradisi ini kepada generasi Z. Menggunakan deskriptif kualitatif dan snowball sampling, sebagai informan adalah tokoh setempat mewakili generasi x oleh Ketua IPNU, serta gen Z diwakili oleh ketua karang taruna dan mahasiswa. Berdasar hasil yang didapat bahwa untuk membangun kearifan lokal, dapat mengajak generasi z untuk berpartisipasi bersama melalui tradisi weh-wehan yang hanya berlangsung setahun sekali dalam perayaan Maulid Nabi. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan budaya lintas zaman yang harus tetap dipegang teguh hingga generasi z saat ini. Kata Kunci : Literasi Budaya, Weh-wehan, Generasi Z, Maulid Nabi
Pola Komunikasi Virtual Pembelajaran Daring dalam Program MBKM (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Peserta MBKM FISIP UTA’45 Jakarta) Firman Firman; Danang Trijayanto; Indrawati .
PRoMEDIA Vol 7, No 2 (2021): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v7i2.5535

Abstract

AbstractThe current pattern of communication and interaction relies on new media-based communication or the internet. The government through the Ministry of Education and Culture, Research and Technology in its efforts to develop the quality of student education has established the MBKM program. Various kinds of programs that are actually effectively run with this face-to-face learning method, must be run online due to the covid-19 pandemic. This study aims to determine the communication patterns that students make in their efforts to achieve success in completing the MBKM program they are participating in. This study uses quantitative and qualitative methods with the object being students of the social and political science faculty of UTA'45 Jakarta who participate in the MBKM program. The results showed that vertical communication between mentors and students went well, as well as communication between students and other students with the communication media used mostly via whatsapp. Communication barriers in participating in the MBKM program are socio-cultural, namely intercultural communication caused by the diverse cultural backgrounds of participants.Keywords: Pattern, Communication, MBKM, OnlineAbstraksiPola komunikasi dan interaksi saat ini bergantung pada komunikasi berbasis media baru atau internet. Pemerintah melalui kemendikbudristekdikti dalam upayanya mengembengkan kualitas pendidikan mahasiswa membentuk program MBKM. Berbagai macam program yang sejatinya efektif dijalankan dengan metode pembelajaran secara tatap muka ini, harus dijalankan dengan daring karena adanya pandemic covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang dilakukan mahasiswa dalam upayanya mencapai keberhasilan menyelesaikan program MBKM yang diikuti. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan objeknya adalah mahasiswa fakultas ilmu social dan ilmu politik UTA’45 Jakarta yang mengikuti program MBKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunikasi vertikal antar mentor dan mahasiswa berjalan dengan baik, begitu juga komunikasi antar mahasiswa dan mahasiswa lainnya dengan media komunikasi yang digunakan paling banyak melalui whatsapp. Hambatan komunikasi dalam mengikuti program MBKM adalah secara social budaya, yaitu komunikasi antarbudaya yang disebabkan oleh beragamnya latar belakang budaya peserta dengan Upaya untuk mengatasi hal tersebut tentunya proses adaptasi.Kata Kunci: Pola, Komunikasi, MBKM, Online
Potret Hedonisme Dalam Tiktok (Analisis Khalayak Pada TikTok Sisca Kohl di Kalangan Remaja Kota Surabaya) Alifah Sabila; Saifuddin Zuhri
PRoMEDIA Vol 7, No 2 (2021): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v7i2.5492

Abstract

AbstractHedonism is a view that considers pleasure and material enjoyment as the main goal in life. The data shows that today's teenagers tend to be oriented towards a hedonistic lifestyle. In the hedonic lifestyle, humans are said to always prioritize happiness, but over time the interpretation of hedonism itself turns negative into pleasure in pursuing worldly and avoiding displeasure. This study focuses on how the acceptance of late adolescents in Surabaya regarding hedonism content in Sisca Kohl's TikTok. This research uses reception analysis method, Stuart Hall's encoding-decoding theory. Based on the results of the study, it was found that late adolescents in Surabaya with different backgrounds can be divided into three categories. The first category is Dominant Hegemonic Position, where they agree that there is an element of hedonism in Sisca Kohl's TikTok content and it has an impact on their lives. The second category is the Negotiated Code Position where they agree that there is an element of hedonism in Sisca Kohl's TikTok content, but there isno impact on their lives. The third category is the Oppositional Code where the informant rejects the element of hedonism displayed by Sisca Kohl in her TikTok.Keywords: Hedonism, TikTok, Reception Analysis, AudienceAbstraksiHedonisme adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Data menunjukkan bahwa remaja saat ini cenderung berorientasi pada gaya hidup hedonisme. Dalam gaya hidup hedonis, manusia dikatakan selalu mengedepankan kebahagiaan namun seiring perkembangan zaman tafsir dari hedonisme sendiri berubah negative menjadi kenikmatan mengejar duniawi serta menghindari ketidaksenangan. Maka peneliti ingin mengetahui bagaimana penerimaan remaja akhir di Surabaya mengenai konten hedonisme dalam TikTok Sisca Kohl. Penelitian ini menggunakan metode analisis resepsi, teori encoding-decoding Stuart Hall. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa remaja akhir di Surabaya dengan berbeda latar belakang dapat dibedakan dalam tiga kategori. Kategori pertama Dominant Hegemonic Position, yaitu mereka menyetujui adanya unsur hedonisme dalam konten TikTok Sisca Kohl dan memiliki dampak di kehidupan mereka. Kategori kedua adalah Negotiated Code Position yang mana mereka menyetujui adanya unsur hedonisme dalam konten TikTok Sisca Kohl, namun tidak adanya dampak di kehidupan mereka. Kategori ketiga merupakan Oppositional Code dimana informan menolak adanya unsur hedonisme yang ditampilkan oleh Sisca Kohl dalam TikTok nya.Kata Kunci: Hedonisme, TikTok, Analisis Resepsi, Khalayak
Budaya Literasi dalam Perspektif Tanggung Jawab Sosial David Randy; Nawiroh Vera; Umaimah Wahid
PRoMEDIA Vol 6, No 1 (2020): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v6i1.3525

Abstract

AbstractThroughout 2019, Indonesia was confronted with a number of mass actions that led to riots. In many discussions on mainstream media platform as well as academic institutions, the circulation of hoaxes and fake news on social media are often used as scapegoats. President of the Indonesian Anti-Defamation Society (Mafindo), Anita Wahid explained, in 2015, there was an average of 10 hoaxes circulated in Indonesia per month. This number increased to 27 per month in 2016, 59 per month in 2017, and 96 per month in 2018. According to Central Connecticut State University, in 2016, Indonesia was on the 60th position (out of 61 countries) regarding literacy and literate behaviour. Based on Aisah, Hasra, and Sumiati's finding, it is known that as many as 61 percent of 184 respondents (Indonesian undergraduate students) couldn't identify one of the three fake news that was presented. Meanwhile, according to Dr Quinton Temby's analysis, the protests on May 21-22 in Jakarta, which led to riots, were the result of online disinformation. This type of chaos was the first time that had ever happened among democratic countries. The dependence of the Indonesian public on the social media platform can indicate a decline in public trust for the mainstream media. Temby claimed that this happened because most of Indonesian’s mainstream media were too sympathetic to the government. On this paper, the authors examine the phenomenon of the circulation of hoax and fake news in Indonesia through a multi-modal analysis. We started the study by conducting background analysis (literature reviews) on the culture of literacy in Indonesia, continuing with frame analysis of METRO TV’s news (allegedly as one of the pro-government media), then analysing the findings in the social responsibility perspective. Results of the analysis showed an increase in the number of hoaxes and false news' circulation in Indonesia. For this reason, to combat its circulation, the government's commitment is needed to foster a literate culture. The mainstream media need to increase public trust through more educative and critical programs. Social media companies need to be more active and responsive in preventing and combating the circulation of hoaxes and fake news. At the same time, the Indonesian public needs to educate themselves by increasing their understanding and knowledge.Keywords: Framing Analysis, Fake News, Hoax, Culture of Literacy, Social Responsibility Theory.AbstraksiSepanjang tahun 2019, Indonesia dihadapkan dengan sejumlah aksi massa yang berujung kericuhan. Dalam banyak diskusi di media massa mau pun institusi akademik, peredaran hoax dan fake news di media sosial sering dijadikan sebagai kambing hitam. Presiden Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Anita Wahid menerangkan bahwa pada 2015 rata-rata 10 hoax beredar di Indonesia per bulannya. Jumlah tersebut meningkat menjadi 27 per bulan pada 2016, 59 per bulan pada 2017, dan 96 per bulan pada 2018. Hasil studi di Universitas Negeri Central Connecticut tentang budaya literasi global pada 2016, menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara yang diteliti. Dari penelitian Aisah, Hasra, dan Sumiati, diketahui sebanyak 61 persen dari 184 responden (mahasiswa Indonesia) tidak dapat mengidentifikasi 1 dari 3 fake news yang ditampilkan. Sementara itu, Dr. Quinton Temby berpendapat bahwa aksi massa di Jakarta yang berujung kericuhan pada 21-22 Mei lalu ialah akibat dari disinformasi online. Kericuhan semacam itu merupakan yang pertama kali terjadi di negara demokrasi. Ketergantungan sejumlah rakyat Indonesia terhadap platform media sosial merupakan indikasi penurunan keperayaan publik kepada media mainstream. Temby mengklaim bahwa hal tersebut terjadi karena sebagian besar media mainstream Indonesia terlalu bersimpati kepada pemerintah. Pada penelitian ini, penulis mengkaji fenomena peredaran hoax dan fake news di Indonesia melalui analisis multi-modal. Kami memulai dari analisis latar belakang (studi pustaka) tentang budaya literasi di Indonesia, dilanjutkan dengan analisis framing berita METROTV (yang diduga sebagai salah satu media massa pendukung pemerintah), kemudian menganalisis temuan-temuan dalam perspektif tanggung jawab sosial. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan jumlah sirkulasi hoax dan fake news di Indonesia. Untuk itu, dalam upaya memerangi peredarannya diperlukan komitmen pemerintah dalam menumbuhkan budaya literasi. Media massa mainstream perlu meningkatkan kepercayaan publik melalui tayangan-tayangan yang lebih edukatif dan kritis. Perusahaan media sosial perlu berperan lebih aktif dan responsif dalam mencegah dan melawan peredaran hoax dan fake news. Di saat yang sama, masyarakat Indonesia perlu mengedukasi diri melalui peningkatkan pemahaman dan pengetahuan secara mandiri.Kata Kunci: Analisis Framing, Budaya Literasi, Fake News, Hoax, Teori Tanggung Jawab Sosial
Strategi City Branding Jakarta Sebagai Ibukota Multikultural; Studi Deskriptif Kualitatif Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan DKI Jakarta Rosanah Rosanah
PRoMEDIA Vol 6, No 1 (2020): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v6i1.4087

Abstract

Abstract Jakarta as the nation's capital that reflects "miniature Indonesia" with a diversity of cultures, ethnicities and religions is one in the frame of "Unity in Diversity". Based on the Vision and Mission of the DKI Jakarta Governor for the 2017-2022 period, the DKI Jakarta Tourism and Culture Office through the Domestic Marketing Promotion Section will conduct a City Branding in order to realize Jakarta as a Multicultural Capital for all various groups and communities in the capital. City Branding is a marketing strategy in order to build a city's identity. Imaging the city requires each region to create an image of a particular city that shapes the character of the city that is intended to shape and enhance tourism and cultural potential. Multiculturalism with its various uniqueness and the slogan "Enjoy Jakarta" as the identity of the city of Jakarta is a strategy to package as city image of Jakarta as a tourist and cultural destination with international standards. This study aims to describe the activities of the Department Tourism and Culture of DKI Jakarta Province in conducting the City Branding of Jakarta as the Multicultural Capital. This research uses descriptive qualitative with documentation study and interviews as a primary data source. The results of research on City Branding Jakarta as the Multicultural Capital are carried out through the Integrated Marketing Communication strategy, namely: Promotion, Advertising, Direct Selling, Personal Selling and Public Relations. Among them through innovative local cultural collaborative events and various international scale events, infrastructure development of the capital and tourist destinations, as well as the use of various social media platforms and online media. The implementation of City Branding of the Jakarta Tourism and Culture Office also establishes cooperation and involves various parties such as local communities, investors and stakeholders such as synergy with the "Jakarta Tourism" community, through exploration, elaboration and collaboration of various tourism and cultural potentials in realizing Jakarta not only as a city transit but can increase the number of domestic and foreign tourists. The parameters of success of the City Branding strategy can be seen among others based on an increase in the number of tourists and accommodation, The Number of Tourism, Length of Stay (LoS), Money Circulation, and various awards won by the Department of Tourism and Culture and the Governor of DKI Jakarta Province”. Keywords: Communication Strategy, City Branding, Multicultural CapitalAbstraksiJakarta sebagai Ibukota Negara yang merefleksikan “miniatur Indonesia”, dimana keberagaman budaya, suku, etnis, dan agama kumpul menjadi satu dalam bingkai “Bhineka Tunggal Ika”. Mengacu pada Visi dan Misi Gubernur DKI Jakarta Periode 2017-2022, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta melalui Bidang Destinasi Pemasaran Seksi Promosi Dalam Negeri melakukan City Branding dalam rangka mewujudkan Jakarta sebagai Ibukota Multikultural yang merangkul seluruh golongan dan komunitas yang ada di ibukota. City Branding adalah strategi pemasaran dalam rangka membangun identitas sebuah kota. City Branding menuntut setiap daerah untuk berlomba menciptakan citra tertentu sehingga terbentuklah city image yang menjadi karakter sebuah kota yang bertujuan untuk membentuk dan meningkatkan potensi wisata dan budaya. Multikulturalisme dengan berbagai keunikannya dan slogan “Enjoy Jakarta” sebagai identitas kota Jakarta merupakan strategi Packaging sebuah brand atau City Image Ibukota Jakarta sebagai tujuan wisata dan budaya dengan standar Internasional”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan City Branding Jakarta sebagai Ibukota Multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi dokumentasi serta wawancara sebagai sumber data primer. Berdasarkan hasil penelitian, City Branding Jakarta sebagai Ibukota Multikultural dilakukan melalui strategi Integrated Marketing Communication, yaitu: Promotion, Advertising, Direct Selling, Personal Selling dan Public Relations. Diantaranya melalui event kolaboratif budaya lokal yang Inovatif serta berbagai event skala Internasional, pembangunan infrastruktur ibukota dan destinasi wisata, serta pemanfaatan berbagai platform media online dan media sosial. Implementasi City Branding Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta juga menjalin kerjasama dan melibatkan berbagai pihak seperti masyarakat lokal, investor dan stakeholders seperti sinergitas dengan komunitas “Jakarta Tourism”, melalui ekplorasi, elaborasi dan kolaborasi berbagai potensi wisata dan budaya dalam rangka mewujudkan Jakarta bukan hanya sebagai kota transit semata akan tetapi dapat meningkatkan jumlah wisatawan dalam dan luar negeri. Parameter keberhasilan dari strategi City Branding diantaranya dapat dilihat berdasarkan adanya peningkatan jumlah wisatawan dan akomodasi, The Number of Tourism, Length of Stay (LoS), Peredaran uang, serta berbagai penghargaan yang diraih Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta.Keywords: Strategi Komunikasi, City Branding, Ibukota Multikultural.
Pengaruh Terpaan Iklan dan Kesadaran Merek Terhadap Keputusan Membeli Tiket Pesawat di Aplikasi TIKET.COM Andrew Kesuma; Sugeng Wahjudi; Dinar Ayu Chandra Agustin
PRoMEDIA Vol 7, No 2 (2021): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v7i2.5499

Abstract

AbstractThis study aims to analyze and explain: (1) the effect of advertising exposure on the decision to buy airline tickets on the Tiket.com application; (2) the Effect of Brand Awareness on the Decision to Buy Airline Tickets on the Tiket.com Application; (3) the influence of simultaneous advertising exposure and brand awareness on the decision to buy airline tickets on the Tiket.com application. This study uses a quantitative approach. The data collection used in this research is a survey method. The distribution of the questionnaire was carried out using Google Forms. The sample used is 100 respondents who are users of the tiket.com application set using the slovin formula. Data analysis using SPSS 25 program. The results and conclusions of this study show: (1) Based on the results of multiple correlation testing, simultaneously between the variables of Advertising Exposure and Brand Awareness on Buying Decisions there is a close and strong relationship; (2) Based on the results of the regression test that has been done by the researcher, there is a positive effect. If Advertising Exposure increases, the decision to buy Airplane Tickets on the Tiket.com Application will also increase, as well as the increase in Brand Awareness will also increase the decision to Buy Airplane Tickets on the Tiket.com application; (3) Based on the T test conducted by the researcher. Advertising Exposure has a positive influence on the Decision to Buy Airplane Tickets on the Tiket.com Application, so Ha is accepted, Ho is rejected and Brand Awareness has a positive influence on the Decision to Buy Airplane Tickets on the Tiket.com Application, so Ha is accepted, Ho is rejected; (4) Based on the results of the F test that has been carried out by the researcher. Simultaneously shows that Advertising Exposure and Brand Awareness have a positive and significant influence on the Decision to Buy Airplane Tickets on the Tiket.com ApplicationKeywords: Format, Writing, AbstractionAbstraksiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan: (1) Pengaruh Terpaan Iklan Terhadap Keputusan Membeli Tiket Pesawat di Aplikasi Tiket.com; (2) Pengaruh Kesadaran Merek Terhadap Keputusan Membeli Tiket Pesawat di Aplikasi Tiket.com; (3) Pengaruh Terpaan Iklan dan Kesadaran Merek secara simultan Terhadap Keputusan Membeli Tiket Pesawat di Aplikasi Tiket.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan menggunakan google forms. Sampel yang digunakan berjumlah 100 responden merupakan pengguna aplikasi tiket.com ditetapkan menggunakan rumus slovin. Analisis data menggunakan program SPSS 25. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini menunjukan: (1) Berdasarkan hasil dari pengujian korelasi berganda, secara simultan antara variabel Terpaan Iklan dan Kesadaran Merek terhadap Keputusan Membeli terdapat hubungan yang erat dan kuat; (2) Berdasarkan hasil uji regresi yang sudah dilakukan oleh peneliti terdapat pengaruh positif. Jika Terpaan Iklan naik maka keputusan membeli Tiket Pesawat di Aplikasi Tiket.com akan naik pula, demikian juga dengan kenaikan Kesadaran Merek juga akan meningkatkan keputusan Membeli Tiket Pesawat di aplikasi Tiket.com; (3) Berdasarkan uji T yang dilakukan oleh peneliti. Terpaan Iklan memiliki pengaruh positif terhadap Keputusan Membeli Tiket Pesawat di Aplikasi Tiket.com, sehingga Ha diterima, Ho ditolak dan Kesadaran Merek memiliki pengaruh positif terhadap Keputusan Membeli Tiket Pesawat di Aplikasi Tiket.com, sehingga Ha diterima, Ho ditolak; (4) Berdasarkan hasil uji F yang telah dilakukan oleh peneliti. Secara simultan menunjukkan bahwa Terpaan Iklan dan Kesadaran Merek memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Membeli Tiket Pesawat di Aplikasi Tiket.comKata Kunci: Terpaan Iklan, Kesadaran Merek, Keputusan Membeli
Pengaruh Sosialisasi Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terhadap Keberhasilan Pelaksanaan MBKM di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Ulfah Fatmala Rizky; Salman Alparozi; Rachmat Taufan; Diana Laila Ramatillah; Ahmad Rofii; Khoirunnisa Khoirunnisa; Delia Kusuma; Panji Wijonarko
PRoMEDIA Vol 7, No 2 (2021): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v7i2.5536

Abstract

AbstractIn 2020, the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek) of the Republic of Indonesia (R.I) launched the Freedom to Learn-Independent Campus (MBKM). The University of 17 August 1945 Jakarta is committed to implementing MBKM programs. This study is the first study to discuss the effect of the MBKM policy socialization on the success of MBKM implementation. This study aims to determine whether the online socialization of MBKM policies at UTA '45 Jakarta has an effect on the successful implementation of MBKM programs at UTA '45 Jakarta. The method used is a quantitative method. The results showed that the socialization of MBKM policy at UTA '45 Jakarta influenced the success of MBKM implementation at UTA '45 Jakarta.Keywords: Socialization, policy implementation, MBKM     AbstraksiPada tahun 2020, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia (R.I) meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Untuk dapat mengimplementasikan kebijakan tersebut, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA ’45 Jakarta) telah melakukan penyesuaian kebijakan internal dalam pengembangan akademik, kurikulum, dan segala sumber daya, termasuk melakukan sosialisasi secara intensif. Namun demikian, dari 1103 jumlah dosen dan mahasiswa UTA ’45 Jakarta hanya 252 orang yang menjadi peserta program MBKM. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sosialisasi kebijakan MBKM yang dilakukan di UTA ’45 Jakarta berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan program-program MBKM di UTA ‘45 Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang membahas tentang pengaruh sosialisasi kebijakan MBKM terhadap keberhasilan pelaksanaan MBKM. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi kebijakan MBKM di UTA ’45 Jakarta mempengaruhi keberhasilan implementasi MBKM di UTA ’45 Jakarta.Kata Kunci: sosialisasi, implementasi kebijakan, MBK      
Pendampingan Pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TBC-RO) Melalui Strategi Komunikasi Interpersonal Organisasi Mantan Pasien Khuswatun Hasanah; Virginia Ayu Sagita
PRoMEDIA Vol 6, No 1 (2020): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v6i1.4045

Abstract

AbstractThis study aims to examine the communication strategies carried out by the organization of former drug resistant tuberculosis patients Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) in assisting MDR-TB patients, both related to treatment, access to services, and about social impacts during treatment. As an innovation that was born in collaboration with the TB Sub Directorate of the Ministry of Health together with the Indonesia Challenge TB (CTB), the organization of ex-patients plays an important role in providing assistance. Because the treatment for MDR-TB patients is not easy in terms of the length of the treatment period, side effects of treatment, access to services, to other social problems. The former patient organization is present as a group that has undergone MDR-TB treatment periods so that the experience of delivering MDR-TB patients who are on medication has the same perception and motivation related to healing. The method used is a qualitative descriptive approach. Data obtained through observation, in-depth interviews (indepth interview), and documentation of all patient organization activities supported by CTB in 6 provinces in Indonesia. The results showed that through the similarity of fields of experience, the accompanying messages conveyed by patient organizations were channeled effectively. This is also supported by the interpersonal strategy of the organization of the former patient who plays himself as a peer educator in providing assistance and motivation for treatment. The communication is carried out by door to door (home visit), hospital visits, and through focus group discussions. This study also confirms the theory of Message Design Logic by Barbara O'Keefe that with the Rhetorical Message Design Logic, the message delivered is emphasized to achieve its goals not just the occurrence of response or reciprocity. In this case, supported by a shared experience, the motivation to complete treatment for TB patients will be more effective and get a good response.Keywords: Tuberculosis, MDR-TB, Interpersonal Communication, Field of ExperienceAbstraksiPenelitian ini bertujuan mengkaji strategi komunikasi yang dilakukan oleh organisasi mantan pasien tuberkulosis resisten obat (TBC-RO) dalam melakukan pendampingan terhadap pasien TBC-RO, baik terkait pengobatan, akses layanan, maupun perihal dampak sosial semasa pengobatan. Sebagai inovasi yang dilahirkan atas kolaborasi Sub Direktorat TBC Kementerian Kesehatan bersama dengan Challenge TB (CTB) Indonesia, organisasi mantan pasien memegang peranan penting dalam melakukan pendampingan. Pasalnya, pengobatan bagi pasien TBC-RO tidak mudah dari sisi lamanya jangka waktu pengobatan, efek samping pengobatan, akses layanan, hingga masalah sosial lainnya. Organisasi mantan pasien hadir sebagai kelompok yang pernah menjalani masa-masa pengobatan TBCRO sehingga pengalaman mengantarkan pasien TBC-RO yang sedang dalam pengobatan memiliki persepsi dan motivasi yang sama terkait kesembuhan. Metode yang digunakan adalah  pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam (indepth interview), dan dokumentasi dari segala kegiatan organisasi pasien dukungan CTB di 6 provinsi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui adanya kesamaan field of experience, pesan pendampingan yang disampaikan oleh organisasi pasien tersalurkan dengan efektif. Hal ini didukung pula oleh strategi interpersonal organisasi mantan pasien yang memerankan diri sebagai peer educator dalam memberi pendampingan dan motivasi pengobatan. Adapun komunikasi tersebut dilakukan secara door to door (home visit), kunjungan ke rumah sakit, dan melalui diskusi kelompok terarah. Penelitian ini sekaligus mengonfirmasi teori Message Design Logic oleh Barbara O’Keefe bahwa dengan gaya komunikasi logika desain pesan retorika, pesan yang disampaikan ditekankan untuk mencapai tujuannya bukan sekadar hanya terjadinya respon atau timbal balik saja. Dalam hal ini, didukung oleh kesamaan pengalaman maka motivasi menuntaskan pengobatan bagi pasien TBC-RO akan lebih efektif dan mendapatkan respon yang baik.Kata Kunci: Tuberkulosis, TBC-RO, Komunikasi Interpersonal, Field of Experience
Media Baru dan Perubahan Sosial (Kasus Intervensi TIK di pesisir Desa Drajat Kabupaten Lamongan) Djoko Waluyo; Yevi Herviyanti
PRoMEDIA Vol 7, No 2 (2021): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v7i2.5498

Abstract

AbstractThe presence of new media in the form of the internet that can be accessed by the public will be a factor that will influence the occurrence of social change in the community. Drajat village, which is located on the north coast of the eastern part of the island of Java, which was originally a poor community, is increasingly able to increase its income to market seafood and other food via the internet. Traditional life is increasingly changing with urban characteristics. BUMDes can make a big contribution to encouraging economic change for the Drajat village community. This article approaches qualitatively with a qualitative-descriptive analysis method. Data collection techniques with in-depth interviews with village head informants, Karang Taruna leaders, BUMDes administrators, ICT activists and fishermen, as well as farmers. internet intervention.Keywords: Internet, social change, coastal areasAbstraksiKehadiran media baru berupa internet yang dapat diakses oleh masyarakat,akan dapat menjadi factor yang mempengaruhi bakal terjadinya suatu perubahan social pada masyarakat tersebut. Desa Drajat yang terletak di pesisir utara pulau Jawa bagian timur,yang semula dengan masyarakat yang miskin maka kian hari dapat meningkatkan penghasilannya untuk memasarkan hasil laut dan makanan lainnya melalui internet. Kehidupan yang tradisional makin berubah dengan ciri-ciri perkotaan. BUMDes dapat memberikan andil besar untuk mendorong perubahan ekonomi masyarakat desa Drajat. Artikel ini pendekatannya secara kualitatif denga metode analisis kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam terhadap informan Kepala Desa, Ketua Karang taruna, pengurus BUMDes, penggiat TIK dan nelayan,serta petani.Simpulannya, telah terjadi perubahan social yang gradual pada masyarakat desa Drajat kea,,rah ciri-ciri masyarakat perkotaan dengan makin massif intervensi internet.Kata Kunci:  Internet, perubahan sosial, daerah pesisir 

Page 9 of 16 | Total Record : 158