cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
IDENTIFIKASI CEMARAN LOGAM TIMBAL DALAM MAINAN GIGITAN BAYI YANG BEREDAR DI PURWOKERTO DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM. Asih Mahmudah Sanusi; Wranti Sri Rahayu; Pri Iswati Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i3.585

Abstract

ABSTRAK Timbal (Pb) adalah zat xenobiotik yang asing bagi tubuh, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan timbal biasa digunakan dalam formulasi cat dan mainan anak-anak. Selain itu timbal juga digunakan di berbagai industri seperti industri baterai, paduan logam (alloy), sarung kabel, amunisi, tinta cetak, zat warna/pigmen, stabilisator pada plastik polivinil klorida, keramik dan gelas kristal Telah dilakukan penelitian kandungan cemaran timbal pada mainan gigitan bayi (teether) yang beredar di daerah Purwokerto, dengan metode spektrofotomeri serapan atom. Dekstruksi yang digunakan adalah dengan dekstruksi basah mengunakan campuran H2SO4 dan HNO3. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling . Dari validasi metode diperoleh nilai r = 0,995, RSD = 1,904 %, LOD = 0,32 ppm, LOQ = 1,09 ppm dan nilai recovery = 121,45 ±5,60 %. Dari semua sampel mainan gigitan bayi tidak ditemukan adanya kandungan logam Pb.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN SKIZOPRENIA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS PERIODE JANUARI –APRIL 2009 Gayuh Kurniawan; Indri Hapsari; Wahyu Utaminingrum
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i03.1136

Abstract

ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan psikiatrik yang sangat kompleks yang dapat menimbulkan paling banyak masalah baik medik, psikologik maupun social. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan deskriptif non analitik yang bersifat retrospektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien (jenis kelamin, usia, status pendidikan, durasi rawat inap dan keadaan pulang pasien), pola pengobatan dan kesesuaian terapi (jenis obat, dosis obat dan cara pemberian) dengan Standar Pelayanan Medis (SPM), dan mengetahui interaksi obat yang terjadi. Hasil dari penelitian ini, karakteristik pasien (jenis kelamin 63,49% pada wanita, usia 31,75% 20-29 tahun, status pendidikan SD 31,7%, durasi rawat inap 30,1% 7-14 hari, keadaan pulang pasien 88% membaik), pola pengobatan (jenis obat 80,16%, dosis obat 78,57%, cara pemberian 91,27%), kesesuaian terapi (jenis obat 73,01%, dosis obat 78,57%, cara pemberian 96,03%) dan interaksi yang terjadi adalah interaksi antar obat skizofrenia (100 kasus) dan interaksi obat skizofrenia dengan obat lain (34 kasus). Kata kunci : Skizofrenia, Retrospektif, Standar Pelayanan Medis (SPM), Karakteristik pasien, Pola Pengobatan, Kesesuaian Terapi ABSTRACT Schizophrenia represent the very complex trouble psychiatric which can generate at most good problem sis, psychology and also social. This research conducted by using descriptive device non-analytic having the character of retrospective. This research target to know the patient characteristic (gender, age, education status, time take care to lodge and circumstance come home the patient), medication pattern and according to therapy (drug type, dose medicines and way of gift) with the Medical Service Standard (SPM), and know the interaction medicines that happened. Result from this research, patient characteristic (gender 63,49% at woman, age 31,75% 20-29 year, status education SD 31,7%, time take care to lodge 30,1% 7-14 day, circumstance come home the patient 88% good), medication pattern (type medicines 80,16%, dose medicines 78,57%, way gift 91,27%), according to therapy (type medicines 73,01%, dose medicines 78,57%, way gift 96,03%) and interaction that happened interaction usher the drug schizophrenia (100 case) and interaction medicines the schizophrenia with the other drug (34 case). Keyword : Schizophrenia, Retrospective, Medical Service Standard (SPM), Patient Characteristic, Medication Pattern, According to Therapy, Drug Interaction.
AKTIVITAS ANTI FUNGI EKSTRAK ETANOL DAUN SEMBUKAN (Paederia foetida L) TERHADAP Candida albicans Adityas Elvian Abriyanto; Sabikis Sabikis; Sudarso Sudarso
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.730

Abstract

ABSTRAK Sembukan (Paederia foetida L) mengandung flavonoid dan terpenoid yang mempunyai khasiat sebagai antifungi dari ekstrak etanol daun sembukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan aktivitas antifungi terhadap Candida albicans dan profil kromatografi lapis tipisnya. Dalam penelitian ini ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak etanol diencerkan dengan pelarut Dimetilsulfoksida (DMSO) 10% hingga konsentrasi 1%, 10%, 100%. Uji aktivitas antifungi menggunakan metode difusi dan untuk identifikasi senyawa flavonoid, dan senyawa terpenoid menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil uji aktivitas antifungi didapat bahwa ekstrak etanol daun sembukan tidak memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida albicans. Hasil KLT menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sembukan mengandung senyawa flavonoid dan senyawa terpenoid. Kata kunci: ekstrak etanol daun sembukan (Paederia foetida L), antifungi, Candida albicans, flavonoid, terpenoid. ABSTRACT Sembukan (Paederia foetida L) contain flavonoid and terpenoid which property as antifungal. The aim of this research was to prove the activity of antifungal against Candida albicans and its Thin Layer Cromatography profile. In this research the extraction was done by maseration method with 96% ethanol solvent.The ethanol extract was diluted using 10% Dimethylsulfoxide (DMSO) solvent until 1%, 10% and 100% concentrations. Antifungal activity test was done by diffusion method and Thin Layer Cromatography (TLC) method was done to identify the flavonoid,and terpenoid compounds. The result of antifungal activity test exhibited that the ethanol extract of sembukan leaves have no antifungal activity toward Candida albicans. The result of TLC showed that the ethanol extract of sembukan leafs contain of flavonoid and terpenoid compounds. Key words: the ethanol extract of sembukan leafs (Paederia foetida L), antifungal, Candida albicans, flavonoid, terpenoid.
Pencarian Tumbuhan Obat yang Berpotensi sebagai Antimalaria Berdasarkan Pengetahuan Etnomedisin Indah Yulia Ningsih
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.928 KB)

Abstract

Malaria merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh beberapa parasit Plasmodium dan menjadi salah satu penyakit infeksi utama di beberapa daerah tropis seperti negara-negara Asia dan Afrika. Masalah utama dalam mengatasi malaria adalah adanya peningkatan resistensi vektor terhadap insektisida dan peningkatan resistensi parasit terhadap obat malaria, seperti klorokuin dan artemisinin. Masyarakat, khususnya para pengobat tradisional di berbagai daerah endemik tersebut telah menggunakan tumbuhan sebagai pengobatan turun-temurun untuk mengatasi demam dan gejala malaria lainnya. Fakta ini mendorong para peneliti untuk menemukan agen antimalaria baru yang terjangkau, mudah diperoleh, dan diterima secara budaya berdasarkan pengetahuan etnomedisin.
EVALUASI KADAR VITAMIN C PADA BUAH NAGA PUTIH (Hylocereus undatus) DAN BUAH NAGA KUNING (Selenicereus megalanthus) DENGAN 2,6 DIKLOROFENOLINDOFENOL Nia Kurnia; Eddy Soemardi; Dwi Hartanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v6i01.399

Abstract

Abstrak Buah Naga termasuk buah baru diIndonesia dan mengandung vitamin C. Buah Naga terdiri atas beberapa spesies, yang paling populer adalah Hylocereus undatus (buah naga putih) dan Selenicereus megalanthus (buah naga kuning). Dari dua spesies tersebut mempunyai kandungan vitamin C yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kandungan vitamin C pada buah Naga putih dan buah naga kuning. Pengukuran vitamin C pada buah naga dilakukan dengan titrasi 2,6 Diklorofenolindofenol. Analisis statistik yang digunakan adalah T-test untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang bermakna antara kandungan vitamin C pada buah naga putih dan buah naga kuning. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna antara buah naga putih (rata-rata 10,71403 mg/100g, ±SD 0,5270612) dan buah naga kuning (rata-rata 12,54929 mg/100g, ±SD 1,0806851). Kata kunci: Vitamin C, Buah Naga Putih (Hyosereus undatus), Buah Naga Kuning (Selenicereus undatus),2,6 Diklorofenolindofenol. Abstract Dragon fruit is a popular newcomer in Indonesia, beside of its interesting look, also contains various beneficial compounds such as Vitamin C. The most popular is Hylocereus undatus (white dragon fruit), and Selenicereus megalanthus (yellow dragon fruit). Those two species might contain different total concentration of vitamin C. This research was to determine the vitamin C concentration of White Dragon Fruit and Yellow Dragon Fruit. Vitamin C concentration was determined using 2,6 diclorofenolindophenol titration for three times replication. The data was then analyzed by T-test. The result showed that there was significant different of vitamin C content between white dragon fruit (mean 10,71403 mg/100g with SD=0,5270612) and yellow dragon fruit (mean 12,54929mg/100g with SD=1,0806851). Keywords: Vitamin C, White Dragon Fruit (Hylocereus undatus), Yellow Dragon Fruit (Selenicereus undatus), 2,6 diclorofenolindophenol
UJI PENDAHULUAN EFEK HAIR TONIC MINYAK BIJI WIJEN ( Sesamum indicum L ) TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT KELINCI JANTAN Ratno Subekhi; Sudarso Sudarso; Dwi Hartanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i3.428

Abstract

Telah dilakukan uji pendahuluan efek hair tonic minyak wijen (oleum sesame) terhadap pertumbuhan rambut kelinci jantan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah minyak dari biji tanaman wijen ( Sesamum indicum L ) mempunyai efek mempercepat pertumbuhan rambut kelinci jantan. Minyak wijen dibuat dengan memeras serbuk biji wijen yang telah dicampur air panas. Punggung kelinci dicukur persegi dengan sisi 2,5 cm. Kotak 1 diolesi minyak cem-ceman sebagai kontrol positif, kotak 2 diolesi aquades sebagai kontrol negatif, kotak 3 diolesi minyak wijen sabagai sampel. Pengukuran pertumbuhan rambut dilakukan setiap 3 hari sekali selama 18 hari. Data pertumbuhan rambut rata-rata perhari yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis variansi yang dilanjutkan dengan uji tukey dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak wijen dapat mempercepat pertumbuhan rambut kelinci jantan. Kata kunci : Biji wijen, memeras, pertumbuhan rambut, kelinci jantan.
PENGARUH MEDIUM DISSOLUSI DAN PENGGUNAAN SINKER TERHADAP PROFIL DISOLUSI TABLET FLOATING ASPIRIN Agus Siswanto; Achmad Fudholi; Akhmad Kharis Nugroho; Sudibyo Martono
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v11i2.840

Abstract

ABSTRAK Disolusi merupakan faktor penting dalam pelepasan dan pengembangan sediaan obat. Selain sifat fisika kimia obat, formulasi, dan fabrikasi sediaan; kondisi uji disolusi juga mempengaruhi profil disolusi termasuk jenis medium dan model alat uji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh medium disolusi dan penggunaan sinker terhadap profil disolusi tablet floating aspirin. Tablet dibuat dengan metode cetak langsung dengan bahan tambahan Methocel K4M CR, NaHCO3, Ethocel, Aerosil, dan dikalsium fosfat anhidrat. Tablet diuji disolusi menggunakan alat disolusi USP apparatus 2 dengan pengaduk dayung. Medium disolusi yang digunakan yaitu simulated gastric fluid (SGF) tanpa pepsin pH 1,2 dan HCl 0,1 N. Uji disolusi dengan SGF tanpa pepsin pH 1,2 dilakukan dengan dan tanpa sinker. Suhu percobaan 37 ± 0,5 °C dan kecepatan pengadukan 60 rpm. Cairan sampel diambil pada menit ke-15, 30, 45, 60, 90, 120, 180, 240, 300, 360, 420, dan 480. Serapan sampel diukur dengan spektrofotometer UV pada λ 280 nm. Hasil uji disolusi menunjukkan bahwa perbedaan medium yaitu HCl 0,1 N dan SGF tidak mempengaruhi DE480, kinetika, dan mekanisme disolusi tablet floating aspirin. Penggunaan sinker pada medium SGF mempengaruhi DE480, kinetika, dan mekanisme disolusi. Kurva disolusi tablet floating aspirin pada medium HCl 0,1 N, SGF dengan dan tanpa sinker mengikuti kinetika orde I dan mekanisme disolusi menurut model Korsmeyer-Peppas, Weibull, Hopfenberg, dan Hixson-Crowell. Model Higuchi juga sesuai untuk profil disolusi tablet floating aspirin dalam medium SGF dengan sinker. Kata kunci: tablet floating aspirin, medium disolusi, sinker, profil disolusi ABSTRACK Dissolution is an important factor in the release and development of drug dosage form. In addition to physical and chemical properties of the drug, formulation, manufacturing process; the conditions of dissolution test also affect the profile of dissolution including the type of medium and test equipment models. The purpose of this study was to determine the influence of the dissolution medium and the use of sinker on dissolution profile of aspirin floating tablet. The tablets were made by direct compression method with Methocel K4M CR, NaHCO3, Ethocel, Aerosil, and dicalcium phosphate anhydrous as excipients. The in vitro dissolution study was determined using USP apparatus 2 (paddle method), 900 mL dissolution medium at 37 ± 0.2 °C and 60 rpm. The dissolution test using HCl 0.1 N and simulated gastric fluid (SGF) pH 1.2 as medium with and without a sinker. Aliquouts of 5 mL was taken out at intervals of 15, 30, 45, 60, 120, 180, 240, 300, 360, 420, and 480 minutes. The samples were analyzed by UV-Vis spectrophotometer at 280 nm. The result indicated that the difference of medium (HCl 0.1 N and SGF pH 1.2) does not affect DE480, kinetics, and mechanism of dissolution. The use of sinker in SGF affects DE480, kinetics, and mechanism of dissolution. The profile of dissolution of aspirin floating tablets in 0.1 N HCl and SGF pH 1.2 (with and without sinker) follow first-order kinetics and mechanism of dissolution according to Korsmeyer-Peppas, Weibull, Hopfenberg, and Hixson-Crowell models. Higuchi model was also suitable for dissolution profile of aspirin floating tablet in the SGF pH 1.2 with sinker. Keywords: floating tablet of aspirin, medium of dissolution, sinker, profile of dissolution
Evaluasi Penggunaan Obat Antidiare pada Pasien Anak Di Instalasi Rawat Inap RSUD Banyumas Tahun 2009 Dewi Sekar Tanjung; Anjar Mahardian Kusuma; Indri Hapsari
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6463.459 KB)

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortilitas anak di negara yang berkembang. Empat - Lima % dari kasus diare akan jatuh ke dalam keadaan dehidrasi, dan 60% dari padanya akan meninggal, apabila tidak mendapat pertolongan yang memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan obat antidiare pada pasien anak di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas apakah sudah sesuai dengan standar pelayanan medis menurut Ikatan Dokter Indonesia dan untuk mengetahui ada tidaknya potensial (Drug Related Problem's) DRPs pada penggunaan obat antidiare pada pasien anak di instalasi rawat inap RSUD Banyumas pada tahun 2009. Penelitian ini dilakukan dengan metode retrospektif yaitu melakukan penelusuran terhadap tindakan yang dilakukan oleh tenaga medis kepada pasien anak dalam memberikan obat antidiare di instalasi rawat inap RSUD Banyumas tahun 2009. Hasil penelitian ini adalah penggunaan obat antidiare pada pasien anak di instalasi rawat inap RSUD Banyumas pada tahun 2009 sudah sesuai dengan standar pelayanan medik menurut Ikatan Dokter Indonesia dan ditemukan kasus potensial DRPs pada penggunaan obat antidiare pada pasien anak di instalasi rawat inap RSUD Banyumas pada tahun 2009.
PENGARUH PENGGUNAAN AMILUM SINGKONG PREGELATINASI SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR TERHADAP SIFAT FISIK TABLET ASPIRIN Dwi Rahayuningsih; Agus Siswanto; Suparman Suparman
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i3.572

Abstract

ABSTRAK Bahan penghancur ditambahkan pada kebanyakan fomula tablet untuk memudahkan pecah atau hancurnya tablet ketika kontak dengan cairan saluran pencernaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan amilum singkong pregelatinasi sebagai bahan penghancur terhadap sifat fisik tablet aspirin. Dalam penelitian ini dibuat 6 formula dengan bahan penghancur yang berbeda yaitu 3 formula menggunakan amilum singkong pregelatinasi dengan konsentrasi F1 5%, F2 10% dan F3 15% dan 3 formula lagi menggunakan amilum singkong dengan konsentrasi yang sama dengan amilum singkong pregelatinasi. Tablet dibuat dengan metode cetak langsung. Tablet yang dihasilkan diuji sifat fisiknya yaitu sifat alir granul, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa amilum singkong pregelatinasi menghasikan sifat fisik tablet yaitu waktu alir granul lebih cepat, kekerasan tablet lebih besar, kerapuhan tablet lebih kecil dan waktu hancur lebih lama dibandingkan amilum singkong. Kata kunci: Aspirin, Amilum Singkong Pregelatinasi, Bahan Penghancur ABSTRACT Disintegrant is added to most tablet formulation to facilitate a breakup or disintegration of the tablet when it contact with water in the gastrointestinal tract. The aim of this research was to know the influence of use pregelatinized tapioca starch as disintegrants on physical characteristic of aspirin tablets. Sixth formulas of aspirin tablets were made by disintegrants concentration different are three formulas use pregelatinized tapioca starch by concentration F1 5%, F2 10% dan F3 15% and the others three formulas use tapioca starch by concentration is same with pregelatinized tapioca starch. Tablets were made by direct compression method. The tablets produced were tested physical characteristic (fluidity of granule, uniformity of weight, tablets hardness, friability and disintegration time). The result of research showed that pregelatinized tapioca starch yield physical characteristic of tablets fluidity of granule quicker, tablet hardness higher, friability smaller and disintegration time longer compared to tapioca starch. Keywords: Aspirin, Pregelatinized Tapioca Starch, Disintegrants
EVALUASI POLA PERESEPAN BERDASARKAN BEERS CRITERIA PADA PASIEN GERIATRI RAWAT JALAN PADA POLI PENYAKIT DALAM DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO PERIODE AGUSTUS 2010-MARET 2011 Dhian Rahayu Setyowati; Sudarso Sudarso; Wahyu Utaminingrum
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i03.1127

Abstract

ABSTRAK Geriatri berasal dari kata geros yang berarti tua dan iatriea yang berarti to care atau merawat. WHO menetapkan populasi antara usia 65-75 tahun sebagai geriatri. Pada usia ini, terjadi penurunan fungsi-fungsi fisiologis tubuh sehingga diperlukan pertimbangan yang cermat dalam memilih obat. Beers Criteria merupakan suatu kriteria yang menjadi standar penggunaan obat khusus untuk geriatri, yang mengetengahkan dasar panduan untuk mengatasi masalah Drug Related Problem (DRP) pada geriatri. Penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pola peresepan pada pasien geriatri rawat jalan pada poli penyakit dalam di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto berdasarkan Beers Criteria 2003 dan melihat persentase ketidakrasionalan peresepan pada pasien geriatri rawat jalan penyakit dalam periode Agustus 2010 – Maret 2011. Metode yang digunkan adalah non eksperimental, dengan pengumpulan data secara retrospektif. Analisis dilakukan dengan metode diskriptif untuk memperoleh gambaran tentang pola peresepan pasien geriatri rawat jalan di poli penyakit dalam berdasarkan Beers Criteria 2003. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa selama periode Agustus 2010 – Maret 2011, dari total 405 item obat terdapat 84 item obat (20,5%) yang tidak rasional yang sesuai Beers Criteria 2003. Obat yang paling banyak diresepkan sekaligus dihindarkan adalah diazepam yaitu 26 item obat (31,3 %), Chlordiazepoksid-clidinium 25 item obat (30,1%), Digoxin 24 item obat (27,7%), Alprazolam 6 item obat (7,1%), Ferrosi Sulfat 1 item obat (1,2%), Bisakodil 1 item obat (1,2%), Clonidine 1 item obat (1,2%). Kata kunci: geriatri rawat jalan poli penyakit dalam, beers criteria 2003 ABSTRACT Geriatric derived from the word geros is meaning oldest and iatriea is meaning to care. WHO set the population between the ages of 65-75 years as a geriatric ward. At this age, a decline of physiological functions of the body so that needed careful consideration in choosing a drug. Beers Criteria is a standard criteria to be specific to geriatric drug use. Beers Criteria specifically set forth basic guidelines for the surpass Drug Related Problem in geriatrics. Goal of the research is evaluating of prescription patterns in geriatric outpatient based on Beers Criteria in Geriatrics outpatient on internist division regional public hospital of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto and all at once to see irrasionalist praescription patterns in geriatric outpatient in August 2010 to March 2011 period. The method`used was non experimental, with retrospective data collection. The analysis was done with descriptive method to get an idea of prescription patterns in geriatric outpatient on internist division based on Beers Criteria 2003. Results obtained show that during August 2010 to March 2011 period, of total 425 recipe there are 84 recipe (19,8%) that is not appropriate rational Beers Criteria 2003. The most widely prescribed drugs were diazepam 26 drug item (31,0 %), Chlordiazepoksid-clidinium 25 drug item (29,8%), Digoxin 24 drug item (28,6%), Alprazolam 6 drug item (7,1%), Ferrosi Sulfat 1 drug item (1,2%), Bisakodil 1 drug item (1,2%), Clonidine 1 drug item (1,2%) Keywords: geriatrics outpatient on internist division, beers criteria 2003

Page 9 of 48 | Total Record : 475


Filter by Year

2007 2021


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue