cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
Pengaruh pengembangan multimedia edukasi dalam pemberdayaan keluarga memberi dukungan pengobatan penderita tuberkulosis paru Tumiur Sormin; Anita Puri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i1.6290

Abstract

Background: The  preliminary study in Health Office (Dinkes) of South Lampung regarding the coverage of the Tuberculosis program  in 2017 and  2018 results were only 51% and 42.41%. While the target of treatment should be 100%. Pre-survey for patients with pulmonary tuberculosis  in the working area of the Natar Puskesmas families are 5 people (50%)  of  10  tuberculosis  sufferers  who  do  not  comply  with  their  treatment, said that there are no routine  treatment, 8  people  (80%) of  the family have not given serious support to family members who have pulmonary   tuberculosis  to   adhere   for   treatment  and have never received empowerment training from the health side. Purpose: To determine the effect of Multimedia Educational Development in Empowering Families to Support Treatment of Pulmonary Tuberculosis Patients.Method: Participant were divided into 6 groups, 10 people per group and every week it was divided into two groups. Each group gets three learning sessions. In the first session, participant were asked to listen to pulmonary TB material which was shown through educational videos for 2 x 25 minutes, interspersed with discussions and questions and answers. The material includes understanding, causes, signs and symptoms, complications, prevention, and treatment. In the second session, participant were asked to listen to an educational video about pulmonary TB prevention practices for 25 minutes and then asked participant to practice it for 25 minutes. In the third session, participant were asked to show an educational video about the practice of supporting the treatment of pulmonary TB patients for 25 minutes, then asked participant to practice it for 25 minutes. At the end of the presentation of the material, the participant were distributed booklets containing material for pulmonary TB and how to support the treatment of pulmonary TB patientsResults: Sampling of 60 people from 70 families of pulmonary TB patients in Kecamatan Natar Lampung Selatan used educational multimedia. The level of confidence with p-value < a (0.05).Conclusion: P value was obtained 0.000, so that there was a significant difference between the ability of participant to provide emotional support, appreciation, instrumental, information, treatment networks, healing motivation, directing behavior to recover, maintaining healing behavior and knowledge about pulmonary TB treatment in pulmonary TB patients. first and second. Overall support, the difference between the first and second measures of ability to provide treatment support was 0.217 with an SD of 0.613. The results of the statistical test obtained a P-value of 0.008, so that there was a significant difference between the participant ' ability to provide treatment support for patients with pulmonary TB in the first and second measurements.Keywords: Educational Multimedia; Family Empowerment; Pulmonary Tuberculosis TreatmentPendahuluan: Hasil studi pendahuluan ke Dinkes Lamsel, tentang cakupan program TB tahun 2017dan 2018 hanya 51% dan 42,41%. Sedangkan target pengobatan seharusnya 100% . Pre survey kepada keluarga penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Natar 5 orang (50%) dari 10 penderita TB tidak patuh pengobatannya, mengatakan tidak rutin berobat, 8 orang (80%) dari keluarga belum memberi dukungan serius pada anggota keluarganya TB paru untuk patuh pada pengobatannya dan belum pernah mendapat  iatihan  pemberdayaan   dari  pihak  kesehatan.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Pengembangan Multimedia Edukasi Dalam Pemberdayaan Keluarga Memberi Dukungan Pengobatan Penderita Tuberkulosis Paru.Metode: Partisipan dibagi dalam 6 kelompok, 10 orang per-kelompok dan setiap minggu dilakukan kepada dua kelompok. Setiap kelompok mendapatkan tiga sesi pembelajaran. Di sesi pertama reponden diminta untuk menyimak materi TB paru yang ditayangkan melalui video edukasi selama 2 x 25 menit diselingi diskusi dan tanya jawab. Materi mencakup pengertian, penyebab, tanda dan gejala, komplikasi, pencegahan serta pengobatan. Di sesi kedua partisipan diminta menyimak tayangan video edukasi tentang praktik pencegahan TB paru selama 25 menit kemudian meminta partisipan mempraktikkannya selama 25 menit.  Di sesi ketiga partisipan diminta menyimak tayangan video edukasi tentang praktik mendukung pengobatan pasien TB paru selama 25 menit, kemudian meminta partisipan mempraktikkanya selama 25 menit. Di akhir pemberian materi, kepada partisipan dibagikan booklet berisi materi TB paru dan cara mendukung pengobatan pasien TB parukapanHasil: Pengambilan sempel sebanyak 60 orang dari 70 keluarga penderita TB paru di Kecamatan Natar Lampung Selatan menggunakan multimedia edukasi Tingkat kepercayaan dengan p-value < a (0,05).Simpulan: Didapatkan P-value 0,000, sehingga disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan partisipan memberikan dukungan emosional, penghargaan, instrumental, informasi, jaringan pengobatan, motivasi sembuh, mengarahkan perilaku sembuh, mempertahankan perilaku sembuh dan memberi pengetahuan tentang TB paru pengobatan pada penderita TB paru pengukuran pertama dan kedua. Secara analisis keseluruhan dukungan, perbedaan pengukuran pertama dan kedua kemampuan memberi dukungan pengobatan adalah 0,217 dengan SD 0,613. Hasil uji statistik diperoleh P-value 0,008, sehingga disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan partisipan memberikan dukungan pengobatan pada penderita TB paru pengukuran pertama dan kedua.
Perbandingan latihan pursed lip breathing dan meniup balon terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien PPOK Junaidin Junaidin; Dewi Sartika
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i1.5274

Abstract

Background: Several disorders in Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) affect the movement of air in and out of the lungs and result in hypoxemia and hypercapnia because of changes in oxygen saturation in the patient.Purpose: Knowing the comparison of pursed-lip breathing and balloon blowing exercises to increase oxygen saturation in patients with COPDMethod: A Quasi-Experimental study, with pre-posttest design in two different comparison groups.Results:There was an increase in oxygen saturation clinically because the median value before the intervention = 94, but there was no statistical difference in the increase in these two interventions, on the third and seventh day there was no statistically and clinically significant difference after the balloon blowing intervention (median = 96) and PLB (median=96), for the seventh day blowing balloons and PLB (median=99), so that p>0.181 was obtained.Conclusion: There is no difference between pursed lip breathing and balloon blowing exercises on oxygen saturation in patients with COPDKeywords: Pursed lip breathing;  balloon blowing;  oxygen saturation;  COPDPendahuluan: Sejumlah gangguan pada Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) berpengaruh pada pergerakan udara dari dan keluar paru, dan berakibat hipoksemia dan hiperkapnia karena terjadinya perubahan saturasi oksigen pada pasien Tujuan: Mengetahui perbandingan latihan pused lip breathing dan meniup balon terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien PPOKMetode : Penelitian kuantitatif dengan desain Quasi-Eksperimen, dengan pre post test design pada dua kelompok perbandingan yang berbeda.Hasil : Terdapat peningkatan saturasi oksigen secara klinis karena nilai median sebelum intervensi=94, tetapi tidak terdapat perbedaan peningkatan secara statistic dari kedua intervensi ini, hari ketiga dan hari ketujuh tidak terdapat perbedaan signifikan secara statitik dan klinik setelah intervensi meniup balon (median=96) dan PLB (median=96), untuk hari ketujuh meniup balon dan PLB (median=99), sehingga diperoleh nilai p>0,181.Simpulan : Tidak terdapat perbedaan antara latihan pursed lip breathing dan meniup balon terhadap saturasi oksigen pada pasien PPOK.  
Buerger allen exercise terhadap perfusi jaringan perifer ekstremitas bawah pada pasien Penyakit Arteri Perifer (PAP) Bahjatun Nadrati; Elisa Oktaviana; Lalu Dedy Supriatna
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i2.5664

Abstract

Background: Peripheral Atrial Disease patients experience ineffective peripheral tissue perfusion nursing problems, which results in intermittent claudication (manifested by sensations of pain/cramping, burning, heaviness, or discomfort in the leg muscles), foot ulcers, gangrene and contributes to the development of amputation of limbs to death.Purpose: To determine the effectiveness of buerger allen exercise on peripheral tissue perfusion of the lower extremities among patients with Peripheral Arterial Disease (PAD).Method : Quasi-experimental research with descriptive analytic design and pre-and post-test one-group design. Using purposive sampling technique from 30 participants. The instruments in this study included questionnaires on demographic characteristics, observation sheets for vascular Doppler, blood pressure, blood sugar, and a total cholesterol test. Data analysis used the Wilcoxon Sign Rank Test Pretest and Posttest.Results : Effectiveness of intervention, there is a range of reduction in the right ABI before and after 0.52 gave the intervention with a p-value of 0.000 <α=0.05. The results of the left ABI analysis showed that the left ABI decreased the range before and after the intervention was 0.47, with a p-value of 0.000 <α=0.05.Conclusion : There is an effect of buerger allen exercise on lower extremity peripheral tissue perfusion among patients with peripheral arterial disease. Keywords: Buerger allen exercise; Peripheral artery disease; Peripheral tissue perfusion; Lower extremitiesPendahuluan: Pasien Penyakit Ateri Perifer (PAP) mengalami masalah keperawatan ketidakefektifan perfusi jaringan perifer, yang mengakibatkan klaudikasio intermiten (dimanifestasikan dengan sensasi sakit/kram, terbakar, berat, atau rasa tidak nyaman pada otot-otot kaki), ulkus kaki, gangren dan berkontribusi terhadap terjadinya amputasi anggota tubuh hingga kematian.Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas latihan buerger allen terhadap perfusi jaringan perifer ekstremitas bawah pada pasien dengan Penyakit Arteri Perifer (PAP).Metode: Penelitian quasy experiment dengan desain analitik deskriptif dan rancangan pre and  post test one group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan  didapatkan 30 partisipan. Instrumen dalam penelitian ini meliputi kuesioner karakteristik responden, lembar observasi, Doppler vaskuler, tensi meter digital, digital parameter GDS dan kolesterol total easy touch beserta blood gukose dan cholesterol test strips. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test Pretest dan Postest.Hasil : Setelah pelaksanaan penelitian ini maka dapat disimpulkanterdapat range penurunan ABI kanan sebelum dan setelah diberikan intervensi sebesar 0,52 dengan p value 0,000 <α=0,05. Hasil analisis ABI kiri didapatkan range penurunan ABI kiri sebelum dan setelah diberikan intervensi sebesar 0,47 dengan p value 0,000 <α=0,05. Simpulan : Ada pengaruh Buerges Allen Exercise terhadap ketidakefektifan perfusi jaringan perifer extermitas bawah pada pasien penyakit arteri perifer (PAP). 
Efektifitas pendidikan kebencanaan terkait kesiapsiagaan penduduk di daerah rawan gempa: Studi literatur Iwan Shalahuddin; Indra Maulana; Sandra Pebrianti; Theresia Eriyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i2.2079

Abstract

Background: Lack of public knowledge is the cause of the large number of victims when there is a disaster that hits several areas, especially in Indonesia itself and is less aware of disaster management and the lack of community preparedness in anticipating the disaster so that the most casualties are children and their communities. Purpose: To know the effectiveness of disaster education on population preparedness in earthquake-prone areas.Method: Literature review, the data search used electronic data sources, namely Google Scholar, PubMed, and Ebsco, and the findings from there were 7 articles.Results: The effect of earthquake disaster education related to the preparedness of the population in earthquake-prone areas, to prepare for disaster preparedness, especially for women, can be done with the Health Belief Model (HBM) Education.Conclusion: The vulnerable groups with disasters, especially earthquakes themselves, to prepare preparedness for school children can be seen from their age and education.Keywords: Disaster preparedness; Earthquake; Education; Disaster-prone regionPendahuluan: Kurangnya pengetahuan masyarakat menjadi penyebab banyaknya korban Ketika ada bencana yang melanda beberapa wilayah khususnya di Indonesia sendiri dan kurang mengathui tentang manajemen bencana dan kurangnya kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi bencana tersebut sehingga korban jiwa paling banyak anak-anak dan masyarakatnya. Tujuan: Mendapatkan gambaran umum mengenai efektifitas pendidikan kebencanaan tentang kesiapsiagaan penduduk di daerah rawan gempa.Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan literature review ini adalah narrative review.  Pencarian data menggunakan sumber data elektronik yaitu Google Scholar, PubMed dan Ebsco, kemudian ditemukan dari pencarian itu ada 7 jurnal.Hasil: Pengaruh pendidikan kebencanaan gempa bumi terkait kesiapsiagaan penduduk di daerah rawan gempa, untuk mempersiapkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana khususnya pada Wanita bisa dilakukan dengan Pendidikan Health Belief Model ( HBM ).Simpulan: Kelompok rentan dengan bencana khusunya gempa bumi sendiri untuk mempersiapkan kesiapsiagaan pada anak sekolah yang bisa dilihat dari usia dan pendidikannya.
Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi Covid-19 pada tenaga kesehatan Tenry Derma Pratama; Neno Fitriyani Hasbie; Achmad Farich; Vera Yulyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i2.6480

Abstract

Background: The situation of Covid-19 in the world is still increasing. The number of cases in the world has more than 32,000,000 people and around 1,000,000 people have died. Indonesian data as of September 29, 2020 shows more than 280,000,000 covid-19 cases. The vaccination program launched by the government is an important part of dealing with the pandemic. Vaccines encourage the formation of specific immunity in the body to avoid contracting or possibly becoming seriously ill.Purpose: To analysis of infection status of health workers during the Covid-19 outbreakMethod: A quantitative study with the population is health workers at Dr.H. Abdul Moeloek Hospital, Lampung. The sampling technique used was a random sampling technique and took a sample of 254 Health Workers. The research instrument used a questionnaire.Results: The health workers who had been vaccinated against Covid-19 dose I and dose II got 100%. However, only 235 received the Booster vaccine. The type of vaccines taken that Sinovac and Moderna. 172 do not have comorbidities and most of them, duty in the yellow area zone of 76. There is no relationship between vaccine status, vaccine type, and comorbidities with the incidence of Covid-19. There is a relationship between duty area zones and the case of Covid-19 (p-value = 0.00).Conclusion: Most of the variables studied do have not a relationship with the occurrence of Covid-19 and the duty area zone variable has a relation with the occurrence of Covid-19.Keywords: Covid-19; Pandemic; Hospital; Health workersPendahuluan: Situasi Covid-19 di dunia masih terus meningkat. Jumlah kasus di dunia sudah lebih dari 32.000.000 orang dan sekitar 1.000.000 orang meninggal. Data Indonesia sampai pada 29 September 2020 menunjukkan lebih dari 280.000.000 orang kasus Covid-19. Program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah menjadi bagian penting untuk mengatasi pandemi. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik tubuh agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat.Tujuan: Untuk menganalisis status infeksi tenaga kesehatan selama wabah Covid-19Metode: Penelitian kuantitatif dan populasinya tenaga kesehatan di  RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik randome sampling dan didapatkan sampel berjumlah 254 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner.Hasil: Tenaga kesehatan yang telah melakukan vaksinasi Covid-19 dosis I dan dosis II didapatkan 100%. Namun hanya 235 orang yang mendapat vaksin dosis Booster. Jenis vaksin yang didapat yaitu Sinovac dan Moderna. Responden tidak memiliki komorbid sebanyak 172 orang, bekerja pada zona kerja kuning 76 orang. Tidak terdapat hubungan antara Status vaksin, jenis vaksin, dan komorbid dengan kejadian Covid-19. Terdapat hubungan antara zona kerja dengan kejadian Covid-19 (p-value=0,00).Simpulan : Beberapa variabel tidak didapatkan hubungan antara status vaksin, jenis vaksin,dan komorbid dengan kejadian Covid-19, namun terdapat hubungan antara Zona Kerja dengan kejadian Covid-19. 
Remaja yang terinfeksi HIV/AIDS di Indonesia (Analisis Data Publikasi SDKI 2017) Sapti Ayubbana; Ludiana Ludiana; Nury Luthfiyatil Fitri; Senja Atika Sari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i2.5336

Abstract

Background: Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) is a collection of symptoms due to a decrease in the immune system. HIV/AIDS can lower a person's immune system and make a person susceptible to serious infections. Globally, HIV/AIDS is still a public health problem. Based on the data, there are many people living with HIV whose status is still infected with HIV but have not yet entered the AIDS stage. A person's infected status can only be known through laboratory tests and can be transmitted to other people. HIV/AID does not only affect adults but can also affect infants, children and adolescents. New HIV infection among adolescents (15 – 19 years) is a problem in all regionsPurpose: To identify adolescents infected with HIV/AIDS in Indonesia based on the 2017 IDHS Publication Data Analysis related to demographic factorsMethod: Quantitative research using the Cross-Sectional method using secondary data from 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS), conducted in December 2019-May 2020 with a sample of all adolescents aged 15-19 years, with a single status of 445. Analysis using the Chi-Square test using SPSS version 21.Results: The results showed that there was a significant relationship between the area of residence (p-value 0.00) and economic status (p-value 0.00) on know how become infected of HIV/AIDS.Conclusion: There is a relationship between the area of residence and economic status on knowledge. So that there is a need for a strategy approach and modification of the media for disseminating information on HIV/AIDS to Indonesian adolescents as an effort to reduce the incidence of HIV/AIDS in Indonesia.Keywords: Infected; HIV/AIDS; AdolescentsPendahuluan : Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala akibat penurunan sistem imun . HIV/AIDS dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang dan membuat seseorang mudah terinfeksi yang serius. Secara global HIV/AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat. Berdasarkan data terdapat  banyak odha yang statusnya masih terinfeksi HIV namun belum masuk pada stadium AIDS.  Seseorang berstatus terinfeksi hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium dan dapat menularkan kepada orang lain. HIV/AID tidak hanya mengenai orang dewasa tetapi dapat juga pada bayi, anak-anak maupun remaja. Infeksi HIV baru di kalangan remaja  ( 15 – 19 tahun) merupakan masalah di semua wilayahTujuan : Untuk mengidentifikasi remaja yang terinfeksi HIV/AIDS di Indonesia berdasarkan Analisis Data Publikasi SDKI 2017 yang berhubungan dengan  faktor demografiMetode : Penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional menggunakan data sekunder survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, dilakuakan pada bulan Desember 2019-Mei 2020 dengan Sampel seluruh remaja usia 15–19 tahun, status lajang sebanyak 445. Analisa mengunakan uji Chi-Square dengan menggunakan SPSS versi 21.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara wilayah tempat tinggal ( p-value 0,00) , status ekonomi ( p-value 0,00) terhadap tahu bagaimana menjadi terinfeksi HIV/AIDS.Simpulan : Terdapat hubungan wilayah tempat tinggal dan status ekonomi terhadap terinfeksi. Sehingga perlu adanya strategi pendekatan dan modifikasi media penyebaran informasi HIV/AIDS pada remaja Indonesia sebagai upaya menurunkan angka kejadian HIV/AIDS Remaja di Indonesia. 
Pengaruh pijat kaki dalam menurunkan tekanan darah pada kasus hipertensi dalam kehamilan Novi Andansari; Suparmi Suparmi; Ida Ariyanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i2.6522

Abstract

Background: Pregnant women who experience insurmountable anxiety can result in ongoing hypertension. Hypertension in pregnancy can be prevented by changing towards a healthy lifestyle, pharmacological and non-pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy is in the form of combination therapy of foot massage and soaking warm water mixed with lemon.Purpose: To determine the effect of foot massage in decreasing blood pressure in cases of hypertension in pregnancy.Method: A quasi-experiment design with group pretest-posttest design with a control group. The sample was taken with a non-probability sampling technique with 30 participants and using technical analysis of the paired t-test.Results: Based on bivariate analysis on different tests, using the Mann-Whitney Test correlation test for anxiety variables, blood pressure variables using the Paired Samples Test, and pulse using the Independent Samples Test test, then obtained a p-value of 0.00 < 0.05.Conclusion: Finding that the effectiveness of the application of complementary therapy with a combination of foot massage and soaking in warm water mixed with lemon on anxiety, blood pressure, and pulse rate of pregnant women with hypertension.Keywords: Hypertension; Pregnancy; Complementary therapyPendahuluan: Ibu hamil yang mengalami kecemasan dan tidak teratasi dengan baik di kemudian hari dapat mengakibatkan hipertensi berkelanjutan. Hipertensi dalam kehamilan dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, terapi farmakologi dan non farmakologi. Terapi non farmakologis yang dapat dilakukan berupa terapi kombinasi pijat kaki dan rendam air hangat dicampur lemon (Citrus Limon).Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pijat kaki dalam menurunkan tekanan darah pada kasus hipertensi dalam kehamilanMetode: Penelitian Quasy eksperiment design dengan rancangan group pretest-posttest with control group design. Sampel diambil dengan teknik sampling non probability sampling, dengan total partisipan 30 orang dan menggunakan teknis analisis uji paired t-test.Hasil: Berdasarkan analisa bivariate pada uji beda, menggunakan uji korelasi Mann-Whitney Test untuk variabel kecemasan, variabel tekanan darah menggunakan uji Paired Samples Test dan nadi menggunakan uji Independent Samples Test, maka didapatkan p-value sebesar 0,00 < 0,05.Simpulan: Didapatkan bahwa efektivitas penerapan terapi komplementer dengan kombinasi pijat kaki dan perendaman dalam air hangat dicampur lemon terhadap kecemasan, tekanan darah, dan denyut nadi ibu hamil dengan hipertensi.
Pengaruh ketersediaan APD dan pengetahuan terhadap kepuasan perawat dalam pencegahan Covid-19 Riny Apriani; Ambia Ambia
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i2.5207

Abstract

Background: Based on data from the North Sumatra Covid-19 Task Force. The number of Covid-19 patients in Medan City is very high. This will certainly have an impact on the bed occupancy rate (BOR) of Covid-19 referral hospitals, including the Madani Hospital. This requires readiness both in terms of Hospital Management such as infrastructure and nurse readiness such as knowledge.Purpose: To analyze of effect the variable availability of Personal Protective Equipment (PPE) and Education on job satisfaction of nurses.Method: This research was conducted from July 2021 to September 2021. The data used are primary data, the data collection method uses the survey method, uses a saturate sample, where the sample is totally the number of 50 nurses as respondents. The method of analysis uses multiple logistic regressionResults: Showing that the variable availability of Personal Protective Equipment (PPE) and Education has a positive and significant effect on the job satisfaction of nurses, either partially or simultaneously.Conclusion: Hospital management needs support from the Government in the form of infrastructure facilities such as the provision of personal protective equipment (PPE) and training for nurses in preventing the spread of Covid-19 so that nurses feel satisfied in their work and that they can work more optimally. Keywords: Personal Protective Equipment (PPE); Education; Knowledge; Nurses; Satisfaction; Preventing; Covid-19Pendahuluan: Berdasarkan data dari satgas Covid-19 Sumatera Utara. Jumlah Pasien Covid-19 di Kota Medan sangat tinggi. Hal ini tentunya akan berdampak terhadap rasio keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 termasuk Rumah Sakit Madani. Hal ini perlu kesiapan baik dari sisi Manajemen Rumah Sakit  seperti sarana prasarana maupun kesiapan perawat seperti pengetahuan.Tujuan: Menganalisis pengaruh variabel ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Pendidikan terhadap kepuasan kerja perawat.Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021 sampai dengan September 2021. Data yang digunakan adalah data primer, metode pengumpulan data menggunakan metode survei, menggunakan sampel jenuh, dimana sampel seluruhnya berjumlah 50 perawat sebagai responden. Metode analisis menggunakan regresi logistik berganda.Hasil: Menunjukkan bahwa variabel ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja perawat baik secara parsial maupun simultanSimpulan: Manajemen Rumah Sakit perlu dukungan dari Pemerintah dalam bentuk fasilitas sarana prasarana seperti penyediaan alat pelindung diri (APD) dan Pelatihan bagi perawat dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 sehingga perawat merasa puas dalam pekerjaannya sehingga mereka dapat bekerja lebih optimum. 
Pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap perilaku kepatuhan pencegahan Covid-19 Eka Sutrisna; Mulyadi Mulyadi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i2.5393

Abstract

Background : Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is a new type of disease that has never been previously identified in humans. The virus that causes Covid-19 is called Sars-CoV-2. Common signs and symptoms of Covid-19 infection are symptoms of acute respiratory distress such as fever, cough, shortness of breath, and some cases have difficulty breathing, and X-rays show extensive pneumonia infiltrates in both lungs. The incubation period is on average 5-6 days and the longest incubation period is 14 days. Three (3) key messages for preventing COVID-19, namely maintaining distance, wearing masks and washing hands with soap, must continue to be carried out in order to break the chain of transmission of Covid-19 and all of them require community participation. Public awareness is the main key in breaking the chain of transmission and the spread of the COVID-19 disease.Purpose: Knowing the influence of public knowledge and perception on the behavior of Covid-19 prevention compliance.Method: The research was conducted by distributing questionnaires. This type of analytical research with a cross-sectional study design. The population of this study is the entire community in Cot Girek Village, totaling 900 people. The sample in this study amounted to 276 respondents who were selected using purposive sampling. The analysis used is univariate and bivariate. The statistical test used is the Chi Square test.Results: The results of the analysis of the total research scores of respondents' knowledge are included in the good category, perception in the negative category and compliance behavior obtained results that some respondents were obedient, with p = 0.000 < = 0.05 indicating that there was a significant influence of the knowledge variable on the Covid-19 prevention compliance behavior, and the risk that if knowledge is lacking, 4.132 X patients will become disobedient in preventing Covid-19 and p = 0.001 < = 0.05 indicating that there is a significant effect of the perception variable on Covid-19 prevention compliance behavior, and the risk is that if the perception is negative, 2,253 X patients will become disobedient in preventing Covid-19.Conclusion: There is an influence between respondents' knowledge and perceptions of the Covid-19 prevention compliance behavior in Cot Girek Village, North Aceh Regency.Keywords: Knowledge; Perception; Society; Compliance; Prevention; Covid-19Pendahuluan: Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab Covid-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Tanda serta gejala umum infeksi Covid-19 yaitu gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, sesak napas, dan beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru. Masa inkubasinya rata-rata 5-6 hari dan masa inkubasi terpanjang yaitu 14 hari. Tiga (3) pesan kunci pencegahan COVID-19 yaitu jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan pakai sabun harus tetap dilakukan guna memutus mata rantai penularan covid-19 dan semuanya membutuhkan peran serta masyarakat.  Kesadaran masyarakat, merupakan kunci utama dalam melakukan pemutusan mata rantai penularan dan penyebaran penyakit covid-19. Tujuan: Mengetahui  pengaruh pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap perilaku kepatuhan pencegahan covid-19.Metode: Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuisioner. Jenis penelitian analitik dengan desain study crossectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Desa Cot Girek yang berjumlah 900 orang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 276 responden yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan yakni uji Chi Square.Hasil: Hasil analisis dari total skor penelitian pengetahuan responden termasuk kedalam kategori baik, persepsi dalam kategori negatif dan perilaku kepatuhan diperoleh hasil sebagian responden patuh, dengan p = 0,000< α = 0,05 menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan variabel pengetahuan terhadap perilaku kepatuhan pencegahan Covid-19, dan resiko bila pengetahuan kurang maka akan terjadi 4,132 X pasien menjadi tidak patuh dalam pencegahan Covid-19  dan p = 0,001< α = 0,05 menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan variabel persepsi terhadap perilaku kepatuhan pencegahan Covid-19, dan resiko bila persepsi negatif maka akan terjadi 2,253 X pasien menjadi tidak patuh dalam pencegahan Covid-19.Simpulan: Terdapat pengaruh antara pengetahuan dan persepsi responden terhadap perilaku kepatuhan pencegahan Covid-19 di Desa Cot Girek Kabupaten Aceh Utara.
Tingkat stres pengasuhan pada orang tua selama masa pandemi coronavirus disease (Covid-19) Ikeu Nurhidayah; Annisa Nurbaiti Rahmah; Adelse Prima Mulya; Nur Oktavia Hidayati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i2.6437

Abstract

Background: The coronavirus disease (COVID-19) pandemic has had an impact on various fields, including families, which caused children experiencing changes in their activities, as well as being at risk of developing developmental disorders, so the role of parenting is very important. Changes that occur during the pandemic can cause parenting stress on parents and affect the parenting given to children.Purpose: To identify the level of parenting stress in parents during the Coronavirus Disease (COVID-19) pandemic.Method: A quantitative with a descriptive design and consecutive sampling technique and uses the Parental Stress Scale research instrument. This research was conducted in one of the housing estates located in Cileunyi District, east of Bandung Regency. The population in this study were parents with children aged 0-18 years who lived in the Villa Padjajaran Permai Complex, totaling 84 families with a sample of 129 parents (65 fathers and 64 mothers). The data analysis used was descriptive univariate with low, medium, and high parenting stress categories.Results: Showing that parenting stress in the low category was 89.9% and the parenting stress was in the moderate category at 10.1%. The aspects that affect parents the most are their reduced time and flexibility, and the difficulty of balancing various responsibilities.Keywords: Covid-19; Pandemic; Parenting; StressPendahuluan: Pandemi coronavirus disease (COVID-19) memberikan dampak di berbagai bidang, termasuk keluarga yang mengakibatkan anak mengalami perubahan aktivitas, serta berisiko mengalami gangguan perkembangan, sehingga peran pengasuhan orang tua menjadi sangat penting. Perubahan yang terjadi selama pandemi dapat menimbulkan stress pengasuhan pada orang tua serta memengaruhi pola asuh yang diberikan kepada anak.Tujuan: Untuk mengidentifikasi tingkat stres pengasuhan pada orang tua selama masa pandemi Coronavirus Disease (COVID-19).Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan teknik sampling consecutive sampling serta menggunakan instrumen penelitian Parental Stress Scale. Penelitian ini dilakukan di salah satu perumahan yang berada pada Kecamatan Cileunyi wilayah timur dari Kabupaten Bandung. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dengan anak usia 0-18 tahun yang bertempat tinggal di Komplek Villa Padjajaran Permai yang berjumlah 84 KK dengan sampel berjumlah 129 orang tua (65 ayah dan 64 ibu).  Analisis data yang digunakan adalah deskriptif univariat dengan kategori hasil stres pengasuhan rendah, sedang, dan tinggi.Hasil: Menunjukkan stres pengasuhan berkategori rendah sebesar 89.9% dan stres pengasuhan berkategori sedang sebesar 10,1%.  Aspek yang paling mempengaruhi orang tua adalah waktu dan fleksibilitas mereka berkurang, serta kesulitan menyeimbangkan berbagai tanggung jawab.