cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
STUDI KOMPARATIF PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DAN PEMBERIAN PASI TERHADAP PERTAMBAHAN BERAT DAN PANJANG BADAN PADA BAYI UMUR 6 BULAN Helmi Yenie; Gustop Amatiria
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.847 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.591

Abstract

ASI adalah makanan terbaik dan bergizi sempurna bagi bayi. Pemberian ASI eksklusif  selama 6 bulan pertama, tanpa makanan atau minuman tambahan. Hal ini penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi seperti pertambahan BB & PB. Berdasarkan LP. Puskesmas Hajimena tahun 2012 masih ditemukan bayi menderita kekurangan gizi yaitu 7 orang berusia 11 bulan, 4 orang berusia 5 bulan, dan 4 orang berusia 6 bulan. Tujuan penelitian untuk melihat apakah ada perbedaan pertambahan BB dan PB bayi umur 6 bulan antara yang diberi ASI eksklusif dan bayi yang diberi PASI. Metode penelitian cross sectional melihat perbandingan pertambahan BB dan PB terhadap pemberian ASI eksklusif dan pemberian PASI pada bayi umur 6 bulan. Populasi penelitian adalah seluruh bayi yang berusia 0-6 bulan saat penelitian dilaksanakan. Jumlah sampel 52 orang bayi yang diberi ASI eksklusif dan 52 orang bayi yang diberi PASI. Pengambilan sampel bayi yang diberi ASI eksklusif maupun bayi yang diberi PASI adalah antara 1-2 orang bayi. Alat pengumpulan data adalah timbangan BB dan meteran pengukur PB. Analisis data menggunakan uji beda dua mean independent sample test  (Uji T), dengan tarap kesalahan 5%. Hasil penelitian rata-rata pertambahan BB bayi yang diberi ASI eksklusif adalah 4043,27 gram dan bayi yang diberi PASI 4603,85 gram, sedangkan rata-rata pertambahan PB bayi yang diberi ASI ekslusif 16,617 cm dan bayi yang diberi PASI 17,721 cm. Hasil uji statistik pertambahan BB maupun PB antara bayi yang diberi ASI eksklusif dan bayi diberi PASI, p = 0,000 (p value < 0,05), berarti ada perbedaan yang signifikan pertambahan BB dan PB antara bayi yang diberi ASI eksklusif dibandingkan bayi yang diberi PASI. Perbedaan rata-rata pertambahan BB bayi yang diberi PASI adalah 560,58 gram dibandingkan dengan bayi yang di beri ASI eksklusif dan beda PB bayi yang diberi PASI adalah 1,104 cm daripada PB bayi yang diberi ASI eksklusif. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan  perlunya meningkatkan promosi pemberian ASI eksklusif kepada para ibu menyusui, mengajarkan cara pemberian ASI dan manfaat pemberian ASI eksklusif  dengan melibatkan anggota keluarganya.
KECEMASAN PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KELAS II A WAYHUIBANDAR LAMPUNG Frans Herianto Panjaitan; Al murhan Al murhan; Purwati Purwati
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.673 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.328

Abstract

Kecemasan adalah status perasaan tidak menyenangkan yang terdiri atas respon-respon psikologis terhadap antisipasi bahaya yang tidak rill atau yang terbayangkan. Dalam keadaan terpidana atau menjalani masa vonis narapidana mengalami kecemasan baik narapidana yang baru masuk dan narapidana yang menjelang bebas. Kecemasan jika dibiarkan dapat mengurangi bahkan dapat meniadakan potensi yang dimiliki narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat kecemasan pada narapidana yang baru masuk dan narapidana yang menjelang bebas di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Wayhui Bandar Lampung yang masing masing kelompok berjumlah 35 orang untuk narapidana yang baru mauk dan 27orang untuk narapidana yang menjelang bebas.Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif komparatif dengan  pendekatan kohort. Variabel indpendennya adalah narapidana yang baru masuk dan narapidana yang menjelang bebas, variabel dependennya adalah tingkat kecemasan. Data dikumpulkan dengan mengisi lembar kuesioner yang mengadopsi teori Hamilton Rating Scale For Anxiety (HRS-A). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-tHasil penelitian membuktikan bahwa pada α 5% terlihat ada perbedaan yang signifikan pada kecemasan naraidana yang baru masuk dan narapidana yang menjelang bebas. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,031, dimana tingkat kecemasan narapidana yang menjelang bebas lebih tinggi dibanding narapidana yang baru masuk.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa narapidana yang menjelang bebas Lembaga Pemasyarakatan memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi di banding dengan narapidana yang baru masuk Lembaga Pemasyarakatan. 
Pengaruh Pengunyahan Permen Karet yang Mengandung Sukrosa dan Permen Karet yang Mengandung Xylitol terhadap Indeks Plak Gigi Lies Elina; Sri Wahyuni
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.582 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i1.843

Abstract

Penyebab kerusakan gigi dan mulut adalah plak. Plak  menjadi fokus utama dalam menjaga kebersihan & kesehatan gigi dan mulut. Salah satu pencegahan plak  adalah  mengkonsumsi permen karet. Tujuan penelitian ini  untuk melihat pengaruh pengunyahan permen karet yang mengandung sukrosa dan permen karet yang mengandung xylitol terhadap kebersihan gigi.Metode : eksperimen pada siswa usia 10-12 tahun SDN 2  Rajabasa Bandar Lampung. Pengukuran Indeks Plak dengan podshadey & haley sebelum dan sesudah dua kali mengunyah permen karet yang mengandung sukrosa dan xylitol dengan waktu kunyah lima menit.Pengujian selisih Indeks Plak mengunyah permen karet yang mengandung sukrosa dan permen karet yang mengandung xylitol dengan tes Anova didapat nilai P-Value = 0.000 ((p<0,05). Hasil uji coba 1 dan 2 pengunyahan permen karet xylitol memiliki persentase Indeks plak baik lebih besar dari hasil uji 1 dan 2 pengunyahan permen karet yang mengandung sukrosa.Kesimpulan mengunyah permen karet yang mengandung xylitol ternyata lebih menurunkan indeks plak dari pada mengunyah permen karet yang mengandung sukrosa 
KUALITAS TIDUR DAN DISTRESS PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI Ririn Sri Handayani; Giri Udani
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.71 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.352

Abstract

Insiden kanker di Indonesia diperkirakan 180 per 100.000 penduduk. Terapi kanker dapat dilakukan dengan cara bedah, kemoterapi, radioterapi ataupun  kombinasinya. Kemoterapi seringkali menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan oleh pasien seperti rambut rontok, kulit kehitaman, mual, muntah, gangguan sel darah, kesemutan, kebas serta gangguan saraf tepi lainnya,  Efek samping ini seringkali  mengganggu  pola  istirahat  tidur  pasien. Frekuensi pemberian kemoterapi dapat menimbulkan beberapa efek yang dapat memperburuk status fungsional pasien. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tanda dan gejala distress pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RSUDAM Provinsi Lampung Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RSUDAM Provinsi Lampung pada bulan Juli-Agustus 2015. Populasi yang diambil adalah semua pasien kanker yang menjalani kemoterapi  di RSUDAM Provinsi Lampung berjumlah 68 pasien. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Pengumpulan dilakukan dengan survey menggunakan instrumen Pitsburg Sleep Quality Index (PSQI) untuk meneliti kualitas tidur dan Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) untuk meneliti distress. Analisis Bivariat dilakukan menggunakan Uji statistik Chi Square dengan  menetapkan nilai Alpha 0,05 dan 95% CI. Hasil penelitian menyimpulkan tidak ada hubungan kualitas tidur dengan tanda dan gejala distress pada pasien yang menjalani kemoterapi di RSUDAM Provinsi Lampung tahun 2015. Peneliti menyarankan agar dilakukan penelitian faktor lain yang berhubungan dengan tanda dan gejala distress pada pasien yang menjalani kemoterapi. 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Salah Satu Desa di Kabupaten Tanggamus Putri, Senja Rathmaliza; Yenie, Helmi
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Departement of Nursing, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Bandar Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.549 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i2.935

Abstract

Cakupan pemberian ASI Eksklusif di Indonesia masih jauh dari target 80% yaitu 54.3%(2014). Hasil studi pendahuluan yang dilakukan  tanggal 12 November 2016 di Desa Air Kubang,Kecamatan Air Naningan dengan teknik wawancara kepada 10 ibu menyusui bahwa didapatkan (30%) ibu menyusui memberikan ASI eksklusif dan sedangkan (70%) lainnya tidak memberikan ASI Eksklusif dan belum diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Pos Kesehtan Desa Air Kubang Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus Tahun 2017.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif ditinjau dari Pendidikan,Pengetahuan, Sikap, Pekerjaan, Status Ekonomi.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional,dilakukan pada bulan Februari-April 2017.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang mempunyai bayi berusia 6-12 bulan di Pos Kesehatan Desa Air Kubang Kecamatan Air Naningan  sebanyak 58 orang.Sampelnya adalah total populasi.Data yang digunakan adalah data primer.Alat yang digunakan untuk mengambil data adalah kuesioner dengan cara angket, Analisa data menggunakan Univariat dan Bivariat dengan uji statistik menggunkan Chi Square.Hasil penelitian menyimpulkan dengan 58 responden, di dapatkan hasil : Pendidikan (p value=0,013) , Pengetahuan (p value=0,002 ), Sikap (p value=0,001),Status Ekonomi (p value= 0,001),Pekerjaan (p value=0,002).Peneliti menyarankan agar dapat dilakukan penyuluhan pada Ibu-Ibu hamil dengan menggiatkan Kader,Dukun,Pamong Desa serta Tenaga Kesehatan untuk terus memberikan informasi kepada Ibu-Ibu tentang ASI Eksklusif di Posyandu,Pos Kesehatan Desa dan Tempat-Tempat strategis lainnya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI PADA BAYI DI KECAMATAN SUMBEREJO KABUPATEN TANGGAMUS Rosmalia Heni; Mindo Lupiana
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.353 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i1.148

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya rawan gizi pada bayi disebabkan air susu ibu (ASI) banyak diganti makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan jumlah dan cara yang tidak sesuai kebutuhan, terutama pada bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor  yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi. Desain penelitian ini cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di Kecamatan Sumberejo. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 orang dan pemilihan sampel dilakukan secara acak sistematik (systematic random sampling). Pengambilan data dilakukan pada bulan September 2011. Analisis statistik yang digunakan adalah univariat, bivariat dengan chi square dan untuk melihat faktor yang paling dominan digunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan proporsi MP-ASI dini sebesar 33%. Hasil analisis multivariat didapatkan faktor berhubungan dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi adalah dukungan keluarga (p value = 0,14) dan sosial budaya (p value = 0,033). Faktor yang paling dominan adalah dukungan keluarga dengan nilai OR 1,621 setelah dikontrol pendidikan ibu, pengetahuan gizi ibu dan sikap ibu. Ibu yang berada di lingkungan dukungan keluarga yang baik (tidak mendukung MP-ASI) mempunyai kecenderungan 1,6 kali lebih besar untuk tidak memberi MP-ASI dini kepada bayinya. Upaya mengurangi pemberian MP-ASI dini dengan meningkatkan dukungan keluarga dengan cara melakukan promosi kesehatan mengenai pemberian MP-ASI yang tepat berupa pemberian informasi, edukasi/pendidikan maupun motivasi untuk pemberian MP-ASI yang tepat dan benar. Memberikan pemahaman yang benar apabila terdapat kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di masyarakat yang mendukung pemberian MP-ASI dini.
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DI TANGAN YANG MENDAPAT DAN YANG TIDAK MENDAPAT TERAPI INTRAVENA M Harris Avicena Akbar; Giri Udani; Yuliati Amperaningsih
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.438 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.521

Abstract

Cairan  intravenamerupakan salah satu dari enam kategori zat makanan selain karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Cairan adalah komponen yang sangat penting dalam tubuh dan bertindak sebagai penghancur makanan.Cairan bisa menyebabkan terjadinya peningkatan osmotik sehingga menyebabkan pengenceran glukosa di plasma.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan kadar gula darah sewaktu pasien di tangan yang mendapat  dan yang tidak mendapat terapi intravena di instalasi penyakit dalam A RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro.Metode penelitian dan desain penelitian yang digunakan adalah komparasi dengan jenis desain kohort.Populasi yang diambil dengan metode consecutive sampling sebanyak 15 orang. Analisa yang digunakkan pada penelitian kali ini adalah analisa univariat dan bivariat dengan pendekatan T testdengan uji statistikT dependen.Hasil penelitian dengan analisa bivariat diperoleh p-value = 0,00 lebih kecil dari nilai  α= 0,05. Disimpulkan terdapat perbedaan hasil pemeriksaan kadar gula darah sewaktu pada pasien di tangan yang mendapat dan yang tidak mendapat terapi intravena di Instalasi Penyakit Dalam A  RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Saran dalam melakukan tindakan pemeriksaan kadar gula darah agar tidak melakukan pemeriksaan kadar gula darah di tangan yang mendapat terapi intravena.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN EKSTRAKSI VAKUM PADA PERSALINAN Mardiana Zakir
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.793 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i1.274

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) di Bandar Lampung mengalami peningkatan yaitu meningkat dari 103 kasus (2010) menjadi 127 kasus (2011). Berdasarkan data di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada tahun 2011 terdapat 157 (5,7 %) yang menggunakan ekstraksi vakum dari 2758 persalinan dan dari 157 persalinan tersebut terdapat 21 (13,3 %) bayi mengalami komplikasi pasca tindakan yaitu 2 kejang (1,3%), 1 sepsis (0,6%), dan 18 bayi mengalami asfiksia (11,4%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan tindakan ekstraksi vakum pada persalinan di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Tahun 2012. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Tahun 2012.Sampel yang diambil sebanyak 350 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder didapat dari register dan catatan medik pasien. Analisis yang di gunakan adalah univariat dan secara bivariat  dengan menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penilitian diketahui bahwa dari 350 sampel didapatkan 105 ibu yang bersalin dengan ekstraksi vakum , diantaranya 62 orang dengan kala II lama (59%), 33 preeklampsi (31,4%), 13 orang dengan penyakit tertentu (12,4%), 7 prolapsus tali pusat (6,7%) dan  6 orang dengan DJJ abnormal (5,7%). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan antara kala II Lama (p- value = 0,000, OR 7,309), preeklampsi (p- value = 0,002, OR 2,349), penyakit tertentu (p- value = 0,005 OR 3,705), prolapsus tali pusat (p- value = 0,032, OR 4,304), dan DJJ Abnormal (p- value = 0,039,  OR 4,889) dengan tindakan ekstraksi vakum pada persalinan di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Tahun 2012. RSUDAM agar  melakukan usaha tindak lanjut berupa tindakan preventif dan promotif dalam melakukan penanggulangan pencegahan terjadinya persalinan dengan tindakan vakum.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA Dewi Sri Sumardilah; Antun Rahmadi
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.815 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.582

Abstract

Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah dan mutunya, aman, merata dan terjangkau. Jika kebutuhan konsumsi pangan tidak terpenuhi maka akan menimbulkan kerawanan pangan (food insecurity). Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan rumah tanggadi Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu tahun 2015.Penelitian ini menggunakan desain cross sectionalyang dilakukan pada bulan April sampai Juli 2015.Pengambilan sampel dilakukan secara purposive yaitu 50 rumah tangga untuk setiap desa, dan diambil secara acak.Hasil penelitian menunjukkan 10 rumah tangga (10%) termasuk tahan pangan dan 90 rumah tangga (90%) kurang tahan pangan.Hasil penelitian juga menunjukkan ada hubungan antara ukuran rumah tangga dan pengeluaran rumah tangga dengan ketahanan pangan rumah tangga, sedangkan tingkat pendidikan kepala rumah tangga dan kepemilikan lahan tidak ada hubungan yang bermakna dengan ketahanan pangan rumah tangga.Pemerintah Daerah harus perlu mengatur atau membatasi peralihan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian sehingga tidak mengganggu aksesibilitas rumah tangga untuk mendapatkan pangan.Perlu digalakkan kembali program keluarga berencana sebagai upaya untuk menciptakan jumlah anggota rumah tangga yang ideal sehingga tidak membebani penyediaan pangan dalam rumah tangga.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA KENCANA Mardiana Zakir
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.559 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.319

Abstract

Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan. Kota Bandar Lampung memiliki jumlah penduduk lansia sebanyak 47.746 orang (5,41%), dengan jumlah posyandu 609 buah, namun pemanfaatannya belum dapat dilakukan secara maksimal, seperti halnya Posyandu Lansia Kencana yang memiliki 108 lansia dalam kegiatannya hanya dihadiri sekitar 30 % dan angka tersebut masih dibawah target pencapaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang behubungan dengan pemanfaatan Posyandu Lansia Kencana di Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi Bandar Lampung Tahun 2012. Penelitian ini bersifat analitikdengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 108 orang dengan sampel yang diperoleh sebanyak 52 responden. Teknik sampling Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan  pedoman wawancara dengan teknik wawancara. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan Chi-square.Hasil penelitianmenyimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan lansia dengan pemanfaatan Posyandu Lansia Kencana (p=0,025), ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan Posyandu Lansia Kencana (p=0,025), dan. ada hubungan antara peran kader dengan pemanfaatan Posyandu Lansia Kencana (p=0,002). Saran bagi petugas kesehatan agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan memberi penyuluhan kepada lansia terutama tentang manfaat posyandu bagi lansia, sehingga dapat memanfaatkan posyandu yang ada dengan baik.