cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 4 (2021)" : 88 Documents clear
Implementasi Iptek di Sektor Bisnis Rintisan (Start-Up) secara Daring pada Komuditas Madu Lebah Kelanceng di Wilayah Pacitan Indarto Yuwomo; Alfi Tranggono Agus Salim; Nanang Romandoni; Rakhmad Gusta Putra; Wida Yuliar Rezika; Guntur Ardanibudiman Putra; Octaviana Gunawati; Sri Wahyuni; Putri Aprilia Sari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.366 KB)

Abstract

Pengembangan usaha madu klanceng dari lebah trigona sapiens merupakan peluang bagi masyarakat khususnya di pedesaan yang memiliki potensi sumber daya kakayaan hayati. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Karang Taruna RT 01 RW 02, Dusun Padangan, Desa Banjarsari, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Maret sampai Oktober 2021. Tujuannya adalah untuk membantu pengembangan usaha dan pemasaran madu klanceng. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan dua metode, yakni metode teori pelatihan bisnis rintisan (Start-Up) melalui webinar bersama dengan narasumber pengusaha madu kelanceng dan praktek proses pelatihan bisnis rintisan (Start-Up) dalam memasarkan produk madu di sosial media dan market place. Teknik pengemasan pada saat pelatihan telah diaplikasikan dengan memakai botol yang lebih higienis dan menarik. Selain itu Tim PKM juga memberikan penyuluhan dan fasilitasi dalam distribusi dan penjualan. Dengan kegiatan PKM ini diharapkan karang taruna semakin mampu dalam mengelola usahanya sehingga memiliki produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan.
Adaptasi Ekonomi Rumah Tangga di Desa Sukowiryo Kabupaten Jember melalui Budidaya Tanaman Sayuran secara Vertikultur Indri Fariroh; Nurul Dwi Novikarumsari; Ratih Apri Utami
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.887 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1030

Abstract

The paddy-paddy-palawija or paddy-paddy-tobacco cropping pattern is generally cultivated by most of members Hidayah Tani group in Sukowiryo Village, Jelbuk district, Jember. Meanwhile vegetables are rarely cultivated in there. Vegetable cultivation in yard around the house using verticulture is one of the household economic adaptation efforts during pandemic for increasing income. The aim of this community service are provide knowledge and insight about alternative uses of yard around the house for vegetable cultivation using verticulture, improve family welfares, and environmentally sustainable agriculture implementation. The method used in this program are preparation, socialization, training, and evaluation approaches. The results of this program showed that the community was enthusiastic in vegetable cultivation using verticulture, because its efficient built on limited yard, easy and simple to built in, could increase household income if its commercialized, supporting family food security, easy to get healty food, verticulture building is easy to move.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi SIPGAR Bagi Pemuda DAS di Kota Palangka Raya Yudo Harvianto; Andi Tenri Abeng; Garry William Dony; Abdullah; Muharfa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.125 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1056

Abstract

During the Covid-19 pandemic, health factors in the form of maintaining physical fitness are very important. There are many ways to keep your body in shape. The most effective way to maintain physical fitness during the current covid-19 pandemic is to comply with health protocols and get used to exercising so that the body is always in a fit condition. Exercise can be used as an alternative to keep the body fit. Another important thing besides exercising during the current pandemic is checking physical fitness regularly and independently. One way that can be used is the SIPGAR application. An application published by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia to check a person's physical fitness independently via Android. The purpose of this activity is that participants get education about physical fitness and can do tests independently through the operation of the SIPGAR application. The method used in this activity is training. The training was conducted for 5 times, with different participants and places. The total number of participants who attended the training was 42 people. Based on the results of the training, there were several problems experienced by the participants including not all participants were able to download applications on the play store and register an account. This is because each participant's cellphone has different specifications. The solution is that participants who successfully register help their friends to register, while still using the identity of the participant who cannot register. After successful registration, then login using their respective cellphones. After the implementation of this activity the youth felt happy, this was because they already had new skills in operating the SIPGAR application. According to the participants, SIPGAR is an application that is easy and accurate to measure a person's physical fitness, besides that the test can also be carried out anywhere and does not require a special place, the most important thing is that the distance reached is 1600 meters. So that the participants will be able to check their physical fitness regularly and independently easily. Another hope that the participants want is training on other applications to support their skills in operating applications regarding self-health checks independently
Pemanfaatan Tanaman Eceng Gondok Menjadi Produk Bernilai Ekonomis Berbasis Zero Waste di Kelurahan Semayan maesa dita ulpiana; Baiq Rani Dwi wulandani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.521 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1057

Abstract

Pemanfaatan tanaman eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomis merupakan salah satu bagian dari program  zero waste yang bertujuan untuk meminimalisir limbah tanaman eceng gondok yang ada di Kelurahan Semayan. Eceng gondok merupakan salah satu tanaman yang tumbuh dan berkembang di bendungan Batu Jai. Melihat permasalahan tersebut, maka penulis mempunyai inovasi untuk mengolah limbah tanaman eceng gondok menjadi sabun batang organik dan masker kecantikan organik. Metode pelaksanaanya dilakukan dengan metode kualitatif dengan pelaksanaan berupa survey awal, Juga pelatihan. Hasil yang dikeluarkan adalah produk sabun dan masker eceng gondok.
Enrichment Pupuk Organik Asal Kotoran Ternak di CV Gumukmas Multi Farm Jember Dwi Erwin Kusbianto; Listya Purnamasari; Himmatul Khasanah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.276 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1062

Abstract

CV Gumukmas Multi Farm as a service partner is one of the entrepreneurs in the sociopreneur-based livestock sector who collaborates with smallholder farmers as partners. The problem faced by partners is the high population of sheep that are kept so that they produce abundant livestock manure but are not used optimally so that they pollute the environment. The solution is structured training and demonstration in the manufacture of nutrient-rich organic fertilizer. Success in the management of manure waste is indicated by the results of compost that resemble soil and do not smell. This service program has improved the skills of farmers in managing livestock manure waste into processed organic fertilizers that can be used in agricultural land/forage for animal feed and improving the environmental conditions of the cages to be cleaner and healthier.
Penyuluhan Budidaya Udang Vanamei Skala Rumah Tangga di Desa Kuranji Dalang, Lombok Barat Dewi Nur’aeni Setyowati; Salnida Yuniarti Lumbessy; Dewi Putri Lestari; Fariq Azhar; Lalu Wahyu Wilisetyadi; Agus Hermansyah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.21 KB)

Abstract

Udang vanamei merupakan salah satu komoditas ekonomis penting baik untuk penjualan di dalam negeri maupun untuk skaal ekspor. Masyarakat Desa Kuranji Dalang adalah masyarakat dengan mata pencaharian utama antara lain sebagai nelayan. Permasalahan pada kegiatan penangkapan ikan adalah saat musim gelombang nelayan menjadi kesulitan melaut, sehingga pendapatan menurun. Oleh karena itu, kegiatan penyuluhan budidaya udang vanamei dilakukan sebagai alternatif stimulus skill budidaya udang untuk ke depan dapat bermanfaat dalam menunjang perekonomian masyaarakat Desa Kuranji Dalang. Kegiatan penyuluhan meliputi beberapa tahap yaitu: persiapan, sosialisasi kegiatan penyuluhan ke desa, penyuluhan, serta pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat antusias untuk bisa melakukan kegiatan buddiaya udang vanamei skala rumah tangga.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X SMAN 8 Mataram dengan Melihat Nilai Ketuntasan Ujian Tengah Semester (UTS) Pada Matapelajaran Biologi Materi Keaneragaman Hayati Ni Nyoman Nopiantari Sasmita; Ni Nyoman Sugiartini; Suhaeri Ihwani; Nurwalidah; Ahmad Raksun
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.015 KB)

Abstract

Kriteria ketuntasan minimal (KKM) merupakan tahapan dalam penilaian dan pengukuran kompetensi peserta didik dalam penguasaan materi sebagai langkah dalam mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran dan kurikulum. Materi Keanekaragaman Hayati merupakan salah materi Biologi kelas X. Keberhasilan penilaian pembelajaran salah satunya ditentukan dalam analisis individu siswa secara akurat sehingga menghasilkan temuan pembelajaran yang mampu meningkatkan penguasaan peserta didik pada materi pembelajaran yang masih sulit dipahaminya.Pada Masa Pandemi ini pembelajaran memanfaatkan teknologi seperti internet. Keaktifan siswa kelas MIA 3 dan MIA 4 memiliki perbedaan selama kegiatan pembelajaran. Selama proses pembelajaran terlihat antusias peserta didik pada kelas X MIA 3 dan X MIA 4 tergolong cukup tinggi, hal ini disebabkan motivasi pesrta didik yang tebilang cukup tinggi dalam mempelajari materi keanekaragaman Hayati. Perbandingan nilai di kelas MIA 3 yaitu 75% yang tuntas dan yang tidak tutas 25%, sedangkan pada kelas MIA 4 yaitu sekitar 65% tuntas dan yang tidak memenuhi KKM sekitar 35%.
Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Sesuai PP No 23 Tahun 2018 Bagi Wajib Pajak UMKM dan Koperasi di Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan I Dewa Ketut Yudha S; Muhammad Alwi; Luluk Fadliyanti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.798 KB)

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan pengetahuan tata cara mendapatkan NPWP, fungsi NPWP, fungsi pajak dan tata cara menghitung, menyetor dan melaporakan pajak terutang. Tempat penyelenggaraan kegiatan ini adalah di Aula Kelurahan Bintaro Kecamatan Ampenan Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2021 di ikuti Wajib Pajak UMKM, pengurus koperasi, Lurah Bintaro, Sekretaris Kelurahan Bintaro. Jumlah peserta 16 Orang. Metode kegiatan penyuluhan berupa ceramah dan Focus Group Discussion (FGD) yang berkaitan dengan perpajakan bagi UMKM dan Koperasi. Hasil diskusi kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum mengerti bagaimana cara menghitung, menyetor dan melaporkan pajak terutang dengan benar, memiliki NPWP dan mendapatkan bantuan modal melalui membentuk kelompok usaha bersama (KUBE). Setelah diskusi selesai para peserta dapat menyadari pentingnya pengetahuan mengenai perpajakan yang telah disampaikan. Dengan adanya pengetahuan perpajakan ini, maka UMKM dan Koperasi yang ada dapat terhindari dari sangsi perpajakan. Adapun saran yang dapat diberikan yaitu diwajibkan bagi para pengusaha UMKM dan Koperasi memiliki NPWP, memperhatikan dan menanyakan pada KPP atau Tax Center Fakulas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta pihak kelurahan Bintaro mengenai perubahan-perubahan dalam ketentuan dan tata cara perpajakan dan memberi motivasi agar koperasi yang ada dapat berkembang dan mendorong agar UMKM masuk menjadi anggota koperasi.
Pemanfaatan Lingkungan Ekosistem Mangrove sebagai Laboratorium Alam dalam Pelajaran IPA Siswa Madrasah Tsanawiyah NW Nurul Ihsan, Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Lombok Timur Lalu Japa; Abdul Syukur; Syachruddin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.415 KB)

Abstract

Ekosistem mangrove adalah suatu pola ekosistem yang membentuk struktur komunitas yang khas dan memberikan jasa biodiversitas dan ilmu pengetahuan. Jasa ekologi mangrove adalah menyediakan keanekaragaman hayati seperti beragam jenis biota asosiasi, dan memberikan perlindungan dari gelombang laut. Berkaitan dengan jasa penyediaan biodiversitas, ekosistem mangrove dapat berfungsi sebagai sumber belajar atau laboratorium alam. Pengabdian ini bertujuan memanfaatkan ekosistem mangrove dalam pembelajaran IPA sebagai laboratorium alam atau sumber belajar konkret dan kontekstual bagi siswa. Pendekatan "Natural Explorating" menekankan kegiatan belajar karena dapat turun langsung ke lapangan. Metode pengabdian yaitu observasi, identifikasi permasalahan, sosialisasi program kegiatan pengabdian untuk mengembangkan ekosistem mangrove menjadi laboratorium alam dengan melibatkan pengurus sekolah, guru, dan siswa MTs NW Nurul Ihsan, Desa Tanjung Luar. Hasil sosialisasi dan diskusi antara tim pengabdian dan pengurus sekolah, guru, dan siswa maka terlihat adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman akan arti pentingnya ekosistem mangrove, apalagi mereka mengetahui status ekosistem mangrove di daerahnya ke depan untuk dikembangkan dan difunsikan sebagai laboratisum alam disamping sebagai salah satu situs wisata alam ekosistem mangrove. Pelaksananaan program pengabdian mitra kepada pengurus sekolah, guru, dan siswa MTs NW Nurul Ihsan Tanjung Luar telah berhasil dilakukan dengan baik. Hal ini terlihat dari antusias peserta pada saat sosialisasi, diskusi, dan tanya jawab serta harapan pengembangan di masa mendatang.
Peningkatan Pemahaman Guru Tentang Etnosain dalam Pembelajaran IPA Yayuk Andayani; Agus Abhi Purwoko; Aliefman Hakim
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.212 KB)

Abstract

Integrasi etnosain ke dalam pembelajaran IPA membuat pembelajaran lebih bermagna serta dapat menanamkan nilai-nilai kearifan lokal. Namun, faktanya masih banyak guru yang mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan etnosain, sehingga perlu dilakukan kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman guru serta kesulitan dalam mengimplementasikan etnosain ke dalam pembelajaran IPA. Metode webinar digunakan untuk sosialisasi dengan sasaran guru-guru IPA dan mahasiswa maupun alumni Program Studi Magister Pendidikan IPA Universitas Mataram. Data pemahaman guru dan kesulitannya terkait implementasi etnosain dikumpulkan melalui angket yang diberikan sebelum maupun sesudah webinar. Berdasarkan hasil angket diketahui bahwa tingkat pemahaman guru semakin meningkat, hal ini diketahui dari 54% responden sangat setuju , 46% setuju, dan tidak ada pernyataan yang tidak setuju, Beberapa kesulitan yang dihadapi guru dalam implementasi etnosain antara lain : pengetahuan guru yang terbatas, kesulitan mengidentifikasi konsep dan bahan ajar yang terkait etnosain masih terbatas. Harapan yang disampaikan guru-guru adalah perlunya pelatihan tentang cara membuat bahan ajar maupun model pembelajaran berbasis etnosain. Dengan demikian disimpulkan bahwa melalui kegiatan sosialisasi dapat meningkatkan pemahaman guru terkait etnosain dan teridentifikasinya beberapa kesulitan guru-guru untuk mengimplementasikan etnosain ke dalam pembelajaran IPA.