cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,609 Documents
Pelatihan Pembuatan Media Video dan Audio Visual Bagi Guru SD Negeri Gugus V Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah: Media Audio Visual; Perangkat; Kegiatan pembelajaran. Sudirman; Abdul Kadir Jaelani; I Ketut Widiada; Muhammad Tahir; Radiusma
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.773 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1112

Abstract

Banyak sekali peluang berbagai media pembelajaran bagi para guru. Akan tetapi, sangat disayangkan peluang-peluang belum banyak dimanfaatkan oleh guru termasuk media video pembelajaran. Keluhan tidak bisa membuat masih saja menjadi hambatan bagi guru untuk menangkap peluang-peluang tersebut, sehingga pengembangan diri dan karirnya berjalan tidak seperti yang diharapkan. Munculnya keluhan tidak bisa membuat video pembelajaran di kalangan guru tentu saja bukan tanpa sebab. Secara umum ada beberapa kendala yang bisa ditemukan sehingga membuat tingkat partisipasi dalam membuat media pembelajran dikalangan guru ini rendah. Di antaranya rendahnya minat membaca dan menulis, keterbatasan bahan bacaan yang bisa menjadi bahan tulisan, tidak adanya rasa percaya diri, ketidakpahaman guru atas bekal-bekal keilmuan untuk bisa terampil menulis, rendahnya motivasi untuk menulis, minimnya sarana untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk jurnal ilmiah.Target yang ingin dicapai dalam pelatihan ini adalah guru SD di Gugus V Kecamatan Batukliang Utara dapat memiliki pemahaman yang baik tentang media pembelajaran khususnya media Video, sebagai media dalam menelurkan ide-ide kreatif, terampil dalam menentukan tema menarik, menguasai langkah membuat video pembelajaran. Metode pelaksanaan dilakukan dengan menjelaskan konsep media pembelajaran, media visual dan media audio visual, mengembangkan media yang menarik khususnya tentang pendidikan, mendemonstrasikan dan menampilkan media audio visual pembelajaran serta memberikan pendampingan kepada peserta. Selanjutnya setelah peserta menyelesaikan membuat media, guru kemudia sosialisasikan kepada peserta didik untuk dapat digunakan. Hasil kegiatan pelatihan ini menunjukkan bahwa para peserta (guru-guru dari Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah) memberikan sambutan positif terhadap materi yang diberikan. Hal ini terlihat dari antusiasme dan partisipasi aktif mereka terhadap materi dan tugas-tugas yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut Nampak dari konsistensi peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir. Bahkan, semua peserta mengharapkan agar dilakukan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Semua guru dari Kecamatan Batukliang Utara yang menjadi peserta berhasil membuat satu contoh media audio visual untuk digunakan dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan materi dan kurikulum yang sedang berjalan saat ini. Namun demikian, masih ada peserta yang belum selesai sepenuhnya dalam pembuatan media audio visual dikarenakan keterbatasan waktu dan kendala yang dihadapai saat pelaksanaan PPM, dan factor lain adalah kemampuan peserta berbeda beda dalam mengoperasikan computer dan internet dan aplikasi Camtasia Studio 7. Hal ini menunjukkan bahwa masih perlu memberikan penyuluhan secara lebih intensif kepada guru-guru dalam mengembangkan perangkat pembelajran khususnya perangkat pembelajaran yang mengarah kepada penggunaan Media Audio Visual.
Pengembangan Wisata Air Muara Selayar sebagai Alternatif Destinasi Wisata Pada Masa New Normal Life untuk meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Desa Pijot, Kecamatan Keruak Embun Suryani; L.M. Furkan; Zainal Abidin; Sarifudin; Siti Aisyah Hidayati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.904 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1114

Abstract

Desa Pijot memiliki potensi wisata bahari yang sangat penting, karena merupakan pintu gerbang terdekat untuk memasuki daerah-daerah wisata Pantai Pink dan 27 gili melalui wilayah perairan. Namun, kondisi pandemik covid19 menyebabkan industry pariwisata terdampak paling parah, karena diberlakukannya kebijakan pembatasan sosial skala besar, bahkan di beberapa Negara diberlakukan “lockdown”. Hal ini menyebabkan penurunan drastis kunjungan wisatawan dari daerah lain dan wisatawan mancanega. Di sisin lain, masyarakat lokal tetap membutuhkan tempat untuk berekreasi dengan cara aman dan untuk menjadi agar kegiatan ekonomi di destinasi wisata tidak mati sama sekali. Dampak pandemik ini menyebabkan kegiatan ekonomi terdampak secara signifikan, yang jika tidak segera diatasi akan menyebabkan tingkat kemiskinan masyarakat akan bertambah parah. Untuk itu, melalui kegiatan ini akan dikembangkan atraksi wisata yang dapat dinikmati oleh masyarakat lokal dengan cara aman dan dengan harga terjangkau. Atraksi wisata yang berpotensi untuk dikembangkan di Desa Pijot adalah wisata air di Muara Selayar yang terletak di muara sungai pantai Pijot. Target yang ingin dicapai adalah terbentuknya atraksi wisata sepeda air, tempat bersantai, dan tempat berwisata kuliner dengan berbasis potensi local. Sepeda air akan dibuat dari bahan-bahan bekas, sedangkan spot photo, tempat bersantai, dan angkringan akan terbuat dari bahan lokal yaitu bambu. Pengelolaan tempat wisata air ini akan dikelola oleh Pokdarwis Desa Pijot yang akan menjadi bagian dari kegiatan bisnis BUMDes desa tersebut. Untuk mencapai target tersebut, digunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam keseluruhan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program. Kegiatan ini terbagi tiga yaitu: 1) sosialisasi tentang pembentukan dan pengelolaan destinasi dan atraksi wisata; 2) demonstration plot pembentukan atraksi wisata; dan 3) pendampingan pengelolaan destinasi Wisata Muara Selayar Desa Pijot. Kegiatan ini dilaksanakan bermitra dengan dua kelompok sasaran yaitu Pokdarwis dan pengelola BUMDes Desa Pijot. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah terbentuknya berbagai atraksi wisata di Muara Selayar Desa Pijot, seperti atraksi wisata rakit bamboo dan spot photo. Manfaat yang diperoleh Pokdarwis Desa Pijot selama kegiatan ini adalah terciptanya lapangan kerja bagi mereka untuk mengelola wisata air Muara Selayar. Keberadaan Wisata Muara Selayar diharapkan menjadi income generating bagi seluruh masyarakat Desa Pijot. Keberadaan spot photo, penyewaan rakit, retribusi parkir dan angkringan bisa menciptakan pendapatan bagi masyarakat.
Sosialisasi Dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Tanaman Di Desa Ubung Kabupaten Lombok Tengah Sukiman Sukiman; Kurniasih Sukenti; Nur Indah Julisaniah; Rina Kurnianingsih
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.936 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1117

Abstract

Abstract. Several problems related to the use of chemical fertilizers are fertilizer prices that continue to increase, in certain situations there is a shortage of fertilizers and continuous use can reduce the population of soil microorganisms. The purpose of this community service activity is to provide counseling and training on the manufacture of liquid organic fertilizer from plant waste using EM4 activator to the youth of Ubung Village, Jonggat District. The method of activity is lectures and practice of making liquid fertilizer, harvesting fertilizer products and packaging. The activity has been carried out in accordance with the plans and stages that have been set, and liquid fertilizer has been produced which is packaged in plastic bottles. The physical characteristics of the liquid fertilizer produced after 20 days of the fermentation process showed results that met the criteria as a good liquid organic fertilizer, namely temperature 28oC, pH 4, brownish yellow color and smelled of tape. Liquid fertilizer has been distributed to target residents and used as plant fertilizer. Through this activity, the youth of Ubung Village who are participants have succeeded in making liquid organic fertilizer based on plant waste and have applied it as fertilizer to their plants. Keywords: liquid fertilizer, plant waste, organic, EM4
Pemanfaatan Teknologi Budikdamber (Budidaya Ikan di dalam Ember) Sebagai Model Urban Farming Berkelanjutan Andre Rachmat Scabra; Muhammad Marzuki; Bagus Dwi Hari Setyono; Laily Fitriani Mulyani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 1 (2022): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.028 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i1.1120

Abstract

Fish is a food of high quality and is very beneficial for the health of the body. The various benefits of fish meat will only be obtained if the fish consumed is fresh. In conditions that are not fresh (rotten), the nutritional content in fish meat is damaged. One of the efforts that can be done so that the consumption of fresh fish can be carried out continuously is to carry out urban farming activities, namely the cultivation of fish in buckets (budikdamber). This community service activity aims to increase knowledge and provide technical guidance to partners involved in the application of bucket fish cultivation technology. This community service activity is carried out through various methods of structured activities, namely site surveys, preparation of socialization materials and technical guidance for activities, formation of technology models, technical implementation assistance, and evaluation. The activity was carried out in "Jangkar Ampenan" youth group located in Tangsi neighborhood, South Ampenan District, Mataram City. The materials presented during the activity included preparation (tools, materials, work methods), technical assembly of fish farming equipment, feeding management, water quality management, and harvest management. The tools and materials needed in this activity include a 150 liter capacity bucket, catfish measuring 5-7 g/head, commercial catfish feed, kale seedlings, pipes, wire, 200 ml plastic cups, drill and grinder, seser, and aerator. . Based on the activities that have been carried out, the conclusion of this community service activity is that information, knowledge, and technical guidance have been conveyed to partners about fish farming technology in buckets (budikdamber).
Pendampingan Tata Kelola Keuangan Badan Usaha Milik Desa Lilik Handajani; Akram; Saipul Arni Muhsyaf; Ayudia Sokarina
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.771 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1127

Abstract

The main problem in managing village-owned enterprises (known as BUMDes) is the sustainability of economic enterprises after BUMDes is formed. Many BUMDes are then inactive after being formed due to problems in their management. Problems with procedures in financial management are indicated as the main factor causing problems in the management of BUMDes in addition to other factors such as the limited ability of BUMDes managers and lack of supervisory functions. Most BUMDes managers have limited knowledge, understanding, and abilities in administering and reporting business finances. This condition will certainly be an obstacle to business continuity and the continuous progress of BUMDes as a productive economic business in the village which is expected to support the welfare of the village community. This partnership community service activity is carried out through a pattern of mentoring assistance to BUMDes managers in Peteluan Indah Village who are still experiencing problems in administering and reporting BUMDes finances due to limited knowledge and human resource capabilities of BUMDes managers. This assistance activity is carried out through an evaluation of the institutional aspects, business management and financial management of BUMDes. The results of this mentoring activity provide a strengthening of the organizational structure related to the duties, functions and authorities of BUMDes managers, advisors and supervisors. From the aspect of business management, this activity can direct the management of existing BUMDes businesses and identify other economic business opportunities according to the superior potential of the village. From the aspect of financial governance, this mentoring activity can evaluate weaknesses and problems in the pattern of financial management through financial administration and reporting that are needed to support financial accountability and transparency to realize best practices in BUMDes financial governance.
Penggunaan Bioinformatika dalam Pembelajaran Sains Untuk Menyelesaian Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Genetika di SMPN 20 Mataram Mahrus; Lalu Zulkifli; Saprizal Hadisaputra; Ida Ayu Putu Armyani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.533 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1128

Abstract

Pembelajaran materi genetika pada mata pelajaran IPA-Biologi untuk siswa SMP merupakan materi yang cukup sulit di dipahami disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya: materinya abstrak, rumit dan sulit untuk dipraktekkan serta kurangnya sumber refrensi yang efektif. Kemajuan bidang teknologi informasi yang berkembang sangat pesat memudahkan seseorang dapat mengakses dan menganalisis informasi dari beberapa sumber database yang menyimpan data biologis seluruh dunia melalui website. Salah satu contohnya adalah NCBI (National Center for Biotechnology Information), dapat diakses melalui website https://www.ncbi.nlm.nih.gov/. Selain itu, penyebaran program aplikasi bioinformatika melalui internet saat ini dapat membantu para siswa, mahasiswa, guru, dosen dan peneliti dalam memecahkan permasalahan biologis dengan menggunakan berbagai sumber database dan software untuk berbagai kebutuhan, termasuk kebutuhan pembelajaran. Untuk mempelajari biologi khususnya materi Genetika membutuhkan sumber belajar berupa software bioinformatika dengan dilengkapi berbagai peralatan (tools) sehingga dapat mempermudah siswa memahami materi yang sedang dipelajari. Bioinformatika adalah bidang interdisipliner ilmu komputer, matematika, statistik yang mengembangkan metode dan perangkat lunak (software) untuk memahami data biologi. Untuk memahami aplikasi Bioinformatika, maka Tim pengabdian pada masyarakat menginisiasi pelatihan penggunaan Aplikasi Bioinformatika untuk guru-guru IPA di Kota Mataram, yang dilaksanakan di SMPN 20 Mataram, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru IPA Biologi dalam bidang teknologi, informasi dan komputer. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Pelaksananaan program pengabdian masyarakat di di SMPN 20 Mataram telah berhasil dilakukan dengan baik. Hal ini terlihat dari partisipasi dan berbagai pertanyaan yang dilontarkan guru-guru pada saat diskusi. Tim memberikan kunci-kunci utama yang digunakan dalam menggunakan Bionformatika untuk selanjutnya dicoba di luar jam pelatihan dengan bimbingan Tim Pengabdian Masyarkat dengan harapan dapat memberikan solusi di dalam memecahkan permasalahn pembelajaran Genetika.
Pelatihan Psychological Self Care dan Anger Management pada Remaja yang Tinggal di Panti Sosial Marsudi Putra Paramita Mataram, NTB Emmy Amalia; Dyah Purnaning; Umu Istikharoh
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.988 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1129

Abstract

WHO menyebutkan, remaja adalah salah satu kelompok umur yang rentan mengalami gangguan mental. Terlebih masa remaja merupakan waktu dimana banyak perubahan dan penyesuaian terjadi baik secara psikologis, emosional, maupun finansial. Banyak penelitian menunjukkan bahwa masalah perkembangan mental emosional remaja yang tinggal panti sosial secara bermakna lebih banyak dibandingkan dengan remaja yang diasuh orangtua kandung, cenderung memiliki konsep diri negatif, dan beresiko lebih tinggi terhadap terjadinya masalah perilaku. Kegiatan ini terdiri atas dua aktivitas. Aktivitas pertama berupa pemberian pelatihan psychological self care dan aktivitas kedua berupa pelatihan anger management, yang masing-masing akan dilakukan selama satu hari penuh. Berdasarkan data laporan PSMP Paramita tahun 2018, jenis kenakalan remaja semakin meningkat. Kenakalan yang menjadi sorotan adalah kenakalan yang menjurus pada permasalahan sosial seperti pencurian, pemerkosaan, pencabulan anak di bawah umur, pemakaian NAPZA, korban kekerasan, korban trafficking, dan permasalahan sosial yang kompleks lainnya. Jumlah anak dan remaja yang mendapat pelayanan sepanjang tahun 2018 sendiri total mencapai 240 orang; dan sebagian besar termasuk dalam kategori kelompok umur remaja. Diperlukan keterlibatan profesional kesehatan jiwa untuk mengatasi berbagai permasalahan mental yang terjadi pada remaja yang tinggal di PSMP Paramita. Bentuk keterlibatan professional kesehatan jiwa sebaiknya lebih bersifat self empowerment, sehingga para remaja tersebut mampu melakukan secara mandiri cara-cara mengatasi masalah psikososial yang dialami dan tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan sekunder. Oleh sebab itu, tim PPM bermaksud melakukan pelatihan Psychological Self Care dan Anger Management kepada para remaja yang tinggal di PSMP Paramita Mataram, NTB.
Pembinaan dan Pendampingan Teknik Budidaya Trigona sp Bagi Peternak Kecil di Kabupaten Lombok Barat Baiq Yulfia Elsadewi Yanuartati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.597 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1131

Abstract

Kabupaten Lombok Barat, terutama Kecamatan Gunung Sari memiliki sumberdaya alam dan iklim yang sangat cocok untuk perkembangan lebeh Trigona sp. Lebah ini memiliki nilai ekonomis tinggi dan relatif sangat mudah untuk dibudidayakan. Apalagi lebah ini tidak menyengat sehingga bisa dibudidayakan bahkan oleh anak-anak. Saat ini permintaan madu Trigona sp di pasar lokal NTB dan nasional semakin hari semakin meningkat. Apalagi sejak Covid19, polen dan madu Trigona diindikasikan oleh beberapa penelitian internasional dapat membantu penyembuhan pasien terdampak Covid19. Saat ini, sudah mulai ada peternak yang membudidayakan lebah Trigona sp di Kecamatan Gunungsari, termasuk di desa Taman Sari. Akan tetapi, para peternak masih menggunakan cara tradisional dan belum mendapatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya yang tepat guna. akibatnya produksi Trigona mereka masih sangat rendah. Oleh karena itu, PKM ini memperkenalkan teknologi inovasi budidaya lebah Trigona yang dapat membantu mereka meningkatkan produksi. Teknologi inovasi ini juga dijamin mudah untuk diadopsi oleh para peternak karena teknologinya sederhana.
Pelatihan Pembuatan Dan Pengamatan Preparat Kromosom Profase I Meiosis Pada Guru-Guru Biologi Di Lombok Barat I Gde Mertha; I Wayan Merta; Syamsul Bahri; Ahmad Raksun; A.A. Sukarso
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.17 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1136

Abstract

Peran guru biologi yang profesional tidak saja mengajar materi di kelas tetapi juga dapat membimbing praktikum di laboratorium. Agar dapat membimbing praktikum dengan baik, guru biologi harus dibekali keterampilan teknik laboratorium khususnya pada kegiatan praktikum yang membutuhkan keterampilan dan kecermatan, seperti pembuatan sediaan kromosom meiosis dan observasi kromosom di bawah mikroskop. Karena keterbatasan keterampilan tersebut, praktikum pembuatan sediaan kromosom meiosis dan pengamatannya sangat terbatas dilakasanakan oleh guru-guru biologi di Lombok Barat, sehingga konsep genetika yang diberikan di sekolah belum terintegrasi dengan praktikumnya. Oleh sebab itu pelatihan teknik pembuatan preparat kromosom profase I meiosis yang dilanjutkan dengan pengamatannya perlu dikuasai guru-guru biologi. Kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Labuapi. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan mikroteknik pembuatan preparat mikroskopis squash sel-sel folikel testis untuk pengamatan kromosom meiosis dan melatih keterampilan observasi konfigurasi kromosom subfase profase I meiosis di bawah mikroskop. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan dan unjuk kerja dalam bentuk praktik, yang dipadukan dengan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan praktik yang telah dilakukan, yaitu (1) praktik teknik koleksi dan penyimpanan folikel testis, (2) praktik teknik isolasi sel-sel folikel pada testis jangkrik Gryllus campestris, (3) praktik teknik squash sel-sel folikel untuk pembuatan peparat subfase profase I meiosis, (4) praktik observasi struktur khas konfigurasi kromosom pada subfase leptoten, zigoten, pakiten, diploten dan diakinensis dibawah mikroskop, dan (5) praktik visualisasi (pengambilan foto) kromosom subfase tersebut dibawah mikroskop. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa (1) Pengabdian ini memberikan keterampilan sangat berharga bagi guru mitra dalam pembuatan preparat squash sel-sel folikel untuk pengamatan konfigurasi kromosom subfase profase I meiosis dan teknik visualisasinya dibawah mikroskop, (2) Kerja keras dan keseriusan guru mitra sangat mendukung kelancaran praktik pembuatan perangkat pembelajaran preparat squash sel-sel folikel testis, (3) Keterampilan yang diperoleh guru mitra dan preparat yang dihasilkan dari pelatihan ini meupakan modal berhaga untuk perencanaan dan pelaksanaan praktikum siswa pada materi genetika di sekolah
Pendampingan Kerja Praktik Untuk Meningkatkan Ketrampilan Proses IPA Bagi Guru Guru SD Di Kota Mataram I Wayan Gunada; Sutrio; Wahyudi; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Ahmad Busyairi; Ananda Fatara Suwandi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.456 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1137

Abstract

In elementary schools (SD), KIT IPA equipment is used to practice teaching and learning activities that teachers have not used to their full potential. Kit of knowledge and management abilities Teachers require IPA SD to advance their school. The management of KIT IPA is less effective and has become a major issue for elementary schools (SD) Group IV Cakranegara. The goal of this community service activity is to teach people about the names of the tools in some SD IPA KIT IPA SD, how to use them, and how to use KIT IPA SD in the learning process. This devotional activity employs lecture methods, simulations, and practical work. This activity was held in SD Negeri 1 Cakranegara, with as many as 28 teachers participating. The activities' outcomes demonstrated that participants gained knowledge and skills on how to teach IPA by utilizing KIT IPA tools for practical work activities. Based on observations from practical work, the average value of process skills of teachers was 70 and classified quite well. The positive response from teachers in mentoring activities indicates that this activity is running smoothly, and it is expected that there will be additional training for other KIT equipment as a result of this activity.

Page 35 of 161 | Total Record : 1609