cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,609 Documents
Perbandingan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan Inkuiri Bebas Termodifikasi terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa Kelas X SMAN 1 Masbagik Tahun Pelajaran 2016/2017 Fena Prayunisa; Wildan Wildan; Harry Soeprianto
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.133 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.293

Abstract

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas termodifikasi pada pmbelajaran kimia. Model inkuiri bebas termodifikasi adalah gabungan dari inkuiri terbimbing dan inkuiri bebas. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan prosedur pelaksanaan menggunakan desain faktorial 2 x 2. Masing-masing model pembelajaran disiapkan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, LKS, dan tes tulis untuk mengukur hasil belajar siswa dan divalidasi ahli terlebih dahulu. Berdasarkan uji validator ahli kedua model pembelajaran mempunyai rata-rata 70% itu artinya layak untuk digunakan. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah kelas X IPA-1 menggunakan model inkuiri terbimbing dan X IPA-4 menggunakan inkuiri bebas termodifikasi, dengan nilai semester ganjil sebagai kemampuan awal. Nilai kemampuaan awal yang diatas rata-rata sebagai kemampuan awal tinggi dan di bawah rata-rata sebagai kemampuan awal rendah. Hasil belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri 1 Masbagik yang diajarkan dengan pembalajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi dibanding siswa yang diajar dengan model inkuiri bebas termodifikasi, ini terlihat dari trata-rata masing kelas yaitu X IPA-1 78.87 sedangkan X IPA-4 73.23. Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap hasil belajar karena kemampuan awal tinggi tidak menjamin nilainya tetap tinggi dan kemampuan awal rendah juga bisa mencapai nilai tinggi. Keywords: Model Inkuiri; Pembelajaran Kimia; Kemampuam Awal
Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi di SMP Negeri 2 Mataram Syahrial Ayub; Muh. Makhrus; Jannatin Arduha; Ni Nyoman Sri Putu Verawati; Kosim Kosim
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.111 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.328

Abstract

Abstrak: Lombok sebagai salah satu pulau di wilayah Indonesia yang sangat rentan terjadinya gempabumi. Tahun 2018 antara bulan Juli sampai Agustus pulau Lombok diguncang 4 kali gempa bumi berkekuatan besar, yaitu 29 Juli 2018 kekuatan 6,4 SR, 5 Agustus 2018 kekuatan 7 SR, 9 Agustus 2018 kekuatan 6,2 SR dan 19 Agustus 2018 berkekuatan 7 SR ditambah dengan rentetan gempa susulan yang mencapai 2500 kali. Hal ini terdampak luar biasa pada masyarakat di pulau Lombok. Bangunan, infrastruktur hancur dan korban ratusan korban jiwa pada rentetan gempa Lombok. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap gempa bumi dan mitigasi gempa bumi sangat kurang. Gempa bumi merupakan peristiwa alam yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya sehingga bisa terjadi tiba-tiba seperti saat bekerja, tidur, bermain, dan bahkan juga saat belajar di sekolah. Peserta didik adalah kelompok yang paling rentan menjadi korban gempa bumi demikian juga guru dan perangkat sekolah lainnya. Maka dari itu mereka sangat perlu dibekali kesiapsiagaan gempa bumi supaya kerugian material dan jiwa dapat diminimalisir. Kegiatan ini merupakan implementasi model pembelajaran mitigasi bencana alam gempabumi yang dikembangkan oleh tim pengabdian. Kegiatan melibatkan 38 orang siswa kelas VIII/a, 1 orang guru SMP Negeri 2 Mataram. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa dan guru mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, baik dalam bentuk mendengarkan informasi yang diberikan, pemutaran video, latihan-latihan dan simulasi kesiapsiagaan bencana gempabumi. Langkah-langkah penyelamatan diri yang harus dilakukan peserta didik adalah (1) lindungi kepala, (2) Jauhi kaca, (3) masuk kolong meja, (4) lari ke tempat terbuka. Namun demikian, mereka mengalami hambatan dalam memahami teknik penyelamatan diri dari gempa bumi dan pertolongan pertama pada korban bencana gempa bumi. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar peserta didik dan guru melatih diri secara kontinu dan berkelanjutan supaya kesiapsiagaan bencana gempabumi di sekolah betul-betul melekat pada diri mereka, sehingga kesadaran siswa, guru terhadap bencana gempa bumi meningkat. Kata kunci : Bencana; Gempa bumi; Kesiapsiagaan; Mitigasi.
Pengayaan Materi Olimpiade Fisika dan Pelatihan Penyelesaian Soal-Soal Olimpiade Fisika Bagi Guru dan Siswa di Sekolah Mitra Susilawati Susilawati; Aris Doyan; Muhamad Taufik
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.397 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.315

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi olimpiade fisika di tingkat lokal (kabupaten dan provinsi) dan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik SMPN 9 Mataram dalam mengerjakan soal-soal olimpiade fisika. Manfaat dari pembinaan dan pelatihan olimpiade ini memberi efek langung pada kemampuan siswa SMPN 9 Mataram dalam penguasaan materi dan kemampuan mengerjakan soal-soal olimpiade fisika. Sebagai upaya menyelesaikan permasalahan tersebut di atas diadakan kegiatan pengabdian pada masyarakat sebagai sasarannya adalah guru dan siswa di SMPN 9 Mataram. Langkah-langkah kegiatan melalui tahap persiapan, tahap sosialisasi, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap persiapan diadakan diskusi tim pengabdian dengan kepala sekolah dan guru-guru IPA tentang silabus dan materi olimpiade yang akan disampaikan serta teknis pelaksanaan. Tahap selanjutnya diadakan kegiatan sosialisasi yang dihadiri pihak Dinas Pendidikan Kota Mataram, Kepala Sekolah dan Wakil kepala sekolah, guru-guru IPA dan para siswa yang mengikuti pengayaan. Kegiatan sosialisasi berisi pemberian informasi tentang kegiatan yang diberikan oleh dosen selaku Tim pengabdian. Tahap selanjutnya adalah tahap pelaksanaan, kegiatan ini diikuti oleh guru- guru IPA dan siswa yang berasal dari kelas VII sampai kelas VIII.  Guru dan siswa diberi materi pembinaan berupa pemberian soal-soal olimpiade dan dilatih untuk menyelesaikan sendiri dengan tingkat kesulitan yang berjenjang. Ada dua aspek yang dievaluasi pada kegiatan ini, yakni kehadiran dan aktivitas peserta selama pelatihan berlangsung baik bertanya, menjawab pertanyaan dan berdiskusi. Hasil wawancara dengan peserta kegiatan diperoleh data bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena telah memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi peserta didik dalam menjawab soal-soal olimpiade fisika. Keywords: Olimpiade fisika; Pelatihan; Pengayaan Materi.
Training of Trainer (TOT) Dukungan Psikologis dan Self Empowerment Paska Bencana Bagi Staf dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Emmy Amalia; Ima Arum L; Sigit Kusdaryono
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.487 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.305

Abstract

Abstract: Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, serta dampak psikologis. Beberapa dampak psikologis yang sering muncul meliputi perubahan emosional akibat pengalaman traumatis, kekhawatiran akan kelangsungan hidup dan masa depan, dan kecemasan terkait keutuhan keluarga dan lingkungan sosial. Hingga bulan Agustus 2018, tercatat telah terjadi 395 kali gempa yang melanda Provinsi NTB, dengan beberapa gempa besar dengan pusat yang berbeda-beda. Gempa bumi yang melanda provinsi NTB sejak 29 Juli 2018 ini telah menelan banyak korban jiwa dan menimbulkan banyak kerusakan, sehingga tentu saja menimbulkan ketidakseimbangan kondisi psikologis masyarakat. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sebagai pusat pendidikan ingin berperan serta mengatasi dampak psikologis ini dengan mengadakan Training of Trainer (ToT) dukungan psikologis dan self empowerment paska gempa bagi staf dan mahasiswa kedokteran. Dengan konsep ToT, staf dan mahasiswa kedokteran tidak hanya diajarkan untuk mampu melakukan dukungan psikologis untuk dirinya sendiri, tetapi mampu mengajarkan ke orang lain di lingkungannya maupun kepada penyintas lain saat mereka ditugaskan di lokasi bencana. Kata kunci: Training of Trainer (TOT); Dukungan Psikologis; Self Empowerment
Pemeriksaan Status Gizi dan Kecacingan di Wilayah SDN 2 Malaka Lombok Utara Putu Suwita Sari; Eva Triani; Dini Suryani; Rizka Vidya Lestari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.214 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.377

Abstract

Prevalensi infeksi cacing di Indonesia masih tergolong tinggi terutama mengingat Indonesia adalah negara tropis dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Kecacingan yang berlangsung lama dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak serta dapat mengganggu kemampuan belajar anak. Beberapa faktor yang mempengaruhi infeksi kecacingan antara lain: kebersihan kuku tangan, kebiasaan cuci tangan, penggunaan alas kaki, penggunaan jamban, dan sumber air bersih. Bencana gempa yang terjadi di Pulau Lombok pada tahun 2018 memaksa banyak warga untuk meninggalkan rumahnya dan tinggal di pengungsian. Fasilitas pengungsian yang serba terbatas dapat menyebabkan meningkatnya risiko infeksi kecacingan apabila terutama apabila tidak melakukan pola hidup bersih dan sehat. Pengabdian ini bertujuan untuk memeriksa status gizi dan kecacingan siswa SDN 2 Malaka pasca gempa serta memberikan terapi pada siswa yang positif menderita kecacingan. Dari 116 siswa yang diperiksa, 85 siswa atau 73,3% berada pada kondisi gizi baik. Hanya 18 siswa (15,5%) yang mengumpulkan sampel fesesnya, di mana 10 sampel (55,6%) ditemukan mengandung telur cacing Trichuris trichiura dan 1 sampel (5,5%) mengandung telur Ascaris lumbricoides. Siswa yang terdeteksi positif kemudian mendapatkan terapi anticacing Albendazol 400 mg. Keywords:Pemeriksaan; Gizi; KecacinganFadhila, N. Kecacingan pada Anak. J Agromed Unila 2015; 2(3):347-350Hairani, B. Waris, L. Juhairiyah, Juhaririyah. Prevalensi soil transmitted helminth (STH) pada anak sekolah dasar di Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal BUSKI Litbangkes. Vol. 5, No. 1, Juni 2014, hal. 43-48Kemenkes RI. 2012. Buku Pedoman Pengendalian Kecacingan. Jakarta: Direktorat Jenderal PP dan PLMurti, DTK. Setyorini, RH. Triani, E. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Angka Kejadian Kecacingan pada Murid Sekolah Dasar. Jurnal Kedokteran 2016, 5(2): 25-30Pasaribu, AP. Dkk. Prevalence and risk factors of soil-transmitted helminthiasis among school children living in an agricultural area of North Sumatera, Indonesia. BMC Public Health (2019) 19:1066Sutanto, I. Ismid, IS. Sjarifuddin, PK. Sungkar, S. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran, Edisi Keempat. 2008.  Jakarta: Balai Penerbit FKUISyahrul, S. Kimura, R. Tsuda, A. Susanto, T. Saito, R. Ahmad, F. Prevalence of underweight and overweight among school-aged children and its association with children’s sociodemographic and lifestyle in Indonesia. International Journal of Nursing Science 3 (2016) 169-177. http://dx.doi.org/10.1016/j.ijnss.2016.04.004Wibowo, RC. Kurniawan, Y. Triani, E. Hubungan Kejadian Kecacingan dengan Anemia Defisiensi Besi pada Anak-Anak Pengrajin Gerabah di Lombok Barat. Jurnal Kedokteran 2019, 8(3): 27-32Wiryadana, KA. Putra, IWAS. Rahayu, PDS. Pradnyana, MM. Adelaida, ML. Sudarmaja, IM. Risk factors of soil-transmitted helminth infection among elementary school students. Paediatrica Indonesiana. 2018. 57(6):295-02 https://doi.org/10.14238/pi57.6.2017.295-302Yulia, C. Khomsan, A. Sukandar, D. Riyadi, H. Nutritional Status, Physical Activity, and Sedentary Activity of School Children in Urban Area, West Java, Indonesia. J. Gizi Pangan, November 2018, 13(3):123-130. DOI: 10.25182/jgp.2018.13.3.123-130
Pendidikan Lingkungan Sebagai Media Pengenalan Sains dan Teknologi Bagi Siswa Menegah di Kabupaten Lombok Barat Immy Suci Rohyani; Hilman Ahyadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.117 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.359

Abstract

Abstract: Perkembangnnya sains dan teknologi akhir-akhir ini menuntut perlunya inovasi dibidang pendidikan dan pengajaran sains, agar siswa termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Pembelajaran sains dan teknologi dengan pendekatan pendidikan lingkungan ternyata mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap ilmu sains. Kegiatan ini bertujuan Memperkenalkan kepada siswa menengah khususnya yang berada di Kabupaten Lombok Barat terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi. Meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran sains melalui konsep pendidikan lingkungan dan meningkatkan minat siswa menengah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi basic sains. Manfaat dari kegiatan ini diharapkan siswa menengah khususnya yang berada di Kabupaten Lombok Barat semakin tertarik belajar sains dan teknologi melalui pendekatan pendidikan lingkungan serta menumbuhkan kesadaran siswa terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi dan pada akhirnya semakin banyak siswa yang tertarik untuk melanjutkan keperguruan tinggi basic sains. Metode yang digunakan untuk kegiatan pendidikan lingkungan dan pembelajaran sains dan teknologi yaitu Focus Group Discuss (FGD) yang dilakuakan di lapangan. Praktik langsung pengenalan konsep pembelajaran di lapangan. Sosialisasi perguruan tinggi dilakukan melalui seminar yang menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif dan alumni serta kunjungan langsung ke laboratorium dan fasilitas umum yang menunjang proses pembelajaran. Luaran dari kegiatan ini diharpkan dapat meningkatnya keperdulian siswa terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi belakangan ini, meningkatnya jumlah siswa menengah yang tertarik belajar sains dan teknologi, meningkatkan jumlah siswa yang tertaik melanjutkan ke perguruan tinggi basic sains. Kata Kunci: Pendidikan Lingkungan; Sains dan Teknologi; Siswa Menegah
Pengembangan Bahan Ajar dan LKPD IPA untuk Meningkatkan Kompetensi Literasi Sains Bagi Guru Anggota MGMP IPA SMP di Kota Mataram Dadi Setiadi; A Wahab Jufri; Agus Ramdani; Jamaluddin Jamaluddin; Imam Bachtiar
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.566 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.372

Abstract

Pengembangan kompetensi literasi sains merupakan hal yang penting dalam membekali peserta didik  di tingkat satuan pendidikan menengah pertama/SMP. Kompetensi tersebut  merupakan dasar untuk pengembangan tagihan kompetensi  kurikulum 2013 SMP termasuk didalamnya adalah  proses dan evaluasi hasil belajar. Selain itu kurikulum 2013 mata pelajaran IPA SMP 2013 menagih peserta didik untuk bisa memiliki keterampilan berpikir tinggi dan kreatif dimana didalamnya termasuk kemampuan literasi sains. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu didukung adanya bahan ajar dan LKPD yang dapat mengarahkan peserta didik memiliki kemampuan literaisi sains. Tujuan kegiatan pengabdian yang akan dilakukan  adalah  Mengembangkan pemahaman guru an Hasil menunjukan bahwa peserta workshop guru-guru SMP mata pelajaran IPA memiliki pemahaman sangat baik dan komprehensif terkait dengan pemahaman bagaimana menysusun bahan ajar dan LKPD  yang dapat meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik SMP dalam pelajaran IPA. Selain itu para peserta telah memiliki keterampilan dalam menyusun bahan ajar dan LKPD yang dapat keningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik. Tetapi tim pengabdian harus terus mendampingi para guru tersebut sampai betul betul terampil dalam menyusun bahan ajar LKPD sampai dengan merevisi ketika digunakan dan mengembangkannya agarn hasil tersebut bisa memberikan manfaat dalam meningkatkan kemampuan peserta didik.Kemampuan para peserta workshop yang cukup baik dalam menyusun bahan ajar dan LKPD mata pelajaran IPA bisa memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP di Kota Mataram khususnya dalam mengembangkan kemampuan literasi sains peserta didik. Selain itu bahan ajar dan LKPD perlu tetap dikembangkan disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan tagihan hasil belajar mata pelajaran IPA di SMP di masa sekarang dan akan dating sehingga kompetensi  peserta didik sesuai dengan yang dibutuhkan dan kondisi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.ggota MGMP IPA Kota Mataram dalam menyusun bahan ajar dan LKPD yang dapat meningkatkan kemamapuan literasi sains; Mengembangkan keterampilan guru guru anggota MGMP IPA Kota Mataram dalam menyusun LKPD yang dapat meningkatkan kemampuan literasi sains. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melalui workshop yang lebih berbasis pada praktek langsung menyusun dan mendisain bahan ajar dan LKPD yang dapat meningkatkan kemampuan literasi sains.  Kata-Kata Kunci :  literasi sains. bahan ajar LKPD
Membangun Kelompok Mahasiswa Peduli Lingkungan Melalui Penanaman Mangrove Pencegah Banjir Rob Jakarta Deni Nasir Ahmad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.291 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.331

Abstract

The purpose of community service activities is to provide knowledge and direct experience to students about the effects of tidal floods and improve the environment affected by tidal flooding through mangrove or mangrove replanting activities on vacant land around the coast or coastline. The method used is field recovery and community service where the activity is divided into several activities, including: a. the introduction of mangroves and how they are planted and how they grow and develop. b. presentation of material about tides or tides in the Jakarta sea that entered the Jakarta coastline area, the impact and problems if open land around the coast is gone. c. open land planting activities around Pantai Indah Kapuk-Muara Angke, North Jakarta. The results of the activities are a. Presentation of Material Regarding Mangrove Plants and Jakarta Sea Tides. b. mangrove planting in open fields. Summary of activities are a. that mangrove land in the Jakarta area, especially in the Pantai Indah Kapuk-Muara Angke region, North Jakarta has experienced a narrowing which resulted in the area of catchment and retaining sea tides or Jakarta has experienced a slight function. b. With the existence of field recovery activities and community service, students are expected to get direct experience and be able to solve problems that occur in the surrounding environment. c. The function of mangrove land is very important for the preservation and diversity of swamps or mangrove land.Keywords: Mangrove Plants; Rob Jakarta; Environmental Concern.
Pelatihan Penyusunan Penulisan Karya Ilmiah (PTK) di Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Bermi Desa Babussalam Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat Fahruddin Fahruddin; Sudirman Sudirman; A Hari Witono; Mansur Hakim
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.909 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.366

Abstract

Pengabdian pada masyarakat pada kegiatan ini adalah memberikan wawasan pengetahuan tentang penulisan karya ilmiah PTK di Pondok pesantren Darussalam Bermi Desa Babussalam Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok barat. Pelatihan pengabdian ini tujuannya adalah memberikan pelatihan dan mendampingi para guru dalam menulis karya ilmiah penelitian tindakan kelas secara benar dan mendampingi guru dalam prosedur penulisan karya ilmiah dalam jurnal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah metode ceramah, diskusi dan praktik. Metode ceramah untuk menyampaikan tentang penulisan karya ilmiah berbasis penelitian tindakan kelas dan prosedur penulisan karya ilmiah dalam jurnal. Sedangkan metode praktik untuk memberikan kesempatan berlatih kepada peserta untuk membuat laporan tulisan karya ilmiah untuk bisa di Publikasikan di jurnal. Hasil kegiatan pengabdian di pondok pesantren Darussalam Bermi menunjukkan bahwa guru-guru tersebut antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan penyusunan penulisan karya ilmiah (PTK), sehingga guru-guru yang ada di ponpes tersebut memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun proposal dan juga bisa membuat draf karya ilmiah untuk bisa di publikasikan. Kata Kunci: Pelatihan; Penulisan Karya Ilmiah; Penelitian Tinddakan Kelas (PTK).
Edukasi dan Pelayanan Kesehatan Jiwa di RS Prof. Mulyanto Universitas Mataram Emmy Amalia; Agustine Mahardika; Sigit Kusdaryono
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.804 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.360

Abstract

Abstract: Gangguan jiwa adalah salah satu penyakit medis yang banyak dijumpai pada masyarakat Indonesia, termasuk di Provinsi NTB. Namun pengetahuan masyarakat akan gangguan jiwa masih sangat rendah. Hal ini terkait stigma terhadap gangguan jiwa itu sendiri, dan kurangnya tenaga kesehatan jiwa di Indonesia. Dahulu, penanganan gangguan jiwa lebih dipusatkan pada Rumah Sakit Jiwa yang sarana dan prasarananya juga terbatas. Oleh sebab itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan jiwa dan melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa di rumah sakit umum di Provinsi NTB. Provinsi NTB merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan angka gangguan jiwa terbanyak. Kasus pasung terhadap gangguan jiwa berat juga masih umum dijumpai. Pengetahuan masyarakat yang kurang terhadap gangguan jiwa, adanya stigma, mitos yang salah, dan kurangnya tenaga kesehatan jiwa, membuat banyak kasus gangguan jiwa di Provinsi NTB tidak tertangani dengan baik. Dengan dibukanya edukasi dan pelayanan kesehatan jiwa di RS Prof. Mulyanto Universitas Mataram, diharapkan dapat menambah penegtahuan masyarakat dan menambah cakupan layanan kesehatan jiwa di Provinsi NTB. Kegiatan ini terdiri atas dua aktivitas. Pertama pemberian materi tentang kesehatan jiwa pada pasien-pasien di instalasi rawat jalan RS Prof. Mulyanto Universitas Mataram. Kegiatan ini dilakukan secara berkala setiap minggu bergantian antar anggota tim PPM selama bulan Mei-Agustus 2019. Selanjutnya juga dibuka layanan rawat jalan kesehatan jiwa (psikiatri), dimana masyarakat yang ingin berobat terkait gangguan jiwa yang dialaminya atau masyarakat yang ingin mengetahui (skrining) apakah dirinya mengalami gangguan jiwa atau tidak, dapat berkonsultasi dan ditangani oleh dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater). Kata Kunci: Edukasi; Pelayanan; Kesehatan Jiwa.

Page 6 of 161 | Total Record : 1609