cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,609 Documents
Workshop Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Inovatif Bagi Guru SMAN 1 Kopang Lombok Tengah Asrin Asrin; I Wayan Karta; Untung Waluyo; Muntari Muntari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.19 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i1.417

Abstract

Pengembangan mutu guru merupakan salah satu strategi meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Guru membutuhkan kompetensi pedagogik, sosial, keperibadian dan profesionalisme untuk selalu terus menerus meningkatkan kinerja dan produktivitas dalam pembelajaran. Mutu guru perlu selalu diupayakan agar terjadi peningkatan mutu secara signifikan.Tugas dan fungsi guru yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Kompetensi profesional guru dapat terus berkembang melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan secara terencana dan terprogram. Kompetensi guru yang membutuhkan peningkatan agar guru dapat mengembangakan penelitian tindakan kelas.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemamapuan guru untuk mengembangkan inovasi-inovasi pembelajaran di sekolah. Peningkatan kompetensi guru dalam melakukan penelitian hingga dapat menganalisis dan mencari pemecahan masalah terhadap masalah-masalah pemeberlajaran yang dihadapi guru di kelas.  Melalui workshop ini diharapkan para guru telah memiiliki peningkatan kompetensi dalam melaksanakan, menemukan, dan menerapkan inovasi pembelajaran di ruang kelas. Pelaksanaan kegiatan Workshop PTK ini telah dilaksanakan di SMAN 1 Kopang Kabupaten Lombok Tengah   yang diikuti oleh 40 guru.  Pada kegiatan diberikan konsep tentang dan pelaksanaan PTK di sekolah untuk meningkatkan perbaikan dan inovasi pembelajaran di sekolah. Guru dapat menyusun proposal PTK dana sekaligus melakukan penelitian terkait pemebelajaran. Untuk itulah dalam rangka meningkatkan kompetensi guru ini, maka telah dilakukan Workshop Penelitian Tindakan Kelas bagi guru-guru SMAN 1 Kopang sebagai upaya pengembangan tugas Pascasarjana Prodi Administrasi Pendidikan pada Tahun Anggaran 2019 dari DIPA-BLU (PNBP) Universitas Mataram. Kata Kunci:  Workshop; Penelitian Tindakan Kelas; Inovatif.
Workshop Teknik Pembimbingan dan Penilaian Mahasiswa Peserta Praktek Pengenalan Lapangan Persekolahan Bagi Guru-Guru Anggota KKG di Kota Mataram A Wahab Jufri; Ni Made Novi Suryanti; M. Amin; Abdul Kadir Jaelani; Dadi Setiadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.339 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.373

Abstract

Sesuai dengan stándar pendidikan guru bahwa mahasiswa program sarjana kependidikan harus mengikuti  mata kuliah pengenalan lapangan persekolahan di satuan pendidikan. Untuk mencapai tujuan pelaksanaan PLP tersebut perlu didukung oleh pembimbing dari unsur guru yang memahami secara teknis pembimbingan dan evaluasi mahasiswa peserta PLP, juga  agar dapat mengarahkan mahasiswa untuk bisa memiliki kemampuan terkait dengan program sekolah, perangkat pembelajaran dan praktek mengajar. Berdasarkan studi pendahuluan para guru SD belum memiliki pemahaman yang sama tentang teknik pembimbingan dan evaluasi mahasiswa peserta PLP, sehingga perlu dilakukan workshop kepada guru-guru SD tersebut agar mampu membimbing dan mengevaluasi hasil PLP mahasiswa. Tujuan kegiatan pengabdian yang dilakukan  adalah  untuk Mengembangkan pemahaman guru anggota KKG Kota Mataram dalam membimbing dan mengevaluasi kemampuan mahasiswa dalam menyusun program sekolah, perangkat pembelajaran; Mengembangkan keterampilan guru guru anggota KKG Kota Mataram dalam membimbing dan mengevaluasi mahasiswa peserta PLP. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melalui workshop yang lebih berbasis pada praktek langsung teknik pembimbingan dan penilaian mahasiswa peserta PLP yang dapat meningkatkan kemampuan dalam mengarahkan dan membimbing mahasiswa peserta PLP. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan tahapan  sebagai berikut : Studi literatur, analisis kebutuhan guru berupa  pemahaman dan keterampilan guru dalam membimbing dan mengevalausi hasil PLP, pengukuran kemampuan awal guru, mendisain program workshop, pelaksanaan workshop:  berupa kajian pembimbingan peserta PLP, praktek mendisain instrumen evaluasi PLP, pemantauan dan bimbingan di lapangan oleh tim pengabdian pada masyarakat, asesmen kualitas pelaksanaan dan hasil akhir workshop peserta dan, penyusunan laporan PPM.. Hasil kegiatan menunjukan bahwa Sebagian besar guru memiliki pemahaman  secara komprehensif mengenai teknik-teknik pembimbingan, pelaksanaan praktek pengenalan lapangan persekolahan,  mengevaluasi proses dan memiliki keterampilan dalam mendisain instrumen observasi dan ecvaluasi: membimbing mahasiswa, mengevaluasi proses dan hasil, membimbing penyeusunan laporan praktek pengenalan lapagan persekolahan.Dengan demikian guru akan mampu membimbing mahasiswa PLP dan melakukan evaluasinya secara baik. Kata kunci : pengalaman lapangan persekolahan, PLP
Peningkatan Kompetensi Guru Biologi Melalui Pendampingan Kegiatan Pembelajaran Berbasis Lesson Study di SMAN 1 Lembar Jamaluddin Jamaluddin; A Wahab Jufri; Agus Ramdani; Afriana Azizah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.023 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.355

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk, 1) meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran biologi (penyusunan perangkat pembelajaran) dengan menerapkan pola lesson study di SMA Negeri 1 Lembar, 2) meningkatkan kualitas proses pembelajaran biologi dengan menerapkan pola lesson study di SMA Negeri 1 Lembar, dan 3) meningkatkan kualitas cara mengevaluasi pembelajaran dengan menerapkan pola lesson study di SMA Negeri 1 Lembar. Manfaat yang dapat diperoleh melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini antara lain, 1) secara praksis dapat meningkatkan kualitas pembelajaran biologi melalui penerapan model-model pembelajaran inovatif denganpola lesson studi, 2) dapat mengembangkan kompetensi pedagogik guru khususnya dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran dengan pola lesson studi, 3) hasil yang akan diperoleh dapat digunakan sebagai acuan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevalusai pembelajaran biologi dengan pola lesson studi.  Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini akan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu 1) sosialisasi dan focus group discussion tentang materi lesson study, 2) pendampingan pembuatan perangkat pembelajaran dengan pola lesson studi, 3) pendampingan pada saat melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran dengan pola lesson studi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain adalah, 1) diskusi informasi terkait dengan konsep, prosedur, best practice tentang lesson study, 2) praktek langsung penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran dengan pola lesson studi. Hasil yang diharapkan dapat dicapai melalui kegiatan ini sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan, yaitu 1) meningkatnya pemahaman pendidik biologi tentang konsep dan prosedur pembelajaran biologi dengan pola lesson studi, 2) meningkatnya keterampilan pedidik biologi dalam merancang dan melaksanakan pembelajan biologi dengan pola lesson studi, dan 3) meningkatnya keterampilan pendidik biologi dalam mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan dengan pola lesson studi.Kata Kunci: Kompetensi Pendidik Biologi; Kegiatan Pembelajaran; Lesson Study.
Penyuluhan Mengenai Kesehatan Reproduksi pada Komunitas Bajang Pejoeang Mataram Rifana Cholidah; Ida Ayu Eka Widiastuti; Deasy Irawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.351 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.367

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada Komunitas Bajang Pejoeang Mataram tentang: 1) perubahan fisik pada masa pubertas, terutama yang berkaitan dengan sistem reproduksi, 2) konsekuensi  perkembangan sistem reproduksi, dan 3) cara menjaga kesehatan reproduksi. Penyuluhan kesehatan disampaikan oleh tim dosen beserta mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Materi disampaikan oleh tim dosen dan mahasiswa membawakan acara sebagai Master of Ceremony. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan kesehatan mengenai kesehatan reproduksi pada Komunitas Bajang Pejoeang Mataram. Penyuluhan kesehatan reproduksi ini dihadiri oleh 24 peserta. Peserta sangat antusias, ditandai dengan banyaknya pertanyaan pada sesi diskusi setelah penyuluhan. Pada kegiatan ini disimpulkan bahwa masa remaja adalah salah satu masa terjadinya perkembangan paling pesat dalam perjalanan hidup manusia. Proses pematangan secara biologis umumnya mendahului kematangan psikososial pada remaja. Oleh karenanya diperlukan upaya edukasi terhadap remaja putra dan putri terkait kesehatan reproduksi untuk mencegah perilaku seksual di usia remaja. Kata Kunci: Penyuluhan; Kesehatan Reproduksi; Komunitas.
Pengembangan Ekowisata Solusi Matapencaharian Masyarakat Lokal dan Strategi Konservasi Lingkungan di Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak, Lombok Timur Agil Al Idrus; Abdul Syukur; Mahrus Mahrus; Lalu Zulkifli; Didik Santoso
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.832 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.361

Abstract

Abstrak: Desa Ketapang Raya meskipun merupakan desa pemekaran tatapi telah mulai mengembangakan parawisata yaitu wisata pantai. Keberadaan wisata pantai di Desa Ketapang Raya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai sumber ekonomi baru. Dalam waku dua tahun aktivias parawisata cukup memberikan harapan yang ditandai oleh jumlah masyarakat yang matapencahirannya dari kegiatan para wisata. Desa Ketapang Raya yang merupakan desa pantai memiliki objek wisata selain wisata pantai. Namun demikian belum dikembangkan sebagai objek wisata.  Oleh karena itu dibutuhkan fasilitasi agar potensi lingkungan dapat dikembangkan sebagai objek wisata. Pengembangan objek wisata selain wisata pantai tentunya dapat menjadi sumber matapencaharian masyarakat di Desa Ketapang Raya.  Pengembangan ekowisata di Desa Desa Ketapang Raya berdasarkan solusi dari permasalahan seperti yang telah diuraikan di atas membutuh metode pelaksanaan yang relevan. Beberapa metode yang akan digunakan adalah: Sosialisai, pada tahap ini Tim mensosialisaikan tema program pada pemerintah Desa, tokoh masyarakat dan stakehoulder lainnya. Metode yang digunakan adalah diskusi. Tujuan pada program sosialisai adalah untuk memperoleh pemahaman yang sama tentang pentingnya pengembangan ekowisata sebagai sumber matapencaharaian berkelanjutan masyarakat di Desa Pijot.Selain itu disampaikan luaran yang perlu dicapai dari tipa solusi permasalahan.  Metode Pelatihan untuk pelatih (Training of Trainer), materi terdiri dari empat bagian yang terdiri dari: (a) langkah-langkah yaitu uraian yang menjelaskan langkah demi langkah yang dapat dilakukan oleh fasilitator dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan pada tiap program, (b). bahan bacaan adalah materi bacaan yang dapat dijadikan referensi bagi fasilitator atau pelatih mengenai isi materi yang akan disampaikan dan (3) lembar kegiatan yang merupakan lembar aktivitas yang digunakan peserta dalam proses pembelajaran dan slide presentasi. 2. Fokus Group Diskusi (FGD) adalah metode yang digunakan berdasarkan relevansi tiap solusi, hal ini sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai beberapa pertanyaan tentang bagaiamana dan mengapa kita butuhkan ekowisata sebagai sumber matapencaharian yang berkelanjutan bagai masyarakat di Desa Pijot Induk. Selain itu dari program ini dihasilkan publikasi pada jurnal yang memiliki ISSN dan buku ekowisata desa yang memiliki ISBN. Kata Kunci :  Ekowisata dan Matapencaharian Berkelanjutan dan Konservasi lingkunga.
Introduksi Pemanfaatan Tumbuhan Air Laut Sebagai Bahan Alami Pemicu Pertumbuhan Rumput Laut Nunik Cokrowati; Nanda Diniarti; Dewi Nur’aeni Setyowati; Edi Sulman; Arziahningsih Arziahningsih; Rinto Basuki
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.643 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.374

Abstract

Abstract: Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengintroduksi pengetahuan masyarakat mengenai tumbuhan air laut yang dapat digunakan untuk memicu pertumbuhan rumput laut. Metode penyuluhan dilakukan dengan penyampaian materi secara langsung kepada masyarakat dalam bentuk ceramah dan menunjukkan secara langsung jenis-jenis tumbuhan air laut yang dapat digunakan uuntuk meningkatkan pertumbuhan rumput laut. Materi penyuluhan yang diberikan adalah jenis tumbuhan air laut yang dapat digunakan sebagai bahan pemicu tumbuh rumput laut dan cara aplikasinya. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Aula Kantor Kepala Desa Kertasari Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat. Kegiatan praktek aplikasi ekstark tumbuhan air tersebut dilakukan langsung di lokasi budidaya rumput laut yaitu di perairan pantai Kertasari. Kegiatan ini dihadiri oleh pembudidaya rumput laut Desa Kertasari sejumlah 25 orang dan aparatur Desa serta perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat. Tumbuhan air yang memiliki zat pengatur tumbuh untuk rumput laut dan dapat dijumpai di perairan Kertasari adalah Sargassum sp, Ulva dan Tubinaria. Aplikasi penggunaan tumbuhan air tersebut di ajarkan kepada masyarakat secara langsung di lokasi budidaya rumput laut yaitu di pantai Kertasari. Tumbuhan laut tersebut di jadikan ektrak kasar dengan cara ditumbuk secara manual. Ektrak tersebut di rendamkan pada bibit rumput laut yang akan di tanam. Kesimpulan kegiatan ini adalah pengetahuan jenis tumbuhan laut yang memiliki zat pengatur tumbuh untuk rumput laut dan aplikasinya telah diintroduksi ke masyarakat pembudidaya rumput laut di Kertasari. Keywords: Pengetahuan, rumput laut, aplikasi, pembudidaya, Kertasari
Meningkatkan Kualitas Produksi Rumput Laut Melalui Pelatihan tentang Sistem Pengelolaan Budidaya Secara Terpadu di Gili Gede Lombok Barat NTB Syachruddin AR; Karnan Karnan; Lalu Japa; I Wayan Merta; I Gde Mertha
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.259 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.356

Abstract

Abstract: Rumput laut mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, usaha budidayanya sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan oleh pengusaha dan masyarakat secara konvensional. Potensi lahan untuk budidaya rumput laut di wilayah NTB cukup tinggi (953,2 km2) dengan produksi 2.952 ton/Ha yang diproduksi secara konvensional. Keterbatasan dana dan SDM yang tidak memadai diikuti dengan kurangnya perhatian dari semua pihak maka potensi perairan belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Sosialisasi dan pembinaan dalam penerapan teknologi budidaya secara terpadu melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan semangat masayarakat untuk melakukan budidaya rumput laut. Penerapan kegiataan sosialisasi tentang pengelolaan sistem budidaya secara terpadu yang berkaitan dengan: peningkatan produksi, pengolahan pasca panen dan pemasaran secara simultan dan kontinyu dilakukan dengan cara Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan dengan pelaku budidaya rumput laut di. Rumput laut merupakan salah satu dari 3 komoditas unggulan NTB yang berpotensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal dan pengentasan kemiskinan di Gili Gede Lombok Barat NTB, maka sistim informasi yang berkaitan dengan peningkatan produksi dan pengolahan pasca panen serta pemasaran yang diberikan secara simultan melalui Focus Group Discussion (FGD) sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas dan pemanfaatan rumput laut untuk berbagai olahan dan pemasan hasil produksi yang diperlukan oleh masyarakat di Gili Gede. Kata Kunci: Budidaya; Pengelolaan; Pengolahan; Focus Group Discussion.
Penyuluhan Mengenai Pola Makan Sehat dan Seimbang untuk Pencegahan Anemia Pada Kader Posyandu Di Puskesmas Nipah, Kabupaten Lombok Utara Rifana Cholidah; Ida Ayu Eka Widiastuti; Ima Arum Lestarini
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.869 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.368

Abstract

Abstrak: Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader mengenai pola makan sehat dan seimbang untuk pencegahan anemia pada kader posyandu di Puskesmas Nipah, Kabupaten Lombok Utara. Metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi penyuluhan mengenai pola makan sehat dan seimbang untuk pencegahan anemia pada kader posyandu di Puskesmas Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Penyuluhan disampaikan melalui metode ceramah dan diskusi. Pemateri adalah tim pengabdian masyarakat dari FK Unram beserta 1 orang mahasiswa mahasiswa semester 7. Setelah pengetahuan kader meningkat maka dilakukan evaluasi penerapan hasil penyuluhan berupa tindakan para kader posyandu untuk menyampaikannya kepada masyarakat, terutama pada ibu yang memiliki anak usia sekolah dan juga pada ibu hamil dan menyusui. Pada kegiatan ini disimpulkan anemia defisiensi besi adalah salah satu kelainan akibat kekurangan zat gizi besi yang dapat terjadi baik di negara maju maupun negara berkembang. Kader Posyandu mempunyai peran yang penting sebagai penyuluh dan fasilitator di lapangan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar khususnya para ibu hamil, menyusui dan ibu yang memiliki anak usia sekolah. Penyuluhan mengenai pola makan sehat dan seimbang untuk pencegahan anemia adalah salah satu cara pencegahan anemia dengan cara peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang gejala awal anemia, sumber-sumber makanan yang kaya akan zat besi dan penerapan pola makan sehat dan seimbang. Kata Kunci: Penyuluhan; Pola Makan Sehat dan Seimbang; Pencegahan Anemia
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Upaya dalam Membantu Ketersediaan Pangan dan Perekonomian Masyarakat di Desa Sukarema, Kabupaten Lombok Timur Kurniah Sukenti; Sukiman Sukiman; Suripto Suripto; Immy Suci Rohyani; Ahmad Jupri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.297 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.362

Abstract

Abstrak: Keanekaragaman jenis tumbuhan di Indonesia pada dasarnya juga diikuti dengan beragamnya potensi pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan, termasuk di antaranya tanaman pangan dan obat-obatan. Penggunaan obat tradisional oleh masyarakat adakalanya masih menjadi prioritas utama dalam mengobati beberapa jenis penyakit. Selain berkhasiat, obat-obatan berbahan alam tidak memiliki efek samping sebesar obat-obatan medis, asalkan digunakan sesuai dosis yang dianjurkan. Selain itu juga relatif lebih ekonomis dan beberapa jenis di antaranya mudah dijumpai di lingkungan sekitar tempat tinggal. Lahan pekarangan masyarakat merupakan lokasi yang potensial untuk membudidayakan tanaman pangan dan obat-obatan, setidaknya untuk keperluan dalam skala rumah tangga. Namun kendala yang sering dihadapi adalah terbatasnya lahan pekarangan karena telah digunakan untuk keperluan lainnya, selain juga adanya kendala lain yang menyebabkan masyarakat belum giat melakukan penanman di sekitar lahan pekarangan. Oleh karena itu diperlukan teknik bertanam yang tidak banyak memakan tempat, yang bahkan bisa juga diterapkan pada jenis tanaman lain misalnya tanaman sayur-sayuran untuk keperluan rumah tangga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan pada warga masyarakat agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan optimalisasi lahan pekarangan, dengan penanaman tanaman sayur dan tanaman obat menggunakan teknik vertikultur. Diharapkan hal ini dapat membantu upaya pemeliharaan kesehatan dan ketersediaan pangan untuk skala rumah tangga. Kata kunci: Pekarangan; Tanaman Sayur; Tanaman Ibat; Vertikuktur
Pelatihan dan Sosialisasi Inovasi Vertikultur Dalam Pemanfaatan Hasil Pengolahan Sampah Rumah Tangga Di Desa Kembang Kuning Lombok Timur Baiq Farista; Arben Virgota; Dining Aidil Candri; Hilman Ahyadi; Ahmad Jupri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.621 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.375

Abstract

Abstract: Sampah menjadi permasalahan sulit ketika pertumbuhan penduduk semakin besar. Semakin banyak jumlah penduduk maka semakin banyak jumlah sampah rumah tangga yang dibuang ke lingkungan. Sampah akan menjadi masalah ketika tidak terkelola dengan baik. Permasalahan sampah ini juga dihadapai oleh masyarakat Desa Kembang Kuning Lombok Timur. Sampah rumah tangga terlihat menumpuk di beberapa titik di daerah permukiman penduduk. Melihat permasalahan dirasa perlu untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah sebagai kompos yang hasilnya dapat digunakan untuk kegiatan vertikultur tanaman sayuran di halaman rumah penduduk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: Ceramah, diskusi, pelatihan, praktek dan pendampingan. Ceramah dan diskusi dilaksanakan untuk penyampaian materi secara langsung pada masyarakat oleh narasumber yang kompeten dibidangnya sesuai kebutuhan. Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang: Pengolahan sampah organik untuk pembuatan kompos/pupuk organik, dan pemanfaatan kompos untuk media budidaya taman vertikutur. Simpulan dari program pengabdian ini adalah masyarakat Kelurahan Tanjung dapat mengolah sampah organik untuk dijadikan sebagai pupuk kompos. Pengolahan sampah sebagai kompos sangat mudah dilakukan oleh masyarakat secara mandiri, tidak membutuhkan biaya yang besar, namun sangat mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan. Komitmen masyarakat untuk melanjutkan upaya pengembangan program ini sangat memungkinkan untuk mewujudkan Kelurahan Tanjung yang sehat dan indah di kemudian hari. Keywords: Pelatihan; Sosialisasi; Inovasi Verticulture; Pengelolaan Sampah.

Page 7 of 161 | Total Record : 1609