Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Articles
1,671 Documents
Pelatihan Motivasi dan Orientasi Masa Depan Peserta Didik dengan Menggunakan Peta Mimpi
Yasmine Khairunnisa;
Fitria Rizkiana;
Herlina Apriani;
Emilda Prasiska
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.138 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.266
Abstrak: Sebagian besar anak-anak di SMAN 1 Kandangan tidak memiliki rencana masa depan yang jelas sesuai dengan keinginan mereka; masa depan mereka ditentukan oleh orang tua ataupun keadaan. Maka dari itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan tujuan untuk memupuk motivasi siswa-siswi di sekolah melalui pelatihan atau workshop untuk membantu mereka menemukan semangat belajarnya demi meraih cita-cita yang diinginkannya, serta membantu peserta didik yang masih kebingungan untuk memutuskan rencana masa depannya agar mampu secara mandiri merencanakan kehidupannya. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk workshop atau pelatihan dengan konsep seminar menggunakan media peta mimpi yang berisikan bagan rencana dari tahun 2018 hingga 2028. Pada kertas tersebut, peserta didik menuliskan secara rinci rencana masa depannya dalam rentang waktu 10 tahun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMAN 1 Kandangan ini berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme yang besar dari siswa. Namun, kurang panjangnya waktu yang disediakan menyebabkan siswa kesulitan untuk mengisi peta mimpinya karena siswa terkesan dituntut untuk tiba-tiba menuliskan rencana masa depan secara detail tanpa diberikan waktu untuk berpikir. Dari hasil angket siswa didapatkan bahwa sebagian besar siswa memiliki minat yang besar untuk belajar dan meneruskan pendidikannya, serta mereka memiliki motivasi yang mendasari semangat mereka untuk belajar yang dipengaruhi oleh orang tua, teman, dan lingkungan sekitarnya. Kata kunci: motivasi; masa depan; peta mimpi
Pengembangan Profesionalissme Guru dalam Menulis Karya Ilmiah
Kasnawi Al Hadi;
Nurul Qomariyah;
Suhayat Minardi;
Laili Mardiana;
Alfina Taurida Alaidrus;
Siti Alaa’
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (617.718 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.270
Abstract: Salah satu bentuk profesionalisme guru adalah memiliki kemampuan menulis artikel ilmiah. Guru SMP 2 Sekotong pada umumnya belum memiliki wawasan yang cukup tentang kepenulisan ilmiah sehingga guru mengalami kesulitan dalam meningkatkan kemampuan profesionalnya dalam bidang kepenulisan. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam menulis karya ilmiah. Metode yang digunakan adalah pendekatan konstruktivisme, pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua kali yaitu pertama pelaksanaan kegiatan dilakukan melailui pemberian materi di dalam kelas dengan metode ceramah kelas, diskusi, pemberian contoh dan latihan, dan selanjutnya peserta diberikan layanan bimbingan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuan dan wawasan yang cukup tentang hakikat penulisan artikel ilmiah, menambah keterampilan menulis karya tulis ilmiah berdasarkan sistematika dan bahasa ilmiah yang baik. Guru SMP 2 Sekotong yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat sangat antusias mendapat pelatihan tentang teknik penulisan karya tulis ilmiah sebagai penunjang profesionalitasnya didunia pendidikan serta dapat menghasilkan produk artikel ilmiah yang layak diterbitkan di jurnal ilmiah. Keywords: Artikel ilmiah, guru, Konstruktivisme
Penyuluhan Tehnik Pembedahan Hewan Coba Untuk Mengamati Struktur dan Frekwensi Denyut Jantung Pada Siswa SMP Negeri 7 Mataram
I Wayan Merta;
Imam Bachtiar;
Syachruddin AR;
Kusmiyati Kusmiyati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (59.761 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.294
Abstrak: Teknik pembedahan merupakan pengetahuan tentang cara-cara pembedahan hewan coba untuk mengamati organ-organ dalam. Keberasilan pengamatan struktur dan frekwensi denyut jantung pada hewan coba sangat ditentukan oleh tehnik-tehnik pembedahan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang tehnik-tehnik pembedahan hewan coba dan meningkatkan ketrampilan siswa melakukan pembedahan hewan coba untuk mengamati struktur jantung dan frekwensi denyut jantung. Metode dalam pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan, pada tahap ini disampaikan materi tentang tehnik-tehnik pembedahan hewan coba dan metode pratekum, yaitu melakukan praktek pembedahan hewan coba untuk mengamati struktur jantung dan frekwensi denyut jantung. Hewan coba yang digunakan dalam pengabdian ini adalah 10 ekor mencit (Mus musculus) strain BALB/C dan 10 ekor dan katak (Rana Sp). Pengabdian ini dapat disimpulkan: Kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi siswa Klas VII SMP Negeri 7 Mataram sebagai pengetahuan dan ketrampilan terkait dengan tehnik pembedahan hewan coba. Siswa telah memahami tehnik-tehnik pembedahan hewan coba, dapat melakukan pembedahan hewan coba dengan baik dan benar, serta mengetahui struktur jantung Katak dan Mencit. Hasil praktekum diperoleh Mencit memiliki rata-rata denyut jantung 102 per menit, sedangkan denyut jantung Katak reratanya 69 per menit. Kata Kunci: Katak (Rana sp),Mencit (Mus musculus),dan Frekwensi denyut jantung
Pelatihan Pemantapan Konsep Materi Fisika dan Pengukuran Bagi Guru IPA di SMPN 9 Mataram
Aris Doyan;
Susilawati Susilawati;
Syamsul Bahri;
Muhlis Muhlis;
I Putu Artayasa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.339 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.333
Abstrak: Mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang materinya merupakan keterpaduan antara biologi, kimia dan fisika. Namun, masih banyak guru yang belum memiliki latar belakang pendidik IPA. Guru IPA di SMP kota Mataram kebanyakan berlatar belakang biologi, maupun fisika. Bagi guru yang memiliki latar belakang pendidikan biologi, mereka merasa kesulitan dalam membimbing siswanya untuk mengkaji materi fisika. Dengan terpaksa guru IPA yang tidak mempunyai latar belakang IPA secara utuh harus tetap mengajarkan IPA kepada siswanya, akibatnya siswa tidak dapat memahami materi IPA secara utuh. Berdasarkan analisis kompetensi dasar pada masing-masing jenjang kelas di SMP, terdapat 33% kompetensi dasar yang merupakan kajian fisika, dan sisanya 67% merupakan kajian biologi dan kimia. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, guru IPA yang tidak memiliki latar belakang IPA secara utuh merasa kurang percaya diri dalam menyampaikan materi IPA. Pelatihan yang dilaksanakan mendapatkan respon positif dari guru peserta dan pelaksanaan PKM berhasil diketahui dari tingkat kehadiran peserta mencapai 90%.. Keywords: Materi fisika dan Pengukuran.
Sosialisasi Tentang Mitigasi Bencana Tsunami dan Gempa Lombok Di Jempong Baru, Sekarbela, Mataram
Muhammad Zuhdi;
Mukh Makhrus;
Sutrio Sutrio;
Wahyudi Wahyudi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.845 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.316
Abstrak: Bencana Gempa bumi di pulau Lombok yang terjadi secara berturut-turut sejak bulan Juli 2018 sampai akhir 2018, telah menimbulkan sejumlah korban harta benda dan korban jiwa. Sebanyak 209 jiwa telah terenggut pada saat kejadian gempa ini, sedangkan kerusakan infrastuktur dan bangunan diperkirakan mencapai nilai kerugian hingga 300 milyar rupiah. Gempa ini juga telah menimbulkan terjadinya keretakan pada tanah dan longsor pada beberapa tempat di sekitar Gunung Rinjani. Gempa bumi yang disertai gelombang tsunami yang telah menelan hingga puluhan ribu korban jiwa di Aceh adalah merupakan gempa bumi dengan jumlah korban terbanyak dalam kurun 45 tahun terakhir. Gempa terbesar sebelumnya pernah terjadi di Peru, pada tahun 1970 dengan korban sebanyak 120.000 jiwa. Gempa bumi yang diikuti tsunami dan likwifaksi juga telah menghancurkan sebagian kota di daerah pantai di Palu. Likwifaksi dan tsunami yang terjadi sebagai bencana sekunder di Palu telah menelan korban yang jauh lebih banyak dibandingkan bencana primernya. Kekhawatiran masyarakat Lombok akan terjadinya gempa dan tsunami dengan kekuatan yang jauh lebih besar lagi justru akan menyulitkan warga masyarakat untuk segera bangkit kembali pasca gempa besar yang telah terjadi di Pulau Lombok. Untuk itu, maka perlu dilakukan upaya sosialisasi yang akan membuat masyarakat lebih paham terhadap resiko jika suatu saat terjadi bencana alam dan juga mengurangi kekhawatiran yang berlebihan akibat pemahaman yang kurang pada masalah bencana. Oleh sebab itu maka perlu dilakukan upaya pemecahan masalah ini, melaui sosialisasi tentang mitigasi bencana. Hasil sosialisasi ini telah membuat masyarakat menjadi faham tentang resiko bencana, cara menanggulanginya dan menghilangkan kekhawatiran yang berlebihan. Keywords: Sosialisasi; Mitigasi; Gempa; Tsunami.
Dukungan Psikologis dan Self Empowerment Paska Bencana Bagi Staf dan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Mataram
Ima Arum L;
Emmy Amalia;
Sigit Kusdaryono
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (64.078 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.306
Abstract: Gempa bumi yang melanda provinsi NTB sejak 29 Juli 2018 telah menelan banyak korban jiwa dan menimbulkan banyak kerusakan, sehingga tentu saja menimbulkan ketidakseimbangan kondisi psikologis masyarakat. Gangguan psikologis yang saat ini dialami sebagian besar warga adalah berupa kecemasan berlebih, sulit berkonsentrasi, dan tidak dapat berpikir jernih sehingga mempengaruhi performa mereka di tempat kerja. Demikian juga yang dialami para pegawai Universitas Mataram. Padahal sebagai pusat pendidikan, Universitas Mataram mempunyai kewajiban mendidik generasi bangsa tanpa henti dan dituntut memberikan sumbangsih lebih terutama pada saat krisis seperti gempa bumi saat ini. Perlu dilakukan intervensi pada pegawai institusi-institusi pendidikan di Universitas Mataram dengan mengadakan kegiatan dukungan psikologis dan self empowerment paska bencana. Salah satu fakultas yang memerlukan dukungan segera adalah Fakultas Teknik dimana saat ini kinerja dari Fakultas Teknik sangat dibutuhkan terkait rekonstruksi paska bencana. Dengan kegiatan ini, diharapkan staf dan keluarga Fakultas Teknik Universitas Mataram dapat melakukan self healing terhadap kondisi psikologis mereka sehingga segera dapat berfungsi kembali secara produktif di tempat kerja. Kata kunci: Dukungan Psikologis; Self Empowerment; Paska Bencana
Meningkatkan Kualitas Produksi Rumput Laut Melalui Pelatihan tentang Sistem Pengelolaan Budidaya Secara Terpadu di Gili Gede Lombok Barat NTB
Syachruddin AR;
Karnan Karnan;
Lalu Japa;
I Wayan Merta;
Gede Mertha
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1102.634 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.295
Abstrak : Rumput laut mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, usaha budidayanya sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan oleh pengusaha dan masyarakat secara konvensional. Potensi lahan untuk budidaya rumput laut di wilayah NTB cukup tinggi (953,2 km2) dengan produksi 2.952 ton/Ha yang diproduksi secara konvensional. Keterbatasan dana dan SDM yang tidak memadai diikuti dengan kurangnya perhatian dari semua pihak maka potensi perairan belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Sosialisasi dan pembinaan dalam penerapan teknologi budidaya secara terpadu melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan semangat masayarakat untuk melakukan budidaya rumput laut. Penerapan kegiataan sosialisasi tentang pengelolaan sistem budidaya secara terpadu yang berkaitan dengan : peningkatan produksi, pengolahan pasca panen dan pemasaran secara simultan dan kontinyu dilakukan dengan cara Fokus Group Discussion (FGD) yang dilakukan dengan pelaku budidaya rumput laut di. Rumput laut merupakan salah satu dari 3 komoditas unggulan NTB yang berpotensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal dan pengentasan kemiskinan di Gili Gede Lombok Barat NTB, maka sistim informasi yang berkaitan dengan peningkatan produksi dan pengolahan pasca panen serta pemasaran yang diberikan secara simultan melalui Focus Group Discussion (FGD) sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas dan pemanfaatan rumput laut untuk berbagai olahan dan pemasan hasil produksi yang diperlukan oleh masyarakat di Gili Gede.Kata Kunci : Budidaya, Pengelolaan, Pengolahan dan Fokus Group Discussion.
Sosialisasi dan Pendampingan Pengembangan Instrumen Hasil Belajar Berbasis Ketrampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) pada Mahasiswa Magister Pendidikan IPA Universitas Mataram
Wildan Wildan;
Aliefman Hakim;
Dwi Laksmiwati;
Lalu Rudyat Telly Savalas;
Supriadi Supriadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.709 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.335
Abstract: The objective of this community service activity was to increase the understanding and ability of the students of Master of Science Education University of Mataram to develop learning outcomes instruments based on higher-order thinking skills. This activity was carried out with several methods, namely lectures, questions and answers, brief exercises and focused discussions. The activity ended with an evaluation to get an overview of the process and results of the activity. Data collection was done through questionnaires, interviews, and discussions. Based on the results of data collection, it can be concluded that the activities ran well, the results were very beneficial for the participants, and will be followed up with exercises to develop HOTS-based learning outcomes tests suitable with the demands of the 2013 curriculum. The obstacles in developing HOTS-based learning outcome include inadequate abilities and heavy administrative and academic tasks. Keywords:Science Learning, Learning Outcome, HOTS
Pengembangan Tes Keterampilan Proses Sains Untuk Pembinaan Olimpiade Sains Di SMPN 20 Mataram
I Putu Artayasa;
Muhlis Muhlis;
Gito Hadiprayitno;
I Wayan Merta;
Karnan Karnan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.159 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.318
Abstract: Keberhasilan siswa dalam lomba olimpiade sains memberikan informasi tentang keefektifan guru dalam pembinaan olimpiade sains di sekolahnya. Analisis situasi di SMPN 20 Mataram menunjukkan bahwa prestasi siswa dalam lomba olimpiade sains tersebut belum optimal. Proses pembinaan olimpiade sains oleh guru IPA lebih banyak melalui pembahasan tes yang lebih mengarahkan siswa menghapal jawaban tes, padahal tes olimpiade sains selama ini lebih menuntut siswa berpikir tingkat tinggi dan menerapkan keterampilan proses sains dalam menjawab tes. Dengan demikian, dilakukan pengabdian masyarakat dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru IPA SMPN 20 Mataram dalam pembinaan olimpiade sains, terutama dalam melatih keterampilan proses sains siswanya. Peningkatan kemampuan guru tersebut dilakukan melalui pendampingan guru dalam mengembangkan tes keterampilan proses sains. Pendampingan ini dilakukan melalui kegiatan pelatihan penyusunan tes keterampilan proses sains dan kunjungan dari tim pengabdian ke sekolah untuk mendiskusikan kesulitan yang masih dihadapi guru dalam mengembangkan tes olimpiade sains. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa guru IPA di SMPN 20 Mataram menjadi lebih mengenal karakteristik tes olimpiade sains termasuk teknik mengembangkan tes keterampilan proses sains, serta memiliki peningkatan keterampilan dalam mengembangkan tes terutama yang berkaitan dengan penerapan keterampilan proses sains. Keywords: IPA; keterampilan proses sains; olimpiade sains nasional
Budidaya Ramah Lingkungan Sebagai Strategi Pengentasan Kemiskinan Nelayan Skala Kecil Di Desa Ketapang Raya Lombok Timur
Abdul Syukur;
Khairudin Khairudin;
M. Yamin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.139 KB)
|
DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.309
Abstrak: Nelayan skala kecil sampai saat masih menjadi kelompok sasaran dalam program pengentasan kemiskinan. Program pengentasan kemiskinan nelayan skala kecil lebih berorientasi pada peningkatan kapasitas alat tangkap. Desa Ketapang Raya memiliki potensi lingkungan yang belum dikembangkan sebagai sumber produksi ikan dan biota laut lainnya yang bernilai ekonomi untuk meningkatkan ekonomi nelayan skala kecil. Potensi lingkungan tersebut adalah: (1) muara, (2) bekas sawah garam, (3) lahan kosong pada ekosistem mangove dan (4) daerah perairan pesisir pantai untuk budidaya. Oleh karena itu fokus program pengabdian pada masyarakat ini adalah pemanfaatan potensi lingkungan melalui budidaya ramah lingkungan sebagai strategi pengentasan kemiskinan nelayan skala kecil di Desa Ketapang Raya Lombok Timur. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kooperatif melalui sistem pembelajaran orang dewasa (andragogi) dengan metode contoh (damplots), diskusi kelompok, Fokus Group Discussion (FGD) dan wawancara. Hasil yang dalam pengabdian pada masyarakat ini adalah pertama pembentukan kelompok budidaya ramah lingkungan nelayan skala kecil di Desa Ketapang Raya yaitu ‘kelompok bintang laut”, kedua kelompok nelayan sangat aktif dalam diskusi untuk melaksnakan budidaya ramah lingkungan teruama budidaya ikan dan kepeing bakau dan ketiga membuat contoh budidaya ikan yaitu ikan baronag dan udang lobster dengan sistem kramba jaring apung. Kesimpulannya bahwa pengabdian pada masyarakat ini memberikan dampak positif sebagai motipasi nelayan untuk mengembangkan budidaya ramah lingkungan sebagai alternatif dalam mengatasi kekeruangan hasil tangkapan ikan. Kata Kunci: Budibaya ramah lingkungan; Kemiskinan; Nelayan