cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Nomor 3 Juni 2021" : 36 Documents clear
Upaya Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Pasien Diabetes Mellitus Terhadap Pola Makan Melalui Edukasi Gizi Di Wilayah Puskesmas Gambirsari Arwin Muhlishoh; Ratika Marchelaona; Zuhria Ismawanti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3623

Abstract

ABSTRAK Tatalaksana penyakit diabetes terdiri atas empat macam yaitu, edukasi, MNT (medical nutrition theraphy) atau pengaturan makanan, latihan jasmani, dan intervensi farmakologis. pengetahuan, sikap, keyakinan   serta   kepercayaan   terhadap penyakit diabetes millitus menjadi  salah  satu  faktor  yang  mempengaruhi  seseorang tidak   patuh terhadap   diet   diabetes   mellitus. Edukasi merupakan dasar utama untuk pengobatan dan pencegahan diabetes. Akan tetapi, edukasi mengenai diet DM di wilayah puskesmas Gambirsari belum aktif dan efektif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap penderita diabetes mellitus yang berada di wilayah kerja Gambirsari terhadap pola makan yang sehat, sehingga dapat membantu terapi yang sedang dijalani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di puskesmas Gambirsari dengan sasaran penderita diabetes mellitus menggunakan metode edukasi gizi menggunakan video yang dapat di lihat melalui youtube. Perubahan tingkat pengetahuan dan sikap peserta di evaluais dengan menggunakan pre-test dan post-test. Edukasi gizi diikuti oleh 35 orang responden dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan. Pelaksaan upaya peningkatan pengetahuan dan sikap pasien diabetes mellitus terhadap pola makan melalui edukasi gizi dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap responden sebanyak 20%. Sehingga diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali agar penderita Diabetes Mellitus dapat menerapkan diet yang tepat dalam kehidupannya sehari-hari. Kata Kunci: Diabetes mellitus, edukasi, pengetahuan, sikap  ABSTRACT The management of diabetes consists of four types, namely, education, MNT (medical nutrition therapy) or food-management, physical exercise, and pharmacological interventions. Knowledge, attitudes, beliefs, and beliefs about diabetes Mellitus become one of the factors that influence a person to not adhere to the diabetes mellitus diet. Education is the main basis for diabetes treatment and prevention. However, education regarding the DM diet in the Puskesmas Gambirsari area has not been active and effective. This community service aims to increase the knowledge and attitudes of diabetes mellitus sufferers who are in the Puskesmas Gambirsari work area towards a healthy diet so that they can help with the ongoing therapy. This community service activity is carried out at the Puskesmas Gambirsari with the target of diabetes mellitus sufferers using the nutritional education method using videos that can be viewed on YouTube. Changes in the level of knowledge and attitudes of participants in evaluation using pre-test and post-test. The nutrition education was attended by 35 respondents, the majority of whom were female. Implementing efforts to increase knowledge and attitudes of diabetes mellitus patients towards diet through nutrition education can increase respondents' knowledge and attitudes by as much as 20%. So it is hoped that similar activities can be carried out again so that people with Diabetes Mellitus can apply the right diet in their daily lives.Keywords: Diabetes mellitus, education, knowledge, attitude
Penyuluhan Pencegahan Penularan Covid-19 Dan Pembagian Masker Di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang Sri Maria Puji Lestari; Hetti Rusmini; Yesi Nurmalasari; Maharani Putri Puspitasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3846

Abstract

ABSTRAK Akhir tahun 2019 dunia dikejutkan adanya virus baru yaitu Covid-19. Pemerintah setempat telah mengambil langkah yang cukup cepat untuk pencegahan virus Covid-19 dengan menetapkan beberapa gerakan melalui  Sosialisai Social Distance. Bentuk sosialisai yang di lakukan dengan cara penyuluhan untuk selalu taat pada protokol kesehatan dan mengenakan masker saat memuali kegiatan di luar rumah yang masih sering diabaikan. Dari hasil pengamatan awal yang dilakukan pada beberapa tempat di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang, sudah mulai banyak di jumpai café dan titik pertemuan masyarakat yang telah sadar atas pentingnya penggunaan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19, Namun tak jarang juga masih ada yang bandel dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan tersebut. Dikondisi seperti ini kita harus mampu menumbuhkan rasa kesadaran kepada seluruh masyarakat untuk taat dan patuh pada protokol kesehatan agar dapat menekan laju penyebaran Covid-19 di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Penyuluhan pada masyarakat diselenggarakan pada 1 s/d 2 Februari 2021 diselenggrakan dalam bentuk penyuluhan penggunaan masker sekaligus membagikan masker secara gratis kepada masyrakat di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Metode yang di gunakan adalah melalui edukasi kepada beberapa masyarakat dengan menghimbau pentingnya menggunakan masker, kemudian pembagian masker. Penggunaan masker medis baik kain di kalangan masyarakat ini sangat penting karena termasuk kelompok yang rentan terpapar penyebaran Covid-19. Dengan mengenakan masker, masyrakat di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang dapat beraktivitas dengan lebih nyaman. Kata Kunci: Covid, Masker Menjaga jarak , Pandemi dan Penyuluhan  ABSTRACT At the end of the year 2019, the world was shocked by the presence of a new virus that is Covid-19. The local government has taken a step that's fast enough to virus prevention Covid-19 by setting some movement through the Socialization of Social Distance. A form of socialization that is done by way of extension to always obey the protocol of the health and wearing a mask when he started activities outside the home that are often overlooked. From the results of the preliminary observations made in several places in the District  Pedurungan Semarang City, have started much in the encounter cafe and the meeting point of the community who have been aware of the importance of the use of masks to prevent the spread of Covid-19, But not infrequently there is also a stubborn by not ignoring the protocols of the health. In a situation like this, we should be able to cultivate a sense of awareness to the entire community to be obedient and submissive to the protocol of the health order can reduce the rate of spread covid-19 in the District Pedurungan Semarang city. Outreach in the community was held on the 1 s/d 2 February 2021 text in the form of counseling, the use of masks at once distribute masks for free to the community in the District Pedurungan  Semarang city The method used is through education to some of the community to urge the importance of using the mask, then the division of the mask. The use of medical masks good fabric among the people is very important because including vulnerable groups exposed to the spread of Covid-19. By wearing a mask, a community in the District Pedurungan Semarang City can move more comfortably. Key Word: Covid, Masks, Keeping distance, Pandemic, and outreach.
Edukasi Dini Bahaya Formalin Dalam Bahan Pangan Beserta Cara Deteksinya Secara Sederhana Di SMP Negeri 1 Ngunut Tulungagung Fatimah Fatimah; Yunita Dyah Safitri
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3788

Abstract

ABSTRAK Formaldehyde atau biasa dikenal dengan formalin, merupakan bahan kimia yang digunakan pada proses industri dan bukan merupakan tambahan  pada bahan makanan. Namun, formalin seringkali disalahgunakan fungsinya, yakni digunakan sebagai bahan tambahan untuk mengawetkan bahan pangan. Bahan pangan berformalin banyak beredar di pasaran. Formalin diketahui memiliki dampak negatif apabila dikonsumsi. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan adanya edukasi dini dan cara deteksi secara sederhana kandungan formalin pada para siswa-siswi SMP negeri 1 Ngunut, sebagai generasi penerus bangsa agar mengetahui dampak dan bahaya dari penggunaan formalin pada bahan pangan. Sehingga, dapat meningkatkan kualitas kesehatan para siswa pada sekarang dan masa depan. Program edukasi dilakukan dengan cara membagikan video demonstrasi pengujian formalin pada bahan pangan dengan kalium permanganat dan menggunakan bahan alam bunga Ruella. Pengarahan dilakukan secara online dikarenakan sekolah dilakukan secara daring dan adanya pembatasan perkumpulan kelompok selama pandemi. Evaluasi keberhasilan program dinilai menggunakan kuesioner yang dibagikan pada para siswa. Berdasarkan hasil evaluasi kuesioner dapat diketahui bahwa, program tergolong berhasil. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil kuesioner bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa mengenai bahaya formalin dan cara deteksi secara sederhana.   Kata Kunci: Formaldehyde, deteksi sederhana, siswa SMP negeri 1 Ngunut  ABSTRACT          Formaldehyde which is known as formalin is a chemical used in the industrial process. However, its function is often misused as an additive to preserve food. Food that contained formalin is widely circulating in the market. Formalin is known to have negative effects when consumed. Based on the condition, it is necessary to conduct an early education and demonstrate a simple detection of formaldehyde contained food. Early education was targeted to SMP Negeri 1 Ngunut students, as the nation’s next generation to know the negative effects of formalin usages in food. So, it can improve the quality of health of students now and in the future. The education program was conducted by distributed demonstration videos of formaldehyde testing on food samples with potassium permanganate and used natural products from Ruella flower extract. The program was done online because schools were conducted online and there were restrictions on group gatherings during the pandemic. Program evaluation success was assessed using a questionnaire distributed to the students. Based on the result of the questionnaire evaluation, it can be seen that the program is categorized as successful. There was an increase in students' understanding of formaldehyde dangers and simple detection methods to detect formaldehyde contains in food. Keywords: Formaldehyde, simple detection methods, SMP negeri 1 Ngunut students
Sosialisasi SOP dan Tools Pemantauan MTBS Usia Kurang dari 2 Bulan Terhadap Peningkatan Pelayanan Kunjungan Neonatal (KN) Oleh Bidan Desa Di Wilayah Puskesmas Kota Langsa Magfirah Magfirah; Nora Veri; Cut Mutiah; Emilda Alamsyahbudin; Idwar Idwar
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3848

Abstract

ABSTRAK Berbagai upaya telah dilakukan untuk dapat melaksanakan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di pelayanan kesehatan. Salah satunya melalui pelatihan yang dilaksanakan diberbagai daerah. Pada umumnya pelatihan dapat meningkatkan kinerja tenaga kesehatan, namun sangat membutuhkan pengawasan yang efektif. Berbagai model pengawasan MTBS telah dicoba secara global, tetapi masih belum jelas model pengawasan yang mana lebih cocok untuk pelaksanaan MTBS. Bidan desa di wilayah kerja puskesmas kota Langsa sudah pernah mendapatkan pelatihan tentang MTBS, dengan demikian sangat dibutuhkan evaluasi penerapan Standar Opeasional Prosedur (SOP) dan Tools pemantauan MTBS tersebut terhadap peningkatan pelayanan kunjungan neonatal (KN). Tujuan Kegiatan adalah menilai pengetahuan dan pelaksanaan MTBS pada bayi muda kurang dari 2 bulan sesuai SOP serta penerapan Tools Pemantauan MTBS terhadap peningkatan pelayanan kunjungan neonatal (KN). Metode atau bentuk kegiatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dan demonstrasi pengisian formulir MTBS sesuai SOP, penggunaan Tools pemantauan oleh bidan koordinator. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat yang didapatkan, bidan desa memiliki pengetahuan baik yaitu (89,9%) pelaksanaan penerapan MTBS udah sesuai SOP sebanyak 82%.Tools pemantauan sudah sesuai dengan SOP yaitu (80%) Kata Kunci: SOP, Tools pemantauan MTBS, Bidan Desa.  ABSTRACT Various efforts have been made to be able to implement Integrated Management of Sick Toddlers (IMCI) in health services. One of them is through training which is carried out in various regions. In general, training can improve the performance of health workers, but it really needs effective supervision. Various models of IMCI supervision have been tried globally, but it is unclear which one is more suitable for implementing IMCI. Village midwives in the work area of the Langsa city health center have received training on IMCI, so an evaluation of the implementation of Standard Operating Procedures (SOP) and IMCI monitoring tools is needed to improve neonatal visit services (KN). The objective of the activity is to assess the knowledge and implementation of IMCI in young infants less than 2 months old according to the SOP and the application of the IMCI Monitoring Tools to improve neonatal visit services (KN). The method or form of activity used in this community service is the socialization and demonstration of filling out the IMCI form according to the SOP, the use of monitoring tools by the coordinating midwife. Based on the results of community service obtained, village midwives have good knowledge, namely (89.9%) that the implementation of the implementation of IMCI is in accordance with the SOP as much as 82%. Monitoring tools are in accordance with the SOP, namely (80%) Keywords: SOP, MTBS monitoring tools, Village Midwives.
Upaya Pencegahan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Penyuluhan Dan Pemberian Tablet Zat Besi Di Desa Mandalasari Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung Naili Rahmawati; Ela Silmy Nurmala; Cahyani Berliani; Eva Nurlela Aprilia
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3629

Abstract

ABSTRAK Anemia adalah masalah yang banyak terjadi pada ibu hamil. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa terdapat 52% ibu hamil yang mengalami anemia di negara berkembang. Di Indonesia (Susenas dan Survey Depkes-Unicef) dilaporkan bahwa dari sekitar 4 juta ibu hamil, separuhnya mengalami anemia gizi dan satu juta lainya mengalami kekurangan energi kronis. Tujuan setelah kegiatan penyuluhan dan pemberian tablet zat besi, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa kegiatan penyuluhan dan pemberian tablet zat besi. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang tablet zat besi dan tablet zat besi sudah diberikan kepada ibu hamil di Desa Mandalasari Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung. Kata Kunci : Anemia, Ibu Hamil, Penyuluhan, Pemberian, Tablet Zat Besi.  ABSTRACT Anemia is a problem that occurs in many pregnant women. World Health Organization (WHO) reported that there are 52% of pregnant woman who experience anemia in developing countries. In Indonesia (Susenas and Depkes-Unicef Survey) it is reported that of about 4 million pregnant women, half have nutritional anemia and one million suffer from chronic energy deficiency. The aim after extension activities and giving of iron tablet expexted to be able to increase knowledge and increase in hemoglobin (hb) levels in pregnant women. The activities carried out in the form extension activities and and giving of iron tablet. There is an increase in knowledge and iron tablet has given to pregnant women the Mandalasari veleage Cikancung Sub District Bandung District. Keywords: Anemia, Pregnant Woman, experience, Given, Iron tablet.
Sosialisasi Cara Penyelamatan Diri Dari Bencana Banjir Pada Kelompok Warga Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu Pawiliyah Pawiliyah; Fernalia Fernalia; Neni Triana; Rafidaini Sazarni; Devi Listiana; Faizal Alhabib; Vice Elese; Saleh Saleh; Dedi Haryanto
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.4423

Abstract

ABSTRAKBanjir merupakan peristiwa terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat dan terjadi karena curah hujan turun terus menerus dan mengakibatkan meluapnya air sungai, danau, laut atau drainase karena jumlah air yang melebihi daya tampung media penopang air dari curah hujan  (BNPB (2019), BNPB (2017). Angka kejadian banjir bandang Bengkulu menuruti peringkat ke 7 secara nasional dengan 28 kali kejadian banjir bandang dan 231 kejadian banjir (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2018), sedangkan kejadian banjir dan tanah longsor di provinsi Bengkulu telah melanda 9 kabupaten dan kota dengan dampak akibat banjir terdapat 30 jiwa meninggal, 6 jiwa hilang, 4 jiwa luka-luka, 12.000 mengungsi dan 13.000 terdampak akibat banjir (BNPB Provinsi Bengkulu, 2019). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara penyelamatan diri dari bencana banjir pada kelompok warga di kelurahan Bentiring kota Bengkulu agar dapat menghindari dan mengurangi angka kesakitan dan kematian saat bencana banjir datang. Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi secara virtual dengan memberikan informasi tentang cara penyelamatan diri dari bencana banjir pada kelompok warga di kelurahan Bentiring kota Bengkulu. Terdapat perubahan pengetahuan tentang cara penyelamatan diri dari bencana banjir dengan demikian sosialisasi cara penyelamatan diri dari bencana banjir pada kelompok warga di kelurahan Bentiring kota Bengkulu sangat efektif untuk peningkatan pengetahuan kelompok masyarakat tentang cara menyelamatkan diri dalam upaya menghindari dan mengurangi dampak bencana berupak kesakitan dan kematian. Diharapkan dengan melakukan sosialisasi masyarakat semakin mampu dan sadar dalam menghindari risiko terhadap bencana banjir. Kata Kunci: sosialisasi, penyelamatan diri, banjir.  ABSTRACTFlood is an event of submerging an area or land due to increased water volume and occurs due to continuous rainfall and results in overflowing of rivers, lakes, seas or drainage due to the amount of water that exceeds the capacity of the water supporting media from rainfall (BNPB (2019) , BNPB (2017). The incidence of flash floods in Bengkulu ranks 7th nationally with 28 flash floods and 231 flood events (Indonesian Central Statistics Agency, 2018), while floods and landslides in Bengkulu province have hit 9 districts and cities with the impact of flooding. 30 people died, 6 people were missing, 4 people were injured, 12,000 were displaced and 13,000 were affected by the flood (BNPB Bengkulu Province, 2019). The purpose of this community service is to provide understanding and increase public knowledge about how to save themselves from flood disasters to groups of residents in the Bentiring village of Bengkulu city in order to avoid and reduce morbidity and mortality when a flood disaster comes. The activity carried out was in the form of virtual socialization by providing information about how to save themselves from flood disasters to groups of residents in Bentiring village, Bengkulu city. There is a change in knowledge about how to save themselves from flood disasters, thus the socialization of how to save themselves from flood disasters to community groups in the Bentiring village of Bengkulu City is very effective in increasing the knowledge of community groups about how to save themselves in an effort to avoid and reduce the impact of disasters in the form of illness and death. It is hoped that by conducting socialization, the community will be more able and aware in avoiding the risk of floods. Keywords: socialization, rescue, flood.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Online Di Masa Pandemi Covid-19 Dan Tetap Menjaga Silaturahmi Ivanna Beru Brahmana; Yunita Furi Aristyasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3597

Abstract

                     ABSTRAK Pandemi Covid-19 merupakan bencana yang terjadi tiba-tiba. Protokol stay at home dan social distancing diterapkan untuk mencegah penularan Covid-19. Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), kelembagaan sosial remaja putri, rutin pertemuan tiap satu-tiga bulan sekali. Bulan Romadhon yang biasanya diisi berbagai kegiatan berjamaah menjadi sulit dilakukan di masa pandemi ini. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan aplikasi whatsapp sebagai penghubung silaturahmi dan pertemuan rutin sekaligus mensosialisasikan pentingnya kesehatan reproduksi bagi remaja. Whatsapp (wa) sebagai media sosial akrab digunakan oleh remaja. Tujuan memanfaatkan wa sebagai sarana menimba ilmu dan silaturahmi di masa pandemi. Urutan metode pelaksanaan meliputi pengisian daftar hadir dengan google form, dilanjutkan pretest. Kemudian dilanjutkan dengan ceramah beserta tanya jawab yang dipandu moderator melalui chat dan voice note whatsapp. Tahap akhir diisi dengan post-test oleh peserta. Ceramah kesehatan reproduksi dengan powerpoint wa dan penjelasan materi dengan voice note, diakhiri posttest. Tercatat 35 peserta mengisi lengkap google form dan 4 orang tidak lengkap. Total 39 peserta merupakan 90,7% (39/43) dari anggota NA. Pretest diikuti 48,72% (19/39), posttest 53,85% (21/39) peserta, 80% peserta mengusulkan pertemuan online via wa tiap bulan, dan 20% pertemuan cukup dua bulan sekali. Seluruh peserta merasa wa bisa sebagai solusi tetap terjalinnya silaturahmi dan wahana edukasi yang berkesinambungan di masa bencana pandemi ini. Protokol kesehatan pun tetap bisa dijalankan. Simpulan yang dapat diambil adalah edukasi kesehatan dan silaturahmi tetap bisa dijalankan di masa bencana pandemi ini, dengan memanfaatkan wa. Kata Kunci : Covid-19, edukasi, silaturahmi, whatsapp                     ABSTRACT The Covid-19 pandemic has led to the emergence of several new regulations in society that aim to prevent the transmission of the virus. These regulations, namely the stay at the home and social distancing. These regulations change several activities in society. One of the regular meetings for young women named Nasyiatul 'Aisyiyah has an agenda of meeting once every three months. Meanwhile, the month of Ramadan is usually filled with various congregational activities so that it is difficult to carry out during the pandemic. The implementation of this community service uses WhatsApp as a liaison for friendship and regular meetings as well as socializing the importance of reproductive health for adolescents. The sequence of methods includes filling in the attendance list with google form, followed by pretest. Then proceed with a lecture along with discussion guided by the moderator through chat and voice notes. The final stage is filled with post-tests by the participants. Register attendance by filling in the google form and pre-test. The reproductive health lecture by sharing material through PowerPoint and explanation of the material with voice notes then ended with a post-test. It was recorded that 35 participants filled out the complete google form and 4 people were incomplete. Participants who took part in the activity were 39 (90.7%) (39/43) of NA members. The pre-test was followed by 48.72% (19/39), post-test 53.85% (21/39) of participants, 80% of participants suggested online meetings via WhatsApp every month, and 20% of meetings were sufficient every two months. This study concludes that health education and friendship can be carried out during a pandemic by (WhatsApp). Keywords: Covid-19, education, familiarization, WhatsApp
Edukasi Strategi Koping Sebagai Upaya Dalam Menurunkan Tingkat Stres Pada Siswa Smkn 4 Garut Selama Pandemi Covid-19 Theresia Eriyani; Iwan Shalahuddin; Indra Maulana
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3838

Abstract

ABSTRAK Menanggapi bahayanya virus Covid-19, pemerintah Indonesia mengeluarkan beberapan peraturan mengenai protokol kesehatan, salah satunya ialah protokol mennjaga jarak atau social distancing yang kemudian ditindaklanjuti dengan kebijakan PSBB yang justru menyebabkan terganggunya kesehatan mental, terutama pada remaja sekolah yang diisukan mengalami stress dengan adanya sistem PJJ. Pada penkes ini kami memberikan edukasi pada siswa/i SMKN 4 Garut mengenai pengelolaan stres dengan strategi koping. Ruang lingkup dalam kegiatan Penkes ini ialah siswa dan siswi SMKN 4 Garut. Tujuan: Kegiatan penkes ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi SMKN 4 Garut dalam melakukan pengelolaan stress dengan strategi koping selama masa pandemi covid-19. Metode: Kegiatan penkes ini mengintegrasikan konsep teori HBM. Penkes ini menggunakan metode lecture atau ceramah dengan menggunakan media powerpoint yang dilaksanakan secara daring menggunakan platform Zoom Meeting. Hasil yang ditemukan dari kegiatan penkes ini ialah persentase pengetahuan peserta mengenai stress dan strategi koping meningkat setelah diberikan materi yang dapat dilihat dari hasil post test sebagian besar peserta penkes. Simpulan yang dapat diambil dari kegiatan penkes ini ialah, terdapat peningkatan pengetahuan pada siswa dan siswi SMKN 4 Garut mengenai stress dan pengelolaan stress dengan strategi koping, setelah peserta diberikan pretest sebelum pemberian materi dan diberikan post test setelah pemberian materi. Kata Kunci: Health Belief Model, Pandemi Covid-19, Strategi koping, Stres  ABSTRACT Responding to the dangers of the Covid-19 virus, the Indonesian government issued several regulations regarding health protocols, one of which is the social distancing protocol which is then followed up with the PSBB policy which actually causes mental health disruption, especially for school teenagers who are rumored to be experiencing stress with the PJJ system. . At this health center we provide education to students of SMKN 4 Garut about stress management with coping strategies. The scope of this Penkes activity is students and students of SMKN 4 Garut. Purpose: This Health Center activity aims to increase the knowledge of students and students of SMKN 4 Garut in managing stress with coping strategies during the Covid-19 pandemic. Methods: This health center activity integrates the HBM theory concept. This Health Center uses the lecture method or lectures using powerpoint media which are held online using the Zoom Meeting platform. The results found from this Health Center activity were that the percentage of participants' knowledge about stress and coping strategies increased after being given the material which can be seen from the post test results of most of the Health Center participants. The conclusions that can be taken from this Health Center activity are, there is an increase in knowledge of students of SMKN 4 Garut about stress and stress management with coping strategies, after participants are given a pretest before giving material and given a post test after giving the material. Keywords: Health Belief Model, Covid-19 Pandemic, Coping Strategy, Stress
Penguatan Kompetensi Supervisi Akademik Bagi Kepala Sekolah Dasar Di Kota Bandar Lampung Hasan Hariri; Dedy Hermanto Karwan
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.4361

Abstract

ABSTRAK Kegiatan penguatan kompetensi supervisi akademik bagi kepala sekolah dasar bertujuan untuk: 1) Meningkatkan pemahaman peran kepala sekolah sebagai supervisor dan pentingnya supervisi akademik dalam meningkatkan professional guru yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah, 2) Meningkatkan sikap positif kepala sekolah dalam mengembangkan kemampuan dan usaha-usaha memperbaiki pelaksanaan supervisi akademik di sekolah, 3) Meningkatkan kemampuan atau keterampilan kepala sekolah dalam menerapkan  kegiatan ini adalah kepala sekolah memiliki sikap positif untuk mengembangkan kemampuan dan usaha memperbaiki pelaksanaan supervisi akademik di sekolah. Kegiatan dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini: 1) Ekspositori: instruktur ceramah atau presentasi dengan menggunakan media visual, 2) Tanya jawab: dalam ceramah atau presentasi yang disampaikan oleh instruktur kepada peserta disertai tanya jawab antara peserta dan instruktur, 3) Pemberian tugas: instruktur memberikan tugas kepada peserta untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan materi yang telah diberikan. Pemberian tugas dilakukan secara individu dan kelompok, 4) Diskusi kelompok: kegiatan yang dilakukan secara kelompok dalam rangka menyelesaikan tugas yang diberikan oleh instruktur yang hasilnya dipresentasikan dihadapan kelompok lain, 5) Latihan: kegiatan praktik pembuatan rencana kegiatan pengawasan akademik. Sasaran dalam kegiatan ini adalah kepala sekolah dasar yang masa jabatannya kurang dari lima tahun. Hasil kegiatan: 1. Meningkatkan pengetahuan peserta tentang pentingnya pengembangan guru, peran dan tanggungjawab kepala sekolah, konsep dasar sipervisi akademik, dan pendekatan, prinsip dan teknik supervisi akademik, 2. Materi kegiatan merupakan hal yang dibutuhkan dan bermanfaat bagi peserta atau kepala sekolah untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan supervisi akademik di sekolah, 3. Menumbuhkan dan meningkatkan sikap positif  kepala sekolah terhadap pelaksanaan supervisi akademik dalam mengembangkan profesional guru, dan 4. Meningkatkan keterampilan kepala sekolah dalam membuat perencanaan pengawasan akademik dan menggunakan lembar pengamatan untuk menilai guru mengajar. Kata kunci: penguatan, supervisi akademik, kepala sekolah   ABSTRACT Activities to strengthen academic supervision competencies for primary school principals aimed to: 1) Increase understanding of the role of school principals as supervisors and the importance of academic supervision in improving teacher professionalism which had an impact on improving the quality of education in schools, 2) Increasing the positive attitude of school principals in developing abilities and efforts to improve the implementation of academic supervision in schools, 3) Increasing the ability or skills of school principals in implementing this activity is that the principal had a positive attitude to develop abilities and efforts to improve the implementation of academic supervision in schools. The activity was carried out in the Hall of the Education and Culture Office of the City of Bandar Lampung. The methods used in this activity were: 1) Expository: instructors gave lectures or presentations using visual media, 2) Question and answer: lectures or presentations were delivered by the instructor to participants accompanied by questions and answers between participants and instructors, 3) Assignment: the instructor gave tasks for participants to carry out activities in accordance with the material that had been given. Assignments were carried out individually and in groups, 4) Group discussion: activities carried out in groups in order to complete the tasks given by the instructor whose results were presented in front of other groups, 5) Exercise: practical activities were done by making plans for academic supervision activities. The targets of this activity were primary school principals whose tenure was less than five years. Results of the activity were: 1. Increasing participants' knowledge about the importance of teacher development, the roles and responsibilities of school principals, basic concepts of academic supervision, and approaches, principles and techniques of academic supervision, 2. Activity materials were things that were needed and useful for participants or school principals to plan and carry out academic supervision activities in schools, 3. Cultivating and increasing the principal's positive attitude towards the implementation of academic supervision in developing teacher professionalism, and 4. Improving the skills of principals in making academic supervision plans and using observation sheets to assess teaching teachers. Keywords: strengthening, academic supervision, principal
PKM: Teknik Relaksasi Dalam Kegiatan Terapi Aktifitas Kelompok Bagi Penderita Nafza Serta Konseling Spiritual Di Pusat Rehabilitasi Rindung Pematangsiantar Sumatera Utara Pipin Sumantrie; Martalina Limbong
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3662

Abstract

ABSTRAK Narkoba merupakan salah satu musuh yang harus di tanggulangi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, dampak narkoba sangat merugikan bagi generasi muda Indonesia, pengedaran narkoba sudah sangat mengurita mulai dari kota-kota besar sampai ke pedesaan, pusat-pusat rehabilitasi telah banyak didirikan untuk membantu para korban narkoba yang hendak keluar dari kebiasaan menggunakan narkoba, salah satu bentuk pendekatan yang dilakukan untuk melepaskan belenggu keterikatan para korban terhadap  narkoba ialah melalui pendekatan Therapi Komplementer dan Spiritual. Tujuan pegabdian masyarakat ini membantu memberikan pelatihan Teknik relaksasi outogenik yang akan diajarkan kepada para regimen yang sedang melakukan rehabilitasi, serta memaksimalkan pendekatan spiritual melalui cara konseling kerohanian serta di doakan. Metode yang dilakukan adalah pendampingan relaksasi dalam Terapi Aktifitas Kelompok di bidang relaksasi serta bimbingan kerohaniaan. Kesimpulan yang didapatkan, dalam kegiatan Relaksasi Authogenik dan konseling spiritual ini sangat membantu para pengguna narkoba dalam memenangkan pikiran serta mengurangi kecendrungan menggunakan narkoba. Keyword: Relaksasi Autogenik,  Narkoba, Spiritual  ABSTRACT Drugs are one of the enemies that must be overcome by all levels of Indonesian society, the impact of drugs is very detrimental to Indonesia's young generation, drug circulation has been very prevalent from big cities to rural areas, many rehabilitation centers have been established to help drugs victims that want to get out of the habit of using drugs, one form of the approach taken to release the shackles of the victims' addiction to drugs is through the complementary and spiritual therapy approach. The aim of this community service is to help provide training in autogenic relaxation techniques that will be taught to regimens who are doing rehabilitation, as well as maximizing the spiritual approach through spiritual counseling and prayer. The method used is relaxation assistance in group activity therapy in the field of relaxation and spiritual guidance. The conclusion is that through the activity of Autogenic relaxation and Spiritual counseling, it is very helpful for drug users to be strong in their commitment to stop using drugs and reduce their tendency to use drugs. Keyword: Relaksasi Autogenik, Drugs, Spiritual

Page 3 of 4 | Total Record : 36


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue