cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pemberian Terapi Tertawa Terhadap Klien Hipertensi Untuk Menurunkan Hipertensi Di Desa Blambangan Umpu Kabupaten Waykanan Lampung Wahid Tri Wahyudi; Yessi Aprianti; Dessy Hermawan
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.2856

Abstract

ABSTRAK Penyakit degeneratif merupakan penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kegemukan dan lainnya. Salah satu penyakit degeneratif di antaranya hipertensi. Hipertensi adalah suatu penyakit darah tinggi merupakan suatu keadaan peredaran darah meningkat secara terus menerus dimana tekanan sistolik  lebih dari 140 mmHg, tekanan diastolik 90 mmHg. selain itu penyebab tekanan darah meningkat terjadi karena faktor usia, jenis kelamin, merokok, stress, kurang olahraga, genetic, alcohohol, konsentrasi garam dan obesitas.  Pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu terapi tertawa. Terapi tertawa adalah salah satu terapi untuk mencapai kegembiraan, kesenangan, kebahagiaan, didalam hati yang dikeluarkan melalui mulut dalam bentuk suara tawa, senyuman yang menghiasi wajah, suara hati yang lepas dan bergembira, peredaran darah yang lancar sehingga bisa mencegah penyakit. Adapaun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan SOP pemberian terapi tertawa. Terdapat penurunan Hipertensi setelah dilakukan terapi tertawa pada penderita Hipertensi di Desa Blambangan Umpu. Dengan demikian pemberian terapi tertawa sangat efektif dalam menurunkan Hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Non Farmakologis, Terapi Tertawa  ABSTRACT Degenerative diseases are non-communicable diseases, which lasted chronic such as heart disease, hypertension, diabetes, obesity, and others. One of the degenerative diseases such as hypertension. Hypertension is a disease of high blood pressure is a state of increased blood circulation in which the systolic pressure is more than 140 mmHg, systolic pressure is 90 mmHg. besides that, the cause of increased blood pressure occurs due to factors of age, sex, smoking, stress, lack of exercise, genetic, alcohol, salt concentration, and obesity. Non-pharmacological treatment for hypertension is laughter therapy. Laughter therapy is a therapy to achieve joy, pleasure, happiness, in the heart that is issued through the mouth in the form of laughter, smiles that decorate the face, loose and happy conscience, and blood circulation that can be adapted to disease. As for the activities carried out in the form of counseling using leaflets and SOP providing laughter therapy. There was a decrease in hypertension after laughing was carried out in patients with hypertension in Blambangan Umpu village. The administration of laughter therapy is very effective in reducing hypertension Keywords: Hypertension, Non-Farmacology, Laughter Therapy
PENYULUHAN DAN SIMULASI MANAGEMENT DISASTER DI MADRASAH ALIYAH NEGERI MODEL 01 KOTA BENGKULU Fernalia Fernalia; Pawiliyah Pawiliyah; Vice Elesse; Neni Triana; Ade Herman Surya Direja; Loren Juksen; Devi Listiana; Ida Rahmawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2623

Abstract

ABSTRAKBencana merupakan suatu kejadian yang tidak diinginkan dan biasanya terjadi secara mendadak serta menimbulkan korban jiwa (Menteri Kesehatan RI, 2006). Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia, seringkali dan tidak terduga, yaitu di antaranya gempa bumi, tsunami, tanah longsor, letusan gunung berapi, banjir, dan kekeringan (CFE-DM, 2018). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pada 2017 terjadi 2.862 kejadian bencana alam, diantaranya banjir (34,2%), puting beliung (31%), tanah longsor (29,6%), kebakaran hutan dan lahan (3,4%), gempa bumi (0,7%), kekeringan (0,6%), gelombang pasang/abrasi (0,4%), dan letusan gunung api (0,1%) (BNPB, 2018), dan wilayah yang termasuk rawan bencana adalah provinsi bengkulu. Provinsi bengkulu termasuk provinsi ke 4 dalam indeks risiko tinggi bencana (Restra BPBR, 2016). Dan dari 80% kota yang berada di Bengkulu berisiko tinggi terhadap bencana. Secara geografis Bengkulu berada di jalur patahan sesar Mentai sehingga menyebabkan provinsi Bengkulu rentan bencana gempa dan tsunami. Hal ini yang paling memungkinkan Provinsi Bengkulu mengalami damapak buruk terhadap bencana bila keadaan ini tidak diantisipasi dengan seksama oleh semua unsur pemerintah dan masyarakat.  Tujuan penyuluhan dan simulasi yang dilakukan, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesigapan siswa MAN Model 01 tentang disaster management. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dan simulasi  menggunakan leaflet, alat peraga dan simulasi. Terdapat peningkatan pengetahuan  pada siswa MAN Model 01 terhadap disaster management serta dan keterampilan dan kesigapan menghadapi bencana. Dengan demikian, pemberian penyuluhan dan simulasi pada siswa tentang disaster management sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana. Kata Kunci:  Penyuluhan, Simulasi, Disaster Management  ABSTRACT Disasters are undesirable events that usually occur suddenly and cause fatalities (Indonesian Minister of Health, 2006). Indonesia is one of the most disaster-prone countries in the world, often and unexpectedly, including earthquakes, tsunamis, landslides, volcanic eruptions, floods and drought (CFE-DM, 2018). The National Disaster Management Agency (BNPB) noted that in 2011 2,862 natural disasters occurred, including floods (34.2%), tornados (31%), landslides (29.6%), forest and land fires (3.4%) , earthquake (0.7%), drought (0.6%), tidal / abrasion (0.4%), and volcanic eruptions (0.1%) (BNPB, 2018), and areas that are vulnerable disaster is the province of bengkulu. Bengkulu Province is included as the 4th province in the high risk index for disaster (Restra BPBR, 2016). And 80% of cities in Bengkulu are at high risk of disaster. Geographically Bengkulu is on the Mentai fault fault line making Bengkulu province vulnerable to earthquake and tsunami disasters. This is the most possible for the Bengkulu Province to experience a negative impact on disaster if this situation is not anticipated carefully by all elements of government and society. The purpose of counseling and simulations conducted, is expected to increase the knowledge and alertness of MAN Model 01 students about disaster management. The activities carried out in the form of counseling and simulation using leaflets, props and simulations. There is an increase in knowledge in MAN Model 01 students towards disaster management and the skills and readiness to deal with disasters. Thus, providing counseling and simulations to students about disaster management is very effective Keyword: Counseling, Simulation, Disaster  Management
Upaya Menurunkan Keluhan Masa Menopause Melalui Pemanfaatan Seduhan Biji Adas Nora Veri; Cut Mutiah; Magfirah Magfirah; Emilda Alamsyah; Fazdria Fazdria
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.3775

Abstract

ABSTRAK Kesehatan sebagai salah satu wujud upaya pembangunan kesehatan nasional yang diarahkan guna tercapainya derajat kesehatan optimal. Dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk. Salah satunya meningkatkan derajat kesehatan wanita menopause. Menopause dapat menyebabkan masalah fisik maupun psikis. Secara psikis atau yang lebih dikenal sindrom menopause. Sindrom menopause dapat dikurangi dengan tanahan fitoestrogen, salah satunya adalah adas. Tujuan kegiatan pengabdian dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan wanita menopause dalam menurunkan keluhan melalui pemanfaatan seduhan adas. Metode pelaksanaan adalah dengan mengukur derajat keluhan melalui kuesioner Menopausal Rating Scale (MRS) dan dilanjutkan dengan edukasi tentang pemanfaatan seduhan adas yang dilakukan pada 60 orang wanita menopause. Hasil kegiatan diperoleh bahwa mayoritas wanita menopause mengalami keluhan derajat ringan 27 orang (45%), keluhan sedang 26 orang (43,33%), keluhan tidak ada/sedikit 7 orang (11,67%). Pengetahuan tentang menopause dan pemanfaatan ada meningkat dari sbeleum diberi edukasi dengan rata 5,2 dan setelah diberi edukasi menjadi 7,3.Kata Kunci : Menopausal Rating Scale, Adas, MenopauseABSTRACTHealth as a form of national health development efforts aimed at achieving an optimal health degree. With awareness, willingness and ability to live healthily for every resident. One of them is to increase the health status of menopausal women. Menopause can cause physical and psychological problems. Psychologically or better known as menopause syndrome. Menopausal syndrome can be reduced by plant containing of phytoestrogen, one of which is fennel. The purpose of this service activity is to increase the knowledge of menopausal women in reducing complaints through the use of fennel steeping. The method of implementation is to measure the degree of complaint through the Menopausal Rating Scale (MRS) questionnaire and followed by education on the use of fennel steeping which was carried out on 60 menopausal women. The results showed that the majority of menopausal women experienced mild complaints of 27 people (45%), 26 people had moderate complaints (43.33%), 7 people had no / little complaints (11.67%). Knowledge about menopause and utilization has increased from prior to being given education by an average of 5.2 and after being given education to 7.3. Keywords: Menopausal Rating Scale, Fennel, Menopausal
PELATIHAN KADER POSYANDU DI SUKU ANAK DALAM LUBUK KAYU ARO KAB. MUARO JAMBI Susi Widiawati; Lili Andriani; Yuliawati Yuliawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i2.2067

Abstract

ABSTRAKSuku Anak Dalam (SAD) merupakan masyarakat yang tinggal jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang rutin maka perlu dibentuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).  Posyandu merupakan wadah utama bagi SAD untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh kader kesehatan yang sudah mendapatkan pelatihan atau materi sebelumnya. Tujuan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) untuk meningkatkan kualitas kesehatan SAD dan menghasilkan kader kesehatan yang mampu melaksanakan kegiatan posyandu. Metode yang dilakukan adalah: seleksi kader untuk dilatih dengan pembelajaran yang diberikan adalah learning by doing,  belajar atas pengalaman (learning by experience) dan melibatkan peran serta aktif peserta (active learner participatory). Setelah itu, dilakukan pengayaan pengalaman praktik kerja lapangan di Posyandu untuk membiasakan peserta melaksanakan tugasnya, selama  enam belas kali pertemuan. Hasil PKM sebagai berikut: 10 orang kader yag dilatih, memahami materi yang diberikan, dapat melaksanakan simulasi praktik posyandu 5 (lima) meja, dapat melaksanakan cek kesehatan didampinggi oleh tim kesehatan serta dapat memahami penggunaan obat bebas terbatas. Diharapan peran aktif kader posyandu dalam memberikan pelayan kesehatan pada SAD dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan pukesmas induk saat pelaksanaan posyandu. diharapakn kader-kader yang terdidik dan terlatih mampu menyelesaikan permasalahana kesehatan pada SAD. Kata Kunci: Kader Posyandu,  Kesehatan SAD ABSTRACTSuku Anak Dalam (SAD) is a community that lives far from the reach of health services, to get routine health services it is necessary to establish an Integrated Service Post (Posyandu). Posyandu is the main place for SAD to get health services carried out by health cadres who have received training or previous material. The purpose of the Community Partnership Program (PKM) is to improve the quality of SAD health and produce health cadres capable of carrying out posyandu activities. The method used is: selection of cadres to be trained with the learning given is learning by doing, learning from experience (learning by experience) and involving the active participation of participants (active learner participatory). After that, an enrichment of practical work experience in Posyandu was carried out to familiarize participants with their duties, for sixteen meetings. The PKM results are as follows: 10 cadres trained, understand the material provided, can carry out a 5 (five) table posyandu practice simulation, can carry out a health check up by the health team and can understand the use of limited free drugs. It is hoped that the active role of posyandu cadres in providing health services to SAD and coordinating with the main health center health workers during the implementation of posyandu. It is hoped that educated and trained cadres are able to solve health problems in SAD. Keywords: Posyandu cadre, SAD health
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Asuhan Keperawatan Rsud Soreang Asti Widayanti; Irna Yuniar
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.2928

Abstract

 ABSTRAKRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang adalah Rumah Sakit Pemerintah di wilayah Kabupaten Bandung. Saat ini setiap tindakan dicatat oleh petugas paramedis. Setiap tindakan didasarkan pada SDKI (standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SIKI (standar intervensi Keperawatan Indonesia) dan SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia). Petugas paramedis yang menangani pasien pada satu hari terdiri dari beberapa orang yang berbeda. Rencana tindakan terdiri dari konseling, pendidikan kesehatan, perawatan mandiri dan aktivitas hidup, terapi modalitas keperawatan, perawatan berkelanjutan, dan tindakan kolaborasi. Beberapa tindakan biasanya dilakukan berulang dan memiliki tarif untuk jasa pelaksana berbeda, yang dapat dijadikan insentif atas jasa tindakan yang dilakukan.  Tujuan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk menyediakan aplikasi dan pelatihan penggunaan aplikasi asuhan keperawatan dimana membantu membuat diagnosa keperawatan guna merencanakan asuhan keperawatan dan mencatat implementasi tindakan keperawatan berdasarkan SDKI, SIKI dan SLKI.  Metode pengabdian masyarakat dengan Teknik sosialisasi dan pelatihan serta implementasi aplikasi asuhan keperawatan. Hasil dari pengabdian masyarakat berupa produk aplikasi asuhan keperawatan untuk operasional dan pelatihan aplikasi. Dengan penerapan aplikasi ini diharapkan dapat digunakan untuk membantu efektifitas kinerja yang mereka jalankan sehari-hari. Kata Kunci: Aplikasi, SDKI-SIKI-SLKI, Asuhan Keperawatan  ABSTRACTRumah Sakit Umum Daerah Soreang (RSUD) is one of the Government Hospitals in the Bandung. At present, every nursing care recorded by paramedics. Nursing Intervention taken are based on Indonesian nursing diagnosis standard (SDKI), interventions and evaluation nursing care plans based on SIKI (Indonesian Nursing intervention standards) and SLKI (Indonesian Nursing Output Standards). The paramedics who treat patients on one day consists of several different people. Implementation include counseling or psychotherapy, health education, self-care and daily living activities, nursing modality therapy, continuity care, collaborative actions (somatic therapy and psychopharmacy). Some intervention usually carried out repeatedly and have different tariffs for implementing services, which can be used as incentives for services performed. The purpose of this Pengabdian Masyarakat to provide web based applications system and training in the use of applications nursing diagnoses to plan nursing care and record the implementation of nursing actions based on the SDKI, SIKI and SLKI. The method used on this Pengabdian Masyarakat are socialization techniques and nursing care application training and implementation. The results of this event are nursing care application products for operational and application training. Implementation this application is expected to help the effectiveness of their performances.   Keywords: Applications, SDKI-SIKI-SLKI, Nursing  Care
Implementasi Senam Dysmenorrhoea Pada Remaja Premenstruasi Syndrome Di SMAN 15 Bandar Lampung Sunarsih Sunarsih; Anita Bustami; Siti Fatonah
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4755

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian dismenorrhoea di Indonesia tahun 2011 sebanyak 64,25%, terdiri dari 54,89% mengalami dysmenorrhoea primer dan hanya 20% yang tidak mengalami dismenorrhoea. Remaja putri di SMAN 15 sejumlah 256 Siswa, remaja putri sejumlah 176 orang yang mengeluhkan nyeri haid dari sedang sampai dengan berat. Dismenorrhoea sangat mengganggu aktivitas belajar siswa dan emosi remaja. Permasalahan yang muncul pada remaja adalah ketidaknyamanan dalam melakukan pembelajaran, sehingga angka ketidakhadiran di kelas menjadi lebih banyak. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi nyeri melalui senam dismenorrhoea dan mengupayakan siswa dapat beradaptasi dengan nyeri haid yang dialami. Hasil pengabdian kepada masyarakat sejumlah 150 siswa dan guru telah diberikan informasi tentang fisiologi haid dan permasalahannya serta upaya mengatasinya, termasuk mendapatkan leaflet dan video senam dismenorrhoea. Siswa dan guru antusias mengikuti kegiatan penyuluhan, interaksi aktif berjalan baik narasumber maupun peserta. Hasil penyuluhan diharapkan guru dan siswa yang dilatih senam dapat mengatasi permasalahan dismenorrhoea dan memberikan informasi kepada teman sebaya jika mengalami dismenorrhoea.Kata kunci: Dysmenorrhoea, pre menstruasi, senam  ABSTRACT The incidence of dysmenorrhoea in Indonesia in 2011 was 64.25%, consisting of 54.89% experiencing primary dysmenorrhoea and only 20% experiencing dysmenorrhoea. 256 students and 176 young women complained of moderate to severe menstrual pain. Dysmenorrhoea very disturbs student learning activities and adolescent emotions. The problem that arises in adolescents is the discomfort in learning so that the number of absenteeism in class is higher. The community service that is carried out aims to reduce pain through dysmenorrhoea exercise and strive for students to adapt to menstrual pain experienced. The results of community service, a number of 150 students and teachers, have been given information about the physiology of menstruation and its problems and efforts to overcome them, including obtaining leaflets and videos of dysmenorrhoea exercise. Students and teachers enthusiastically participate in counseling activities, active interaction runs both the resource person and the participants. The results of the counseling are expected that teachers and students who are trained in gymnastics can overcome dysmenorrhoea problems and provide information to peers if they experience dysmenorrhea. Keywords: Dysmenorrhoea, pre-menstruation, exercise
Skrining Kesehatan Tentang Hipertensi, Kolestrol Dan Diabetes Militus Di Desa Cengkong Abang Kabupaten Bangka Rima Berti Anggraini; Rezka Nurvinanda
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.2897

Abstract

Perkembangan kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada dua masalah kesehatan Penyakit Tidak Menular (PTM) yaitu Hipertensi dan Diabetes Militus.  Salah satu penyebab Hipertensi adalah kadar kolesterol yang tinggi. Kadar kolestrol yang tinggi dapat memperburuk kondisi pada pasien hipertensi. Penyakit tidak menular lain yang menjadi permasalahan dunia adalah Diabetes militus. Factor pencetus pada Hipertensi, kolestrol dan diabetes militus, sangat dipengaruhi oleh kebiasaan dan life style individu dan biasanya tanpa disadari dan tanpa keluhan, sehingga pasien kurang patuh dalam  melakukan  pengontrolan dan pemeriksaan kesehatan. tujuan skrining kesehatan ini adalah sebagai upaya peningkatan status kesehatan dan upaya dalam pencegahan penyakit dan bertujuan untuk mencegah komplikasi lanjutan. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan tekanan darah, kolestrol, dan kadar glukosa darah. Hasil kegiatan Dari 87 orang didapatkan hasil pemeriksan tekanann darah yang mengalami hipertensi sebanyak 23 0rang, Diabetes  Militus 16 0rang, dan kolestrol  13 0rang. Dan 35 orang dengan status kesehatan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masih banyaknya warga di desa cengkong abang yang menderita penyakit tidak menular. Kata Kunci : Skrining Kesehatan, Hipertensi, Kolestrol, Diabetes Militus ABSTRACT The development of health in Indonesia is currently faced with two health problems Non-Communicable Diseases (PTM), namely Hypertension and Diabetes Militus. One of the causes of hypertension is high cholesterol levels. High cholesterol levels can worsen the condition in hypertensive patients. Another non-communicable disease that is a global problem is Diabetes militus. The precipitating factors in hypertension, cholesterol and diabetes mellitus are strongly influenced by the habits and life style of individuals and are usually unnoticed and without complaints, so patients are less compliant in controlling and examining health. The purpose of this health screening is as an effort to improve health status and efforts in disease prevention. The method used is to do a physical examination, examination of blood pressure, cholesterol, and blood glucose levels. Results of the activities Of the 87 people obtained the results of blood pressure testing who had hypertension were 23 people, Diabetes Militus 16 people, and cholesterol were 12 people. And 35 people with good health status.Thus it canbe conclude that there are still many residents in the Cengkong abang village who suffer from non communicable diseases. Keyword: Health Screening, Hypertension, Cholesterol, Diabetes Militus
Pemberdayaan Akseptor Dan Kader Mengenal Efek Samping Kontrasepsi Hormonal Di Pustu Tanjung Kabupaten Ende Martina Bedho; Khrispina Owa; Yoseph Woge; Fitria Syafrudin Pua Sawa
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.3804

Abstract

ABSTRAK Peserta KB aktif dan akseptor KB baru di kabupaten Ende 53,2 %, lebih memilih menggunakan alat kontrasepsi hormonal sedangkan pemilihan alat kontrasepsi lain berada dibawah 20%. Alat kontrasepsi suntik yang paling banyak digunakan, berikutnya implant dan pil. Akseptor yang mengalami efek samping kenaikan berat badan dan hipertensi 32 orang (11,03%), dan akseptor terbanyak berada di Puskesmas pembantu Tanjung. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan akseptor dan kader kesehatan mengenal efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal, dimana sasarannya adalah kader dan akseptor. Metode yang digunakan adalah screening,ceramah, diskusi, simulasi dan praktikum oleh khalayak sasaran. Hasil pengabdian masyarakat menunjukan semua akseptor memiliki pengetahuan baik (83,33%) pada pretest sedangkan posttest (100%) namun belum tahu tentang lama penggunaan kontrasepsi hormonal baik secara suntik, implant dan pil. Keterampilan yang dicapai adalah semua kader dan akseptor 28 orang (100%) dapat mengukur tinggi badan, menimbang berat badan, dan mengukur tekanan darah. Diharapkan pengamatan yang intensif dari bidan Pustu Tanjung dan dapat diperdaya oleh kader KB untuk membantu mengawasi efek samping kontrasepsi hormonal. Kunci : Pemberdayaan akseptor dan kader, efek samping kontrasepsi hormonal.                                    ABSTRACT 53.2% of active family planning participants and new family planning acceptors in the Ende district prefer to use hormonal contraceptives while the choice of other contraceptives is below 20%. The most widely used injectable contraceptives are implants and pills. There were 32 acceptors who experienced side effects of weight gain and hypertension (11.03%), and the most acceptors were in the Tanjung auxiliary health center. Research in Kumasi sub-district, Ghana, India, because some acceptors experienced long and heavy menstruation, spotting, no menstruation, and vaginal discharge so they were afraid of modern contraceptive methods (Kimberly Daniels, 2015). The aim of this community service is to empower acceptors and health cadres to recognize the side effects of using hormonal contraceptives, where the targets are cadres and acceptors. The methods used are screening, lectures, discussions, simulations, and practicum by the target audience. The results of community service show that all acceptors have good knowledge (83.33%) at pretest while posttest (100%), but they do not know about the length of time using hormonal contraceptives both by injection, implant, and pill. The skill achieved is that all 28 cadres and acceptors (100%) can measure height, weight body weight, and measure blood pressure. It is hoped that intensive observation from the midwife of Pustu Tanjung and the family planning cadres can help to monitor the side effects of hormonal contraception. Keywords:  Empowerment of acceptors and cadres, side effects of hormonal contraception.
PENYULUHAN TENTANG MANAJEMEN STRES DI DESA CIBEUSI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Iceu Amira Dira Atmadja; Aat Sriati; Hendrawati Hendrawati; Sukma Senjaya
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2465

Abstract

Manusia dikategorikan sehat jiwanya apabila yang bersangkutan merasa sehat, bahagia, bisa menerima diri sendiri seperti apa adanya, bisa menerima orang lain dan situasi kondisi di sekitarnya apa adanya dan juga bersikap optimis, serta senantiasa berupaya untuk hari esok yang lebih baik.Dalam menghadapi keadaan yang dinamis, dalam kehidupan itulah muncul mekanisme defens atau menyikapi suatu kejadian dari tiap manusia. Ada manusia yang memilih menggunakan mekanisme defens positif. Namun ada juga yang menyikapi masalah dengan cara yang negatif. Hal tersebut sangat berbeda antara satu dengan individu lainnya. Sebab, tiap manusia punya karakter dan memiliki berbagai mekanisme defens dan akan membentuk pola yang bersangkutan dalam menghadapi stres yang dialami. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat  tentang  cara mengatasi stres.Metode pelaksanaan PPM ini yaitu dengan Tindakan Preventif mengadakan penyuluhan diawali  menyusun media informasi  leaflet mengenai pengertian stres, tanda dan gejala, dampak stres dan cara mengatasinya, selanjutnya, melakukan penyuluhan kepada warga.  Hasil yang di capai dalam pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang  cara mengatasi stres.Kesimpulannya adalah Kegiatan PPM ini telah dilaksanakan dan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan maka diketahui bahwa  terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang manajemen stres di Desa Cibeusi Kecamatan JatinangorKabupaten Sumedang Kata kunci : masyarakat, manajemen, StresAbstract Humans are categorized as healthy if their souls feel healthy, happy, able to accept themselves as they are, can accept other people and the conditions around them as they are and also be optimistic, and always strive for a better tomorrow.In against of dynamic conditions, in the life, it emerges defens mechanism or responds an event from each human being. There are humans who choose to use positive defense mechanisms. But there are also those who respond with problems in a negative way. Of course, it is very different from one individual to another. Because, every human being has a character and has a variety of defense mechanisms and will form the relevant patterns in responding with stress experienced. The purpose of carrying out community service activities is to increase community knowledge about how to respond the stress.The method of implementing Community Service is preventive action to conduct counseling begins by preparing a media information leaflet about the understanding of stress, signs and symptoms of stress, the impact of stress and how to overcome them, then, conducting counseling to residents. The results achieved in this service are increasing public knowledge about how to respond the stress.The conclusion is Community Service activity has been carried out and based on the results of the evaluation of the implementation of the activity it is known that there is an increase in family knowledge about stress management in Cibeusi Village, Jatinangor District, Sumedang Regency Keywords: community, management, stress
Pemberian Akupresur Untuk Menurunkan Nyeri Dan Kadar Asam Urat Pada Klien Asam Urat Di Poncowarno Kecamatan Kalirejo Lampung Tengah Teguh Pribadi; Ainur Rahma; Rika Yulendasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.2842

Abstract

ABSTRAKPada tahun 2018, prevalensi penyakit sendi di Lampung berada pada urutan ke-12 di Indonesia yaitu sebesar 7,2%. Terapi nonfarmakologi untuk mempercepat proses penyembuhan pada pasien hiperurisemia yaitu terapi herbal, hemeopati, akupuntur, akupresur, terapi nutrisi, refleksologi, terapi garam, dan yoga. Akupresur merupakan salah satu teknik pengobatan tradisional Cina ang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri, mengobati penyakit dan cidera. Tujuan setelah penyuluhan dan demonstrasi, diharapkan pemberian akupresur dapat untuk menurunkan kadar asam urat dan rasa nyeri pada klien Asam urat tinggi. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan demonstrasi akupresur. Terdapat penurunan kadar asam urat dan nyeri pada klien asam urat tinggi setelah pemberian akupresur selama 7 hari di Poncowarno Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah. Dengan demikian, pemberian akupresur pada klien asam urat sangat efektif dalam menurunkan kadar asam urat dan nyeri. Kata Kunci: Nyeri, Akupresur, Asam Urat ABSTRACTIn 2018, the prevalence of joint disease Lampung ranks 12th at Indonesia (7.2%). Nonpharmacological therapy to accelerate the healing process in hyperuricemia's patients that is herbal therapy, hemeopathy, acupuncture, acupressure, nutritional therapy, reflexology, salt therapy, and yoga. Acupressure is one of the traditional Chinese medicine techniques which can be used to reduce pain, treat illnesses and injuries. The purpose after counseling and demonstration, it is expected that the provision of acupressure can reduce uric acid levels and pain in high uric acid's client. The activities carried out in the form of counseling using leaflets and acupressure demonstrations. There was a decrease in uric acid levels and pain in high uric acid's clients after giving acupressure for 7 days at Poncowarno, Kalirejo District, Central Lampung. Thus, giving acupressure to uric acid clients is very effective in reducing uric acid levels and pain. Keywords: Pain, Acupressure, Gout

Page 7 of 238 | Total Record : 2372


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue