cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Edukasi Antihipertensi dalam Upaya Peningkatan Cakupan Pelayanan Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Salembaran Jaya di Desa Salembaran Jaya, Kabupaten Tangerang R.M, Fauziah Dea; Nisrina, Rani; Kirana, Irisha; Santiago, Ivan; Drew, Clemet
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.25339

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease with high prevalence and low control rates, including in the working area of the Salembaran Jaya Community Health Center, Tangerang Regency. Low public knowledge, attitudes, and behaviors related to hypertension control are major problems that contribute to high visit rates and low blood pressure control rates. This study aims to increase the understanding and awareness of hypertensive patients through antihypertensive education as an effort to improve service coverage. This study is a community-based intervention that begins with determining priority issues using the USG method, identifying causes through the Blum Paradigm, determining priority causes using the non-scoring Delphi method, and analyzing root causes using Fishbone diagrams and 5 WHY analysis. Intervention monitoring applied the PDCA (Plan-Do-Check-Action) cycle with evaluation using a systems approach. The health education intervention was evaluated using pre-tests and post-tests. The results showed that 84.21% of participants met the intervention success criteria, indicating a significant increase in knowledge and understanding of hypertension, its dangers, and healthy lifestyles. It was concluded that antihypertensive education is effective in increasing knowledge and awareness and encouraging changes in the attitudes and behaviors of people with hypertension, thereby potentially increasing the coverage of services and control of hypertension in the working area of the Salembaran Jaya Community Health Center. Keywords: Hypertension, Community Diagnosis, Health Education, Health Knowledge.  ABSTRAK  Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan tingkat pengendalian yang masih rendah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Salembaran Jaya, Kabupaten Tangerang. Rendahnya pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait pengendalian hipertensi menjadi permasalahan utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka kunjungan dan rendahnya tekanan darah yang terkontol. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran penderita hipertensi melalui edukasi antihipertensi sebagai upaya peningkatan cakupan pelayanan. Penelitian ini merupakan intervensi berbasis diagnosis komunitas yang diawali dengan penetuan prioritas masalah menggunakan metode USG, identifikasi penyebab melalui Paradigma Blum, penentuan prioritas penyebab dengan metode Delphi non-skoring, dan analisis akar masalah menggunakan diagram Fishbone dan analisis 5 WHY. Monitoring intervensi menerapkan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action) dengan evaluasi yang menerapkan pendekatan sistem. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan bahwa 84,21% peserta memenuhi kriteria keberhasilan intervensi, yang menandakan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan pemahaman tentang hipertensi, bahanya, serta pola hidup sehat. Disimpulkan bahwa edukasi antihipertensi efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta mendorong perubahan sikap dan perilaku penderita hipertensi, sehingga berpotensi meningkatkan cakupan pelayanan dan pengendalian hipertensi di wilayah kerja Puskesams Salembaran Jaya. Kata Kunci: Hipertensi, Diagnosis Komunitas, Penyuluhan Kesehatan, Pengetahuan Kesehatan.
Hubungan Antara Usia, Beban Kerja dan Status Kepegawaian dengan Kejadian Stres Kerja Pada Pegawai di Pengadilan Agama Mataram Primandita, Lalu Arya; Iing, Iing; Imam, Lalu Yogi Prasetio; Hidayati, Sulatun
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24858

Abstract

ABSTRACT Work-related stress is a psychological problem commonly experienced by employees and can affect health and work productivity. Work-related stress is influenced by several factors, including age, workload, and employment status. The Objective is to determine the relationship between age, workload, and employment status with the incidence of work-related stress among employees at the Mataram Religious Court. This study was a quantitative observational study with a cross-sectional design. The sampling technique used was total sampling, involving 75 employees as respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses, including Spearman correlation and Chi-square tests, with a significance level of p 0.05. The results showed that most respondents were aged ≥ 35 years (64%), had civil servant (ASN) employment status (80%), had a high workload (57.3%), and experienced severe work-related stress (57.3%). Bivariate analysis revealed a significant relationship between age and work-related stress (p = 0.007), between workload and work-related stress (p = 0.034), and between employment status and work-related stress (p = 0.033).Conclusion: There is a significant relationship between age, workload, and employment status with the incidence of work-related stress among employees at the Mataram Religious Court. Keywords: Work-Related Stress, Age, Workload, Employment Status.  ABSTRAK Stres kerja merupakan masalah psikologis yang sering dialami oleh pegawai dan dapat berdampak pada kesehatan serta produktivitas kerja. Stres kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya usia, beban kerja, dan status kepegawaian.  Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara usia, beban kerja, dan status kepegawaian dengan kejadian stres kerja pada pegawai di Pengadilan Agama Mataram. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 75 pegawai. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia ≥ 35 tahun (64%), berstatus ASN (80%), memiliki beban kerja tinggi (57,3%), dan mengalami stres kerja berat (57,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan stres kerja (p = 0,007), terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stres kerja (p = 0,034), serta terdapat hubungan yang signifikan antara status kepegawaian dengan stres kerja (p = 0,033). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, beban kerja, dan status kepegawaian dengan kejadian stres kerja pada pegawai di Pengadilan Agama Mataram. Kata Kunci: Stres Kerja, Usia, Beban Kerja, Status Kepegawaian.
Hubungan Paparan Sinar Matahari dan Aktivitas Fisik dengan Pertumbuhan Remaja di SMP Negeri 3 Banjarmasin Nalurita, Vidia Nasya; Mariani, Mariani; Noorhasanah, Evy; Tauhidah, Noor Isna
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24803

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a period of growth characterized by rapid physical development, particularly in height and changes in body composition. Environmental factors such as sunlight exposure and physical activity play an important role in supporting the growth process through vitamin D synthesis and stimulation of growth hormones. Insufficient sunlight exposure and suboptimal physical activity may negatively affect optimal adolescent growth. This study aimed to determine the relationship between sunlight exposure and physical activity with adolescent growth at SMP Negeri 3 Banjarmasin. This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 89 adolescents selected using proportional stratified random sampling. Sunlight exposure was measured using the Sunlight Exposure Questionnaire (SEQ), physical activity was assessed using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), and adolescent growth was evaluated based on height-for-age (HFA) and body mass index-for-age (BMI-for-age) indicators. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the Spearman Rank test. The results showed a significant relationship between sunlight exposure and adolescent height (p = 0.000; r = 0.802), indicating a very strong and positive correlation. Sunlight exposure was also significantly associated with body mass index (p = 0.017; r = 0.252), demonstrating a moderate and positive correlation. In addition, physical activity was significantly related to adolescent height (p = 0.011; r = 0.269) and body mass index (p = 0.018; r = 0.251), both indicating moderate and positive correlations. Sunlight exposure and physical activity have a significant relationship with adolescent growth at SMP Negeri 3 Banjarmasin. Adequate sunlight exposure and optimal physical activity play an important role in supporting height growth and nutritional status among adolescents. Keywords: Sunlight Exposure, Physical Activity, Adolescent Growth.  ABSTRAK Masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang ditandai dengan percepatan pertumbuhan fisik, terutama tinggi badan dan perubahan komposisi tubuh. Faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari dan aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menunjang proses pertumbuhan melalui sintesis vitamin D dan stimulasi hormon pertumbuhan. Kurangnya paparan sinar matahari dan aktivitas fisik yang tidak optimal dapat berdampak pada pertumbuhan remaja yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan sinar matahari dan aktivitas fisik dengan pertumbuhan remaja di SMP Negeri 3 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 remaja yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Paparan sinar matahari diukur menggunakan Sunlight Exposure Questionnaire (SEQ), aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dan pertumbuhan remaja dinilai berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U) dan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara paparan sinar matahari dengan tinggi badan remaja (p = 0,000; r = 0,802) yang menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif. Paparan sinar matahari juga berhubungan signifikan dengan indeks massa tubuh remaja (p = 0,017; r = 0,252) dengan kekuatan hubungan cukup dan positif. Selain itu, aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan tinggi badan remaja (p = 0,011; r = 0,269) serta dengan indeks massa tubuh (p = 0,018; r = 0,251), yang menunjukkan hubungan cukup dan positif. Paparan sinar matahari dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan pertumbuhan remaja di SMP Negeri 3 Banjarmasin. Paparan sinar matahari yang cukup dan aktivitas fisik yang optimal berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tinggi badan dan status gizi remaja. Kata Kunci: Paparan Sinar Matahari, Aktivitas Fisik, Pertumbuhan Remaja.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggi Hari Kabupaten Lahat Anggraini, Dewi Fortuna; Novariana, Nana; Erwin, Tubagus
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.22391

Abstract

ABSTRACT According to the latest data from the World Health Organization (WHO) in 2022, approximately 2.2 million people in developing countries, especially children, die each year from various diseases caused by a lack of PHBS. Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) at the household level is an effort to raise awareness among families, including all family members, so that they have the ability and willingness to practice PHBS in their daily lives. Low levels of PHBS implementation at the household level can lead to an increase in the incidence of environment-based diseases. The objective of this study is to determine the relationship between family knowledge and attitudes and the implementation of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) in the Working Area of the Tinggi Hari Health Center, Lahat District, in 2025. This is a quantitative study with a cross-sectional design. The population consists of all household heads in the service area of the Tinggi Hari Health Center in Lahat District in 2025, totaling 92 households. The sampling technique used is total sampling with a sample size of 92 households. The instruments used are questionnaires, and the statistical test used is the chi-square test. The research results were obtained from 92 respondents, where the frequency distribution of knowledge showed that most respondents (57.6%) had insufficient knowledge, negative attitudes (59.8%), and poor PHBS (53.3%) out of 92 respondents. The chi-square test results showed a p-value for knowledge of 0.000 ≤ 0.05 and a p-value for attitude of 0.000 ≤ 0.05. The recommendation from this study is to provide health education and ongoing encouragement to households regarding PHBS, which will foster a positive attitude and promote the development of PHBS behavior. Keywords: Knowledge, Attitude, PHBS.  ABSTRAK Menurut World Health Organization (WHO) data terakhir tahun 2022 setiap tahunnya sekitar 2,2 juta orang di negara berkembang terutama anak meninggal dunia akibat berbagai penyakit yang disebabkan oleh kurangnya PHBS. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga merupakan upaya dalam menyadarkan keluarga termasuk seluruh anggota keluarga agar memiliki kemampuan dan kemauan dalam melakukan praktek PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Rendahnya tingkat penerapan PHBS di tingkat rumah tangga dapat menyebabkan meningkatnya kejadian penyakit berbasis lingkungan. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan pengetahuan dan sikap keluarga dengan pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggi Hari Kabupaten Lahat Tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, populasi adalah seluruh Kepala Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggi Hari Kabupaten Lahat 2025, sebanyak 92 KK, teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan sampel 92 KK. Instrumen menggunakan kuesioner dan uji statistik yang digunakan  uji chi square. Hasil penelitian didapatkan dari 92 Responden dimana distribusi frekuensi Distribusi frekuensi pengetahuan didapatkan bahwa sebagian besar responden (57,6%) kurang, sikap (59,8%) negatif, PHBS (53,3%) kurang baik dari 92 responden. Hasil uji chi square pvalue pengetahuan 0,000 ≤ 0,05 dan pvalue sikap 0,000 ≤ 0,05. Saran penelitian ini pendidikan kesehatan dan memberikan dorongan yang bekelanjutan kepada tatanan rumah tangga terkait  PHBS maka akan menciptakan sebuah sikap positif sehingga tumbuhnya prilaku dalam melakukan PHBS. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, PHBS.
Hubungan Jenis Kelamin dengan Pengetahuan tentang Pencegahan Kekerasan Seksual pada Mahasiswa Baru Probowati, Valencinnes Septiane; Solehati, Tetti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24649

Abstract

ABSTRACT Sexual violence is a serious issue in higher education settings, particularly among first-year students who are in a transitional and adjustment phase. Knowledge regarding the prevention of sexual violence is an important aspect in reducing incidents of sexual violence within the university environment. This study aimed to analyze the relationship between gender and the level of knowledge among first-year students of the Faculty of Nursing regarding the prevention of sexual violence. This research employed a correlational analytic design with a cross-sectional approach. Data were collected through an online questionnaire distributed to 130 first-year students selected using the Slovin formula. Data were analyzed using univariate and bivariate methods, with the Chi-Square test applied for statistical analysis. The results showed that the majority of students were female (86.2%). More than half of the respondents demonstrated a good level of knowledge regarding the prevention of sexual violence (56.2%). The bivariate analysis indicated that there was no statistically significant relationship between gender and the level of knowledge about sexual violence prevention (p = 0.052). This finding suggests that other factors may influence knowledge levels. Nevertheless, efforts to enhance knowledge regarding sexual violence prevention need to be continuously strengthened. Keywords: Gender, Sexual Violence Prevention, Knowledge, Adolescents.  ABSTRAK Kekerasan seksual merupakan permasalahan serius di lingkungan perguruan tinggi, khususnya bagi mahasiswa baru yang berada pada fase transisi dan adaptasi. Pengetahuan tentang pencegahan kekerasan seksual menjadi aspek penting untuk mencegah kejadian kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan mahasiswa baru Fakultas Keperawatan mengenai pencegahan kekerasan seksual. Desain penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan secara daring kepada 130 mahasiswa baru yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berjenis kelamin Perempuan (86,2%). Mayoritas mahasiswa menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik mengenai pencegahan kekerasan seksual (56,2%). Hasil uji bivariat  menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan tentang pencegahan kekerasan seksual (p = 0,052). Hal ini dimungkinkan karena ada faktor lain yang mempengaruhi pengetahuan tersebut. Walaupun demikian, Upaya peningkatan pengetahuan tentang pencegahan kekerasan seksual perlu terus diperkuat. Kata Kunci: Jenis Kelamin, Pencegahan Kekerasan Seksual, Pengetahuan, Remaja.
Hubungan Faktor Sosiodemografis dengan Sikap Keluarga dalam Mendampingi Pasien Menjelang Ajal Megumi, Thifal Fairuz; Pristasari, Sheizi; Harun, Hasniatisari; Haroen, Hartiah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24902

Abstract

ABSTRACT Family involvement is an essential component in the care of terminal patients, particularly during palliative care andthe end-of-life phase. Family attitudes toward accompanying terminal patients may be influenced by various factors, including sociodemographic characteristics. This study aimed to analyze the relationship between sociodemographic factors and family attitudes in accompanying terminal patients at the end of life. This study employed a quantitativecross-sectional design and involved 66 respondents selected through purposive sampling. Family attitudes were measured using the Indonesian version of the Frommelt Attitudes Toward Care of the Dying Form B (FATCOD-B-I). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test, along with alternative tests suchas the Likelihood Ratio or Fisher’s Exact Test when Chi-Square assumptions were not met. A total of 54.5% of respondents demonstrated a favorable attitude toward accompanying terminal patients at the end of life. Bivariate analysis indicated that sociodemographic factors were not significantly associated with family attitudes toward end-of-life caregiving (p 0.05). Family attitudes toward accompanying terminal patients were not significantly associated with sociodemographic factors. Psychological, experiential, and psychosocial-spiritual factors may play amore influential role. Keywords: End-Of-Life Care, Family, FATCOD-B-I, Palliative Care, Sociodemographic.  ABSTRAK Pendampingan keluarga memegang peran penting dalam perawatan pasien terminal, terutama pada perawatan paliatif dan fase menjelang ajal. Sikap keluarga dalam mendampingi pasien terminal dapat Menganalisis hubungan antara faktor sosiodemografis dengan sikap keluarga dalam mendampingi pasien terminal menjelang ajal. Studi inimenggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian melibatkan 66 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Sikap keluarga diukur menggunakan instrumen Frommelt Attitudes Toward Care of the Dying Form B versi Indonesia (FATCOD- B-I). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta uji alternatif Likelihood Ratio atau Fisher’s Exact Test jika asumsi uji tidak terpenuhi. Sebanyak 54,5 persen responden menunjukkan sikap favorable dalam mendampingi pasien menjelang ajal.Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor sosiodemografis tidak memiliki hubungan yang bermakna secara statistikdengan sikap keluarga dalam mendampingi pasien terminal menjelang ajal dengan nilai p lebih dari 0,05. Sikapkeluarga dalam mendampingi pasien terminal menjelang ajal tidak berhubungan secara langsung dengan faktor sosiodemografis. Faktor lain seperti pengetahuan tentang perawatan paliatif, pengalaman pendampingan, serta dukungan psikososial dan spiritual kemungkinan lebih berperan dalam membentuk sikap keluarga. Kata Kunci: FATCOD-B-I, Keluarga, Menjelang Ajal, Perawatan Paliatif, Sosiodemografis.
Hubungan Paparan Sinar Matahari, Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dan Penggunaan Sunscreen terhadap Kejadian Melasma yang Diukur dengan Skor Masi pada Wanita Y Ang Sudah Menikah di Desa Kertasari Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur Maulani, Nurma Hestika; Wulandari, Made Ayu Mirah; Mariam, Lysa; Mulianingsih, Wiwin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24832

Abstract

ABSTRACT Melasma is a chronic facial hyperpigmentation disorder commonly affecting women, particularly in coastal areas with high sun exposure. Ultraviolet radiation, hormonal contraceptive use, and sunscreen application are considered important factors influencing melasma occurrence and severity. The severity of melasma can be objectively assessed using the Melasma Area and Severity Index (MASI). Objective to determine the association between sun exposure, hormonal contraceptive use, and sunscreen use with melasma occurrence measured using the MASI score. This study was an analytical quantitative study with a cross-sectional design. The study population consisted of married women living in Kertasari Village, Labuhan Haji District, East Lombok Regency, totaling 302 individuals. The sample size was 80 respondents selected using a random sampling method. Data on sun exposure, hormonal contraceptive use, and sunscreen use were collected using structured questionnaires. The severity of melasma was assessed through clinical examination using the Melasma Area and Severity Index (MASI) score. Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses to determine the association between the study variables. The majority of respondents were aged 26–35 years (31.3%). Most respondents worked as farmers (33.8%), and the highest proportion of respondents had completed senior high school education (35.0%). A high level of sun exposure was reported in 60.0% of respondents. The most commonly used hormonal contraceptive method was oral contraceptive pills (42.5%). Regarding sunscreen use, 40.0% of respondents reported moderate use. There was a significant association between sun exposure, hormonal contraceptive use, and sunscreen use with the occurrence of melasma in Kertasari Village, Labuhan Haji District, East Lombok Regency. Keywords: Melasma, Sun Exposure, Hormonal Contraceptives, Sunscreen, MASI Score.   ABSTRAK Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi kronis pada wajah yang sering dialami wanita, terutama di daerah pesisir dengan paparan sinar matahari tinggi. Faktor paparan sinar ultraviolet, penggunaan kontrasepsi hormonal, serta penggunaan sunscreen diduga berperan terhadap kejadian dan derajat keparahan melasma. Penilaian objektif derajat keparahan melasma dapat dilakukan menggunakan Melasma Area and Severity Index (MASI). Tujuan penelitianmengetahui hubungan paparan sinar matahari, penggunaan kontrasepsi hormonal, dan penggunaan sunscreenterhadap kejadian melasma yang diukur menggunakan skor MASI. Penelitian kuantitatif analitik cross sectional. Populasi penelitian adalah wanita yang sudah menikah di Desa Kertasari, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur sebanyak 302 orang. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan metode random sampling. Data paparan sinar matahari, penggunaan kontrasepsi hormonal, dan penggunaan sunscreen dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Derajat keparahan melasma dinilai melalui pemeriksaan klinis menggunakan skor MASI. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel penelitian. Responden penelitian sebagian besar berusia 26-35 tahun (31,3%), mayoritas responden bekerja sebagai petani (33,8%) dan mayoritas adalah lulusan SMA (35,0%), paparan sinar matahari tinggi (60%), penggunaan kontrasepsi hormonal berjenis pil (42,5%), dan penggunaan sunscreen cukup (40,0%). Terdapat hubungan yang signifikan antara paparan sinar matahari, penggunaan kontrasepsi hormonal dan penggunaan sunscreen terhadap kejadian melisma di desa kertasari kecamatan labuan haji kabup[aten Lombok timur. Kata Kunci: Melasma, Paparan Sinar Matahari, Kontrasepsi Hormonal, Sunscreen, Skor MASI.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Personal Hygiene Pada Pedagang Makanan di Pasar Kecamatan Kartasura Rizqiyani, Futikhah; Fahrurodzi, Denny Saptono
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24746

Abstract

ABSTRACT Personal hygiene plays a crucial role for food vendors as an effort to maintain the sterility and quality of the food served. Cognitive levels and attitudes influence the behavior of vendors during the food processing stage. The objective of this study was to identify the relationship between knowledge, attitude, and personal hygiene behavior among food vendors at the Kartasura District Market. This observational quantitative study employed a cross-sectional approach with a total sampling technique involving 58 respondents. The research subjects were food vendors in the Kartasura District Market. Data collection was conducted through the distribution of instruments in the form of questionnaires which had been tested for validity and reliability to measure knowledge and attitudes as well as observation sheets to assess personal hygiene behavior. Statistical analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between knowledge and personal hygiene behavior (p = 0.002), whereas no significant relationship was found between attitude and personal hygiene behavior (p = 0.153). This study reveals that knowledge is significantly associated with the personal hygiene behavior of food vendors, while attitude is not significantly associated. Keywords: Knowledge, Attitude, Personal Hygiene, Food Vendors.  ABSTRAK Personal hygiene memiliki peranan penting bagi pedagang makanan sebagai upaya pemeliharaan kesterilan dan kualitas olahan pangan yang disajikan. Tingkat kognisi dan sikap memengaruhi perilaku pedagang selama proses pengolahan makanan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku personal hygiene pada pedagang makanan di Pasar Kecamatan Kartasura. Penelitian kuantitatif observasional ini, menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik total sampling sebanyak 58 responden. Klasifikasi penelitian ini adalah pedagang makanan di Pasar Kecamatan Kartasura. Pemerolehan data dalam penelitan ini dilakukan melalui distribusi instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya untuk mengukur pengetahuan serta sikap, dan juga lembar observasi untuk menilai perilaku personal hygiene. Pengolahan data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku personal hygiene (p = 0,002) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilakupersonal hygiene (p = 0,153). Penelitian ini mengungkapkan bahwa pengetahuan berhubungan secara signifikan dengan perilaku personal hygiene pedagang makanan, sedangkan sikap tidak berhubungan secara signifikan. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Personal Hygiene, Pedagang Makanan.
Faktor Resiko yang Mempengaruhi Pemanfaatan Layanan Pengantaran Obat di RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang Wekadigunawan, Cri Sajjana Prajna; Sulastri, Endang; Handayani, Rini; Situngkir, Decy
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.25340

Abstract

ABSTRACT Long waiting times for medication have led to long queues and increased patient complaints about pharmaceutical services. This issue has resulted in low patient satisfaction with pharmaceutical services at Balaraja Regional Hospital, as reflected in public satisfaction surveys conducted in the second half of 2024 and the first half of 2025which showed poor results.. Drug delivery services are a form of digital innovation in pharmaceutical services that aims to reduce the density of pharmacy queues and increase patient accessibility to drugs.. Balaraja Regional General Hospital, Tangerang Regency, has collaborated with JNE in providing home drug delivery services since March 2025, but the utilization rate is still low (7%) of the target of 20%. This study aims to determine the factors associated with the utilization of drug delivery services at Balaraja Regional General Hospital, Tangerang Regency in 2025. A quantitative approach was used in this study using a Cross Sectional study design. A sample of 150 respondents was selected using Purposive Sampling techniques from the entire population, namely outpatients who received prescription services, amounting to 9448. Data were collected through structured questionnaires and electronic medical records. Data analysis used Chi-Square and Prevalence Ratio (PR) statistical tests. The results of the study showed that 60.7% of respondents did not utilize the service. Variables showing significant relationships were income (p=0.029; PR=1.475), information exposure (p0.001; PR=3.017), and perception of estimated time of arrival (p=0.04; PR=1.521). Other variables, such as gender, education level, perceived cost, perceived distance, and chronic disease status, did not show significant relationships. Information exposure was the strongest factor associated with service utilization. Balaraja Regional General Hospital, Tangerang Regency, needs to improve its service socialization strategy, reduce service fees, and accelerate estimated delivery times. Keywords: Drugs Delivery Services, Healthcare Utilization, Information Exposure, Income, Perception of Estimated Time of Arrival.  ABSTRAK Lamanya waktu tunggu obat menyebabkan padatnya antrian dan meningkatkan keluhan pasien akan layanan obat.  Masalah ini mengakibatkan rendahnya kepuasan pasien akan layanan farmasi di RSUD Balaraja yang tergambar pada hasil survei kepuasan masyarakat pada periode semester II 2024 dan semester I tahun 2025 dengan hasil kurang baik . Layanan pengantaran obat merupakan bentuk inovasi digital dalam pelayanan kefarmasian yang bertujuan mengurangi kepadatan antrian farmasi dan meningkatkan aksesibilitas pasien terhadap obat. RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang sejak Maret 2025 telah menjalin kerjasama dengan JNE dalam menyediakan layanan pengantaran obat ke rumah, namun tingkat pemanfaatannya masih rendah (7%) dari target 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan pengantaran obat di RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang tahun 2025. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan desain studi Cross Sectional.Sampel berjumlah 150 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling dari seluruh populasi yaitu pasien rawat jalan yang mendapatkan pelayanan resep yaitu sejumlah 9448. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan rekam medis elektronik. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dan Prevalence Ratio (PR).Hasil penelitian mendapatkan 60,7% responden tidak memanfaatkan layanan. Variabel yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan adalah pendapatan (p=0,029; PR=1,475), keterpaparan informasi (p0,001; PR=3,017), serta persepsi estimasi waktu tiba (p=0,04; PR=1,521). Sedangkan variabel lain seperti jenis kelamin, tingkat pendidikan, persepsi biaya, persepsi jarak, dan status penyakit kronis tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Keterpaparan informasi merupakan faktor terkuat yang berhubungan dengan pemanfaatan layanan. RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang perlu membuat strategi sosialisasi mengenai layanan, studi perbandingan mengenai tarif layanan pengantaran pada, serta kecepatan pengiriman atau estimasi waktu tiba obat untuk semua wilayah cakupan, dapat tiba di hari yang sama. Kata Kunci: Layanan Pengantaran Obat, Pemanfaatan Layanan Kesehatan, Keterpaparan Informasi, Pendapatan, Persepsi Estimasi Waktu Tiba.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Overcrowding Pada Pasien Access Block di Instalasi Gawat Darurat RSUD X Yulidah, Risma Risma; Julianto, Julianto; Daud, Izma; Mira, Mira
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24861

Abstract

ABSTRACT Overcrowding in the Emergency Department (ED) is a serious problem affecting service quality and patient safety, with access block as one of the main contributing factors. Access block occurs when patients who require hospitalization cannot be immediately transferred to inpatient wards, resulting in patient accumulation in the ED. This study aimed to analyze factors associated with overcrowding among access block patients in the Emergency Department of RSUD X.= This study employed a quantitative observational analytic design with a prospective cross-sectional approach. Data were collected through direct observation of service conditions in the Emergency Department during December 2025 with a total sample of 430 patients. Variables included access block, overcrowding level measured using the National Emergency Department Overcrowding Score (NEDOCS), human resources, facilities and infrastructure, and patient output. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that most Emergency Department conditions experienced overcrowding (88.4%), and 45.6% of patients experienced access block. There was a significant relationship between access block and overcrowding (p = 0.008), human resources and overcrowding (p 0.001), facilities and infrastructure and overcrowding (p = 0.004), and patient output and overcrowding (p = 0.008). Access block and internal Emergency Department factors are significantly associated with overcrowding at RSUD X. Improvements in patient flow management, optimization of human resources, and enhancement of facilities and infrastructure are needed to reduce overcrowding in the Emergency Department. Keywords : Access Block, Overcrowding, Emergency Department, NEDOCS.  ABSTRAK Overcrowding di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan permasalahan serius yang berdampak pada mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Salah satu penyebab utama overcrowding adalah access block, yaitu kondisi ketika pasien yang telah diputuskan untuk rawat inap tidak dapat segera dipindahkan ke ruang perawatan sehingga terjadi penumpukan pasien di IGD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian overcrowding pada pasien access block di Instalasi Gawat Darurat RSUD X. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional prospektif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung pada setiap momen pelayanan di Instalasi Gawat Darurat RSUD X selama bulan Desember 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 430 pasien. Variabel penelitian meliputi kejadian access block, tingkat overcrowding berdasarkan National Emergency Department Overcrowding Score (NEDOCS), kondisi sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, serta output pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kondisi IGD mengalami overcrowding (88,4%) dan hampir setengah pasien mengalami access block (45,6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara access block dengan overcrowding (p = 0,008), antara kondisi SDM dengan overcrowding (p 0,001), antara sarana dan prasarana dengan overcrowding (p = 0,004), serta antara output pasien dengan overcrowding (p = 0,008). Access block dan faktor internal IGD berhubungan signifikan dengan terjadinya overcrowding di Instalasi Gawat Darurat RSUD X. Diperlukan perbaikan manajemen alur pasien, optimalisasi sumber daya manusia, serta peningkatan sarana dan prasarana untuk menurunkan kejadian overcrowding di Instalasi Gawat Darurat. Kata Kunci: Access Block, Overcrowding, Instalasi Gawat Darurat, NEDOCS.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue