cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Hubungan Antara Kadar Hemoglobin, Indeks Massa Tubuh (IMT), Kepatuhan Antenatal Care (ANC) dengan Kejadian Preeklamsia di RSUD Bima Az-Zahra, Nadhirah; Sammakh, Adib Ahmad; Adnyana, I Gede Angga; Lestari, Novianti Anggie
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24828

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia is one of the complications of pregnancy characterized by the onset of hypertension after 20 weeks of gestation and may be accompanied by multiorgan involvement. This study aimed to determine the association between hemoglobin levels, Body Mass Index (BMI), and antenatal care (ANC) compliance with the incidence of preeclampsia at RSUD Bima. This study employed an analytic observational design with a case–control approach. A total of 90 respondents were included, consisting of 45 cases (preeclampsia) and 45 controls (non-preeclampsia), selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were obtained from medical records and analyzed using the Chi-square test with a significance level of 5%. The results showed a statistically significant association between hemoglobin levels and the incidence of preeclampsia (p-value = 0,001). Body Mass Index (BMI) was also significantly associated with preeclampsia (p-value = 0,036), with an Odds Ratio (OR) of 3,083 and a 95% Confidence Interval (CI) of 1,170–8,129, indicating that pregnant women with a high-risk BMI had a higher likelihood of developing preeclampsia. In contrast, no statistically significant association was found between ANC compliance and the incidence of preeclampsia (p-value = 0,590). In conclusion, hemoglobin levels and Body Mass Index (BMI) were significantly associated with the incidence of preeclampsia, whereas antenatal care compliance showed no significant association with preeclampsia at RSUD Bima. Keywords: Antenatal Care Adherence, Body Mass Index (BMI), Hemoglobin Level, Preeclampsia.  ABSTRAK Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan hipertensi setelah usia kehamilan 20 minggu dan dapat disertai keterlibatan multiorgan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan kepatuhan antenatal care (ANC) dengan kejadian preeklamsia di RSUD Bima. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Jumlah sampel sebanyak 90 responden yang terdiri dari 45 kelompok kasus (preeklamsia) dan 45 kelompok kontrol (tidak preeklamsia), dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kadar hemoglobin dengan kejadian preeklamsia (p-value = 0,001). Indeks Massa Tubuh (IMT) juga berhubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia (p-value = 0,036) dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 3,083 dan interval kepercayaan 95% (CI: 1,170-8,129), yang menunjukkan bahwa ibu hamil dengan IMT berisiko memiliki peluang lebih besar mengalami preeklamsia. Sementara itu, kepatuhan antenatal care (ANC) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian preeklamsia (p-value = 0,590). Kesimpulan penelitian ini adalah kadar hemoglobin dan IMT berhubungan secara signifikan dengan kejadian preeklamsia, sedangkan kepatuhan ANC tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian preeklamsia di RSUD Bima. Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh (IMT), Kadar Hemoglobin, Kepatuhan Antenatal Care (ANC), Preeklamsia.
Hubungan Konsumsi Kopi, Riwayat Penggunaan Oains, dan Derajat Merokok dengan Kejadian Dispepsia Fungsional di Puskesmas Selaparang Kota Mataram Fitrah, Nur Hayatul; Utama, Lalu Buly Fatrahady; Rahadianti, Dian; Priyono, Risky Irawan Putra
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24728

Abstract

ABSTRACT Dyspepsia is a prevalent gastrointestinal disorder commonly encountered in clinical practice, presenting with symptoms such as epigastric pain, bloating, abdominal fullness, belching, nausea, and vomiting. In west Nusa Tenggara, the number of dyspepsia cases reported at primary healthcare centers increased substantially from 36,004 cases in 2021 to 56,098 cases in 2022. Various factprs are believed to contribute to the occurrence of functional dyspepsia, including coffee consumption, the use of NSAIDs, and smoking habits; however, findings from previous studies remain inconsistent. This Study aimed to examine the asssociation between coffee consumption, history of non-streoidal anti-inflammatory drug (NSID) use, and smoking degree with the incidence of functional dyspepsia at Selaparang Primary Healthcare Center. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted among 92 patients selected using consecutive sampling. Coffee consumtion and NSAID use were analyzed using the Chi-Square test, while smoking degree was analyzed using the Spearmen Rank correlation test. Statistical significance was set at p0,05. Functional dyspepsia was identified in 68 respondents (73,9%). Coffee consumption was significantly associated with functional (p=0,000; PR=7,43; CI 95%: 2,76-19,9). Smoking degree also showed a significant positive correlation with use and functional dyspepsia (P=0,001; r=0,354). However, No. significant association was found between OAINS use and functional dyspepsia (p=0,411; PR=1,49; CI 95%: 0,40-5,50). Coffee consumption and smoking degree are significantly associated with functional dyspepsia, whereas OAINS use does not show a statistically significant association with functional dyspepsia. Keywords: Functional Dyspepsia, Coffee Consumption, Nsaids, Smoking. ABSTRAK Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang sering dijumpai di klinis dan ditandai oleh gejala nyeri epigastrium, kembung, cepat kenyang, rasa penuh di perut, sering bersendawa serta mual dan muntah.DI Nusa Tenggara Barat (NTB), pada tahun 2021 dispepsia menjadi penyakit keenam yang paling sering dijumpai di puskesmas, dengan jumlah kasus mencapai 36.004. Angka tersebut mengalami peningkatan pada tahun 2022, yakni menjadi 56.098. Berbagai faktor diduga berperan dalam terjadinya dispepsia fungsional, antara lain konsumsi kopi, penggunaan OAINS, dan kebiasaan merokok, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan adanya perbedaan temuan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi, riwayat penggunaan OAINS, dan derajat merokok dengan kejadian dispepsia fungsioal di Puskesmas Selaparang. Metode penelitian ini kuantitatif dengan desain analitik observasional. merupakan analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan tehnik Consecutive Sampling pada pasien yang berkunjung ke Puskesmas Selaparang, dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk variabel konsumsi kopi dan riwayat penggunaan OAINS, serta uji Spearman Rank untuk variabel derajat merokok dengan tingkat signifikasi 0,05Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 68 orang mengalami dispepsia fungsional (73,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi dengan dispepsia fungsional (p=0,000; PR=7,43; CI 95%: 2,76-19,9). Derajat merokok juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian dispepsia fungsional (p=0,001; r=0,354). Sebaliknya, riwayat penggunaan OAINS tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian dispepsia fungsional (p=0,411; PR=1,49; CI 95%: 0,40-5,50). Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsumsi kopi dan derajat merokok berhubungan signifikan dengan kejadian dispepsia fungsional, sedangkan penggunaan OAINS tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian dispepsia fungsional secara statistik. Kata Kunci: Dispepsia Fungsional, Konsumsi Kopi, OAINS, Merokok.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Praktik Pertolongan Pertama Ankle Sprain Pada Anggota PMR Lestari, Tri Indah; Heriani, Novia; Muthmainnah, Muthmainnah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24942

Abstract

ABSTRACT Ankle sprain is a common musculoskeletal injury that frequently occurs during physical activities, including school environments. Members of the Youth Red Cross (Palang Merah Remaja/PMR) have an important role as first responders when injuries occur at school. However, limited knowledge and inadequate first aid practices may result in improper management of ankle sprains. Therefore, health education is essential to improve the preparedness and competence of PMR members in providing first aid.This study aimed to determine the effect of health education on the knowledge and practice of ankle sprain first aid among PMR members at MTs M3 Al-Furqan Banjarmasin. The study employed a quantitative pre-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. A total of 40 PMR members were included as respondents using total sampling. Data were collected using a knowledge questionnaire and an observation checklist to assess ankle sprain first aid practices. The Wilcoxon Signed Rank Test was used for data analysis.The results showed that before the intervention, most respondents had good knowledge (95%), but all respondents demonstrated poor first aid practices (100%). After receiving health education through demonstrations and simulations, all respondents achieved a good level of knowledge (100%), while first aid practices improved to good (72.5%) and fair (27.5%) categories. Statistical analysis revealed a p-value of 0.000 (p 0.05) for both variables, indicating a significant effect of health education.In conclusion, health education effectively improves the knowledge and first aid practices of PMR members in managing ankle sprains in school settings. Keywords: Health Education, Knowledge and Practice, First Aid, Ankle Sprain, Youth Red Cross.  ABSTRAK Ankle sprain merupakan cedera muskuloskeletal yang sering terjadi pada aktivitas fisik, termasuk di lingkungan sekolah. Anggota Palang Merah Remaja (PMR) berperan sebagai penolong pertama saat terjadi cedera, namun keterbatasan pengetahuan dan keterampilan praktik pertolongan pertama dapat menyebabkan penanganan yang kurang tepat. Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan anggota PMR dalam menangani ankle sprain secara cepat dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan praktik pertolongan pertama ankle sprain pada anggota PMR di MTs M3 Al-Furqan Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 40 anggota PMR yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi praktik pertolongan pertama ankle sprain. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi kesehatan, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori baik (95%), namun seluruh responden memiliki praktik pertolongan pertama kategori kurang (100%). Setelah diberikan edukasi kesehatan disertai demonstrasi dan simulasi, seluruh responden memiliki pengetahuan kategori baik (100%), dan praktik pertolongan pertama meningkat menjadi kategori baik (72,5%) dan cukup (27,5%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p 0,05) pada variabel pengetahuan dan praktik, yang menandakan adanya pengaruh signifikan edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan praktik pertolongan pertama ankle sprain. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktik anggota PMR dalam menangani ankle sprain di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Pengetahuan Dan Praktik, Pertolongan Pertama, Ankle Sprain,  Palang Merah Remaja.
Peran Dokter dalam Menyelaraskan Layanan Pengobatan Perjalanan dan Terapi Komplementer Berdasarkan Tri Hita Karana di Bali Hariri, Muhammad Farriz; Suputra, Putu Adi
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24854

Abstract

ABSTRACT Travel medicine and complementary therapies play a crucial role in supporting the well-being of travelers in Bali, a culturally rich global tourism destination. This study aims to explore the role of physicians in integrating travel medicine services with complementary therapies based on the Tri Hita Karana philosophy, which emphasizes harmony between humans, nature, and spirituality. Using a systematic review approach based on PRISMA, this study analyzed articles from PubMed, Scopus, Web of Science, and Google Scholar databases published between 2010 and 2025. A total of 2,500 articles were identified, with 35 studies ultimately included after a screening and quality assessment process using the Critical Appraisal Skills Program (CASP). Results indicate that physicians serve as health consultants, communication facilitators, and educators, bridging evidence-based medicine with therapies such as Usada Bali, yoga, and meditation. Tri Hita Karana supports this integration by increasing traveler satisfaction and healthcare preferences. Challenges such as weakening standardized guidelines, physician resistance, and limited training remain. This study recommends the development of integration guidelines, interdisciplinary training, and educational campaigns for travelers. These findings provide theoretical and practical contributions to a holistic health model in tropical tourism destinations, particularly Bali, by leveraging local cultural values. Keywords: Role of Physicians, Travel Medicine Services, Complementary Therapies.  ABSTRAK Pengobatan perjalanan dan terapi komplementer memainkan peran penting dalam mendukung kesehatan wisatawan di Bali, destinasi pariwisata global yang kaya budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dokter dalam mengintegrasikan layanan pengobatan perjalanan dengan terapi komplementer berbasis filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. Menggunakan pendekatan tinjauan sistematis berbasis PRISMA, penelitian ini menganalisis artikel dari database PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar yang diterbitkan antara 2010 dan 2025. Sebanyak 2.500 artikel diidentifikasi, dengan 35 studi akhirnya diinklusi setelah proses penyaringan dan penilaian kualitas menggunakan Critical Appraisal Skills Programme (CASP). Hasil menunjukkan bahwa dokter berperan sebagai konsultan kesehatan, fasilitator komunikasi, dan pendidik, menjembatani pengobatan berbasis bukti dengan terapi seperti Usada Bali, yoga, dan meditasi. Tri Hita Karana mendukung integrasi ini dengan meningkatkan kepuasan wisatawan dan keberlanjutan layanan kesehatan. Tantangan seperti kurangnya pedoman standar, resistensi dokter, dan keterbatasan pelatihan tetap ada. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan pedoman integrasi, pelatihan lintas disiplin, dan kampanye edukasi untuk wisatawan. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi model kesehatan holistik di destinasi pariwisata tropis, khususnya Bali, dengan memanfaatkan nilai budaya lokal.  Kata Kunci: Peran Dokter, Layanan Pengobatan Perjalanan, Terapi Komplementer.
Kepuasan Kader Kesehatan Berdasarkan Dimensi Intrinsik Pada Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil di Kabupaten Garut Nurhaliza, Salwa Amanda; Widiasih, Restuning; Witdiawati, Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24790

Abstract

ABSTRACT Health cadres play an important role in community-based maternal health services. Job satisfaction, particularly intrinsic satisfaction which includes recognition, responsibility, and opportunities for development, is a key factor in sustaining the role of health cadres. However, studies related to the intrinsic satisfaction of health cadres in maternal health services remain limited. This study aimed to determine the level of health cadres’ satisfaction based on intrinsic dimensions in efforts to improve maternal health in Garut Regency. This study employed a descriptive quantitative design using secondary data documentation. The sample consisted of 96 health cadres selected through total sampling from the working areas of Sukawening, Guntur, and Pasundan Community Health Centers. Data were collected using a validated and reliable intrinsic-dimension-based cadre satisfaction questionnaire and analyzed univariately. The results showed that the highest intrinsic satisfaction was found in the aspect of opportunities for development (96.9%), while the highest level of dissatisfaction was observed in the aspect of recognition (26%). These findings indicate that most health cadres have a high level of intrinsic satisfaction; however, some dissatisfaction persists, highlighting the need to enhance opportunities for development and provide more formal recognition. Keywords: Health Cadres, Job Satisfcation, Pregnancy.  ABSTRAK Kader kesehatan berperan penting dalam pelayanan kesehatan ibu hamil berbasis masyarakat. Kepuasan kerja, khususnya kepuasan intrinsik yang meliputi pengakuan, tanggung jawab, dan peluang berkembang, menjadi faktor kunci keberlanjutan peran kader. Namun, kajian terkait kepuasan intrinsik kader kesehatan dalam pelayanan ibu hamil masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan kader kesehatan berdasarkan dimensi intrinsik dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan studi dokumentasi data sekunder. Sampel terdiri dari 96 kader kesehatan yang dipilih menggunakan teknik total sampling di wilayah kerja Puskesmas Sukawening, Guntur, dan Pasundan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepuasan kader berdasarkan dimensi intrinsik yang telah teruji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan intrinsik tertinggi terdapat pada aspek peluang berkembang (96,9%) dan ketidakpuasan terendah pada aspek pengakuan (26%). Temuan ini menegaskan sebagian besar kader memiliki tingkat kepuasan intrinsik yang tinggi, namun masih terdapat ketidakpuasan yang menunjukkan adanya kebutuhan peningkatan kesempatan untuk berkembang serta peningkatan pengakuan secara formal. Kata Kunci: Kader Kesehatan, Kehamilan, Kepuasan Kerja.
Pengaruh Reward System Terhadap Turnover Intention Karyawan Sebuah Tinjauan Sistematis Komalasari, Novia; Damayanti, Nyoman Anita
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.25031

Abstract

ABSTRACT Turnover intention, or the intention of employees to leave their jobs, has become one of the biggest challenges for organisations in various sectors. High turnover intention not only leads to the loss of valuable human resources, but also increases the company's operational costs, such as the cost of recruiting, training, and adapting new employees. Several studies prove that there is a relationship between the reward system and turnover intention.  This article aims to provide a systematic review of the relationship between reward systems and turnover intention, by evaluating previous research, highlighting key factors, and providing strategic recommendations for organisations. Systematic review based on Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Articles were searched through Scopus, PubMed and Semantic Scholar with publications from 2020 to 2024. Articles selected were those that met the predetermined inclusion criteria. Of the eleven articles that met the inclusion criteria, it was found that there was a significant relationship between the reward system and employee turnover intention. This is evidenced by the statistical p value 0.05. The effect of the reward system on employee turnover intention is a negative influence, meaning that the better the reward system given to employees, the smaller the employee turnover intention. An organisation or company must design a good reward system to reduce employee turnover intention. Keywords: Reward System, Turnover Intention, Remuneration, Systematic Review.  ABSTRAK Turnover intention atau niat karyawan untuk meninggalkan pekerjaannya, telah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi organisasi di berbagai sektor. Tingginya turnover intention tidak hanya menyebabkan hilangnya sumber daya manusia yang berharga, tetapi juga meningkatkan biaya operasional perusahaan, seperti biaya perekrutan, pelatihan, dan adaptasi karyawan baru. Beberapa penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan antara reward system dengan turnover intention. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menyusun tinjauan sistematis mengenai hubungan antara reward system dan turnover intention, dengan mengevaluasi hasil penelitian sebelumnya, menyoroti faktor kunci, serta memberikan rekomendasi strategis bagi organisasi. systematic review, yang disusun berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes (PRISMA). Pencarian artikel melalui Scopus, PubMed dan Semantic Scholar dengan penerbitan mulai tahun 2020 sampai 2024. Artikel yang dipilih adalah artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan.  Dari sebelas artikel yang masuk kriteria inklusi didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara reward system dan turnover intention karyawan. Hal ini dibuktikan dengan statistik nilai p value0.05.  Pengaruh reward system terhadap turnover intention karyawan adalah pengaruh yang negatif, artinya semakin baik reward system yang diberikan kepada karyawan maka semakin kecil turnover intention karyawan. Suatu organisasi atau perusahaan harus merancang reward system yang baik untuk menurunkan turnover intention karyawan. Kata Kunci: Reward System, Turnover Intention, Remuneration, Systematic Review.
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata) dan Daun Talas (Colocasia Esculenta) terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) Nursoleha, Dienda Rara; Arjita, I Putu Dedy; Sabariah, Sabariah; Setyowati, Ety Retno
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24121

Abstract

ABSTRACT Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) infection has resulted in an increase of the death rate due to Antimicrobial Resistance around the world, one of it is Indonesia. The treatment of MRSA infections mostly uses synthetic antibacterial drugs. However, currently many synthetic drugs are getting resistance, that allowing MRSA infections out of control. One of the attempts to solve this problem is to use natural ingredients such as Chromolaena odorata and Colocasia esculenta plants which have been proven to have antimicrobial effects against some bacteria. This research aims to test the effectiveness of the combination of Chromolaena odorata and Colocasia esculenta extract with ethanol in inhibiting the growth of MRSA. This research method uses true experimental using the Cup-plate technique/well diffusion method. The number of experimental units was 28 that divided into 7 groups with a ratio of 1:0, 1:1, 1:2, 2:1, 0:1, positive control of Vancomycin 30ug/disk, negative control of ethanol 95%. From the antibacterial test, there were results a very strong categories in combination of 1:0, 1:1, 1:2, and 2:1 ethanol extract of Chromolaena odorata and Colocasia esculenta with inhibitory zone diameters of 20 mm, 20.875 mm, 21.25 mm, and 22.125 mm. Meanwhile, the ratio of 0:1 is unable to inhibit MRSA. The results of the Mann-Whitney test showed that there was no significant difference between the ratio of 1:0, 1:1, 1:2, and 2:1 with the positive control, meanwhile the ratio of 0:1 has a significant difference. In this study, there was an effectiveness on the combination of Chromolaena odorata and Colocasia esculenta extract with ethanol in the ratio of 1:0, 1:1, 1:2, and 2:1 that inhibited the growth of MRSA.  Keywords: Antibacteria, Combination, MRSA.  ABSTRAK Infeksi Methicillin-Resistent Staphylococcus aureus (MRSA) mengakibatkan terjadinya peningkatan angka kematian akibat Antimicrobial Resistance diseluruh dunia, salah satunya di Indonesia. Pengobatan infeksi MRSA sebagian besar menggunakan obat-obatan antibakteri sintetik. Namun, saat ini obat-obatan sintetik banyak mengalami resistensi sehingga memungkinkan infeksi MRSA semakin tidak terkendali. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan bahan alami seperti tanaman Chromolaena odorata dan Colocasia esculenta yang tebukti memiliki efek antimikroba terhadap beberapa bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kombinasi ekstrak etanol Chromolaena odorata dan Colocasia esculenta dalam menghambat pertumbuhan MRSA. Metode penelitian ini menggunakan true experimental menggunakan metode difusi Cup-plate technique/sumuran. Jumlah unit percobaan sebanyak 28 pada 7 kelompok dengan perbandingan 1:0, 1:1, 1:2, 2:1, 0:1, kontrol positif Vankomisin 30ug/disk, kontrol negatif etanol 95%. Dari uji antibakteri tersebut terdapat hasil pada kombinasi 1:0, 1:1, 1:2, dan 2:1 ekstrak etanol Chromolaena odorata dan Colocasia esculenta memiliki diameter zona hambat 20 mm, 20,875 mm, 21,25 mm, dan 22,125 mm termasuk kategori sangat kuat. Sedangkan pada perbandingan 0:1 tidak mampu menghambat MRSA. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan pada perbandingan 1:0, 1:1, 1:2, dan 2:1 terhadap kontrol positif. Sedangkan perbandingan 0:1 memiliki perbedaan secara signifikan. Pada penelitian ini terdapat efektivitas kombinasi ekstrak etanol Chromolaena odorata dan Colocasia esculenta pada perbandingan 1:0, 1:1, 1:2, dan 2:1 dalam menghambat pertumbuhan MRSA Kata Kunci: Antibakteri, Kombinasi, MRSA.
Pengaruh Terapi Dongeng Terhadap Kecemasan Hospitalisasi Anak 3-6 Tahun di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Yustyan, Dhia Aufa Salsabila; Mariani, Mariani; Okvitasari, Yenny; Muhsinin, Muhsinin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24881

Abstract

ABSTRACT Hospitalization in children aged 3–6 years often causes anxiety due to the unfamiliar hospital environment and medical procedures. This study aimed to determine the effect of storytelling therapy on hospitalization anxiety in children aged 3–6 years at RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. This study used a pre-experimental quantitative design with a sample of 30 children selected using accidental sampling. Anxiety levels were measured using the Modified Yale Preoperative Anxiety Scale (m-YPAS). Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a p-value of 0.000 (p 0.05), indicating that storytelling therapy had a significant effect in reducing hospitalization anxiety in children. Therefore, storytelling therapy can be recommended as a non-pharmacological intervention to reduce anxiety in children during hospitalization. Keywords: Anxiety, Children Aged 3-6 Years, Hospitalization, Storytelling Therapy.  ABSTRAK Hospitalisasi pada anak usia 3–6 tahun sering menimbulkan kecemasan akibat lingkungan rumah sakit dan prosedur medis yang tidak familiar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dongeng terhadap kecemasan hospitalisasi anak usia 3–6 tahun di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental dengan sampel 30 anak yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Modified Yale Preoperative Anxiety Scale (m-YPAS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,000 (p 0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi dongeng terhadap penurunan kecemasan hospitalisasi anak. Dengan demikian, terapi dongeng dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan anak selama menjalani perawatan di rumah sakit. Kata Kunci: Anak 3-6 Tahun, Hospitalisasi, Kecemasan, Terapi Dongeng.
Hubungan Penggunaan Media Sosial, Jenis Kelamin, dan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Bullying pada Anak Kelas XI SMAN 5 Mataram Nusa Tenggara Barat Nurhafizhah, Nurhafizhah; Rahadianti, Dian; Wijayanti, Lusiana Wahyu Ratna; Muhajir, Alfian
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24831

Abstract

ABSTRACT Bullying is an aggressive behavior carried out repeatedly and is one form of violence that frequently occurs in the school environment, making it a serious concern in the field of education. This phenomenon is a major problem among senior high school adolescents because it has negative impacts on mental, social, and academic health. To determine the relationship between social media use, gender, and peer influence on bullying behavior among eleventh-grade students at SMAN 5 Mataram, West Nusa Tenggara. This study was a quantitative analytical observational study with a cross-sectional design. The study population consisted of all eleventh-grade students at SMAN 5 Mataram, totaling 445 students. The sample included 95 respondents selected using stratified random sampling. Data were collected using questionnaires, namely the Adolescent Peer Relations Instrument (APRI) to measure bullying behavior, as well as questionnaires on social media use, gender, and peer influence. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses to determine relationships between research variables. Most respondents were 16 years old (56.84%), male (52.6%), and had parents with elementary school education as the highest educational level (30.53%). Moderate social media use was reported by 49.50% of respondents, low peer influence by 37.9%, and almost all respondents had experienced bullying behavior (52.6%). There is a relationship between social media use, gender, and peer influence with bullying behavior among eleventh-grade students at SMAN 5 Mataram. Keywords: Bullying, Social Media, Gender, Peers.  ABSTRAK Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara berulang kali dan salah satu bentuk kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Fenomena ini menjadi masalah serius pada remaja sekolah menengah atas karena berdampak negatif terhadap kesehatan mental, sosial, dan akademik. Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial, jenis kelamin, dan pengaruh teman sebaya terhadap perilaku bullying pada siswa kelas XI SMAN 5 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 5 Mataram sebanyak 445 siswa. Sampel penelitian berjumlah 95 responden yang dipilih menggunakan metode random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, yaitu Adolescent Peer Relations Instrument (APRI) untuk mengukur perilaku bullying, serta kuesioner penggunaan media sosial, jenis kelamin, dan pengaruh teman sebaya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel penelitian. Responden penelitian sebagian besar berusia 16 tahun (56,84%), berjenis kelamin laki-laki (52,6%), pendidikan orang tua sebagian besar lulusan SD (30,53%), penggunaan media sosial sedang (49,50%), teman sebaya rendah (37,9%), dan perilaku bullying  (52,6%). Terdapat hubungan antara penggunaan media sosial, jenis kelamin, dan teman sebaya dengan perilaku bullying pada siswa kelas XI SMAN 5 Mataram.  Kata Kunci: Bullying, Media Sosial, Jenis Kelamin, Teman Sebaya.
Koeksistensi Obesitas dan Anemia Sebagai Beban Ganda Malnutrisi di Level Individu pada Mahasiswi Kesehatan dan Non-Kesehatan Universitas X di Indonesia Az-Zahra, Qori; Sigit, Fathimah Sulistyowati; Noviyana, Noviyana; Siratunnisak, Nadia; Zulrafli, Rissa Rizkiia
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24730

Abstract

ABSTRACT Anemia and obesity remain prevalent nutritional problems among young adults and may occur simultaneously as a manifestation of the double burden of malnutrition at the individual level. In Indonesia, studies examining the coexistence of anemia and obesity among female university students, particularly based on faculty background, remain limited, despite the fact that differences in academic disciplines may influence lifestyle, health literacy, and behaviors related to these conditions. This study aimed to describe the prevalence of anemia, obesity, and their coexistence, as well as to analyze the association between faculty groups (health and non-health) and the coexistence of anemia and obesity among female students at University X in Indonesia. This study employed a cross-sectional design using secondary data obtained from health examinations of first-year female students at University X in 2025. A total of 1,196 students were included in the final analysis. Data analysis comprised univariate analysis to describe respondent characteristics and variable distributions, and bivariate analysis using the Chi-square test to assess the association between faculty groups and the coexistence of anemia and obesity, followed by post hoc analysis using Tukey-adjusted pairwise comparisons. The results showed that the prevalence of anemia was 14.3%, while obesity prevalence reached 47.2%. The coexistence of anemia and obesity as a manifestation of the individual-level double burden of malnutrition was identified in 4.9% of participants. Bivariate analysis indicated no statistically significant association between faculty groups (health and non-health) and the coexistence of anemia and obesity (p = 0.958). In conclusion, anemia, obesity, and their coexistence remain prevalent among female students at University X. However, academic faculty background was not associated with differences in the occurrence of the individual-level double burden of malnutrition. Keywords: Anemia, Obesity, Double Burden of Malnutrition, Female Students, Health and Non-Health Faculties.  ABSTRAK Anemia dan obesitas merupakan permasalahan gizi yang masih banyak ditemukan pada kelompok dewasa muda dan dapat terjadi secara bersamaan sebagai bentuk beban ganda malnutrisi pada tingkat individu. Di Indonesia, kajian mengenai koeksistensi anemia dan obesitas pada mahasiswi, khususnya berdasarkan latar belakang fakultas, masih terbatas, padahal perbedaan jurusan perkuliahan berpotensi memengaruhi gaya hidup, tingkat literasi kesehatan, serta perilaku terkait kondisi tersebut secara bersamaan. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi anemia, obesitas, serta koeksistensi keduanya, serta menganalisis hubungan antara kelompok fakultas (kesehatan dan non-kesehatan) dengan kejadian koeksistensi anemia dan obesitas pada mahasiswi Universitas X di Indonesia.Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan memanfaatkan data sekunder hasil pemeriksaan kesehatan mahasiswi baru Universitas X tahun 2025. Jumlah sampel akhir yang dianalisis sebanyak 1.196 mahasiswi. Analisis data meliputi analisis univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara kelompok fakultas dengan kejadian koeksistensi anemia dan obesitas, dilanjutkan dengan analisis lanjut (post hoc) berupa estimasi perbandingan antar kelompok menggunakan penyesuaian metode Tukey. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia sebesar 14,3% dan prevalensi obesitas sebesar 47,2%. Koeksistensi anemia dan obesitas sebagai manifestasi beban ganda malnutrisi pada tingkat individu ditemukan sebesar 4,9%. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kelompok fakultas (kesehatan dan non-kesehatan) dengan kejadian koeksistensi anemia dan obesitas (p = 0,958). Dapat disimpulkan bahwa anemia, obesitas, dan koeksistensi keduanya masih ditemukan pada mahasiswi Universitas X. Namun, latar belakang jurusan perkuliahan tidak berhubungan dengan perbedaan kejadian beban ganda malnutrisi pada tingkat individu. Kata Kunci: Anemia, Obesitas, Beban Ganda Malnutrisi, Mahasiswi, Fakultas Kesehatan dan Non-Kesehatan.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue