cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,867 Documents
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Personal Hygiene terhadap Kualitas Hidup Pasien Dermatitis Kontak di Poli Kulit RSUD Kota Mataram Purwanta, Asmara Tantya Fitria Manggali; Mariam, Lysa; Sabariah, Sabariah; Santosa, Hilda; Mulianingsih, Wiwin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24821

Abstract

ABSTRACT Contact dermatitis is a common skin disease that can significantly affect patients’ quality of life, including physical, psychological, and social aspects. Behavioral factors such as knowledge, attitude, and personal hygiene are assumed to play an important role in influencing the quality of life of patients with contact dermatitis; however, previous studies have reported inconsistent findings. This study aimed to determine the relationship between knowledge, attitude, and personal hygiene and the quality of life of patients with contact dermatitis at the Dermatology Outpatient Clinic of RSUD Kota Mataram. This study was an analytical observational quantitative study using a cross-sectional design. The sample consisted of 115 patients diagnosed with contact dermatitis, selected using a total sampling technique. Data were collected using questionnaires assessing knowledge, attitude, and personal hygiene, as well as the Dermatology Life Quality Index (DLQI) to measure quality of life. Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses with the Spearman Rank correlation test at a significance level of 0.05. The results showed that most respondents had poor knowledge (55.7%), positive attitudes (63.5%), and good personal hygiene (57.4%). Most patients (62,6%) reported minimal impact on their quality of life, while others (37,4%) experienced mild to severe impairment. Bivariate analysis demonstrated a significant relationship between knowledge and quality of life (r = 0.411; p = 0.000) and between personal hygiene and quality of life (r = 0.599; p = 0.000). Attitude also showed a statistically significant but weak correlation with quality of life (r = 0.292; p = 0.002). In conclusion, knowledge and personal hygiene play important roles in improving the quality of life of patients with contact dermatitis.  Keywords: Contact Dermatitis, Knowledge, Attitude, Personal Hygiene, Quality of Life, DLQI.  ABSTRAK Dermatitis kontak merupakan penyakit kulit yang sering dijumpai dan menimbulkan dampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Faktor perilaku seperti pengetahuan, sikap, dan personal hygiene diduga berperan dalam memengaruhi kualitas hidup pasien dermatitis kontak, namun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan personal hygiene terhadap kualitas hidup pasien dermatitis kontak di Poli Kulit RSUD Kota Mataram. Penelitian ini kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 115 pasien dermatitis kontak yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan, sikap, personal hygiene, serta instrumen Dermatology Life Quality Index (DLQI) untuk menilai kualitas hidup. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik (55,7%), sikap positif (63,5%), dan personal hygiene baik (57,4%). Mayoritas pasien (62,6%) melaporkan memiliki kualitas hidup yang tidak terlalu terganggu, namun sebagian lainnya (37,4%) mengalami gangguan kualitas hidup dari ringan hingga berat. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kualitas hidup (r = 0,411; p = 0,000) dan antara personal hygiene dengan kualitas hidup (r = 0,599; p = 0,000). Sementara itu, sikap memiliki hubungan yang lemah namun signifikan secara statistik terhadap kualitas hidup (r = 0,292; p = 0,002). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan personal hygiene berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dermatitis kontak.  Kata Kunci: Dermatitis Kontak, Pengetahuan, Sikap, Personal Hygiene, Kualitas Hidup, DLQI.
Hubungan Tingkat Pendapatan, Frekuensi Kunjungan Antenatal Care (Anc), dan Usia Ibu dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Sigerongan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Raodatunnisa, Raodatunnisa; Mahayani, Ida Ayu Made; Andriana, Ana; Shammakh, Adib Ahmad
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24674

Abstract

ABSTRACT Anemia in pregnant women remains a health problem that increases the risk of complications during pregnancy and childbirth. Income level, adherence to antenatal care (ANC) visits, and maternal age are suspected to be associated with the incidence of anemia. To identify the relationship between income level, frequency of antenatal care (ANC) visits, and maternal age with the incidence of anemia in pregnant women at the Sigerongan Lingsar Community Health Center, West Lombok Regency in 2025. This was an observational analytic study with a case-control design. The sample size was 212 respondents, consisting of 106 anemic pregnant women (cases) and 106 non-anemic pregnant women (controls). The sampling technique used purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected using medical records and questionnaires, then analyzed using the chi-square test (α = 0.05).There was a significant relationship between income level and the incidence of anemia in pregnant women (p-value = 0.000; OR = 0.241; 95% CI: 0.135–0.428). The frequency of antenatal care (ANC) visits also showed a significant association with the incidence of anemia in pregnant women (p-value = 0.000; OR = 0.211; 95% CI: 0.116–0.381). Maternal age also showed a significant association with the incidence of anemia (p-value = 0.002; OR = 0.393; 95% CI: 0.219–0.705). Income level, frequency of antenatal care (ANC) visits, and maternal age are significantly associated with the incidence of anemia in pregnant women. These results are expected to provide a basis for health workers in improving anemia prevention efforts in pregnant women and serve as a reference for further research. Keywords: Anemia, ANC, Income Level, Maternal Age, Pregnant Women.  ABSTRAK Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang berdampak pada meningkatnya risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Tingkat pendapatan, kepatuhan dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC), dan usia ibu diduga memiliki hubungan terhadap kejadian anemia. Mengidentifikasi hubungan tingkat pendapatan, frekuensi kunjungan antenatal care (ANC), dan usia ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sigerongan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Tahun 2025. Penelitian observasional analitik dengan desain case control. Jumlah sampel sebanyak 212 responden yang terdiri dari 106 ibu hamil anemia (kasus) dan 106 ibu hamil tidak anemia (kontrol). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan rekam medis dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-Square (α = 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendapatan dan kejadian anemia ibu hamil (p-value = 0,000; OR = 0,241; 95% CI: 0,135–0,428). Variabel frekuensi kunjungan antenatal care (ANC) juga menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian anemia ibu hamil (p-value = 0,000; OR = 0,211; 95% CI: 0,116–0,381). Usia ibu juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p-value = 0,002; OR = 0,393; 95% CI: 0,219–0,705). Tingkat pendapatan, frekuensi kunjungan antenatal care (ANC), dan usia ibu berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Hasil ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan upaya pencegahan anemia pada ibu hamil dan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya. Kata Kunci: Anemia, ANC, Ibu Hamil, Tingkat Pendapatan, Usia Ibu.
Hubungan Durasi Screen Time dan Regulasi Emosi Anak Usia 3-6 Tahun di Pusat Perawatan Anak (PUSPA) Sehat Universitas Padjadjaran Winanda, Dinda Cantika; Hidayati, Nur Oktavia; Hendrawati, Sri
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24922

Abstract

ABSTRACT Early childhood development includes emotional regulation skills that are influenced by various factors, one of which is screen time. Excessive screen use can reduce direct social interaction and impact children's emotional development. This study aims to determine the relationship between screen time duration and emotional regulation in children aged 3–6 years at the Healthy Child Care Center of Universitas Padjadjaran. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional correlational design. The sample consisted of 37 parents of children using a total sampling technique. Data were collected using a screen time questionnaire that had been tested for validity and reliability by Maoludin (2018) and the Emotion Regulation Checklist (ERC) instrument, which had been translated into Indonesian and tested for validity and reliability by Umami (2015). and then analyzed using univariate tests using frequency distribution and percentages and bivariate tests using Spearman's rho test. The results showed a significant relationship between screen time duration and children's emotion regulation (p = 0.003). These results indicate that an increase in screen time duration is associated with a decrease in children's ability to manage and express emotions adaptively. Based on these results, nurses need to collaborate with early childhood education/daycare institutions and parents in providing promotional and preventive efforts related to screen. Keywords: Early Childhood, Emotion Regulation, Screen Time.  ABSTRAK Perkembangan anak usia dini mencakup kemampuan regulasi emosi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya durasi penggunaan layar (screen time). Penggunaan layar yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial langsung dan berdampak pada perkembangan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi screen time dan regulasi emosi anak usia 3–6 tahun di Pusat Perawatan Anak (PUSPA) Sehat Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional. Sampel terdiri dari 37 orang tua anak dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner screen timeyang telah diuji validitas dan reliabilitasnya oleh Maoludin (2018) serta instrumen Emotion Regulation Checklist (ERC) yang telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dan teruji valid serta reliabel oleh Umami (2015), kemudian dianalisis menggunakan uji univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase serta uji bivariat menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara durasi screen time dan regulasi emosi anak (p = 0,003). Hasil penelitian ini bermakna bahwa peningkatan durasi screen time berkaitan dengan menurunnya kapasitas anak dalam memahami dan mengekspresikan emosi secara adaptif. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan peran perawat untuk bekerjasama dengan lembaga PAUD/ daycare dan orang tua dalam memberikan upaya promotif dan preventif terkait mengelola screen time secara bijak guna mendukung perkembangan regulasi emosi anak secara optimal. Kata Kunci: Anak Usia Dini, Durasi Screen Time, Regulasi Emosi.
Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Tingkat Pengetahuan dengan Kejadian DBD di Puskesmas Cakranegara Kota Mataram Raynor, Haris; Bagiansah, Mamang; Sabariah, Sabariah; Azmi, Fahriana
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24850

Abstract

ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major health issue in Mataram City, particularly in Mandalika Village, which experienced a surge of 66 cases in August 2025. Poor environmental sanitation and low community knowledge are strongly suspected to be the primary driving factors for this transmission. This study aims to analyze the relationship between environmental sanitation and the level of knowledge with the incidence of DHF in the working area of the Cakranegara Public Health Center, Mataram City. This study used an observational study design with a quantitative approach. The sample consisted of 110 household heads in Mandalika Village selected using the simple random sampling method. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-square test with a 95% confidence level. Univariate analysis showed that 52.7% of respondents had experienced DHF. The majority of respondents had poor environmental sanitation (52.3%) and a poor level of knowledge (49.1%). Bivariate analysis results showed a significant relationship between environmental sanitation and the incidence of DHF (p = 0.038). Respondents with poor sanitation had a higher risk of contracting DHF compared to those with good sanitation. There is a significant relationship between environmental sanitation and the incidence of DHF at the Cakranegara Public Health Center. This emphasizes the importance of increasing environmental improvement efforts and consistent community education to reduce the incidence of DHF. Keywords: DHF, Environmental Sanitation, Knowledge, Cakranegara Public Health Center.  ABSTRAK Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan utama di Kota Mataram, khususnya di Kelurahan Mandalika yang mengalami lonjakan kasus hingga 66 kasus pada Agustus 2025. Kondisi sanitasi lingkungan yang buruk dan rendahnya pengetahuan masyarakat diduga kuat menjadi faktor pendorong utama penularan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan dan tingkat pengetahuan dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Cakranegara, Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 110 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Mandalika yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dan Spearman’s Rank Correlation Coefficient dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis univariat menunjukkan 52,7% responden mengalami DBD. Sebagian besar responden memiliki sanitasi lingkungan yang buruk (52,3%) dan tingkat pengetahuan yang buruk (49,1%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian DBD (p = 0,038). Responden dengan sanitasi buruk memiliki risiko lebih tinggi terkena DBD dibandingkan dengan yang bersanitasi baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian DBD di Puskesmas Cakranegara. Hal ini menekankan pentingnya peningkatan upaya perbaikan lingkungan dan edukasi masyarakat secara konsisten untuk menekan angka kejadian DBD. Kata Kunci: Kejadian DBD, Sanitasi Lingkungan, Tingkat Pengetahuan.
Hubungan Durasi Screen Time dengan Perkembangan Motorik Kasar pada Anak 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana dan Puskesmas Tarus Putri, Margaretha Ananda; Lada, Christina Olly; Wardani, Nimas Prita Rahajeningtyas Kusuma; Wungouw, Herman Pieter Louis
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24787

Abstract

ABSTRACT The utilization of digital devices by young children in Indonesia, including those in East Nusa Tenggara (NTT), has been steadily rising leading to higher screen time duration. Excessive screen exposure may interfere with gross motor development as children have reduced time for physical movement; therefore, it is necessary to assess the relationship the relationship between screen time exposure and physical skills growth in preschoolers from Sikumana and Tarus Primary Health Centers. To assess the impact of screen time length on gross motor abilities among children aged 2–5 years in the service areas of Sikumana and Tarus Primary Health Centers. The study utilized a quantitative analytic observational design employing a cross-sectional approach. A total of 60 participants were selected via consecutive sampling. Screen time exposure was evaluated with a revised SMALLQ questionnaire, and gross motor development was measured using the Developmental Pre-screening Questionnaire (KPSP). Statistical methods were applied for analysis the Lambda correlation test. There was a significant relationship among screen time duration and gross motor development, although the strength of the correlation was weak (p = 0.026; λ = 0.200). Most children had screen time within the normal category, while 43.3% had excessive duration. Gross motor assessment showed that 76.7% of children had age-appropriate development, while 23.3% did not meet developmental expectations. A significant yet weak correlation exists between device usage patterns and motor skills enhancement among preschoolers aged 2–5 years within the localities of Sikumana and Tarus Health Centers. Keywords: Screen Time, Gross Motor Development, Children Aged 2–5 Years.  ABSTRAK Penggunaan perangkat digital pada anak usia dini di Indonesia, termasuk di NTT, terus meningkat dan membuat durasi screen time anak semakin tinggi. Kondisi ini berpotensi mengganggu perkembangan motorik kasar karena anak memiliki waktu gerak yang semakin berkurang, sehingga perlu diteliti hubungan antara durasi screen time dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia dini di wilayah kerja Puskesmas Sikumana dan Tarus. Mengetahui hubungan antara durasi screen time pada perkembangan motorik kasar anak 2-5 tahun di area kerja Puskesmas Sikumana dan Puskesmas Tarus. Penelitian  kuantitatif dengan desain analitik observasional pendekatan cross sectional. Sampel meliputi 60 responden dipilih melalui consecutive sampling. Instrumen pengukuran meliputi kuesioner modifikasi SMALLQ untuk mengukur durasi screen time dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) aspek motorik kasar. Analisis menggunakan uji korelasi lambda. Hasil penelitian melihatkan terdapat korelasi signifikan durasi screen time dan perkembangan motorik kasar anak, meskipun kekuatan hubungannya lemah (p=0,026; λ=0,200). Mayoritas anak mempunyai durasi screen time berada dikategori normal, namun masih terdapat 43,3% anak dengan screen time berlebih. Pengukuran KPSP juga menunjukkan mayoritas anak memiliki perkembangan motorik kasar sesuai usia, tetapi masih ada 23,3% anak dengan perkembangan yang belum sesuai. Terdapat hubungan signifikan durasi screen time dan perkembangan motorik kasar anak, meskipun kekuatan hubungannya lemah anak 2-5 tahun di area kerja Puskesmas Sikumana dan Puskesmas Tarus. Kata Kunci: Screen Time, Perkembangan Motorik Kasar, Anak 2-5 Tahun.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Remaja dengan Dismenorea Primer Rahmadhani, Wulan; Astuti, Dyah Puji; Arkani, Fatiya Husna
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.25344

Abstract

ABSTRACT Primary dysmenorrhea is one of the most common reproductive health problems experienced by adolescent girls and can affect their quality of life. Menstrual pain can interfere with daily activities, learning activities, and the psychological condition of adolescents. This study aimed to analyze the factors associated with the quality of life of adolescents with primary dysmenorrhea. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 244 respondents determined using the Hsieh method. Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate, bivariate, The results showed that the majority of respondents had poor quality of life (57.0%). Multivariate analysis showed that physical activity (p = 0.031; OR = 2.05), stress level (p 0.001; OR = 5.91), age at menarche (p = 0.001; OR = 3.00), nutritional status (p 0.001; OR = 4.96), family history of dysmenorrhea (p = 0.031; OR = 3.27), and duration of menstruation (p = 0.020; OR = 3.44) were significantly associated with the quality of life of adolescents with primary dysmenorrhea. Stress level was the most dominant factor associated with adolescents’ quality of life. Physical, biological, and psychological factors play an important role in determining the quality of life of adolescents with primary dysmenorrhea. Therefore, promotive and preventive efforts are needed through reproductive health education, increased physical activity, stress management, and monitoring of nutritional status to improve adolescents’ quality of life. Keywords: Primary Dysmenorrhea, Quality of Life, Adolescents, Stress, Physical Activity.  ABSTRAK Dismenorea primer merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Nyeri menstruasi yang dialami dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, aktivitas belajar, serta kondisi psikologis remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup remaja dengan dismenorea primeR. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 244 responden yang ditentukan menggunakan metode Hsieh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup buruk (57,0%). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa aktivitas fisik (p=0,031; OR=2,05), tingkat stres (p0,001; OR=5,91), usia menarche (p=0,001; OR=3,00), status gizi (p0,001; OR=4,96), riwayat keluarga dismenorea (p=0,031; OR=3,27), dan durasi menstruasi (p=0,020; OR=3,44) berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup remaja dengan dismenorea primer. Variabel tingkat stres merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kualitas hidup remaja. Faktor fisik, biologis, dan psikologis memiliki peran penting dalam menentukan kualitas hidup remaja dengan dismenorea primer. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan reproduksi, peningkatan aktivitas fisik, pengelolaan stres, serta pemantauan status gizi untuk meningkatkan kualitas hidup remaja. Kata Kunci: Dismenorea Primer, Kualitas Hidup, Remaja, Stres, Aktivitas Fisik.
Pengaruh Kombinasi Metode Index Card Match dan Simulasi untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Efikasi Diri Remaja dalam Pertolongan Pertama pada Sinkop Harira, Salma; Mira, Mira; Wulan, Diah Retno; Heriani, Novia
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24544

Abstract

ABSTRACT Syncope is a common emergency condition among adolescents in school settings, posing serious risks if not managed properly. Low knowledge and self-efficacy of students in providing first aid contribute significantly to delayed responses. This study aimed to analyze the effect of combining Index Card Match and simulation methods on improving adolescents' knowledge and self-efficacy in first aid for syncope. A quantitative pre-experimental design with one-group pretest-posttest was employed. The sample consisted of 54 students from SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin, selected via total sampling. Research instruments included a knowledge questionnaire and the General Self-Efficacy Scale (GSE), both validated for validity and reliability. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Wilcoxon Signed Rank Test. The intervention resulted in significant improvements in knowledge (pretest median: 12, IQR: 3; posttest mean: 14.27, SD: 1.337) and self-efficacy (pretest median: 51, IQR: 12; posttest mean: 63.79, SD: 9.327), with p=0.001 for both variables. Effect sizes were 0.80 (knowledge) and 0.81 (self-efficacy), with probability of superiority 0.90, indicating a large and highly effective impact of the combined methods on adolescents' competence in managing syncope. These findings demonstrate that integrating Index Card Match and simulation effectively enhances cognitive aspects and self-efficacy, comprehensively boosting adolescents' preparedness for syncope incidents in school environments. Keywords: Syncope, First Aid, Index Card Match, Simulation, Knowledge, Self-Efficacy.  ABSTRAK Sinkop merupakan kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi pada remaja di lingkungan sekolah dan berpotensi menimbulkan risiko serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Rendahnya pengetahuan dan efikasi diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama menjadi faktor utama keterlambatan penanganan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi metode Index Card Match dan simulasi terhadap peningkatan pengetahuan dan efikasi diri remaja dalam pertolongan pertama pada sinkop. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan one-group pretest–posttest design. Sampel terdiri dari 54 siswa SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan kuesioner General Self-Efficacy Scale (GSE) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan remaja (Nilai Median pretest 12, IQR 3; Mean posttest 14,27, SD 1,337) dan efikasi diri (Nilai Median pretest 51, IQR 12; Mean posttest 63,79, SD 9,327). Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p=0,001 pada kedua variabel. Nilai effect size sebesar 0,80 (pengetahuan) dan 0,81 (efikasi diri) serta probability of superiority  0,90 menunjukkan bahwa kombinasi metode Index Card Match dan simulasi memiliki pengaruh besar serta efektivitas tinggi dalam meningkatkan kompetensi remaja menangani sinkop. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi metode Index Card Match dan simulasi terbukti efektif meningkatkan aspek kognitif dan efikasi diri remaja. Kombinasi kedua metode tersebut terbukti mampu meningkatkan kesiapsiagaan remaja secara komprehensif dalam menghadapi kejadian sinkop di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Sinkop, Pertolongan Pertama, Index Card Match, Simulasi, Pengetahuan, Efikasi Diri.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue