cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 1,912 Documents
Intervensi Keperawatan Menurunkan Rasa Haus pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD): a Rapid Review Sandra Pebrianti; Iwan Shalahuddin; Bambang Aditya Nugraha; Theresia Eriyani; Devi Nurrahmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.12488

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) is one of the increasing health problems. The global prevalence of CKD ranges from 13.4% (11.7-15.1%) of the population, with end-stage kidney replacement around 4.90 - 7.08 million people. To determine effective interventions of thirst management in CKD patients who carried out fluid restriction. The method used is rapid review with article search on four databases, namely, PubMed NCBI, Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar. The studies reviewed were empirical studies with quantitative design, and mix-method in English or Indonesian with full text, as well as intervention studies in people with CKD. Based on the results of the analysis conducted, the results of the intervention were obtained namely chewing free sugar gum, sipping ice (ice suction), and gargling with mouthwash. Of the types of interventions found, the highest effectiveness was in the sipping ice intervention (p = 0.000) with a thirst-holding time of ±93 minutes. Thirst management in CKD patients can be done with various interventions, but the principles of fluid restriction must still be observed. Keywords: Chronic Kidney Disease, Interventions, Thirst  ABSTRAK Penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) menjadi salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat. Prevalensi CKD secara global berkisar di angka 13,4% (11,7-15,1%) penduduk, dengan stadium akhir yang memerlukan penggantian ginjal sekitar 4,90 - 7,08 juta jiwa. Untuk mengetahui intervensi yang efektif manajemen haus pada pasien CKD yang dilakukan pembatasan cairan. Metode yang digunakan adalah rapid review dengan pencarian artikel pada empat basis data yaitu, PubMed NCBI, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Studi yang ditinjau adalah studi empiris dengan desain kuantitatif, dan mix-method dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia dengan teks lengkap, serta studi intervensi pada penderita CKD. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh hasil intervensi yaitu mengunyah permen karet free sugar, sipping ice (hisap es), dan berkumur dengan mouthwash. Dari jenis intervensi yang ditemukan, efektifitas tertinggi ada pada intervensi sipping ice (p=0,000) dengan waktu menahan haus ±93 menit. Manajemen haus pada pasien CKD dapat dilakukan dengan berbagai intervensi, namun prinsip-prinsip pembatasan cairan yang dilakukan harus tetap diperhatikan Kata Kunci: Chronic Kidney Disease, Intervensi, Rasa Haus 
Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Wus Dalam Pemilihan Metode Kontrasepsi di Puskesmas Buntu Turunan Kabupaten Simalungun Cici Mei Sinaga; Idah Ayu Wulandari; Putu Ayu Ratna Darmayanti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.19056

Abstract

ABSTRACT Family planning is an effort to regulate pregnancy, childbirth, child birth spacing and age, protection and assistance in accordance with reproductive rights to form and realize a prosperous, quality, physically and mentally healthy family. To determine the factors that influence women of reproductive age in choosing contraceptive methods at Buntu Turunan Public Health Centre, Simalungun Regency. This study employed analytical survey method with cross-sectional approach. A sample of 100 people was taken using the total sampling technique. The data were collected using questionnaires and then analyzed using the fisher exact test. The majority of respondents (55 respondents; 55%) were in the non-high risk age group (20-35 years), multipara (74 respondents; 74%), elementary school graduates (58 respondents; 58%), and had a low level of knowledge about contraceptive methods (63 respondents; 63%). No correlation was found between age and the contraceptive method choice (p-value 0.822), and no correlation between education and contraceptive method choice (p-value 1.000). The study also found a significant correlation between parity and contraceptive method choice (p-value 0.002), and correlation between knowledge and contraceptive method choice (p-value 0.000) at Public Health Centre Buntu Turunan, Simalungun Regency. There is a significant relationship between parity and knowledge in the selection of contraceptive methods. Therefore, health workers are expected to provide consistent and continuous education about contraceptive methods for women of reproductive age. Keywords: Women of Reproductive Age, Contraception, Knowledge, Parity  ABSTRAK Keluarga berencana adalah upaya untuk mengatur kehamilan, kelahiran anak, jarak dan usia kelahiran anak, perlindungan dan bantuan sesuai hak reproduksi untuk membentuk dan mewujudkan keluarga yang sejahtera, berkualitas, sehat lahir dan batin. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi WUS dalam pemilihan metode kontrasepsi di Puskemas Buntu Turunan Kabupaten Simalungun. Penelitian ini menggunakan Metode Survey Analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 100 orang yang diambil menggunakan Teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner dan dianalisis menggunakan uji fisher exact test. Sebagian besar responden pada kelompok usia tidak resti 20-35 tahun sebanyak 55 responden (55%), paritas Multipara sebanyak 74 responden (74%) dengan pendidikan dasar sebanyak 58 responden (58%), dan memiliki pengetahuan kurang sebanyak 63 responden (63%). Tidak ada hubungan usia terhadap pemilihan metode kontrasepsi (p-value 0,822), tidak ada hubungan pendidikan terhadap pemilihan metode kontrasepsi (p-value 1,000), ada hubungan paritas terhadap pemilihan metode kontrasepsi (p-value 0,002), dan ada hubungan pengetahuan terhadap pemilihan metode kontrasepsi (p-value 0,000) di Puskesmas Buntu Turunan Kabupaten Simalungun. Terdapat hubungan yang signifikan terhadap paritas dan pengetahuan dalam pemilihan metode kontrasepsi. Sehingga, petugas kesehatan diharapkan memberikan edukasi secara konsisten dan berkelanjutan tentang metode kontrasepsi pada Wanita Usia Subur. Kata Kunci: WUS, Kontrasepsi, Pengetahuan, Paritas
Hubungan Pengetahuan Masyarakat dengan Stigma Terhadap Penderita TB Paru Diwilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah Dewa Ayu Neli Elvania; Eka Trismiyana; Rudi Winarno
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.11992

Abstract

ABSTRACT According to the 2020 WHO global TB report, Indonesia is one of the countries in the world with the third highest TB rate. The most common cause of death world wide in 2015 was tuberculosis. From the Big Indonesian Dictionary, stigma is a negative trait in a person due to environmental influences. According to research conducted by Courtwright and Tumer (2010), said that the stigma associated with tuberculosis can cause delays in treatment and have a negative impact on the continuity of treatment for TB clients.  It is known that there is a relationship between community knowledge and the stigma of pulmonary TB sufferers in the community. Type of quantitative research, cross-sectional approach. The population of the community in the working area of the Bandar Jaya Health Center is 325 families. Sample 179 respondents. The sampling technique was purposive sampling. Questionnaire data collection techniques. Bivariate analysis, Chi Square test. Based on the frequency of good knowledge there are 58.1% of respondents and 41.9% of respondents are not good. Based on the frequency of positive stigma 32.4% of respondents and negative 67.6% of respondents. The p- value = 0.007 (≤ 0.05%) with an Odd Ratio of 1.768 is obtained. There is a relationship between community knowledge about pulmonary TB and community stigma against pulmonary TB sufferers in the Bandar Jaya Central Lampung Working Area in 2023 (p-value = 0.007). It is hoped that the public can increase their knowledge by seeking the right information, such as coming to health workers and actively participating in prevention programs for pulmonary tuberculosis so that it does not discriminate against sufferers. Keywords: Knowledge, Stigma, Pulmonary TB  ABSTRAK Menurut laporan Tb global World Health Organizaion (WHO) tahun 2020, Indonesia adalah salah satu negara didunia dengan tingkat Tuberkulosis (TBC) tertinggi ketiga. Penyebab kematian paling umum di seluruh dunia pada tahun 2015 adalah tuberkulosis. Dari kamus besar Bahasa Indonesia stigma adalah ciri negatif pada seseorang karena pengaruh lingkungan. Menurut penelitian yang dilakukan Courtwright and Tumer (2010), mengatakan bahwa stigma pada penyakit tuberkulosis dapat menyebabkan keterlambatan pengobatan dan berdampak negatif terhadap kelangsungan berobat pada klien TBC. Diketahui hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan stigma terhadap penderita TB Paru yang berada dimasyarakat. Jenis penelitian kuantitatif pendekatan cross-sectional. Populasi masyarakat di wilayah kerja puskesmas Bandar Jaya sebanyak 325 KK dengan sampel 179 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, teknik pengumpulan data menggunakan quesioner. Analisis Bivariat, uji Chi Square. Berdasarkan frekuensi pengetahuan baik terdapat 58,1% responden dan kurang baik 41,9% responden. Berdasarkan frekuensi stigma positif 32,4% responden dan negatif 67,6% responden. Didapatkan nilai p-value = 0,007 (≤ 0.05 %) dengan Odd Ratio 1,768. Ada hubungan pengetahuan masyarakat tentang TB paru dengan stigma masyarakat terhadap penderita TB paru di Wilayah Kerja Bandar Jaya Lampung Tengah tahun 2023 (p-value = 0,007). Diharapkan Masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dengan cara mencari informasi yang tepat seperti datang ke tenaga kesehatan dan ikut aktif dalam program pencegahan terhadap penyakit Tb paru sehingga tidak menyebabkan diskriminasi pada penderita. Kata Kunci: Pengetahuan, Stigma, TB Paru
Determinan Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja (Gotrak) pada Pengemudi Ojek Online di Kota Denpasar Prillyani, Komang Ryan Trisha; Duana, I Made Kerta; Purnawati, Susy
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25033

Abstract

ABSTRACT The development of online transportation as part of urban transport systems has increased drivers’ work demands, including long working hours, exposure to vehicle vibration, and prolonged static working postures. These conditions may increase the risk of developing work-related musculoskeletal disorders (WMSDs). This study aimed to describe the occurrence of WMSDs and to analyze the associations between individual characteristics, job characteristics, and PPE use with WMSDs among online motorcycle taxi drivers in Denpasar City. This study employed an analytical cross-sectional design involving 278 online motorcycle taxi drivers in Denpasar City. Respondents were selected based on eligibility criteria using a convenience sampling technique. Data collection was conducted through direct observation and structured questionnaires, utilizing a biodata form, the NASA Task Load Index (NASA-TLX) to assess workload, the Fatigue Assessment Scale (FAS) to measure fatigue, and the GOTRAK survey based on SNI 9011:2021. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with the chi-square test, and multivariate analysis using binary logistic regression. A total of 75.9% of drivers reported experiencing work-related musculoskeletal disorders, with mild (24.1%), moderate (53.6%), and severe (22.3%) levels of severity. The most frequently affected body regions were the neck, shoulders, upper back, and lower back. Individual factors significantly associated with WMSDs included age, sex, educational level, smoking behavior, physical activity habits, and health status (p0.05). All job characteristics working hours, length of employment, workload, and fatigue were significantly associated with WMSDs (p0.05), whereas PPE use was not significantly associated (p=0.074). Age, sex, education level, smoking behavior, exercise habits, health status, working hours, length of employment, workload, and fatigue were significantly associated with WMSDs among Gojek drivers in Denpasar. The statistically protective association observed for smoking behavior was likely influenced by confounding factors and does not reflect a biologically protective effect, whereas good health status acts as a protective factor against WMSDs. Long working hours and longer employment duration were identified as dominant risk factors for WMSDs. Preventive efforts are needed through the regulation of workload and working hours, ergonomic education, and the promotion of healthy lifestyles to reduce the risk of WMSDs. Keywords: Online Motorcycle Taxi Driver, Wmsds, Work Duration, Workload.ABSTRAK Perkembangan transportasi daring sebagai bagian dari sistem transportasi perkotaan meningkatkan tuntutan kerja pengemudi, seperti durasi kerja panjang, paparan getaran kendaraan, dan postur kerja statis dalam waktu lama. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya gangguan otot rangka akibat kerja (GOTRAK). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian GOTRAK serta menganalisis hubungan karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kejadian GOTRAK pada pengemudi ojek online di Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 278 pengemudi ojek online di Kota Denpasar. Responden dipilih berdasarkan kriteria eligibilitas menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan kuesioner terstruktur, menggunakan instrumen berupa daftar isian biodata, kuesioner NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk menilai beban kerja, Fatigue Assessment Scale (FAS) untuk mengukur kelelahan, serta survei GOTRAK berdasarkan SNI 9011:2021. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat dengan regresi logistik biner. Sebanyak 75,9% pengemudi melaporkan mengalami keluhan muskuloskeletal terkait kerja (GOTRAK) dengan tingkat keparahan ringan (24,1%), sedang (53,6%), dan berat (22,3%). Keluhan paling banyak terjadi pada leher, bahu, punggung atas, dan punggung bawah. Faktor individu yang berhubungan signifikan dengan GOTRAK meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, perilaku merokok, kebiasaan olahraga, dan status kesehatan (p0,05). Seluruh karakteristik pekerjaan yaitu durasi kerja, masa kerja, beban kerja, dan kelelahan berhubungan signifikan dengan GOTRAK (p0,05), sedangkan penggunaan APD tidak menunjukkan hubungan bermakna (p=0,074). Faktor usia, jenis kelamin, riwayat pendidikan, perilaku merokok, kebiasaan olahraga, status kesehatan, durasi kerja, masa kerja, beban kerja, dan kelelahan berhubungan signifikan dengan GOTRAK pada pengemudi Gojek di Denpasar. Hubungan protektif secara statistik pada perilaku merokok diduga dipengaruhi oleh faktor perancu sehingga tidak mencerminkan efek protektif secara biologis sedangkan status kesehatan berperan sebagai faktor protektif terhadap kejadian GOTRAK, sedangkan durasi kerja dan masa kerja merupakan faktor risiko dominan terhadap kejadian GOTRAK. Diperlukan upaya pencegahan melalui pengaturan beban dan waktu kerja, edukasi ergonomi, serta promosi gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko GOTRAK. Kata Kunci: Ojek Online, GOTRAK, Durasi Kerja, Beban Kerja.
Hubungan Stres Kerja dengan Kinerja Perawat IGD di RSUD Ratu Zalecha Martapura Navia, Vina; Taufikasari, Rohni; Mathuridy, Roly Marwan
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25003

Abstract

ABSTRACT Emergency Department (ED) nurses are healthcare professionals who work in conditions characterized by a high level of urgency, heavy workload, and demands for speed and accuracy in decision-making. These conditions have the potential to cause work-related stress which, if not well managed, may affect nurses’ performance and have an impact on service quality and patient safety. Therefore, work stress is an important factor to be examined in relation to the performance of ED nurses. This study aimed to determine the relationship between work stress and the performance of ED nurses at RSUD Ratu Zalecha Martapura. This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 30 ED nurses selected using a total sampling technique. Work stress was measured using the Perceived Stress Scale (PSS-10), while nurse performance was measured using a performance questionnaire based on Campbell’s theory. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the Pearson correlation test. The results showed that all respondents (100%) were at a moderate level of work stress. Most nurses had good performance (86.7%), while the rest had adequate performance (13.3%). The bivariate analysis showed a p-value of 0.377 (p 0.05) with a correlation coefficient of r = 0.167, indicating that there was no significant relationship between work stress and the performance of ED nurses. These findings indicate that the performance of ED nurses can be maintained despite a moderate level of work stress, which may be influenced by other factors such as work experience and environmental support. Keywords: Work Stress, Nurse Performance, ER, Hospital.  ABSTRAK Perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan tenaga kesehatan yang bekerja dalam kondisi dengan tingkat urgensi tinggi, beban kerja berat, serta tuntutan kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan stres kerja yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi kinerja perawat dan berdampak pada kualitas pelayanan serta keselamatan pasien. Oleh karena itu, stres kerja menjadi salah satu faktor yang penting untuk diteliti dalam kaitannya dengan kinerja perawat IGD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan kinerja perawat IGD di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 perawat IGD yang diambil menggunakan teknik total sampling. Stres kerja diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan kinerja perawat diukur menggunakan kuesioner kinerja berdasarkan teori Campbell. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) berada pada tingkat stres kerja sedang. Sebagian besar perawat memiliki kinerja dalam kategori baik (86,7%), sedangkan sisanya berada pada kategori cukup (13,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value sebesar 0,377 (p 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,167, yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja perawat IGD. Hasil ini mengindikasikan bahwa kinerja perawat IGD tetap dapat dipertahankan meskipun berada pada tingkat stres kerja sedang, kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengalaman kerja dan dukungan lingkungan kerja. Kata Kunci: Stres Kerja, Kinerja Perawat, IGD, Rumah Sakit.
Pengaruh Kekurangan Energi Kronis Pada Ibu Hamil Terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Wilayah Tabanan Bali Pradnyantari, Ni Made Titin; Sutiari, Ni Ketut; Utami, Ni Wayan Arya
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25034

Abstract

ABSTRACT Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a nutritional problem that has serious impacts on maternal and fetal health and significantly increases the risk of Low Birth Weight (LBW). This study aimed to determine the effect of CED in pregnant women on the incidence of LBW in Tabanan, Bali. A retrospective cohort design was used, involving 317 postpartum mothers from January 2024 to January 2025, conducted in July–August 2025. Data were obtained from maternal and child health (MCH) books recorded in extraction forms, then analyzed using chi-square tests and logistic regression. Pregnant women with CED had an LBW incidence of 13.8% compared to 3.5% among those without CED. The Chi-Square test showed a significant association between CED and maternal education with LBW incidence. Binary logistic regression analysis confirmed these findings, showing a significant result for CED status (p=0.025; RR=4.18; 95% CI: 1.20–14.56). Meanwhile, other variables such as anemia status, maternal age, gestational age, occupation, parity, birth spacing, and ANC visit status did not show significant effects. CED in pregnant women was identified as the most influential factor for LBW, with a fourfold increased risk. Maternal and Child Health programs need to be optimized and ensured in all community health centers, including continuous distribution of supplementary feeding and iron-folic acid tablets through community health volunteers, focusing on improving maternal nutritional status through nutrition monitoring, balanced diet education, and regular ANC visits tailored to maternal education levels. Keywords: CED In Pregnant Women, LBW, Maternal Nutrition, Maternal and Child Health.  ABSTRAK Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin, serta secara signifikan dapat meningkatkan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh KEK pada ibu hamil terhadap kejadian BBLR di wilayah Tabanan Bali. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif melibatkan 317 ibu post partum rentang waktu Januari 2024-Januari 2025 yang dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2025. Data diperoleh dari buku KIA yang ditulis dalam formulir ekstraksi data, kemudian dianalisis dengan uji chi square test dan regresi logistik. Ibu hamil dengan KEK memiliki kejadian BBLR sebesar 13.8% dibandingkan ibu hamil tanpa KEK sebesar 3.5%. Uji Chi-Square menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara KEK dan pendidikan terhadap kejadian BBLR. Analisis regresi logistik biner memperkuat temuan tersebut dengan hasil signifikan pada status KEK (p=0.025; RR= 4.18; 95% CI: 1.20–14.56). Sementara itu, variable lain seperti status anemia, usia ibu, usia kehamilan, pekerjaan, paritas, jarak kehamilan dan status kunjungan ANC tidak menunjukkan pengaruh yang bermakna. KEK pada ibu hamil merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR dengan risiko empat kali lebih besar. Program KIA perlu dioptimalkan dan dipastikan pelaksanaannya di seluruh puskesmas, termasuk distribusi PMT dan TTD secara berkesinambungan melalui kader posyandu di setiap wilayah dengan fokus pada perbaikan status gizi ibu hamil melalui pemantauan gizi, edukasi gizi seimbang, serta kunjungan ANC teratur yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan ibu. Kata Kunci: KEK Pada Ibu Hamil, BBLR, Gizi Ibu Hamil, Kesehatan Ibu Dan Anak.
Pengaruh Teknik Abdominal Lifting Terhadap Lama Kala I Fase Aktif Inpartu Primigravida di PMB Yulia Tri Jayanti Turen Malang Hanifatul Hidayah; Raden Maria Veronika Widiatrilupi; Rifzul Maulina
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20725

Abstract

ABSTRACT Discomfort due to pain makes mothers feel anxious, which can affect the duration of labor. Many mothers experience significant pain when uterine contractions begin to increase when entering active phase I. One non-pharmacological approach used to overcome this is the abdominal lifting technique. This technique is a method that provides opposing touch to the upper abdomen without applying pressure to the lower back, aims to reduce pressure on the lower back of the mother in labor, and is applied from the beginning of labor to the next phase by utilizing gravity. This study aims to evaluate the impact of the abdominal lifting technique on the duration of active phase I in primigravida inpartu mothers at PMB Yulia Tri Jayanti Turen Malang. The method used in this study was pre-experimental with a static group comparison design. The population in this study was 50 respondents, and the samples that were successfully taken were 44 respondents, who were divided into a treatment group with 22 respondents and a control group also consisting of 22 respondents. The implementation of the abdominal lifting technique was carried out every time contractions occurred for 15 minutes, with the patient lying on their back and their head slightly raised. This study was conducted at PMB Yulia Tri Jayanti - Turen between January and March 2025. The instrument used was a partograph, which was measured starting from opening 4. For data analysis in evaluating differences between groups, the P-value obtained from the Mann-Whitney test showed the results of the study after the application of the abdominal lift technique was 0.001 (p 0.05). The conclusion of this study is that the abdominal lift technique can accelerate labor in active phase I. Keywords: Abdominal Lifting, Labor Pain, Pain  ABSTRAK Ketidaknyamanan akibat rasa sakit membuat ibu merasa cemas, yang dapat memengaruhi durasi persalinan. Banyak ibu mengalami rasa sakit yang signifikan ketika kontraksi rahim mulai meningkat saat memasuki fase I aktif. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang digunakan untuk mengatasi hal ini adalah teknik abdominal lifting. Teknik ini merupakan metode yang memberikan sentuhan berlawanan ke arah bagian atas perut tanpa memberikan tekanan ke arah bawah punggung, bertujuan untuk mengurangi tekanan pada punggung bawah ibu yang sedang bersalin, dan diterapkan sejak awal persalinan hingga fase selanjutnya dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak teknik abdominal lifting terhadap durasi fase I aktif pada ibu inpartu primigravida di PMB Yulia Tri Jayanti Turen Malang. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah pra-eksperimental dengan desain perbandingan kelompok statis. Jumlah populasi dalam studi ini adalah 50 responden, dan sampel yang berhasil diambil sebanyak 44 responden, yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dengan 22 responden dan kelompok kontrol juga terdiri dari 22 responden. Pelaksanaan teknik pengangkatan perut dilakukan setiap kali kontraksi terjadi selama 15 menit, dengan pasien berbaring telentang dan kepala sedikit terangkat. Penelitian ini dilakukan di PMB Yulia Tri Jayanti - Turen antara bulan Januari hingga Maret 2025. Instrumen yang digunakan adalah partograf, yang diukur mulai dari pembukaan 4. Untuk analisis data dalam mengevaluasi perbedaan antara kelompok, nilai-P yang diperoleh dari uji Mann-Whitney menunjukkan hasil penelitian setelah penerapan teknik pengangkatan perut adalah 0,001 (p0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa teknik pengangkatan perut dapat mempercepat persalinan pada fase I aktif. Kata Kunci: Abdominal Lifting, Persalinan, Kala I Lama
Pengaruh Penerapan Latihan Range of Motion Terhadap Tingkat Kekuatan Pada Pasien Pasca Stroke Amalia, Feriska; Pramono, Yosra Sigit; Muhsinin, Muhsinin; Aprilia, Hanura
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25010

Abstract

ABSTRACT Stroke is a health problem that often causes motor function disorders in the form of decreased muscle strength, both in the upper and lower extremities. This condition impacts functional activities and increases patient dependence in daily life. Therefore, early rehabilitative intervention is needed to support motor function recovery and prevent complications due to immobilization. One surgical intervention that can be given is range of motion training. This study aims to determine the effect of implementing range of motion training on increasing muscle strength in post-stroke patients. This study used a quantitative approach with a pre-experimental one group pretest-posttest design. The study sample consisted of 32 post-stroke patients treated in the Stroke Center and Seruni Rooms of Ulin Banjarmasin Regional Hospital, who were selected using consecutive sampling techniques. Interventions in the form of active and passive range of motion training were given according to the patient's condition. Muscle strength was measured before and after the intervention using the Manual Muscle Testing (MMT) scale. Data analysis was carried out univariately and bivariately with the Wilcoxon Signed Rank Test p 0,05. The results showed an increase in muscle strength after being given range of motion training. In the upper extremities, the proportion of muscle strength in the good category increased to 53,1%, while in the lower extremities it increased to 59,4%. Bivariate analysis showed a p-value 0,001. The application of range of motion exercises has been shown to increase muscle strength in post-stroke patients and can be used as part of a rehabilitative care intervention to support motor function recovery. Keywords: Stroke, Range of Motion, Muscle Strength, Rehabilitation, Post-Stroke Patients.  ABSTRAK Stroke merupakan masalah kesehatan yang sering menimbulkan gangguan fungsi motorik berupa penurunan kekuatan otot, baik pada ekstremitas atas maupun bawah. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan aktivitas fungsional dan meningkatnya ketergantungan pasien dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan intervensi rehabilitatif sejak dini untuk mendukung pemulihan fungsi motorik serta mencegah terjadinya komplikasi akibat imobilisasi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diberikan adalah latihan range of motion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan latihan Range of motion terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien pasca Stroke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 32 pasien pasca stroke yang dirawat di Ruang Stroke Center dan Ruang Seruni RSUD Ulin Banjarmasin, yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi berupa latihan range of motion aktif dan pasif diberikan sesuai kondisi pasien. Kekuatan otot diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala Manual Muscle Testing (MMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test p0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah diberikan latihan range of motion. Pada ekstremitas atas, proporsi kekuatan otot kategori baik meningkat menjadi 53,1%, sedangkan pada ekstremitas bawah meningkat menjadi 59,4%. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value0,001. Penerapan latihan range of motion menunjukkan adanya pengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien pasca stroke dan dapat digunakan sebagai bagian dari intervensi keperawatan rehabilitatif dalam mendukung pemulihan fungsi motorik. Kata Kunci: Stroke, Range of Motion, Kekuatan Otot, Rehabilitasi, Pasien Pasca Stroke.
Hubungan Antara Pemberian Informasi Hak dan Tanggung Jawab Pasien Dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Ratu Zalecha Martapura Azwa, Andin Nur; Taufikasari, Rohni; Azhari, M. Fahrin; Azidin, Yustan
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.24930

Abstract

ABSTRACT Patient satisfaction is an important indicator in assessing the quality of hospital services. One factor that is presumed to influence patient satisfaction is the provision of clear information regarding patients’ rights and responsibilities during inpatient care. A lack of patient understanding of this information may lead to discomfort and a decline in perceived service quality. This study aimed to determine the relationship between the provision of information on patients’ rights and responsibilities and patient satisfaction in the inpatient wards of RSUD Ratu Zalecha Martapura. This study employed a quantitative approach with an observational analytic design using a cross-sectional method. The population consisted of adult patients in class 1 and class 2 who had been hospitalized for at least 2×24 hours in five inpatient wards at RSUD Ratu Zalecha Martapura. A total of 76 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Spearman’s rank correlation test. The results showed that the majority of respondents perceived the provision of information on patients’ rights and responsibilities as inadequate (63.2%). Patient satisfaction levels were evenly distributed between the satisfied and moderately satisfied categories, each accounting for 50.0% of respondents. Bivariate analysis revealed a p-value of 0.640 (0.05), indicating that there was no significant relationship between the provision of information on patients’ rights and responsibilities and patient satisfaction. In conclusion, the provision of information regarding patients’ rights and responsibilities was not significantly associated with patient satisfaction in the inpatient wards of RSUD Ratu Zalecha Martapura. Nevertheless, improving the quality and consistency of information delivery remains essential as part of efforts to enhance overall hospital service quality. Keywords: Provision of Information, Patient Rights and Responsibilities, Patient Satisfaction.  ABSTRAK Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit, salah satunya dipengaruhi oleh pemberian informasi yang jelas mengenai hak dan tanggung jawab pasien selama menjalani perawatan rawat inap. Kurangnya pemahaman pasien terhadap informasi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan menurunkan kualitas pelayanan yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian informasi hak dan tanggung jawab pasien dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Ratu Zalecha Martapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional melalui metode cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien dewasa kelas 1 dan kelas 2 yang menjalani rawat inap minimal 2×24 jam di lima ruang rawat inap RSUD Ratu Zalecha Martapura, dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai pemberian informasi hak dan tanggung jawab pasien berada pada kategori kurang (63,2%), sementara tingkat kepuasan pasien terbagi secara merata antara kategori puas dan cukup (masing-masing 50,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,640 (0,05), yang menandakan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian informasi hak dan tanggung jawab pasien dengan tingkat kepuasan pasien. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian informasi hak dan tanggung jawab pasien belum berhubungan secara signifikan dengan tingkat kepuasan pasien, meskipun peningkatan kualitas dan konsistensi pemberian informasi tetap diperlukan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Kata Kunci: Pemberian Informasi, Hak dan Tanggung Jawab Pasien, Kepuasan Pasien.
Pengaruh Lama Penundaan Pembuatan Serum Terhadap Kadar Asam Urat Kasiyati, Menik; Widada, Subrata Tri; Amin, Yanuar; Edyta, Inas Luqyana
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.24967

Abstract

ABSTRACT The pre-analytical, analytical, and post-analytical phases are critical stages in laboratory quality control, with most laboratory errors occurring during the pre-analytical phase, particularly in specimen handling and processing. This study aimed to determine the effect of serum preparation delay for 30 minutes, 90 minutes, and 120 minutes on uric acid levels. This research was an observational analytic study with a cross-sectional design. Venous blood samples were collected from 30 students of the Applied Bachelor Program in Medical Laboratory Technology, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Serum preparation was delayed for 30, 90, and 120 minutes prior to centrifugation. Data were analyzed descriptively and statistically using the Shapiro–Wilk normality test and Repeated Measure ANOVA. The mean uric acid levels obtained after serum preparation delays of 30 minutes, 90 minutes, and 120 minutes were 3.1747 mg/dL, 2.2513 mg/dL, and 1.8473 mg/dL, respectively. Statistical analysis showed a significant effect of serum preparation delay on uric acid levels (p = 0.000). Conclusion : Delayed serum preparation significantly decreases uric acid levels, indicating that prolonged pre-analytical delays may affect the accuracy of laboratory examination results. Keywords: Serum, Uric Acid Level, Serum Preparation Delay.  ABSTRAK Tahap pra analitik, analitik, dan pasca analitik merupakan fase penting dalam pengendalian mutu laboratorium, di mana sebagian besar kesalahan laboratorium terjadi pada tahap pra analitik, khususnya dalam pengolahan spesimen.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penundaan pembuatan serum selama 30 menit, 90 menit, dan 120 menit terhadap kadar asam urat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Spesimen darah vena diambil dari 30 mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Pembuatan serum ditunda selama 30 menit, 90 menit, dan 120 menit sebelum sentrifugasi. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilkdan uji Repeated Measure ANOVA. Rata-rata kadar asam urat pada penundaan pembuatan serum selama 30 menit, 90 menit, dan 120 menit berturut-turut adalah 3,1747 mg/dL, 2,2513 mg/dL, dan 1,8473 mg/dL. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan lama penundaan pembuatan serum terhadap kadar asam urat (p = 0,000). Lama penundaan pembuatan serum berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar asam urat, sehingga pengendalian tahap pra analitik sangat penting untuk menjaga keakuratan hasil pemeriksaan laboratorium. Kata Kunci: Serum, Kadar Asam Urat, Penundaan Pembuatan Serum.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026) Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026) Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026) Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue