cover
Contact Name
Jatmiko
Contact Email
jatmiko@unpkediri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jme.nusantara@unpkediri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika
ISSN : 24599735     EISSN : 25809210     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
The aim of this journal is to publish high quality research in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 221 Documents
Perangkat Pembelajaran 4D Sebuah Rekam Jejak Proses Pembuatan Perangkat Pembelajaran Berbasis Video Animasi 3D Portofolio: Video Animasi: Pengembangan Perangkat Pembelajaran 4D Jatmiko, Jatmiko; Fiantika, Feny Rita
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2017): Volume 3 No 1 Tahun 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.346 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v3i1.780

Abstract

Abstrak: Tujuan tulisan ini adalah menuliskan laporan rekam jejak pembuatan video animasi 3D Portofolio tahap define dan design. Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis video 3D portofolio yang digunakan dalam penelitian pengembangan perangkat ini adalah menggunakan teori pengembangan perangkat pembelajaran Thiagarajan (Thiagarajan, Semmel dan Semmel, 1974: 5) yang dikenal dengan Four - D Model atau model 4-D. Model ini terdiri atas empat tahap, yaitu: Define (pendefinisian), Design (perencaaan), Develop (pengembangan), dan Desseminate (pendiseminasian). Adapun alasan penulis memilih model pengembangan Thiagarajan untuk dipakai dalam penelitian ini karena model tersebut terperinci dan sistematis sehingga memudahkan dalam melakukan proses pengembangan perangkat dan instrumen. Namun demikian model tersebut dimodifikasi sehingga yang digunakan dalam penelitian ini hanya memuat: Define, Design, dan Develop. Modifikasi yang dilakukan meliputi: 1) analisis tugas dilakukan setelah analisis konsep/topik, 2) perancangan awal didahului oleh perancangan instrumen, dan 3) penyederhanaan langkah-langkah pada tahap pengembangan (develop).Ada 3 tahapan pembuatan video animasi 3 dimensi Portofolio yaitu menggambar sketsa 2 dimensi dengan menggunakan program autocad dan google sketchup, merender gambar 2 dimensi ke 3 dimensi dengan menggunakan program lumion dan mengedit video dengan menggunakan adobe after effect.
ANALISIS KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI SEGI EMPAT Dilla, Risa Sapta; Adriati, Nuraeni; Novtiar, Chandra
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2018): JMEN : Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.78 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v4i01.12017

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan pencapaian komunikasi matematis siswa dengan observasi dan wawancara. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan subjek 30 siswa SMP N 2 Ngamprah kelas VII. Instrumen berupa 4 soal tes uraian. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu persentase indikator kemampuan menghubungkan benda nyata dan gambar ke dalam bentuk ide matematika adalah 41,67 %, menyusun konjektur, menyusun argumen, dan generalisasi persentase kemampuannya sebesar 49,17 %, menjelaskan ide, situasi matematika secara tertulis dengan menggunakan gambar yaitu mencapai 57,78 %, menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika, persentase kemampuannya adalah 24,67 %.
EKSPERIMEN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DITINJAU DARI KECERDASAN INTERPERSONAL PESERTA DIDIK Jatmiko, Jatmiko; Santia, Ika; Setyaningrum, Dita
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.728 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v2i1.393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) manakah diantara Model Pembelajaran TPS atau Pembelajaran langsung yang menghasilkan prestasi yang lebih baik?, (2) Manakah yang lebih baik, prestasi belajar matematika peserta didik yang mempunyai kecerdasan interpersonal tinggi, sedang atau rendah?, (3) manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, di antara Model Pembelajaran TPS dan Pembelajaran langsung pada peserta didik yang mempunyai kecerdasan interpersonal tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (Quasi experimental), dengan desain faktorial 2x3. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII MTs NU Joho Kabupaten Nganjuk tahun pelajaran 2015/2016. Dipilih dua kelas secara acak sebagai sampel dengan jumlah sampel 62 peserta didik. Sampel selanjutnya dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok kelas eksperimen dan kelompok kelas kontrol yang masing-masing 31 peserta didik. Uji prasyarat anava yaitu uji normalitas menggunakan uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Bartlett. Uji keseimbangan menggunakan analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama. Uji hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1).Model pembelajaran TPS memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran langsung; (2). Peserta didik dengan kecerdasan interpersonal tinggi, kecerdasan interpersonal sedang maupun kecerdasan interpersonal rendah mempunyai prestasi belajar yang sama; (3). Pada masing-masing kecerdasan interpersonal peserta didik , baik tinggi, sedang ataupun rendah prestasi belajar matematika pada model pembelajaran TPS lebih baik dari pada pembelajaran langsung.
Menumbuh Kembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning: berpikir kreatif matematis, pendekatan contextual teaching and learning Artikasari, Evaderika Ayu; Saefudin, Abdul Aziz
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2017): JMEN : Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.568 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v3i2.800

Abstract

Abstrak: Matematika sangat berperan penting dalam perkembangan teknologi modern dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari, oleh sebab itu siswa perlu disiapkan untuk memiliki kemampuan berpikir kreatif matematis sehingga siswa akan lebih mudah dalam memecahkan suatu masalah yang melibatkan matematika mengingat pemanfaatan matematika yang sangat luas. Siswa yang kreatif akan mampu bersaing dalam kehidupan nyata. Dalam usaha menumbuhkan kemampuan tersebut maka salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan pendekatan contextual teaching and learning (CTL). Komponen pendekatan CTL dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif yang memuat indikator orisinilitas, fluency, flexibility dan elaboration.
MENERAPKAN METAKOGNISI DALAM PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA (Suatu Upaya Membangun Budaya dan Karakter Bangsa) Sudia, Muhammad
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.148 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v1i2.239

Abstract

ABSTRAKPersoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajammasyarakat.Sorotan itu mengenai berbagai aspek kehidupan, yang tertuang dalam berbagaimedia masa, melalui berbagai forum seminar. Berbagai persoalan muncul di masyarakatsebagai akibat dari krisis moral, misalnya: korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan,perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang makin terpuruk  dan sebagainya menjadi topikpembahasan hangat di media massa, seminar, dan di berbagai kesempatan. Metakognisiberhubungan dengan kesadaran  seseorang tentang cara berpikirnya sendiri dan kemampuanorang yang bersangkutan menggunakan strategi-strategi  berpikir  tertentu dengan tepat.Seseorang yang telah memiliki metakognisi, akan menyadari pentingnya  pendidikan budayadan karakter bangsa dalam upaya membangun bangsa kearah yang lebih baik, dan dengandemikian juga akan menyadari bahwa nilai-nilai yang ada pada pendidikan budaya dankarakter  bangsa adalah sangat penting untuk membangun generasi muda bangsa di masamendatang yang lebih baik. Kesimpulan tulisan dalam makalah ini adalah sebagai berikut: (1)salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi, paling tidak mengurangimasalah budaya dan karakter bangsa adalah melalui pendidikan, yaitu dilakukan melaluiserangkaian kegiatan pembelajaran pemecahan masalah yang melibatkan metakognisi; (2)seseorang yang telah memiliki metakognisi akan menyadari pentingnya pendidikan budayadan karakter bangsa, dan dengan demikian juga akan menyadari bahwa nilai-nilai yang adapada pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah sangat penting untuk membangungenerasi muda bangsa di masa mendatang yang lebih baik; (3) melalui pembelajaranpemecahan masalah yang melibatkan metakognisi, juga akan terbentuk pola pikir yang baikpada diri seseorang dan hanya orang-orang yang memiliki pola pikir  yang baik yang akanmenerapkan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam kehidupannya sehariharidansalahsatunyadalammengelolasumberdayakelautan.KataKunci:Metakognisi, Pemecahan Masalah, Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.
PROSES BERPIKIR SISWA SMP MENGONSTRUKSI BUKTI INFORMAL GEOMETRI SEBAGAI PROSEP YANG DIREPRESENTASIKAN SECARA VISUAL/SIMBOLIK Ndraha, Faaso
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.545 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v1i2.230

Abstract

AbstrakThis paper was aimed to describe the stages of the thinking processes of junior high school students in constructing geometry informal proof as procept that representedvisually/ simbolically. Uncovering the thinking process was conducted when the studentsbegan to construct proof of a theorem that they never proved to the point of thinkingabout the process and concept of the proof proceptually. This study used qualitativeapproach. The results of this study revealed that the stage of the thinking process ofjunior high school students in constructing geometry informal proofs as a proceptrepresented visually/symbolically begins with (1) identifying stage, (2) mobilization andorganization, (3) planning stage, (4) application stage, (5) the stage of giving a meaning,(6) evaluation stage, (7) the procept stage.  Keywords: procept, geometry visual/symbolical proof, thinking processes.
Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP Negeri 1 Papar pada Materi Bangun Ruang Arumanita, Destri Mega; Susanto, Hery; Rahardi, Rustanto
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2018): JMEN : Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.362 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v4i2.12106

Abstract

Abstrak: Kemampuan pemecahan masalah adalah suatu kecakapan atau potensi yang dimiliki dalam diri individu untuk menyelesaiakan suatu masalah dari permasalahan yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah pada tingkatan sangat baik dan kurang. Kemampuan ini diteliti terkait dengan materi bangun ruang dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan sampel 4 siswa SMPN 1 Papar kelas VIII-I. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel berkemampuan: (1) Pada tingkat sangat baik, mengalami kesulitan dalam menstranfer pengetahuan (2) Pada tingkat baik, mengalami kesulitan dalam memahami dan memvisualisasikan konsep matematika karena terbiasa dengan soal-soal rutin (3) Pada tingkat cukup baik, mengalami kesulitan yaitu lemah dalam perhitungan (4) Pada tingkat sangat kurang, mengalami kesulitan yaitu lemah dalam melakukan perhitungan dan membuat koneksi. Kata Kunci: kemampuan pemecahan masalah, tingkat kemampuan pemecahan masalah, kesulitan, bangun ruang Abstract: The ability to solve problems is a skill or potential possessed in an individual to solve a problem from different problems. The purpose of this study is to describe problem-solving abilities at very good and poor levels. This ability was examined in relation to space building material using a qualitative approach, with a sample of 4 students of Papar 1 Junior High School class VIII-I. Data collection techniques used in this study are tests and interviews. The results showed that the sample was capable of: (1) at a very good level, having difficulty in transferring knowledge (2) At a good level, having difficulty understanding and visualizing mathematical concepts because they are familiar with routine questions (3) At a fairly good level, experiencing difficulties that is weak in calculation (4) At a very low level, having difficulties is weak in performing calculations and making connections. Keywords: problem-solving ability, level of problem-solving ability, difficulty, building space
Membangun Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Menggunakan Media Komik Dalam Pembelajaran Matematika Hima, lina Rihatul; Ni’mah, Khomsatun
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 02 (2016): volume 2 no 2 tahun 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.384 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v2i02.703

Abstract

Abstrak. Kemampuan komunikasi matematik merupakan kemampuan mengekspresikan ide-ide matematis melalui lisan maupun tulisan, menggambarkan secara visual serta kemampuan dalam mnggunakan istilah-istilah dan notasi-notasi matematika untuk menyajikan ide matematis melalui tulisan. Untuk memunculkankemampuan komunikasi matematik, akan dibuat media yang berupa komik. Komik tersebut mengandung materi-materi matematika yang dikemas apik sehingga membuat siswa tertarik. Komik yang dimaksud disebut dengan komik matematika. Komik matematika merupakan media pembelajaran menyajikan materi pembelajaran matematika yang dikemas dalam bentuk sebuah komik dan memiliki sebuah alur seolahmenjadi sebuah cerita yang berhubungan dengan materi matematika. Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana membangun komunikasi matematis siswa menggunakan media komik dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui cara membangun komunikasi matematis siswa menggunakan media komik dalam pembelajaran matematika. Dilihatdari permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini penulis akan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Pola penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SDN Balongmojo kec. Puri Mojokerto yang beralamatkan di Dusun Setoyo, Desa Balongmojo, kec. Puri Kabupaten Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematik siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang setelah diterapkan penggunaan komik matematika yaitu: Kemampuan komunikasi matematik siswa yang tergolong dalam kemampuan tinggi subjek NF dan SP, kemampuan sedang adalah subjek DR, IR dan RR dalam menyelesaikan soal bangun ruang termasuk kriteria baik. Kemampuan komunikasi metematik siswa yang tergolong dalam kemampuan rendah adalah subjek HS. Kata kunci: kemampuan komunikasi matematika, komik matematika
Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Kooperatif Tipe Snowball Throwing Pada Matematika SMPN Se-kabupaten Nganjuk Tahun 2016/2017 Safa’udin, Muhamad; Lestari, Fajar; Yannuansa, Nanndo
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2018): JMEN : Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.388 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v4i01.11974

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa. Model pembelajaran yang dibandingkan adalah PBL dan kooperatif tipe Snowball Throwing. Jenis penelitiannya adalah penelitian kuasi eksperimental dan populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII di Kabupaten Nganjuk pada tahun akademik 2016/2017. Ukuran sampel adalah 68 siswa, yang terambil menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes prestasi matematika. Uji hipotesis menggunakan varian uji rerata z. Hasil penelitian tersebut adalah sebagai berikut. Prestasi belajar matematika yang diajarkan oleh Problem Based Learning dan Snowball Throwing menghasilkan prestasi belajar yang sama. kata kunci : Problem Based Learning, kooperatif tipe Snowball Throwing dan prestasi belajar. Abstract This study aims to determine the effect of learning models on student achievement. The compared learning model is PBL and cooperative type Snowball Throwing. The type of research is quasi experimental research and the population of this research is the students of class VIII in Nganjuk Regency in academic year 2016/2017. The sample size was 68 students, taken with cluster random sampling technique. The instrument used for data collection is a mathematics achievement test. Hypothesis test using the mean test variant z. The results of the study are as follows. Mathematics learning achievement taught by Problem Based Learning and Snowball Throwing resulted in the same learning achievement keyword : Problem Based Learning, Snowball Throwing and Achievement.
REPRESENTASI MATEMATIS DALAM MEMBANGUN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN Fatqurhohman, Fatqurhohman
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.699 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis dalam membangun pemahaman konsep pecahan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di SDN 02 Sumberberas Muncar Banyuwangi. Data diperoleh melalui tugas/soal tertulis. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa representasi matematis siswa pada konsep pecahan memuat diantaranya adalah simbolik dan gambar. Representasi matematis memberikan gambaran sejauhmana siswa memahami konsep matematika. Selain itu, memberikan kesempatan kepada siswa membangun pemahaman konsep pecahan. Dalam membangun pemahaman konsep pecahan, siswa: (1) mampu memahami dan memberikan solusi sesuai informasi tugas/soal; (2) menunjukkan hubungan dalam berbagai konteks matematika (mengubah ke bentuk lain melalui representasi); (3) menentukan penggunaan prosedur pengoperasian (berbagai cara/strategi untuk menemukan solusi yang tepat). Dengan demikian penggunaan prosedur yang tepat dapat memperkuat dan mengembangkan pemahaman siswa terhadap konsep matematika. Selain itu juga, diharapkan guru tidak harus memberikan informasi yang lengkap terhadap suatu permasalahan ke siswa. Sehingga siswa dapat menggunakan pengetahuannya untuk melengkapi informasi dalam membangun pemahamannya menyelesaikan permasalahan.

Page 2 of 23 | Total Record : 221