cover
Contact Name
Jatmiko
Contact Email
jatmiko@unpkediri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jme.nusantara@unpkediri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika
ISSN : 24599735     EISSN : 25809210     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
The aim of this journal is to publish high quality research in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
A symbolic-philosophical kawung batik–based mathematical mindset intervention in STEAM education: A conceptual design Abdul Aziz Saefudin; Mahilda Dea Komalasari; R. Hafid Hardyanto; Erni Puji Astuti; Dian Putri Pramitasari; Diva Al Diniyah
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v11i2.27638

Abstract

Research on the relationship between mathematical attitudes and cultural values is lacking, especially in non-Western educational contexts. This study proposes mindset interventions based on the philosophical and symbolic interpretations of Kawung Batik, a Javanese motif expressing harmony, resilience, self-reflection, and social connectivity. The methodology combines theoretical literature with a cultural-symbolic understanding of Kawung's relevance. Saefudin et al. (2023) identified six psychological dimensions of mathematical mindset: beliefs about ability, reactions to adversity, attitudes toward failure, appreciation of effort, openness to critique, and perceptions of peer success. The symbolic constructs are carefully aligned with these dimensions. The framework includes four STEAM pedagogical designs: reconstructing geometric shapes, algorithmically producing patterns, studying batik materials and processes, and critically reflecting on cultural significances. These scenarios stimulate emotional and cognitive development and promote a culturally integrated mathematical identity. The proposed methodology reframes culture as a powerful tool for transforming students' mathematics learning experiences. This study lays the groundwork for classroom-based research, including iterative design studies to confirm the model's pedagogical and affective effects.
Eksplorasi Level Literasi Siswa Kelas 8: Sebuah Analisis Berbasis Perspektif Gender Mohammad Auliya' Rahman; Arini Mayan Fa'ani
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v12i1.26020

Abstract

Pemahaman terhadap data statistik menjadi kompetensi penting yang perlu dimiliki siswa di era informasi. Literasi statistik tidak hanya mencakup kemampuan membaca angka, tetapi juga menafsirkan dan menghubungkan data dengan konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan level literasi statistik siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Kota Malang ditinjau dari jenis kelamin dengan mengacu pada model hierarkis Watson dan Callingham. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek terdiri dari satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui soal uraian dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa laki-laki berada pada level Informal, dengan kecenderungan menggunakan narasi imajinatif dan pengalaman pribadi tanpa menerapkan konsep statistik secara sistematis. Sebaliknya, siswa perempuan berada pada level Consistent Non-Critical, menunjukkan kemampuan membandingkan data secara konsisten melalui penggunaan konsep range, meskipun belum melakukan analisis secara kritis. Perbedaan ini mencerminkan adanya variasi pendekatan berpikir dalam menyelesaikan masalah statistik berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini merekomendasikan pembelajaran statistik yang adaptif, kontekstual, dan mendorong siswa berpikir kritis.
Analisis Karakteristik Soal Tes Literasi Matematika Unsur Aljabar Menggunakan IRT Jasmine Nurul Izzah; Sintha Sih Dewanti
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v12i1.26949

Abstract

Accurate measurement tools are needed to assess mathematical literacy in algebra. This study purposes to describe the test items characteristics in a mathematical literacy test using IRT. This study conducted by modifying the test development steps according to Downing & Haladyna. Subjects in this study were 179 7th students at a junior high school in Yogyakarta. The data collection instruments included a validation sheet and a test instrument. Data analysis techniques included content validity, construct validity, construct reliability, item and person characteristics using the PCM model. The results of the study indicate that there are eight items of mathematical literacy in algebra for seventh grade. All items are content-valid with a value of V >0.80, construct-valid (SLF > 0.45), and construct-reliable (CR>0.70). The difficulty level of items is in the good category with a b value in the range -2<b<2. The ICC curve shows that there are 2 items with ideal ICC and 6 items with non-ideal ICC. The information function and SEM indicate that the test instrument provides the best information when administered to students with abilities slightly below average. There were 6 questions that met the item fit criteria and 112 students who met the person fit criteria.
Pengembangan media E-book berbasis ESCI (Ethics, Socio, Culture, Interactive) untuk meningkatkan communication skills siswa slow learner Putri Sindy Wibisono; Restu Lusiana; Iwanda Pranika Rosti; Maissy Febiana; Aulia Ismi Nur&#039;aeni; Farida Gussheila
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v12i1.27326

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran inovatif berupa e-book berbasis ESCI (Ethics, Socio, Culture, Interactive) untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa slow learner di sekolah dasar. Pengembangan dilakukan menggunakan model 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan, meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sukowinangun 2 Magetan. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket kepraktisan, dan tes kemampuan komunikasi matematis. Hasil validasi menunjukkan bahwa e-book berbasis ESCI memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 3,8. Hasil uji kepraktisan memperoleh kategori sangat praktis dengan skor rata-rata 3,82 atau 95,5%. Uji keefektifan menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan nilai n-Gain sebesar 0,54, termasuk kategori sedang. Secara kualitatif, ditemukan peningkatan keaktifan, keberanian, dan keterlibatan emosional siswa selama proses pembelajaran. Integrasi nilai etika, sosial, dan budaya lokal dalam media ini berhasil menciptakan pembelajaran yang interaktif, adaptif, dan kontekstual. Dengan demikian, e-book berbasis ESCI dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran inklusif untuk mendukung pengembangan kemampuan komunikasi matematis siswa slow learner di sekolah dasar.
Studi kualitatif tentang kebutuhan pembelajaran matematika berbasis experiential learning di tingkat SMP: Dasar pengembangan e-modul interaktif Ferra Fijantari; Suparman Suparman; Burhanudin Arif Nurnugroho
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v12i1.27377

Abstract

Pembelajaran matematika di tingkat SMP masih menghadapi tantangan dalam menerapkan pendekatan berbasis pengalaman (experiential learning), meskipun kurikulum merdeka mendorong inovasi pembelajaran kontekstual. Gurumembutuhkan panduan sistematis dan media interaktif yang mendukung ekspolrasi serta refleksi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pedagogis dan teknologi dalam pembelajaran matematika berbasis experiential learning sebagai dasar pengembangan e-modul interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kulaitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan wawancara mendalam dengan guru, observasi kelas dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memahami pentingnya pembelajaran kontekstual namun belum memiliki panduan sistematis; siswa membutuhkan pengalaman belajar interaktif melalui media dgital; integrasi teknologi dalam pembelajaran masih terbatas. Kesimpulannya, pengembangan e-modul berbasis experiential learning diperlukan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika melalui pengalaman langsung siswa. Mathematics learning at junior high school level still faces chalenges in imprenting experiential learning, even though the Kurikulum Merdeka encourages contextual learning innovation. teachers require systematic guidelines and interactive media to support student exploration and reflection. This study aims to analyze pedagogical and technological needs in experiential learning-based mathematics as the foundation for developing an interactive e-module. A qualitative descriptive approach was used, including in-depth interviews with teachers, classroom observation, and learning document analysis. The results indicate that teachers understand the importance of contextual learning but lack systematic guidance; students need interactive learning experience through digital media; technology integration in learning remains limited. In coclusion developing an interactive e-module based on experiential learning is essential to enhance students conceptual understanding through direct experience.  
Desain pembelajaran materi barisan aritmatika dengan menggunakan pendekatan PMRI pada konteks stadion gelora sriwijaya Fatimah Azzahroh; Zulkardi Zulkardi; Ely Susanti; Meryansumayeka Meryansumayeka
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v12i1.27677

Abstract

Arithmetic sequences are an important topic in mathematics that requires conceptual understanding. However, in classroom practice, this material is often taught without meaningful real-world contexts, leading students to memorize formulas rather than understand underlying concepts. Therefore, this study aimed to design arithmetic sequence learning using the PMRI approach in the context of the Gelora Sriwijaya Stadium. This study employed qualitative design research consisting of three stages: preliminary design, design experiment (pilot and teaching experiment), and retrospective analysis. The participants were 34 eleventh-grade students at SMA Negeri 12 Palembang, South Sumatra, Indonesia. Data were collected through classroom observations, students’ activity sheets (LKPD), and semi-structured interviews, and analyzed descriptively by comparing the initial Hypothetical Learning Trajectory (HLT) with the actual learning trajectory. The findings show that the stadium context supported students in progressively constructing the concept of arithmetic sequences, moving from concrete representations of seating arrangements to identifying constant differences and formulating the nth-term expression through guided reinvention. The activities promoted self-generated models that bridged informal reasoning and formal mathematical representation. This research produced learning design for arithmetic sequence material based on real contexts, which serves as an alternative for teachers in implementing PMRI.
Literasi dan aljabar dalam penalaran matematika melalui tes berbasis komputer:Tinjauan literatur sistematis Fitriyani Fitriyani; Duano Sapta Nusantara; Rohati Rohati; Kgaladi Maphutha
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v12i1.27709

Abstract

This systematic literature review (SLR) aims to analyze and synthesize the role of  literacy and algebraic proficiency in predicting students' mathematical reasoning abilities, specifically in the context of the Computer-Based Written Exam (UTBK). The SLR method used in this study is a review of 18 articles, consisting of 11 documents from the Scopus database and 7 from the Google Scholar database, from 2019-2025. Using bibliometric analysis with the VOSviewer application, it shows that students' difficulties often arise at the stage of understanding problem narratives (literacy) before they are able to model and generalize algebra (algebraic literacy), which then leads to their logistical reasoning. However, the existing literature data indicates a research gap because no study has explicitly used structural modeling (SEM) to quantitatively test and validate the causal relationship pathways between these three variables. Therefore, the main recommendation of this study is to develop a rigorous structural model, supported by diagnostic error analysis based on Newman's analysis (NEA), to provide a strong foundation for focused and effective pedagogical interventions
Pengaruh augmented reality terhadap kemampuan spasial siswa dalam pembelajaran matematika: Systematic literature review Afdar Rizki Nabila; Putri Nur Malasari
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v12i1.27993

Abstract

Kemampuan spasial merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika karena membantu siswa memahami konsep geometri, bentuk ruang, dan hubungan antarunsur visual, namun pembelajaran yang masih bersifat abstrak dan dua dimensi membuat siswa kesulitan mengembangkannya. Seiring kemajuan teknologi, Augmented Reality (AR) hadir sebagai inovasi yang mampu menjembatani konsep abstrak menjadi pengalaman belajar yang konkret dan interaktif. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis pengaruh dan penerapan AR terhadap peningkatan kemampuan spasial siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan ERIC, dan dari 266 artikel ditemukan, 15 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan AR berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan spasial, terutama pada aspek visualisasi, rotasi, dan penalaran spasial. AR membantu siswa memahami konsep geometri melalui representasi objek tiga dimensi yang interaktif, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkuat keterlibatan kognitif. Efektivitas AR meningkat saat diintegrasikan dengan model pembelajaran aktif, meskipun masih terdapat kendala terkait perangkat, kesiapan guru, dan infrastruktur.
The Influence of Digital Literacy and Cognitive Strategies on Junior High School Students’ Conceptual Understanding Diah Ary Puspitarini; Mochamad Yus Cholily
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v12i1.28160

Abstract

Integrasi teknologi digital yang semakin pesat dalam pembelajaran matematika telah mengubah cara siswa mengakses, memproses, dan menginternalisasi pengetahuan konseptual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital dan strategi kognitif terhadap pemahaman konseptual siswa di SMP Islam Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan melibatkan 93 siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan rumus Slovin dari total populasi sebanyak 120 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, meliputi angket literasi digital, angket strategi kognitif, serta tes pemahaman konseptual. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah memenuhi seluruh asumsi klasik, yaitu normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel, serta model regresi memenuhi persyaratan statistik yang ditetapkan. Secara parsial, literasi digital berpengaruh signifikan terhadap pemahaman konseptual (t = 5,832; p = 0,000), dan strategi kognitif juga berpengaruh signifikan (t = 5,112; p = 0,000). Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman konseptual, yang ditunjukkan oleh nilai F sebesar 56,214 (p = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,603) menunjukkan bahwa 60,3% variasi pemahaman konseptual dapat dijelaskan oleh literasi digital dan strategi kognitif. Temuan ini menegaskan pentingnya kompetensi digital dan pemrosesan kognitif tingkat tinggi dalam memperkuat penguasaan konsep matematika siswa
Proses Berpikir Aljabar Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Kontekstual Ditinjau dari Tipe Kepribadian Sanguinis dan Plegmatis Shoffia Indana Lazulfa; Dhanar Dwi Hary Jatmiko; Ervin Oktavianingtyas; Shima Kunaza Fazira
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v12i1.28201

Abstract

Proses berpikir aljabar siswa tercermin dari cara mereka menyelesaikan soal kontekstual. Penyelesaian soal kontekstual memungkinkan siswa mengembangkan pola pikir yang lebih kompleks karena melibatkan pengetahuan matematika formal dan informal. Variasi pendekatan siswa dalam menyelesaikan masalah tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan kognitif, tetapi juga oleh faktor nonkognitif yaitu tipe kepribadian dan salah satu teori yang digunakan untuk mengklasifikasikan tipe kepribadian adalah Hippocrates–Galenus. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tiga subjek kelas VIII, satu siswa bertipe Sanguinis dan dua siswa bertipe Plegmatis. Subjek tersebut dipilih secara purposive berdasarkan skor angket serta kemampuan komunikasi mereka. Data diperoleh melalui tes berpikir aljabar, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek Sanguinis mampu mengenali pola, menyusun rumus umum, dan menyimbolkan informasi, meskipun pemahaman hubungan antarvariabel masih bersifat konseptual. Pemodelan yang dilakukan belum konsisten, strategi analitik bersifat intuitif, dan pengorganisasian cenderung kurang terstruktur. Sementara itu, subjek Plegmatis mampu mengenali pola dan menyusun rumus, namun hanya memahami hubungan antarvariabel secara konseptual, cenderung tidak mengembangkan model atau menghasilkan model yang kurang tepat, serta menunjukkan hasil kerja yang kurang terorganisasi.