cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022" : 19 Documents clear
Pemanfaatan Kotoran Kelelawar sebagai Pupuk Guano di Desa Bolok, Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur Tangguda, Sartika; Valentine, Riris Yuli; Hariyadi, Dimas Rizky; Sudiarsa, I Nyoman
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.40690

Abstract

Kotoran kelelawar mengandung banyak unsur hara yang tinggi (N, P, K, Ca, Mg, S), namun di sisi lain hasil buangan kelelawar ini mengandung C/N rasio yang rendah sehingga perlu dilakukan suatu proses untuk meningkatkan C/N rasio yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar nitrat dan fosfat pada pupuk guano serta pemanfaatannya untuk pertumbuhan anggur laut (Caulerpa racemose). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2021 bertempat di Teaching Factory Budidaya, Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pembuatan pupuk guano dilakukan menggunakan kotoran kelelawar, EM4, gula merah, terasi, dan air tawar sebagai pelarut yang difermentasikan selama 12 hari dan dilakukan pengujian sampel setiap tiga hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kotoran kelelawar secara alami mengandung kadar fosfat dan nitrat berturut-turut sebesar 1,030 mg/L dan 2,308 mg/L. Kadar fosfat dan nitrat selama 12 hari fermentasi mengalami penurunan dan kenaikan dan diperoleh hasil kadar fosfat dan nitrat pada hari ke-12 sebesar 1,302 mg/L dan 2,296 mg/L. Peningkatan dan penurunan kadar fosfat dan nitrat berkaitan dengan aktivitas mikroorganisme yang terdapat di dalam EM4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk guano mengandung kadar fosfat dan nitrat yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman dan terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan anggur laut (C. racemose) dengan menaikkan bobot anggur laut dan panjang serta jumlah ramuli. Pupuk guano yang diperoleh dapat dijadikan alternatif pengganti pupuk organik yang harganya relatif mahal di Kota Kupang.
Stabilitas Hasil Tiga Genotipe Tebu (Saccharum officinarum L.) Hasil Mutasi Ethyl Methane sulfonate (EMS) Faesol, Nurul; Avivi, Sholeh; Hartatik, Sri
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.40794

Abstract

Perakitan varietas tebu unggul diperlukan sebagai upaya peningkatan produksi tebu nasional. Salah satu kriteria penentuan varietas unggul tebu adalah mempunyai performa daya hasil tinggi dan stabil. Penelitian ini bertujuan guna mengevaluasi penampilan agronomi dan stabilitas hasil genotipe tebu mutan di tiga lokasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Materi evaluasi terdiri dari tiga genotipe tebu hasil mutasi dengan ethyl methanesulfonate (EMS) generasi keempat (M4.1, M4.2, M4.3) dan satu varietas Bululawang (BL) sebagai pembanding. Percobaan dilakukan di tiga lokasi yaitu Kabupaten Jember (Kecamatan Arjasa, Kecamatan Sukorambi) dan Kabupaten Bondowoso (Kecamatan Pakem) dari bulan Desember 2020 - Januari 2022. Adaptasi dan stabilitas hasil genotipe tebu dievaluasi menggunakan model Finlay-Wilkinson, Eberhart dan Russell, dan Additive Main Effects and Multiplicative Interaction (AMMI). Hasil percobaan menunjukkan bahwa analisis ragam gabungan menunjukkan interaksi genotipe x lingkungan nyata pada karakter hasil produksi. Genotipe tebu mutan M4.1, M4.2, M4.3 memperlihatkan performa agronomi dan hasil tertinggi di semua lokasi, serta nyata lebih tinggi dari varietas pembanding BL berdasar uji LSI 5%. Genotipe tebu  BL, M4.1 dan M4.3 teridentifikasi memiliki stabilitas hasil tinggi terhadap semua lokasi uji, sehingga direkomendasikan sebagai genotipe unggul baru yang stabil serta memiliki daya hasil tinggi. Adapun genotipe M4.3 dinyatakan sebagai genotipe adaptif spesifik lokasi sehingga baik apabila ditanam di daerah Arjasa dan Sukorambi, berdasar uji stabilitas  Finlay dan Wikinson, Eberhart dan Russell, dan AMMI.  Implikasi hasil diharapkan genotipe tebu mutan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk dilakukan pendaftaran varietas unggul baru.
Wisata Alam Kopi Mangrove di Desa Lembung, Kabupaten Pamekasan, Madura: Peluang dan Tantangan dalam Optimalisasi Upaya Menambah Nilai Biji Mangrove Prihantini, Campina Illa; Fawaid, Akh.; Hasbiadi, Hasbiadi
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.42161

Abstract

Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu kabupaten yang memiliki luas hutan mangrove yang cukup luas. Luasnya hutan bakau ini ternyata belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang berada di sekitar pantai atau hutan mangrove. Salah satu kesalahan yang umum dan sering dilakukan oleh masyarakat adalah pengalihan fungsi hutan mangrove sebagai pelindung dari abrasi menjadi lahan garam. Hal ini sangat disayangkan, terlebih manfaat tidak langsung dapat diterima oleh berbagai pihak, salah satunya adalah masyarakat yang berada di sekitar hutan mangrove. Masalah utama dalam penelitian ini yakni masyarakat belum sepenuhnya memamfaatkan kawasan hutan mangrove, khususnya biji mangrove sebagai salah satu potensi pendapatan tambahan masyarakat. Adapun tujuan penelitian ini yakni, (1) mengidentifikasi kondisi wisata alam kopi mangrove di Desa Lembung, Galis, Pamekasan dan (2) menyusun strategi pengembangan wisata alam kopi mangrove di Desa Lembung, Galis, Pamekasan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Selain itu, analisis ruang dan analisis SWOT juga dilakukan untuk mempertajam hasil kajian dan penelitian mengenai potensi dan tantangan pemanfaatan hutan mangrove di Desa Lembung, Kabupaten Pamekasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan mangrove di Kabupaten Pamekasan dalam kondisi yang memprihatinkan. Hal ini dibuktikan dengan semakin maraknya upaya pengalihan fungsi hutan mangrove menjadi lahan garam. Partisipsi masyarakat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Darwis) memberikan secercah cahaya agar pemanfaatan hutan mangrove benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal, salah satunya adalah pemanfaatan buah mangrove sebagai kopi mangrove. Peneliti memberikan rekomendasi agar Pemerintah dapat menangkap peluang, wisata alam kopi mangrove ini sebagai salah satu alternative destinasi wisata yang diharapkan mampu mendongkrak pendapata asli Daerah (PAD) Kabupaten Pamekasan. Dalam pengembangannya, Pemerintah juga harus memerhatikan beberapa aspek, di antaranya, aspek lingkungan, aspek sosial dan aspek ekonomi.
Inisiasi Kalus Daun Talinum triangulare (Jacq.) Willd pada Beberapa Kombinasi Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh 2,4-Dichlorophenoxyatic Acid dan Benzyl Adenine Anggraeni, Dinda; Ismaini, Lily; Surya, Muhammad Imam; Rahmi, Hayatul; Saputro, Nurcahyo Widyodaru
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.40540

Abstract

Ginseng Jawa (Talinum triangular) merupakan tanaman yang seluruh bagian tanamannya memiliki khasiat sebagai obat. Tujuan penelitian ini adalah optimalisasi zat pengatur tumbuh untuk inisasi kalus ginseng jawa. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Kebun Raya Cibodas – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada bulan Agustus sampai bulan November 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan sembilan kombinasi perlakuan 2,4-D (Dichlorophenoxyatic Acid) and Benzyl Adenine (BA) dengan tiga ulangan. Eksplan daun berdiameter 8 mm ditanam pada botol kultur berisi media Murashige and Skoog yang mengandung kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh 2,4-D (0,5 ppm, 1 ppm, dan 1,5 ppm) dan BA (0,5 ppm, 1 ppm, dan 1,5 ppm). Eksplan yang ditanaman mampu menghasilkan kalus dengan waktu awal muncul kalus antara 13-22 hari setelah inisiasi dan memiliki tekstur remah pada semua perlakuan. Terdapat empat warna kalus yang dihasilkan dari perlakuan ini, yaitu moderate yellow green, grayish yellow green, pale olive dan pale brown. Terdapat kombinasi konsentrasi terbaik diperoleh pada perlakuan D2B3 (1 ppm 2,4-D + 1,5 ppm BA) yang memberikan pertumbuhan optimal pada parameter panjang kalus sebesar 3,17 cm dan parameter berat basah kalus sebesar 2,16 gram serta berat kering kalus sebesar 0,21 gram.
Keefektifan Dosis Reduktan Herbisida terhadap Pengendalian Gulma serta Pengaruhnya pada Tanaman Padi Varietas Inpari 32 Aisyah, Siti; Hasjim, Saifuddin; Putri, Prabawati Hyunita
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.42005

Abstract

Reduktan herbisida dapat menjadi upaya untuk mengurangi penggunaan dosis herbisida tanpa mempengaruhi keefektifannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dari penggunaan reduktan herbisida dalam mengendalikan gulma serta pengaruhnya terhadap tanaman padi varietas Inpari 32. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu jenis bahan aktif herbisida (M) dan faktor kedua yaitu dosis reduktan herbisida (N). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan reduktan herbisida efektif mampu menekan pertumbuhan gulma golongan daun lebar dan teki. Semua petak perlakuan menujukkan potensi newgrowth (pertumbuhan gulma baru) serta regrowth (pertumbuhan gulma kembali) pada semua golongan gulma. Bahan aktif M2 (Etoksisulfuron 20 g/l dan fenoksaprop – p – etil 69 g/l) menunjukkan gejala fitotoksisitas dengan skor 1,11 pada waktu pengamatan satu minggu setelah aplikasi. Semua herbisida perlakuan menunjukkan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap parameter pengamatan tanaman padi (tinggi tanaman, jumlah anakan total, laju pertumbuhan tanaman, jumlah anakan produktif, bobot Gabah Kering Panen serta berat 1000 butir padi). Penggunaan reduktan menunjukkan tingkat efisiensi 18 - 51% dari segi biaya dibandingkan perlakuan tanpa reduktan.
Respon Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) (Coleoptera: Curculinoidae: Scolytidae) terhadap Ekstrak Buah Kopi yang Terinfestasi Hama sebagai Atraktan di Perkebunan Kopi Rakyat Gunung Tilu Rasiska, Siska; Safira, Sania; Hidayat, Yusup; Yulia, Endah; Ariyanti, Mira
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.40277

Abstract

Penggerek buah kopi (PBKo), Hypothenemus hampei Ferr. adalah salah satu hama utama pada tanaman kopi. Persentase serangan hama PBKo pada buah kopi dapat mencapai 100% jika tidak ada pengendalian. Salah satu teknologi pengendalian hama PBKo yang dapat dilakukan adalah penggunaan ekstrak buah kopi yang terinfestasi hama PBKo sebagai atraktan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh esktrak buah kopi yang terinfestasi sebagai atraktan hama PBKo dan memperoleh konsentrasi ekstrak buah kopi terinfestasi yang paling efektif sebagai atraktan imago hama PBKo. Selain itu juga dipelajari serangga arthropoda lain yang tertangkap. Penelitian ini dilakukan di perkebunan kopi rakyat Gunung Tilu, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada bulan November 2021 hingga Maret 2022. Pembuatan ekstraksi buah kopi terinfestasi dengan menggunakan teknik maserasi dan destilasi air dilakukan di Laboratorium Pestisida dan Toksikologi Lingkungan, sedangkan pengamatan hama dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan yaitu P0 = kontrol; P1 = 50 mL air sulingan, P2 = 100 mL air sulingan, P3 = 150 mL air sulingan, P4 = 50 mL ekstrak etanol, P5 = 100 mL ekstrak etanol, P6 = 150 mL ekstrak etanol dan P7 = etanol 10 mL dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak buah kopi terinfestasi dengan menggunakan teknik maserasi dan destilasi air tidak dapat menarik hama PBKo serta tidak menurunkan intensitas serangan hama PBKo. Namun, ekstrak buah kopi terinfestasi dapat menarik sejumlah serangga hama dari ordo Diptera famili Drosophilidae dan parasitoid dari ordo Hymenoptera famili Braconidae.
Keefektifan Berbagai Jenis Insektisida Nabati terhadap Beberapa Hama Penting pada Jagung Manis yang Ditanam Secara Konvensional Analisa, Widya; Fahrurrozi, Fahrurrozi; Ginting, Sempurna
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.41055

Abstract

Serangan hama merupakan salah satu masalah dalam budidaya jagung, karena selain dapat menurunkan kualitas jagung juga dapat menurunkan kuantitasnya sehingga perlu dikendalikan. Insektisida nabati merupakan salah satu alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi insektisida nabati terhadap beberapa hama penting pada jagung manis yang ditanamproduksi secara konvensional. Penelitian ini terdiri dari 8 perlakuan yaitu tanpa aplikasi insektisida, insektisida sintentik (DuPont Lannate 25 WP bahan aktif metomil 25%sebutkan apa), ekstrak biji pinang (Areca catechu L.)   (70 g/l), ekstrak biji srikaya (Annona squamosa L.) (15 g/l), ekstrak daun bintaro (Cerbera manghas) (80 g/l), ekstrak biji pinang dan biji srikaya (70 g/l dan 15 g/l), ekstrak biji pinang dan daun bintaro (70 g/l dan 80 g/l), dan ekstrak biji srikaya dan daun bintaro (15 g/l dan 80 g/l). Variable pengamatan dalam penelitian meliputi Jumlah lubang gerekan pada batang dan gerekan tongkol jagung, jumlah larva dan pupa, mortalitas larva, jumlah rambut jagung yang putus, tingkat keusakan pada daun akibat serangan S. frugiperda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah lubang gerekan per batang dan jumlah gerekan pada tongkol pasca aplikasi beberapa jenis insektisida berkisar antara 0,033 sampai 0,633 lubang dan 0,00 sampai 0,40 lubang. Aplikasi ekstrak biji pinang dan daun bintaro (70 g/l dan 80 g/l) memiliki efektifitas yang sama dengan insektisida sintetis dalam mengendalikan hama O. furnacalis, H. armigera dan S. frugiperda dan ekstrak daun bintaro (80 g/l) juga memiliki efektifitas cenderung sama dengan insektisida sintetis dalam menekan populasi larva H. armigera dan S. frugiperda, dari hasil penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa ekstrak biji pinang dan daun bintaro efektif mengendalikan O. furnacalis, H. armigera dan S. frugiperda.
Uji Resistensi Gulma Echinochloa crus-galli Asal Sulawesi Selatan terhadap Herbisida Natrium Bispiribak Rasyid, Zidan Zulfikar; Kurniadie, Denny; Umiyati, Uum
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.40049

Abstract

Aplikasi herbisida dengan cara kerja menghambat Acetolactate synthase (ALS) telah dilakukan secara intensif untuk mengendalikan gulma jajagoan [Echinochloa crus-galli (L.) P. Beauv.] pada areal pertanaman padi di Sulawesi Selatan, Indonesia. Hal ini diduga menimbulkan E. crus-galli yang tahan dan diperkirakan resisten terhadap herbisida natrium bispiribak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi dan tingkat resistensi E. crus-galli terhadap herbisida natrium bispiribak. Percobaan dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai Januari 2022 di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Kabupaten Sumedang. Rancangan percobaan disusun dalam bentuk Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah lokasi asal gulma sebagai petak utama yang berasal dari daerah terpapar herbisida (Kabupaten Maros, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan) dan dari daerah tidak terpapar herbisida (Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat). Faktor kedua adalah dosis herbisida sebagai anak petak yang terdiri atas 0, 4, 8, 16, 32, 64, 128 g bahan aktif (b.a)/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E. crus-galli asal Sidrap dan Maros tergolong ke dalam resisten tingkat rendah terhadap herbisida natrium bispiribak dengan nisbah resistensi masing-masing sebesar 5,61 dan 2,36, sedangkan, pada gulma E. crus-galli asal Pinrang tidak menunjukkan adanya resistensi terhadap herbisida natrium bispiribak.
Penilaian Lahan untuk Pengembangan Padi Sawah di Kecamatan Bualemo dan Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah Katili, Hidayat Arismunandar; Sotomani, Edwin; Sapae, Basir; Puspapratiwi, Dian
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.42568

Abstract

Dalam pemenuhan kebutuhan manusia, tanaman padi sawah menjadi sangat penting untuk ketersediaan kemandirian pangan dalam menghadapi krisis pangan di setiap wilayah. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi lahan untuk pengembangan Padi Sawah (Oryza sativa L.) di Kecamatan Bualemo dan Pagimana. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2021 sampai Februari 2022, dengan pendekatan parametrik yang menggunakan metode matching antara kualitas lahan dengan kriteria kesesuaian lahan padi sawah, serta ditabulasikan ke dalam bentuk peta dengan menggunakan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan lahan aktual Kecamatan Bualemo pada Satuan Peta Lahan (SPL) 1 dan SPL 3 tergolong sebagai lahan marginal (S3) sedangkan SPL 2 dikategorikan sebagai cukup sesuai (S2). Pada lahan aktual berlokasi di Kecamatan Pagimana diperoleh SPL 1, 2 dan 3 yang dikategorikan sebagai cukup sesuai (S2). Adapun faktor pembatas yang teridentifikasi yaitu lereng, drainase, kedalaman tanah, KB, N-total, P2O5 dan K2O. Selanjutnya apabila dilakukan upaya perbaikan berdasarkan faktor pembatasnya, maka diperoleh kesesuaian lahan potensial untuk padi sawah Kecamatan Bualemo pada SPL 1 dengan kategori sangat sesuai seluas 327,8 ha, SPL 2 dengan kategori cukup sesuai seluas 866,8 ha dan SPL 3 dengan kategori marginal seluas 171,6 ha. Pada Kecamatan Pagimana diperoleh pada SPL 1, 2 dan 3 tergolong sangat sesuai seluas 704,3 ha. Berdasarkan hasil penilaian kesesuaian lahan tersebut maka pengembangan tanaman padi sawah dapat dilakukan berdasarkan sebaran SPL di Kecamatan Bualemo dan Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai.
Pengaruh Beberapa Pelarut Ekstrak Daun Nerium oleander L. terhadap Mortalitas, Konsumsi Makan dan Kelulushidupan Spodoptera frugiperda J.E. Smith Subakti Putri, Syifa Nabilah; Susanto, Agus; Bari, Ichsan Nurul; Santriyani, Ai Siti
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.41671

Abstract

Tanaman beracun oleander (Nerium oleander) memiliki potensi untuk mengendalikan hama utama tanaman jagung, salah satunya ulat grayak jagung (Spodopetera frugiperda). Namun demikian, studi ekstrak daun N. oleander yang disiapkan dengan menggunakan pelarut yang berbeda belum diketahui efektivitasnya dalam mengendalikan S. frugiperda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan berbagai pelarut ekstrak daun N. oleander terhadap terhadap mortalitas, konsumsi makan, dan kelulushidupan larva S. frugiperda. Penelitian melibatkan ekstraksi daun N. oleander berdasarkan perbedaan polaritas pelarut (n-hexane, etanol, metanol, air) untuk lima konsentrasi uji yang berbeda serta perlakuan kontrol yang diulang empat kali menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada larva S. frugiperda instar III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar metanol daun N. oleander memberikan pengaruh penghambatan konsumsi pakan larva S. frugiperda sebesar 0,071 ± 0,028 g dibandingkan kontrol 0,642 ± 0,031 g. Selain itu, ekstrak kasar metanol daun N. oleander menunjukkan persentase mortalitas tertinggi sebesar 97,5 ± 0,50%, diikuti oleh ekstrak kasar air 70 ± 0,82%, ekstrak kasar etanol 57,50 ± 0,96%, dan ekstrak kasar n-hexane 50,00 ± 0,82%. Kelulushidupan larva, pupa, dan imago S. frugiperda menunjukkan nilai persentase terendah sebesar 2-3,4% ketika diaplikasikan ekstrak kasar metanol daun N. oleander. Secara keseluruhan, metanol adalah pelarut yang paling baik untuk mengekstrak daun N. oleander terhadap mortalitas, daya konsumsi, dan kelulushidupan larva S. frugiperda.

Page 1 of 2 | Total Record : 19