cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 34, No 3 (2023): Desember, 2023" : 16 Documents clear
Kompatibilitas dan Efektivitas Azospirillum dan Streptomyces untuk Mengendalikan Penyakit Moler pada Bawang Merah di Alfisol Jumantono Hadiwiyono, Hadiwiyono; Fitriana, Faedah; Poromarto, Susilo Hambeg; Cahyani, Vita Ratri
Agrikultura Vol 34, No 3 (2023): Desember, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i3.50413

Abstract

Pengaruh Azospirillum sp. dan Streptomyces sp. secara terpisah sebagai perlakuan tunggal pada kegiatan budidaya tanaman telah banyak dilaporkan pada penelitian sebelumnya, tetapi sebagai perlakuan kombinasi sebagai agens hayati masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompatibilitas dan efektivitas Azospirillum sp. dan Streptomyces sp. untuk pengendalian penyakit moler yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f. sp. cepae (FOCe) dan pertumbuhan bawang merah di tanah Alfisol Jumantono. Penelitian terdiri dari uji in vitro (uji antagonisme dan uji kompatibilitas) dan uji in vivo (penanaman pada polybag di screen house). Uji in vitro dilakukan dengan metode dual culture sementara uji in vivo dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri dari perlakuan tanpa agens pengendali hayati, aplikasi fungisida, Azospirillum sp., Streptomyces sp., dan kombinasi Azospirillum sp. dengan Streptomyces sp. semua perlakuan diinkulasikan dengan FOCe.Variabel yang diamati pada uji in vitro yaitu kompatibilitas dan penghambatan pertumbuhan koloni FOCe, sementara pada uji in vivo variabel yang diamati adalah penghambatan terhadap intensitase penyakit serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara in vitro Azospirillum sp. dan Streptomyces sp. kompatibel satu sama lain. Streptomyces sp. menekan pertumbuhan FOCe sebesar 52.96% lebih baik daripada Azospirillum sp. Akan tetapi, hasil uji in vivo menunjukkan Azospirillum sp. dan Streptomyces sp., baik secara individu maupun bersama-sama, belum berhasil memberikan pengendalian yang optimal terhadap penyakit moler pada bawang merah yang ditanam di tanah Alfisols Jumantono. Meskipun aplikasinya mampu mengurangi intensitas penyakit moler, tingkat efektivitasnya termasuk dalam kategori kurang. Selain itu, dampaknya terhadap parameter pertumbuhan bawang merah juga belum hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan dalam metode aplikasi agens pengendali hayati guna mencapai hasil yang diinginkan.
Assessing Soil Degradation Status under Different Types of Agricultural Land (Case Study: Jatisrono Sub-district, Wonogiri District, Indonesia) Mujiyo, Mujiyo; Essla, Verona Putri; Herdiansyah, Ganjar; Herawati, Aktavia
Agrikultura Vol 34, No 3 (2023): Desember, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i3.48516

Abstract

Kecamatan Jatisrono berada di wilayah perbukitan yang menjadikan lahannya rentan terhadap erosi serta aktivitas lahan. Kondisi ini dapat mempengaruhi produksi biomassa dan menyebabkan kerusakan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kerusakan tanah, mengkaji faktor penentu kerusakan tanah, serta memberikan rekomendasi pengelolaan tanah di Kecamatan Jatisrono. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2022 pada 36 titik yang mewakili setiap satuan peta lahan (SPL) di Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Parameter pengamatan lahan kering dan lahan basah mengadopsi dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 150 Tahun 2000. Lahan kering meliputi parameter ketebaan solum, kebatuan permukaan, tekstur, bobot volume, porositas, permeabilitas, pH (H2O), daya hantar listrik, potensial redoks, dan jumlah mikroba. Lahan basah meliputi parameter kandungan pirit, kedalaman air tanah dangkal, pH (H2O), daya hantar listrik, dan jumlah mikroba. Metode yang digunakan adalah survei dan deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Sebanyak 12 satuan peta lahan (SPL) terdiri dari 6 SPL lahan kering (kebun dan tegalan) serta 6 SPL lahan basah (sawah). Hasil penelitian menunjukkan pertanian lahan kering memiliki tingkat kerusakan tanah rusak ringan serta rusak sedang sedangkan lahan basah memiliki tingkat kerusakan tanah tidak rusak serta rusak ringan. Kerusakan tanah lahan kering sangat dipengaruhi oleh kemiringan lereng sedangkan kerusakan tanah lahan basah sangat dipengaruhi oleh jenis tanah. Faktor penentu kerusakan tanah lahan kering adalah bobot volume, porositas, dan permeabilitas tanah. Faktor penentu kerusakan tanah lahan basah adalah pH H2O tanah. Strategi pengelolaan kerusakan tanah lahan kering dengan meningkatkan bahan organik tanah. Strategi pengelolaan kerusakan tanah lahan basah dengan perbaikan irigasi.
Biologi Predator Eocanthecona furcellata Wolff (Hemiptera: Pentatomidae) dengan Mangsa Ulat Grayak Spodoptera frugiperda J. E. Smith di Laboratorium Rustam, Rusli; Syafa’ati, Alfi
Agrikultura Vol 34, No 3 (2023): Desember, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i3.45286

Abstract

Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan utama di Provinsi Riau. Budidaya kelapa sawit tidak terlepas dari serangan hama ulat api, Setora nitens. Pengendalian hama ini umumnya menggunakan insektisida sintetik sehingga diperlukan alternatif pengendalian dengan menggunakan musuh alami seperti predator Eocanthecona furcellata Wolff. Akan tetapi, pengaplikasiannya memerlukan jumlah predator yang banyak, sehingga perlu dilakukan upaya perbanyakan yang menemukan kendala dalam ketersediaan mangsa sebagai bahan makanannya. Mangsa alternatif yang dapat digunakan adalah Spodoptera frugiperda J. E. Smith. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data biologi E. furcellata yang diberi mangsa larva S. frugiperda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan metode observasi yakni mengamati perkembangan E. furcellata pada 100 sampel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan keperidian E. furcellata mencapai 85,77 telur/imago dan persentase telur menetas sebesar 86,20%. Stadia nimfa terdiri dari lima instar dengan periode waktu nimfa 18,69 hari. Jumlah keturunan betina lebih banyak dari jantan dengan persentase sex ratio kelamin jantan: betina yakni 42,65%: 57,35%. Lama hidup imago betina lebih panjang dibandingkan dengan imago jantan yakni 26,05 hari dan 23,93 hari. Siklus hidup predator E. furcellata selama 49,43 hari. Larva S. frugiperda dapat digunakan sebagai mangsa alternatif dalam perbanyakan predator Eo. Furcellata.
Tingkat Mitigasi Rumah Tangga Petani Padi Sawah Terdampak Banjir di Provinsi Jawa Barat Noor, Trisna Insan; Sulistyowati, Lies; Tridakusumah, Ahmad Choibar; Yudha, Eka Purna; Febriyanti, Tenisya; Syakirotin, Muthiah; Wicaksono, Samuel lantip
Agrikultura Vol 34, No 3 (2023): Desember, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i3.50261

Abstract

Pemanasan global telah memberikan dampak pada pertanian, salah satunya peningkatan intensitas banjir khususnya di daerah aliran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat mitigasi rumah tangga petani padi sawah yang terdampak banjir dilihat dari perspektif sosial ekonomi, sosiologi, dan spasial di daerah aliran sungai citanduy. Data diperoleh melalui survey terhadap 306 orang responden petani yang tersebar di lokasi studi yang dipilih dengan teknik proportional random sampling, serta melalui wawancara mendalam yang dilakukan dengan para informan kunci yang terdiri dari ketua kelompok tani, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah setempat. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat mitigasi rumah tangga petani termasuk kategori sedang (3,29), yang dipengaruhi oleh tingkat ketinggian lokasi pemukiman. Semakin rendah elevasi, maka semakin tinggi tingkat mitigasinya. Para petani lebih mementingkan mitigasi non struktural (3,04) dibandingkan dengan mitigasi struktural (3,16). Penelitian ini menyarankan kolaborasi dari berbagai pihak terkait dari mulai kelompok tani hingga ke pemangku kebijakan dalam merancang, mengembangkan, dan menerapkan upaya-upaya mitigasi baik stuktural maupun non struktural. 
Pengaruh Pupuk Controlled Release Fertilizer terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Putri, Adinda Rosmaya; Hamdani, Jajang Sauman; Drikarsa, Drikarsa; Mubarok, Syariful
Agrikultura Vol 34, No 3 (2023): Desember, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i3.46560

Abstract

Produktivitas cabai merah besar (Capsicum annuum L.) di Indonesia tahun 2019 sebesar 8,62 ton/ha dimana angka tersebut masih jauh di bawah potensi produktivitasnya (20-30 ton/ha). Angka produktivitas tersebut dapat ditingkatkan dengan pemupukan yang tepat. Controlled Release Fertilizer (CRF) merupakan pupuk yang dikembangkan untuk menyediakan nutrisi dalam kurun waktu lebih lama dan konsisten dengan kebutuhan nutrisi fisiologis tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh CRF terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah besar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2022 pada kebun percobaan di Bale Tatanen, Universitas Padjadjaran. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan, yaitu: campuran pupuk tunggal (300 kg/ha Urea, 200 kg/ha TSP, dan 200 kg/ha KCl), NPK konvensional 300 kg/ha, CRF 2 240 kg/ha, CRF 2 300 kg/ha, CRF 3 240 kg/ha, dan CRF 3 300 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan pengaplikasian CRF memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai yang lebih baik dibandingkan dengan campuran pupuk tunggal dan pupuk NPK konvensional dilihat dari tinggi tanaman, diameter batang, indeks klorofil daun, jumlah buah cabai per tanaman, dan bobot buah cabai per tanaman namun tidak menunjukkan perbedaan signifikan untuk panjang dan lebar daun, bobot per buah cabai, serta panjang dan diameter buah cabai. Perlakuan yang memberikan pengaruh terbaik adalah pupuk CRF 2 dosis 300 kg/ha.
Analisis Kapasitas Infiltrasi pada Beberapa Tipe Lahan Tegalan di Kelurahan Sasa Kecamatan Ternate Selatan Hartati, Tri Mulya; Teapon, Amiruddin; Wati, Indah; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies; Aji, Krishna
Agrikultura Vol 34, No 3 (2023): Desember, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i3.47021

Abstract

Pengembangan lahan tegalan di Kelurahan Sasa Kecamatan Ternate Selatan melibatkan pengolahan tanah secara intensif sehingga memiliki struktur tanah yang renggang dengan porositas yang tinggi. Demikian juga dengan kondisi alami tanahnya yang bertekstur lempung dan berpasir dapat menyebabkan meningkatnya laju infiltrasi serta turut menentukan ketersediaan air yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas infiltrasi, infiltrasi kumulatif dan karakteristik tanah yang memengaruhi kapasitas infiltrasi. Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan dengan menggunakan double ring infiltrometer dalam mengukur laju infiltrasi. Analisis data meliputi laju infiltrasi aktual, kapasitas infiltrasi dan infiltrasi kumulatif. Hasil penelitian menunjukkan lahan tegalan dengan olah tanah minimum (Tg-Otm) memiliki kapasitas infiltrasi lebih rendah dibandingkan dengan lahan tegalan tanpa olah tanah (Tg-Tot) dan lahan tegalan dengan olah tanah intensif (Tg-Oti), demikian juga dengan infiltrasi kumulatifnya. Kondisi tersebut terjadi karena lahan tegalan dengan olah tanah minimum (Tg-Otm) memiliki tekstur tanah agak halus, bahan organik tanah rendah, berat volume tanah lebih tinggi, berat jenis partikel lebih rendah, porositas tanah sedang, kadar air tanah lebih tinggi dan permeabilitas tanah agak lambat.
Hubungan Penerapan GAP dan GHP dengan Mutu Lada Putih (Piper nigrum L.) di Kabupaten Bangka Anjani, Nikmah Ceusaria; Kusmiadi, Riwan; Inonu, Ismed
Agrikultura Vol 34, No 3 (2023): Desember, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i3.43151

Abstract

Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP) dalam produksi komoditas pertanian merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan GAP dan GHP lada, mutu lada petani, dan mengetahui hubungan GAP dan GHP dengan mutu lada putih di Kabupaten Bangka. Penelitian dilakukan pada Februari – Juni 2021. Metode yang digunakan adalah melakukan survei terhadap 30 petani dan pengujian mutu lada petani di Laboratorium. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan GAP oleh petani untuk variabel pembibitan, pemeliharaan dan pemanenan baik, variabel pengendalian hama dan penyakit buruk. GHP yang diterapkan oleh petani pada tiap variabel telah dilakukan dengan baik. Mutu lada putih di Kabupaten Bangka termasuk rendah karena lada petani belum memenuhi SNI sebanyak 83.3%, lada dengan mutu II sebanyak 16.67% dan tidak terdapat lada petani yang memenuhi mutu I. Persamaan regresi pada GAP menunjukkan bahwa kegiatan pemanenan memberikan pengaruh paling besar terhadap mutu lada dan nilai korelasi sebesar +0.563 yaitu korelasi sedang. Persamaan regresi pada GHP menunjukkan kegiatan panen dan penanganan buah lada memberikan pengaruh paling besar pada mutu lada dengan nilai korelasi sebesar +0.325 yaitu korelasi lemah. Kegiatan GAP mempunyai pengaruh lebih besar dibandingkan GHP terhadap mutu lada.
Uji Peningkatan Perkecambahan dan Vigor Benih Padi Varietas Junjuang dengan Isolat Trichoderma spp. Indigenous Elita, Nelson; Susila, Eka; Sari, Deliana Andam; Illahi, Ayu Kurnia
Agrikultura Vol 34, No 3 (2023): Desember, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i3.45941

Abstract

Budidaya padi dengan metode System of Rice Intensification (SRI) menggunakan bibit muda berumur 8-12 hari saat penanaman di lapangan. Bibit padi muda bermasalah ketika ditransplantasikan ke lapangan karena rentan kerusakan, penyakit dan stres lingkungan. Peningkatan kekuatan dan kesehatan kecambah padi dilakukan dengan memanfaatkan mikroba Plant Growth Promoting Fungi (PGPF) yaitu jamur Trichoderma spp. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh isolat Trichoderma spp.  indigenous yang memiliki kemampuan meningkatkan kualitas perkecambahan dan vigor benih padi verietas Junjuang. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tujuh perlakuan Trichoderma spp. yaitu T0 = kontrol, T1 = Trichoderma sp. asal rumpun varietas Ketan Merah, T2 = Trichoderma sp. asal varietas Pandan Wangi, T3 = Trichoderma sp. asal varietas Junjuang, T4 = Trichoderma sp. asal varietas Cisokan, T5 = Trichoderma sp. asal varietas Kuning Kuriak, dan T6 = Trichoderma sp. asal varietas Siliah Baganti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang tunas, berat tunas, panjang akar, berat varietas Junjuang lebih sesuai dengan benih varietas Junjuang. Aplikasi isolat Trichoderma spp. pada perkecambahan benih dapat meningkatkan daya kecambah benih dibandingkan dengan kontrol.
Identifikasi Virus Penyebab Penyakit Kuning Keriting pada Cabai di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan Hamdayanty, Hamdayanty; Hardina, Nur
Agrikultura Vol 34, No 3 (2023): Desember, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i3.42833

Abstract

Cabai merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia baik sebagai bumbu dapur maupun pelengkap makanan. Tingkat produksi cabai merah masih berfluktuasi. Salah satu penyebabnya yakni adanya serangan Pepper yellow leaf curl virus (PepYLCV). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi secara molekuler penyakit PepYLCV dan melaporkan keberadaan penyakit tersebut pada pertanaman cabai di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pengambilan sampel tanaman cabai dilakukan di tiga kecamatan berbeda di Kabupaten Gowa dimana cabai banyak ditanam. Sampel yang diambil selanjutnya diekstraksi yang dilanjutkan dengan proses PCR, sekuen nukleotida, dan analisis filogenetika. Gejala infeksi virus pada tanaman cabai yang ditemukan pada tiga kecamatan di Kabupaten Gowa adalah mosaik kuning dan hijau, daun menggulung, melengkung ke atas dan/atau ke bawah, dan tanaman kerdil. Keparahan penyakit dan kejadian penyakit PepYLCV di Kabupaten Gowa masing-masing 78% dan 44%. Gejala infeksi virus pada tanaman cabai positif terinfeksi Begomovirus dan hasil analisis sekuensing menunjukkan bahwa virus tersebut adalah PepYLCV. PepYLCV di Kabupaten Gowa memiliki kekerabatan yang dekat dengan PepYLCV Bali. Hasil penelitian ini merupakan laporan pertama keberadaan PepYLCV di Sulawesi Selatan.
Potensi Bahan Organik Cair Berbasis Limbah Bonggol Pisang Terhadap Pertumbuhan Teh (Camellia sinensis (L) O. Kuntze) Anjarsari, Intan Ratna Dewi; Primadi, Ilhamsyah; VZ, Cucu Suherman
Agrikultura Vol 34, No 3 (2023): Desember, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i3.46200

Abstract

Tersedianya unsur hara dan air yang cukup merupakan salah satu syarat untuk keberhasilan kegiatan pembibitan dalam perbanyakan tanaman teh. Pertumbuhan bibit yang baik ditandai dengan seimbangnya pertumbuhan perakaran dan batang dengan daun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi dan interval pemberian bahan organik cair (BOC) bonggol pisang dalam meningkatkan pertumbuhan bibit teh serta untuk mendapatkan informasi konsentrasi dan interval BOC bonggol pisang yang memberikan pengaruh terbaik untuk pertumbuhan bibit teh. Percobaan dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Maret 2022 di Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang berada pada ketinggian ±1.350 m dpl. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali. Perlakuan yang diuji yaitu pupuk urea sebagai kontrol, dan kombinasi konsentrasi BOC bonggol pisang (10%, 20%, 30% dan 40%) dengan interval pemberian BOC (7 dan 14 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BOC bonggol pisang pada konsentrasi 40% dengan interval 7 hari sekali (28,60 cm) memberikan pengaruh lebih baik untuk variabel panjang akar (12 MSP) dibandingkan dengan pemberian pupuk anorganik urea (19,88 cm).  Pemberian BOC bonggol pisang konsentrasi 10 – 40% yang dikombinasikan dengan interval aplikasi 7 hari dan 14 hari dapat menjadi alternatif pemupukan organik pada pembibitan setek teh klon GMB 7 yang berumur delapan bulan.

Page 1 of 2 | Total Record : 16