cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
Pengaruh Partisipasi Anggota terhadap Keberhasilan Koperasi Produsen Kopi Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Adela, Aqila Shafa; Karyani, Tuti
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.37752

Abstract

Koperasi sebagai salah satu pilar kunci dalam perekonomian Indonesia merupakan organisasi ekonomi dan sosial yang memiliki tujuan khusus untuk kesejahteraan anggota dan tujuan umum untuk kesejahteraan masyarakat. Anggota merupakan sumber daya koperasi memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan serta keberhasilan suatu koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat partisipasi anggota, keberhasilan usaha koperasi di Koperasi Produsen Kopi Margamulya (KPKM). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keberhasilan koperasi sedangkan variabel independennya adalah partisipasi anggota. Sampel penelitian menggunakan teknik Random Sampling diperoleh sebanyak 60 anggota dari jumlah populasi 150 anggota. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian didapatkan analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa rata-rata partisipasi anggota berada dalam kriteria rendah. Indikator yang tinggi yaitu partisipasi anggota sebagai pengguna. Hasil dari rata-rata analisis deskriptif persentase mengenai keberhasilan koperasi berada dalam kriteria rendah. Hasil dari Uji T menunjukkan bahwa partisipasi anggota berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha Koperasi Produsen Kopi Margamulya. Implikasi dari penelitian memberikan informasi yang dibutuhkan dalam memprediksi variabel keberhasilan koperasi. Mengingat nilai koefisien determinasi yang kecil pada penelitian ini, yakni hanya 21,6%, limitasi dari penelitian ini kurang dijelaskan variabel seperti pembinaan pemerintah, permodalan, dan pelayanan yang menjadi pendukung dalam keberhasilan koperasi.
Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Aktivitas Pencatatan dan Analisis Keuangan Berbasis Teknologi pada Usahatani Kentang di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Pertiwi, Yuselda Zauma; Wulandari, Eliana
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.38042

Abstract

Usahatani kentang (Solanum tuberosum L.) memiliki prospek yang baik dalam kelompok tanaman hortikultura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang terkait dengan pencatatan dan analisis keuangan berbasis teknologi pada usahatani kentang di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pangalengan, khususnya di Desa Pulosari dan Desa Pangalengan. Sampel 52 petani kentang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Metode penelitian yang dipakai adalah survei. Analisis regresi logit digunakan untuk menganalisis keterkaitan usia, latar belakang pendidikan, pendapatan, pengalaman bertani, status kepemilikan lahan, dan pengalaman mendapatkan pelatihan aktivitas pencatatan dan analisis keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pencatatan dan analisis keuangan berbasis teknologi pada petani berkaitan dengan faktor pendapatan dan pengalaman dalam mendapatkan pelatihan pencatatan dan analisis keuangan.
Strategi Pengembangan Bisnis Pertanian di PT Agro Jabar Kebun Cikajang, Kabupaten Garut Alamsyah, Raden Trizaldi Prima; Wulandari, Eliana
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.38082

Abstract

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat, PT Agro Jabar dibentuk untuk mengelola lahan pertanian yang ada di Jawa Barat dengan tujuan untuk memanfaatkan aset daerah agar lebih produktif dan menghasilkan pendapatan yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Salah satu lahan yang dikelola oleh perusahaan adalah Kebun Cikajang di Kabupaten Garut dengan komoditas yang diusahakan adalah lemon, stevia dan kentang. Di samping itu, perusahaan akan mengembangkan usaha yang ada untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu, untuk mengembangkan bisnis yang akan dijalankannya diperlukan sebuah strategi agar dapat mewujudkan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Pembuatan strategi dilakukan dengan menggunakan Analytical Network Process untuk menentukan prioritas yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Penelitian ini menggunakan data primer berdasarkan hasil wawancara dengan informan kunci yang dipilih atas dasar kepakaran dan pemahaman terhadap bisnis dan permasalahannya yang dihadapi secara mendalam. Terdapat lima kriteria yang menjadi dasar dalam pengembangan usaha, yakni biaya, penerimaan, persaingan produk, perbaikan teknis budidaya dan usaha pertanian kontrak sedangkan ketiga komoditas yang sedang diusahakan menjadi alternatif strategi. Berdasarkan hasil analisis, prioritas utama yang perlu diperhatikan adalah usaha pertanian kontrak. Adapun alternatif strategi yang dapat dipilih adalah usahatani kentang.
Bioaktivitas Ekstrak Biji Anonna muricata L. terhadap Spodoptera frugiperda J. E. Smith (Lepidoptera:Noctuidae) Ramadhan, R. Arif Malik; Nurhidayah, Siti
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.36627

Abstract

Keberadaan Spodoptera frugiperda menjadi salah satu faktor pembatas produksi jagung di Indonesia. Status S. frugiperda di Indonesia sebagai hama baru pada pertanaman jagung mengakibatkan masih terbatasnya metode pengendalian yang dapat diterapkan. Pola pengendalian menggunakan pestisida sintetik akan menimbulkan permasalahan resistensi di kemudian hari. Pemanfaatan pestisida nabati dinilai sebagai sarana pengendalian alternatif yang dapat digunakan. Tanaman sirsak (Annona muricata) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi dijadikan sebagai pestisida nabati. Pemanfaatan tanaman A. muricata di Indonesia sebagai pestisida nabati telah dilaporkan efektif untuk mengendalikan berbagai hama. Ekstrak metanol biji A. muricata diujikan dengan konsentrasi 0%, 0,2%, 0,4%, 0,8%, dan 1,6%. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak biji A. muricata 1,6% dinilai efektif untuk mengendalikan S. frugiperda dengan tingkat mortalitas sebesar 93,33 ± 1,15 % dan nilai LC95 sebesar 3,105%, dapat menghambat laju perkembangan larva hingga 5,85 hari, mempengaruhi keberhasilan pembentukan pupa hingga 33%, dan keberhasilan imago hingga 0%. Akan tetapi, ekstrak metanol biji A. muricata dinilai kurang efektif dalam menghambat aktivitas makan dan pertumbuhan S. frugiperda. Respons penghambatan aktivitas makan teramati hanya sebesar 32,43% dan pengaruhnya terhadap penghambatan pertumbuhan larva tidak berbeda nyata dengan perlakuan lain. Ekstrak biji A. muricata dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian S. frugiperda namun perlu dikembangkan dengan menguji fraksi pelarut lain maupun dengan mengombinasikan ekstrak biji A. muricata dengan tanaman lain.
Analisis Perilaku Pembelian Konsumen terhadap Pangan Organik Saat Pandemi Covid-19 di Indonesia Saberina, Sabilla; Aprianti, Vika
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.36019

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar bagi perilaku pembelian masyarakat. Pergeseran tren dari mengkonsumsi produk pangan konvensional menjadi pangan organik terjadi seiring dengan kesadaran individu akan pentingnya kesehatan. Dari sudut pandang pemasaran, hal ini penting untuk diteliti karena terlihat potensi besar pada masyarakat yaitu terjadi perluasan pasar yang ditandai dengan peningkatan permintaan terhadap jenis produk tersebut yang selanjutnya dinilai akan menyebabkan dorongan kuat kepada industri pertanian pangan organik. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor apa saja yang mendorong konsumen sehingga memiliki minat beli dan melakukan pembelian aktual terhadap produk makanan organik pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal ini mendesak diketahui untuk dasar para pelaku maupun pemangku kebijakan baik dalam industri pertanian pangan organik maupun para pemasar. Theory Planned Behavior yang dimodifikasi digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan peningkatan konsumsi pangan organik. Populasi sasaran penelitian ini adalah konsumen produk makanan organik. Teknik non probability sampling digunakan dengan sampel sebanyak 206 responden. Model penelitian diuji melalui Structural Equation Modeling (SEM) kemudian data yang diperoleh dianalisis melalui software AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sikap terhadap makanan organik terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel kesadaran akan kesehatan dan variabel pengetahuan. Dengan demikian, variabel pengetahuan dan variabel kesadaran akan kesehatan diketahui berpengaruh terhadap minat beli produk makanan organik. Hasil modifikasi teori yaitu dengan menambahkan variabel pengetahuan dan variabel kesadaran akan kesehatan juga terbukti mampu memediasi variabel sikap terhadap variabel minat beli yang berujung kepada pembelian aktual.
Pengaruh Serbuk Tagetes patula L. terhadap Serangan Nematoda Bengkak Akar (Meloidogyne spp.) pada Tanaman Tomat Sunarto, Toto; Bari, Ichsan Nurul; Rachman, Anisa Puspita
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.36770

Abstract

Meloidogyne spp. merupakan nematoda parasit yang dapat menurunkan produktivitas tomat. Pemanfaatan seluruh bagian tanaman Tagetes patula L. dalam bentuk serbuk sebagai nematisida nabati dapat menjadi salah satu alternatif pengendalian nematoda ramah lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan dosis serbuk T. patula yang efektif dalam menekan serangan nematoda bengkak akar (Meloidogyne spp.) pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2021 di Laboratorium Fitopatologi, Divisi Laboratorium Nematologi dan Rumah Kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol (tanpa serbuk T. patula), serbuk T. patula sebanyak 10, 20, 30, 40 g per 2 kg tanah dan karbofuran 2 g per 2 kg tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi serbuk T. patula berpengaruh dalam menekan serangan Meloidogyne spp. pada tanaman tomat. Serbuk T. patula berpotensi menurunkan jumlah juvenil II Meloidogyne spp. dalam 100 ml tanah dan cenderung menurunkan jumlah gall. Aplikasi serbuk T. patula 40 g/2 kg tanah mengakibatkan jumlah gall terendah (32,25 gall) dengan penekanan 41,36%, dan jumlah juvenil II Meloidogyne spp. dalam 100 ml tanah terendah (12,30 ekor) dengan penekanan 51,49% yang menunjukkan setara dengan aplikasi karbofuran 2 g/2 kg tanah.
Analisis Persediaan Bahan Pangan pada sebuah Rumah Sakit di Kota Depok Ramadhani, Nadhifa Zahra; Saidah, Zumi; Natawidjaja, Ronnie Susman; Sadeli, Agriani Hermita
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.38034

Abstract

RS X Depok merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri dan membutuhkan bahan pangan beras, telur ayam, wortel, buncis, labu siam, melon, pepaya, semangka untuk keberhasilan produksi pengolahan makanan rumah sakit. Selama ini manajemen persediaan bahan pangan di RS X Depok dilakukan berdasarkan estimasi pemesanan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kuantitas pemesanan persediaan dan frekuensi pemesanan yang dibutuhkan RS X Depok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dan teknik penelitian studi kasus dengan memaparkan pengendalian persediaan bahan pangan yang diterapkan perusahaan kemudian data dianalisis menggunakan metode EOQ. Hasil penelitian menunjukkan pengendalian persediaan bahan pangan di RS X Depok belum optimal karena besarnya frekuensi pemesanan dan jumlah pemesanan dilakukan sedikit demi sedikit. Solusi bagi RS X Depok adalah menggunakan perhitungan metode EOQ. Di RS X Depok tidak terjadi kehabisan persediaan dalam memenuhi kebutuhan produksi karena persediaan masih tersedia saat dibutuhkan. Perhitungan menggunakan metode EOQ memperlihatkan hasil bahwa pada masing-masing bahan pangan yang diteliti terjadi kenaikan jumlah pemesanan dalam satu kali pesan dan penurunan jumlah frekuensi pemesanan dalam satu tahun.
Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula Indigeneous dan Pupuk Fosfor Anorganik dalam Upaya Peningkatan Serapan Fosfor dan Hasil Tanaman Jagung di Lahan Berkapur Pulau Timor Kiuk, Yosni; Bako, Peters O.; Ishaq, Lily F.
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.35881

Abstract

Kesuburan tanah yang rendah menjadi salah satu faktor pembatas rendahnya produksi jagung di Pulau Timor. Hal ini terutama terkait dengan ketersediaan unsur hara fosfor (P) yang rendah yang umumnya diatasi oleh petani melalui penggunaan pupuk P-anorganik. Namun demikian, kondisi tanah yang berkapur dapat menurunkan ketersediaan hara P bagi tanaman sehingga pupuk P-anorganik memiliki efisiensi yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dosis pupuk fosfor (P) anorganik dan inokulasi kelompok FMA yang memberikan pengaruh terbaik terhadap serapan hara P, pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanian di Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang dan Laboratorium Fisika dan Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Kupang. Penelitian ini dirancang dalam percobaan faktorial 2 faktor menggunakan rancangan lingkungan berupa rancangan petak terpisah (spit plot design) dengan 3 ulangan. Petak utama adalah inokulasi FMA (M) yang terdiri dari 3 taraf: tanpa inokulasi FMA (M0), inokulasi satu jenis spora FMA (M1), dan inokulasi spora FMA campuran (M2). Anak petak adalah dosis pupuk P (SP-36) (P) yang terdiri dari 4 taraf: 25% (P1), 50% (P2), 75% (P3), dan 100% (P4) dosis anjuran. Variabel yang diamati adalah kandungan hara P-jaringan tanaman, tinggi tanaman dan bobot 100 butir jagung pipilan kering. Hasil penelitian menunjukkan: (1) interaksi perlakuan inokulasi FMA dengan perlakuan dosis pupuk P-anorganik tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan; perlakuan tunggal inokulasi FMA berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot 100 butir jagung pipilan kering namun tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan hara P jaringan tanaman; perlakuan tunggal dosis pupuk P-anorganik hanya berpengaruh nyata terhadap kandungan hara P-jaringan tanaman namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot 100 butir jagung pipilan kering, (2) inokulasi FMA baik tipe spora tunggal maupun tipe spora campuran belum mampu meningkatkan kandungan hara P jaringan tanaman namun mampu meningkatkan tinggi tanaman dan bobot 100 butir jagung pipilan kering; tidak terdapat perbedaan nyata antara perlakuan inokulasi FMA tipe spora tunggal dengan perlakuan tipe spora campuran dalam meningkatkan tinggi tanaman dan bobot 100 butir jagung pipilan kering sehingga tidak didapatkan perlakuan inokulasi FMA terbaik dalam penelitian ini, dan (3) tidak didapatkan perlakuan dosis pupuk P-anorganik yang memberikan pengaruh terbaik dalam meningkatkan serapan hara P, pertumbuhan, dan hasil tanaman jagung pada penelitian ini berkaitan dengan efisiensi pemupukan P-anorganik yang rendah pada lahan berkapur.
Pengaruh Kompos Limbah Pertanian terhadap Populasi Azotobacter sp., C-Organik, N-Total, Serapan-N, dan Hasil Pakcoy pada Tanah Inceptisol Jatinangor Setiawati, Mieke Rochimi; Salsabilla, Camilla; Suryatmana, Pujawati; Hindersah, Reginawanti; Kamaluddin, Nadia Nuraniya
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.40160

Abstract

Penggunaan lahan pertanian dengan status hara kurang optimal dapatmenghambat pertumbuhan tanaman, sehingga perlu upaya penambahan unsur hara ke dalam tanah tanpa menyebabkan permasalahan lingkungan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pupuk organik berupa kompos. Melimpahnya volume limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari berbagai jenis kompos limbah pertanian dengan taraf dosis yang berbeda terhadap populasi Azotobacter sp., C-organik, N-total, Serapan-N, dan hasil pakcoy (Brassica rapa L.) pada tanah Incepstisol Jatinangor. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca kebun percobaan Ciparanje, Kecamatan Jatinangor menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari: satu kontrol dan tiga taraf dosis dari setiap jenis kompos. Jenis kompos yang digunakan adalah kompos jerami padi, ampas tebu, dan tandan kosong kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah pertanian berpengaruh nyata terhadap total populasi Azotobacter sp. dan hasil pakcoy. Parameter C-organik, N-total dan Serapan-N tidak berbeda nyata antar perlakuan dan kontrol. Pemberian kompos jerami padi 20 ton/ha merupakan perlakuan terbaik dalam menghasilkan 130,97 g bobot basah dengan 8,46 g bobot kering per tanaman pakcoy. Pemanfaatan limbah pertanian dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dalam meningkatkan hasil tanaman pakcoy, walaupun hasil penelitian ini belum berpengaruh nyata terhadap C dan N.
Kemampuan Air Rendaman Limbah Media Jamur Tiram dan Serbuk Gergaji untuk Mengendalikan Penyakit Bercak Cokelat pada Tanaman Tomat Istifadah, Noor; Rohmah, Nanda Dea Nikmatu; Suganda, Tarkus
Agrikultura Vol 33, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i2.40460

Abstract

Penyakit bercak cokelat yang disebabkan oleh Alternaria solani Sorr. merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman tomat. Limbah jamur konsumsi dan serbuk gergaji merupakan limbah organik yang berpotensi untuk mengendalikan penyakit tanaman. Artikel ini membahas hasil penelitian yang mengevaluasi kemampuan air rendaman limbah jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dan serbuk gergaji kayu albasia (Albizia chinensis ) untuk menghambat pertumbuhan A. solani secara in vitro dan menekan penyakit bercak cokelat pada daun tomat. Percobaan in vitro menggunakan rancangan acak lengkap dengan metoda poisonous food dan perlakuan berupa air rendaman limbah jamur tiram dan serbuk gergaji (steril dan non steril), fungisida (klorotalonil) serta kontrol. Percobaan pada tanaman tomat menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan serupa dengan percobaan in vitro, namun tanpa perlakuan air rendaman limbah steril. Hasil percobaan in vitro menunjukkan bahwa air rendaman limbah jamur tiram dan serbuk gergaji non-steril dapat menghambat pertumbuhan A. solani sebesar 69,3%-80,8%. Air rendaman non-steril limbah jamur tiram dan serbuk gergaji juga dapat menekan perkembangan bercak cokelat pada daun tomat sebesar 87,2% dan 62,1%.