cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
Pengaruh Ekstrak Kasar Umbi Udara Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap Penghambatan Koloni dan Kejadian Penyakit Akibat Alternaria solani pada Bibit Tomat Endah Yulia; Rumenda Tamariska Bangun; Tohidin Tohidin; Hersanti Hersanti
Agrikultura Vol 32, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i3.34683

Abstract

Alternaria solani merupakan patogen penyebab penyakit bercak cokelat pada tanaman tomat. A. solani mampu menyerang hampir seluruh bagian tanaman yaitu tangkai, batang, daun, ranting maupun buah tomat. Serangan pada benih dapat menyebabkan benih rebah, bercak atau benih menjadi busuk. Penggunaan pestisida nabati atau ekstrak tanaman untuk mengendalikan penyakit pada beberapa jenis tanaman telah banyak digunakan. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati ialah tanaman binahong (Anredera cordifolia) yang merupakan tanaman yang populer digunakan sebagai obat tradisional untuk kesehatan maupun sebagai bahan antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan ekstrak kasar umbi udara binahong dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur A. solani serta menekan kejadian penyakit pada bibit tomat.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas  tujuh perlakuan (konsentrasi ekstrak 0,25%, 0,5%, 1%, 2%, dan 4%; kontrol tanpa ekstrak; dan fungisida propineb 0,3%) yang diulang sebanyak empat kali. Pengujian penghambatan pertumbuhan koloni jamur A. solani dilakukan dengan teknik makanan beracun. Pengujian pada benih dilakukan dengan empat perlakuan dan lima ulangan yang masing-masing terdiri atas 25 benih tomat  dengan menggunakan teknik perendaman. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak kasar umbi udara binahong 2% mampu menghambat pertumbuhan koloni A. solani sebesar 37,22% dan menekan kejadian penyakit pada bibit tomat dengan penekanan mencapai 83,33%.
Pengaruh Kitosan Nano terhadap Penyakit Bercak Coklat (Alternaria solani Sor.) pada Tanaman Tomat Sukmono Suwignyo; Hersanti Hersanti; Fitri Widiantini
Agrikultura Vol 32, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i3.34954

Abstract

Penyakit bercak coklat (A. solani) dapat menyebabkan kehilangan hasil panen tomat sampai dengan 78%. Penggunaan fungisida kimia yang dilakukan oleh petani secara terus menerus dilaporkan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Beberapa penelitian melaporkan bahwa penggunaan kitosan nano dapat menghambat pertumbuhan berbagai jamur tanaman baik secara in-vitro maupun in-vivo. Selain sebagai antijamur, kitosan nano juga dapat berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kitosan nano sebagai pemacu pertumbuhan dan sebagai antijamur terhadap A. solani, penyebab penyakit bercak coklat, baik secara in vitro maupun in vivo. Percobaan yang dilakukan meliputi pengujian pengaruh kitosan nano dalam perkecambahan benih tomat dan penghambatan pertumbuhan koloni jamur A. solani secara in vitro, sedangkan secara in vivo yaitu aplikasi kitosan nano pada tanaman tomat dalam skala polibag. Rancangan acak lengkap digunakan dalam percobaan ini dengan konsentrasi dan cara aplikasi kitosan nano sebagai perlakuan. Konsentrasi yang digunakan yaitu 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, dan 100 ppm, sedangkan cara aplikasi yang digunakan yaitu perendaman benih dan penyiraman di daerah perakaran. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kitosan nano dengan konsentrasi 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, dan 100 ppm mempunyai efek pemacu pertumbuhan dengan parameter persentase daya kecambah dan berat basah kecambah. Konsentrasi kitosan nano 75 ppm memiliki pengaruh penghambatan terhadap pertumbuhan koloni jamur A. solani tertinggi sebesar 72,7%. Pada pengujian skala polibag, konsentrasi perlakuan 25 ppm, 50 ppm, dan 75 ppm mempunyai nilai penekanan terhadap penyakit tertinggi dibandingkan perlakuan yang lain. Secara umum bahwa kitosan nano dengan konsentrasi yang rendah berpotensi untuk digunakan sebagai pemacu pertumbuhan benih dan antijamur terhadap A. solani, penyebab penyakit bercak coklat pada tanaman tomat.
Tipologi Petani dalam Keberagaman Usahatani Sayur di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa Ardi Rumallang; Akbar Akbar
Agrikultura Vol 32, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i3.37162

Abstract

Tipologi petani dalam keberagaman usahatani sayur merupakan karakter petani sayur dalam melakukan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengakaji tipologi petani dan menganalisis hubungan tipologi petani dalam keberagaman usahatani sayur di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa. Penelitian dilakukan dari bulan Mei – Agustus 2021 menggunakan metode survei dengan penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan deskrptif kualitatif dan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi petani dalam keberagaman usahatani sayur di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa yaitu tipologi berdasarkan luas lahan, tipologi berdasarkan orientasi atau tujuan bertani, tipologi berdasarkan teknologi, serta tipologi berdasarkan sifat yang dimiliki petani. Tipologi petani berdasarkan luas lahan terhadap keberagaman usahatani memiliki hubungan yang cukup (nilai korelasi 0,48) dan termasuk kategori korelasi cukup yang berarti petani yang memiliki luas lahan yang cukup maka memungkinkan adanya keberagamaan usahatani sayur yang dilakukan. Tipologi petani berdasarkan orientasi atau tujuan berusahatani terhadap keberagaman usahatani memiliki nilai korelasi 0,81 menunjukkan adanya hubungan atau korelasi yang sangat kuat yang artinya bahwa banyaknya komoditi sayur yang diusahakan oleh petani sangat ditentukan oleh tipologi petani berdasarkan tujuan dalam melakukan usahatani dengan komoditi yang diusahakan adalah kentang, tomat, kubis, daun bawang dan buncis. Demikian juga dengan hubungan tipologi petani berdasarkan sifat terhadap keberagaman usahatani sayur yang diusahakan oleh petani termasuk korelasi sangat kuat (nilai korelasi 0,84) dan memiliki hubungan yang sangat kuat, artinya bahwa tipologi petani berdasarkan sifat sangat menentukan keberagaman usahatani sayur yang akan diusahakan oleh petani di lokasi penelitian.
Efektivitas Bio-matriconditioning Benih Pratanam dengan Campuran Endo-rizobakteri dalam Meningkatkan Viabilitas dan Vigor Benih Cabai (Capsicum annuum L.) Gusti Ayu Kade Sutariati; Tresjia Corina Rakian; Muhidin Muhidin; Andi Khaeruni; Dewi Nurhayati Yusuf; Gusti Ngurah Adhi Wibawa; La Mudi
Agrikultura Vol 32, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i3.36580

Abstract

Penggunaan benih bermutu tinggi merupakan prasyarat penting dalam budidaya tanaman agar dihasilkan tanaman yang mampu berproduksi secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas perlakuan bio-matriconditioning pratanam menggunakan campuran endo-rizobakteri dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih cabai. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi pada bulan Maret sampai dengan April 2021. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 8 perlakuan dengan 3 ulangan. Data hasil pengamatan ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan analisis varian, hasil analisis yang menunjukkan pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test α=0,05. Pengamatan terhadap viabilitas dan vigor benih cabai menggunakan peubah daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif, T50, bobot kering kecambah normal dan laju pertumbuhan kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bio-matriconditioning benih pratanam mampu meningkatkan viabilitas dan vigor benih cabai. Perlakuan bio-matriconditioning benih dengan campuran isolat Bacillus sp. CKD061 + Pseudomonas sp. SWRIIB02 memberikan hasil terbaik terhadap viabilitas dan vigor benih, kemudian diikuti perlakuan bio-matriconditioning benih dengan campuran isolat Bacillus sp. CKD061 + Pseudomonas sp. SWRIIB02 + Pseudomonas sp. PG01. Peningkatan vigor benih (menggunakan indikator daya berkecambah) pada perlakuan tersebut masing-masing mencapai 100% dan 81% dibandingkan dengan kontrol.
Insidensi dan Intensitas Serangan Virus dan Kaitannya dengan Produksi Cabai Merah Keriting yang Diaplikasi Berbagai Warna Mulsa Titi Tricahyati; Suparman Suparman; Chandra Irsan
Agrikultura Vol 32, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i3.33768

Abstract

Cabai merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi, namun dalam budidayanya terdapat beberapa kendala dari hama dan penyakit. Penyakit yang sering ditemui yaitu penyakit kuning dan penyakit keriting daun yang disebabkan virus. Virus yang menyerang cabai biasanya ditularkan serangga vektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon serangga vektor yang tertarik pada masing-masing perlakuan warna mulsa yang akan berdampak pada insidensi dan intensitas penyakit. Percobaan dilakukan menggunakan tujuh warna mulsa plastik dan diulang sebanyak tiga kali, dan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Variabel yang diamati meliputi insidensi dan intensitas penyakit kuning dan penyakit keriting daun, serta bobot dan jumlah buah cabai. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggunaan mulsa warna tidak berpengaruh pada insidensi penyakit virus kuning maupun insidensi penyakit virus keriting serta pada bobot buah dan jumlah buah cabai. Namun warna mulsa biru, kuning, merah, dan putih menghasilkan intensitas penyakit virus kuning maupun virus keriting yang lebih tinggi dibandingkan dengan mulsa warna hitam, coklat, dan hijau.
Pengaruh Ketinggian Perangkap Feromon terhadap Penggerek Buah Kakao Conopomorpha cramerella Snell. (Lepidoptera: Gracillaridae) Betty Sahetapy; Ester D Masauna; Darwanti Darwanti; Nureny Goo
Agrikultura Vol 32, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i3.35296

Abstract

Hama penggerek buah kakao/PBK (Conopomorpha cramerella Snell.) merupakan salah satu hama yang pada tingkat serangan berat dapat mengakibatkan kehilangan hasil kakao mencapai 90%. Penelitian ini bertujuan untuk menguji teknologi pengendalian hama PBK yang ramah lingkungan yaitu penggunaan perangkap feromon seks pada aspek posisi ketinggian perangkap yang efektif. Penelitian dilaksanakan di desa Banda Lama, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah yang berlangsung dari bulan Januari sampai Maret 2019. Penelitian ini menguji ketinggian perangkap feromon pada tiga posisi ketinggian perangkap feromon yang berbeda yaitu ketinggian 1 m, 2 m dan 3 m. Data yang diambil adalah jumlah tangkapan imago C. cramerella tiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkap feromon dengan ketinggian 1 m yang paling efektif memerangkap hama PBK dengan jumlah tangkapan 85 ekor dan rerata populasi imago terperangkap adalah 10,63 ekor/bulan.
Evaluasi Kemampuan Lahan sebagai Dasar Rekomendasi Penggunaan Lahan di Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri Mujiyo, Mujiyo; Nugroho, Diki; Sutarno, Sutarno; Herawati, Aktavia; Herdiansyah, Ganjar; Rahayu, Rahayu
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.37950

Abstract

Kemampuan lahan merupakan komponen yang digunakan untuk menentukan kesesuaian potensi dengan penggunaan lahannya. Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuannya berpotensi mengalami degradasi lahan. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai kemampuan lahan, faktor penentunya, dan memberikan arahan penggunaan lahan serta pengelolaannya secara tepat. Penelitian jenis survey ini menggunakan metode purposive sampling untuk pengamatan kondisi di lapangan dan pengambilan sampel. Data hasil pengamatan diolah dengan matching data kemampuan lahan dan uji statistik ANOVA dan korelasi untuk menemukan faktor yang paling menentukan kemampuan lahan di Ngadirojo. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan lahan di Kecamatan Ngadirojo adalah III-l2.d3.b1, IV-d4, IV-l3 dan IV-l3.d4. Faktor yang menentukan kemampuan lahan di antaranya penggunaan lahan dan kedalaman tanah. Arahan penggunaan lahan yang dapat diterapkan berupa sawah, sawah dengan konservasi, dan agroforestry.
FoMO: Loyalitas Konsumen Berdasarkan Brand Experience Produk Olahan Singkong Asli Madura Triyasari, Sri Ratna; Tamami, Novi DB; Pangestu, Luthfan
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.37154

Abstract

Fear of missing out (FoMO) merupakan fenomena takut kehilangan atau tertinggal suatu trend yang dialami oleh masyarakat akibat ketergantungan dengan media sosial. Oleh karena itu hal tersebut sering dimanfaatkan sebagai strategi penjualan agar calon konsumen segera melakukan pembelian dengan cepat. Hal ini menjadi peluang dilakukan penelitian pada produk olahan singkong asli Madura, karena memiliki jenis dan merek produk yang beragam namun tingkat eksistensinya masih rendah. Alat analisis penelitian ini menggunakan diagram fish bone, dan memasukkan faktor brand experience serta FoMO untuk meningkatkan loyalitas konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah non probability sampling secara judgement sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi loyalitas terhadap produk singkong adalah price, product, people, promotion dan place.
Kinerja Pertumbuhan Larva Lalat Tentara Hitam Hermetia illucens Linnaeus (Diptera: Stratiomyidae) pada Substrat Kulit Ari Kedelai dan Kulit Pisang Permana, Agus Dana; Susanto, Agus; Giffari, Fahri Rijal
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.36188

Abstract

Lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (BSF) Hermetia illucens merupakan serangga biokonverter yang mampu mengubah berbagai jenis sampah organik menjadi biomassa larva yang dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai pakan ternak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil biomassa larva BSF yang ditanam pada limbah kulit ari kedelai dan kulit pisang. Percobaan terdiri dari enam perlakuan yang diuji yaitu fermentasi dan non-fermentasi dari tiga substrat yaitu kulit ari kedelai, kulit pisang, dan pakan ayam sebagai kontrol. Pengamatan dilakukan setiap hari dengan parameter kinerja pertumbuhan yang terukur meliputi tingkat konsumsi substrat (D), indeks pengurangan limbah (WRI), efisiensi konversi pakan yang dicerna (ECD), waktu pengembangan dan durasi makan, tingkat kelangsungan hidup, prapupa biomassa, dan rasio jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai WRI pada sekam kedelai (difermentasi atau tidak) tidak berbeda nyata dengan pakan ayam (kontrol) (P>0,05). Larva BSF yang diberi makan kulit pisang memiliki nilai ECD tertinggi, yaitu 37,58%. Sedangkan larva yang diberi pakan ayam fermentasi menghasilkan bobot biomassa prapupa tertinggi, yaitu 32,6 mg. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kulit ari kedelai memiliki pengaruh yang sama dengan pakan ayam terhadap kinerja pertumbuhan larva BSF.
Fluktuasi Populasi dan Identifikasi Lalat Buah Bactrocera spp. pada Pertanaman Mangga Varietas Gedong Gincu di Jatigede Sumedang Syahputera, Ilyafad; Susanto, Agus; Permana, Agus Dana
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.37796

Abstract

Lalat buah Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae) merupakan hama penting pada komoditas mangga di Indonesia. Kajian mengenai keberadaan spesies dan hubungannya dengan faktor abiotik dinilai perlu dikembangkan untuk menerapkan metode pengendalian yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor abiotik (suhu, curah hujan dan kelembaban udara) terhadap fluktuasi populasi lalat buah serta jenis spesies yang menyerang pertanaman mangga varietas gedong gincu di Jatigede, Kabupaten Sumedang. Penelitian dilakukan dengan memasang perangkap botol beratraktan methyl eugenol. Sampel lalat buah yang terperangkap selanjutnya diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan (Y= -2,19 + 0,01x; P < 0,05) dan kelembaban (Y= -2,19 + 0,06x; P < 0,05) berpengaruh terhadap fluktuasi populasi lalat buah serta spesies yang teridentifikasi pada lokasi penelitian adalah B. dorsalis, B. carambolae dan spesies hibrida hasil perkawinan interspesifik.