cover
Contact Name
Viktor Pandra
Contact Email
viktorpandra@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpm@stkippgri-lubuklinggau.ac.id
Editorial Address
Jalan Mayor Toha Kel. Air Kuti Kec. Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan, Indonesia
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat
ISSN : 26544741     EISSN : 26557894     DOI : https://doi.org/10.31540/jpm.v2i1
Core Subject : Education,
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat merupakan Jurnal Berkala Ilmiah dengan ISSN 2654-4741 (PRINT) dan ISSN 2655-7894 (Online) dalam Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan, Publikasi dan Pengabdian pada Masyarakat dan Kerjasama (LP4MK) STKIP PGRI Lubuklinggau, Jurnal ini akan terbit dua kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. Tujuan Penerbitan ini adalah untuk memperkaya Kajian Ilmiah mengenai Pengabdian Kepada Masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
Penguatan Literasi dan Growth Mindset Melalui Pelatihan Belajar Efektif Bagi Siswa Juwati Juwati; Satinem Satinem; Imelda Imelda; Bela Sapira
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4291

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan berdasarkan minimnya minat belajar dan kemampuan literasi siswa. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh minimnya keaktifan siswa dalam pembelajaran, kecenderungan mudah menyerah saat menghadapi kesulitan, serta belum optimalnya kemampuan mengelola waktu dan strategi belajar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim PKM menyelenggarakan pelatihan belajar efektif yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan aktif dalam pembelajaran, keterampilan bertanya, pengelolaan waktu belajar, peningkatan fokus, dan strategi mengulang materi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan belajar efektif memberikan dampak positif terhadap perubahan sikap dan perilaku belajar siswa. Siswa menjadi lebih percaya diri, lebih aktif dalam pembelajaran, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Perubahan tersebut menunjukkan perkembangan pola pikir ke arah growth mindset, yaitu pemahaman bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha dan latihan. Selain itu, kegiatan membaca dan memahami bacaan turut meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa. Secara keseluruhan, pelatihan belajar efektif terbukti mampu meningkatkan keaktifan belajar, menumbuhkan sikap produktif dan pantang menyerah, serta membantu siswa memahami strategi belajar yang efektif, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan waktu dan perlunya pendampingan yang lebih intensif bagi sebagian siswa.
Pelatihan Teknik Pelestarian Sejarah dan Budaya Lubuk Linggau Untuk Meningkatkan Kesadaran Sejarah Pada Komunitas Sarisejaya Isbandiyah Isbandiyah; Supriyanto Supriyanto; Khilyatul Jannah
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4294

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejarah dan kemampuan masyarakat dalam melestarikan sejarah dan budaya lokal Lubuk Linggau melalui pelatihan teknik pelestarian pada Komunitas Sarisejaya. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi, mendokumentasikan, serta mengelola warisan sejarah dan budaya secara sistematis. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, penyampaian materi, diskusi, praktik pelestarian, serta evaluasi dan pendampingan. Materi pelatihan mencakup konsep kesadaran sejarah, pentingnya pelestarian budaya lokal, teknik dokumentasi sejarah, sejarah lisan, inventarisasi warisan budaya, serta pemanfaatan media digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengidentifikasi sumber sejarah lokal serta kemampuan melakukan dokumentasi sederhana terhadap objek sejarah dan budaya di lingkungan mereka. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran sejarah yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif, antusiasme diskusi, dan komitmen komunitas untuk melakukan tindak lanjut pelestarian secara mandiri. Kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pelestarian budaya. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran sejarah masyarakat serta memperkuat peran komunitas sebagai agen pelestarian budaya lokal secara berkelanjutan.
Penguatan Literasi Budaya Melalui Workshop Pembelajaran Lagu Daerah Lubuklinggau Berbasis Paduan Suara Bagi Mahasiswa Universitas PGRI Silampari Willy Lontoh; Sari Pertiwi
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4304

Abstract

Rendahnya literasi budaya di kalangan generasi muda menjadi salah satu tantangan dalam pelestarian lagu daerah sebagai warisan budaya takbenda. Kondisi tersebut juga ditemukan pada mahasiswa Universitas PGRI Silampari, yang umumnya lebih mengenal lagu populer dibandingkan lagu daerah Lubuklinggau. Selain itu, pembelajaran lagu daerah melalui kegiatan paduan suara belum dilaksanakan secara terstruktur sehingga diperlukan suatu program yang mampu mengintegrasikan pendidikan seni dengan pelestarian budaya lokal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi budaya dan kompetensi musikal mahasiswa melalui workshop pembelajaran lagu daerah Lubuklinggau berbasis paduan suara. Metode yang digunakan adalah workshop partisipatif yang meliputi tahap persiapan, penyampaian materi mengenai nilai budaya lagu daerah, pelatihan teknik vokal paduan suara, latihan repertoar lagu daerah Lubuklinggau, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa workshop mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap sejarah, makna, dan nilai budaya lagu daerah Lubuklinggau, sekaligus meningkatkan keterampilan vokal yang meliputi intonasi, artikulasi, keseimbangan suara, interpretasi musikal, dan kerja sama dalam paduan suara. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional. Dengan demikian, workshop pembelajaran lagu daerah berbasis paduan suara merupakan salah satu strategi yang efektif dalam memperkuat literasi budaya sekaligus mendukung pelestarian lagu daerah Lubuklinggau di lingkungan perguruan tinggi.
Literasi Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Menuju Desa Bersih dan Rapi Ahmad Amin; Armi Yuneti
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4306

Abstract

Permasalahan sampah masih menjadi salah satu tantangan lingkungan yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, khususnya di desa Purwodai. Kondisi tersebut terlihat dari masih adanya kebiasaan masyarakat dalam mencampur sampah organik dan anorganik, membakar sampah, serta membuang sampah pada tempat yang tidak sesuai. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat Desa Purwodadi mengenai pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam upaya mewujudkan lingkungan desa yang bersih dan rapi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan observasi awal, sosialisasi, edukasi, pelatihan pemilahan sampah, demonstrasi pengolahan sampah organik dan anorganik, serta evaluasi menggunakan instrumen angket pretest dan posttest. Peserta kegiatan melibatkan masyarakat Desa Purwodadi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi masyarakat setelah diberikan edukasi dan pendampingan. Peningkatan terjadi rata-rata sebesar 25,4%. Kegiatan ini juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, serta mengolah sampah organik menjadi kompos. Sehingga dapat disimpulkan kegiatan literasi pengelolaan sampah berbasis 3R mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan, serta dapat mendukung terwujudnya Desa Purwodadi sebagai desa yang bersih, sehat, rapi, dan berkelanjutan.
Pembelajaran Bahasa Isyarat Berbasis Cloud dan Machine Learning di PUSBISINDO Marisa Premitasari; Caecilia Sri Wahyuning; Fifi Herni Mustofa; Jasman Pardede; Muhammad Azhari; Ardi Fajar Maulana
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4309

Abstract

Keterbatasan media pembelajaran interaktif untuk Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) menyulitkan proses belajar mandiri huruf abjad isyarat (A-Z), khususnya bagi pemula yang tidak memiliki akses langsung ke pengajar atau komunitas Tuli. Kegiatan PKM ini menghasilkan aplikasi web pembelajaran BISINDO yang memungkinkan pengguna mempelajari 26 huruf abjad isyarat secara mandiri dan mempraktikkannya langsung di depan kamera, dengan umpan balik otomatis dari model pengenalan gestur tangan. Sistem dibangun dengan arsitektur client-side: model klasifikasi citra MobileNetV3-Large yang di-fine-tune dari bobot ImageNet1K diekspor ke format ONNX dan dijalankan sepenuhnya di peramban (browser) pengguna melalui ONNX Runtime Web (WebAssembly), sehingga tidak memerlukan server inferensi dan menjaga privasi video pengguna karena tidak ada gambar yang dikirim keluar perangkat. Deteksi keberadaan tangan menggunakan MediaPipe HandLandmarker sebagai gerbang (gate) sebelum citra diteruskan ke model klasifikasi, mengurangi prediksi palsu saat tidak ada tangan di depan kamera. Proses pengembangan model melalui beberapa iterasi signifikan: perbaikan skema pembagian data (split) yang semula bocor akibat duplikasi augmentasi menaikkan akurasi validasi dari 27,6% menjadi 84,0%, dan penambahan pemotongan (crop) citra pada area bounding box tangan menaikkannya lebih lanjut hingga 90,4% (validasi) dan 84,7% (uji) untuk arsitektur Large. Aplikasi diuji secara fungsional pada mode latihan interaktif, di mana pengguna diberi umpan balik visual dan audio ketika berhasil memperagakan huruf target. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi model klasifikasi ringan berbasis mobile-oriented CNN dan inferensi on-device dapat menjadi solusi pembelajaran BISINDO yang ringan, dapat diakses melalui perangkat apa pun tanpa instalasi, dan tidak bergantung pada infrastruktur cloud untuk komputasi model.
Pembuatan Herbarium Digital Tumbuhan Lokal Papua Sebagai Media Pembelajaran Pada Mahasiswa Pendidikan Biologi Nurvita Hidayah; Asti Frida Yuni; Mince Gobay; Eliana Tebai Tebai; Thomas Marbuan; Wiska Baharuddin
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4310

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Pendidikan Biologi dalam mengenali, mendokumentasikan, dan memanfaatkan tumbuhan lokal Papua sebagai sumber belajar melalui pembuatan herbarium digital. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, observasi tumbuhan lokal, dokumentasi, identifikasi, digitalisasi, dan penyusunan produk herbarium digital. Peserta terlibat secara langsung dalam mengamati karakter morfologi tumbuhan, mengumpulkan informasi, mendokumentasikan spesimen, serta mengolah data menjadi media pembelajaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai konsep dan fungsi herbarium, kemampuan mengenali karakter morfologi, keterampilan dokumentasi, serta kemampuan menyusun informasi tumbuhan dalam format digital. Produk yang dihasilkan berupa herbarium digital yang memuat foto tumbuhan, nama lokal, nama ilmiah, famili, karakteristik morfologi, habitat, lokasi ditemukan, serta informasi pendukung mengenai tumbuhan lokal Papua. Herbarium digital dinilai lebih praktis, mudah diakses, dan dapat digunakan secara fleksibel dalam pembelajaran. Kegiatan ini juga mendorong mahasiswa memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati Papua. Dengan demikian, herbarium digital berpotensi menjadi media pembelajaran biologi yang kontekstual, inovatif, dan berkelanjutan.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Lokal Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Masyarakat Kampung Snamboy, Distrik Warmare Maria A. Mawing; Samel Tomasoa; Tirsa Rahel Wabiser; Jovi Bernar Kilanmase; Evila Viviani Vonike
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4311

Abstract

Tanaman obat lokal merupakan salah satu sumber daya hayati yang memiliki potensi untuk mendukung upaya pemeliharaan kesehatan masyarakat sekaligus mempertahankan kearifan lokal. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai identifikasi, manfaat, pengolahan, dan keamanan penggunaan tanaman obat masih perlu ditingkatkan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat Kampung Snamboy, Distrik Warmare melalui edukasi pemanfaatan tanaman obat lokal. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Materi edukasi mencakup pengenalan tanaman obat lokal, manfaat, bagian tanaman yang digunakan, teknik pengolahan, serta prinsip keamanan pemanfaatannya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat setelah mengikuti edukasi. Peserta menjadi lebih mampu mengenali tanaman obat yang tersedia di lingkungan sekitar, menjelaskan manfaatnya, memahami cara pengolahan yang tepat, serta menyadari pentingnya memperhatikan keamanan dan keterbatasan penggunaan tanaman obat. Kegiatan juga mendorong masyarakat untuk melestarikan pengetahuan tradisional dan memanfaatkan sumber daya lokal secara bijaksana. Edukasi tanaman obat lokal dapat menjadi strategi promotif dan preventif untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat berbasis kearifan lokal.