cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
PERBEDAAN PENGARUH PIJAT DAN SPA BAYI TERHADAP POLA TIDUR DAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA 3-5 BULAN Shinta Utami; Kusnandi Rusmi; Uni Gamayani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i4.2050

Abstract

ABSTRAKPijat bayi merupakan bentuk stimulasi yang bermanfaat untuk memperbaiki pola tidur dan meningkatkan berat badan. Saat ini sedang marak fenomena mengenai Spa bayi. Bukti ilmiah mengenai manfaat Spa bayi masih sedikit. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pijat dan Spa bayi terhadap pola tidur dan penambahan berat badan pada bayi usia 3-5 bulan.        Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan desain pre and postest. Penelitian ini dilakukan di kota Sukabumi pada dua tempat terpisah yaitu di Puskesmas Baros dan  Klinik Irna, pada bulan Oktober - Desember 2017.      Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Consecutive Sampling. Untuk berat badan di ukur menggunakan timbangan digital dan hasil ukurnya adalah berat badan dalam gram sedangkan untuk pola tidur dilakukan metode wawancara menggunakan kuesioner Brief Infant Sleep Quetionnaire (BISQ) dengan hasil ukur lama tidur dalam jam. Sampel yang digunakan  sebanyak 30 responden untuk pijat bayi dan 28 responden untuk Spa bayi. Analisis bivariat yang digunakan pada penelitian yaitu uji t tidak berpasangan dan uji Mann-Whitney.      Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata pola tidur pada pijat bayi lebih besar di bandingkan dengan kelompok Spa bayi, tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kedua kelompok dengan nilai p=0,229. Penambahan rata-rata berat badan pada kelompok pijat lebih besar dan Spa bayi serta terdapat perbedaan yang signifikan antar kedua kelompok dengan nilai p=0,000.      Terdapat perbedaan pengaruh pijat dan Spa bayi terhadap peningkatan berat badan. Tidak terdapat perbedaan pengaruh pijat dan Spa bayi terhadap pola tidur.   Kata Kunci : Pijat, Spa bayi, Pola tidur, Berat badan. 
EFEKTIFITAS AROMA THERAPHY LEMON DAN BITTER ORANGE TERHADAP INSTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Reva Afdila; Nuraida Nuraida
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3253

Abstract

ABSTRACT  THE EFFECTIVENESS OF LEMON THERAPHY AND BITTER ORANGE AROMAS ON THE INSTENSITY OF ACTIVE PHASE I LABOR Background: Labor pain is a pain that is often felt by mothers during childbirth in Stage I. Labor pain is felt by all mothers who give birth. One of the mother's loving care is comfort, namely the reduction of pain that the mother feels. with the provision of non-pharmacological therapy is very helpful for mothers in undergoing the labor process, where there are no side effects from the use of non-pharmacological therapies.Purpose: This study aims to determine the effectiveness of lemon and bitter orange aromatherapy on the intensity of first stage labor pain in women who give birth.Methods: The type of research used is a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design. Sampling technique using accidental sampling technique, the number of samples in this study were 32 mothersResults: The results showed that the lemon group was effective in reducing pain (0,000). in the bitter orange group it is also effective in reducing labor pain (0.000). The results of the independent sample T test analysis showed no comparison of effectiveness between the two groups (0.061), where the two groups were equally effective in reducing labor pain in laboring mothersConclusion: Aromatherapy of lemon and bitter orange are both effective in reducing the pain of first stage labor in the mother.Suggestion: It is hoped that health workers can provide care for the mother's love by reducing pain during labor. Keywords: Aromatherapy, Labor Pain  ABSTRAK Latar Belakang : Nyeri persalinan merupakan nyeri yang sering dirasakan ibu pada saat persalinan di Kala I. Nyeri persalinan dirasakan oleh semua ibu bersalin. salah satu asuhan sayang ibu adalah kenyamanan yaitu pengurangan rasa nyeri yang ibu rasakan. dengan pemberian terapi nonfarmakologi sangat membantu ibu dalam menjalanin proses persalinan, dimana tidak ada efek samping dari penggunaan terapi non farmakologi.Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandiangan efektifitas aromaterapi lemon dan bitter orange terhadap intensitas nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin.Metode: jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan densain pretest- posttest control group desain. tehnik pengambilan sampel menggunakan Tehnik accidental Sampling, jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 32 ibu bersalin.Hasil : Hasil penelitian didapat pada kelompok lemon efektif dalam pengurangan rasa nyeri (0,000). pada kelompok bitter orange juga efektif dalam pengurangan nyeri persalinan (0,000). hasil analisis independent sampel T Test menunjukan tidak ada perbandingan efektifitas antara kedua kelompok (0,061), dimana kedua kelompok sama-sama efektif dalam pengurangan nyeri persalinan pada ibu bersalin.Kesimpulan :Aromatherapi lemon dan bitter orange sama-sama efektif dalam pengurangan nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin.Saran :Diharapkanuntuk para tenaga kesehatan untuk dapat memberikan pelayanan asuhan sayang ibu dengan pengurangan rasa nyeri pada saat ibu bersalin. Kata Kunci  : Aromaterapi, Nyeri Persalinan
PENGARUH MASASE KAKI DENGAN MINYAK SEREH WANGI TERHAP PENURUNAN TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI) PADA LANSIA DI UPTD PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA “TRESNA WERDHA” NATAR LAMPUNG SELATAN TAHUN 2015 Lady Octaviani Iqmi; Linda agustina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i2.655

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak diderita di seluruh dunia.  Hipertensi diperkirakan menjadi penyebab kematian sekitar 7,1 juta orang di seluruhdunia (sekitar 13% dari total kematian). pada tahun 2011 mengalami peningkatan yang sepesifik yaitu77.521 menjadi peringkat ke 4 dengan demikin hiertensi merupakan  masalah kesehatan yang ada di10 (sepuluh) besar penyakit yang diderita masyarakat tiap tahunnya.penelitian ini untuk menelitipengaruh masase kaki dengan minyak sereh wangi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi(Hipertensi) Pada Lansia Di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia “TRESNA WERDHA” NatarLampung Selatan Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Experiment, dengan rancangan pre-test danpost-test, Analisia Bivariat. Dengan objek pengaruh masase kaki dengan minyak sereh wangi terhadappenurunan tekanan darah tinggi (hipertensi) pada lansia. .populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
PEMENUHAN KEBUTUHAN ZAT FITOESTROGEN PADA WANITA USIA MENOPAUSE Wahyu Utami Ekasari; Pintam Ayu Yastirin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.2677

Abstract

ABSTRACT  Background Menopause is a phase of female reproduction characterized by the cessation of menstruation due to decreased production of the hormone estrogen, which begins to occur in the age range of 40-50 years. World Health Organization (WHO) Projection (2014) in 2030 the number of women worldwide entering menopause is estimated at 1.2 billion people, while in 2025 there are an estimated 60 million menopausal women. In 2016, in Indonesia there were 14 million (7.4%) menopausal women and the population of Central Java province in the group of women aged 40-44 years was 1,240,110 million (7.2%), aged 45-49 years was 1,215 .340 million (7.1%) and ages 50-54 totaling 1,126,818 million (6.7%) (Ministry of Health, 2016; BPS Central Java 2016). Signs of menopausal symptoms vary for each woman such as hot flashes, depression, anxiety, and mood instability. One of the needs of menopausal women to overcome the discomfort due to changes that occur by consuming nutrients that contain carbohydrates, proteins, fats, vitamins, minerals and phytoestrogens (Andira, 2010; Melani, 2012).  Purpose to know the respondent's characteristic relationship to the fulfillment of phytoestrogen requirement in menopausal women. Method The type of research used was an analytical survey with a population of 671 people in the menopause age group (ages 45 - 59 years) in Ngembak Village. Samples were taken using a simple random sampling technique of 47 people. The study was conducted from January to December 2019 using primary data from the Food Frequency Form (FFQ) which contained various foods containing phytoestrogens as well as secondary data whose results were analyzed using the Lambda Contingency Coefficient formula. Result Based on the results of research and data analysis, it is known that the variable that has a relationship with the fulfillment of phytoestrogens is the Body Mass Index (BMI) variable. This is indicated by the p-value of 0.458 <0.05. Conclusion Body Mass Index (BMI) is a measure used to assess a person's nutritional status, so that the nutritional needs needed by someone including menopausal women can be identified from the calculation of BMI. Suggestion  In an effort to improve the degree of health of women at menopause including regulating nutrition according to body conditions. This requires full support from partners and health professionals as consultants, so that women at menopause can meet their nutritional needs well.  Keywords: Characteristics of Menopause and Phytoestrogen  ABSTRAK  Latar Belakang Menopause merupakan fase reproduksi perempuan yang ditandai dengan terhentinya menstruasi karena penurunan produksi hormon estrogen, yang mulai terjadi pada rentang usia 40 – 50 tahun. Proyeksi World Health Organization (WHO) (2014) tahun 2030 jumlah wanita di seluruh dunia yang memasuki masa menopause diperkirakan mencapai 1,2 miliar orang, sedangkan pada tahun 2025 diperkirakan terdapat 60 juta wanita menopause. Tahun 2016, Di Indonesia tercatat sebanyak 14 juta (7,4 %) wanita menopause dan jumlah penduduk provinsi Jawa Tengah pada kelompok wanita usia 40-44 tahun sejumlah  1.240.110 juta (7,2%), usia 45-49 tahun sejumlah 1.215.340 juta (7,1%) dan usia 50-54 sejumlah 1.126.818 juta (6,7%)  (Kemenkes, 2016 ; BPS Jawa Tengah 2016). Tanda gejala menopause bervariasi setiap wanita seperti hot flashes, depresi, gelisah, dan mood tidak stabil. Salah satu kebutuhan wanita menopause untuk mengatasi ketidaknyamanan akibat perubahan yang terjadi dengan mengkonsumsi gizi yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan fitoestrogen (Andira, 2010 ; Melani, 2012). Tujuan penelitian mengetahui hubungan karakterisrik responden terhadap pemenuhan kebutuhan fitoestrogen pada wanita menopause.  Metode jenis penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah survai analitik dengan populasi kelompok wanita usia menopause (usia 45 – 59 tahun) sebanyak 671 orang di Desa Ngembak. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 47 orang.  Penelitian dilaksanakan sepanjang bulan Januari – Desember 2019 dengan menggunakan data primer dari Formulir Food Frequency (FFQ) yang berisi macam-macam makanan yang mengandung fitoestrogen serta data sekunder yang hasilnya dianalisis menggunakan rumus Koefisien Kontingensi Lambda. Hasil penelitian Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diketahui bahwa variabel yang memiliki hubungan dengan pemenuhan fitoestrogen adalah variabel Indeks Massa Tubuh (IMT) Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil p-value 0,458 < 0,05.  Kesimpulan  Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan ukuran yang digunakan untuk menilai status gizi seseorang, sehingga kebutuhan gizi yang diperlukan seseorang termasuk wanita menopause dapat diidentifikasi dari perhitungan IMT. Saran Sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan wanita di usia menopause diantaranya dengan mengatur gizi sesuai kondisi tubuh. Hal tersebut membutuhkan dukungan penuh dari pasangan dan tenaga kesehatan selaku konsultan, sehingga para wanita di usia menopause dapat memenuhi kebutuhan gizinya dengan baik.  Kata Kunci : Karakteristik Menopuse dan Fitoestrogen  
PENGARUH MEDIA KIE “AKU BANGGA AKU TAHU” TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV&AIDS DI SMA “P” BANDAR LAMPUNG TAHUN 2017 Nita Evrianasari; Anggraini Anggraini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i3.619

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang dimana pendidikan kesehatan reproduksibelum banyak diterapkan di Sekolah Menengah Pertama, sehingga kasus kesehatan reproduksi diIndonesia masih tinggi. Pada tahun 2014 Kota Bandar Lampung kasus HIV/AIDS mencapai 238 kasusdan pada tahun 2015 mencapai 371 kasus. Tujuan kampanye ABAT adalah meratakan pengetahuanyang benar dan komprehensif tentang HIV dan AIDS diantara kaum muda – populasi umum usia 15-24 tahun Khalayak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Media KIE “Aku Bangga AkuTahu” terhadap pengetahuan remaja tentang HIV & AIDS di SMA “P” Bandar Lampung Tahun 2017.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimen denganpendekatan one group pre-post test design. populasi adalah sekumpulan obyek penelitian atau obyekyang diteliti. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 20 siswa yang diambilmenggunakan Lottery sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan analisa datayang digunakan adalah uji T Dependen.Hasil penelitian yang menunjukkan rata-rata pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS sebelumpemberian Media KIE “Aku Bangga Aku Tahu” di SMA “P” Bandar Lampung Tahun 2017 adalah58,5, sesudah adalah 76.3. Hasil p value diperoleh 0,000 maka dapat disimpulkan ada pengaruh MediaKIE “Aku Bangga Aku Tahu” terhadap pengetahuan remaja tentang HIV & AIDS di SMA “P” BandarLampung Tahun 2017. Saran dalam penelitian ini bagi Dinas Kesehatan agar lebih meningkatkanpemantauan, sosialisasi dan pemberian informasi secara berkala baik kepada masyarakat maupunremaja di sekolah-sekolah terkait bagaimana cara pencegahan HIV/AIDS
KEEFEKTIFAN JUS BUAH BIT DAN LEMON DALAM KENAIKAN KADAR HB PADA IBU HAMIL Suci Setyiyaningsih; Widayati Widayati; Wahyu Kristiningrum
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i1.2350

Abstract

ABSTRAK   Latar belakang :Kurangnya zat besi dalam makanan merupakan penyebab umum anemia yang dialami oleh wanita hamil. Kebutuhan zat besi meningkat selama kehamilan, terutama pada trimester terakhir. Jus buah bit (Beta Vulgaris) merupakan salah satu sumber makanan alternatife non farmakologi mengandung zat besi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Tujuan: Untuk mengetahui keefektifan kombinasi jus buah bit (Beta Vulgaris l) dan lemon dengan tablet fe dalam kenaikan kadar hb pada ibu hamil dengan anemia di Desa Wonorejo wilayah kerja Puskesmas Pringapus. Metode :Penelitian menggunakan desain pre experiment dengan rancangan one group pretestposttest.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan anemia di Desa Wonorejo wilayah kerja Puskesmas Pringapus.Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu 14 responden ibu hamil dengan anemia.Penelitian menggunakan data primer dan sekunder.Analisis Bivariat menggunakan uji ttest (Paired) dengan menggunakan pengolahan data SPSS 20.0 Hasil : Penelitian menunjukkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia sebelum diberikan kombinasi jus buah bit dan lemon dengan tablet fe rata-rata sebesar 10,25 g/dl, sesudah diberikan kombinasi jus buah bit dan lemon dengan tablet fe rata-rata sebesar 11,35 g/dl, atau rata-rata meningkat 1,1 g/dl. Didapatkan nilai t hitung -23,939  dengan p-value sebesar 0,000 < α (0,05)yang berarti ada keefektifan secara signifikan 72 Suci Setyiyaningsih, Widayati, Wahyu Kritiningrum Jurnal Kebidanan Volume 6, Nomor 1, Januari 2020 kenaikan kadar hemoglobin setelah diberikan kombinasi jus buah bit dan lemon dengan tablet fe pada ibu hamil dengan anemia di Desa Wonorejo Wilayah Kerja Puskesmas Pringapus. Simpulan : Kombinasi jus buah bit dan lemon dengan tablet fe dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Saran Diharapkan masyarakat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya buah bit dan lemon dan ibu hamil mengkonsumsi jus buah bit yang dikombinasi dengan lemon.   Kata Kunci : Anemia, Bit, Ibu Hamil
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU DETEKSI KANKER PAYUDARA TERHADAP TEKHNIK SADARI PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAY JEPARA TAHUN 2016 Yulistiana Evayanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i4.587

Abstract

Puskesmas Way Jepara pada tahun 2013 Cakupan WUS yang melakukan pemeriksaan SADARI sebesar 32 %. Ditemukan 10 kasus positif kanker payudara. Pada tahun 2013 terdapat 5 kasus kematian karena penyakit ini. Rendahnya pengetahuan tentang SADARI diperkirakan dapat berdampak  terhadap  meningkatnya  kejadian penyakit yang  seharusnya sebesar 95%  kejadian kanker payudara dapat dideteksi dengan metode SADARI.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi kanker payudara dengan tekhnik SADARI pada wanita usia subur  di wilayah  Puskesmas Way Jepara Kabupaten Lampung Timur tahun 2016.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh  Wanita Usia Subur Di wilayah kerja Puskesmas Way Jepara Kabupaten Lampung pada bulan Mei tahun  2015 yaitu sebanyak 121  orang.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling yaitu sebanyak 40 Wanita Usia subur. Analisis data menggunakan chi-square, dengan α = 0,05.Hasil analisis didapatkan (72,5%) mempunyi perilaku positive, (75%) Wanita Usia Subur yang berpengetahuan baik, (62,5%) mendapatkan informasi tentang SADARI dari tenaga kesehatan (72,5%) mempunyai motivasi tinggi. Ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku SADARI terhadap deteksi kanker payudara pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Way Jepara Lampung Timur tahun 2016 (p-value = 0.014; OR = 7,500), tidak ada hubungan antara sumber informasi dengan perilaku SADARI terhadap deteksi kanker payudara pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Way Jepara Lampung Timur tahun 2016 (p-value = 0,716; OR = 1,583), ada hubungan antara motivasi dengan perilaku SADARI terhadap deteksi kanker payudara pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Way Jepara Lampung Timur tahun 2016 (p-value = 0,042; OR = 5,760).Disarankan agar Wanita Usia Subur  aktif dalam  mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh petugas kesehatan berupa penyuluhan yang diadakan oleh Tim Puskesmas agar pengetahuan dan motivasi tentang SADARI meningkat
PERAWATAN TALI PUSAT DENGAN TOPIKAL ASI TERHADAPLAMA PELEPASAN TALI PUSAT Happy Marthalena Simanungkalit; Yeni Sintya
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i4.1552

Abstract

Latar Belakang: Tetanus Neonatorum merupakan salah satu penyebab kematian  neonatus sebesar 14% di kota Palangka Raya tahun 2017, dan dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa. Tetanus neonatorum dapat dicegah dengan perawatan tali pusat yang benarsalah satunya menggunakan perawatan tali pusat dengan topikal ASIkarena mengandung zat-zat bioaktif, anti infeksi dan anti inflamasi yang dapat mencegah infeksi dan mempercepat pelepasan tali pusat.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perawatan tali pusat dengan topikal ASI terhadap lama pelepasan tali pusat bayi baru lahir di PMB N Palangka Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan quasy eksperimentdengan rancangan  post test-only non equivalent control group design.Teknik sampling menggunakan purposive sampling, sampel penelitian ini adalah 30 bayi baru lahir yang lahir pada bulan Februari-April 2019.Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa pada kelompok intervensi pelepasan tali pusat cepat sebanyak 13 bayi (86,7%) dan normal sebanyak 2 bayi (13,3%), pada kelompok kontrol pelepasan tali pusat cepat sebanyak 6 bayi (40%) dan normal sebanyak 9 bayi (60%).  Hasil analisis Uji Chi-square menunjukkan ada pengaruh perawatan tali pusat dengan topikal ASI terhadap lama pelepasan tali pusat dengan ρ value = 0,023.Kesimpulan: Ada pengaruh perawatan tali pusat dengan topikal ASI terhadap lama pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir di PMB N Palangka Raya.Kata Kunci: Perawatan Tali Pusat, Topikal ASI, Lama Pelepasan Tali Pusat
HUBUNGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEMATIAN NEONATAL DI RSUD. DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Neneng Siti Latifah; Nurul Isnaini; Meilia Syafitri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i3.554

Abstract

Bayi dengan BBLR merupakan salah satu penyebab kematian bayi Neonatal berdasarkan data yang menunjukkan kasus terjadinya BBLR memungkinkan terjadinya kematian neonatal. Pada tahun 2013 terjadi peningkatan pada kasus BBLR yaitu terdapat 624 bayi (39,2%)  dengan jumlah kelahiran 1.592 dan jumlah bayi yang meninggal akibat BBLR tersebut sebanyak 189 bayi (30,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bayi berat lahir rendah dengan kematian neonatal di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan analitik dan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung, pada tanggal 5 Mei 2014 - 5 juni 2014. Populasi semua bayi yang lahir di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek  tahun 2013 sebanyak 1.592 bayi, dengan jumlah sampel 320 orang. Teknik pengambilan sampel sistematik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder yang didapat dari data rekam medik pasien. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat.Hasil analisa univariat didapat distribusi frekuensi bayi baru lahir di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2014 dalam kategori BBLR sebesar 177 (55,3%) dan tidak BBLR sebesar 143 (44,7%). Dan distribusi frekuensi BBLR di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2014 dalam kategori meninggal sebanyak 186 (58,1%) dan yang hidup sebanyak 134 (41,9%). Hasil analisa bivariat didapat p-value = 0,028 yang berarti ada hubungan bayi berat lahir rendah dengan kematian neonatal di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013 dan diperoleh OR = 1,693. Saran penelitian adalah diharapkan dapat meningkatkan kualitas kerja tenaga kesehatan khususnya bidan, agar angka kejadian BBLR dan kematian neonatal menurun. Kata Kunci :  BBLR, kematian neonatal
PERBEDAAN PEMBERIAN JUS KACANG HIJAU DAN JUS JAMBU BIJI MERAH TERHADAP PENINGKATAN KADAR HAEOMOGLOBIN PADA RISMA DI DESA MAJA KECAMATAN KALIANDA TAHUN 2018 Ike Ate Yuviska; Linda Armiyanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i1.914

Abstract

 ABSTRAK Anemia merupakan suatu keadaan dimana komponen di dalam darah yaitu hemoglobin (Hb) dalam darah jumlahnya kurang dari kadar normal. Angka kejadian anemia di Lampung pada tahun 2013 mencapai 57,1%. Anemia pada remaja putri masih merupakan masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya lebih dari 15%.Tujuan penelitian ini Diketahui Perbedaan Pemberian Jus kacang hijau dan jus jambu biji merah terhadap peningkatan haemoglobin pada RISMA di Desa Maja Kecamatan Kalianda Tahun 2018.Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan two group pretest-postest dimana peneliti melakukan observasi pertama (pretes) kemudian peneliti menguji perubahan perubahan yang terjadi setelah adanya perlakuan, dalam desain ini tidak ada kelompok kontrol (pembanding), penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Perbedaan Jus kacang hijau dan jus jambu biji merah terhadap penigkatan Haemoglobin. Populasi dalam penelitian ini yakni remaja putri (12-25 tahun) sejumlah 61 orang, dan sampel penelitian ini yakni 30 orang. Sasaran dalam penelitian adalah seluruh  remaja putrid usia 12-25 tahun , tempat penelitian telah dilaksanakan di Desa Maja Kecamatan Kalianda Tahun 2018 waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli 2018.Hasil penelitian rata-rata Hb remaja sebelum konsumsi jus kacang hijau adalah 10,107dengan standar deviasi 1,0278.Rata-rata Hb ibu setelah konsumsi kacang hijau adalah 10,813 dengan standar deviasi 1,0460.Rata-rata Hb ibu sebelum konsumsi jus jambu biji adalah 10,040 dengan standar deviasi 1,2403.Rata-rata Hb ibu setelah konsumsi jus jambu biji adalah 10,507 dengan standar deviasi 1,3456.Ada perbedaan Pemberian Jus kacang hijau dan jus jambu merah terhadap peningkatan haemoglobin pada RISMA di Desa Maja Kecamatan Kalianda Tahun 2018. Dengan nilai mean pada kelompok bubur kacang hijau sebesar0,7067dan mean pada kelompok jus jambu biji sebesar 0,4667 (p-value 0,000). Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling pada remaja tentang anemia dan cara pencegahannya serta memantau kadar HB pada remaja. Kata kunci: Jus Jambu Biji,  Jus Kacang Hijau, Kadar Haemoglobin 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue