cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI BPM WIRAHAYU PANJANG BANDAR LAMPUNG TAHUN 2017 Nurul Isnaini; Reza Refiani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i1.637

Abstract

Kematian dan kesakitan pada ibu hamil dan bersalin serta bayi baru lahir sejak lama telah menjadi masalah, khususnya di negara-negara berkembang. Salah satu penyebab kematian wanita usiasubur, diantaranya disebabkan oleh hyperemesis gravidarum sekitar 25-50%. Kematian saatmelahirkan menjadi penyebab utama mortalitas perempuan pada masa puncak produktifitasnya. WorldHealth Organization (WHO) memperkirakan setiap tahun terjadi 210 juta kehamilan diseluruh dunia.Dari jumlah ini 20 juta perempuan mengalami kesakitan sebagai akibat kehamilan. Sekitar 8 jutamengalami komplikasi yang mengancam jiwa, dan lebih dari 500.000 meninggal. Sebanyak 240.000dari jumlah ini hampir 50% terjadi di negara-negara Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia.(Riskesdas, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu HamilTrimester I Tentang Hiperemesis Gravidarum Di BPM Wirahayu Panjang Bandar Lampung Tahun2017. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, rancangan deskriptif. Populasi seluruhibu hamil trimester I, sampel ibu hamil trimester I yang ada pada saat penelitian berlangsung yaitusebanyak 33 orang dengan tehnik accidental sampling. Distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil trimester I tentang Hyperemesis Gravidarumdalam kategori baik sebanyak 22 orang (66.7%). Saran bagi ibu agar ibu dapat menambahpengetahuan tentang dampak dan bahaya dari hyperemesis gravidarum tersebut, dan diharapkan ibujuga mampu untuk meningkatkan informasi pengetahuan melalui sharing dengan sesama ibudilingkungan rumah, atau melalui media elektronik, dan buku bacaan
KEJADIAN YANG MEMPENGARUHI REMAJA LAKI-LAKI DALAM MELAKUKAN MASTURBASI Arum Dwi Anjani; Dinda Zahara
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.2634

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang Masturbasi itu umum sekali dilakukan oleh anak-anak remaja.Masturbasi atau banyak orang menyebutnya Onani adalah rangsangan yang sengaja dilakukan pada organ kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual tanpa bersenggama dengan lawan jenis. Tindakan masturbasi dapat terjadi ketika seseorang dalam keadaan nafsu syahwat yang meningkat dan tidak adanya seorang pasangan untuk menyalurkan nafsu tersebut.Tetapi tetap didasari dengan kekuatan mental. Maksudnya ada orang yang dapat menahan nafsu dan tindakan masturbasi pun dapat dicegah.Adalagi yang tidak dapat menahan nafsu hingga tindakan masturbasi pun terjadi.Penyimpanganinitidakdisebabkanolehkelainan psikis akan tetapi sebaliknya kadang-kadang dapat menimbulkan konflik emosional dikemudian hari karena merasa bersalah dan merasa berdosa. Cukup banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinyakenakalanremaja seperti Kurangnya perhatian dari orang tua, serta kurangnya kasih sayang, Minimnya pemahaman tentang keagamaan dan Pengaruh dari lingkungansekitar.Tujuan untuk mengetahui penyebab dari kejadian yang mempengaruhi remaja laki–laki dalam melakukan masturbasi.Metode Desain penelitian ini dengan menggunakan deskriptif, jenis penelitian Kuantitatif.Tempat penelitian di SMAN 17 Batam, waktu penelitian April-September 2019. Populasi 116 siswa Laki-Laki, sampel menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan distribusi frekuensi.Hasil penelitian Orang Tua yang berperan 44.8%, Orang tua yang tidak berperan 55.2%. Peran yang religiusitas 48.3%, yang tidak religiusitas 51.7%. teman sebaya yang berperan 44.8%, yang tidak berperan 55.2%.Kesimpulan penyebab kejadian yang mempengaruhi remaja laki – laki dalam melakukan masturbasi mayoritasnya adalah Religiusitas.Saran agar responden dapat meningkatkan pengetahuan tentang penyebab dan pengaruh dari kejadian masturbasi bagi remaja.Kata Kunci : Kejadian, Remaja dan Masturbasi. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PARTUS LAMA DI RSUD ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2013 Dewi Yuliasari; Anggraini Anggraini; Sunarsih Sunarsin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i1.563

Abstract

Partus lama merupakan salah satu dari beberapa penyebab kematian ibu dan bayi baru lahir. Menurut data SDKI Partus lama pada tahun 2010 mencapai 1,0%, tahun 2010 mencapai 1,1%, dan pada tahun 2011 meningkat menjadi 1,8%. Menurut data prasurvey yang didapatkan dari RSUD Abdul Moeloek  Provinsi Lampung tahun 2012 terdapat 172  ibu bersalin yang mengalami partus lama dari 1.352 ibu post partum. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian partus lama di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2013.Jenis penelitian survey analitik, rancangan penelitian case control dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang melahirkan di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung berjumlah 1.352 orang. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 344 responden, dengan perbandingan partus lama : partus normal yaitu 172 : 172 atau 1 : 1. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar ceklis  dan analisa data yang digunakan adalah chi-square.             Hasil penelitian didapat responden dengan  partus lama yaitu 172 (100%), usia ibu yang beresiko pada partus lama yaitu 97 (56.4%) , menurut paritas tertinggi pada paritas beresiko sebanyak 88 (51.2%), menurut kejadian janin besar pada partus lama tertinggi sebanyak 65 (37.8%). Ada hubungan antara umur ibu dengan partus lama ( p value 0.002 ; OR 2.027). Ada hubungan antara paritas dengan partus lama ( p value 0.001 ; OR 2.170). Ada hubungan antara janin besar dengan partus lama ( p value 0.005 ; OR 2.005).  Bagi tenaga kesehatan diharapkan melakukan pendataan ibu hamil untuk dijadikan sebagai sasaran informasi tentang upaya pencegahan komplikasi persalinan. Mendistribusikan buku KIA kepada semua ibu hamil yang berkunjung untuk memeriksakan kehamilan di fasilitas kesehatan untuk dapat dipahami dan dipelajari ibu tentang hal-hal yang dapat beresiko terhadap komplikasi persalinan khususnya partus lama. Kata kunci : Faktor-faktor, partus lama
PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR (WUS) DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICES (IUD) DI BPS YANTI SENEN BANDAR LAMPUNG nurul isnaini; susilawati susilawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i2.1255

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penduduk dunia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 2,5 miliar, jumlah penduduk yang besar ini menimbulkan berbagai masalah khususnya masalah kesehatan, khususnya dinegara berkembang. Salah satu cara untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia adalah melalui Program Keluarga Berencana ( KB ). KB adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan keluarga dalam memberikan nasihat perkawinan, penghormatan kemandulan, dan penjarangan kehamilan untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera. Data BKKBN Tahun 2012 jumlah akseptor KB di Indonesia sebanyak 6.152.231 akseptor, dari jumlah tersebut 459.177 (7,46%) yang menggunakan IUD. Di Provinsi Lampung pengguna kontrasepsi IUD sebanyak 43302 akseptor. Di Kota Bandar Lampung pada tahun 2012, menunjukkan bahwa pengguna kontrasepsi IUD sebanyak 747 akseptor. BPS Yanti Senen merupakan salah satu BPS yang terdapat di Kota Bandar Lampung. Selain merupakan bidan delima, BPS tersebut memiliki pasien ANC maupun KB yang tidak sedikit, berdasarkan pre survey di BPS Yanti Senen pada bulan april tahun 2015, diperoleh data bahwa dari 80 orang akseptor KB aktif pada bulan Januari – April 2015, hanya 7 orang (8,75%) yang menggunakan kontasepsi IUD.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk pengetahuan wanita usia subur (wus) dengan penggunaan alat kontrasepsi intra uterine devices (IUD) di BPS Yanti Senen Bandar Lampung.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian analitik, populasi 80 orang, sampel 80 orang, pengambilan sampel dengan teknik total sampling, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat.Hasil: Hasil analisa univariat didapatkan pengetahuan WUS tentang alat kontasepsi IUD sebanyak 65 responden (81,2%) dalam kategori baik kurang baik, 73 responden (91,2%) dalam kategori tidak menggunakan alat kontrasepsi IUD. Analisa bivariat didapatkan ada hubungan pengetahuan WUS dengan penggunaan alat kontasepsi IUD di BPS Yanti Senen Bandar Lampung dengan p=0,002 dan OR 15,750.Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan WUS dengan penggunaan alat kontasepsi IUD di BPS Yanti Senen Bandar Lampung dengan p=0,002 dan OR 15,750.
FAKTORKEHAMILAN DINI, ANTENATAL CARE, ASI EKSKLUSIF DAN PENGETAHUAN GIZI TERHADAP STUNTING PADA BALITA RESIKO STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN BONE St. Malka; Musni Musni; Sitti Fatimah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3364

Abstract

ABSTRACT EARLY PREGNANCY, ANTENATAL CARE, ESCLUSIVE BREASTFEEDING AND NUTRITIONAL KNOWLEDGE TO STUNTING IN CHIDREN UNDER FIVE Background: stuntingis a major nutritional problem that will have an impact on social and economic life in society. Stunting is a problem because it is associated with an increased risk of illness and death, suboptimal brain development, resulting in delayed motor development and stunted mental growth. Bone is one of the district in south Sulawesi high prevalence of stunting compared with province and national.Purpose  To determine risk factors early pregnancy, antenatal care, esclusive breastfeeding and nutritional knowledge on stunting among children 12-59 months old.Mathods:The study used is quantitative witch a designed  case-control study. It was conducted in Kading health centre, Bajoe health centre, and Usa health centre.  with the research time May-Juli 2020. The subjects were children between 12-59 month. The sample in this study were 120 consisting of 40 stunted and 80 normal with gender matching. Subject were chosen by purposive sampling methode. The risk factor were early pregnancy, antenatal care, esclusive breastfeeding, and nutritional knowledge. Data were analyzed by univariate, bivariate with chis-quare test and odds ratio with 95% confidence interval   Results: The results showed that factors associated with stunting were early pregnancy (P = 0.003) and antenatal care with (P = 0.033), while exclusive breastfeeding (P = 0.892) and maternal nutritional knowledge (P = 0.404) were not associated with stunting in under-five. . Early pregnancy variable is the dominant variable in the occurrence of stunting in children under five. Early childhood pregnancy has a 5.00 times higher risk of stunting in children under five compared to mothers who are pregnant at adulthood, and mothers not antenatal care during pregnancy have 2.68 times the risk of stunting compared to mothers antenatal care visit during pregnancy.Conclusion: The risk factors for stunting  were early pregnancy and antenatal careSuggestion It is hoped that the government will be even more stringent on the implementation of early marriage, so that there will be no more early marriages and can prevent stunting in toddlers. Keywords: stunting, early pregnancy,  antenatal care ABSTRAK Latar belakang :Stunting adalah masalah gizi utama yang akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi dalam masyarakat.  Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan menungkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motoric terlambat  dan terhambatnya pertumbuhan Kabupaten Bone meruapakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan dengan angka stunting yang cukup signifikan melebihi prevalensi stunting provinsi dan nasional.Tujuan: untuk menganalisis factor risiko kehamilan usia dini, antenatal care, ASI eksklusif dan pengetahuan gizi ibu terhadap stunting pada balita usia 12 – 59 bulanMetode : Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Case Control Study. Penelitian dilakukan di tiga puskesmas yaitu Puskesmas Kading, Puskesmas Bajoe dan Puskesmas Usa. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juli 2020. dengan subjek adalah anak umur 12 – 59 bulan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 balita yang terdiri dari 40 kasus (balita stunting) dan 80 kontrol (balita normal/tidak stunting) dengan Matching jenis kelamin. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Factor risiko yang diukur adalah kehamilan usia dini, antenatal care (ANC), ASI eksklusif dan pengetahuan gizi ibu. Data dianalisis dengan chi square dan Odds Ratio (OR) 95% CI.Hasil :  Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan stunting adalah kehamilan usia dini (P=0,003) dan antenatal care dengan (P=0.033), sedangkan ASI eksklusif  (P=0,892) dan pengetahuan gizi ibu (P=0,404) tidak berhubungan dengan stunting pada balita. Variabel kehamilan usia dini merupakan variable dominan terjadinya stunting pada balita. Kehamilan usia dini memiliki risiko 5,00 kali lebih tiinggi untuk mengalami stunting pada balita dibandingkan ibu yang hamil pada usia dewasa, ibu yang tidak melakukan antenatal care memiliki risiko 2,68 kali mengalami stunting dibanding ibu yang melakukan pemeriksaan antenatal care. Kesimpulan: kehamilan usia dini dan antenatal care merupakan factor risiko terjadinya stunting pada balitaSaran Diharapkan pemeritah lebih ketat lagi terhadap pelaksanaan pernikahan usia dini, agar tidak ada lagi pernikahan usia dini dan bisa mencegah terjadinya stunting pada balita Kata kunci : stunting, kehamilan Dini, antenatal care  
PENGARUH AROMA TERAPI BLEND ESSENTIAL MINYAK LAVENDER TERHADAP NYERI PADA PASIEN PASCA OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSUD PRINGSEWU 2016 Ana Mariza; Desfia HaryatiHS
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i3.664

Abstract

an data World Health Organization (WHO) menetapkan indikatorap negara, jika tidak sesuai indikasi caesar dapat meningkatkan bu dan bayi. Berdasarkan data RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasdi indonesia sebanyak 15,3 %. Persalinan dengan Sectio pak nyeri.adapun tehnik penurunan nyeri dapat menggunakan ogi, dan penelitian ini menggunakan terapi non farmakologi dengessential minyak lavender. Tujuan dari penelitian ini adalah diessential minyak lavender terhadap nyeri pada pasien pasca oprasu 2016. itian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelidengan pendekatan quasi eksperimen one group pretest – posttest desRSUD Pringsewu dari 30 maret – 30 april 2016, dengan jumlah sar. Penelitian ini menggunakan tehnik accidental sampling dengan mengan kemaknaan 0,05. itian diproleh skala nyeri pada 32 ibu pasca operasi caesar sean nilai mean 7,12, setandar deviasi 0,707 dengan nilai minimum 6 dan mudah pemberian aromaterapi pada 32 ibu pasca caesar dengan man nilai minimum 4 dan maksimum 6. Dan terdapat pengaruh yherapi blend essential minyak lavender terhadap penurunan skan p-value 0,000. Sehingga diharapkan hasil  penelitian ini ehnik pengurangan rasa nyeri pada ibu pasca oprasi caesar
PENDIDIKAN IBU BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Cik Angkut
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.2795

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang Asi Eksklufif adalah nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan mental dan intelektual serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit. kenyataan di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda dari yang seharusnya. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat, cakupan ASI Eksklusif pada bayi usia 0 - 6 bulan tahun 2013 adalah sebanyak 30,2% seJawa Barat. (Dinas Kesehatan Jawa Barat, 2013). Hal tersebut mengindikasikan kurangnya pemberian ASI eksklusif pada bayi di daerah Jawa Barat.Pemberian ASI Eksklusif di Kota Bekasi masih terbilang  rendah dan belum mencapai target yaitu hanya sekitar 24,2 %. Sedangkan target angka keberhasilan ASI Eksklusif sebesar 75% Tujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan ibu terhadap pemberian ASI Ekskusif di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain penelitian Cross Sectional Populasi ibu yang mempunyai bayi usia 6 bulan sampai dengan 24 bulan berjumlah 79 orang  dengan sampel sebanyak 47 orang dengan tekhnik sampling accidental. Analisa data yang digunakan Univariat dan Bivariat Hasil penelitian Univariat terdapat ibu dengan pendidikan rendah sebanyak 59,6% dan ibu dengan pendidikan tinggi sebanyak 40,4%. Selanjutnya terdapat ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 46,8% dan terdapat 53,2%  ibu yang memberikan ASI Ekskusif. Selanjutnya dari hasil peneltian Bivariat, perbandingan antara ibu yang memberikan ASI Ekslusif sebesar 53,2% dengan ibu yang tidak memberikan ASI  Eksklusif sebesar  46,8% dengan P Value 0,406. Artinya hanya sedikit hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan pemberian ASI ekslusif kepada bayi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa selain tingkat pendidikan, dukungan dan informasi dari petugas kesehatan dan keluarga mengenai pemberian ASI pada ibu diperlukan dalam menambah kecerdasan dan keterampilan ibu untuk memberikan ASI Ekskusif pada bayi. Saran Bagi tempat penelitian agar lebih diperhatikan peran serta petugas kesehatan dalam upaya memberikan kesadaran kepada Ibu menyusui untuk memaksimalkan pemberian ASI Eksklusif kepada bayinya. Karena peran petugas kesehatan berpengaruh kepada kesadaran Ibu menyusui.  Kata Kunci : Pendidikan, ASI, Eksklusif, Informasi ASI, Petugas Kesehatan, Keluarga.  
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN USIA MENARCHE DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs ) DINNIYAH PUTRI KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 Astriana Astriana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i4.628

Abstract

Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan gizi, sebanyak 427 siswi dari 481 siswi sudah mengalami menstruasi. Peneliti menemukan data dari 20orang remaja putri sebagai berikut: 5% remaja putri mengatakan bahwa mereka telah mengalamimenarche pada usia 7 tahun, 15% siswi mengalami menarche pada usia 9 tahun, 30% siswimengalami menarche pada usia 10 tahun, dan 35% siswi mengalami menarche pada usia 11 tahun,serta 15% mengalami menarche pada usia 12 tahun. Tujuan penelitian diketahui hubungan status gizidengan menarche pada siswi di MTs Dinniyah Putri Lampung. Jenis penelitian kuantitatif survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasipenelitian remaja putri kelas X di Pondok Pesantren Diniyah Putri Lampung yang ada berjumlah 407orang, Dengan sampel 202 responden. Teknik sampling Purposive sampling. data diambil denganlembar observasi. Analisa data univariat dan bivariat (Chi-Square). Hasil penelitian diketahui distribusi fekuensi remaja putri yang mengalami usia menarche baik 156(77,2%), usia menarche tidak baik 46(22,8%), 63(31,8%) responden status gizi tidak normal,status gizi normal 139 (68,8%). Ada hubungan antara status gizi dengan usia menarche dengan pvalue= 0,000, OR 14,545. Remaja putri MTs Diniyah putri diharapkan dapat mengurangi makanangoreng-gorengan atau berlemak tinggi untuk remaja putri yang berat badannya lebih dari normal.Mengkonsumsi susu dan menambah asupan karbohidrat seperti makan dengan porsi sedikit tapi seringbagi remaja putri yang berat badan kurang dari normal serta mencari informasi yang bermanfaat bagikesehatan reproduksinya seperti, mengikuti seminar atau penyuluhan tentang kesehatan reproduksi
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) PADA LELAKI SEKS LELAKI (LSL) Bunga Tiara Carolin; Suprihatin Suprihatin; Aprinda Maharani P.K
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.2379

Abstract

Latar belakang: Virus HIV&AIDS meningkat dengan pesat seperti bom waktu bagi dunia dan menjadi epidemik. Berdasarkan data UNAIDS, penderita yang ada di berbagai negara sebanyak 1,8 juta. Asia Pasifik menduduki peringkat ketiga sebagai wilayah dengan pengidap HIV dan AIDS terbanyak diseluruh dunia dengan total penderita sebanyak 5,2 juta jiwa, Indonesia menyumbang angka 620.000 dari total 5,2 juta jiwa terjangkit HIV/AIDS.Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian HIV pada LSL di hotspot pasar tengah Kota Bandar Lampung tahun 2019.Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel random sampling, dengan 84 responden. Instrument penelitian menggunakan lembar kuisioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Chi Square (X²).Hasil: Hasil univariat didapatkan 26,2% terinfeksi HIV, 53,6% menggunakan kondom, pernah mengalami riwayat IMS 26,3%, 37,7% perilaku seks berisiko tinggi, dan tidak ada yang menggunakan narkoba suntik. Hasil bivariat didapatkan penggunaan kondom (p = 0,001), riwayat IMS (p = 1,000), perilaku seks berisiko (p = 0,002), dan penggunaan narkoba suntik (p = 0,569).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan kondom dan perilaku seks berisiko dengan kejadian HIV pada LSL. Sedangkan riwayat IMS, dan penggunaan narkoba suntik tidak mempunyai hubungan signifikan dengan kejadian HIV pada LSL.Saran: Bagi LSL diharapkan dapat meningkatkan konsistensi penggunaan kondom dan pelicin, baik yang digunakan untuk dirinya sendiri maupun pasangan atau pelanggannya, selalu rutin melakukan tes VCT dan tidak malas bahkan malu untuk memeriksakan diri kepelayanan kesehatan, juga berkontribusi aktif dalam upaya pencegahan penularan HIV&AIDS Kata Kunci: Faktor Risiko, HIV&AIDS, LSL
HUBUNGAN ASUPAN LEMAK, VITAMIN A, C, DAN E DENGAN RASIO LDL/HDL PADA PENDERITA JANTUNG KORONER DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2016 Endang Sri Wahyuni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i1.596

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi masalah utama di negara maju maupun berkembang.Aterosklerosis yang mendasari terjadinya PJK bisa terjadi juga di pembuluh darah organ lainnya.Pencegahan pada PJK bertujuan untuk mengurangi risiko serangan ulangan maupun kematian karenaPJK. Upaya pencegahan diantaranya berupa pengendalian kadar lipid darah dan diet yang sehat.Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan lemak,vitamin A, C, dan E denganrasio LDL/HDL pada penderita PJKPenelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatancross sectional , dilakukan pada bulan Agustus- September 2016.. Sampel berjumlah 64 orang,ditentukan secara accidental sampling. Rasio LDL/HDL diperoleh dari rekam medis pasien,merupakan hasil pemeriksaan saat penelitian dilaksanakan. Asupan lemak, vitamin A, C dan Ediperoleh dari food recall 2 x 24 jam.Rata-rata persentase asupan lemak jenuh subyek adalah 22,17 ± 9,76%, lemak tidak jenuh14,13 ± 4,71%, lemak tidak jenuh ganda 5,77 ± 2,49%, vitamin A sebesar 1073 ± 424,76 μg/hr,vitamin C sebesar 74,14 ± 49,02 mg/hr, vitamin E sebesar 4,61 ± 2,24mg/hr dan rasio LDL/HDL2,65 ± 1,44. Berdasarkan hasil uji Correlation, tidak ada hubungan antara asupan lemak jenuh (p=0,807; r = 0,031), lemak tidak jenuh (p=0,409; r = - 0,105), lemak tidak jenuh ganda (p=0,307; r = -0,13), vitamin A (p=0,16; r= - 0,178), vitamin C (p=0,338; r = - 0,122), dan vitamin E (p= 0,651; r = -0,058) dengan rasio LDL/HDLPerlu usaha lebih proaktif dari dietisien melalui sosialisasi, penyuluhan,poster, tentang pentingnya asupan lemak dan vitamin antioksidan pada PJK.. Perlu penelitian lebihlanjut dengan sampel yang lebih besar dan hari recall lebih dari 3 X 24 jam.Kata kunci: asupan lemak, vitamin A, C, E, rasio LDL/HDL, jantung koroner

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue