cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Effect Of Serum Ferritin Levels On The Event Of Preeclampsia In Pregnant Women In First Trimester Agustin, Dinah Inrawati; Massi, Moh Nasrum; Usman, Andi Nilawati; Hadju, Veni; Prihantono, Prihantono; Arsyad, Aryadi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.12699

Abstract

Latar Belakang Preeklamsia merupakan penyakit multisistem yang etiologinya belum diketahui, dengan manifestasi klinis yang beragam. Laporan terbaru dari WHO memperkirakan bahwa preeklampsia menyebabkan 70.000 kematian ibu setiap tahunnya di dunia. Society for the Study of Hypertension in Pregnant (ISSHP) mendefinisikan preeklamsia sebagai hipertensi de-novo dengan tekanan darah sistolik lebih tinggi dari 140 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih tinggi dari 90 mmHg pada dua pengukuran terpisah (antara 4-6 jam). terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Pemeriksaan kadar feritin serum untuk menyaring kejadian preeklamsia pada awal kehamilan sangat diperlukan karena tingginya jumlah penderita preeklamsia di Indonesia dan dampak negatif preeklamsia terhadap kehamilan.Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemeriksaan kadar feritin serum terhadap kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester pertama.Metode Beberapa database elektronik dicari untuk mengidentifikasi studi yang relevan dengan Juli 2021: Scopus, Pubmed, Google Scholar Scholar, dan PubMed. Kata kunci yang dipilih dalam pencarian mencakup 'Serum Ferritin' (dan variasinya, misalnya Ferritin dalam serum, Ferritin), dikombinasikan dengan istilah-istilah yang terkait dengan Preeklamsia termasuk 'Preeklampsia dan Kehamilan', 'Preeklamsia ibu', dan 'preeklamsia hipertensi.' Kriteria inklusi yang digunakan adalah artikel full text, menggunakan rancangan randomized controlled trial, eksperimental dan quasi eksperimen, menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris, sampel ibu hamil dengan preeklamsia dan fokus literatur intervensi kadar feritin serum. Sebanyak 103 artikel teridentifikasi (Scopus=39; Google Scholar=23; PubMed=41).Hasil diperoleh 19 jurnal internasional dan 11 jurnal nasional relevan. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan kadar feritin serum pada ibu hamil dengan preeklampsia.Kesimpulan Kadar feritin serum yang lebih tinggi berhubungan dengan kejadian preeklamsia. Tinjauan menyeluruh ini mengkaji literatur untuk lebih memahami elemen-elemen ini, dan menggabungkan 30 artikel relevan untuk menjelaskan efektivitas pengujian serum feritin terhadap kejadian preeklamsia, serta beberapa rekomendasi untuk mengatasi masalah serius ini. Secara total, 30 artikel terkait serum feritin dan preeklampsia diidentifikasi.Saran Perlu dikembangkan studi literatur lebih lanjut mengenai kadar feritin serum terhadap kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Hal ini didasarkan pada beberapa temuan baru biomarker lain untuk mendeteksi kejadian preeklamsia pada ibu hamil  Kata Kunci Kadar Ferritin Serum, Preeklampsia, Ibu Hamil Trimester Pertama ABSTRACT Background Preeclampsia is a multisystem disease of unknown etiology, with diverse clinical manifestations. The latest report from WHO estimates that preeclampsia accounts for 70,000 maternal deaths annually in the world. The Society for the Study of Hypertension in Pregnancy (ISSHP) defines preeclampsia as de-novo hypertension with a systolic blood pressure higher than 140 mmHg or a diastolic blood pressure higher than 90 mmHg on two separate measurements (between 4-6 hours). occurs after 20 weeks of gestation. Examination of serum ferritin levels to screen for the incidence of pre-eclampsia in early pregnancy is very necessary because of the high number of patients with preeclampsia in Indonesia and the negative impact of preeclampsia on pregnancy.The purpose of this literature review is to determine the effect of examination of serum ferritin levels on the incidence of preeclampsia in first trimester pregnant women.Methods Several electronic databases were searched to identify studies relevant to July 2021: Scopus, Pubmed, Google Scholar Scholar, and PubMed. Keywords selected in the search included 'Serum Ferritin' (and its variations, eg Ferritin in serum, Ferritin), in combination with terms related to Preeclampsia including 'Preeclampsia and Pregnancy', 'Maternal preeclampsia,' and 'hypertension preeclampsia.' The inclusion criteria used were full text articles, using a randomized controlled trial design, experimental and quasi-experimental, using Indonesian and English, samples of pregnant women with preeclampsia and the focus of the intervention literature on serum ferritin levels. A total of 103 articles were identified (Scopus=39; Google Scholar=23; PubMed=41).Results  19 international journals and 11 relevant national journals were obtained. The results of the analysis showed that there was a change in serum ferritin levels in pregnant women with preeclampsia.Conclusions Higher serum ferritin levels are associated with the incidence of preeclampsia. This scoping review examines the literature to better understand these elements, and incorporates 30 relevant articles to describe the effectiveness of serum ferritin testing on the incidence of preeclampsia, as well as some recommendations to address this serious problem. In total, 30 articles related to serum ferritin and preeclampsia were identified.Suggestion There is a need to develop further literature studies on serum ferritin levels on the incidence of preeclampsia in pregnant women. This is based on several new findings of other biomarkers for detecting the incidence of preeclampsia in pregnant women Keyword : Serum Ferritin Levels, Preeclampsia, First Trimester Pregnant Women 
The Effect Of Warm Water Foot Soak On Back Pain In Third Trimester Pregnant Women Rizky, Denada Novia; Fibrila, Firda -; Ridwan, M -
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.12438

Abstract

Latar Belakang: Rasa nyeri pada bagian punggung atau low back pain dialami oleh 20%-25% ibu hamil. Keluhan ini dimulai pada usia 12 minggu dan akan meningkat pada saat usia kehamilan 24 minggu hingga menjelang persalinan di akibatkan pembesaran uterus sehingga beban tarukan tulang punggung ke arah depan akan bertambah dan menyebabkan lordosis fisiologis. Dampakya pada ibu akan mengalami gangguan tidur, keletihan serta ketidaknyamanan dalam melakukan aktivitas sehari-hari akan membuat janin menjadi fetal distress. Terapi rendam kaki air hangat salah satu upaya untuk mengurangi nyeri punggung.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi rendam kaki air hangat terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain Pra Eksperiment dengan rancangan one group pretest posttest design. Populasi semua ibu hamil trimester III dengan jumlah sampel berdasar perhitungan besar sampel diperoleh sebanyak 34 responden menggunakan teknik pengambilan sampel Quota sampling. Pengukuran nyeri punggung menggunakan NRS (Numeric Rating Scale) dengan tingkat nyeri skala 0-10. Pengukuran nyeri dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Perendaman kaki dengan air hangat dilakukan sebanyak 2,5 L atau lebih dari 15 cm dengan suhu air 37-39◦C yang diukur menggunakan termometer air dalam waktu 15 menit selama 7x pemberian. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon.Hasil: didapatkan rata-rata intensitas nyeri punggung sebelum dilakukan intervensi adalah 5,06 sedangkan rata-rata intensitas nyeri punggung sesudah dilakukan intervensi adalah 0,35. Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p value = 0,000 (≤0,05).Simpulan: terapi rendam kaki air hangat berpengaruh dalam penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Selain praktis dan mudah dilaksanakan oleh ibu hamil sendiriSaran: terapi rendam kaki dengan air hangat dapat dijadikan salah satu alternatif dalam penanganan nyeri punggung pada ibu hamil. Kata kunci: Nyeri punggung, Rendam Air Hangat ABSTRACT Background: Back pain or low back pain is experienced by 20%-25% of pregnant women. This complaint begins at the age of 12 weeks and will increase at 24 weeks gestation until before delivery due to enlargement of the uterus so that the burden of the spine to the front will increase and cause physiological lordosis. The impact on the mother will experience sleep disorders, fatigue and discomfort in carrying out daily activities will make the fetus become fetal distress. Warm water foot soak therapy is one of the efforts to reduce back pain. Objective: to determine the effect of warm water foot soak therapy on back pain in III trimester pregnant women.Methods: This research is a quantitative research using Pre-Experimental design with one group pretest posttest design. The population of all III trimester pregnant women with the number of samples based on the calculation of sample size was obtained as many as 34 respondents using the Quota sampling technique. The analysis used univariate and bivariate with the Wilcoxon test.Results: It was found that the average intensity of back pain before the intervention was 5.06 while the average intensity of back pain after the intervention was 0.35. Wilcoxon test results obtained p value = 0.000 (≤0.05), meaning that there is an effect of warm water foot soak therapy on reducing back pain in III trimester pregnant women.Conclusion:  Warm water foot soak therapy has an effect in reducing back pain in III trimester pregnant women. Besides being practical and easy to implement by pregnant women themselvesSuggestions: foot soak therapy with warm water can be used as an alternative in the treatment of back pain in pregnant women. Kata kunci: Back pain, warm water soak
Relationship Between Early Initiation Of Breastfeeding And Changes In Body Temperature Of Newborns Aisyah, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.10074

Abstract

Latar Belakang Inisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan langkah awal keberhasilan pemberian ASI eksklusif. IMD juga berguna untuk hubungan ibu dan bayi serta membuat bayi merasa tenang. Dada ibu merupakan penstabil suhu yang dapat mengatur dan menghangatkan suhu tubuh bayi yang berisiko kedinginan akibat adaptasi terhadap udara di luar kandungan setelah melahirkan. dengan IMD risiko kehilangan panas (hipotermia) pada bayi baru lahir dapat menurunkan angka kematian. Peneliti kemudian tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan inisiasi menyusu dini dengan perubahan suhu tubuh bayi baru lahir.Metode penelitian yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan metode observasi analitik dengan desain cross sectional yang melibatkan 30 sampel. Teknik yang akan digunakan adalah Accidental Sampling, sedangkan pengumpulan datanya menggunakan lembar observasi prosedur pelaksanaan IMD dan termometer digital aksila. Pengumpulan data meliputi coding, editing dan tabulasi, kemudian data dianalisis secara manual dan komputer dengan uji chi-square. Hasil Hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,002 (nilai probabilitas (p) < (0,05 ) Ha diterima sehingga dapat disimpulkan ada hubungan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan perubahan suhu tubuh bayi baru lahir di UPT Puskesmas Wuluhan , Kabupaten Jember.Kesimpulan Sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan tentang hubungan inisiasi menyusu dini dengan perubahan suhu tubuh bayi baru lahir di kemudian hari.Saran Banyak sekali saran yang perlu disampaikan untuk mengembangkan penelitian selanjutnya khususnya yang ingin peneliti sampaikan kepada berbagai pihak dan diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan penelitian untuk penelitian selanjutnya. selanjutnya bagi Instansi Pelayanan Kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada pasien ibu hamil mengenai hubungan IMD dengan perubahan suhu tubuh di BBL. Kata Kunci : Inisiasi Menyusui Dini, Perubahan suhu tubuh pada bayi baru lahir. ABSTRACT Background Early Breastfeeding Initiation (IMD) is the first step in the success of exclusive breastfeeding. IMD is also useful for the relationship between mother and baby and makes babies feel calm. The mother's chest is a temperature stabilizer that can regulate and warm the baby's body temperature who is at risk of cold due to adaptation to the air outside the womb after giving birth. with IMD the risk of heat loss (hypothermia) in newborns can reduce mortality. Researchers are then interested in conducting research on the relationship between early initiation of breastfeeding and changes in body temperature of newborns.method is The research that will be conducted is using analytical observation method with a cross section design involving 30 samples. The technique that will be used is accidental sampling, while the data collection will use an observation sheet for the IMD implementation procedure and axillary digital thermometer. Data collection includes coding, editing and tabulating, then the data is analyzed manually and on a computer with the chi-square test. Results Statistical test results obtained P value = 0.002 (probability value (p) < (0.05 ) Ha is accepted so it can be concluded that there is a relationship between Early Breastfeeding Initiation (IMD) with changes in body temperature of newborns at UPT Puskesmas Wuluhan, Jember RegencyConclusion So that the results of this study are expected to add insight into knowledge about the relationship between early initiation of breastfeeding and changes in body temperature of newborns in the future.Suggestion There are a lot of suggestion that need to share for develop further research especially The researcher expected  that they  would like to convey to various parties and  hoped that it can be used as research material for  next research. and then for  Health Service Institutions is expected to be able to provide education to pregnant women patients regarding the relationship between IMD and changes in body temperature at BBL Keywords : Early Initiation of Breastfeeding, Changes in body temperature in newborns.
The Relationship Of Mother's Stimulation With The Development Of Children Aged 3-5 Years Alifatur, Putri; Pradita, Pradita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.10520

Abstract

Latar Belakang Anak merupakan generasi penerus bangsa. Salah satu upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan dengan mengoptimalkan potensi perkembangan anak secara merata. Pemberian stimulasi akan lebih efektif apabila memperhatikan kebutuhan anak yang telah disesuaikan dengan tahapan perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan stimulasi ibu dengan tumbuh kembang anak usia 3-5 tahun di PMB Aisyah Amd Keb Wuluhan Jember.Metode Desain penelitian ini adalah penelitian korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak prasekolah usia 3-5 tahun di PMB Aisyah Amd Keb sebanyak 57 orang. Besar sampel pada penelitian ini adalah 57 orang yang diambil jenuh. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian data diolah menggunakan SPSS dengan menggunakan uji rank spearman.Hasil analisis data menunjukkan bahwa stimulasi yang diberikan ibu cukup sebanyak 28 orang (49,1%) dan perkembangan anak usia 3-5 tahun normal sebanyak 28 orang (49,1%). Berdasarkan uji rank spearman diperoleh nilai signifikansi (Asymp. Sig) sebesar 0,000 < 0,05 artinya ho ditolak dan ha diterimaKesimpulan ada hubungan antara stimulasi ibu dengan tumbuh kembang anak usia 3-5 tahun. tahun di PMB Aisyah Amd, Keb Wuluhan Jember. Kekuatan hubungan berada pada kategori kuat. Saran agar ibu dapat memberikan stimulasi yang maksimal sesuai usia anak agar tumbuh kembang anak maksimal. Kata Kunci : Stimulasi, Tumbuh Kembang Anak, Perkembangan ABSTRACT Background Children are the next generation of the nation. One of the efforts to develop the quality of human resources can be done by optimizing the development potential of children evenly. The provision of stimulation will be more effective if it pays attention to the needs of children who have been adapted to the stages of development. The purpose of this study was to analyze the relationship between maternal stimulation and the development of children aged 3-5 years at PMB Aisyah Amd, Keb Wuluhan Jember.method The design of this study is a correlative study with a cross-sectional approach. The population in this study were all preschool children 3-5 years old in PMB Aisyah Amd, Keb as many as 57 people. The sample size in this study was 57 people who were taken saturated. Collecting data using a questionnaire then the data is processed using SPSS using the Spearman rank test.The results of data analysis showed that the stimulation given by the mother was sufficient as many as 28 people (49.1%) and the development of children aged 3-5 years was normal as many as 28 people (49.1%). Based on the Spearman rank test, a significance value (Asymp. Sig) of 0.000 <0.05 was obtainedConclusion rejected and ha was acceptedSuggestion that there was a relationship between maternal stimulation and the development of children aged 3-5 years in PMB Aisyah Amd, Keb Wuluhan Jember. The strength of the relationship is in the strong category. It is recommended that mothers can provide maximum stimulation according to the child's age so that the child's development is maximized. Keyword : Stimulation, Child Development,development
The Effect Of Giving Lavender Aromatherapy On Dymenorrhea In Women Students Wulandari, Ayu; Sunarsih, Sunarsih; Putri, Ratna Dewi; Maternity, Dainty
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.8097

Abstract

Angka kejadian nyeri haid di seluruh dunia masih sangat besar, persentase kejadian nyeri haid di dunia rata-rata lebih dari 50% atau berkisar 15,8-89,5% wanita di setiap negara mengalami nyeri haid. Prevalensi nyeri haid di Amerika diperkirakan sebesar 45-90%, kemudian di India sebesar 75% dan di Mesir angka prevalensinya diperkirakan sebesar 75%. MA Muhammadiyah Sukarame dengan melihat data 1 tahun terakhir pada tahun 2021 sebanyak 215 responden, dengan rata-rata nyeri bulanan sebanyak 42 remaja putri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap dismenore pada siswi MA Muhammadiyah Sukarame Kota Bandar Lampung Tahun 2022.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Dengan desain penelitian quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. subjeknya adalah siswa MA Muhammadiyah, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 28 April sampai dengan 30 Juli 2022. Variabel independennya adalah aromaterapi lavender dan dismenore dependen. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji Man Witney.Skala nyeri sebelum dilakukan teknik aromaterapi lavender dengan rata-rata sebesar 7,67 yang berarti sebagian remaja putri mengalami nyeri dismenore dengan kategori berat. Kelompok kontrol dengan rata-rata 8,60 yang berarti sebagian besar remaja putri mengalami nyeri dismenore dengan kategori berat. Skala nyeri setelah dilakukan teknik aromaterapi lavender dengan rata-rata 1,62 yang berarti sebagian remaja putri mengalami nyeri dismenore dalam kategori ringan. Posttest kontrol dengan rata-rata 3,93 yang berarti sebagian remaja putri mengalami nyeri dismenore dengan kategori ringan. Hasil uji statistik Man Witney diperoleh p-value sebesar 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap dismenore pada remaja putri. Kata Kunci : Aromaterapi Lavender, Dismenore, Remaja Putri ABSTRACT The incidence of pain throughout the world is still very large, the percentage of pain incidence in the world  is on average more than 50% or around 15.8-89.5% women in every country experience menstrual pain. The  prevalence of pain in the United States is estimated at 45-90%, then in India it is 75% and in Egypt the prevalence  rate has been estimated at 75%. MA Muhammadiyah Sukarame by looking at data for the last 1 year in 2021 as  many as 215 respondents, with an average monthly pain of 42 young women. The purpose of this study was to  determine the effect of giving lavender aromatherapy on dysmenorrhea in female students at MA  Muhammadiyah Sukarame, Bandar Lampung City in 2022.This type of research is quantitative. With a quasi-experimental research design with a nonequivalent  control group design. the subject is a female student at MA Muhammadiyah, the sampling technique uses  purposive sampling. The study was carried out on April 28 to July 30, 2022. The independent variables were lavender aromatherapy and the dependent dysmenorrhea. Data analysis used univariate and bivariate using Man Witney test.The pain scale before the lavender aromatherapy technique was carried out with a  mean of 7.67, which means that some young women experience dysmenorrhea pain in the severe category. The control group with a mean of 8.60 which means that most of the young women experience dysmenorrhea pain in the severe category. The pain scale after the lavender aromatherapy technique was carried out with a mean of 1.62, which means  that some young women experience dysmenorrhea pain in the mild category. Posttest control with a mean of 3.93, which means that some young women experience dysmenorrhea pain in the mild category. The results of the man Witney statistical test obtained a p-value of 0.000 (<0.05), which means that there is an effect of giving lavender aromatherapy to dysmenorrhea in adolescent girls. For MA teachers, Keywords : Lavender Aromatherapy, Dysmenorrhea, Female Students 
Factors Affecting The Incidence Of Maternal Preeclampsia Kusuma, Intania; Yuliasari, Dewi; Fitria, Fitria; Keswara, Umi Romayati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.11585

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas ibu dan janin. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya preeklampsia adalah usia, paritas, riwayat hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, molahidatidosa dan kehamilan ganda. Hasil presurvey didapat data pada tahun 2018 angka kejadian preeklampsia ibu bersalin di RSUD HM Ryacudu Kotabumi sebanyak 68 orang.Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian preeklampsia ibu bersalin di RSUD HM Ryacudu Kotabumi.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan data sekunder.Populasi dalam penelitian ini semua ibu bersalin dengan diagnosa preeklampsia yang di rawat di ruang kebidanan dalam masa rentang waktu Januari 2020 – Desember 2022 sebanyak 86 orang ibu bersalin. Sampel yang digunakan adalah total population sebanyak 86 orang ibu bersalin.Analisis data univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan (chi-square).Hasil penelitian didapatkan hasil Usia ibu bersalin yang beresiko usia <20 atau >35 tahun sebesar 45 responden (52,3%), riwayat hipertensi ibu yang beresiko sebesar 46 responden (53,5%), paritas ibu yang mengalami resiko 44 responden (51,2%).Kesimpulan Ada hubungan usia dengan kejadian preeklampsia dengan ρ-value sebesar 0,010 dan OR 3.717, ada hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia dengan ρ-value sebesar 0,001 dan OR 5.612, dan ada hubungan paritas dengan kejadian preeklampsia dengan ρ-value sebesar 0,006 dan OR 4.016.Peneliti menyarankan ibu untuk menigkatkan kunjungan ANC lebih awal, dan mengajakibu untuk sering mengontrol kehamilan nya agar tidak mengalami resiko pada kehamilan yaitu salah satunya adalah preeklampsia. Kata kunci : Usia, Riwayat hipertensi, Paritas, Preeklampsia ABSTRACT Preeclampsia is one of the causes of maternal and fetal mortality and morbidity. Factors that influence the occurrence of preeclampsia include age, parity, history of hypertension, diabetes mellitus, obesity, hydatidiform mole, and multiple pregnancies. Pre-survey data from 2018 revealed that there were 68 cases of preeclampsia among delivering mothers at HM Ryacudu General Hospital, Kotabumi, North Lampung. The research objective was to identify the factors affecting the occurrence of preeclampsia among delivering mothers at HM Ryacudu General Hospital of Kotabumi.This study was a quantitative research with a cross-sectional approach, using secondary data. The population of this study consists of all delivering mothers diagnosed with preeclampsia who were treated in the obstetrics ward from January 2020 to December 2022, totaling 86 delivering mothers. The sample used is the entire population of 86 delivering mothers. Data analysis included univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using the chi-square test.The results showed that among the delivering mothers, 45 respondents (52.3%) were at risk due to their age being <20 or >35 years, 46 respondents (53.5%) had a history of hypertension which put them at risk, and 44 respondents (51.2%) who experienced risk had parity.In conclusion, there is a relationship between age and the occurrence of preeclampsia with a ρ-value of 0.010 and an odds ratio (OR) of 3.717. There is a relationship between a history of hypertension and the occurrence of preeclampsia with a ρ-value of 0.001 and an OR of 5.612. There is also a relationship between parity and the occurrence of preeclampsia with a ρ-value of 0.006 and an OR of 4.016.Researchers recommend that mothers increase their early Antenatal Care (ANC) visits and encourage them to frequently monitor their pregnancies to avoid risks, one of which is preeclampsia. Keyword : age, hypertensive history, parity, preeclampsia
The Influence Of Health Education Using Video Education Media On Increasing Adolescent Women's Knowledge About Anemia Listiana, Akma; Jasa, Novi Eniastina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.12610

Abstract

Pendahuluan: Data WHO (2015) menunjukkan bahwa 41,8% kematian ibu berhubungan dengan anemia pada kehamilan, dimana penyebab anemia adalah kekurangan zat besi sehingga menyebabkan perdarahan akut (Yankes Kementerian Kesehatan, 2022). Upaya pencegahan anemia pada remaja putri sangatlah penting, karena ketika perempuan sudah menderita anemia sejak remaja maka akan banyak resiko yang dihadapi pada saat hamil seperti aborsi, melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, rahim tidak dapat berkontraksi. benar, pendarahan setelah melahirkan yang dapat mengakibatkan kematian (Alifah safira Amperatmako, 2022).Tujuan penelitian ini Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media edukasi video terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia di SMPIT/SMAIT Al-Firdaus Kemiling.Metode: dimana desain penelitian adalah one group pretest-posttest tanpa kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri SMPIT/SMAIT Al-Firdaus tahun 2023 yang berjumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu seluruh populasi yang dijadikan sampel penelitian yaitu 30 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan remaja putri tentang anemia. Alat ukur yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan angket yang diberikan kepada siswi SMPIT dan SMAIT Al-Firdaus pretest dan posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Oktober 2023. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji colmogrof-smimof dan hasilnya data tidak berdistribusi normal, selanjutnya dilakukan uji Wilcoxon untuk membuktikan hipotesis penelitianHasil: Rata-rata skor pengetahuan remaja putri sebelum diberikan edukasi pencegahan anemia menggunakan media video adalah 66,57 dan setelah diberikan video pengetahuan meningkat menjadi rata-rata 85,63. Dari hasil pengolahan data Asymp Sig (2 tailed) lebih kecil dari 0,05 maka terdapat pengaruh video animasi yang diberikan pada remaja putri terhadap peningkatan pengetahuan tentang pencegahan anemia.Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian video animasi pencegahan anemia terhadap pengetahuan remaja. Dengan adanya video, remaja terbantu untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat sehingga pengetahuan tentang anemia pada remaja semakin meningkat.Saran : Diharapkan kepada petugas kesehatan dapat melakukan sosialisasi kepada remaja dengan cara mengunjungi sekolah-sekolah agar seluruh remaja dapat terpapar informasi tentang pencegahan anemia sehingga diharapkan terjadi perubahan perilaku remaja sehari-hari, sehingga dapat membantu mereka. kegiatan menjadi lebih kreatif dan inovatif. Kata kunci pendidikan kesehatan, pengetahuan remaja, anemia ABSTRACT Introduction: WHO data (2015) shows that 41.8% of maternal deaths are related to anemia in pregnancy, where the cause of anemia is iron deficiency, which causes acute bleeding (Yankes Ministry of Health, 2022). Efforts to prevent anemia in adolescent girls are very important, because when women have suffered from anemia since they were teenagers, they will face many risks during pregnancy such as abortion, giving birth to babies with low birth weight, the uterus not being able to contract properly, bleeding after delivery which can result in death (Alifah safira Amperatmako, 2022).The purpose of this study The purpose of this study to determine the effect of health education using video educational media on increasing teenagers' knowledge about anemia at SMPIT/SMAIT Al-Firdaus Kemiling.Method: where the research design is one group pretest-posttest without control. The population in this study were all young women at SMPIT/SMAIT Al-Firdaus in 2023 with a total of 30 respondents. The sampling technique in this research was total sampling of the entire population used as a research sample, namely 30 respondents. The variable in this study is the knowledge of young women about anemia. The measuring instrument used is primary data using a questionnaire given to female students at SMPIT and SMAIT Al-Firdaus pretest and posttest. This research was carried out from September to October 2023. Data analysis was carried out using the colmogrof-smimof test and the results were that the data was not normally distributed, then the Wilcoxon test was carried out to prove the research hypothesisThe results: The average knowledge score of young women before being given anemia prevention education using video media was 66.57 and after being given the video knowledge increased to an average of 85.63. From the data processing results, Asymp Sig (2 tailed) is smaller than 0.05, so there is an influence on the animated video given to young women on increasing knowledge about preventing anemia.Conclusion: The conclusion of this research is that there is an effect of providing anemia prevention animation videos on teenagers' knowledge. With videos, teenagers are helped to get complete and accurate information so that knowledge about anemia in teenagers improves.Suggestion: It is hoped that health workers can carry out outreach to teenagers by visiting schools so that all teenagers can be exposed to information about preventing anemia so that it is hoped that there will be changes in the daily behavior of teenagers, which will help their activities to be more creative and innovative. Keywords health education, adolescent knowledge, anemia 
Relationship Between Parenting Pattern And Stunting Afrita, Rini; lathifah, Neneng Siti; Astriana, Astriana; Rachmawati, Fijri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.11480

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2SD / standar deviasi (stunted) dan kurang dari -3SD (severely stunted) (Kemenkes RI, 2021). Kasus stunting dunia mencapai 22% dengan jumlah mencapai 149,2 juta anak (Unicef, 2020). Indonesia menduduki peringkat kelima dunia untuk jumlah anak dengan stunting (Permenkes Nomor 2, 2020). Berdasarkan Profil Kementerian Kesehatan RI, 2021 Indonesia persentasi balita stunting usia 0-59 bulan sebesar 2,5% balita sangat pendek dan sebesar 7% balita pendek. Lampung menunjukkan prevalensi balita stunting sebanyak 15,2% sedangkan Kabupaten Lampung Utara (24,7%) (SSGI Provinsi Lampung). Data Profil UPTD Puskesmas Ogan Lima jumlah anak stunting 92 anak, dimana stunting usia 0-23 bulan berjumlah 38 anak dan yang berusia 24-59 bulan lebih banyak yaitu 54 anak.Tujuan: diketahui hubungan pola asuh orang tua dengan stunting di UPTD Puskesmas Ogan Lima tahun 2023.Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi dan sample dalam penelitian ini adalah 54 balita stunting usia 24-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ogan Lima tahun 2023. Dengan menggunakan Teknik Total Sampling. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan chi-square.Hasil: menunjukan bahwa distribusi frekuensi balita stunting kategori pendek berjumlah 43 (79,6%) dan balita stunting kategori sangat pendek berjumlah 11 (20,4%). Distribusi frekuensi pola asuh orang tua positif berjumlah 25 (46,3%) dan pola asuh orang tua negatif berjumlah 29 (53,7%). Uji hipotesis menunjukkan ada hubungan pola asuh orang tua dengan stunting di UPTD Puskesmas Ogan Lima (p=0.021, OR=0,132, CI 95% = 0,25-0,687)Kesimpulan: Ada hubungan pola asuh orang tua dengan stunting di UPTD Puskesmas Ogan Lima.Saran: Tenaga kesehatan melakukan advokasi dengan pemegang kebijakan,bekerjasama dengan lintas  program dan lintas sektor untuk melakukan penyuluhan kesehatan tentang cara mencuci tangan dengan sabun, imunisasi dasar lengkap dan sanitasi lingkungan yang bersih melalui leaflet atau brosur dengan mengikutsertakan tokoh masyarakat (TOMA), tokoh agama (TOGA) dan perangkat desa dan melakukan penyuluhan tentang praktek pemberian makanan di posyandu dengan cara pengolahan bahan makan bergizi yang murah dan mudah didapat di lingkungan sekitar. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua,Stunting. ABSTRACT Background: Stunting is a condition of failure to thrive in children under five years old (toddlers) due to chronic malnutrition which is characterized by a z-score for height for age (TB/U) less than -2SD / standard deviation (stunted) and less than -3SD ( severely stunted) (RI Ministry of Health, 2021). World stunting cases have reached 22% with a total of 149.2 million children (Unicef, 2020). Indonesia is ranked fifth in the world for the number of children with stunting (Permenkes Number 2, 2020). Based on the profile of the Indonesian Ministry of Health, in 2021 Indonesia the percentage of stunted toddlers aged 0-59 months is 2.5% very short toddlers and 7% stunted toddlers. Lampung shows the prevalence of stunting under five is 15.2%, while North Lampung Regency (24.7%) (SSGI Lampung Province). UPTD Profile Data of the Puskesmas Ogan Lima, the number of stunted children is 92, of which 38 children are stunted aged 0-23 months and those aged 24-59 months are more, namely 54 children.Purpose: The aim of the study was to find out the relationship between parenting and stunting at the UPTD Puskesmas Ogan Lima in 2023.Methods: This type of research is quantitative with a cross sectional research design. Data collection techniques using a questionnaire. The population and sample in this study were 54 stunted toddlers aged 24-59 months in the working area of the Ogan Lima Health Center UPTD in 2023. Using the Total Sampling technique. Univariate and bivariate data analysis using chi-square.Result: The results showed that the distribution of the frequency of stunting toddlers in the short category was 43 (79.6%) and the toddlers in the very short category were 11 (20.4%). The frequency distribution of positive parenting styles is 25 (46.3%) and negative parenting styles is 29 (53.7%). The hypothesis test showed that there was a relationship between parenting style and stunting at UPTD Puskesmas Ogan Lima (p=0.021, OR=0.132, 95% CI = 0.25-0.687)Conclusion: There is a relationship between parenting style and stunting at the UPTD Puskesmas Ogan Lima  Suggestion: to reduce the stunting rate for health workers, carry out advocacy with policy makers, collaborate with cross-programs and cross-sectors to conduct health education on how to wash hands with soap, complete basic immunization and clean environmental sanitation through leaflets or brochures involving community leaders (TOMA), religious leaders (TOGA) and village officials and conduct counseling on the practice of providing food at posyandu by processing nutritious food ingredients that are cheap and easily available in the surrounding environment. Keywords: Parenting Pattern, Stunting 
The Quality Of Growth Monitoring In Children By Integrated Healthcare Center Cadres Minarsih, Minarsih; Evrianasari, Nita; Anggraini, Anggraini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.7978

Abstract

Latar Belakang: Pemantauan tumbuh kembang pada anak merupakan salah satu alat untuk mengetahui status gizi anak. Prevalensi berat badan kurang adalah 19,6% yang terdiri dari 5,7% gizi buruk dan 13,9% gizi kurang. Banyak faktor yang mempengaruhi pemantauan tumbuh kembang anak di tingkat Puskesmas diantaranya adalah anak yang ditimbang, alat penimbangan yang digunakan, cara menimbang, cara mencatat hasil penimbangan ke dalam grafik pertumbuhan, cara menginterpretasikan hasil penimbangan, dan tindakan yang harus dilakukan kader sesuai hasil penimbangan.Tujuan: Untuk mengetahui kualitas pemantauan tumbuh kembang anak yang dilakukan oleh kader Puskesmas Terpadu Puskesmas Sukaraja Tiga Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian ini adalah kader Puskesmas Sukaraja Tiga yang tercatat berada di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Tiga sebanyak 160 orang dan berasal dari 32 Puskesmas yang berada di wilayah Puskesmas Sukaraja Tiga. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 160 kader. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Analisis data menggunakan analisis data univariat.Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa 100 (62,5%) responden melakukan penimbangan dengan baik, 102 (63,8%) responden mencatat hasil penimbangan dengan baik, dan 110 (68,8%) responden kurang mengartikan hasil pemantauan tumbuh kembang pada anak.Kesimpulan: Kualitas pemantauan tumbuh kembang balita oleh kader posyandu berdasarkan cara menginterpretasikan hasil penimbangan ke KMS didapatkan 110 (68,8%) responden menginterpretasikan hasil pemantauan tumbuh kembang balita di cara yang tidak baikSaran kepada Puskesmas Sukaraja Tiga untuk dapat melakukan pembinaan lebih rutin seperti melakukan penyuluhan tentang grafik pertumbuhan dan cara pengisiannya untuk meningkatkan keterampilan kader mengenai pemantauan pertumbuhan pada anak. Kata Kunci : Penimbangan, Pencatatan, Interpretasi Hasil, Kader ABSTRACT Background: Growth monitoring in children is a tool to determine the nutritional status of the children. The prevalence of underweight is 19.6% consisting of 5.7% of malnutrition and 13.9% undernourished. Many factors affect the growth monitoring in children at the integrated healthcare center level including the children who are weighed, the weighing equipment used, the way how to weigh, how to record the weighing results into the growth chart, how to interpret the weighing results, and actions that must be taken by cadres according to the weighing results.Purpose: To determine the quality of growth monitoring in children by integrated healthcare center cadres at the Sukaraja Tiga public health center, Marga Tiga District, East Lampung Regency.Methods: This study is a quantitative study with a descriptive design. The population of this study were 160 integrated healthcare center cadres who are recorded as being in the work area of Sukaraja Tiga public health center and are from 32 integrated healthcare centers located in Sukaraja Tiga public health center area. The sample in this study was 160 cadres. The sampling technique used in this study was total sampling. The data analysis used univariate data analysis.Results: This study showed that 100 (62.5%) respondents carried out the weighing well, 102 (63.8%) respondents recorded the results of weighing well, and 110 (68.8%) respondents poorly interpreted the results of growth monitoring in children.Conclusion: The quality of monitoring the growth of children under five by posyandu cadres based on the way of interpreting the results of weighing to KMS, it was found that 110 (68.8%) respondents interpreted the results of monitoring the growth of children under five in a way that was not goodSuggestion that Sukaraja Tiga public health center can provide more routine guidance such as conducting counseling about the growth chart and how to fill it out to improve cadres’ skills regarding growth monitoring in children. Keywords : Weighing, Recording, Results Interpretation, Cadres
The Effect Of Baby Massage On The Frequency And Long Of Breastfeeding Babies Wulandhari, Yopi; Syamlingga, Anjeli Ratih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.10136

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi yang paling baik untuk bayi. Air susu yang diproduksi secara alami oleh tubuh ini memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tumbuh kembang bayi, seperti vitamin, protein, karbohidrat, dan lemak. Dalam memberikan ASI, ada beberapa hal yang harus ibu perhatikan, diantaranya : frekuensi dan durasi menyusui. Untuk meningkatkan baik frekuensi maupun durasi bayi dalam menyususi, salah satu cara adalah dengen melakukan pijat bayi.Tujuan: Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap frekuensi dan durasi menyusu BayiMetode:  Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan metode Quasy eksperimen. Penelitian ini menggunakan dua kelompok yaitu kelompok perlakuan yakni bayi yang diberi terapi pijatan sedangkan kelompok kontrol bayi yang tidak diberikan terapi pijat. Samppel pada penelitian ini adalah bayi yang berusia 0-12 bulan yang berjumlah 30 orang. Penelitiian dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Kambesko dan wilayah Kerja Puskesmas Sipayung. Penelitian dilakukan pada bulan Desember sampai dengan bulan Februari 2022.Hasil: Hasil penelitian yang didapat adalah Responden mayoritas memiliki frekuensi menyusu kategori baik (8-12 kali)  yaitu 75 %, dan durasi menyusu bayi dalam kategori baik (10-30 menit) sebanyak 81.3%. uji statistik yang dilakukan dengan yji T test di dapat hasil bahwa hubungan pijat bayi dengan frekuensi menyusu bayi dengan nialai P > 0.05 dan hubungan pijat bayi dengan durasi menyusu memiliki nilai p (0.382).Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji statistik, tidak adanya  hubungan yang bermakna antara pijat bayi dengan frekuensi menyusu bayi, dan tidak ada  hubungan yang bermakna antara pijat bayi dengan durasi menyusu bayiSaran: Diharapkan ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita agar lebih sering melakukan pijatan pada bayi maupun balita nya. Kata Kunci : Pijat bayi, Frekuensi, Durasi, Menyusu ABSTRACT Background : Mother's milk (ASI) is the best nutrition for babies. Milk produced naturally by the body contains nutrients that are important for baby's growth and development, such as vitamins, protein, carbohydrates and fat. When breastfeeding, there are several things that mothers must pay attention to, including: frequency and duration of breastfeeding. To increase the frequency and duration of breastfeeding, one way is to do baby massageObjective: The aim of this research is to determine the effect of baby massage on the frequency and duration of breastfeedingMethod: This research is analytical research with a quasi-experimental method. This study used two groups, namely the treatment group, namely babies who were given massage therapy, while the control group was babies who were not given massage therapy. The sample in this study was 30 babies aged 0-12 months. The research was conducted in the working areas of the Kambesko Community Health Center and the Sipayung Community Health Center. The research was carried out from December to February 2022.Results: The research results obtained by the majority of respondents had the frequency of breastfeeding in the good category (8-12 times), namely 75%, and the duration of breastfeeding for babies was in the good category (10-30 minutes) as much as 81.3%. Statistical tests are carried out with the T test. The test results showed that the relationship between baby massage and breastfeeding frequency had a P value > 0.05 and the relationship between baby massage and breastfeeding duration had a p value (0.382).Conclusion: Based on the results of statistical tests, there is no significant relationship between baby massage and the frequency of breastfeeding, and there is no significant relationship between baby massage and the duration of breastfeeding.Suggestion; It is hoped that mothers who have babies and toddlers will massage their babies and toddlers more often, Key words : Baby massage, Frequency, Duration, Breast-feed 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue