cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
The Effectiveness Of Giving Moringa Leaves To Increase The Weight Of Toddlers Eka Sutrisna; Husna Maulida; Rita Wahyuni; Aida Fitriani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.10945

Abstract

Latar Belakang: Balita merupakan usia anak yang paling sering menderita kekurangan gizi dan gizi buruk. Kebutuhan gizi untuk anak pada awal masa kehidupannya merupakan hal yang sangat penting. Gizi kurang dan gizi buruk pada balita berakibat terganggunya pertumbuhan jasmani dan kesehatan. Secara tidak langsung gizi kurang dan gizi buruk menyebabkan balita mengalami defisiensi zat gizi yang dapat berakibat panjang, yaitu berkaitan dengan kesehatan anak, pertumbuhan anak, penyakit infeksi dan kecerdasan anak seperti halnya karena serangan penyakit tertentu. Berdasarkan data terdapat 18 balita mengalami gizi kurang di Desa Mampree Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas daun kelor terhadap peningkatan berat badan pada anak balita di Desa Mampree Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh pada September sampai Oktober 2022.Metode:  Intervensi yang dilakukan adalah dengan  pemberian daun kelor pada balita selama 3 minggu berturut-turut sebanyak 1 mangkuk, kepada seluruh responden yang menjadi sampel dalam penelitian, dan akan dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa intervensi daun kelor. Jumlah sampel yaitu 20 orang kelompok intervensi, dan 20 orang kelompok kontrol. Data penelitian akan dianalisis dengan metode univariat dan bivariat.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat balita dengan intervensi daun kelor akan mengalami kenaikan berat badan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi mengalami mengalami kenaikan berat badan balita ≥2kg sebanyak 80%, sedangkan pada kelompok kontrol hanya sebesar 15%.Kesimpulan: Secara statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat efektivitas pemberian daun kelor terhadap peningkatan berat badan balita di Desa Mampree Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara.Saran: Perlu diteliti tentang variasi pemberian olahan daun kelor yang dikombinasi dengan sayuran lain. Kata Kunci : Daun kelor, Peningkatan berat badan, Balita ABSTRACT Background: Toddlers are the age of children who most often suffer from malnutrition and malnutrition. Nutritional needs for children at the beginning of their lives are very important. Undernutrition and malnutrition in toddlers result in disruption of physical growth and health. Indirectly, malnutrition and malnutrition cause toddlers to experience nutritional deficiencies that can have long consequences, namely related to child health, child growth, infectious diseases and children's intelligence as well as due to certain diseases. Based on data, there are 18 under-five children experiencing malnutrition in Mampree Village, Syamtalira Aron District, Aceh Regency.Purpose:  This study aims to determine the effectiveness of Moringa leaves on weight gain in children under five in Mampree Village, Syamtalira Aron District, Aceh Regency from September to October 2022.Methods:  The intervention carried out was by giving Moringa leaves to toddlers for 3 consecutive weeks as much as 1 bowl, to all respondents who were sampled in the study, and would be compared with the control group without Moringa leaf intervention. The number of samples was 20 people in the intervention group, and 20 people in the control group. The research data will be analyzed by univariate and bivariate methods.Results: Based on the results of the study, toddlers with Moringa leaf intervention will experience higher weight gain compared to the control group. In the intervention group, they experienced an increase in toddler weight of ≥2 kg as much as 80%, while in the control group only by 15%.Conclusion: Statistically, it can be concluded that there is an effectiveness of giving Moringa leaves to increase toddler weight in Mampree Village, Syamtalira Aron District, North Aceh Regency.Suggestions; It is necessary to study the variety of Moringa leaf preparations combined with other vegetables. Keywords : Moringa leaves, Weight gain, Toddlers 
Stunting Risk Factor Analysis Rosita Afriyanti; Nurul Isnaini; Fijri Rachmawati; Devi Kurnia Sari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.8003

Abstract

Latar Belakang Prevalensi stunting di dunia pada anak di bawah usia 5 tahun adalah 21,3%. Hal ini menunjukkan bahwa secara global pada tahun 2019 sekitar 144 juta anak di bawah usia 5 tahun menderita stunting dengan sekitar dua pertiganya tinggal di kawasan Afrika dan Asia Tenggara (WHO, 2020).Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko stunting di Kecamatan Dente Teladas Tulang Bawang Tahun 2022.Metode Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan jumlah anak usia 0 – 59 bulan di Kecamatan Way Dente Tulang Bawang pada bulan April sebanyak 159 anak yang mengalami stunting. Teknik sampel yang digunakan adalah sampel sebanyak 159 responden.Hasil Sebaran frekuensi stunting tertinggi pada kategori pendidikan tinggi 105 (66,0%), jumlah keluarga kecil 105 (67,9%), pola asuh positif 97 (61,0%), jenis kelamin perempuan 95 (40,3%), sanitasi lingkungan tidak sehat 92 (57,9%), tinggi badan ibu kurang 90 (56,6%), berat badan tidak berisiko 86 (54,4%), ibu bekerja 85 (53,5%), tidak ada riwayat penyakit menular 85 (53,5%), usia anak tidak beresiko 85 (55,3%), pendidikan dasar ibu 83 (52,2%) tingkat pengetahuan ibu kurang baik 82 (51,6%), pendidikan dasar ayah 78 (52,3%), tinggi badan ayah normal 69 (43,4%).Kesimpulan Faktor risiko stunting adalah pendidikan tinggi, jumlah keluarga sedikit, pola asuh positif, jenis kelamin perempuan, sanitasi lingkungan yang tidak sehat, tinggi badan ibu yang kurang baik.Saran dapat meningkatkan pengetahuan responden dalam merawat dan merawat anaknya agar terhindar dari masalah stunting Kata kunci : Anak, Faktor karakteristik, Stunting ABSTRACT Background The prevalence of stunting in the world in children under 5 years of age is 21.3%. This shows that globally in 2019 around 144 million children under 5 years of age suffer from stunting with around two-thirds of them living in Africa and the Southeast Asian region (WHO, 2020).The purpose of this study was to analyze the risk factors for stunting in the District of Dente Teladas Tulang Bawang in 2022.Methods This type of research is quantitative, with a number ofchildren aged 0 – 59 months inWay Dente Tulang Bawang sub-district in April as many as 159 children who experienced stunting. The sample technique used is a total sample of 159 respondents.Result Distributionthe highest frequency of stunting was included in the higher education category 105 (66.0%), the number of small families 105 (67.9%), positive parenting 97 (61.0%),female gender 95 (40.3%),unhealthy environmental sanitation 92 (57.9%), maternal height is less 90 (56.6%),body weight is not at risk 86 (54.4%),working mothers 85 (53.5%),no history of infectious disease 85 (53.5%), the age of the child is not at risk 85 (55.3%),the mother's basic education is 83 (52.2%) the mother's knowledge level is not good 82 (51.6%), the father's basic education is 78 (52.3%), the father's height is normal 69 (43.4%).Conculison  The risk factors for stunting are higher education, small number of families, positive parenting, female gender, unhealthy environmental sanitation, poor maternal heightSuggestions can increase knowledge of respondents in caring for and caring for their children to avoid stunting problems Keywords : Children,Characteristic factors,Stunting
Factors That Influence The Low Interest Of KB Accepters To Use IUD KB Sartiah Sartiah; Rosmiyati Rosmiyati; Vida Wira Utami; Annisa Ermasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.7743

Abstract

Latar Belakang Jumlah penduduk dunia pada Juli 2020 adalah 7.684.292.383 jiwa. Indonesia merupakan negara ke-4 dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu mencapai 267.026.366 jiwa (CIA World Factbook, 2020). Berdasarkan hasil survey, terdapat 93 (73%) dengan akseptor kontrasepsi lain yang tidak menggunakan IUD karena menganggap IUD tidak nyaman untuk berhubungan seksual.Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat akseptor KB untuk menggunakan IUD di PMB M. Suratini, A.Md. Kebab pada tahun 2022.Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2022 di PMB M. Suratini, A.Md. Keb dengan populasi 149 responden aktif KB selama bulan Januari sampai April 2022. Sampel yang dipilih adalah 92 akseptor KB aktif.Hasil Pendidikan sedang 67 (72,8%) dan pendidikan rendah 25 (27,2%). Tingkat pengetahuan baik 45 (58,9%) tingkat pengetahuan cukup 35 (38,0%) dan tingkat pengetahuan kurang 12 (13,0%), kategori primipara 49 (53,3%) dan multipara kategori 43 (46,7%), peran pendukung tenaga kesehatan 47 (51,1%) dan dukungan tenaga kesehatan tidak mendukung 45 (48,9%), dukungan suami baik 57 (47,6%) dan dukungan suami kategori kurang baik 35 (52,4%), usia ibu 20-35 tahun 53 (57,6%) usia >35 tahun 39 (42,4%), tidak berminat menggunakan alat kontrasepsi IUD sebanyak 56 (60,9%) responden, kategori berminat menggunakan alat kontrasepsi IUD sebanyak 36 (39,1%) responden. p-value 0.040< (0.05) artinya Ha diterima dan H0 diproses artinya ada hubungan pendidikan, p-value 0.017< (0.05) artinya H0 ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan paritas maternal p-value 0.551> (0.05) artinya H0 diterima dan Ha ditolak artinya tidak ada hubungan pengetahuan, p-value 0.036< (0.05) artinya H0 ditolak dan dan Ha ditolak yang artinya tidak ada hubungan pengetahuan, p-value 0.036< (0.05) artinya H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan antara peran tenaga kesehatan, p-value 0.035< (0.05) artinya H0 ditolak dan Ha diterima p-value 0.161> (0.05) artinya H0 diterima dan Ha ditolakKesimpulan ada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Akseptor Kb Untuk Menggunakan KB  IUDSaran diharapkan dapat menjadi pengetahuan atau dapat meningkatkan minat akseptor kontrasepsi dalam pemilihan kontrasepsi, serta meningkatkan pemahaman responden dalam penggunaan IUD dan mengatasi masalah dalam kontrasepsi IUD. Kata Kunci : AKDR, Faktor yang Mempengaruhi, Minat Rendah ABSTRACT Backgraoound The world's population in July 2020 is 7,684,292,383 people. Indonesia is the 4th country with the largest population, reaching 267,026,366 people (CIA World Factbook, 2020). Based on the results of the survey, there were 93 (73%) with other contraceptive acceptors who did not use the IUD because they thought the IUD was uncomfortable for sexual intercourse.Purpose to determine the factors that influence the low interest of family planning acceptors to use the IUD at PMB M. Suratini, A.Md. Keb in 2022.Method This research was a quantitative with a cross sectional design. Sampling used purposive sampling technique. This research was conducted from June to July 2022 at PMB M. Suratini, A.Md. Keb with a population of 149 active contraception respondents during January to April 2022. The selected sample was 92 active family planning acceptors.Result Moderate education 67 (72.8%) and low education 25 (27.2%). Knowledge level of good 45 (58.9%) level of knowledge is sufficient 35 (38.0%) and knowledge level is less 12 (13.0%), primipara category 49 (53.3%) and multipara category 43 (46.7%), the role of supporting health workers 47 (51.1%) and the support of health workers is not supportive 45 (48.9%), good husband support 57 (47.6%) and husband support category is not good 35 (52.4%), maternal age 20-35 years 53 (57.6%) age >35 years 39 (42.4%), not interested in using IUD contraceptives as many as many as 56 (60.9%) respondents, the category interested in using IUD contraceptives as many as 36 (39.1%) respondents. p-value 0.040< (0.05) means Ha accept and H0 is processed which means there is an educational relationship, p-value 0.017< (0. 05) means H0 is rejected and Ha is accepted which means there is a maternal parity relationship p-value 0.551> (0.05) means H0 accept and Ha rejected which means there is no knowledge relationship, p-value 0.036< (0.05) means H0 is rejected and and Ha is rejected which means there is no knowledge relationship, p-value 0.036< (0.05) means that H0 is rejected and Ha is accepted which means there is a relationship between the role of health workers, p-value 0.035< (0.05) means that H0 is rejected and Ha is accepted p-value 0.161> (0.05) means that H0 is accepted and Ha is rejected. Conclusion there are Factors Affecting the Low Interest of Acceptors Kb To Use Kb Iud In PMB M. Suratini A.Md. Keb year 2022.Suggestion This research is expected to become knowledge or can increase the interest of contraceptive acceptors in the choice of contraception, and increase the respondent's understanding in the use of IUDs and override issues in IUD contraception. Keywords A:IUD, Affecting Factors, Low Interest
The Effect Of Giving Lavender Aromatherapy On Insomnia In Perimenopause Women Maida Nurahmah; Susilawati Susilawati; Ana Mariza; Suharman Suharman
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.7856

Abstract

Pendahuluan : Menurut National Foundation tahun 2015, wanita lebih banyak mengalami insomnia dibandingkan pria, 57% wanita mengalami tanda gejala insomnia beberapa kali dalam seminggu. Angka kejadian insomnia meningkat lebih cepat pada ibu yang berusia di atas 40 tahun. Sekitar 40% wanita usia 40-54 tahun mengeluhkan insomnia, hanya 20% pria pada kelompok usia yang sama yang mengeluhkan insomnia.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh aromaterapi lavender terhadap insomnia pada wanita perimenopause.Metode : Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Sampel diambil sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling dan menggunakan kuesioner KSBPJ-IRS. Analisis data univariat dan bivariat.Hasil: Hasil penelitian sebelum pemberian aromaterapi lavender didapatkan skor rata-rata 18,30 dan setelah pemberian aromaterapi lavender skor rata-rata 13,53 dengan hasil uji statistik p value 0,000 < 0,05 yang berarti responden mengalami penurunan tingkat insomnia.Simpulan: Hasil p value 0,000 < p (0,05) artinya H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat insomnia.Saran : Untuk wanita perimenopause dianjurkan menggunakan aromaterapi lavender sebanyak 4-5 tetes agar dapat menurunkan tingkat insomnia. Kata Kunci : Aromaterapi Lavender,Perimenopause,Insomnia ABSTRACT Introduction : According to the National Foundation in 2015, women experience insomnia more than men, 57% of women experience signs of insomnia symptoms several times a week. The incidence of insomnia increases more rapidly in mothers over the age of 40 years. About 40% of women aged 40-54 years complain of insomnia, only 20% of men in the same age group complain of insomnia.The purpose of this study was to analyze the effect of lavender aromatherapy on insomnia in perimenopausal women.Methods  This type of research uses quantitative research with a quasi-experimental research design with one group pretest-posttest design. Samples were taken as many as 30 respondents with purposive sampling technique and using the KSBPJ-IRS questionnaire. Univariate and bivariate data analysis.Results: The results of the study before giving lavender aromatherapy got an average score of 18.30 and after giving lavender aromatherapy an average score of 13.53 with statistical test results p value 0.000 <0.05, which means that respondents experienced a decrease in insomnia levels.Conclusion: The results of p value 0.000 < p (0.05) means that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that there is a significant effect on giving lavender aromatherapy to the level of insomnia.Suggestion: For perimenopausal women it is recommended to use lavender aromatherapy as much as 4-5 drops in order to reduce the level of insomnia. Keyword : Perimenopause, Insomnia, Lavender Aromatherapy
Parity, Age Related To The Incidence Of Anemia In Pregnant Women Novi Eniastina Jasa; Akma Listiana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.10646

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu, kematian ibu merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian dunia. Menurut WHO (2017)  43,9 % kematian ibu berkaitan dengan anemia pada kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut. Di Indonesia Kejadian anemia atau kekurangan darah pada ibu hamil masih tergolong tinggi, yaitu sebanyak 48,9%. Kondisi ini mengatakan bahwa anemia cukup tinggi di Indonesia dan menunjukkan angka mendekati masalah kesehatan masyarakat berat (severe public health problem) dengan batas prevalensi anemia lebih dari 40%. Dampak anemia pada ibu hamil dapat diamati dari besarnya angkat kesakitan dan kematian maternal, peningkatan angka kesakitan dan kematian janin, serta peningkatan resiko terjadinya berat badan lahir rendah (Kementerian Kesehatan, 2022).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan usia dan paritas ibu hamil trimester III dengan kejadian anemia di PMB Wirahayu Panjang.Metode Penelitian: Design penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil yang mengunjungi PMB Wirahayu pada bulan juli-desember tahun 2022 dengan jumlah 221 responden. Tekhnik pengambilan sample pada penelitian ini adalah total sampling dimana        seluruh populasi di jadikan sample penelitian yaitu sebanyak 221 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah usia dan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Alat ukur yang digunakan adalah data sekunder yang didapatkan dari rekam medik Pemeriksaan ANC pada ibu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Agustus pada tahun 2021. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dilakukan melalui analisis univariat untuk melihat distribusi masing-masing variabel, analisis bivariate menggunakan Chi Square.Hasil penelitian: jumlah ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 48 orang (21,7%) dari total 221 orang ibu yang sedang hamil di PMB Wirahayu, dengan kehamilan multiparitas yang mengalami anemia sebanyak 13 %, dan dengan umur beresiko yaitu <20 tahun dan >35 tahun yang mengalami anemia adalah sebanyak 92,5%. Pada Analisa terdapat korelasi yang signifikan antara paritas dan usia pada ibu terhadap kejadian anemia dalam kehamilan.Kesimpulan: Terdapat korelasi yang kuat antara anemia dalam kehamilan dengan paritas dan usia ibu.Saran: Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan pelayanan  berupa konseling terhadap dampak  anemia dalam kehamilan, memberikan motivasi yang kuat agar ibu hamil memahami petingnya zat besi dalam kehamilan dengan selalu berupaya mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang dan teratur dalam mengkonsumsi tablet tambah darah dalam kehamilan. Kata Kunci: paritas, usia, anemia ABSTRACT Introduction : The Maternal Mortality Rate (MMR) is an indicator to see the success of maternal health efforts, maternal mortality is a health problem that is of global concern. According to WHO (2015) 41.8% of maternal deaths related to anemia in pregnancy are caused by iron deficiency and acute bleeding. In Indonesia, the incidence of anemia or lack of blood in pregnant women is still relatively high, namely as much as 48.9%. This condition indicates that anemia is quite high in Indonesia and indicates that the rate is close to a serious public health problem with an anemia prevalence limit of more than 40%. The impact of anemia on pregnant women can be observed from the magnitude of maternal morbidity and mortality, increased fetal morbidity and mortality, and the increased risk of low birth weight (Kementerian Kesehatan, 2022).The purpose of this study was to determine the relationship between the age and parity of third trimester pregnant women with the incidence of anemia at PMB Wirahayu Panjang.Method : The research design is a correlational descriptive with a cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women who visited PMB Wirahayu in July-December 2022 with a total of 221 respondents. The sampling technique in this study was total sampling where the entire population was used as the research sample, namely 221 respondents. The variables in this study were age and parity with the incidence of anemia in pregnant women. The measuring tool used is secondary data obtained from medical records of ANC examination on mothers. This research was conducted from January to August in 2021. The data analysis used was quantitative analysis carried out through univariate analysis to see the distribution of each variable, bivariate analysis using Chi Square.The results: the number of pregnant women who experienced anemia was 48 people (21.7%) out of a total of 221 pregnant women at PMB Wirahayu, with multiparity pregnancies who experienced anemia as much as 13%, and with a risk of <20 years and > 35 years who experience anemia is as much as 92.5%. In the analysis, there is a significant correlation between parity and maternal age on the incidence of anemia in pregnancy.Conclusion: There is a strong correlation between anemia in pregnancy with parity and maternal age.Suggestion: Health workers are expected to be able to provide services in the form of counseling on the impact of anemia in pregnancy, provide strong motivation so that pregnant women understand the importance of iron during pregnancy by always trying to consume foods with balanced nutrition and regularly taking blood-boosting tablets during pregnancy . Keywords: parity, age, anemia 
Effectiveness Of Acupressure Ki3, Sp 6, St 36, St 25 On Food Appetite And Motor Development In Stunting Children Under Two Maria Conchita Leyla Centis; Imelda Rosniyati Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.11029

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah masalah yang masih  berlanjut di sektor gizi. Konsekuensi dari stunting sangat serius. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi stunting, namun belum mencapai standar WHO yaitu <20%, salah satu upaya pendamping yang dapat diberikan adalah akupresur.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas akupresur terhadap status perkembangan dan nafsu makan anak dengan stuntingMetode:  Jenis penelitian yang digunakan adalah true experimental. Kuesioner Pra Skrining Perkembangan dan Kuesioner Nafsu Makan digunakan sebagai instrumen. Uji Mac Nemar digunakan untuk analisis data.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa akupresur efektif dalam meningkatkan nafsu makan dan perubahan perkembangan motorik halus dengan nilai ρ value <0,05, sedangkan tidak ada perubahan perkembangan motorik kasar setelah akupresur diberikan. Kesimpulan: Akupresur efektif diberikan pada anak stunting di bawah dua tahun dengan masalah nafsu makan dan masalah perkembangan motorik halus, akupresur berdasarkan hasil penelitian tidak menunjukkan perubahan untuk motorik kasar.Saran: agar secara rutin memberikan akupresur untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak Kata Kunci : Akupresur, Nafsu Makan, Perkembangan Motorik, Stunting, Anak di bawah dua tahun ABSTRACT Background: Stunting is a persistent problem in the nutritional sector. The consequences of stunting are very serious. Many efforts have been made to treat stunting, but have not reached the WHO standard of <20%, one accompanying effort that can be given is acupressurePurpose:  The purpose of this study was to determine the effectiveness of acupressure on the developmental status and appetite of children with stuntingMethods:  The type of research used is true experimental. The Developmental Pre Screening Questionnaire and the Appetite Questionnaire were used as instruments. The Mac Nemar test was used for data analysisResults: The results showed that acupressure was effective in increasing appetite and changes in fine motor development with a ρ value <0.05, while there was no change in gross motor development after acupressure was given.Conclusion: Acupressure is effective to be given to stunted children under two with appetite problems and fine motor development problems, acupressure based on the results of the study did not show changes for gross motorSuggestions; to be regularly to give acupressure to optimize child growth and development. Keywords: : Acupressure, Appetite, Motor development, Stunting, Children Under two 
The Influence Of Module-Based Education To Adolescent Women On Increasing Self Efficacy In Cases Premenstrual Syndrome Ika Rezky Burhan; Nasrudin Andi Mappaware; Nurpudji Astuti Daud; St. Nurasni St. Nurasni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.8797

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan reproduksi remaja saat ini masih menjadi perhatian karena dapat membahayakan kesejahteraan wanita dan berdampak negatif pada kualitas hidup. Terdapat perubahan masalah fisik mental dan emosional inilah yang membentuk periode yang berbeda dari kehidupannya.Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian edukasi berbasis modul pada remaja putri terhadap peningkatan self efficacy pada kasus premenstrual syndrome.Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen yang dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain, kondisi yang terkendali dengan menggunakan total sampling.Hasil: Dari 60 responden dilakukan pretest yang rata-rata tingkat pengetahuan siswi berada pada kategori kurang sebanyak 93,3%. Pada posttest mengalami peningkatan dan rata-rata pengetahuan siswi pada kategori cukup sebanyak 81,7% dan kategori baik sebanyak 18,3%. Dari hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa nilai p= Value sebesar 0,00 (p-value<0,05)Kesimpulan: terdapat pengaruh antara pemberian edukasi menggunakan modul terhadap peningkatan self efficacy siswi tentang premenstrual syndrome.Saran: Diharapkan siswi lebih seringa tau banyak membaca tentang edukasi premenstrual syndrome agar siap menghadapi masa menarche. Kata kunci : Efikasi Diri, Modul, Premenstrual Syndrome, Remaja Putri ABSTRACT Background: Adolescent reproductive health issues today are still a concern because they can endanger women's well-being and negatively impact quality of life. There are changes in these physical, mental, and emotional problems that shape different periods of his life.Objective: determine the effect of providing module-based education to adolescent girls on increasing self-efficacy  in cases of premenstrual syndrome.Methods: using quasi-experiments which can be interpreted as research methods used to look for the effect of certain treatments on other, controlled conditions using total sampling.Results: Of  the 60 respondents conducted a pretest whose average level of knowledge of female students was in the less category as much as 93.3%. In the posttest, there was an increase and the average knowledge of female students in the category was quite 81.7% and the good category was 18.3%. From the results of the Wilcoxon test shows that the value of p = Value is 0.00 (p-value<0.05).Conclusion: there is an influence between the provision of education using modules on increasing students' self-efficacy about premenstrual syndrome.Suggestion: It is hoped that students will read more often about premenstrual syndrome education to be ready for menarche. Keywords: Adolescent Women, Module-Based Education, Self Efficacy, Premenstrual Syndrome
The Correlation Of Knowledge Level To Compliance With Implementing The 6M Covid-19 Health Protocol Yahdhiani Nurindahsari; Khoidar Amirus; Dalfian Dalfian
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.10643

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang serius. Pencegahannya dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan  6M COVID – 19. Namun berdasarkan hasil presurvei didapatkan 7 (70%) dari 10 (100%) orang tidak patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan 6M COVID-19.Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Melaksanakan Protokol  Kesehatan 6M COVID-19  Pada Masyarakat Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung Tahun 2021.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel mengunakan teknik accidental sampling dengan sampel sebanyak 214 sampel/responden dengan kuesioner selanjutnya data dianalisis menggunakan uji Chi- Square.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini, dari 214 responden didapatkan 115 responden memiliki tingkat pengetahuan baik dan dari jumlah tersebut terdapat 69 (60%) responden patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan 6M COVID-19.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan melaksanakan protokol kesehatan 6M COVID-19 pada masyarakat wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung 2021 (p=0,047).Saran: Disarankan masyarakat menambah pengetahuan tentang perbedaan COVID-19 dengan flu biasa, penggunaan masker yang benar, serta mengetahui kelompok-kelompok usia yang rentan terinfeksi. Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, kepatuhan, protokol kesehatan 6M COVID-19 ABSTRACT Background: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a disease in humans and animals. In humans, it can usually cause respiratory tract infections, ranging from the common cold to serious illnesses. Prevention can be done by implementing the 6M COVID-19 health protocol. However, based on the survey results, 7 (70%) of 10 (100%) people disobedience in implementing the 6M COVID-19 health protocol.Purpose: To determine the correlation between knowledge level and compliance with implementing the 6M COVID-19 Health Protocol in the community of the working area in Rajabasa Indah Public Health Center Bandar Lampung 2021.Method: Quantitative  research using an observational analytical research design with a cross sectional approach. Sampling using accidental sampling technique with a sample of 214 samples / respondents with a questionnaire then the data was analyzed using the Chi-Square test.Results: Based on the results of this study, from 214 respondents, 115 respondents found that they had a good level of knowledge and of that number there were 69 (60%) respondents who obeyed the 6M COVID-19 health protocol.Conclusion: There is a significant correlation between the level of knowledge towards compliance with implementing the 6M COVID-19 health protocol in the community of the working area in Rajabasa Indah Public Health Center Bandar Lampung 2021 (p=0.047).Advice: It is recommended that the public increase knowledge about the difference between COVID-19 and the common cold, how to use the correct mask, and know the age groups that are susceptible to infection. Keywords: Knowledge level, compliance, health protocol 6M COVID-19
Impact Of Exclusive Breast Milk And Birth Weight On Incident Stunting Of Children Aged 12-24 Months Rossi Septina; Tuti Asmawati; Lilik Susilowati; Khairil Walid Nasution
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.10144

Abstract

Pendahuluan: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Salah satu penyebab stunting pada balita yaitu pemberian ASI eksklusif yang tidak diberikan selama 6 bulan. Malnutrisi pada awal kehidupan mengakibatkan gagal tumbuh sehingga bayi tumbuh pendek.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan ASI non eksklusif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia 12-24 bulan.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional . Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 12-24 bulan, sampel yang digunakan adalah 30 anak dengan riwayat ASI eksklusif dan ASI non eksklusif serta anak dengan kejadian stunting. Analisa penelitian ini yaitu analisa Univariat dan Bivariat menggunakan uji chi square.Hasil Penelitian: Hasil studi univariat menunjukkan pendek 63,3%, berat badan lahir normal 62,1% dan riwayat pemberian ASI eksklusif 60%. Hasil penelitian Bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan ASI eksklusif dengan stunting anak usia 12-24 bulan (P = 0,018), ada hubungan antara berat badan lahir dengan stunting anak usia 12-24 bulan (P = 0,011).Kesimpulan : Pada penelitian ini terlihat bahwa stunting pada anak usia 12-24 bulan masih cukup tinggi, maka perlu dilakukan bimbingan dan penyuluhan kepada orang tua untuk melakukan deteksi dini stunting dengan cara memeriksakan tinggi badannya di pelayanan kesehatan terdekat. Kata kunci : Asi Ekslusif, Berat Badan Lahir, Stunting ABSTRACT Introduction : Stunting is a chronic malnutrition problem caused by nutrient intake that is not in accordance with nutritional needs. One of the causes of stunting in children is exclusive breastfeeding is not given during six months because breast milk is needed during in baby’s growth period so that the nutritional needs are fulfilled.Exclusive breastfeeding for infants aged 0-6 months is fundamental because nutrition in breast milk can increase the growth and development of children. The impact of babies who have low birth weight (lbw) will last from generation to generation, children with LBW will have less anthropometric measurements in their development. Malnutrition in early life results in failure to thrive so the baby grows short, as well as impact on cognitive development, infant morbidity and mortality.Objective : The purpose of this study was to examine the relationship between exclusive breastfeeding and non-exclusive breastfeeding on the growth and development of children aged 12-24 months.Methods : This research is an analytic research type with a cross sectional research design . The population of this study is mothers who have children aged 12-24 months, the samples used are 30 children with a history of exclusive breastfeeding and non-exclusive breastfeeding and the children on incident stunting. The analysis of this research is Univariate and Bivariate analysis using the chi square test.Results : The results of the Univariate study showed short of stunting of 63.3%, normal birth weight of 62.1% and history of exclusive breastfeeding of 60%. The results of the Bivariate study showed that there was relationship between exclusive breastfeeding and stunting of children aged 12-24 months (P = 0.018), there was a relationship between birth weight and the stunting of children aged 12-24 months (P = 0.011).Conclusion : In this study it can be seen that stunting of children aged 12-24 months is still quite high, it is necessary to provide guidance and counseling to parents to carry out early detection of stunting by checking their height at the nearest health service. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Birth Weight, Stunting 
The Effect Of Health Education On Hb Levels And Intake Of Iron, Protein And Vitamin C Among Adolescent Girls Hamdiah Anas; Healthy Hidayanty; Werna Nontji; Veny Hadju; Suryani As’ad
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.10223

Abstract

Latar Belakang: Penyuluhan gizi dengan bantuan media edukasi diharapkan dapat membantu remaja putri untuk memahami dan sadar akan manfaat dan pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) sehingga memiliki dampak positif pada peningkatan kadar hemoglobin (Hb).Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian Health Education terhadap kadar hemoglobin dan asupan zat besi, protein dan vitamin C pada remaja putri.Metode: menggunakan Quasi Eksperimen di MTs DDI Patobong sebagai kelompok intervensi dan MTs Muhammadiyah Punnia sebagai kelompok kontrol. Diperoleh sampel 44 orang masing-masing kelompok dengan menggunakan Purposive Sampling (pemberian intervensi Health Education dengan metode penyuluhan dan TTD selama 3 bulan, sampel diberikan TTD 1x sepekan). Analisis data menggunakan Uji Chi Square, Uji Paired Sampel T Test dan Independent Sampel T Test.Hasil: rata-rata sampel berusia 13 tahun, berat badan 30-40 kg, tinggi badan 146-150 cm dan IMT 17-25. Hasil penelitian diperoleh rata-rata perubahan kadar HB pada kelompok intervensi (1,63±134) dan kelompok kontrol 0,89±503) dan signifikan pada masing-masing kelompok (p value=0,000 ≤0,05). Ada perbedaan perubahan kadar Hb antara kelompok (p value=0,037 ≤0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan zat gizi Fe, Protein dan Vitamin C baik pada kelompok intervensi maupun kontrol (p value = ≤0,05). Ada perbedaan signifikan terhadap perubahan Fe (p value=0,045), Protein (p value=0,040), dan Vitamin C (p value=0,023) antara kelompok intervensi dan kontrol. Remaja putri menunjukkan sikap patuh mengkomsumsi TTD dengan tingkat kepatuhan (95.5%) pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol (90,9%).Kesimpulan: terdapat pengaruh signifikan pemberian Health Education terhadap kadar HB, kepatuhan minum TTD dan zat gizi pada remaja putri.Saran: Edukasi gizi dapat diaplikasikan pada remaja putri dan penggunaan booklet dapat berikan dalam menunjang proses edukasi untuk penanganan anemia pada remaja putri dan edukasi gizi harus didukung oleh pihak sekolah untuk meningkatkan program pemberian tablet Fe pada remaja setiap 1 kali sepekan dan pihak keluarga terkait penyusunan menu tinggi zat besi, protein dan vitamin C pada remaja putri untuk mengurangi kejadian anemia. Kata Kunci : Asupan Zat Besi, Health Education, Kadar Hb, Protein Dan Vitamin C, Remaja Putri. ABSTRACT Background : Nutrition counseling with the help of educational media is expected to help adolescent girls understand and be aware of the benefits and importance of taking iron tablets (TTD) so that they have a positive impact on increasing hemoglobin (Hb) levels.Objective: wdetermine the effect of health education on hemoglobin levels and intake of iron, protein, and vitamin C in adolescents.Methods: used quasi-experiments at MTs DDI Patobong as the intervention group and MTs Muhammadiyah Punnia as the control group. A sample of 44 people from each group was obtained using purposeful sampling (provision of health education interventions with the counseling method and TTD for 3 months; samples were given TTD once a week). Data analysis used the Chi Square Test, Paired Sample T Test, and Independent Sample T Test.Results: the average age of the sample is 13 years, the weight is 30–40 kg, the height is 146–150 cm, and the BMI is 17–25. The results showed that the average change in HB levels in the intervention group (1.63 ± 134) and the control group was 0.89 ± 503 and was significant in each group (p value = 0.000 <0.05). There was a difference in changes in Hb levels between groups (p value = 0.037<0.05). The results showed that there were changes in the nutrients Fe, protein, and vitamin C in both the intervention and control groups (p value < 0.05). There were significant differences in changes in Fe (p value = 0.045), protein (p value = 0.040), and vitamin C (p value = 0.023) between the intervention and control groups. Adolescent girls showed adherence to taking iron supplements, with a level of adherence of 95.5% in the intervention group and 90.9% in the control group. Conclusion: There is a significant effect of providing health education on HB levels, adherence to taking iron tablets, and nutrition in adolescent girls.Suggestion: Nutrition education can be applied to adolescent girls and the use of booklets can be provided in supporting the education process for the management of anemia in adolescent girls and nutrition education must be supported by the school to increase the program of giving Fe tablets to adolescents every 1 time a week and the  family related to the preparation of a menu high in iron, protein and vitamin C in adolescent girls to reduce the incidence of anemia  Keyword : Adolescent Girls. Hb Levels, Protein And Vitamin C, Health Education, Iron Intake  

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue