cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Factors Associated With Aefi Of Covid-19 Vaccination In Pregnant Women Arinta, Illa; Nuurjannah, Febri Annisaa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.12506

Abstract

Latar Belakang. Kelompok ibu hamil menjadi kelompok yang rentan terhadap infeksi COVID-19 karena pada ibu hamil tubuh mengalami penurunan kekebalan imunitas tubuh, sehingga rentan terinfeksi virus. Perubahan fisiologis juga terjadi pada kehamilan, seperti peningkatan diafragma, peningkatan kebutuhan oksigen, dan edema mukosa saluran pernafasan yang sangat berisiko terkena hipoksia (Prawihardjo,2018).Tujuan. Diketahuinya Faktor-faktor yang mempengaruhi KIPI Vaksinasi covid-19 pada ibu hamil  di Puskesmas Kemayoran Tahun 2022.Metode. Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan desain penelitian retrospektif suatu penelitian dengan melakukan pengamatan ibu hamil dengan KIPI Vaksinasi covid-19 yang melakukan antenatal care di Puskesmas Kemayoran dalam satu kali waktu pada waktu bersamaan dengan jumlah sampel 80 orang ibu hamil.Hasil. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di poli KIA Puskesmas Kecamatan Kemayoran dari 80 responden diperoleh informasi bahwa responden mengalami KIPI sebanyak 69 responden (69%), dan tidak mengalami KIPI hanya 11 responden (31%). Berdasarkan data hasil penelitian bahwa ada sekitar 93,5% responden yang berlatar belakang pendidikan tinggi tentang vaksinasi covid 19. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang adalah tingkat pendidikan.Kesimpulan. Hasil analisis didapatkan bahwa variable pengetahuan adalah variable yang paling dominan p value = 0,024. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variable yang paling dominan terkait KIPI vaksinasi adalah variable pengetahuan.Saran Tenaga Kesehatan Puskesmas Kemayoran, Jakarta Pusat, sebaiknya berkolaborasi dengan kader Puskesmas dan tokoh masyarakat untuk memberikan vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil, terutama pada usia kehamilan >13 minggu. Kata kunci : Vaksin, IbU Hamil , KIPI, covid 19 ABSTRACT Background. Pregnant women are categorized as the vulnerable group to COVID-19 infection due to their decreased immune system, making them susceptible to virus infection. Physiological changes also occur during pregnancy such as an increase in the diaphragm, increased oxygen demand, and edema of the respiratory tract mucosa which is at high risk of hypoxia (Prawihardjo, 2018).Objective. Determine the factors that influence AEFI of COVID-19 vaccination in pregnant women at Kemayoran Public Health Center in 2022.Method. The research design used was a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach with a retrospective research design by observing pregnant women with AEFI of COVID-19 vaccination who carried out antenatal care at Kemayoran Public Health Center one time at the same time with a sample of 80 pregnant women.Results. Based on the results of the study conducted at the MCH polyclinic at Kemayoran Public Health Center, of the 80 respondents, 69 respondents (69%) experienced AEFI, and only 11 respondents (31%) did not experience AEFI. Further, 93.5% of respondents who had a higher educational background were well-informed about the covid 19 vaccination. The level of education can affect a person's knowledge.Conclusion. The results of the analysis found that the knowledge variable was the most dominant variable with a p-value of 0.024. Thus, it could be concluded that the most dominant variable related to the AEFI of vaccination was the knowledge variable.Suggestion Health Workers of Kemayoran Public Health Center, Central Jakarta, should collaborate with cadres of integrated healthcare centers and community leaders to provide COVID-19 vaccinations for pregnant women, especially for those whose gestational age is >13 weeks. Keywords: Vaccines, Pregnant Women, AEFI, COVID -19 
The Influence Of Prenatal Exercises On The Duration Of Second Stage Of Labor Rina, Putu; Yuviska, Ike Ate; Sari, Anissa Erma; Parina, Febriyantina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.11613

Abstract

Komplikasi yang berlangsung pada persalinan kala  II antara lain adalah partus lama. Senam hamil merupakan suatu metode terapi latihan gerak yang diberikan pada ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya, baik persiapan fisik maupun mental yang bertujuan untuk mencapai persalinan yang cepat, aman dan spontan. Senam hamil dapat melatih dan  mempertahankan kekuatan otot dinding perut dan dasar panggul pada saat persalinan berlangsung. Tujuan penelitian diketahui pengaruh senam hamil terhadap lama kala II persalinan di Puskesmas Tiuh Tohou Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2023.Desain yang digunakan dalam  penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Tiuh Tohou tahun  2023 berdasarkan jumlah persalinan periode penelitian sebanyak 31 persalinan. Sampel  menggunakan total sampling dengan teknik pengambilan sampel  secara accidental sampling. Analisa data yang digunakan menggunakan uji chi square. Analisis didapatkan distribusi frekuensi persalinan dengan kala II memanjang sebanyak 5 orang (16,1%), dan jumlah persalinan dengan kala II normal sebanyak 26 orang (83,9%). Distribusi frekuensi ibu hamil yang melakukan senam hamil dengan frekuensi tidak teratur sebanyak 11 orang (35,5%), dan jumlah ibu hamil yang melakukan senam hamil dengan frekuensi teratur sebanyak  20 orang (64,5%). Ada hubungan yang bermakna antara senam hamil dengan lama kala II persalinan di wilayah kerja Puskesmas Tiuh Tohou Kabupaten Tulang Bawang tahun 2023 dengan nilai P-value = 0,042.  Saran penelitian ini yakni Puskesmas agar lebih meningkatkan edukasi akan pentingnya melakukan senam hamil secara teratur di Posyandu ataupun kelas hamil untuk mempersiapkan dan mencegah komplikasi yang dapat terjadi pada saat proses persalinan. Kata kunci : Senam hamil, kala II ABSTRACT                Complications during the second stage of labor included prolonged labor. Prenatal exercises were a therapeutic method of movement exercises provided to pregnant women to prepare themselves physically and mentally, aiming to achieve a fast, safe, and spontaneous delivery. Prenatal exercises could train and maintain the strength of the abdominal wall muscles and pelvic floor during labor. The research aimed to determine the effect of prenatal exercises on the duration of the second stage of labor at Tiuh Tohou Public Health Center, Tulang Bawang Regency, in the year 2023.The design used in this study was quantitative with a Cross-sectional approach. The population in this study consisted of all delivering mothers in the Tiuh Tohou Public Health Center's working area in the year 2023, based on the total number of deliveries during the study period, which was 31 deliveries. The sample was selected using total sampling with an accidental sampling technique. The data analysis involved using the chi-square test.Analysis revealed a frequency distribution of prolonged second stage of labor in 5 individuals (16.1%), and the number of deliveries with a normal second stage of labor was 26 individuals (83.9%). The frequency distribution of pregnant women who performed irregular prenatal exercises was 11 individuals (35.5%), while the number of pregnant women who performed regular prenatal exercises was 20 individuals (64.5%). There was a significant relationship between prenatal exercises and the duration of the second stage of labor in the Tiuh Tohou Public Health Center's working area in Tulang Bawang Regency in the year 2023, with a P-value of 0.042. Recommendations:The health center was advised to enhance education about the importance of regular prenatal exercises in Integrated Health Services Post or prenatal classes to prepare and prevent complications that might occur during the labor process. Keywords : Prenatal Excercises, Second Stage of Labor  
The Analysis Of Parenting Style Towards Adolescent Premarital Sexual Behavior At Public Senior High School 9 Bandar Lampung Suharman, Suharman; Aryawati, Wayan; Kurniasari, Devi; Hermawan, Desi; Utami, Vida Wira
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.12503

Abstract

Latar Belakang Penelitian: Perilaku seksual pranikah remaja merupakan suatu perilaku yang dapat menimbulkan hal-hal negatif apabila tidak diungkapkan dengan cara yang tidak sehat dan bertentangan dengan norma yang berlaku. Data Riset Kesehatan Dasar Indonesia (2018) menunjukkan bahwa 4,5% remaja laki-laki dan 0,7% remaja perempuan mengaku melakukan hubungan seks pranikah. Di Provinsi Lampung terdapat data 20,9% remaja melakukan perilaku seksual berisiko dan 5,1% diantaranya melakukan hubungan seksual.Tujuan Penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua (demokratis, permisif, dan otoriter) dengan persepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah di SMA Negeri 9 Bandar Lampung.Metode Penelitian: Sampel penelitian adalah 200 siswa berusia 16-18 tahun. Pemilihan peserta melalui teknik kombinasi Accidental Sampling dan Purposive Sampling yang dilakukan secara langsung. Seluruh variabel dalam penelitian pola asuh demokratis, permisif, dan otoriter diukur dengan metode self-report menggunakan instrumen kuesioner.Hasil Penelitian: Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan positif antara pola asuh permisif dan demokratis terhadap perilaku seks pranikah remaja (p-value = 0,006 dan p-value = 0,000) dan tidak terdapat hubungan signifikan dengan pola asuh otoriter (p-value = 0006).Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bagi orang tua siswa dalam mengasuh anak akan disertai dengan motivasi yang tinggi untuk menghindari perilaku seksual pranikah.Saran: Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai saran pendekatan pendidikan seks bagi remaja yang tepat yaitu melalui keterlibatan langsung orang tua dalam pengasuhan anak seperti berdiskusi bersama, berlibur bersama, berolahraga bersama, agar dapat mendekatkan hubungan dan untuk menciptakan ruang bagi anak-anak untuk bercerita. Kata Kunci: Perilaku seksual pranikah, pola asuh demokratis, pola asuh permisif, pola asuh otoriter. ABSTRACT Backgound of Study: Adolescent premarital sexual behavior was a behavior which was able to lead to negative things when it was not expressed in an unhealthy manner and contrary to prevailing norms. The Indonesian Basic Health Research (2018) data showed that 4.5% of male adolescents and 0.7% of female adolescents admitted to have premarital sex. In Lampung Province there was data that 20.9% of adolescents had risky sexual behavior and 5.1% of them had sexual intercourse.Purpose of Study: This study was conducted to determine the correlation between parenting style (democratic, permissive, and authoritarian) and adolescents' perceptions of pre-marital sexual behavior at Public Senior High School 9 Bandar Lampung.Method of Study: The sample of study was 200 students aged 16-18 years. Selection of participants through a combination technique of accidental sampling and purposive sampling which was carried out directly. All variables in the study were democratic, permissive, and authoritarian parenting measured by the self-report method using a questionnaire instrument.Result of Study: Statistical analysis showed there was a positive correlation between permissive and democratic parenting styles on adolescent premarital sex behavior (p-value = 0.006 and p-value = 0.000) and there was not significant correlation with authoritarian parenting (p-value = 0006).Conclusion: This results of study showed that for students of parents in parenting would be accompanied by a high motivation to avoid premarital sexual behavior.Suggestions: These results of study could be used as suggestions for an appropriate approach to sex education for adolescents that was through direct parental involvements in child care such as having discussion time together, vacationing together, playing sports together, in order to draw closer relationships and to create space for children to tell their stories. Keywords: Premarital sexual behaviour, democratic parenting, permissive parenting, authoritarian parenting. 
The Effect Of Dark Chocolate On The Intensity Of Primary Dysmenorrhea Pain In Female Students Yuliani, Emilia; Evayanti, Yulistiana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.7776

Abstract

Latar Belakang Dismenorea primer adalah proses normal yang dialami ketika menstruasi. Kram menstruasi primer disebabkan oleh kontraksi otot rahim yang disebabkan oleh zat kimia alami yang diproduksi oleh sel-sel lapisan dinding rahim yang disebut prostaglandin. Prostaglandin akan merangsang otot otot halus dinding rahim berkontraksi, makin tinggi kadar prostaglandin kontraksi akan makin kuat, sehingga rasa nyeri yang dirasakan juga makin hebat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan dari pemberian dark chocolate terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea primer pada siswi Pondok Pesantren Bussaina Labuhan Dalam Bandar Lampung.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan design pra- eksperimental dengan mengunakan pendekatan rancangan one-group pretest-posttest yaitu mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan satu kelompok subjek perlakuan yang diberikan dark chocolate 70% dengan dosisi 40gr / hari selama 3 hari pertama saat menstruasi, alat uji normalitas menggunakan Shapiro -Wilk dengan p value α = 0,05 dan alat uji statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei – Juni 2022 dengan 25 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi yang di pilih secara Purposive Sampling dengan mengisi lembar kuisioner untuk mengukur skala nyeri menggunakan metode NRS yang mereka rasakan sebelum dan sesudah di berikan intervensi.Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya pengaruh perubahan yang signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea primer dengan pemberian Dark Chocolate dengan nilai p sebesar 0,000 (a < 0,05).Kesimpulan dari penelitian ini adalah kandungan yang ada di dalam Dark Chocolate terbukti mampu memberikan efek penurunan nyeri dismenorea primer pada remaja putriSaran agar penelitian ini dapat menjadi alternatif pengobatan pada nyeri dismenorea primer dan dapat menjadi referensi untuk pembelajaran pada mahasiswa kesehatan Kata Kunci: Dark Chocolate 70%, Dismenorea Primer, Internsitas Nyeri  ABSTRACT Background Primary dysmenorrhea is a normal process experienced during menstruation. Primary menstrual cramps are caused by uterine muscle contractions due to the presence of natural chemicals produced by the cells lining the uterine wall called prostaglandins. Prostaglandins will stimulate the smooth muscles in the uterine wall to have a contraction, the higher the levels of prostaglandins the stronger the contractions, so the pain felt is also getting worse. Purpose This study was to determine the relationship between the giving of dark chocolate and the decrease in the intensity of primary dysmenorrhea pain in female student at Bussaina Islamic Boarding School in Bandar Lampung.Method was pre-experimental with a one group pretest-posttest approach, which was to reveal a causal relationship by involving one group of treatment subjects who were given 70% dark chocolate at a dose of 40 grams per day for the first three days of menstruation. Normality test tool using Shapiro-Wilk with p value α = 0.05 and non-parametric statistical test tool Wilcoxon signed ranks test. This study was conducted in May-June 2022 with 25 respondents who had met the inclusion criteria selected by purposive sampling by filling out a questionnaire sheet to measure the pain scale using the RNS method that they felt before and after the intervention.The results of this study indicate that there is a significant effect of decreasing the intensity of primary dysmenorrhea pain by giving dark chocolate with a p value of 0.000 (α˂ 0.05).The conclusion of this research is that the ingredients in Dark Chocolate have been proven to have the effect of reducing primary dysmenorrhoea pain in adolescentSuggestion that this research can be an alternative treatment for primary dysmenorrhea pain and can be a reference for learning for health students Keywords: Dark Chocolate 70%, Primary Dysmenorrhea, Pain Intensity 
The Effect Of Giving Red Guava Juice On Increasing Hb Levels In Adolescent Women Aged 13 - 15 Years Old Mispita, Lidia; Susilawati, Susilawati; H, Zarma
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.7942

Abstract

Latar Belakang: Anemia terjadi ketika sel darah merah (hemoglobin) atau protein pembawa oksigen didalam sel darah merah berada dibawah kategori normal. Kejadian anemia pada remaja putri di Provinsi Lampung terdapat 69,7% dan kejadian anemia di Pondok Pesantren Nidaul Islam terdapat 30,8%. Jambu biji mengandung zat besi yang dapat menggantikan fe dalam pembentukan hemoglobin sehingga dapat mengatasi anemia.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap peningkatan kadar Hb pada remaja putri usia 13-15 tahun di Pondok Pesantren Nidaul Islam Kecamatan Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat tahun 2022.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan pre eksperiment dan desain one group pretest and posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri usia 13-15 tahun yang mengalami anemia di Pondok Pesantren Nidaul Islam Kecamatan Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat berjumlah 30 orang. Teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan paired sample t-test. Hasil: Rata-rata kadar Hb pada remaja putri usia 13-15 tahun sebelum  diberikan jus jambu biji merah adalah 10,47 g/dl dan sesudah diberikan jus jambu biji merah meningkat menjadi 12,387 g/dl.Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap peningkatan kadar Hb pada remaja putri usia 13-15 tahun di Pondok Pesantren Nidaul Islam Kecamatan Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat tahun 2022 dengan p value 0,000.Saran Diharapkan setelah dilakukannya penelitian ini dapat menambah pengetahuan remaja putri tentang cara mengatasi anemia yaitu dengan mengkonsumsi jus jambu biji merah. Selain itu diharapkan para remaja putri yang menjadi sampel dalam penelitian ini dapat berbagi informasi kepada teman, saudara, dan kerabat lainnya mengenai manfaat jus jambu biji merah untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Kata Kunci : Jus Jambu Biji Merah, Kadar Hb, Remaja putri ABSTRACT Background: Anemia occurred when the red blood cells (hemoglobin) or the oxygen-carrying protein in red blood cells fell below the normal category. The incidence of anemia in adolescent girls in Lampung Province was 69.7% while the incidence of anemia at Nidaul Islamic Boarding School was 30,8%. Guava contained substance of Fe in forming Hb therefore it could overcome anemia.Purpose: To determine the effect of giving red guava juice to increase Hb levels in adolescent women aged 13 - 15 years at the Nidaul Islamic Boarding School, Karya Penggawa District, West Pesisir Regency in 2022.Methods: This study was quantitative research with a pre-experimental design and one group pre-test and post-test design. The population in this study were all adolescence women aged 13-15 years who had anemia at the Nidaul Islamic Boarding School, Karya Penggawa District, West Pesisir Regency, totaling to 30 people. The sampling technique used was total sampling. Data analysis in this study used paired sample t-test.Results: The average Hb level in adolescent women aged 13 - 15 years before being given red guava juice was 10.47 g/dl and after being given red guava juice it increased to 12.387 g/dl.Conclution: an effect of giving red guava juice on increasing Hb levels in adolescent women aged 13 - 15 years at the Nidaul Islamic Boarding School, Karya Penggawa District, West Pesisir Regency in 2022 with a p-value of 0.000.Suggestion it is hoped that after doing this research, it can increase the knowledge of young women about how to overcome anemia, namely by consuming red guava juice. In addition, it is hoped that the young women who were sampled in this study can share information with friends, relatives, and other relatives about the benefits of red guava juice to increase hemoglobin levels. Keywords : Red Guava Juice, Hb Level, Adolescence Women 
Monitoring The Growth And Development Of Toddler During The Covid 19 Pandemic Using The Rajabalita Application And KIA Tri Novadela, Nora Isa; Carolia, Novita; Rasyid, Risneni; Nurchairina, Nurchairina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.12252

Abstract

Latar Belakang Pemerintah dalam pemantauan tumbuh kembang balita, salah satunya menggunakan program penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan Balita di Posyandu yang dituangkan atau didokumentasikan kedalam buku KIA. Penggunaan Buku KIA sangat bermanfaat bagi orang tua dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan Balita. Peneliti membandingkan efektifitas dari penggunaan aplikasi rajabalita dengan penggunaan buku KIA terhadap pemantauan tumbuh kembang pada balita.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pemantauan tumbuh kembang Balita menggunakan Aplikasi Rajabalita dan Buku KIAMetode penelitian ini menggunakan Desain penelitian true-eksperimen, dua kelompok dengan desain pra dan post tes. Teknik pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100  orang. Analisa data secara univariat dan analisa bivariat dengan T-Test Dependen dan T-Test IndependentHasil penelitian yang diperoleh dari seluruh responden, 100 orang balita (100%), seluruhnya dalam status perkembangan normal. Dan diketahui bahwa persentase terbesar pada kualitas buku KIA yaitu pada tingkat relevansi informasi, yaitu sebesar 64 %, sedangkan persentase terbesar pada kualitas aplikasi yaitu pada kualitas ketepatan waktu informasi, yaitu 80%.Kesimpulannya dapat diketahui bahwa penggunaan Aplikasi Rajabalita sangat bermanfaat dan efektif dalam memantau tumbuh kembang balita pada masa pandemicSaran Peneliti menyarankan untuk terus melakukan kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam hal pencegahan stunting dengan metode yang terus berinovasi, dan menggunakan media yang bermacam macam, sehingga akan lebih banyak masyarakat yang tertarik  untuk melibatkan diri, dan pada akhirnya dapat menimbulkan kesadaran dan kemandirian masyarakat Keyword : Balita; Aplikasi; Rajabalita; KIA;Tumbuh kembang ABSTRACT Background: The government in monitoring the growth and development of toddlers, one of which is using a program for weighing and measuring the height of toddlers at Posyandu which is outlined or documented in the KIA book. Using the KIA Book is very useful for parents in monitoring the growth and development of toddlers. Researchers compared the effectiveness of using the Rajabalita application with using the KIA book in monitoring growth and development in toddlers.The aim of this research is to find out the comparison of monitoring toddler growth and development using the Rajabalita Application and the KIA BookThis research method uses a true-experimental research design, two groups with a pre- and post-test design. The sampling technique is Simple Random Sampling with a sample size of 100 people. Univariate data analysis and bivariate analysis with Dependent T-Test and Independent T-TestThe research results obtained from all respondents, 100 toddlers (100%), were all in normal development status. And it is known that the largest percentage of the quality of the KIA book is the level of relevance of the information, namely 64%, while the largest percentage of the quality of the application is the quality of the timeliness of the information, namely 80%.In conclusion, it can be seen that using the Rajabalita Application is very useful and effective in monitoring the growth and development of toddlers during the pandemicSuggestions: Researchers suggest continuing to carry out activities that involve the community in preventing stunting with methods that continue to innovate, and using a variety of media, so that more people will be interested in getting involved, and in the end it can raise community awareness and independence. Keyword : Toddler; Application; Rajabalita;  KIA; Growth and development
Analysis Of The Regularity Of Antenatal Care (Anc) Visits With Anemia In Pregnant Women Herlinda, Herlinda; Elvina, Ade; Rismayani, Rismayani; Linshia, Linshia
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i6.15021

Abstract

Latar Belakang: Sebanyak 40% kematian ibu di negara berkembang berhubungan secara tidak langsung dengan anemia pada kehamilan. Angka kejadian anemia pada ibu hamil pada tahun 2022 berkisar antara 20%-89%. Prevalensi anemia pada ibu hamil di dunia sebesar 38,2%. Kematian ibu di negara-negara berkembang berhubungan dengan anemia pada kehamilan, yang penyebabnya adalah kekurangan zat besi, yang merupakan penyebab utama morbiditas. Pemerintah telah lama mempunyai program pemberian suplemen zat besi sebanyak 90 kali kepada ibu hamil selama kehamilan dan mewajibkan kunjungan ANC minimal 6 kali selama kehamilan.Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan kunjungan rutin Antenatal Care (ANC) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Pendopo Kabupaten Empat Lawang.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 66 ibu hamil yang diambil secara purposive sampling dengan analisis uji chi square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 59,1% ibu hamil memiliki kunjungan ANC yang tidak teratur, 72,7% ibu hamil tidak mengalami anemia.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara keteraturan kunjungan Antenatal Care (ANC) dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p=0,020).Saran: Sebaiknya pihak Puskesmas bersama kader Posyandu lebih aktif dalam memberikan informasi melalui mengadakan kelas bagi ibu hamil mengenai jadwal pelaksanaan ANC bagi ibu hamil dan risiko mengalami anemia. Kata Kunci: Anemia pada Ibu Hamil, Keteraturan Kunjungan Antenatal Care (ANC). ABSTRACT Background: As many as 40% of maternal deaths in developing countries are indirectly related to anemia in pregnancy. The incidence of anemia in pregnant women in 2022 will range between 20%-89%. The prevalence of anemia in pregnant women in the world is 38.2%. Maternal deaths in developing countries are related to anemia in pregnancy, the cause of which is iron deficiency, which is an important underlying cause of morbidity. The government has long had a program to give pregnant women 90 iron supplements during pregnancy and requires ANC visits at least 6 times during pregnancy.Objective: This research was conducted with the aim of finding out the relationship between regular Antenatal Care (ANC) visits and anemia in pregnant women at the Pendopo Health Center, Empat Lawang Regency.Method: This type of research uses analytical methods and a cross sectional approach. The total sample was 66 pregnant women taken by purposive sampling with chi square test analysis.Results: The results of the study showed that 59.1% of pregnant women had irregular ANC visits, 72.7% of pregnant women did not experience anemia.Conclusion: There is a relationship between the regularity of Antenatal Care (ANC) visits and anemia in pregnant women (p = 0.020).Suggestion: The Community Health Center together with Posyandu cadres should be more active in providing information through holding classes for pregnant women regarding the ANC implementation schedule for pregnant women and the risks of experiencing anemia. Keywords: Anemia in Pregnant Women, Regularity of Antenatal Care (ANC) Visits 
Analysis Of Factors Associated With The Incidence Of Obesity In Adolescents Salsa, Dilas Yuanita; Dinengsih, Sri; Syamsiah, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14337

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan energi yang masuk dan energi yang dikeluarkan pada waktu yang lama. Prevalensi obesitas pada remaja di Indonesia mengalami peningkatan pertahunnya, dari 23,6% ditahun 2013 meningkat menjadi 31% ditahun 2018. Beberapa faktor yang mempengaruhi obesitas pada remaja di Indonesia diantaranya yaitu genetik, lingkungan, psikososial dan faktor perilaku seperti aktivitas fisik dan pola makan.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada remaja di SMPN 1 Muaragembong Bekasi Tahun 2024.Metodologi: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang mengalami obesitas sebanyak 64 responden dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan pengukuran antropometri dan wawancara dengan kuesioner FFQ Semi Quantitatif, IPAQ, PSQI, PSS-10 dan SONTUS. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic Chi Square.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi fast food (p=0,030), aktivitas fisik (p=0,010), tingkat stress (p=0,006) dan penggunaan media social (p=0,012) dengan obesitas pada remaja serta tidak terdapat hubungan antara pola tidur (p=0,081) dengan obesitas pada remaja di SMPN 1 Muaragembong tahun 2024.Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan obesitas pada remaja adalah konsumsi fast food, aktivitas fisik, tingkat stress, dan penggunaan media social. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan obesitas pada remaja adalah pola tidur.Saran: Diharapkan dapat diadakannya program kesehatan pada penderita obesitas melalui UKS atau bimbingan konseling seperti: diet sehat remaja, melakukan senam pagi, melakukan kegiatan rutin jalan santai bersama seluruh siswa dan guru agar menumbuhkan kesadaran untuk hidup sehat. Kata kunci : Aktivitas Fisik, Fast Food, Media social, Obesitas, Pola Tidur, Tingkat Stres ABSTRACT Background: Obesity is an excessive accumulation of fat due to an imbalance of energy intake and energy expenditure over a long period of time. The prevalence of obesity in adolescents in Indonesia has increased every year, from 23.6% in 2013 to 31% in 2018. Several factors influence obesity in adolescents in Indonesia including genetic, environmental, psychosocial and behavioral factors such as physical activity and diet.Purpose: To determine the factors associated with the incidence of obesity in adolescents at SMPN 1 Muaragembong Bekasi in 2024.Method: This type of research uses quantitative research with a cross sectional approach. The sample in this study were all students who were obese as many as 64 respondents with the Total Sampling sampling technique. Data collection using anthropometric measurements and interviews with FFQ Semi Quantitative questionnaires, IPAQ, PSQI, PSS-10 and SONTUS. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi Square statistical test.Results: The results showed that there was a relationship between fast food consumption (p=0.030), physical activity (p=0.010), stress level (p=0.006) and social media use (p=0.012) with obesity in adolescents and there was no relationship between sleep patterns (p=0.081) with obesity in adolescents at SMPN 1 Muaragembong in 2024.Conclusion: Factors associated with obesity in adolescents are fast food consumption, physical activity, stress levels, and social media use. While factors that are not associated with obesity in adolescents are sleep patterns.Suggestion: It is hoped that a health program can be held for obese people through UKS or counseling guidance such as: a healthy diet for adolescents, doing morning exercises, conducting routine leisurely walks with all students and teachers in order to foster awareness of healthy living. Keywords: Physical Activity, Fast Food, Social Media, Obesity, Sleep Patterns, Stress Levels. 
Risk Factors For Child Marriage Lestari, Enti; Nuryani, Dina Dwi; Sari, Fitri Eka; Aprina, Aprina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.11921

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan merupakan peristiwa penting dalam kehidupan, namun jika dilakukan usia anak maka dapat menyebabkan dampak negatif seperti kekerasan rumah tangga sebesar 56%. Data Periode Januari – Agustus 2022 terdapat 23 kasus pernikahan dini dari 100 jumlah sasaran remaja di Pekon Sedampah. Adapun faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini ialah faktor presdiposisi (pengetahuan, sikap, budaya), faktor pemungkin (pendidikan, keterpaparan pornografi), faktor penguat (pengetahuan, sikap responden dan pendapatan orang tua). Tujuan penelitian ini diketahui Faktor Risiko Pernikahan Usia Anak di Pekon Sedampah Kabupaten Lampung Barat Tahun 2022.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di Pekon Sedampah yang berjumlah 100 responden dengan sampel yang diguanakan sebanyak 67 responden menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian telah dilakukan di Pekon Sedampah Kabupaten Lampung Barat pada bulan Januari 2023. Analisis data dengan univariat, bivariat, multivariat (regresi logistik faktor resiko desain).Hasil : ada hubungan pengetahuan (p-value = 0,029), pendidikan (p-value = 0,003), pendapatan orang tua (p-value = 0,001), pendidikan orang tua (p-value = 0,001), teman sebaya (p-value = 0,038), kepercayaan (p-value= 0,001), budaya (p-value = 0,001), pengaruh dukunagan keluarga (p-value = 0,027), sikap (p-value = 0,037) dan faktor dominan yang menjadi penyebab pernikahan dini adalah pendapatan orang tua dengan nilai OR = 17,0. Saran dapat meningkatkan pengetahuan remaja dan keluarga tentang kesehatan reproduksi remaja baik berupa penyuluhan, KIE melalui media informasi, dan PIK-KRR di sekolah Kata kunci: pendidikan, pengetahuan, pernikahan usia anak. ABSTRACT Background: Marriage is momentous event in life, but if done at a young age, it can result in negative impacts such as a 56% prevalence of domestic violence. Data for the period January - August 2022 shows that there were 23 cases of early marriage out of 100 targeted teenagers in Pekon Sedampah. The factors associated with early marriage are predisposition factors (knowledge, attitudes, and culture), enabling factors (education, exposure to pornography), reinforcing factors (knowledge, attitudes of respondents and parental income). The purpose of this study was to determine the risk factors for child marriage in Pekon Sedampah, West Lampung Regency in 2022.Methods: This study is quantitative with a cross-sectional research design. The population in this study consists of all adolescents in Pekon Sedampah, totaling 100 respondents, with a sample size of 67 respondents using purposive sampling. The research was conducted in Pekon Sedampah, West Lampung Regency in January 2023. Data analysis includes univariate, bivariate, and multivariate (logistic regression for risk factor design).Results: There is a relationship between knowledge (p-value = 0.029), education (p-value = 0.003), parental income (p-value = 0.001), parental education (p-value = 0.001), peers (p-value = 0.038), trust (p-value = 0,001), culture (p-value = 0.001), the influence of family support (p-value = 0.027), attitude (p-value = 0.037) and the dominant factor that causes early marriage is parental income with an OR value = 17.0. Recommendations include improving the knowledge of adolescents and families about adolescent reproductive health through education, information, and communication activities (KIE) through media, and school-based reproductive health programs (PIK-KKR). Keywords: education, knowledge, child marriage.  
Effectiveness Of Pregnancy Classes On Mothers Knowledge About Maternal And Child Health Nuurjannah, Febri Annisaa; Naluk, Theresia Emilia; Farahkeyllah, Dhewitry Elda; Sulati, Sulati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i8.16938

Abstract

Latar belakang. Untuk mendukung pencapaian target MMR dan AKB, penting bagi para ibu untuk meningkatkan pengetahuannya. Percepatan penurunan AKI dan AKB dapat dilakukan dengan memastikan setiap ibu mempunyai akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Ibu hamil pada masa kehamilan memerlukan pengetahuan tentang perawatan, pencegahan, komplikasi atau komplikasi selama kehamilan dan kehamilan risiko tinggi. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan kehamilan adalah dengan Program Kelas Kehamilan.Tujuan. Efektivitas Kelas Kehamilan Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Kesehatan Ibu dan AnakMetode. Desain quasi eksperimental dua kelompok pre post test. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu seluruh ibu hamil yang pernah mengikuti Kelas Kehamilan di Puskesmas Kecamatan Kemayoran pada bulan Maret 2023. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di poliklinik KIA Puskesmas Kecamatan Kemayoran pada kelas ibu hamil mengenai pengetahuan ibu tentang Kesehatan Ibu dan Anak diperoleh rata-rata nilai signifikansi (p-value=0,000). Nilai p-value lebih kecil dari (0,05) dan nilai t-value lebih besar dari tabel, artinya mengikuti kelas ibu hamil lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang Kesehatan Ibu dan Anak. Penyampaian pendidikan dengan menggunakan media pembelajaran yang efektif akan menentukan penyampaian informasi pembelajaran dengan baik. Penggunaan edukasi dengan aplikasi lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah pola pikir ibu hamil mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan dan pada akhirnya meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam menjalankan program perencanaan kelahiran dan pencegahan komplikasi (P4K) dibandingkan dengan klasikal. pendidikan. Kata Kunci : Kelas Ibu, Kelas Ibu Hamil ABSTRACT Background. To support the achievement of MMR and IMR targets, it is important for mothers to increase their knowledge. Accelerating the reduction in MMR and IMR can be done by ensuring that every mother has access to quality health services. Pregnant women during pregnancy need knowledge about care, prevention, complications or complications during pregnancy and high-risk pregnancies. One effort to increase mothers' knowledge about pregnancy health is the Pregnancy Class Program.Objective. The Effectiveness of Pregnancy Classes on Mothers' Knowledge About Maternal and Child HealthMethod. Quasi experimental two group pre post test design. The sample in this study was a total sampling, namely all pregnant women who had taken the Pregnancy Class at the Kemayoran District Health Center in March 2023. The data collection method used a questionnaire.Results. Based on the results of research conducted at the Kemayoran District Community Health Center KIA polyclinic for pregnant women's classes regarding mothers' knowledge about Maternal and Child Health, the average significant value was obtained (p-value=0.000). The p-value is smaller than (0.05) and the t-value is greater than the table, which means that attending classes for pregnant women is more effective in increasing mothers' knowledge about Maternal and Child Health. Delivering education using effective learning media will determine the delivery of learning information well. The use of education with applications is more effective in increasing knowledge and changing the mindset of pregnant women regarding the importance of maintaining health during pregnancy and ultimately increasing the compliance of pregnant women in carrying out birth planning and complication prevention (P4K) programs compared to classical education. Keywords: Mother's Class, Pregnant Mother's Class

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue