cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Increasing Knowledge About Pregnancy Exercise Against Change Behavior Of Pregnant Women In The Implementation Of Pregnancy Exercises Syahfitri, Endryani; Mardha, Muthia Sari; Mariana, Mariana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i6.15481

Abstract

Pendahuluan : Senam hamil merupakan suatu metode penting untuk mempertahankan atau memperbaiki keseimbangan fisik ibu hamil dan merupakan terapi latihan yang diberikan pada ibu hamil dengan tujuan mencapai persalinan yang cepat mudan dan aman. Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2022 seluruh dunia, sekitar 830 wanita meninggal di setiap hari karena komplikasi selama kehamilan atau persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuai distribusi ferkuensi hubungan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil dengan pelaksanaan senam hamil di Klinik Yose Husada Medan Tahun 2023. Metode : Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan secara cross sectional, yaitu suatu penelitian dimana cara pengukuran variabel bebas dan variabel terikat dalam waktu yang bersamaan. Pengambilan sampel adalah accidental sampling yaitu 35 responden ibu hamil. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan metode chi-square. Hasil : uji stastik dengan menggunakan uji chi – square test dengan tingkat kepercayaan 95% dengan α =0,016 bahwa nilai singnifikasi  probobabilitas pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil dengan pelaksanaan senam hamil 0,016 atau nilai p< nilai α =0,05. Kesimpulan : dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil dengan pelaksanan senam hamil di Klinik Yose Husada Medan Tahun 2023. Saran: Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan dan edukasi kesehatan tentang pentingnya senam hamil dimasa kehamilan terutama menjelang persalinan. Kata Kunci : Pengetahun,Senam Hamil ABSTRACT Introduction: Gymnastics is pregnant is a method it is important to maintain or improve physical balance pregnant women and exercise therapy is given to pregnant women with the goal of reaching a rapid delivery mudan and secure. According to the World Health Organization (WHO), in the year 2022, about 830 women died every day because of complications during pregnancy or childbirth. The purpose of this research was to mengetahuai distribution ferkuensi the relationship of knowledge of pregnant women on pregnant with gymnastics gymnastics pregnant in clinical implementation Yose Husada Field Year 2023. Methods: the design used in this research is a survey with analytic approach in cross sectional, which is a measurement of the way in which the research variables are free and bound variables at the same time. Sampling is to accidental sampling namely 35 respondents of pregnant women. Analytical techniques in the study using the method of chi-square. The result : a test of stastik by using the chi square test – test with a confidence level of 95% with α = 0.016 singnifikasi probobabilitas that the value of the knowledge of the mother pregnant pregnant with implementation of gymnastics gymnastics pregnant 0.016 or value p < value α = 0.05. Conclusion : in this study is there a relationship between knowledge of pregnant women about gymnastics gymnastics pelaksanan pregnant pregnant with at the clinic the year 2023 Field Husada Yose.Suggestion: it is hoped that health workers will provide health counseling and education about the importance of pregnancy exercise during pregnancy, especially before delivery. Keywords : Knowledge, Gymnastics Is Pregnant 
Factors That Influence Pregnant Women's Compliance With Local PMT Bu Gateng Fitriani, Aida Fitriani; Erlina, Erlina; Usrina, Nora; Friscila, Ika
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14774

Abstract

Latar Belakang: Status gizi ibu hamil masih menjadi permasalahan yang dapat mempengaruhi terjadinya stunting. Pemerintah mengusulkan solusi seperti memperbanyak penggunaan bahan-bahan lokal. Bu Gateng merupakan tradisi Aceh yang merayakan bulan ketujuh kehamilan.Tujuan: Menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan ibu hamil pada Pemberian Makanan Tambahan lokal Bu Gateng.Metode: Metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil yang menjalani ANC di Puskesmas Pusangan Sibla Krueng. Sampel penelitian terdiri dari 60 orang. Teknik pengambilan sampelnya adalah sampel acak sederhana. Sumber data primer dan sekunder. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil analisis bivariat variabel sikap nilai p 0,000 dan dukungan keluarga nilai p 0,000 bermakna faktor sikap dan dukungan keluarga berpengaruh terhadap kepatuhan ibu hamil pada PMT lokal Bu Gateng.Kesimpulan: Sikap ibu dan dukungan keluarga adalah faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil pada PMT lokal Bu Gateng.Saran: Memberikan dukungan kepada ibu hamil untuk mengkonsumsi PMT lokal Bu Gateng agar nutrisi janin dan ibu terpenuhi selama masa kehamilan. Kata Kunci : Bu Gateng, Ibu Hamil, Kepatuhan, PMT Lokal ABSTRACT Background: Nutritional status Mother pregnant Still become possible problems influence the occurrence of stunting. Government propose solution like multiply use ingredients local. Mrs. Gateng is Acehnese tradition of celebrating month seventh pregnancy.Purpose: Analyze influencing factors to obedience Mother pregnant on giving food addition local Bu Gateng.Methods: Quantitative method with cross-sectional design. Population all over Mother pregnant women undergoing ANC at the Community Health Center Pusangan Sibla Krueng. Research sample consists of 60 people. Retrieval technique the sample is sample random simple. Primary and secondary data sources. Analysis bivariate using the chi-square test.Results: Analysis results bivariate variable attitude p value 0.000 and support family p value 0.000 is significant factor attitude and support family influential to obedience Mother pregnant at the local PMT Bu Gateng.Conclusion: mother and support family is factor affecting obedience Mother pregnant at the local PMT, Mrs. Gateng.Suggestions: Give support to Mother pregnant For consume Local PMT Mrs. Gateng for nutrition fetus and mother fulfilled during pregnancy. Kata Kunci : Bu Gateng, Pregnant Women, Compliance , Local PMT 
The Effect Of Ginger Infusion On Nausea And Vomiting In First Trimester Pregnant Women Maisaroh, Maisaroh; Nurliani, Nurliani; Yuviska, Ike Ate
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.11743

Abstract

Latar belakang : World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa sediktnya 15% dari semua wanita hamil memerlukan perawatan obstetrik yang terlatih dan bila tidak maka wanita tersebut akan mengalami kesakitan kecacatan yang serius dan berkepanjangan. Kejadian emesis gravidarum  pada ibu hamil didunia menurut WHO berkisar 14% (Akbar, 2022). Mual dan muntah adalah gejala yang sangat umum yang dapat disebabkan oleh berbagai macam kondisi. data kunjungan ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Gedung Negara pada tahun 2022 sebanyak 467 ibu hamil dan yang mengalami mual muntah sebanyak 362 (77,5%) ibu. Upaya untuk mengurangi frekuensi muntah dapat diberikan beberapa tindakan seperti air seduhan jahe. Tujuan penelitian diketahui pengaruh seduhan air jahe dengan mual muntah ibu hamil TM I di Wilayah Puskesmas Gedung Negara tahun 2023.Jenis penelitian kuantitatif  dengan desain quasi eksperiment dengan pendekatan one group pretest-postest desain. Populasi / subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Puskesmas Gedung Negara dengan sampel ibu hamil TM I yang mengalami mual muntah sebanyak 30 responden. Penelitian telah dilaksanakan di Wilayah Puskesmas Gedung Negara tahun 2023 pada bulan April 2023. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, analisis data secara univariat dan bivariat (uji wilcoxon).Hasil penelitian Ada pengaruh seduhan air jahe dengan mual muntah ibu hamil TM I di Wilayah Puskesmas Gedung Negara Tahun 2023Kesimpulan diketahui rata-rata mual muntah sebelum diberikan air seduhan jahe adalah 8,9 dan rata-rata mual muntah setelah diberikan air seduhan jahe adalah 5,1. Ada pengaruh seduhan air jahe dengan mual muntah ibu hamil TM I di Wilayah Puskesmas Gedung Negara Tahun 2023 (p value = 0,000).Saran diharapkan jahe  menjadi  salah  satu  alternative  terapi  non farmakologis untuk mengatasi mual dan muntah pada ibu hamil sehingga kontak ibu hamil dengan obat–obatan bisa diminimalisir. Kata Kunci : Mual Muntah ibu hamil dan seduhan air jahe ABSTRACT Background:  The World Health Organization (WHO) estimated that at least 15% of all pregnant women require trained obstetric care, and without it, these women may experience severe and prolonged pain and disability. The occurrence of gravidarum emesis in pregnant women globally, according to WHO was around 14% (Akbar, 2022). Nausea and vomiting are highly common symptoms that can be caused by various conditions. Data from visits by pregnant women in the working area of Gedung Negara Primary Health Care in 2022 showed a total of 467 pregnant women, of which 362 (77.5%) experienced nausea and vomiting. Efforts to reduce the frequency of vomiting can be addressed through various measures,including the consumption of ginger-infused water. The research aimed to determine the effect of ginger-infused water on nausea and vomiting in first-trimester pregnant women in the working area of Gedung Negara Primary Health Care in 2023.Research Method: This research was a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The population/subjects of the study included all pregnant women in the Gedung Negara Primary Health Care, with a sample of 30 first-trimester pregnant women experiencing nausea and vomiting. The research was conducted in the Gedung Negara Primary Health Care area in the year 2023, specifically in April 2023. Data collection was done using observation sheets, and data analysis involved both univariate and bivariate analyses (Wilcoxon test).The results There was a significant effect of ginger-infused water on nausea and vomiting in first-trimester pregnant women in the Gedung Negara Primary Health Care in 2023.Conclusion  of the study revealed that the average level of nausea and vomiting before consuming ginger-infused water was 8.9, and the average level after consuming ginger-infused water was 5.1. There was a significant effect of ginger-infused water on nausea and vomiting in first-trimester pregnant women in the Gedung Negara Primary Health Care in 2023 (p-value = 0.000).The suggestion that ginger becomes one of the non-pharmacological alternative therapies to address nausea and vomiting in pregnant women, potentially minimizing their reliance on medication. Keywords: Nausea Vomiting pregnant women and ginger-infused water 
The Relationship Of Antenatal Care Services With The Incident Of Low Birth Weight Merzalia, Nita; Syafiq, Ahmad
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.15271

Abstract

Latar Belakang: Survei Status Gizi Indonesia (SSGI 2021) angka kejadian BBLR di Indonesia mengalami peningkatan 0,4% dari tahun 2018 yaitu dari 6,2% menjadi 6,6%. Pelayanan ANC dapat mengdientifikasi pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil, termasuk penelusuran riwayat penyakit ibu, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan anemia, pergerakan janin, tindakan pemberian suplementasi zat besi dan asam folat serta pendidikan kesehatan secara keseluruhan. Beberapa penelitian lain juga menunjukkan keterkaitan antara pelayanan ANC dengan kejadian BBLR.Tujuan: Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan ANC dengan kejadian BBLR di Kabupaten Belitung tahun 2022.Metode:  Desain potong lintang (cross-sectional) yang berlokasi penelitian 9 (sembilan) Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung pada periode 1 Januari-31 Desember tahun 2022 yang tercatat di kohort ibu. Analisis menggunakan Uji Chi Square untuk melihat hubungan pelayanan ANC dengan kejadian BBLR. Derajat suatu hubungan diperoleh dengan ukuran asosiasi berupa odds ratio (OR).Hasil: Didapatkan bahwa Berat Badan Lahir rendah (BBLR) yaitu 33 (10,6%). Ibu dengan jumlah kunjungan ANC tidak sesuai standar (OR=6,12 95% CI 2,44 – 15,31; P value <0,001); jumlah kualitas layanan ANC tidak sesuai standar (OR=5,32 95% CI 1,47 – 19,27; P value 0,021); komposit pelayanan ANC tidak sesuai standar (OR=5,59 95% CI 2,34 – 13,35; P value <0,001) berisiko melahirkan bayi BBLR dibanding dengan ibu yang memiliki pelayanan ANC sesuai standar.Kesimpulan: Keberhasilan pelayanan ANC pada penelitian ini mendukung dalam menurunkan kejadian BBLR. Jumlah kunjungan, jumlah kualitas layanan ANC, dan komposit pelayanan ANC merupakan faktor yang baik untuk menurunkan kejadian BBLR. Disarankan bahwa peningkatan petugas kesehatan yang memberikan layanan ANC harus berupaya meningkatkan kelengkapan cakupan dan layanan ANC kepada seluruh ibu hamil.Saran: fokus pada kualitas dan minimum kuantitas layanan ANC adalah suatu yang sangat penting untuk dicapai Kata Kunci : BBLR, Kabupaten Belitung, Pelayanan Antenatal Care ABSTRACT Background: The Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI 2021) shows that the incidence of LBW in Indonesia has increased by 0.4% from 2018, namely from 6.2% to 6.6%. ANC services can identify the services provided to pregnant women, including tracing the mother's medical history, checking blood pressure, examining anemia, fetal movements, providing iron and folic acid supplementation and overall health education. Several other studies also show a link between ANC services and the incidence of LBWPurpose:  This research aims to determine the relationship between ANC services and the incidence of LBW in Belitung Regency in 2022.Methods:  Cross-sectional design with research locations in 9 (nine) Community Health Centers in the working area of the Belitung Regency Health Service in the period 1 January-31 December 2022 which were recorded in the maternal cohort. The analysis used the Chi Square Test to see the relationship between ANC services and the incidence of LBW. The degree of a relationship is obtained by measuring the association in the form of the odds ratio (OR).Results: It was found that low birth weight (LBW) was 33 (10.6%). Mothers whose number of ANC visits did not meet the standard (OR=6.12 95% CI 2.44 – 15.31; P value <0.001); the number of ANC service qualities not up to standard (OR=5.32 95% CI 1.47 – 19.27; P value 0.021); composite ANC services that do not meet standards (OR=5.59 95% CI 2.34 – 13.35; P value <0.001) have a risk of giving birth to LBW babies compared to mothers who have ANC services that meet standards.Conclusion: The success of ANC services in this study supports reducing the incidence of LBW. The number of visits, the quality of ANC services, and the composite of ANC services are good factors for reducing the incidence of LBW. It is recommended that an increase in health workers providing ANC services should strive to increase the completeness of ANC coverage and services to all pregnant women.Suggestions; Antenatal care services can improve again. Keywords:    LBW, Belitung Regency, Antenatal Care Services  
The Combination Of Giving Warm Compresses And Lavender Aromatherapy To Reduce The Intensity Of Labor Pain Utari, Kiki Suci; Purwanti, Heni; Meihartati, Tuti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i3.14439

Abstract

Latar Belakang: Nyeri saat persalinan merupakan manifestasi dari kontraksi otot rahim. Nyeri persalinan dapat menimbulkan stres yang menyebabkan pelepasan hormon seperti katekolamin dan steroid secara berlebihan, yang secara langsung dapat mempengaruhi kontraksi rahim dan secara tidak langsung mempengaruhi kondisi janin. Penurunan intensitas nyeri persalinan dapat ditangani secara nonfarmakologis, antara lain dengan pemberian kombinasi kompres hangat dan aromaterapi lavender.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi kompres hangat dan aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan fase aktif I di RS Akhmad Berahim.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain pre-experiment group pretest-posttest design. Metode pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling sebanyak 27 orang. Instrumen yang digunakan adalah SOP kombinasi pemberian kompres hangat dan aromaterapi lavender serta lembar observasi numerik rating scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.Hasil : Dari 27 responden sebelum dilakukan kombinasi kompres hangat dan aromaterapi lavender mayoritas mengalami nyeri berat sebanyak 24 orang (88,9%), nyeri sedang sebanyak 3 orang (11,1%), dan setelah dilakukan kombinasi kompres hangat dan aromaterapi lavender sebanyak 3 orang. orang (11,1%) mengalami nyeri berat, 24 orang (88,9%) mengalami nyeri sedang.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan nilai p-value 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kombinasi pemberian kompres hangat dan aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan fase aktif I di RS Akhmad Berahim.Saran Diharapkan kepada bidan dapat mengenal berbagai macam terapi non farmakologi untuk mengatasi nyeri persalinan salah satunya terapi kompres hangat dan aromaterapi lavender. Penggunaan aromaterapi lavender dan kompres hangan pada saat persalinan aktif dapat membantu mengurangi nyeri saat persalinan Kata Kunci : Aromaterapi Lavender, Kompres Hangat,Nyeri Persalinan ABSTRACT Background: Pain during labour is a manifestation of uterine muscle contractions. Labour pain can cause stress, which causes excessive release of hormones such as catecholamines and steroids, which can directly influence uterine contractions and indirectly influence the condition of the fetus. Reducing the intensity of labour pain can be managed non-pharmacologically, including by administering a combination of warm compresses and lavender aromatherapy.Purpose: This study aimed to determine the effect of combining warm compresses and lavender aromatherapy on reducing the intensity of labour pain in the first active phase at Akhmad Berahim Hospital.Method: This was quantitative research using a pre-experiment group pretest–posttest design. The sampling method used nonprobability sampling with a purposive sampling technique of 27 people. The instrument used an SOP for a combination of giving warm compresses and lavender aromatherapy and a numeric rating scale (NRS) observation sheet. Data were analyzed using the Wilcoxon test.Results: Of the 27 respondents before the combination of warm compresses and lavender aromatherapy, the majority experienced severe pain, 24 people (88.9%), three people experienced moderate pain (11.1%), and after the combination of warm compresses and lavender aromatherapy three people (11.1%) experienced severe pain, 24 people (88.9%) experienced moderate pain.Conclusion: This study indicates that the p-value is 0.000, which shows that there is an effect of the combination of giving warm compresses and lavender aromatherapy on reducing the intensity of labour pain during the first active phase at Akhmad Berahim Hospital.Suggestion It is expected that midwives can get to know various kinds of non-pharmacological therapies to overcome labor pain, one of which is warm compress therapy and lavender aromatherapy. The use of lavender arromatherapy and hangan compresses during active labor when I can help reduce pain during Keywords: Labor Pain, Lavender Aromatherapy, Warm Compress 
Effectiveness Of Ginger Drink On Emesis Gravidarum In First Trimester Pregnant Women Kundaryanti, Rini; Dinengsih, Sri; Latifah, Nurul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.13077

Abstract

Latar Belakang: Mual  muntah atau emesis gravidarum yang  terjadi  pada  kehamilan  yang  disebabkan  karena  terjadi peningkatan  kadar  hormon  estrogen  dan  progesterone  yang  diproduksi  oleh  Human Chorionic  Gonadotropine  (HCG). Perubahan  hormon  pada  setiap  perempuan  hamil  responnya  akan berbeda,  sehingga  tidak  semua  mengalami  mual  muntah  pada  kehamilan. jahe merupakan  bahan terapi  untuk  meredakan dan  mengurangi  rasa  mual  dan  muntah, jahe    juga    efektif    dalam mengurangi  emesis  gravidarum  pada  ibu hamil   trimester   pertama   kehamilan.Tujuan: Mengetahui efektifitas minuman jahe terhadap minuman jahe terhadap emesis gravidarum pada trimester I di Puskesmas Kedaung Wetan Tahun 2023.Metodologi penelitian: desain Quasy experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel dalam penelitian Ibu hamil trimester I yang emesis gravidarum di Puskesmas Kedaung Wetan pada bulan Juli tahun 2023 sebanyak 24 responden dengan teknik total sampling, analisa data menggunakan uji paired sample t-test dan T-Test Independent yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas.Hasil Penelitian: Emesis gravidarum sebelum dan sesudah pemberian minuman jahe mengalami penurunan dengan selisih nilai rata-rata 1,00. Hasil penelitian bivariat uji paired sample t-test kelompok intervensi (p value 0,000) dan kelompok kontrol (p value 0,000). Hasil uji T-Test Independent dengan p value 0,006. Simpulan : Ada pengaruh antara tingkat emesis gravidarum sebelum dan sesudah diberikan minuman jahe pada kelompok intervensi, sehingga dapat disimpulkan bahwa minuman jahe efektif terhadao emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Kedaung Wetan Provinsi Banten Tahun 2023.Saran : Diharapkan bagi ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum dapat mengkonsumsi minuman jahe sebagi pengobatan kombinasi atau alternatif terapi Kata Kunci : Emesis, Gravidarum, Jahe, Trimester I ABSTRACT Background: Nausea, vomiting or emesis gravidarum that occurs in pregnancy is caused by increased levels of the hormones estrogen and progesterone produced by Human Chorionic Gonadotropine (HCG). Hormonal changes in every pregnant woman will respond differently, so not all experience nausea and vomiting during pregnancy. ginger is a therapeutic ingredient to relieve and reduce nausea and vomiting, ginger is also effective in reducing emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester of pregnancy.Objective: To determine the effectiveness of ginger drinks on emesis gravidarum in the first trimester at the Kedaung Wetan Health Center in 2023. Methodology research: Quasy experiment design with pretest-posttest design with control group design. The sample in the study of pregnant women in the first trimester with emesis gravidarum at the Kedaung Wetan Health Center in July 2023 was 24 respondents using the total sampling technique. Data analysis used the paired sample t-test and Independent T-Test, which were previously tested for normality and homogeneity.Results Research: Emesis gravidarum before and after giving ginger drinks decreased with an average difference of 1.00. The results of the bivariate study were paired sample t-test in the intervention group (p value 0.000) and the control group (p value 0.000). The results of the Independent T-Test test with a p value of 0.006.Conclusion: There is an influence between the level of emesis gravidarum before and after being given ginger drink in the intervention group, so it can be concluded that ginger drink is effective against emesis gravidarum in first trimester pregnant women at the Kedaung Wetan Health Center, Banten Province Year 2023.Suggestion: It is hoped that pregnant women in their first trimester who experience emesis gravidarum can consume ginger as a combination treatment or alternative therapy. Keywords: Emesis, Gravidarum, Ginger, First Trimester INTRO
The Effect Of Knowledge Level Education On The Implementation Of Balanced Nutrition During Pregnancy Based On Local Food As Stunting Prevention Primasari, Sefria Indah; Reghita, Sivana Gian
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.15884

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Kondisi stunting dapat menyumbang angka kesakitan dan kematian pada bayi dan anak dan juga dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan.Tujuan : tujuan kegiatan yaitu memberikan edukasi gizi berupa pendampingan ibu hamil untuk pencegahan stuntingMetode : Desain penelitian menggunakan metode survei analitik penelitian dilaksanakan diwilayah kerja  Puskesmas Kesumadadi. Rancangan penelitian yang dilakukan yaitu menggunaka pre post eksperimental. Populasi pada penelitian ini yaitu ibu hamil trimester 1 sampai dengan trimester III. Analisis data ini menggunakan uji paired t test yang akan diolah menggunakan SPSS. Hasil : kegiatan penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil dan dengan hasil analisis 0,005 < 0,05 yang artinya ada pengaruh antara edukasi ibu hamil dengan peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi gizi dan pendampingan penerapan gizi seimbang.KesimpulanSebelum dilakukan edukasi frekuensi pengetahuan kurang lebih banyak dibandingkan dengan frekuensi pengetahuan baik. Setelah dilakukan edukasi pengetahuan baik frekuensi lebih tinggi dibanding dengan frekuensi pengetahuan kurang. Adanya pengaruh antara edukasi ibu hamil dengan peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi gizi dan pendampingan penerapan gizi seimbang.Saran :  tidak makan makanan frozen dan keluarga selalu mengingatkan untuk makan makanan gizi seimbang Kata Kunci: Edukasi Gizi, Kehamilan, Pengetahuan, Stunting. ABSTRACT Background: Stunting is a condition of chronic malnutrition from pregnancy until the child is two years old. Stunting conditions can contribute to morbidity and mortality in infants and children and can also hinder growth and development.Objective: The aim of the activity is to provide nutritional education in the form of assisting pregnant women to prevent stuntingMethod: The research design used an analytical survey method. The research was carried out in the working area of the Kesumadadi Community Health Center. The research design used was pre-post experimental. The population in this study was pregnant women from the 1st trimester to the 3rd trimester. This data analysis uses a paired t test which will be processed using SPSS. Results: research activities showed that there was an increase in the knowledge of pregnant women and the analysis results were 0.005 <0.05, which means that there was an influence between the education of pregnant women and an increase in knowledge after being given nutrition education and assistance in implementing balanced nutrition.Conclusion : Before education was carried out, the frequency of knowledge was more or less greater than the frequency of good knowledge. After education, good knowledge is higher than the frequency of poor knowledge. There is an influence between pregnant women's education and increased knowledge after being given nutrition education and assistance in implementing balanced nutrition.Suggestion: don't eat frozen food and always remind your family to eat balanced nutritional food Keywords: Nutrition Education, Pregnancy, Knowledge, Stunting.
The Influence Of Gadgets On The Incident Of Speech Delay In Children Aged 2-3 Years Sukma Dewi, Sari Mutiara
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i2.14119

Abstract

Diketahui dari data tahun 2013 bahwa 72% anak di bawah usia 8 tahun sudah mulai menggunakan perangkat mobile seperti smartphone, tablet, dan iPod dengan mayoritas anak usia 2 tahun lebih memilih menggunakan tablet dan smartphone setiap hari. Angka ini telah meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2011 yang hanya 38%.Tujuan : untuk mengetahui pengaruh gadget terhadap kejadian keterlambatan berbicara pada anak usia 2-3 tahun di wilayah kerja puskesmas kecamatan Pulo Gadung pada tahun 2023.Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional case control yang diperkuat. Sampel dalam penelitian ini adalah 130 responden yang diambil menggunakan teknik pengambilan sampel total. Analisis data menggunakan uji univariat dan uji bivariat dalam bentuk uji Chi-Square.Hasil penelitian : pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai uji Chi-square adalah p-value sebesar 0,002, yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima.Kesimpulan :  ditemukan pengaruh gadget terhadap kejadian keterlambatan berbicara pada anak usia 2-3 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas, Kecamatan Pulo Gadung.Saran : dari penelitian ini Diharapkan penggunaan gadget akan mendapatkan perhatian lebih karena mempengaruhi kemampuan berbahasa anak. Juga diharapkan bahwa orangtua akan membatasi penggunaan gadget dengan anak-anak mereka.                Keywords: Gadget, keterlambatan berbicara, kemampuan berbahasa, anak ABSTRACT It is known from 2013 data that 72% of children under the age of 8 have started using mobile devices such as smartphones, tablets and iPods with the majority of children aged 2 years preferring to use tablets and smartphones every day. This figure has doubled compared to 2011 which was only 38%.Objective: to determine the effect of gadgets on the incidence of speech delays in children aged 2-3 years in the working area of the Pulo Gadung sub-district health center in 2023.Method: This research uses quantitative research methods with a strengthened case control correlational design. The sample in this study was 130 respondents taken using total sampling techniques. Data analysis used univariate tests and bivariate tests in the form of the Chi-Square test.Research results: this research shows that the Chi-square test value is a p-value of 0.002, which indicates that H0 is rejected and Ha is accepted.Conclusion: The influence of gadgets on the incidence of speech delays in children aged 2-3 years was found in the Puskesmas Working Area, Pulo Gadung District.Suggestion: From this research, it is hoped that the use of gadgets will receive more attention because it affects children's language skills. It is also hoped that parents will limit the use of gadgets with their children. Keywords: gadgets, speech delay, language skills, children
The Effect Of Cinnamon Tea Consumption On Dysmenorrhea Pain In Adolescent Girls Lara Sapti, Lintan; Susilawati, Susilawati; Utami, Vida Wira; Hermawan, Dessy
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i9.11769

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan gangguan fisik yang sangat menonjol pada wanita yang sedang mengalami menstruasi berupa gangguan nyeri atau kram pada perut. WHO menyatakan tahun 2018 didapatkan kejadian sebesar (90%) remaja mengalami dismenore. Angka kejadian dismenore pada remaja di Provinsi Lampung tahun 2007 diperkirakan 1,12%-1,35%. Nyeri haid jika tidak segera diatasi akan mempengaruhi fungsi mental sehingga mendesak untuk segera mengambil tindakan secara farmakologis atau non farmakologis. Salah satu penanganan non farmakologis untuk mengatasi dismenore adalah dengan menggunakan kayu manis.Tujuan: pengaruh pemberian teh kayu manis terhadap nyeri dismenore pada remaja putri.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini adalah One Group Pretest-Postest Design. Dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2023. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 27 orang remaja putri dengan nyeri dismenore. Instrumen penelitian menggunakan Numeric Rating Scale dan lembar observasi. Teknik sampling menggunakan pra eksperimen. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan Uji Wilcoxon.Hasil: Rata-rata nyeri dismenore remaja putri sebelum diberi teh kayu manis dengan mean 5,59. Kemudian rata-rata nyeri dismenore sesudah diberi teh kayu manis dengan mean 0,56. Sedangkan berdasarkan hasil uji statistic wilcoxon didapat nilai p-value 0,000 (<0,05).Kesimpulan  terdapat pengaruh pemberian teh kayu manis pada remaja putri.Saran: Diharapkan bagi remaja putri yang mengalami nyeri dismenore dapat mengonsumsi teh kayu manis sebagai alternatif untuk mengurangi nyeri dismenore. Kata kunci: Teh Kayu Manis, Dismenore, Remaja Putri   ABSTRACT Background: Dysmenorrhea is a prominent physical disorder in women during menstruation, characterized by abdominal pain or cramps. According to the World Health Organization (WHO) in 2018, 90% of adolescents experience dysmenorrhea. The prevalence of dysmenorrhea among teenagers in Lampung Province was estimated to be between 1.12% and 1.35% in 2007. Untreated menstrual pain can affect mental function, necessitating prompt pharmacological or non-pharmacological interventions. One non-pharmacological approach to manage dysmenorrhea is the use of cinnamon.Objective: the effect of cinnamon tea consumption on dysmenorrhea pain in adolescent girls.Methods: This study employed a quantitative research design, specifically the One Group Pretest-Posttest Design. The research was conducted from January to June 2023. The sample consisted of 27 female adolescent experiencing dysmenorrhea. The research instruments used were the Numeric Rating Scale and observation sheets. Pre-experimental sampling technique was utilized, and data analysis included univariate and bivariate analysis using the Wilcoxon Test.Results: The average dysmenorrhea pain score among adolescent girls before consuming cinnamon tea was 5.59, which reduced to 0.56 after consumption. The Wilcoxon test results yielded a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant effect of cinnamon tea consumption on dysmenorrhea pain in grade female. It is recommended that adolescent girls experiencing dysmenorrhea consider consuming cinnamon tea as an alternative to alleviate dysmenorrhea pain.Conclusion: There is an effect of giving cinnamon tea to young girls with the intensity of dismenorrhea pain with a p-value of 0.000 <0.05.Suggestion: It is hoped that young women can consume cinnamon tea as an alternative non-pharmacological treatment for dysmenorrheal pain. Keywords : Cinnamon Tea, Dysmenorrhea, Adolescent Girls 
Factors Associated With Incomplete Abortion At H.M. Ryacudu Regional General Hospital Of Kotabumi North Lampung Regency Lukitasari, Eli; Astriana, Astriana; Nurliyani, Nurliyani; Trismiyana, Eka
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.11518

Abstract

ABSTRAK : FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS INKOMPLETUS  DI RSUD H.M. RYACUDU KOTABUMI  KABUPATEN LAMPUNG UTARA Latar Belakang : Salah satu masalah kehamilan yang banyak terjadi yaitu abortus, dari 46 juta kelahiran pertahun didapatkan 20 juta kasus karena abortus. Abortus menyumbang angka sebesar 5% dari komplikasi kehamilan yang menyebabkan kematian ibu. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Abortus Inkompletus di Rumah Sakit Umum Daerah H.M Ryacudu Kotabumi Kabupaten Lampung Utara tahun 2020-2022Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan cross sectional.  Populasi penelitian ini adalah ibu-ibu hamil yang mengalami Abortus dan dirawat di ruang rawat inap Rumah Sakit H.M Ryacudu Kotabumi Lampung Utara tahun 2020 – 2022 yang berjumlah 167 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 167 orang. Variabel Independen Usia ibu, usia kehamlan, paritas dn riwayat aboertus. Tehnik sampling total sampling Analisa menggunkan uji Chi Square.Hasil penelitian : Didapatkan Kejadian abotrus inkompleteus sebanyak 112 kasus (67,1%). Usia ibu hamil yang mengalami kejadian abotrus >35 tahun sebanyak 89 orang (53,3%). Usia kehamilan ibu hamil yang mengalami kejadian abotrus <12 minggu sebanyak 135 orang (80,8%). Paritas ibu hamil yang mengalami kejadian abotrus < 4 kali sebanyak 125 orang (74,9%) Ibu hamil yang tidak memiliki riwayat abortus sebanyak 118 orang (70,7%). Ada hubungan usia Ibu dengan Kejadian Abortus Inkompletus p-Value 0,025. Ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian abortus inkompletus p-Value 0,000. Ada hubungan paritas dengan kejadian abortus inkompletus p-Value 0,000.  Ada hubungan riwayat abortus dengan kejadian abortus inkompletus p-Value 0,016.Kesimpulan : Ada hubungan Usia ibu, Usia Kehamilan, Paritas, Riwayat Abortus dengan kejadian abortus Inkompletus di Rumah Sakit Umum Daerah H.M Ryacudu Kotabumi Kabupaten Lampung Utara tahun 2020-2022.Saran : Disarankan kepada ibu hamil untuk melakukan ANC secara rutin dan mengatur paritas serta usia kehamilan untuk menghindari kejadian abortus.                Kata kunci : Usia, Usia Kehamilan, Paritas, Riwayat Abortus ABSTRACT Background: One of the prevalent issues during pregnancy is abortion, with 20 million cases out of 46 million annual births resulting from abortions. Abortion contributes about 5% of pregnancy complications that lead to maternal death. The research aims to identify factors associated with the incidents of incomplete abortions at H.M. Ryacudu Regional General Hospital, Kotabumi, North Lampung Regency, from 2020 to 2022.Research Method: The study employed a cross-sectional design. The research population consisted of pregnant mothers who experienced abortion and were admitted to the inpatient ward of H.M. Ryacudu Regional General Hospital in Kotabumi, North Lampung from 2020 to 2022, totaling 167 individuals. The sample for this research was also 167 individuals. Total sampling technique was utilized, and Chi-Square test was employed for analysis.Research Findings: The study found 112 cases (67.1%) of incomplete abortion incidents. Pregnant mothers aged >35 years accounted for 89 individuals (53.3%). Pregnant mothers with a gestational age of <12 weeks during the abortion incident totaled 135 individuals (80.8%). Pregnant mothers with a parity of <4 accounted for 125 individuals (74.9%). Pregnant mothers without a history of abortion amounted to 118 individuals (70.7%). There is a correlation between Maternal Age and Incomplete Abortion Incident with a p-Value of 0.025. There is a correlation between Gestational Age and Incomplete Abortion Incident with a p-Value of 0.000. There is a correlation between Parity and Incomplete Abortion Incident with a p-Value of 0.000. There is a correlation between Abortion History and Incomplete Abortion Incident with a p-Value of 0.016.Conclusion: There is a relationship between maternal age, gestational age, parity, history of abortion with the incidence of incomplete abortion at the H.M Ryacudu Kotabumi Regional General Hospital, North Lampung Regency in 2020-2022.Suggestions : Pregnant mothers are advised to undergo regular antenatal care and manage their parity and gestational age to prevent abortion incidents. Keywords : Maternal Age, Gestational Age, Parity, Abortion History 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue