cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
The Factors Affecting Exclusive Breastfeeding At Work Are Of Krui Community Health Center, West Pesisir Regency Novalina, Fera; Yantina, Yuli; Susilawati, Susilawati; Suharman, Suharman
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i2.7730

Abstract

Latar Belakang: ASI Eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi tanpa makanan dan minuman pendamping ASI, dimulai sejak bayi dilahirkan sampai dengan usia 6 bulan. Cakupan bayi yang mendapat ASI Eksklusif di Provinsi Lampung pada tahun 2021 sebesar 69,3%. Persentase ini masih dibawah target yang ditetapkan sebesar 80%.Tujuan:  penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Krui Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2022.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang berjumlah 112 ibu, dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 82 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode kecelakaan pada bulan Mei sampai Juli 2022. Instrumen penelitian menggunakan angket dan analisis data menggunakan uji pearson chi square.Hasil:Uji pearson chi square menunjukkan ibu yang melakukan inisiasi menyusu dini dengan ASI eksklusif sebanyak 39 (47,6%), ibu yang melakukan inisiasi menyusu dini tanpa ASI eksklusif sebanyak 6 (7,3%), ibu tidak melakukan inisiasi menyusu dini dengan ASI eksklusif sebanyak 9 (11,0%), ibu yang melakukan inisiasi menyusu dini tanpa ASI eksklusif sebanyak 28 (34,1%). Ibu yang mendapat dukungan suami dengan kategori ASI eksklusif sebanyak 32 (39,0%), ibu yang mendapat dukungan suami tanpa kategori ASI eksklusif sebanyak 7 (8,5%), ibu yang tidak mendapat dukungan suami dengan kategori ASI eksklusif sebanyak 16 (19,5%). ), kategori ibu tidak mendapat dukungan suami tanpa ASI eksklusif sebanyak 27 (32,9%).Kesimpulan: ada hubungan ibu yang mendapat dukungan suami dengan ibu yang melakukan inisiasi menyusu dini.Saran :  dapat menjadi informasi dan motivasi bagi para ibu untuk memberikan ASI Eksklusif pada bayinya. Kata Kunci : ASI eksklusif, faktor yang mempengaruhi, bayi ABSTRACT  Background: Exclusive breastfeeding was the provision of breastfeeding to infants without complementary foods and drinks, starting from the time the baby was born to the age of 6 months. The coverage of infants receiving exclusive breastfeeding in Lampung province in 2021 was 69.3%. This percentage was still under the target set of 80%.Purpose: The purpose of this study was to determine the risk factors affecting exclusive breastfeeding at the Work Area of Krui Community Health Center, West Pesisir Regency in 2022.Methods: This study was a quantitative research with an analytical survey research design using a cross sectional approach. The population of this research was mothers having infants aged 6-12 months, totalling 112 mothers, with the number of samples taken as many as 82 people. Sampling was carried out by accident method from May to July 2022. The research instrument used a questionnaire and the data analysis used a pearson chi square test.Results: The results of pearson chi square test showed that the of mother having early initiation of breastfeeding with exclusive breastfeeding was 39 (47,6%), mother having early initiation of breastfeeding without exclusive breastfeeding was 6 (7,3%), mother not having early initiation of breastfeeding with exclusive breastfeeding was 9 (11,0%), mother having early initiation of breastfeeding without exclusive breastfeeding was 28 (34,1%). Mother having husband support with exclusive breastfeeding category was 32 (39,0%), mother having husband support without exclusive breastfeeding category was 7 (8,5%), mother not having husband support with exclusive breastfeeding category was 16 (19,5%), mother not having husband support without exclusive breastfeeding category was 27 (32,9%).Conclusion: Conclusion, there was correlation on mother having husband support and mother having early initiation of breastfeeding.Suggestions: Therefore this study could be information and motivation to the mothers on giving exclusive breastfeeding to their infants hopefully. Keywords : Exclusive breastfeeding, factors affected, infants
Maternal Education And Toddler Attendance At Posyandu Towards The Incidence Of Stunting In Toddlers Aged 36-72 Months Diniayuningrum, Anggie; Hudaya, Isna
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i9.17103

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah global yang mempengaruhi kualitas sumber daya manusia yang akan datang. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu partisipasi ibu yang memiliki balita pada kunjungan Posyandu. Selain itu, pendidikan juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya stunting.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan ibu dan kunjungan balita di Posyandu terhadap kejadian stunting.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang. Data pendidikan ibu dan kunjungan balita di Posyandu diukur dengan wawancara, serta status gizi diukur dengan grafik standar WHO sesuai pedoman SDIDTK. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pendidikan dan kunjungan balita di Posyandu signifikan berpengaruh terhadap kejadian stunting dengan masing-masing nilai p-value 0.017 dan 0.044.Kesimpulan: Pendidikan mempengaruhi kemampuan ibu dalam menentukan pemenuhan gizi untuk anggota keluarga. Kunjungan Posyandu memberikan manfaat dalam pemantauan pertumbuhan anak.Saran: Kunjungan balita di Posyandu berhubungan dengan kejadian stunting sehingga petugas kesehatan diharapkan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kegiatan Posyandu. Kata kunci : kunjungan, pendidikan, posyandu, stunting ABSTRACT  Background: Stunting is a global problem that affects the quality of future human resources. Mothers with toddlers can participate in Posyandu visits as a preventive measure. In addition, education is also a factor causing stunting.Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of maternal education and toddler attendance at Posyandu on the incidence of stunting.Methods: This type of research is quantitative with a cross-sectional design. The sampling technique is purposive sampling with a sample size of 96 people. Data on maternal education and toddler visits to Posyandu were measured by interviews, and nutritional status was measured using WHO standard graphs according to SDIDTK guidelines. Statistical analysis used the Chi-Square test and Fisher exact test.Results: The results of the study showed that maternal education and toddler visits to Posyandu significantly influenced the incidence of stunting with p-values of 0.017 and 0.044Conclusion: Education affects the mother's ability to determine the fulfillment of nutrition for family members. Toddler attendance at Posyandu provide benefits in monitoring child growth.Suggestion: Toddler visits to Posyandu are related to the incidence of stunting, so health workers are expected to socialize the community about the importance of Posyandu Keywords: attendance, education, posyandu, stunting
Effectiveness Of Chamomile Tea On Dysmenorrhoea Pain Scale In Adolescent Girls Fadliah, Siti Hamidah; Dinengsih, Sri; Syamsiah, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.14362

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri kram pada perut yang terjadi selama menstruasi. Di Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 64,25 % yang terdiri dari 54,89% dismenore primer, sedangkan sisanya merupakan penderita tipe sekunder, yang mengakibatkan mereka tidak sanggup melakukan akivitas apapun dan ini akan menurunkan kualitas hayati dalam individu masing-masing. Keluhan ini berdampak pada menurunnya produktivitas dan kualitas hidup perempuan, seperti ketidak hadiran di sekolah atau pekerjaan, pembatasan aktivitas, penurunan performa akademik, gangguan tidur dan gangguan mood.Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian teh chamomile terhadap skala nyeri dismenore pada remaja dengan dismenore primer di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor tahun 2024.Metodologi: Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan pendekatan with control group pre-test post-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden tang terdiri dari 15 responden intervensi dan 15 responden kontrol. Data dianalisis menggunkan uji t (paired t test). Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi.Hasil Penelitian: Analisis univariat pada kelompok intervensi diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 5,47 dan posttest sebesar 2,93. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 4,67 dan posttest sebesar 4,20. Hasil uji t paired t test dengan nilai signifikansi P-Value 0.000 yang berarti ada pengaruh teh chamomile terhadap penurunan dismenore pada remajaSimpulan : Teh chamomile efektif dalam menurunkan skala nyeri dismenore pada remaja di MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor Tahun 2024.Saran: chamomile dapat digunakan sebagai pengobatan dismenore secara non – farmakologis sehingga masyarakat bisa menbudidayakan untuk menanam tanaman teh chamomile ini mengingat khasiat yang dimiliki. Kata kunci : Chamomile, Dismenore, Menstruasi, Remaja. ABSTRACT Background: Dysmenorrhoea is a cramping pain in the abdomen that occurs during menstruation. In Indonesia, the incidence of dysmenorrhoea is 64.25% which consists of 54.89% primary dysmenorrhoea, while the rest are secondary type sufferers, which results in them not being able to do any activities and this will reduce the quality of life in each individual. This complaint has an impact on reducing women's productivity and quality of life, such as school or work absences, activity restrictions, decreased academic performance, sleep disturbances and mood disorders.Objective: To determine the effectiveness of chamomile tea administration on dysmenorrhoea pain scale in adolescents with primary dysmenorrhoea at MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor in 2024.Methodology: This research design uses a quasi-experiment with a control group pre-test post-test approach. The sample in this study amounted to 30 respondents consisting of 15 intervention respondents and 15 control respondents. Data were analysed using paired t test. The instrument used was an observation sheet.Research Results: Univariate analysis in the intervention group obtained an average pretest value of 5.47 and posttest of 2.93. While in the control group the average pretest value was 4.67 and the posttest was 4.20. The results of the paired t test with a significance value of P-Value 0.000 which means that there is an effect of chamomile tea on reducing dysmenorrhoea in adolescents.Conclusion: Chamomile tea is effective in reducing dysmenorrhoea pain scale in adolescents at MTs Darunnajah 2 Cipining Bogor Year 2024.Suggestion: Chamomile can be used as a non-pharmacological treatment of dysmenorrhoea so that people can cultivate to plant this chamomile tea plant given its properties. Keywords: Adolescent., Chamomile, Dysmenorrhoea, Menstruation
Identification Of The Physical Health Quality Of Postpartum Mothers With Severe Preeclampsia Arapah, Siti; Dona, Sismeri; Redjeki, Dwi Sogi Sri; Istiqamah, Istiqamah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.15012

Abstract

 Latar Belakang: Preeklampsia pada masa nifas didefinisikan sebagai hipertensi yang disertai kelebihan proteinurin yang terjadi pada masa nifas. Tahun 2022 angka kejadian PEB Dinkes Provinsi Kalsel berjumlah 818, sedangkan di RSUD Ulin Banjarmasin tercatat 78 kejadian. Dampak dari preeklampsia tidak hanya hipertensi yang membuat pusing/ nyeri kepala juga menimbulkan rasa mual, muntah, nyeri epigastrium, dan bahkan berpengaruh terhadap fungsi ginjal, jantung dan hati yang merupakan masalah kesehatan fisik.Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana kualitas kesehatan fisik ibu nifas dengan PEB.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan studi retrospective. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling sebanyak 78 ibu nifas dengan PEB pada tahun 2022.Hasil: Hasil penelitian tekanan darah ibu nifas dengan PEB dari hari ke-1 hingga hari ke-3 didapati adanya hipertensi pada 25,7% ibu nifas, keluhan sakit kepala, nyeri epigastrium, mual, muntah, sesak napas, bahkan demam. Hasil pemeriksaan laboratorium hari ketiga menunjukkan 3 orang (4%) trombositopenia, 2 orang (3%) trombositosis, 19 orang (24%) mengalami kenaikan nilai SGOT, 6 orang (8%) mengalami kenaikan nilai SGPT, 31 orang (40%) peningkatan nilai LDH di atas normal, 8 orang (10%) peningkatan nilai kreatinin dan 11 orang (14%) peningkatan nilai ureum.Simpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa kesehatan fisik ibu nifas dengan PEB sebagian besar masih sehat, namun masih ada beberapa ibu nifas yang kesehatan fisiknya tidak optimal (40%) dikarenakan hipertensi, masalah fisik/ keluhan nyeri kepala, nyeri epigastrium, mual dan muntah, sesak, demam serta peningkatan fungsi organ hati, jantung dan ginjal berdasarkan hasil laboratorium hari ketiga masa nifas.Saran:  Saat merasakan adanya ketidaknyamanan segera melaporkan kepada petugas kesehatan/ bidan agar pemberian asuhan terkait dengan kondisi klinis lebih terarah dan spesifik. Kata Kunci: Ibu Nifas, Kualitas Kesehatan Fisik, Preeklampsia Berat. ABSTRACT Background: Preeclampsia during the postpartum period is defined as hypertension accompanied by excess protein urine that occurs during the postpartum period. In 2022, the number of cases of severe preeclampsia at the South Kalimantan Provincial Health Service will be 818, while at the Ulin Regional Hospital, Banjarmasin, 78 cases will be recorded. The impact of preeclampsia is not only hypertension which causes dizziness/headaches, it also causes nausea, vomiting, epigastric pain, and even affects kidney, heart and liver function which is a physical health problem.Objective: This study aims to determine the quality of physical health of postpartum mothers with severe preeclampsiaMethods: This research is a quantitative descriptive study using a retrospective study. Sampling used a total sampling method of 78 postpartum mothers with severe preeclampsia in 2022Results: The results of research on the blood pressure of postpartum mothers with severe preeclampsia from day 1 to day 3 found hypertension in 25.7% of postpartum mothers, complaints of headaches, epigastric pain, nausea, vomiting, shortness of breath, and even fever. The results of laboratory examinations on the third day showed that 3 people (4%) had thrombocytopenia, 2 people (3%) had thrombocytosis, 19 people (24%) had increased SGOT values, 6 people (8%) had increased SGPT values, 31 people (40%) increased LDH values above normal, 8 people (10%) increased creatinine values and 11 people (14%) increased urea valuesConclusion: This research proves that the physical health of postpartum mothers with severe preeclampsia is mostly still healthy, but there are still some postpartum mothers whose physical health is not optimal (40%) due to hypertension, physical problems/complaints of headaches, epigastric pain, nausea and vomiting, shortness of breath, fever and increased function of the liver, heart and kidneys based on laboratory results on the third day of the postpartum periodSuggestion: When you feel any discomfort, immediately report it to the health worker/midwife so that care related to the clinical condition is more targeted and specific. Keywords: Postpartum Mothers, Quality of Physical Health, Severe Preeclampsia
The Effect Of Red Belt Leaf Boiling (Piper Crocatum) On The Healing Of Postpartum Mother's Perineum Wounds Destiana, Ika; Nurhasanah, Nurhasanah; Triwahyuningsih, Ria Yulianti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i8.17145

Abstract

 Latar Belakang : Ruptur perineum dapat menyebabkan  infeksi jika perawatan perineum tidak dilakukan dengan benar, infeksi yang sering terjadi pada ibu setelah melahirkan adalah infeksi pada perineum. Di provinsi Lampung kasus kematian ibu pada tahun 2020 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2019 yaitu dari 110 kasus menjadi 115 kasus, Penyebab kasus kematian ibu di Provinsi Lampung tahun 2020 disebabkan oleh perdarahan sebanyak 44 kasus, hipertensi sebanyak 24 kasus, infeksi sebanyak 2 kasus, ganguan system peredaran darah sebanyak 9 kasus, gangguan metabolik sebanyak 1 kasus dan lain-lain sebanyak 35 kasus (Profil Kesehatan Provinsi Lampung, 2020). Indonesia pada golongan 25-30 tahun yaitu 24% dan pada umur 32-39 tahun sebesar 62%. Hal ini diperkuat oleh hasil studi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Jawa Barat, yang melakukan penelitian pada beberapa provinsi di Indonesia didapatkan bahwa satu dari lima ibu bersalin yang mengalami ruptur perineum akan meninggal dunia dengan proporsi 21,74%.Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk diketahui pengaruh rebusan daun sirih merah (piper crocatum) terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum di TPMB Sulastri tahun 2024.. Penelitian dilakukan di TPMB Sulastri Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu, selama bulan Mei – Juli 2023.Metode penelitian ini merupakan penelitian true experiment dengan pendekatan Posttest Only Control Design. Penelitian ini akan melihat masing-masing variable dan seterusnya dilakukan uji Mann Whitney untuk menjawab hipotesis penelitian, ada pengaruh rebusan daun sirih merah (Piper Crocatum) terhadap penyembuhan luka perineum ibu postpartum di TPMB Sulastri Kecamatan Pegelaran Kabupaten Pringsewu Lampung . Penelitian ini dilakukan pada 16 responden intervensi dan 16 responden kelompok control. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dalam Teknik ini ibu postpartum yang bersalin di TPMB Sulastri yang mengalami luka perineum diberikan perlakuan air rebusan daun sirih merah dipagi dan malam hari selama 7 hari. Dengan menggunakan instrument skala REEDA. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate dengan bantuan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata penyembuhan luka selama 5.00 hari pada kelompok intervensi dan 6.63 hari pada kelompok control. Dengan nilai signifikansi 0,001 (≥ 0,05) dengan correlation Coefficient 1,00.Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh secara signifikan dari rebusan daun sirih merah terhadap penyembuhan luka perineum.Saran: penerapan rebusan daun sirih merah dapat dijadikan alternatif untuk membantu penyembuhan pada kasus luka perineum. Kata kunci: Luka Perineum, Postpartum, Sirih Merah ABSTRACT Background: Perineal rupture can cause infection if perineal care is not carried out properly. Infections that often occur in mothers after giving birth are infections of the perineum. In Lampung province, maternal mortality cases in 2020 increased compared to 2019, from 110 cases to 115 cases. The causes of maternal mortality in Lampung Province in 2020 were caused by bleeding as many as 44 cases, hypertension as many as 24 cases, infection as many as 2 cases, circulatory system disorders as many as 9 cases, metabolic disorders as many as 1 case and others as many as 35 cases (Health Profile of Lampung Province, 2020). Indonesia in the 25-30 year group is 24% and at the age of 32-39 years is 62%. This is reinforced by the results of a study from the West Java Research and Development Center (Puslitbang), which conducted research in several provinces in Indonesia, it was found that one in five mothers giving birth who experienced perineal rupture would die with a proportion of 21.74%.Research Objectives: This research aims to determine the effect of boiled red betel leaves (piper crocatum) on healing perineal wounds in postpartum mothers at TPMB Sulastri in 2024. The research was conducted at TPMB Sulastri, Pagelaran District, Pringsewu Regency, during May – July 2023.This research method is true experiment research with a Posttest Only Control Design approach. This research will look at each variable and then carry out the Mann Whitney test to answer the research hypothesis, there is an effect of boiled red betel leaves (Piper Crocatum) on healing perineal wounds of postpartum mothers in TPMB Sulastri, Pegelaran District, Pringsewu Regency, Lampung. This research was conducted on 16 intervention respondents and 16 control group respondents. The sampling technique used was purposive sampling, in this technique postpartum mothers who gave birth at TPMB Sulastri who experienced perineal wounds were treated with water boiled with red betel leaves in the morning and evening for 7 days. The data analysis technique used is univariate and bivariate analysis with the help of SPSS.The results of the study showed that the average value of wound healing was 5.00 days in the intervention group and 6.63 days in the control group. With a significance value of 0.001 (≥ 0.05) with a correlation coefficient of 1.00.The conclusion of this study is that there is a significant effect of boiled red betel leaves on healing perineal wounds.Suggestion: applying red betel leaf decoction can be used as an alternative to help heal perineal wounds.               Keywords : Luka Perineum, Pascapersalinan, Sirih Merah
The Effect Of Deep Back Massage And Warm Compresses On Labor Pain During Active Phase I Manikam, Ratna Hafidah; Risnawati, Risnawati; Puspitasari, Dwi Ida; Meihartati, Tuti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i6.14486

Abstract

Latar Belakang : Dari data survey study pendahuluan yang dilakukan wawancara singkat ditemukan 12 dari 15 ibu bersalin kala 1 fase aktif mengalami nyeri berat terkontrol dengan menggunakan skala ukur NRS (Numeric Rating Scale) diperoleh data bahwa 3 ibu bersalin mengalami nyeri sedang. ibu bersalin belum mengetahui adanya teknik dalam mengatasi rasa nyeri yang berlebihan dengan harapan dilakukannya penelitian ini dapat mengurangi tingkat rujukan akibat rasa nyeri yang tidak terkontrol. Nyeri pada ibu bersalin juga menyebabkan meningkatnya kadar katekolamin atau hormon stress seperti epinefrin dan kortisol. Peningkatan kadar katekolamin atau hormon stres dapat mengurangi kemampuan tubuh ibu untuk menahan rasa nyeri. Hormon yang produksinya meningkat karena persalinan diantaranya adalah hormon kortisol.Tujuan : Penelitian ini untuk diketahui pengaruh deep back massage dan kompres hangat terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif di RSUD Akhmad Berahim Kabupaten Tana Tidung.Metode : Penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperiment jenis pretest dan posttest. Menggunakan consecutive sampling Jumlah sampel adalah 30 responden yang terdiri dari 15 orang kelompok deep back massage dan 15 orang kelompok kompres hangat. Instrument penelitian ini menggunakan skala nyeri NRS (Numeric Rating Scale) dan SOP.Hasil : Berdasarkan uji wilxocon sign rank menunjukkan nilai P value = 0.001< α (0.05), sehingga Ha diterima.Kesimpulan : Ada pengaruh signifikan hasil pretest dan posttest terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Saran: diharapkan dengan ada penelitian ini dapat dijadikan salah satu referensi metode non farmakologi untuk mengatasi nyeri persalinan Kata Kunci: Deep Back Massage, Kompres Hangat, Nyeri Persalinan ABSTRACT Background: From the preliminary survey study data conducted by short interviews, it was found that 12 out of 15 mothers who gave birth during the 1st active phase experienced controlled severe pain using the NRS (Numeric Rating Scale) measurement scale, data was obtained that 3 mothers gave birth with moderate pain. Maternity mothers are not aware of any techniques for overcoming excessive pain in the hope that this study can reduce the referral rate due to uncontrolled pain. Pain in childbirth also causes increased levels of catecholamines or stress hormones such as epinephrine and cortisol. Increased levels of catecholamins or stress hormones can reduce the mother's body's ability to withstand pain. Hormones whose production increases due to childbirth include the hormone cortisol.Purpose: This study was to determine the effect of deep back massage and warm compresses on labor pain during active phase 1 at Akhmad Berahim Hospital, Tana Tidung Regency.Method: This study uses a Quasi experimental design of pretest and posttest types. Using consecutive sampling, the number of samples was 30 respondents consisting of 15 people in the deep back massage group and 15 people in the warm compress group. This research instrument uses the NRS (Numeric Rating Scale) pain scale and SOP.Results: Based on the wilxocon sign rank test, it shows a P value = 0.001< α (0.05), so Ha is accepted.Conclusion: There is a significant influence of pretest and posttest results on labor pain during active phase 1. Suggestion: it is hoped that this research can be used as a reference for non-pharmacological methods to overcome labor pain Keywords: Deep Back Massage, Warm Compress, Labor Pain
The Effectiveness Of Solution Focused Brief Therapy Counseling On The Desire To Breastfeed Pregnant Women In The Third Trimester Nilakesuma, Nur Fadjri; Susilawati, Dewi; Yusnella, Eza
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14688

Abstract

Latar Belakang: Pendekatan konseling yang fokus pada solusi memandang setiap ibu memiliki kemampuan mencari dan menentukan solusi terbaik dalam mengatasi kesulitan dalam menyusui sehingga bayi mendapatkan ASI Eksklusif. Tujuan: Mengetahui Efektifitas Pendekatan Konseling Solution Focused Brief Terapi Tentang ASI Eksklusif Terhadap Keinginan Menyusui Pada Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang. Metode : Jenis penelitian yang digunakna pada penelitian ini adalah pre eksperimen dengan desain One – Group Pretest – Posttest Design. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan kriteria ibu hamil trimester III dengan skor IFI maksimum 9 dan bersedia mengikuti 2 kali sesi konseling. Analisa data menggunakan Uji T dependen. Hasil: Rata – rata skor IFI sebelum diberikan konseling solution brief terapi sebanyak 6.23 sedangkan skor IFI setelah diberikan konseling solution brief terapi terjadi peningkatan menjadi 12.97. Hasil uji bivariate didapatkan konseling dengan pendekatan solution brief terapi efektif meningkatkan niat ibu hamil menyusui bayi nya setelah melahirkan dengan nilai Pvalue 0,05 (P value 0, 000). Kesimpulan: Konseling dengan pendekatan solution brief terapi efektif meningkatkan niat ibu hamil menyusui bayi nya setelah melahirkan dengan nilai Pvalue 0,05 (P value 0, 000). Saran: Peningkatan pelayanan konseling untuk peningkatan niat ibu menyusui. Kata Kunci : Niat Menyusui, Konseling, SFBT, Ibu Hamil ABSTRACT Background: A solution-focused counseling approach views each mother as having the ability to find and determine the best solution in overcoming difficulties in breastfeeding so that the baby gets exclusive breastfeeding. Purpose: To determine the effectiveness of the Solution Focused Brief Therapy Counseling Approach on Exclusive Breastfeeding on the Desire to Breastfeed Pregnant Women Trimester III in the Working Area of the Anak Air Health Center, Padang City. Methods: The type of research used in this study was a pre-experiment with a One - Group Pretest - Posttest Design. Sampling was done by total sampling with the criteria of third trimester pregnant women with a maximum IFI score of 9 and willing to participate in 2 counseling sessions. Data analysis using dependent T test. Results: The average IFI score before being given solution brief therapy counseling was 6.23 while the IFI score after being given solution brief therapy counseling increased to 12.97. The bivariate test results showed that counseling with a solution brief therapy approach was effective in increasing the intention of pregnant women to breastfeed their babies after giving birth with a Pvalue of 0.05 (P value 0, 000). Conclusion: Counseling with a solution brief therapy approach effectively increases the intention of pregnant women to breastfeed their babies after giving birth with a Pvalue of 0.05 (P value 0, 000). Suggestions: Improved counseling services to increase the intention of breastfeeding mothers. Keywords: Counselling , Infant Feeding Intuition, Pregnancy Women , SFBT 
The Effect Of Red Ginger Water On Reduce Pain Of Primary Dysmenorrhea In Adolescent Sundari, Sundari; Evrianasari, Nita; Isnaini, Nurul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.11712

Abstract

Latar Bealakang Dismenorea primer adalah nyeri menstruasi yang dirasakan tanpa adanya kelainan pada alat reproduksi. Dengan kata lain adalah rasa nyeri yang biasa diarasakan oleh perempuan saat mengalami haid, bahkan sebagian perempuan yang selalu merasakan nyeri setiap menstruasi datang. Rasa nyeri ini biasanya terjadi disebabkan oleh zat Prostaglandin yang akan merangsang otot otot halus dinding rahim berkontraksi, makin tinggi kadar prostaglandin kontraksi akan makin kuat, sehingga rasa nyeri yang dirasakan juga makin hebat (Laila Najmi, N 2021). Tujuan penelitian  adalah untuk mengetahui adanya pengaruh dari pemberian Air Jahe Merah dan Tablet Ibuprofen terhadap penurunan nyeri dismenorea primer pada siswi yang mengalami dismenorea.Metode penelitian ini dengan design pra- eksperimental dan pendekatan rancangan two-group pretest-posttest, alat uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dengan p value α = 0,05 dan alat uji pengaruh menggunakan statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann Withney. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – Juli 2023 dengan 60 responden yang di pilih secara Purposive Sampling, pengukuran skala nyeri menggunakan metode NRS sebelum dan sesudah diberikan intervensi.Hasil penelitian adanya pengaruh perubahan yang signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea primer dengan pemberian air jahe merah dan tablet ibuprofen dengan nilai p sebesar 0,000 (a < 0,05). Penurunan nyeri yaitu 30,68 untuk air jahe dan 30,32 untuk ibupropen dengan begitu perbedaan pengaruh nya hanya berselisih 0,36. Kesimpulannya terdapat pengaruh pemberian air jahe merah dan tablet ibuprofen terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea primer. Diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif pengobatan secara non farmakologi dan kepada tenaga kesehatan dapat mengedukasi lebih banyak pada wanita yang mengalami disminorea. Kata Kunci : Air Jahe Merah, Tablet Ibu Profen, Dismenorea Primer, Nyeri ABSTRACT Back Ground Primary dysmenorrhea is menstrual pain that is felt without any abnormalities in the reproductive organs. In other words, it is a pain that is usually felt by women when experiencing menstruation, even some women who always feel pain every time menstruation comes. This pain usually occurs due to Prostaglandin substances that will stimulate the smooth muscle muscles of the uterine wall to contract, the higher the prostaglandin levels the contraction will be stronger, so the pain felt is also more intense (Laila Najmi, N 2021). The purpose of the study was to determine the effect of giving Red Ginger Water and Ibuprofen Tablets on reducing primary dysmenorrhea pain in female students experiencing dysmenorrhea.This research method uses a pre-experimental design and a two-group pretest-posttest design approach, a normality test tool using Shapiro-Wilk with a p value of α = 0.05 and an influence test tool using non-parametric statistics Wilcoxon Signed Ranks Test and Mann Withney. The research was conducted in March - July 2023 with 60 respondents selected by purposive sampling, measuring the pain scale using the NRS method before and after the intervention.The results of the study showed a significant effect of change on reducing the intensity of primary dysmenorrhea pain by giving red ginger water and ibuprofen tablets with a p value of 0.000 (a <0.05). The decrease in pain is 30.68 for ginger water and 30.32 for ibupropen so the difference in influence is only 0.36. In conclusion, there is an effect of giving red ginger water and ibuprofen tablets on reducing the intensity of primary dysmenorrhea pain. It is expected to be used as an alternative to non-pharmacological treatment and to health workers can educate more women who experience dysminorrhea.Keywords: Red Ginger Water, Ibu Profen Tablet, Primary Dysmenorrhea
Efectiveness Of Deep Breath Relaxation And Hand Massage Towards A Decrease In Pain Scale Post-Caesarean Patients Rukmana, Nova Mega; Mariyo, Mariyo
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.15270

Abstract

Latar Belakang: Angka persalinan SC di provinsi Lampung menurut Riskesdas tahun 2018 adalah 4,5%, angka kejadian SC di kota Bandar Lampung adalah 3.401 dari 170.000 persalinan (20%) dari seluruh persalinan.Pada pembedahan SC, rasa nyeri biasanya dirasakan pasca melahirkan karena hilangnya pengaruh pembiusan. Pengaruh obat bius biasanya akan menghilang sekitar 2 jam setelah proses persalinan selesai, rasa nyeri pada bagian perut mulai terasa karena luka yang terdapat pada bagian perut. Nyeri pasca bedah akan menimbulkan reaksi fisik dan psikologi pada ibu postpartum seperti mobilisasi terganggu, malas beraktifitas, sulit tidur, tidak nafsu makan, tidak mau merawat bayi sehingga perlu adanya cara untuk mengontrol nyeri agar dapat beradaptasi dengan nyeri post operasi SC dan mempercepat masa nifas.Tujuan : Mengetahui efektivitas relaksasi nafas dalam dan pijat tangan terhadap penurunan skala nyeri pasien post operasi sectio caesarea di Ruang Cempaka Rumah Sakit X.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen, dengan two group pre test post test design. Penelitian ini dilakukan di Ruang Cempaka Rumah Sakit X  pada 1-30 Juli 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan rata-rata jumlah per bulan adalah 70 orang dengan jumlah sampel pada masing-masing kelompok adalah 30 orang. Variabel bebas (independent) yaitu relaksasi nafas dalam dan pijat tangan, sedangkan variabel terikat (dependent) yaitu skala nyeri pasca operasi sectio caesarea. Kuesioner pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Pada kelompok relaksasi nafas dalam, nilai rata-rata skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi adalah 6,53 dan 5,37. Sedangkan Pada kelompok pijat tangan, nilai rata-rata skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi adalah 6,27 dan 4,07. Nilai p-value sebesar 0,000 yang berarti bahwa ada perbedaan nilai rata-rata skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi relaksasi nafas dalam. Intervensi pijat tangan dan relasasi nafas dalam sama-sama efektif dalam menurunkan skala nyeri persalinan sectio sesarea.Kesimpulan: Ada perbedaan nilai rata-rata skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi relaksasi nafas dalam. Intervensi pijat  tangan dan relasasi nafas dalam sama-sama efektif dalam menurunkan skala nyeri persalinan sectio sesarea.Saran: Dapat di lakukan Intervensi pijat  tangan dan relasasi nafas dalam dalam menurunkan skala nyeri persalinan sectio sesarea. Kata Kunci : Nafas dalam,Nyeri, Pijat tangan,Post SC ABSTRACT Background: The SC birth rate in Lampung province according to Riskesdas in 2018 was 4.5%, the SC birth rate in Bandar Lampung city was 3,401 out of 170,000 deliveries (20%) of all births.In SC surgery, pain is usually felt after delivery because the anesthesia disappears. The effect of the anesthetic will usually disappear around 2 hours after the birth process is complete, pain in the stomach will begin to be felt due to the wound in the stomach. Post-surgical pain will cause physical and psychological reactions in postpartum mothers, such as impaired mobility, laziness in activities, difficulty sleeping, no appetite, unwillingness to care for the baby, so there needs to be a way to control pain so that they can adapt to post-SC surgery pain and speed up the postpartum period.Objective: To determine the effectiveness of deep breathing relaxation and hand massage in reducing the pain scale of patients post caesarean section surgery in the Cempaka Room, Hospital.Method: This type of research is quasi-experimental research, with a two group pre test post test design. This research was conducted in the Cempaka Room, Hospital The independent variable is deep breathing relaxation and hand massage, while the dependent variable is the pain scale after caesarean section surgery. The pain measurement questionnaire uses the Numeric Rating Scale. Data analysis used the Wilcoxon test.Results: In the deep breathing relaxation group, the average pain scale scores before and after the intervention were 6.53 and 5.37. Meanwhile, in the hand massage group, the average pain scale scores before and after the intervention were 6.27 and 4.07. The p-value is 0.000, which means that there is a difference in the average value of the pain scale before and after the deep breathing relaxation intervention. Hand massage and deep breathing interventions are both effective in reducing the pain scale of caesarean section labor.Conclusion: There is a difference in the average value of the pain scale before and after deep breathing relaxation intervention. Hand massage and deep breathing interventions are both effective in reducing the pain scale of caesarean section labor.Suggestion: You can intervene with hand massage and deep breathing to reduce the pain scale of caesarean section labor. Keywords: Deep breathing, Pain, Hand massage, Post SC 
The Influence Of Moringa Leaves Consumption On Infants With Low Birth Weight Below The Green Line Fitriana, Fajar -; Lathifah, Neneng Siti; Parina, Febriyantina; Mariza, Ana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i3.11812

Abstract

Latar Belakang: Berat badan bayi harus diperhatikan secara cermat oleh ibu untuk mengoptimalkan pertumbuhannya. Berdasarkan data Puskesmas Bandar Jaya, pada tahun 2019 terdapat 59 kasus balita dengan berat badan kurang, pada tahun 2020 sebanyak 63 kasus, dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 87 kasus. Asupan gizi yang dapat meningkatkan gizi balita dengan berat badan kurang antara lain dengan mengonsumsi daun kelor. Daun kelor mengandung protein, vitamin, dan mineral yang berpotensi menjadi bahan terapi dan suplemen bagi anak gizi buruk.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan daun kelor terhadap bayi dengan berat badan dibawah garis hijau di wilayah kerja Puskesmas Bandar Jaya Kabupaten Lampung Tengah.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan non-equivalent control group. Populasinya terdiri dari seluruh bayi dengan berat badan di bawah garis hijau yang berjumlah 34 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Diketahui berat badan bayi sebelum intervensi pada kelompok intervensi adalah 6229,4 gram dan setelah intervensi adalah 6658,8 gram. Sedangkan berat badan bayi sebelum intervensi pada kelompok kontrol adalah 6105,8 gram, dan setelah intervensi adalah 6355,8 gram, dengan selisih berat badan 179,2 gram. Terdapat pengaruh pemberian sediaan daun kelor terhadap bayi dengan berat badan dibawah garis hijau di wilayah pelayanan Puskesmas Bandar Jaya Kabupaten Lampung Tengah (p-value 0,000).Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian sediaan daun kelor terhadap bayi dengan berat badan dibawah garis hijau. Kata Kunci: Berat Badan Bayi, Daun Kelor. ABSTRACT Background: Infant weight should be carefully considered by mothers to optimize growth. Based on the data from Bandar Jaya Health Center, in 2019, there were 59 cases of underweight toddlers, in 2020, there were 63 cases, and in 2021, it increased to 87 cases. Nutritional intake that can enhance the nutrition of underweight toddlers includes consuming moringa leaves. Moringa leaves contain protein, vitamins, and minerals that have potential therapeutic and supplementary food for malnourished children.Objective: To determine the influence of moringa leaves preparation on infants with weight below the green line in the working area of bandar jaya health center, central lampung regency.Method: This is a quantitative study using a quasi-experimental design with a non-equivalent control group approach. The population consisted of all infants with weight below the green line, totaling 34 individuals, with a sample size of 34 respondents using a total sampling technique. Data collection was done using questionnaires. Univariate and bivariate analysis were performed using the Wilcoxon test.Results: It was found that the weight of infants before intervention in the intervention group was 6229.4 grams and after intervention was 6658.8 grams. Meanwhile, the weight of infants before intervention in the control group was 6105.8 grams, and after intervention was 6355.8 grams, with a weight difference of 179.2 grams. There is an influence of moringa leaves preparation on infants with weight below the green line in the service area of Bandar Jaya Health Center, Central Lampung Regency (p-value 0.000).Conclusion: There is an influence of moringa leaves preparation on infants with weight below the green line. Keywords: Infant Weight, Moringa Leaves.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue