cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Tokoh Masyarakat terhadap Strata Posyandu Rizsa Uswah Rofiqoh; Didah Didah; Ardini Raksanagara
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i4.2752

Abstract

Latar Belakang: Keberadaan posyandu bertujuan untuk membantu masyarakat meningkatkan kesehatan keluarga secara mandiri, di kabupaten Sumedang Jawa Barat posyandu pratama lebih banyak daripada strata posyandu mandiri. Untuk meningkatkan strata posyandu menjadi mandiri diperlukan adanya dukungan tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang pentingnya keberadaan posyandu, agar tokoh masyarakat memiliki sikap dan perilaku untuk berpartisipasi dalam keberadaan posyandu di wilayahnya. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku tokoh masyarakat dengan strata posyandu.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah Tokoh Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Jatinangor. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling dengan jumlah sampel 78 responden. Sumber data yang digunakan adalah. Analisis data menggunakan Uji Korelasi Gamma. Hasil: Penelitian menunjukan bahwa responden terbanyak berusia 20-49 tahun, bekerja dan berpendidikan terakhir SMA. Responden paling banyak memiliki pengetahuan cukup 49 responden, bersikap positif 45 responden, dan berperilaku tidak mendukung 44 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku tokoh masyarakat dengan strata posyandu bernilai p=0,000. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan perilaku tokoh masyarakat tentang posyandu dengan keberadaan posyandu di lingkungan masyarakatnya.
PENGARUH MENYUSUI TERHADAP RASA NYERI PADA PENYUNTIKAN IMUNISASI HB 0 PADA BAYI DI BPS WIRAHAYU, Amd.Keb BANDAR LAMPUNG TAHUN 2017 Yuli Yantina; Mevi Erinnica
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i4.632

Abstract

Imunisasi merupakan bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam menurunkanangka kematian bayi dan balita.Tindakan pemberian imunisasi hepatitis B, polio, BCG, DTP dancampak efek samping yang mungkin akan timbul sepert inyeri. Ada beberapa penanganan nyeri yangdapat dilakukan ketika imunisasi suntik, yaitu masase dan tekanan, kompres panas dan dingin, sertamengisap dan sucrose. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh menyusui terhadap penghilangrasa nyeri pada penyuntikan imunisasi bayi di BPS Wirahayu, Amd.Keb Bandar Lampung tahun2017. Metode penelitian ini merupakan quasi eksperiment dengan menggunakan pendekatannonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi yang dilahirkandan akan diberikan imunisasi HB 0 di BPS Wirahayu, Amd.Keb Bandar Lampung pada tahun 2017dengan 48 persalinan per bulan. Sampel 30 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan lembarobservasi, dan analisa data yang digunakan adalah uji t-Independen. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata tingkat nyeri ketika bayi tidak menyusui pada saatimunisasi suntik adalah 5.3, dengan SD 1,03. Rata-rata tingkat nyeri ketika bayi menyusui pada saat imunisasi suntik adalah 3,7, dengan SD 0,98 Hasil uji statistik didapatkan nilai  = 0,000 (p hitung <α), artinya pada  = 5% dapat diartikan ada pengaruh menyusu iterhadap penghilang rasa nyeri pada penyuntikan imunisasi bayi di BPS Wirahayu, Amd.Keb tahun 2017. Sehingga diharapkan pada BPSuntuk dapat menyiapkan ruangan khusus untuk pelaksanaan imunisasi sehingga ibu tetap dapatmenyusui dengan nyaman selama bayi diberi imunisasi
FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMENGARUHI TERJADINYA SEKSIO SESAREA PERMINTAAN SENDIRI Ainun Mardhiah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.2423

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Sebagian besar wanita yang menikah mengharapkan kehamilan alami namun tidak banyak dari mereka yang dapat bersalin secara normal. Dewasa ini persalinan secara SC lebih diminati oleh para ibu dibandingkan persalinan normal. WHO mencatat bahwa angka persalinan dengan seksio sesarea atas faktor ibu dan janin termasuk didalamnya atas permintaan ibu sekitar 10% sampai 15% dari semua proses persalinan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor internal dan faktor eksternal yang memengaruhi terjadinya seksio sesarea (SC) permintaan sendiri di RS Teungku Peukan Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2017.Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik kuantitatif dengan mengunakan desain studi  case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang bersalin melalui seksio sesarea (SC) permintaan sendiri berjumlah 165 ibu bersalin. dan Sampel penelitian ini adalah sebagian ibu yang bersalin melalui seksio sesarea (SC) permintaan sendiri berjumlah 62 dengan perbandingan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol adalah 1:1, sehingga besar sampel penelitian berjumlah 124 orang dengan teknik ramdom sampling dengan cara undian. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, analisis multivariat dengan uji regresi berganda binary.Hasil: Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai P pengetahuan = 0,030 < α = 0,05, nilai P sikap = 0,005 < α = 0,05, nilai P persepsi = 0,007 < α = 0,05, nilai P = 0,053 < α = 0,05, dan nilai P anjuran petugas kesehaan = 0,005 < α = 0,05. Variabel anjuran petugas kesehatan merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi terjadinya SC permintaan sendiri dengan Nilai P = 0,002 dan Exp (B) = 0,272.Kesimpulan: Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengetahuan, sikap, persepsi tentang nyeri persalinan dan kosmetik seks, anjuran petugas kesehatan terhadap terjadinya SC atas permintaan sendiri.Saran: kepada ibu bersalin untuk mengetahui informasi lengkap mengenai keuntungan serta kerugian pada persalinan normal dan persalinan dengan SC. Kata Kunci : Seksio Sesaria, Faktor Internal dan Eksternal
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG ALAT KONTRASEPSI IUD (INTRA UTERINE DEVICE) DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI RT 01RW 01 KELURAHAN REMPANG CATE KECAMATANGALANG KOTA BATAM TAHUN 2014 Prasida Yunita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i1.600

Abstract

Faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan alat kontrasepsi adalah pengetahuan wus tentangalat kontrasepsi yang menjadi pilihannya. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya penggunaIUD di Kecamatan Galang yaitu 12 orang (0,45%) dari 2.852 jumlah PUS.Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang alatkontrasepsi IUD dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD di RT 01 RW 01 Kelurahan Rempang CateKecamatan Galang Kota Batam.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah responden 44 orang,penelitian ini dilakukan pada tanggal 18 juli sampai 8 agustus 2014 di RT 01 RW 01 KelurahanRempang Cate Kecamatan Galang Kota Batam. Alat pengumpulan data dengan menggunakankuesioner, pengolahan data di lakukan secara komputerisasi dengan menggunakan SPSS, kemudiandata dianalisa dengan menggunakan uji statistic Chi-Square yang dikategorikan pada klasifikasi baikdan kurang.Hasil penelitian dari 44 responden, didapat responden dengan tingkat pengetahuan baikdan memilih menggunakan IUD sebanyak 3 responden (43%), dan yang tidak memilih menggunakanIUD sebanyak 4 responden (57%). Pada responden dengan tingkat pengetahuan kurang dan memilihmenggunakan IUD sebanyak 0 responden (0%), dan yang tidak memilih menggunakan IUD sebanyak37 responden (100%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan wanita usiasubur tentang alat kontrasepsi IUD dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD di RT 01 RW 01 KelurahanRempang Cate Kecamatan Galang Kota Batam Tahun 2014.Kata kunci : Pengetahuan, wus, kontrasepsi IUD, pemilihan alat kontrasepsi
Pengaruh Pijat Bayi terhadap pertumbuhan bayi baru lahir di Puskesmas Kota Bandung Desi Hidayanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i4.1352

Abstract

Pijat bayi merupakan seni kuno yang telah dipraktikkan oleh banyak budaya tradisional, terutama di Asia dan Afrika, sebagai suatu kebiasaan yang diwariskan secara turun temurun. Sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi, saat ini telah banyak ditemukan bukti ilmiah mengenai manfaat dari terapi sentuhan dan pijat pada bayi. Pertumbuhan dan perkembangan pada bayi merupakan hasil interaksi faktor genetika dan lingkungan, termasuk stimulus/rangsangan taktil. Pengaruh positif stimulus berupa pijat pada proses tumbuh kembang telah lama diketahui, namun penelitian ilmiah tentang hal ini masih belum banyak dilakukan. Permasalahan gangguan pertumbuhan (growth faltering) anak di Indonesia dimulai sejak umur 1-6 bulan, untuk itu perlu dilakukan upaya pencegahan untuk mengurangi gangguan pertumbuhan tersebut. Diketahuinya pengaruh pijat bayi yang dilakukan oleh orang tua terhadap perubahan berat badan dan panjang badan pada bayi baru lahir. Rancangan penelitian ini adalah kuasi eksperimen (quasi experimental) dengan desain nonrandomized pretest-posttest control group design. Jumlah sampel yang digunakan adalah 80 responden dari puskesmas Ibrahim Aji dan puskesmas Puter. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariabel,  analisis  bivariabel  menggunakan  Chi-square, t-test dengan tingkat kemaknaan p<0,05 dan analisis multivariabel menggunakan regresi linier. Ada perbedaan bermakna pertumbuhan bayi pada kelompok yang dipijat dan tidak dipijat.  Penambahan berat badan pada kelompok yang dipijat selama 4 minggu oleh ibunya, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak dipijat (p=0,0004). Penambahan panjang badan kelompok dipijat lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak dipijat (p=0,01). Faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan bayi adalah status nutrisi, penyakit ISPA dan pendidikan ibu. Perlakuan pijat pada bayi baru lahir oleh ibu dapat meningkatkan pertumbuhan bayi, terlihat dari adanya penambahan berat badan dan panjang badan bayi. Status nutrisi, penyakit ISPA dan pendidikan ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi.  Kata kunci : Pijat bayi, pertumbuhan, bayi baru lahir.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN Lisa Tanzil; Hafriani Hafriani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3390

Abstract

ABSTRACT FACTORS AFFECTING STUNTING IN CHILDREN AGE 24-59 MONTHS  Background: Stunting is a description of chronic malnutrition in the period of growth and development since early life. Many factors can cause stunting in children under five, such as the characteristics of toddlers and socioeconomic characteristics. The prevalence of stunting in Indonesia is the fifth largest in the world. Basic health research data (Riskesdas) in 2013 showed the prevalence of stunting in the national scope of 37.2 percent, consisting of a stunting prevalence of 18.0 percent and very short prevalence of 19.2 percent. Stunting is considered a serious public health problem when the prevalence of stunting is in the 30-39 percent range. Purpose: This study aims to determine the factors that cause stunting in toddlers aged 24-59 monthsMethods: This study was an analytic observational study with a case control conducted in the working area of the Simpang Ulim Public Health Center, East Aceh. Samples were taken as many as 20 toddlers as a case group and 20 toddlers as a control group with a purposive sampling technique. Data analysis used the chi square test and used cross tabulation to analyze the closeness of the relationship between two variables by looking at the Odds Ratio (OR) value.Results: The study showed that energy adequacy (OR = 9,333; CI = 2,180-39,962), protein adequacy (OR = 7000; CI = 1,739-28,174), maternal knowledge (OR = 7000; CI = 1.739-28174), maternal education (OR = 22,667; CI = 4,374-117,468), family income (OR = 13,222; CI = 2,790-62,670) was a risk factor for stunting, while other factors in this study were low birth weight (LBW) (OR = 1,588; CI (0.236-10.704), history of breastfeeding (OR = 0.474; CI (0.39-5.688) and maternal occupation (OR = 1.238; CI = 0.343-4.64) were not risk factors for stunting.Conclusion: Lack of energy and protein intake, less knowledge of mothers, low education of mothers and low family income are risk factors for stunting in children aged 24-59 months.Suggestion It is hoped that the Puskesmas and other related sectors can increase maternal knowledge about the nutritional needs of toddlers through nutritional counseling activities which include education on nutritional adequacy rates for children under five according to age, how to properly process food, and provide financial assistance for underprivileged families. It is hoped that mothers of toddlers can actively participate in posyandu activities so that they are more often exposed to nutritional fulfillment information for toddlers. Keywords: Stunting, Risk Factor, Toddler, Simpang Ulim ABSTRAK Latar Belakang: Stunting merupakan penggambaran dari status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Banyak factor yang dapat menyebabkan terjadinya stunting pada balita seperti karakteristik balita maupun social ekonomi. Prevalensi stunting di Indonesia menempati peringkat kelima terbesar di dunia. Data Riset kesehatan  dasar  (Riskesdas)  tahun  2013 menunjukkan prevalensi stunting dalam lingkup nasional sebesar 37,2 persen, terdiri dari prevalensi pendek sebesar 18,0 persen dan sangat pendek sebesar 19,2 persen. Stunting dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang berat bila prevalensi stunting berada pada rentang 30-39 persen.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang menyebabkan terjadinya stunting pada balita usia 24-59 bulan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan kasus kontrol yang dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Simpang Ulim, Aceh Timur. Sampel yang diambil sebanyak 20 balita sebagai kelompok kasus dan 20 balita sebagai kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi square serta menggunakan tabulasi silang untuk menganalisis keeratan hubungan antara dua variabel dengan melihat nilai Odds Ratio (OR).Hasil: Pada penelitian menunjukkan bahwa kecukupan energy (OR=9.333; CI=2.180-39.962), kecukupan protein (OR=7000; CI=1.739-28.174), pengetahuan ibu (OR=7000; CI=1.739-28174), pendidikan ibu (OR=22.667; CI=4.374-117.468), pendapatan keluarga (OR=13.222; CI=2.790-62.670) merupakan factor resiko terjadinya stunting, sedangkan factor lainnya dalam penelitian ini yaitu berat badan lahir rendah (BBLR) (OR=1.588; CI (0.236-10.704), Riwayat ASI (OR=0.474; CI (0.39-5.688) dan pekerjaan ibu (OR=1.238; CI=0.343-4.64) bukan merupakan factor resiko terjadinya stunting.Kesimpulan: Asupan energi dan protein yang kurang, pengetahuan ibu yang kurang, pendidikan ibu yang rendah serta pendapatan keluarga yang rendah merupakan fakor resiko terjadinya stunting pada balita usia 24-59 bulan.Saran Bagi pihak Puskesmas dan lintas sektoral yang terkait diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang kebutuhan nutrisi pada balita melalui kegiatan penyuluhan gizi yang meliputi edukasi mengenai angka kecukupan gizi pada balita sesuai umur, cara mengolah makanan yang benar, serta memberikan bantuan finansial bagi keluarga yang tidak mampu. Bagi ibu balita diharapkan dapat aktif mengikuti kegiatan posyandu supaya lebih  sering terpapar dengan informasi pemenuhan nutrisi pada balita. Kata kunci : Stunting, Factor Resiko, Balita, Simpang Ulim  
EFEKTIFITAS PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 3-6 BULAN DI POSYANDU TERATAI Desy Lutfiasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i3.659

Abstract

Kualitas tidur bayi akan mempengaruhi pertumbungan dan perkembangannya. Sehingga gangguan tidur yang terjadi pada bayi perlu mendapatkan perhatian yang serius. Salah satu cara untukmeningkatkan kualitas tidur pada bayi adalah dengan melakukan pijat bayi. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui efektifitas pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3 – 6 bulan. Rancanganpenelitian yang digunakan adalah pretest posttest one group design. Populasi yaitu seluruh ibu bayidan bayi usia 3 – 6 bulan dengan jumlah sampel sebanyak 21 bayi. Instrumen yang digunakan adalahlembar observasi. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan alpha 0,05.Hasil penelitian menunjukkan 71,4% bayi mempunyai kualitas tidur yang baik dan sebanyak 7 bayi(33,3%) bayi mengalami peningkatan kualitas tidur. Uji Wilcoxon didapatkan p value = 0,034 dimanap value < α  (0,05) berarti H0 ditolak dan H diterima artinya ada pengaruh efektifitas pijat bayiterhadap kualitas tidur bayi usia 3 – 6 bulan. Hasil penelitian dapat dijadikan rekomendasi bagi paraibu untuk dapat menggunakan pijat bayi sebagai alternatif dalam meningkatkan kualitas tidur bayisehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat dimaksimalkan
EFEK SAMPING AKSEPTOR KB SUNTIK DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) DI BPM FITRI HAYATI Fitri Yuliastuti Setyoningsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i3.2743

Abstract

ABSTRACT  Introduction : Injections is a contraceptive method that contains hormones that is injected to the body of women periodically. The Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) injections having side effects such as menstrual disorders (amenorrhea, spotting, or menorrhagia), weight gain, vaginal discharge, headaches, and nauseous vomit. The aim of this study is to describe the side effects of DMPA injections contraceptive method in Fitri Hayati private maternity clinic.  Method : The subject of this study was DMPA contraceptive acceptors who visited BPM Fitri Hayati with the total sample were 51 respondents. Variables of this study were the side effects of DMPA contraception namely menstrual disorders (amenorrhea, spotting, or menorrhagia), weight gain, vaginal discharge, headaches, and nauseous vomit. This study was conducted on September – December 2019.  Results : From the total 51 respondents, they who experienced the side effects of injections on menstrual disorders consisting of amenorrhea in the number of 31 respondents (60,8%), 17 respondents (33,3%) experienced spotting, all of the respondent (100%) were not experience menorrhagia, 18 respondents (35,3%) experienced vaginal discharge, 29 respondents (56,9%) increased their body gain, 18 respondents (35,3%) experienced dizziness / headache, and 16 respondents (31,4%) experienced nausea/vomit.   Conclusion :  The majority of DMPA injection acceptors at Fitri Hayati private maternity clinic experienced the side effects. Suggestion : Health workers are expected to be able to provide health counseling as well as information about contraceptive injection, especially the side effects that will arise from the use of DMPA contraception.   Keywords : side effects, family planning acceptors, DMPA injections  ABSTRAK  Pendahuluan: Kontrasepsi suntikan adalah alat kontrasepsi berupa cairan yang berisi hormon yang disuntikkan kedalam tubuh wanita secara periodik. Kontrasepsi Suntik DMPA ini memiliki efek samping seperti: gangguan haid (berupa amenorea, spotting atau menoragia), terjadinya kenaikan, keputihan, pusing/sakit kepala, serta mual dan muntah.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran efek samping dari KB suntik DMPA di BPM Fitri Hayati. Metode Penelitian: Subyek penelitian ini adalah akseptor KB suntik DMPA yang mengunjungi BPM Fitri Hayati dengan jumlah sampel 51 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah efek samping KB suntik DMPA yaitu amenorea, spotting, menoragia, keputihan, kenaikan berat badan, pusing atau sakit kepala serta mual/muntah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai bulan Desember 2019. Hasil penelitian: Dari 51 responden yang mengalami efek samping gangguan haid berupa amenorea yaitu sebesar 31 responden (60,8%), gangguan haid berupa spotting yaitu sebesar 17 responden (33,3%), tidak ada yang mengalami efek samping gangguan haid berupa menoragia (100%), mengalami keputihan yaitu sebesar 18 responden (35,3%) , mengalami kenaikan berat badan yaitu sebesar 29 responden (56,9%) , mengalami pusing/sakit kepala yaitu sebesar 18 responden (35,3%), mual/muntah yaitu sebesar 16 responden (31,4%).  Kesimpulan: Mayoritas akseptor KB Suntik DMPA di BPM Fitri Hayati mengalami efek samping. Saran: Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling serta informasi tentang KB suntik khususnya efek samping yang akan timbul dari pemakaian kontrasepsi suntik DMPA  Kata Kunci: Efek samping, Akseptor KB, Suntik DMPA
PERBEDAAN SIKAP TERKAIT PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA SISWA SMP DI PESANTREN DENGAN SEKOLAH NEGERI DI KOTA BOGOR Maya Astuti; Enung Harni
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v3i3.623

Abstract

Siswa sekolah menengah pertama (SMP) termasuk kelompok yang memiliki kerentanantinggi terhadap perilaku berisiko (Human Immunodeficiency Virus) HIVdan (Acquired ImmuneDeficiency Syndrome) AIDS karena mudah sekali terpengaruh dengan lingkungan sekitarnya. HIVmerupakan virus yang spesifik menyerang sistern kekebalan tubuh dan menyebabkan penyakit AIDSdan merupakan masalah kesehatan sekaligus masalah sosial.Sekolah dan tempat tinggal merupakanbagian yang penting dalam pembentukkan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisperbedaan sikap terkait pencegahan HIV/AIDS pada siswa SMP di pesantren dan sekolah negeri.Metode penelitian yaitu kuantitatif bersifat komparatif studi dengan pendekatan crosssectional, dilakukan kepada 140 responden yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu siswa SMP yangsekolah di pesantren dan sekolah negeri. Pengambilan sampel sekolah secara multistage randomsampling dan pemilihan responden ditentukan secara proportional allocation. Penelitian dilakukandari Maret–September 2016 menggunakan alat ukur kuisioner. Analisa menggunakan uji MannWhitney.Hasil penelitian menunjukkan tingkat pencapaian median sikap responden di pesantren yaitu88,40 lebih besar dibandingkan responden di sekolah negeri yaitu 78,00 dengan perbedaan yangbermakna dengan nilai p<0,001. Semua komponen penyataan sikap (tekanan teman sebaya, pantanganhubungan seksual dan penggunaan obat-obatan dan narkoba) memiliki sikap positif > 80%.Simpulan, sikap yang positif terkait pencegahan HIV/AIDS lebih banyak pada kelompokresponden di pesantren. Terdapat perbedaan sikap yang signifikan pada kedua kelompok. Diharapkansosialisasi yang komprehensif terkait pencegahan HIV/AIDS di sekolah-sekolah dengan melibatkanperan serta guru dan siswa
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN Yanti Rukmana Sari; Ike Ate Yuviska; Sunarsih Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.1726

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi sampai 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Berdasarkan persentase bayi yang mendapat ASI ekslusif di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2016 sebesar 74,9% (6.494 bayi) mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 93,8% (19.722 bayi). Hal ini berarti capaian ASI eksklusif sudah melampaui target sebesar 70%. Sedangkan pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 59,7% berarti apaian ASI eksklusif belum melampaui target sebesar 100%. Berdasarkan presurvey peneliti bulan Mei 2019 di PMB Chatarina Erna. P, Amd.Keb bahwa dari 54 orang ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dianjurkan oleh pedoman internasional yang didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI baik bagi bayi, ibu, keluarga, maupun negaraTujuan penelitian adalah diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian asi eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di PMB Chatarina Erna. P, Amd.Keb Katibung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019.Metode Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Seluruh ibu yang memiiliki bayi usia 0-6 bulan di PMB Chatarina Erna. P, Amd.Keb Katibung Kabupaten Lampung Selatan bulan Maret – Mei Tahun 2019 sebanyak 54 orang. teknik sampling yang digunakan total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian diketahui pemberian pemberian ASI Eksklusif sebanyak 20 orang (37,0%), Motivasi yang mendukung sebanyak 39 orang (72,2%), Pengetahuan kurang baik sebanyak 33 orang (61,1%). Tidak ada hubungan antara teknik menyusui dengan pemberian asi eksklusif dengan nilai p-value = 0, 364. Tidak ada hubungan antara motivasi dengan pemberian asi eksklusif dengan nilai p-value = 0, 507.Kesimpulan Ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberian asi eksklusif dengan nilai p-value = 0, 000.Saran Bagi ibu diharapkan para ibu menyusui menambah pengetahuan, wawasan dan mencari informasi yang sebanyakbanyaknya tentang cara menyusui yang benar serta meningkatkan hubungan antar individu yang nantinya bisa berbagai informasi, pengalaman serta saling mendukung dalam memberikan ASI kepada anaknya. Kata Kunci             : faktor-faktor pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan 

Page 9 of 98 | Total Record : 971


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue