cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA ISPA PADA BAYI (1-12 BULAN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJABASA INDAH BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Ana Mariza; Trisnawati Trisnawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i2.544

Abstract

Infeksi saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan satu contoh penyakit infeksi yang menular pada pernafasan dan merupakan penyakit infeksi akut menular yang masih menjadi isu kesehatan global disemua negara. Berdasarkan hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) di Provinsi Lampung tahun 2011 penyakit ISPA merupakan penyakit saluran pernafasan yang banyak diderita oleh responden (19.0%) diikuti oleh pneumonia (0.9%).Berdasarkan hasildiagnosis tenaga kesehatan Bandar Lampung menempati urutan keempat terbesar prevalensi ISPA yaitu 8,9% (2). Tujuan penelitian Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya ISPApada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Raja Basa Indah tahun 2013.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung tahun 2013 sebesar 105 orang. Besar sampelnya 58 orang. Analisa data menggunakan chi square.    .Hasil penelitian didapat Pengetahuan ibu tentang pencegahan ISPA yang kurang baik sebesar 41 orang (70,7%) dan bayi yang terkena ISPA sebesar 26bayi (63,4%). Hasil uju chi square didapat ada hubungan pengetahuan ibu tentangpencegahan ISPA dengan terjadinya ISPA pada bayi p value < ???? ( 0,038 < 0,05). Status gizi bayi yang kurang sebesar 28 orang (48,3%) dan bayi yang terkena ISPA sebesar 20 orang (71,4%). Hasil uji chi square didapat ada hubungan status gizi pada bayi dengan terjadinya ISPA p value < (0,017 < 0,05). Keberadaan anggota keluarga yang merokok kategori ada sebesar 32 orang (55,2%) dan bayi yang terkena ISPA 23 bayi (71,9%). Hasil uji chi square didapat ada hubungan keberadaan anggota keluarga yang merokok dengan terjadinya ISPA pada bayi p-value < ???? (0,04 < 0,05). Diharapkan petugas kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah dapat mensosialisasikan pentingnya pencegahan ISPA dengan cara melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Kata kunci  : ISPA, Pengetahuan, Status Gizi, Keberadaan Anggota Keluarga yang Merokok
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gizi Kurang pada Balita di Posyandu Desa Galudra Kecamatan Pondok Salam Kabupaten Purwakarta Cik Angkut
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i1.877

Abstract

Abstrak Sebagian besar ibu mempunyai balita dengan gizi baik sebesar (96,7%) responden. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, asupan makanan, paritas, penyakit infeksi, kondisi kamar tidur, lingkungan asap rokok, dan social ekonomi dengan kejadian gizi kurang pada balita di Posyandu Desa Galudra Kecamatan Pondok Salam Kabupaten Purwakarta. Desain penelitian ini analitik dengan metode cross-sectional. Penelitian dilakukan di Posyandu Desa Galudra Kecamatan Pondok Salam Kabupaten Purwakarta. Populasinya balita sebanyak 200 orang, sampel penelitiannya adalah balita sebanyak 61 orang. Variabel independent umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, asupan makanan, paritas, penyakit infeksi, kondisi kamar tidur, lingkungan asap rokok, dan social ekonomi dan variabel dependent gizi kurang pada balita. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, diolah dan di analisis dengan uji statistik dengan program SPSS 16.0 dengan p value = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 61 responden didapatkan (82%) responden berumur 17-34 th, (85,2%) responden memiliki tingkat pendidikan rendah (SMP ke bawah), (77%) responden tidak bekerja, (98,4%) responden yang bekerja memiliki paritas rendah, (62,3%) balita memiliki asupan makanan kurang, (62,3%) responden memiliki pola makan kurang, (57,4%) responden memiliki penyakit infeksi, (78,7%) responden memiliki kondisi kamar tidur baik, (80,3%) responden memiliki lingkungan asap rokok, (60,7%) responden memiliki penghasilan kurang. Kejadian gizi kurang tidak berhubungan dengan umur ibu (ρ value = 0,068), berhubungan dengan pendidikan ibu (ρ value = 0,001), berhubungan dengan pekerjaan ibu (ρ value = 0,001), berhubungan dengan paritas ibu (ρ value = 0,001), tidak ada hubungan dengan asupan makanan balita (ρ value = 0,142), tidak ada hubungan dengan pola makan balita (ρ value = 0,142), ada hubungan dengan kondisi kamar tidur (ρ value = 0,017), ada hubungan dengan lingkungan asap rokok (ρ value = 0,001), ada hubungan dengan social ekonomi (ρ value = 0,001) . Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu sebagian besar gizi balita baik.Kata Kunci : gizi, balitaKepustakaan  : 10 (2001-2008)
METODE MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA I Magfirah Magfirah; Idwar Idwar
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i4.3009

Abstract

ABSTRACT Background: Pain during childbirth is a physiological condition that is generally experienced by almost all women who give birth. This pain is a subjective experience caused by ischemia of the uterine muscle, traction of the uterine ligament, traction of the ovaries, fallopian tubes, distension of the lower part of the uterus, pelvic floor muscles and perineum. One of the non- pharmacological methods in the form of skin stimulation that can reduce labor pain and cause a relaxing effect is massage effleurage.Objective: To determine the effect of massage effleurage treatment on the intensity of pain during first stage labor in the Rantau Community Health Center, Aceh Tamiang Regency.Method: This research is a quasi experiment with a post test to control group design approach only. The sample were mothers who gave birth to the first stage of 4-8 cm opening. The number of samples was 16 respondents (8 for the treatment and 8 for the control group). The sampling technique was done by means of purposive sampling. While the data analysis used was univariate (frequency distribution) and bivariate (Independent T-Test).Results: Independent sample T-test results, in the treatment group effleurage massage treatment obtained an average value of 4.00 and control group 6.25 obtained p value of 0.031 (p≤0.05). There is a significant difference in the average intensity of stage I labor pain between the treatment group and the control group.Conclusion: There is an effect of the effleurage massage method on the intensity of the first stage labor pain. Suggestions are expected for further research to compare the two non- pharmacological methods to the intensity of scildbirth pain during the 1st stage. Keywords: Massage Flexure, Pain Intensity, and Labor Period. ABSTRAK Latar Belakang: Nyeri saat  persalinan merupakan kondisi  fisiologis yang secara umum dialami oleh hampir semua ibu bersalin. Nyeri persalinan merupakan sebuah pengalaman subjektif disebabkan oleh iskemik otot uteri, penarikan  traksi ligament uteri, traksi ovarium, tuba fallopi, distensi bagian bawah uteri, otot dasar panggul dan perineum. Salah satu metode non farmakologi dalam bentuk stimulasi kulit yang dapat menurunkan nyeri persalinan, menimbulkan efek relaksasi adalah Massage effleurage.Tujuan : Untuk mengetahui  pengaruh metode massage effleurage terhadap intensitas nyeri persalinan kala I di wilayah kerja Puskesmas Rantau Kabupaten Aceh Tamiang.Metode: Jenis penelitian quasi experiment, dengan pendekatan post test only control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin kala I pembukaan 4-8 cm. Jumlah sampel sebanyak 16 responden  (masing-masing 8 responden untuk kelompok perlakuan dan kontrol). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling.  Analisa data yang digunakan adalah univariat  (distribusi frekuensi) dan bivariat (Uji Independet T-Test).Hasil: Hasil uji Independen Sampel T-test, pada kelompok perlakuan metode massage effleurage didapatkan nilai rata-rata 4,00 dan kelompok kontrol 6,25 diperoleh nilai p sebesar 0,031 (p≤0.05). Hal tersebut terdapat perbedaan signifikan rata-rata intensitas nyeri persalinan kala I  antara kelompok perlakuan dan kontrol.Kesimpulan: Terdapat pengaruh metode massage effleurage terhadap intensitas nyeri persalinan kala I . Saran diharapkan penelitian lanjutan membandingkan dua metode non farmakologi terhadap intensitas nyeri persalinan kala I.Saran diharapkan untuk penelitian lebih lanjut untuk membandingkan dua metode non-farmakologis dengan intensitas nyeri scildbirth selama tahap pertama. Kata Kunci: Massage effleurage, Intensitas Nyeri, Persalinan
HUBUNGAN KETERPAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN EKTOPIK DI RSIA ANUGERAH MEDICAL CENTER KOTA METRO TAHUN 2016 Ani Kristianingsih; Anis Halimah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i1.641

Abstract

Kehamilan ektopik menyebabkan kematian ibu di dunia sebesar 28%, sedangkan AKI untuk  negara berkembang sebesar 239/100.000 KH.Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2013AKI di Indonesia sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Insiden kehamilan ektopik meningkatdari 1,4% menjadi 2,2% kelahiran hidup. Hasil prasurvey melalui data medical record, angka kejadiankehamilan ektopik di RSIA Anugerah Medical Centerpada tahun 2015 terdapat 112 kasus (9,02%)kehamilan ektopik dari 1.241 ibu bersalin Jenis penelitian kualitatif dengan desain analitik dan rancangan case control.Populasi padapenelitian ini adalah semua ibu bersalin yang mengalami kejadian kehamilan ektopik.Sampel kasusdalam penelitian ini berjumlah 31 ibu dengan kehamilan ektopik dan sampel kontrol juga sebanyak 31ibu bersalin.Analisis yang digunakan adalah univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariatmenggunakan uji chi square. Hasil penelitiandiketahui bahwa distribusi frekuensi keterpaparan asap rokok pada ibu hamilsebanyak 23 ibu (37,10%). Distribusi frekuensi kehamilan ektopik pada ibu hamil sebanyak 31 ibu(50%). Ada ada hubungan keterpaparan asap rokok dengan kejadian kehamilan ektopik pada ibu hamildengan nilai p value: 0,035 dengan nilai OR: 3,657.  Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada ibu hamil untuk memeriksakan rutinkehamilannya, memberikan anjuran pada anggota keluarga untuk tidak merokok di dalam rumah sertamenghindari tempat-tempat umum yang banyak terdapat perokok.
PENGARUH SENAM KEGEL TERHADAP RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALINDI BPS DESI APRI SANOPA AMD.KEB KALIANDA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2018 ledy Octaviani Iqmy; Dinda Minhayati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i2.2351

Abstract

Program kelas ibu hamil adalah salah satu bentuk pendidikan prenatal yang dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil, terjadi perubahan perilaku positif sehingga ibu memeriksakan kehamilan dan melahirkan ke tenaga kesehatan. Hasil prasurvey pada bulan maret terhadap 10 lbu hamil di Puskesmas Madukuro Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara didapatkan data sebanyak 70% tidak mengetahui manfaat senam hamil dan 100% tidak pemah melakukan senam hamil, dari pengakuan responden didapatkan bahwa aktifitas yang dilakukan hanya sebatas jalan pagi. Sebanyak 100% tidak mengetahui cara senam hamil.Tujuan penelitian diketahui pengaruh demonstrasi senam hamil terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III di Puskesmas Madukuro Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara Tahun 2018 Jenis penelitian kuantitatif denganrancangan penelitian pra-eksperimendengan design static group comprison.Populasi penelitian seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan > 36 minggu di BPS Desi Apri Sanopa Amd.KebKalianda Lampung Selatan, Dengan  sampel sebanyak 30 orang teknik sampling purposive sampling. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test). Hasil penelitian rata-rata ruptur perineum ibuyang melakukan senam kegel  adalah 0,67 dengan standar deviasi 0,617.Rata-rata ruptur perineum ibu yang tidak dilakukan senam kegel  adalah 1,20 dengan standar deviasi 0,676. Hasil analisis uji bivariat pada tabel 4.4 diatas, hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,032 (p-value < α = 0,05) yang berarti ada Pengaruh Senam Kegel Dengan Ruptur Perineum di BPS Desi Apri Sanopa Amd.Keb Kalianda Lampung Selatan Tahun 2018. Dapat menambah informasi tentang manfaat senam hamil dalam penurunan angka kematian ibu akibat perdarahan dengan penurunan robekan perineum saat persalinan. Kata kunci: Ibu hamil, Senam kegel, ruptur perineumDaftar pustaka: 32 (2007-2016)
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI, PROTEIN, LEMAK DAN PENYAKIT KARIES GIGI DENGAN STATUS GIZI SISWA-SISWI KELAS 1-3 SDN 01 KEMILING PERMAI KECAMATAN KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Sutrio Sutrio
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v2i1.567

Abstract

Anak usia sekolah adalah investasi dan kualitas bangsa di masa depan yang ditentukan oleh kualitas anak-anak saat ini. Anak usia sekolah dasar masih berada dalam rentang usia dini. Masa ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang penting bagi kehidupan seseorang. Hasil penjaringan di Sekolah Dasar sekecamatan Kemiling yang dilaksanakan oleh Puskesmas Kemiling di 13 SD/MI tahun 2014 didapatkan data status gizi siswa tertinggi dengan kategori kurus dan sangat kurus di SDN 01 Kemiling Permai yaitu 40% siswa kategori kurus, 22,9 kategori sangat kurus dengan 31,4% siswa kategori normal serta 5,7% kategori gemuk. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan asupan energi, protein, lemak dan penyakit karies gigi dengan status gizi siswa-siswi kelas 1-3 SDN 01 Kemiling Permai Tahun 2015.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1-3 SDN 01 Kemiling Permai Kota Bandar Lampung tahun 2014/2015 yang berjumlah 93 orang. Sampel dalam penelitian ini total populasi. Pengolahan data menggunakan univariat,bivariat dengan uji chi square.Dari hasil penelitian analisa bivariat didapat p value < 0,05 ada hubungan antara asupan energi, asupan protein dan asupan lemak dengan status gizi siswa-siswi SDN 01 Kemiling Permai Tahun 2015 dan didapat pula p value > 0,05 tidak ada hubungan antara penyakit karies gigi dengan status gizi siswa-siswi SDN 01 Kemiling Permai Tahun 2015.Disarankan untuk melakukan penyuluhan rutin di sekolah tentang gizi seimbang, meningkatkan peran serta siswa-siswi, guru dan orang tua dalam menumbuhkan kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat serta meningkatkan efektifitas program usaha kesehatan sekolah dalam mencegah masalah kekurangan gizi dan penyakit karies gigi. Kata kunci       : Status Gizi,  Asupan Enegi, Asupan Protein, Asupan Lemak, Penyakit Karies Gigi
PERBEDAAN PEMBERIAN TABLET FE DENGAN JUS JERUK DAN TABLET FE DENGAN VITAMIN C TERHADAP KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER II sunarsih sunarsih; Soraya Putri; Neneng Siti Lathifah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i2.1265

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang:Prevalensi anemia pada kehamilan di Provinsi Lampung adalah tertinggi dipulau sumatera. Tingginya jumlah anemia di Provinsi Lampung adalah sebesar 69,7% angka tersebut lebih tinggi dari angka anemia gizi nasional yaitu sebesar 63%.Tujuan:diketahui ada Perbedaan Pemberian Tablet Fe Dengan Jus Jeruk Dan Tablet Fe Dengan Vitamin C Terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin Pada Ibu  Hamil Trimester II di  BPM Z Bandar Lampung Tahun 2018.Metode: Jenis Penelitian Kuantitatif, rancangan penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan two group pretest posttest design. Populasi  sebanyak 42 ibu hamil. Sampel yaitu sebanyak 30 ibu hamil, dimana 15 ibu hamil diberikan perlakuan dengan menggunakan tablet FE + jus jeruk dan 15 orang diberikan perlakuan dengan  tablet  FE  + Vitmin  C.  Dengan  teknik  sampling  menggunakan  purposive sampling. Analisa data dengan uji T-test.Hasil: Rata-rata   kadar   hemoglobin   pretest   pada kelompok intervensi sebesar 9.27gr/dl, rata-rata kadar hemoglobin posttest kelompok intervensi sebesar 9.67gr/dl, rata-rata kdar hemoglobin pretest kelompok kontrol sebesar9.33gr/dl, rata-rata kadar hemoglobin posttest kelompok kontrol sebesar 10.07gr/dl, Diketahui ada Perbedaan Pemberian Tablet Fe Dengan Jus Jeruk Dan Tablet Fe Dengan  Vitamin  C  Terhadap  Kenaikan  Kadar  Hemoglobin  Pada  Ibu  HamilTrimester II di BPM Z Bandar Lampung Tahun 2018. Hasil uji t- test didapat p value 0,000 < α (0,05).Simpulan: Diketahui Perbedaan Pemberian Tablet Fe Dengan Jus Jeruk Terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester II  dengan uji t didapat (p value 0,009 < a 0.05). Kata Kunci: Vitamin C, Jus Jeruk, Tablet FE, kadar hemoglobin
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR PADA IBU MENYUSUI EKSKLUSIF TERHADAP KENAIKAN BERAT BAYI 0 – 5 BULAN Ratna Dewi Putri; Fitria Fitria
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.3470

Abstract

Latar Belakang : Kebutuhan gizi ibu menyusui meningkat dibandingkan dengan tidak menyusui dan masa kehaABSTRACT THE EFFECT OF MORINGA LEAVES EXTRACT ON EXCLUSIVE BREASTFEEDING MOTHER ON INFANT WEIGHT INCREASE IN 0 - 5 MONTHS  Background: The nutritional needs of breastfeeding mothers are increased compared to non-breastfeeding and during pregnancy. Efforts to achieve optimal infant nutrition until they reach six months of age can only be done through improving maternal nutrition. This illustrates that the food consumed by breastfeeding mothers greatly affects the production of breast milk. Moringa leaves are a food ingredient that has a lactogenic effect because they contain phytosterols. National exclusive breastfeeding coverage has only reached 65.16%, while exclusive breastfeeding coverage in Lampung province is 67.01% (Indonesian Ministry of Health 2018). Even though it has exceeded the national coverage, it is still low compared to the target target of 80%. Meanwhile, in Bandar Lampung City, in 2018, exclusive breastfeeding coverage was 44.5%. PWS KIA, Kebun Ginger Health Center, Bandar Lampung City, showed that from January to July 2019 there were 12,72% babies under 6 months did not get optimal weight gain.Purpose : To determine the effect of Moringa leaf extract on exclusive breastfeeding mothers on weight gain of infants 0-5 months at the Kebon Jahe Community Health Center in Bandar Lampung in 2020 Method: Quantitative research with a two group pretest-posttest design research method. The population was exclusively breastfeeding mothers, a sample of 32 mothers was divided into two groups. 16 breastfeeding mothers were given Moringa leaf extract and 16 breastfeeding mothers were given placebo, using purposive sampling technique. Data analysis was performed using statistical tests using independent t test and paired T test. Results: The average body weight in the group given Moringa leaves increased from 5012 grams to 5765.25 grams, while the group given katuk leaf extract increased from 4962 grams to 6040.62 grams. The results of the independent T test obtained a p-value of 0.556 (p value> 0.05), this means that statistically there is no difference in the two groups. Pairwise difference test results obtained p-value 0.000 (pvalue <0.05). Conclusion: there is no difference in the effect of giving Moringa leaf extract and Katuk leaf (placebo) on weight gain in infants. There were differences in body weight before and after giving Moringa leaf extract and placebo. Moringa leaves have the same effectiveness in increasing baby weight.Suggestion Based on the research results, the researchers suggest consuming a variety of foods that contain lactagogic effects such as Moringa leaves and Katuk leaves to help breast milk production. Midwives can provide health education during antenatal care regarding nutritional fulfillment with various types of food sources available, especially those containing lactagogum to increase breast milk production. Keywords: breastfeeding, weight, moringa leaves ABSTRAK Latar Belakang : Kebutuhan gizi ibu menyusui meningkat dibandingkan dengan tidak menyusui dan masa kehamilan. Upaya pencapaian gizi bayi optimal hingga mencapai usia enam bulan hanya dapat dilakukan melalui perbaikan gizi ibu. Hal ini menggambarkan bahwa makanan yang dikonsumsi ibu menyusui sangat berpengaruh terhadap produksi ASI. Daun Kelor merupakan salah satu bahan makanan yang memiliki efek laktogogum karena mengandung fitosterol. Cakupan ASI eksklusif nasional baru mencapai 65,16 %, sedangkan cakupan ASI eksklusif di propinsi lampung sebesar 67,01 % (Kemenkes RI 2018). Meskipun telah melampaui cakupan nasional namun masih rendah dibandingkan target sasaran sebesar 80%. Sementara di Kota Bandar Lampung Tahun 2018 cakupan ASI  eksklusif  sebesar 44,5% PWS KIA Puskesmas Kebun Jahe Kota Bandar Lampung menunjukkan dari Januari sampai Juli 2019 terdapat 12,72 %  bayi dibawah 6 bulan yang  tidak mengalami kenaikan berat badan optimal.Tujuan penelitian : Diketahui pengaruh ekstrak daun kelor kepada ibu menyusui eksklusif  terhadap kenaikan berat badan bayi 0-5 bulan di Puskesmas Kebon Jahe Bandar Lampung tahun 2020.Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian metode two group pretest-posttest design. Populasi adalah ibu menyusui eksklusif, sampel 32 ibu terbagi menjadi dua kelompok 16 ibu menyusui diberi ekstrak daun kelor dan 16 ibu menyusui diberikan placebo, teknik sampling purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik menggunakan uji t independent dan uji T berpasangan.Hasil penelitian : rata rata berat badan pada kelompok yang diberi daun kelor mengalami peningkatan dari 5012 gram menjadi 5765,25 gram sedangkan pada kelompok yang diberikan ektrak daun katuk mengalami peningkatan 4962 gram menjadi 6040,62 gram. Hasil uji T independent diperoleh nilai p-value sebesar 0,556 (p value > 0,05) hal ini bermakna bahwa secara statistik tidak ada perbedaan pada kedua kelompok. Hasil uji beda berpasangan diperoleh hasil pvalue 0,000 (pvalue < 0,05)Kesimpulan              : tidak ada perbedaan pengaruh pemberian ekstrak daun kelor dan daun katuk (placebo) terhadap kenaikan berat badan bayi. Ada perbedaan berat badan sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun kelor dan placebo. Daun kelor memiliki efektifitas yang sama dalam meningkatkan berat badan bayi.Saran Berdasarkan hasil penelitian peneliti menyarankan untuk mengkonsumsi ragam makanan yang mengandung efek laktagogum seperti daun kelor dan daun katuk untuk membantu produksi ASI. Tenaga kesehatan khusus nya Bidan dapat memberikan pendidikan kesehatan selama antenatal care tentang pemenuhan gizi dengan beragam jenis sumber makanan yang tersedia khususnya yang mengandung laktagogum untuk meniningkatkan produksi ASI. Kata Kunci: daun kelor, bayi, berat badan, ASImilan. Upaya pencapaian gizi bayi optimal hingga mencapai usia enam bulan hanya dapat dilakukan melalui perbaikan gizi ibu. Hal ini menggambarkan bahwa makanan yang dikonsumsi ibu menyusui sangat berpengaruh terhadap produksi ASI. Daun Kelor merupakan salah satu bahan makanan yang memiliki efek laktogogum karena mengandung fitosterol. Cakupan ASI eksklusif nasional baru mencapai 65,16 %, sedangkan cakupan ASI eksklusif di propinsi lampung sebesar 67,01 % (Kemenkes RI 2018). Meskipun telah melampaui cakupan nasional namun masih rendah dibandingkan target sasaran sebesar 80%. Sementara di Kota Bandar Lampung Tahun 2018 cakupan ASI  eksklusif  sebesar 44,5% PWS KIA Puskesmas Kebun Jahe Kota Bandar Lampung menunjukkan dari Januari sampai Juli 2019 terdapat 220 bayi dibawah 6 bulan dengan 28 diantaranya tidak mengalami kenaikan berat badan yang optimal.Tujuan penelitian : Diketahui pengaruh ekstrak daun kelor kepada ibu menyusui eksklusif  terhadap kenaikan berat badan bayi 0-5 bulan di Puskesmas Kebon Jahe Bandar Lampung tahun 2020Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian metode two group pretest-posttest design. Populasi adalah ibu menyusui eksklusif, sampel 32 ibu terbagi menjadi dua kelompok 16 ibu menyusui diberi ekstrak daun kelor dan 16 ibu menyusui diberikan placebo, teknik sampling purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik menggunakan uji t independent dan uji T berpasangan. Hasil penelitian : rata rata berat badan pada kelompok yang diberi daun kelor mengalami peningkatan dari 5012 gram menjadi 5765,25 gram sedangkan pada kelompok yang diberikan ektrak daun katuk mengalami peningkatan 4962 gram menjadi 6040,62 gram. Hasil uji T independent diperoleh nilai p-value sebesar 0,556 (p value > 0,05) hal ini bermakna bahwa secara statistik tidak ada perbedaan pada kedua kelompok. Hasil uji beda berpasangan diperoleh hasil pvalue 0,000 (pvalue < 0,05) Kesimpulan    : tidak ada perbedaan pengaruh pemberian ekstrak daun kelor dan daun katuk (placebo) terhadap kenaikan berat badan bayi. Ada perbedaan berat badan sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun kelor dan placebo. Daun kelor memiliki efektifitas yang sama dalam meningkatkan berat badan bayi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG DISMENORE DENGAN PERILAKU PENCEGAHANNYA PADA REMAJA PUTRI KELAS X DAN XI DI SMA GAJAH MADA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Vida Wira Utami; Meta Prastika
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i1.535

Abstract

Dismenore adalah nyeri pada saat menstruasi pada perut bagian bawah dan pinggang yang banyak dialami oleh wanita. Berdasarkan hasil pra survey terhadap 15 orang siswi di SMA Gajah Mada Bandar Lampung 8 orang diantaranya mengalami dismenore saat haid dan hanya 4 orang yang mengetahui tentang nyeri haid dengan pengetahuan yang minim  serta cara mengatasinya hanya dengan mengoleskan minyak kayu putih pada bagian perut, istirahat di KKS ataupun langsung meminum obat penghilang nyeri yang diberikan oleh petugas KKS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang dismenore dengan perilaku pencegahannya pada remaja putri kelas X dan XI di SMA Gajah Mada Bandar Lampung tahun 2014.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional menggunakan data primer. Populasi penelitian adalah seluruh sisiwi kelas X dan XI yang berjumlah 173 siswi dan sampel yang di ambil 120 responden dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner dengan analisa data menggunakan uji Chi Square.Hasil analisis univariat didapatkan pengetahuan tentang dismenore dalam kategori baik 68 (56,7%) responden, dan perilaku pencegahan dismenore dalam kategori positif 64 (53,3%). Hasil analisa bivariat diperoleh P value lebih 0,00 lebih kecil dari nilai α = 0,05, berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang dismenore dan perilaku pencegahan dismenore. Dan OR (95%CI) didapatkan 5,400. Saran penelitian ini adalah bagi remaja putri yang mengalami dismenore diharapkan dapat mengatasi dismenore dengan teknik relaksasi, hipnoterapi ataupun alternatif pengobatan. Kata Kunci : Pengetahuan, Dismenore, Perilaku
PENGARUH AIR REBUSAN KUNYIT ASAM TERHADAP NYERI DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI SMA BUDAYA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2018 Rosmiyati Rosmiyati Rosmiyati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i4.990

Abstract

Di Indonesia angka kejadian dismenorea mencapai 60-70%, yang mana Angka kejadian dismenorea tipe  primer  di Indonesia  adalah  sekitar  54,89%,  sedangkan  sisanya  45,11%  adalah  tipe  sekunder.   Di Provinsi Lampung angka kejadian dismenorea  cukup tinggi, hasil penelitian didapatkan sebanyak 54,9% wanita mengalami dismenorea. Tujuan penelitian ini diketahuinya  pengaruh air rebusan Kunyit Asam terhadap nyeri Dismenorea pada remaja putri di SMA Budaya Bandar Lampung Tahun 2018.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan one group pre-post test design. Populasi penelitian adalah siswi yang berjumlah 46 responden, sedangkan sampel penelitian berjumlah 22 dengan menggunakan purposive sampling. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji –t dependen.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skala nyeri haid sebelum pemberian air rebusan kunyit asam di SMA Budaya Bandar Lampung tahun 2018  adalah 5,59 kemudian sesudah adalah 1,50. Hasil p- value diperoleh 0,000, maka dapat disimpulkan ada pengaruh air rebusan kunyit asam terhadap nyeri dismenorea pada remaja putri di SMA Budaya Bandar Lampung tahun 2018. Saran dalam penelitian ini bagi siswi agar dapat memanfaatkan air rebusan kunyit asam untuk mengurangi nyeri haid (dismenore) sebagai salah satu cara non farmakologis yang aman dan mudah untuk didapatkan dirumah. Kata Kunci       : Air Rebusan Kunyit Asam, Nyeri Dismenorea

Page 8 of 98 | Total Record : 971


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue