cover
Contact Name
Supriyadi
Contact Email
jurnalindustriunsera@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalindustriunsera@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya
ISSN : 2407781X     EISSN : 26552655     DOI : -
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya, dengan nomor terdaftar ISSN 2407-781X (Print) dan 2655-2655 (online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Sudi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Serang Raya. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian di bidang Teknik Industri yang diterbitkan dua kali setahun. Ruang lingkup Ilmu mencakup Riset Operasi, Sistem Manufaktur, Manajemen Industri, Ergonomi dan Sistem Kerja, Logistik dan Manajemen Rantai Pasokan, dan studi ilmiah lainnya sesuai dengan bidang lingkup penelitian Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
Penentuan Jumlah Kebutuhan Bahan Baku Berdasarkan Distribusi Barang Ideal di IKM Tepung Tapioka Kabupaten Bogor Agung Prayudha Hidayat; Sesar Husen Santosa; Ridwan Siskandar
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 8 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v8i1.4400

Abstract

Ketidakpastian waktu produksi tepung tapioka menjadi penghambat dalam memenuhi permintaan konsumen dikarenakan ketersediaan bahan baku singkong yang tidak memadai. Sistem integrasi dari hulu hingga akhir dengan memperhatikan aktivitas rantai pasok menjadi solusi untuk mengetahui kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan aspek hulu rantai pasok dengan menentukan kapasitas kebutuhan singkong yang optimal berdasarkan jumlah distribusi tepung tapioka yang ideal sebagai dasar keputusan bagi pihak IKM tepung tapioka di dalam melakukan pemesanan bahan baku singkong dan proses produksi tepung tapioka. Pendekatan yang digunakan dengan pendekatan statistik berupa model persamaan regresi dan pendekatan simulasi dengan metode simulasi monte carlo. Hasil penelitian menunjukkan simulasi jumlah distribusi tepung tapioka yang optimal sebesar 1.581 Kg. Hasil ini di masukkan ke dalam model regresi untuk mendapatkan jumlah kebutuhan singkong yang optimal. Model kebutuhan bahan baku singkong yang optimal (Y) = -818+ 5,36X (1.581 Kg) = 7.656 Kg. Hal ini menjadi dasar pengambilan keputusan bagi pihak IKM tepung tapioka di dalam merencanakan kapasitas kebutuhan singkong serta pengelolaan sumberdaya perusahaan dalam melakukan proses produksi tepung tapioka.
Analisis Cost of Poor Quality Proses Painting Produk Pan Oil TD Casban Casban; Shodiq Rahma Zulfikar
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 8 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v8i1.4458

Abstract

Proses painting pembuatan produk pain oil TD banyak mengalami cacat, sehingga diperlukan pengerjaan ulang dengan melakukan repainting untuk memperbaiki cacat dan ketidaksesuaian kualitas produk. Untuk mengurangi kerugian perusahaan, maka perlu melakukan evaluasi biaya perbaikan kualitas dalam tahapan proses produksi. Tujuan penelitian adalah menghitung cost of poor quality (COPQ) dan menentukan peta kendali kualitas produk pan oil TD dalam proses painting. Desain penelitian deskriptif eksploratif untuk menggambarkan pengendalian kualitas yang berhubungan dengan proses painting. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif untuk menjelaskan cacat yang terjadi dalam proses painting secara keseluruhan dan melakukan perhitungan biaya repair, biaya scrap dan COPQ. Perhitungan COPQ berdasarkan perhitungan biaya scrap dan biaya repair. Batas kendali produk yang cacat berdasarkan perhitungan central line, upper control limit dan lower control limit. Hasil perhitungan nilai COPQ dalam periode bulan Juni, Juli dan Agustus sebesar Rp 4.468.872. dengan nilai proporsi jumlah produk yang cacat pada bulan Juni sebesar 0,037, Juli sebesar 0,046, dan Agustus sebesar 0,051. Peta kendali kualitas nilai CL sebesar 0,045, nilai UCL sebesar 0,051 dan nilai LCL sebesar 0,039. Nilai proporsi lebih kecil dari nilai UCL. Nilai COPQ masih dalam batas kendali.
Analisis Perbaikan Kualitas Layanan Bluemoon Container Café: Model Integrasi Analisis Sentimen dan Quality Function Deployment Nadya Juliana Bano; Ronald Sukwadi; Arum Park
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 8 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v8i1.4569

Abstract

Maraknya penggunaan internet menjadikan online reviews sebagai salah satu media bagi konsumen untuk mengungkapkan pengalamannya. Untuk meningkatkan kualitas layanan, pemilik bisnis perlu melakukan evaluasi dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan. Penggunaan media sosial sebagai alat untuk riset dan pengembangan produk mencapai sebesar 76,1% dari total pengguna internet usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati hubungan antara kebutuhan pelanggan yang didapatkan dari online reviews dengan kualitas layanan dari coffee shop serta memberikan usulan perbaikan bagi coffee shop. Berdasarkan online reviews Zomato dan Google yang diolah dengan menggunakan metode sentiment analysis Naïve-Bayes Classifier, maka akan didapatkan voice of the customer yang menjadi input dalam metode pengembangan kualitas layanan Quality Function Deployment. Bluemoon Container Café menjadi studi kasus dalam penelitian ini untuk dilakukan perbaikan dan pengembangan. Dari hasil penelitian ini, didapatkan 5 rekomendasi perbaikan dan pengembangan terhadap Bluemoon Container Café, yaitu memberikan pengembangan pelatihan (on the job training), menyediakan formulir check-list untuk setiap pengendalian mutu, bekerja sama dengan UMKM lokal untuk menghadirkan berbagai cemilan, menyediakan hand sanitizer di setiap meja, serta melakukan evaluasi secara berkala.
Perancangan Strategi Pemasaran Menggunakan Metode SWOT dan QSPM untuk Meningkatkan Penjualan Beras Muhammad Jihad Akbar; Qurtubi Qurtubi; Meilinda Fitriani Nur Maghfiroh
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 8 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v8i1.4595

Abstract

Salah satu komoditas pangan yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia adalah beras. PT.XYZ merupakan perusahaan yang fokus dalam peningkatan produksi, kualitas serta pemerataan distribusi beras di Indonesia. Banyaknya kompetitor swasta yang tidak terikat dengan pemerintah menjadi sebuah tantangan bagi perusahaan untuk dapat bersaing dalam memasarkan produk berasnya. Penelitian ini mengambil studi kasus pada salah satu cabang perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal serta membuat rekomendasi strategi untuk perbaikan pemasaran pada perusahaan dengan metode analisis SWOT dan QSPM. Hasil analisis SWOT menunjukkan perusahaan berposisi pada kuadran III dan disarankan mengubah strategi pe­masa­ran yang telah ada. Berdasarkan matriks weaknesses – opportunity. Alternatif strategi yang ada dianalisis menggunakan QSPM. Skor TAS tertinggi pada analisis matrix QSPM sebesar 3,75. Strategi yang terpilih adalah membuat strategi promosi yang unik untuk menarik minat masyarakat ditengah harga pasar yang tinggi.
Perspektif Resiliensi Rantai Pasok Wisata Religi di Gresik Eko Budi Leksono
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 8 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v8i1.4620

Abstract

Kabupaten Gresik dikenal sebagai Kota industri sekaligus Kota santri. Sebutan Kota santri disebabkan banyak berdiri pondok pesantren dan terdapat 2 (dua) makam Walisongo, yaitu para ulama yang dahulu menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, yaitu Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri. Disamping kedua makam wali, terdapat juga beberapa makam tokoh Islam yang saat ini banyak diziarahi oleh wisatawan lokal, nasional bahkan internasional. Aktivitas ziarah ini diistilahkan wisata religi. Pada saat pendemi Covid-19, jumlah wisatawan religi menurun, Hal ini berdampak negatif bagi banyak pihak, seperti pemerintah daerah, pengelola makam, pedagang makanan minuman dan cenderamata, penyedia transportasi lokal dan akomodasi. Para pihak ini merupakan aktor rantai pasok dari wisata religi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan rantai pasok wisata religi di Gresik sehingga para aktornya dapat mengantisipasi dan lebih tahan terhadap gangguan yang terjadi pasca pandemi. Metode yang dipakai dalam artikel ini adalah observasi langsung yang diperkuat dengan kajian literatur guna mengidentifikasi strategi resiliensi berdasarkan indikator kinerja dari 3 (tiga) fase resiliensi: antisipasi dengan indikator visibility, resistensi dengan indikator flexibility, redundancy, collaborative, robustness dan agility serta respon dan pemulihan dengan indikator information sharing. Jika strategi resiliensi diterapkan maka semua aktor sudah siap dan tangguh untuk menghadapinya sesuai fase-fase resiliensi yang meliputi antisipasi, resistensi, serta respon dan pemulihannya.
Penilaian Risiko K3 pada Pengaliran BBM ke Tangki Timbun dengan Menggunakan Metode HAZOP dan FTA Nadhira Anly Cantika; Lina Dianati Fathimahhayati; Theresia Amelia Pawitra
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 8 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v8i1.4640

Abstract

Bahan bakar yang ada di PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI Fuel Samarinda didapatkan langsung dari dari PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region V Fuel Pertamina Balikpapan yang didistribusikan melalui jalur transportasi laut dengan menggunakan kapal pengangkut. Selama pengaliran BBM berlangsung, terdapat potensi risiko yang timbul dan dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi risiko yang terjadi selama pengaliran BBM, menentukan level risiko dan akar penyebab risiko, serta memberikan usulan perbaikan yang tepat. Pada penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode HAZOP dan FTA. Jenis penelitian adalah semi kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa wawancara terhadap divisi HAZOP & FTA. Rancangan penelitian dengan menggunakan observasi lapangan terlebih dahulu sebelum dilakukan wawancara. Data yang digunakan selama penelitian berupa data risiko yang muncul, deviasi, cause, consequence dan safeguard dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara. Metode HAZOP digunakan untuk mengidentifikasi risiko, deviasi, consequence, serta level risiko dari kegiatan yang dilakukan selama pengaliran BBM. Level risiko tinggi & ekstrim ditindaklanjuti dengan metode FTA (Fault Tree Analysis) untuk mengetahui akar masalah terjadinya risiko sehingga dapat memberikan rekomendasi perbaikan yang sesuai. Analisis HAZOP menunjukkan identifikasi risiko sebanyak 47 risiko, dimana 53,20% untuk risiko rendah, 38,30% untuk risiko sedang, 4,25% untuk risiko tinggi dan 4,25% untuk risiko ekstrim. Hasil FTA menunjukkan terdapat 15 akar masalah terjadinya risiko dan rekomendasi perbaikan diberikan berdasarkan akar masalah yang terjadi selama pengaliran berlangsung.
Implementasi Lean Six Sigma untuk Meminimasi Waste Proses Produksi Obat Nyamuk Bakar Muhammad Abdul Hafizh; Rony Prabowo
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 9 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v9i1.4583

Abstract

Problematika yang menjadi dasar penelitian ini dilakukan adalah munculnya indikasi waste yang disebabkan dari bottleneck pada aliran proses produksi, sehingga menghambat produk menuju proses selanjutnya. Level bottlenck yang terjadi yaitu 40% yang melebihi dari ketentuan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menidentifikasi waste yang terjadi pada alur proses produksi dan diharapkan dapat mengetahui performansi produksi perusahaan berdasarkan level sigma, serta memberikan solusi alternatif untuk meminimasi atau mengeliminir waste yang mampu meningkatkan kualitas proses produksi. Metodologi yang digunakan untuk memecahkan permasalahan adalah Lean Six Sigma. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa waste dengan tingkat tinggi yaitu waste of defect dengan skor 4,25 dan waste of motion dengan skor 4. Efisensi proses produksi pada perusahaan sebesar 58,49% pada kondisi eksisting. Nilai sigma pada kondisi eksisting dari kategori cacat kritis dengan nilai 3,8, untuk cacat mayor diperoleh nilai sigma 4,1 dan minor dengan nilai sigma 4,5. Solusi perbaikan untuk mereduksi waste dan probabilitas terjadinya defect pada alur proses produksi yaitu dengan melakukan set up mesin secara optimal dan memberikan form check list untuk setiap tahapan set up yang telah dikerjakan dan memberikan training kepada para pekerja serta melakukan assesment kinerja karyawan.
Penerapan Metode Six Sigma dan Failure Mode Effect Analysis untuk Perbaikan Pengendalian Kualitas Produksi Gula Putri Sausan Kis Hanifah; Irwan Iftadi
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 8 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v8i2.4655

Abstract

PG Madukismo sebagai salah satu pabrik gula di Indonesia dalam proses produksinya masih ditemukan sebagian produk gula yang cacat. Produk cacat tersebut merugikan perusahaan karena menyebabkan pemborosan biaya dan waktu produksi. Produk gula cacat yang diolah kembali dapat mengurangi komposisinya terutama zat-zat yang bermanfaat untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan pengendalian kualitas untuk meningkatkan kualitas produksi gula dan meminimalisasi terjadinya produk cacat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode six sigma yang terdiri dari lima tahap yaitu tahap define, measure, analyze, improve, dan control. Tahap define bertujuan mengidentifikasi alur proses produksi. Tahap measure dilakukan perhitungan tingkat pengendalian produk cacat. Tahap analyze bertujuan menganalisis penyebab produk cacat. Tahap improve meng­gunakan metode FMEA untuk mengidentifikasi mode kegagalan penyebab produk cacat dan usulan perbaikan. Tahap control bertujuan meng­implementasikan tindakan perbaikan dan melakukan pengawasan proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mode kegagalan kualitas tebu tidak sesuai standar memiliki nilai RPN paling besar yaitu 168. Tindakan yang disarankan untuk memperbaiki pengendalian kualitas produksi gula adalah meningkatkan pengecekan kualitas tebu, meningkatkan ketelitian dalam pembersihan tebu sebelum digiling dan menentukan jumlah batas maksimal proporsi cacat per hari.
Implementasi Pendekatan DMAIC untuk Quality Improvement pada Industri Manufaktur Kereta Api Fredy Sumasto; Putra Satria; Emi Rusmiati
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 8 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v8i2.4734

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencapai pengurangan biaya dan peningkatan kualitas di Industri Manufaktur Kereta Api dengan menerapkan tahap define, measure, analyze, improve and control (DMAIC) dari Six Sigma. Penerapan metode DMAIC dilakukan di sebuah perusahaan manufaktur komponen kereta api di Indonesia yang memproduksi Single Part Side Frame sebagai objek penelitian. Penyebab dari tingginya cacat produk diketahui pada tahap define. Pada tahap measure, detail dari data lapangan dikumpulkan dan level sigma ditentukan. Penelitian ini menggunakan diagram fishbone untuk mengetahui penyebab permasalahan yang terjadi dan dianalisis sehingga diketahui bahwa permasalahan material terjadi akibat penyimpanan material pada ruang terbuka yang meningkatkan potensi korosi pada material baja ST52. Hasil dari analisis solusi permasalahan menggunakan metode 5W+2H didapatkan solusi untuk perbaikan penyimpanan material dan layout penyimpanan material. Selain itu, perbaikan juga dinilai dari tingkat korosi material pada sebelum dan sesudah perbaikan berdasarkan kandungan kimia material baja ST52. Perbaikan dengan menggunakan pendekatan DMAIC ini perlu dilakukan pada tahap improve agar dapat melakukan perbaikan secara terus menerus. Hasil dari penelitian mampu menurunkan tingkat korosi berdasarkan peningkatan level sigma dari 0,66 menjadi 2,40 dan cost of quality yang signifikan sebesar Rp. 39.100.000.
Penerapan Metode Min-Max untuk Minimasi Stockout dan Overstock Persediaan Bahan Baku Nur Layli Rachmawati; Mutiara Lentari
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 8 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v8i2.4735

Abstract

Persediaan merupakan investasi bagi perusahaan, termasuk juga persediaan barang jadi di perusahaan manufaktur. Beberapa permasalahan persediaan yang sering terjadi adalah adanya overstock, stockout, dan perencanaan pengendalian persediaan yang belum direncanakan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja pengendalian persediaan di perusahaan manufaktur spare parts Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang berbasiskan di Indonesia. Pada penelitian ini metode Min-Max diimplementasikan pada dua jenis produk, yakni O-ring dan Diaphragm Retainer sehingga perusahaan dapat menentukan kebijakan persediaan yang efektif dengan menetapkan jumlah safety stock, minimum stock, maximum stock, order quantity, dan reorder level untuk menghindari adanya stockout dan overstock. Penelitian ini diawali dengan pemilihan spare part dengan mempertimbangakan data historis permintaan, kemudian menghitung rata-rata kebutuhan, safety stock, minimum stock, maximum stock, order quantity, dan reorder level. Setelah itu hasil perhitungan dibandingkan dengan kebijakan persediaan eksisting perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode min-max dapat diimplemen­tasikan untuk menghindari stockout dan overstock. Metode Min-Max dapat menurunkan persediaan akhir O-Ring sebesar 33,9 kali dari kondisi eksisting, sedangkan persediaan akhir Diaphragm Retainer mengalami perbaikan rasio stockout dibandingkan safety stock sebesar 56,85%.