cover
Contact Name
Supriyadi
Contact Email
jurnalindustriunsera@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalindustriunsera@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya
ISSN : 2407781X     EISSN : 26552655     DOI : -
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya, dengan nomor terdaftar ISSN 2407-781X (Print) dan 2655-2655 (online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Sudi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Serang Raya. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian di bidang Teknik Industri yang diterbitkan dua kali setahun. Ruang lingkup Ilmu mencakup Riset Operasi, Sistem Manufaktur, Manajemen Industri, Ergonomi dan Sistem Kerja, Logistik dan Manajemen Rantai Pasokan, dan studi ilmiah lainnya sesuai dengan bidang lingkup penelitian Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
Penilaian Risiko Eksternal (Market dan Lingkungan) Berdasarkan Kerangka ISO 31000: 2018 yang Terintegrasi ISO 9001: 2015 Erik Nurhadi; Endang Chumaidiyah; Luciana Andrawina
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 9 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v9i1.5430

Abstract

Pengelolaan risiko pasar sangat erat hubungannya dengan fakta bahwa penjualan sangat bergantung pada bisnis industri tekstil yang dinamis seperti pengaruh lingkungan, dan segmentasi pasar yang berubah-ubah. Kebijakan pemerintah dalam tata ruang daerah, mengharuskan perusahaan untuk lebih fokus dalam pengelolaan risiko lingkungan karena tempat berdirinya perusahaan beririsan dengan wilayah-wilayah non pollutant. PT XYZ telah menerapkan sistem manajemen mutu yang berbasis pengelolaan risiko ISO 9001:2015, dengan menggunakan metode ISO 31000:2018 diharapkan proses dapat terintegrasikan dengan sistem yang ada dan dapat dibuat dalam satu kerangka. Variabel risiko yang akan diidentifikasi yaitu risiko eksternal berupa risiko pasar dan risiko lingkungan. Proses perancangan manajemen risiko mengacu pada framework ISO 31000:2018 yaitu konteks organisasi, iden­tifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko dan respon risiko berupa pemetaan risiko berdasarkan tingkatannya dan mitigasi risiko. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, teridentifikasi 40 risiko yang terdiri dari 14 risiko yang teridentifikasi sebagai risiko pasar dan 26 risiko yang teridentifikasi sebagai risiko Lingkungan. Dari penilaian untuk masing-masing risiko diperoleh hasil bahwa 21 risiko adalah risiko tinggi, 18 risiko sedang, dan 1 risiko rendah. Tindakan mitigasi telah dirancang untuk setiap risiko berdasarkan Evaluasi risikonya untuk mengurangi tingkat probabilitas dan tingkat keparahan risiko tersebut.
Analisis Pengaruh Beban Kerja terhadap Tingkat Kelelahan Pekerja Industri Rumah Tangga Keripik Tempe Irvan Maulana; Wahyu Widhiarso; Grita Supriyanto Dewi
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 9 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v9i1.5619

Abstract

Industri Rumah Tangga Wijaya Kusuma merupakan industri kecil yang bergerak di bidang makanan kecil dengan memproduksi keripik tempe. Secara keseluruhan dalam proses produksi keripik tempe masih menggunakan tenaga manusia yang mengandalkan kinerja tangan dengan pergerakan yang ber­ulang-ulang sehingga mengakibatkan terjadinya keluhan pasca kerja. Postur kerja dengan kepala yang menunduk dalam posisi duduk yang membungkuk menimbulkan keluhan atau gejala pasca kerja, seperti sakit dibagian leher, bahu, punggung dan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban kerja dan tingkat kelelahan yang diterima pekerja serta mengetahui hubungan diantara keduanya. Metode yang digunakan adalah %CVL untuk mengklas­ifikasikan beban kerja melalui denyut nadi pekerja dan kuesioner SSRT untuk mengukur tingkat kelelahan pekerja melalui penilaian subjektif. Pengukuran beban kerja dan tingkat kelelahan dilakukan pada 10 responden. Berdasarkan perhitungan didapatkan beban kerja dengan kategori tidak terjadi kelelahan adalah 6 orang dan pekerja dengan kategori dianjurkan perbaikan tidak mendesak adalah 4 orang. Tingkat kelelahan yang dialami 10 orang pekerja termasuk kelelahan kerja sedang. Dari uji Pearson Correlations diperoleh nilai correlation coefficient sebesar 0,732 yang menunjukkan ada hubungan kuat beban kerja dengan tingkat kelelahan pekerja Industri Rumah Tangga Keripik Tempe.
Perancangan Desain Kemasan Makanan Khas Daerah Keripik Tike Menggunakan Pendekatan Metode Kansei Engineering dan Model Kano Ratih Windu Arini; Rossi Septy Wahyuni; I Anna Tul Munikhah; Ade Yanyan Ramadhani; Aiza Yudha Pratama
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 9 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v9i1.5541

Abstract

Kemasan yang digunakan oleh UMKM masih sangat sederhana sehingga produk kurang diminati dan pasarnya. Salah satu produk UMKM makanan khas tradisional adalah keripik tike, makanan ringan khas Indramayu. Oleh karena itu, untuk meningkatkan daya saing UMKM, perlu dilakukan perancangan kemasan produk keripik tike agar lebih unik dan menarik dengan memper­timbangkan persepsi konsumen. Perancangan ulang kemasan ini mengguna­kan pendekatan metode kansei engineering dan model kano yang dilakukan melalui survey. Kansei engineering dapat menerjemahkan persepsi konsumen terhadap desain dan model kano dapat mengidentifikasi kualitas atribut sehingga diperoleh 114 kansei words dan 10 atribut kemasan penilaian model kano. Selanjutnya dari integrasi kedua metode maka dibuatlah beberapa alternatif desain kemasan untuk dipilih. Terdapat 3 alternatif desain kemasan keripik tike yang dibuat dengan desain kemasan terpilih adalah alternatif 2 karena memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan pada kansei word awal. Informasi yang disampaikan konsep desain alternatif terpilih adalah pada bagian depan dan belakang kemasan adalah terdapat expired date, komposisi produk, logo halal, label perusahaan, informasi cara penyimpanan, informasi manfaat produk, tanggal produksi, gambar, gambar produk, informasi rasa, dan legalitas produk, dan menggambarkan bahan utama rasa.
Perancangan Alat Disinfects UV dengan Metode Quality Function Deployment Iwan Sukarno; Wahyu Kunto Wibowo; Nia Azi Fadjri; Reza Kharisma Anshari; Muhammad Al Furqan Nulkarim; Nabila Ananda Yusfa; Nabila Asyifa Cabriani Lestari
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 9 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v9i1.4615

Abstract

Penyebaran virus covid-19 terbukti tidak hanya melalui kontak langsung antar manusia, tetapi juga melalui barang-barang kiriman atau delivery package. Disisi lain, selama masa pandemi aktivitas pengiriman barang mengalami peningkatan yang signifikan. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19 melalui media kemas­an pengiriman barang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan alat Disinfects UV dengan metode Quality Function Deployment (QFD). Tahapan pertama penelitian adalah melaku­kan penentuan atribut kebutuhan peran­cangan, pengumpulan dan pengolahan data respon­den melalui voice of customer, serta uji validitas dan reliabilitas hingga sampai ke tahap akhir berupa analisis dan implementasi. Hasil dari perhitungan tingkat kepen­tingan keinginan customer sebelum perancangan House of Quality (HoQ) didapatkan urutan terpenting dari atribut kebutuhan secara ber­turut-turut, yaitu mesin tidak bising; kemudahan pengoperasian; fungsi utama desinfeksi barang; kapasitas alat; dimensi; perawatan; rangka atau dudukan alat; motor penggerak; bahan konveyor; serta mobilitas alat atau mudah dipindah­kan. Penelitian menghasilkan alat Disinfects UV dengan dimensi 150x60x75 cm dengan ukuran box UV 60x76x60 cm. Perancangan alat ini diharapkan dapat membantu penyedia jasa layan­an pengiriman barang ataupun instansi lain untuk menekan penyebaran virus covid-19.
Analisis Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerjaan Pengangkutan Galon Air Mineral Anang Suhendar; Aldo Brayan Sinaga; Ari Firmansyah; Supriyadi Supriyadi; Wyke Kusmasari
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 9 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v9i1.5641

Abstract

Kegiatan pengangkutan galon air mineral di AQUA Home Service Cilegon masih dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat bantu. Pada saat pekerja menangani galon-galon air, masih terdapat postur kerja yang berisiko. Hal ini menyebabkan beberapa pekerja mengalami keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi pre­va­lensi keluhan MSDs, mengetahui tingkat risiko postur kerja, dan mem­beri­kan usulan perbaikan yang berpotensi menurunkan risiko MSDs. Pengukuran tingkat risiko postur kerja menggunakan metode RULA dan REBA serta diolah dengan bantuan software ErgoFellow. Dari hasil kuesioner Nordic yang dibagikan pada total empat pekerja, diketahui bahwa keluhan pada punggung bawah dan bahu dirasakan oleh semua pekerja. Hasil penilaian risiko postur kerja pada proses pengangkatan dan membawa galon, menunjukkan perlunya perubahan pada postur kerja (skor RULA 7 (risiko tinggi); skor REBA 8 (risiko tinggi)). Perbaikan yang diusulkan yaitu alat bantu angkut galon berupa troli yang sesuai dengan ukuran antropometri sehingga nyaman digunakan, memperbaiki postur kerja, dan berpotensi menurunkan MSDs. Hasil simulasi menggunakan CATIA V5R21, menunjukkan bahwa penggunaan alat bantu angkut galon menurunkan level risiko RULA dari 7 ke 3 (risiko rendah). Rancangan alat bantu galon yang diusulkan diharapkan dapat diimplementasi­kan di lapangan dan membantu menurunkan risiko MSDs.
Penentuan Rute Pengiriman untuk Meminimasi Jarak Tempuh Transportasi menggunakan Metode Saving Matrix Puji Handayani Kasih; Yasmin Maulidina
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 9 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v9i1.5680

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia pada awal tahun 2020 meng­akibatkan pemberlakuan physical distancing berskala besar sehingga ber­dampak pada meningkatnya permintaan terhadap pengiriman makanan secara online. Dalam usaha meningkatkan pelayanannya dengan jumlah per­mintaan yang meningkat, UMKM rumahan pada penelitian ini merancang rute pengirim­an yang lebih efisien. Pada proses pengiriman sebelumnya hanya berdasarkan kapasitas armada pengiriman dan lokasi pelanggan yang terdekat dengan lokasi UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rute awal pengirim­an dan menentukan rute baru dan urutan kunjungan ke setiap titik lokasi pe­lang­­gan dengan menggunakan metode saving matrix dan dengan meng­guna­kan algoritma nearest neighbor dan nearest insertion. Dengan mengguna­kan metode saving matrix didapatkan dua rute kunjungan. Ber­dasarkan perban­ding­an hasil pengurutan kunjungan pelanggan pada setiap rute, didapatkan jarak tempuh terpendek dengan menggunakan algoritma nearest neighbor. Total penghematan jarak tempuh yang didapatkan berdasar­kan penentuan rute dengan menggunakan metode saving matrix dan algoritma nearest neighbor adalah sebesar 34.5% (dari total jarak tempuh pada rute awal adalah 77.19 km menjadi 50.59 km pada rute yang baru).
Peningkatan Kemampuan Proses Menggunakan Metode Six Sigma: Studi Kasus di Industri Pertambangan Batubara Siti Aisyah; Humiras Hardi Purba; Salmon Tampubolon; Choesnul Jaqin; Agus Suhendar; Hendra Adyatna
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 9 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v9i1.5527

Abstract

Salah satu jenis pemborosan yang masih cukup dominan dalam industri nasional adalah terjadinya proses atau produk atau kegiatan yang tidak memiliki nilai tambah. Pendekatan modern yang menggunakan statistik untuk mencapai tingkat cacat yang sangat rendah bahkan menuju nol cacat seperti metode DMAIC telah banyak diterapkan di Indonesia. Penerapan metode DMAIC yang terstruktur dan berkelanjutan akan mampu mengurangi tingkat kecacatan pada proses dan produk. Penurunan kualitas yang terjadi pada produksi di pertambangan batubara Indonesia, yang berapa tahun belakangan ini berkurang. Hal ini menyebabkan turunnya posisi Indonesia pada ekspor batubara. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kemam­puan proses pada salah satu industri pertambangan batubara di Indonesia dengan menerapkan metode DMAIC berbasis Ilmu Statistika. Pendekatan yang digunakan adalah melalui tahapan terstruktur DMAIC dengan target keluaran pada setiap tahap­an. Penerapan metode DMAIC dapat mengurangi variasi keluaran, sehingga tidak melebihi enam standar deviasi antara nilai rata-rata dan batas spesifikasi ter­dekat. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah peningkatan kappa­bilitas proses dari 2,25 sigma menjadi 2,52 sigma.
Analisis Risiko Kerusakan Material Pipa Penyangga Jembatan Jalur Pengeboran Minyak dengan Metode Risk Based Maintenance Fikar Ramdan; Gama Harta Nugraha Nur Rahayu
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 9 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v9i1.6098

Abstract

PT.PQR adalah perusahaan penyedia jasa minyak dan gas di Indonesia yang memiliki beberapa jembatan sebagai infrastruktur penunjang transportasi dalam pengeboran minyak yang tersebar di Provinsi Riau. Jembatan PCK-03-B yang dibangun pada tahun 1959 menjadi obyek penelitian dengan fokus pada pipa-pipa penyangganya yang memiliki sambung­an pengelasan yang rentan mengalami korosi. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisasi tingkat risiko yang ditimbulkan akibat kerusakan material pada pipa penyangga jembatan sebagai bagian dari kegiatan pemeliharaan terhadap kondisi material pipa penyangga. Metode Risk-Based Maintenance (RBM) digunakan dengan menentukan Probability of Failure (PoF) dan Consequence of Failure (CoF). CoF terdiri dari Stand by Availability, Financial Model dan Location Model yang dihitung untuk mendapatkan hasil berupa Criticality Matrix. Pipa penyangga PL 2 C dijadikan acuan kondisi keseluruhan jembatan PCK-03-B karena memiliki laju korosi terkritis sebesar 0,151 mm/tahun dengan sisa umur layan jembatan paling pendek yaitu 9 tahun mendatang jika dibandingkan dengan yang lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa pipa penyangga PL 2 C diperoleh nilai PoF sebesar 2 dan CoF sebesar 10 yang menunjukkan dalam kategori 2D dengan tingkat kerusakan kategori sedang. Rentang penjadwalan perbaikan jembatan PCK-03-B ditetapkan pada 8 tahun (per-2019) mendatang yaitu di tahun 2027, sebelum masa umur pakai habis, sehingga dapat meng­hindari risiko terjadinya kecelakaan yang tidak diharapkan.
Penilaian Postur Kerja Operator pada Proses Polishing Dies Menggunakan Metode Rapid Entire Body Asessment Muhamad Wicaksono; Lobes Herdiman
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 9 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v9i2.5693

Abstract

Postur tubuh tidak ilmiah dan berlangsung dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan kelebihan beban pada otot. MSDs merupakan keluhan yang sering dijumpai di tempat kerja yang berhubungan dengan kekuatan dan ketahanan manusia dalam melakukan pekerjaannya. Polishing Dies merupakan pekerjaan manual yang berisiko terkena MSDs, seperti cidera pada bagian otot, syaraf, low back pain, dan persendian. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan penilaian dan rekomendasi evaluasi perbaikan postur kerja dengan perancangan alat bantu proses pada stasiun polishing dies untuk meminimalisasi keluhan MSDs menggunakan metode REBA. Hasil penilaian postur kerja operator polish­ing dies menunjukan skor REBA 9 yang berarti level risiko tinggi dan perlu dilaku­kan per­baik­an secepatnya. Upaya perbaikan dilakukan melalui rancangan alat bantu proses polish­ing dies berupa adjuster table. Adjuster table memiliki fitur tinggi meja yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operator serta meja yang dapat diputar sehingga memu­dahkan proses poles keseluruh bagian dies. Adjuster table diharapkan dapat memperbaiki postur kerja operator serta membuat proses polishing dies lebih efektif dan efisien.
Inventory Optimization in Pharmacy Using Inventory Simulation-Based Model During the Covid-19 Pandemic Syarif Hidayatuloh; Famila Dwi Winati; Guntur Samodro; Nabila Noor Qisthani; Yulinda Uswatun Kasanah
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. 9 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v9i2.5820

Abstract

The problem that often occurs in raw material inventory is overstock or stockout conditions. The healthcare industry, including pharmaceuticals, has been experiencing uncertainty since the Covid-19 pandemic. Then impacts panic buying and stockpiling, which can lead to unpredictable spikes in demand, stockouts, and disruptions to the inventory system. The research was conducted at ABC Pharmacy in Yogyakarta, which experienced this problem. In this study, optimization of drug supply was carried out by measuring ware­house capacity, and safety stock, increasing the number of orders and reorder points using the Min-Max and the economic order quantity models. A simulation of inventory optimi­zation planning was carried out using Monte Carlo to see inventory projections for the next three months. Overall, the EOQ model simulation shows the most optimal results by showing the average total inventory cost of Rp. 103,579, where this number represents the lowest number of total inventory costs when compared to other simulation models. It also shows that the EOQ model is 86% more efficient in inventory cost than the Min-Max model. Comparison of the total cost of inventory The results of the three methods are calcu­lated according to current demand and simulation of the EOQ method, which produces the minimum total inventory cost, followed by the company's initial model and the Min Max inventory method.