cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,502 Documents
Korelasi Antara Kemampuan Refleksi Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Abdurrab Huda Marlina Wati; Tanzelina Azhari; Soraya Medina Ruza; Riski Dwi Utami; Lasiah Susanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.24616

Abstract

Mahasiswa kedokteran menghadapi tantangan akademik berupa beban materi yang tinggi, waktu belajar terbatas, serta tuntutan evaluasi yang ketat, yang dapat memicu perilaku prokrastinasi akademik, yaitu kebiasaan menunda tugas meskipun menyadari dampak negatifnya. Salah satu faktor yang diyakini mampu mengurangi kecenderungan prokrastinasi adalah kemampuan refleksi diri yang berperan dalam meningkatkan kesadaran diri, mengelola emosi, serta mengatur strategi belajar secara lebih efektif. Penelitian mengenai hubungan kemampuan refleksi diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa kedokteran di Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan penelitian serta memberikan bukti empiris mengenai hubungan kedua variabel tersebut. Sebagian besar penelitian sebelumnya mengenai prokrastinasi akademik pada mahasiswa kedokteran lebih banyak berfokus pada faktor-faktor seperti self-efficacy, stres akademik, motivasi belajar, burnout, dan manajemen waktu. Sementara itu, kemampuan refleksi diri sebagai salah satu aspek metakognitif yang berpotensi memengaruhi perilaku prokrastinasi masih relatif jarang diteliti, khususnya pada mahasiswa kedokteran di Indonesi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan refleksi diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa tahap sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan metode cross-sectional pada 208 mahasiswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Metacognitive Awareness Inventory (MAI) untuk mengukur kemampuan refleksi diri dan Academic Procrastination Scale (APS) untuk menilai tingkat prokrastinasi akademik. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson atau Spearman sesuai hasil uji normalitas. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa memiliki refleksi diri kategori sedang hingga tinggi, yaitu 66% kategori tinggi dan 34% kategori sedang, sementara prokrastinasi akademik terbanyak berada pada kategori sedang sebesar 78,5%. Uji Spearman menunjukkan adanya korelasi negatif signifikan antara refleksi diri dengan prokrastinasi akademik (p=0,005; r=-0,199). Disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat refleksi diri, maka semakin rendah kecenderungan prokrastinasi akademik. Rekomendasi penelitian ini adalah pentingnya pengembangan program pembelajaran yang menekankan keterampilan refleksi diri untuk meminimalkan perilaku prokrastinasi mahasiswa kedokteran.
Karakteristik Balita Stunting Berdasarkan Faktor Anak, Rumah Tangga, Dan Komunitas Di Wilayah Kerja Puskesmas Moyudan Jennifer Ester Yolanda; Pinky Christina Dewi; Rima Fitri Akhsani; Ani Rohmiyati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.23810

Abstract

Stunting tetap menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi nasional 19,8% pada tahun 2024, yang menunjukkan bahwa target penurunan menjadi 14% belum tercapai. Stunting mencerminkan malnutrisi kronis yang memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas jangka panjang anak. Penelitian mengenai profil determinan stunting pada tingkat pelayanan primer masih terbatas, khususnya berdasarkan kerangka determinan WHO, yakni faktor anak, rumah tangga, dan komunitas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Moyudan tahun 2024 berdasarkan ketiga faktor tersebut. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan data sekunder hasil pencatatan rutin tahun 2024, menggunakan teknik total sampling pada 72 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Dari faktor anak, sebagian besar memiliki asupan gizi tidak adekuat (91,7%), tidak mendapat ASI eksklusif (23,6%), memiliki riwayat berat badan lahir rendah (18,1%), dan kelahiran prematur (2,8%). Dari faktor rumah tangga, 25% ibu mengalami kekurangan energi kronis dan 11,1% mengalami kehamilan tidak diinginkan. Dari faktor komunitas, seluruh balita memiliki akses air bersih, sanitasi, dan imunisasi dasar lengkap; namun 55,5% terpapar asap rokok dan 19,4% tidak memiliki jaminan kesehatan. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan intervensi gizi dan kolaborasi lintas sektor untuk menurunkan stunting.
Identifikasi Derajat Kualifikasi Luka Korban Kecelakaan Lalu Lintas berdasarkan Visum Et Repertum di Rsud Abdul Moeloek Syifa Palmita; Jims Ferdinan Possible; Tessa Sjahriani; Nita Sahara
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.23425

Abstract

Penentuan derajat kualifikasi luka pada korban kecelakaan lalu lintas memiliki peran penting dalam aspek medis maupun hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi derajat kualifikasi luka pada peristiwa kecelakaan lalu lintas berdasarkan visum perlukaan orang hidup di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek tahun 2017 – 2023. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah deskriptif retrospektif. Total jumlah sampel yang diambil adalah sejumlah 36 sampel. Diolah menggunakan perangkat lunak computer yaitu SPSS 26.0. Berdasarkan usia, luka sedang paling banyak terjadi pada kelompok usia 15–29 tahun 11 sampel (30,6%). Berdasarkan jenis luka, multi luka dengan derajat sedang 17 luka (21,5%). Regio tubuh yang paling sering mengalami luka adalah kepala dan multi regio 17 regio tubuh (14,2%). Mayoritas korban kecelakaan lalu lintas mengalami luka sedang, terutama pada kelompok usia produktif, laki-laki, dengan pola multi luka, serta paling banyak dialami oleh pengendara sepeda motor.
Pengaruh Konsumsi Natrium, Aktivitas Fisik, Dan Konsumsi Buah Terhadap Tekanan Darah Dengan Obesitas Sebagai Variabel Mediasi Pada Calon Jamaah Haji Triyono Triyono; Lolita Sary; Khoidar Amirus
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.22567

Abstract

Hipertensi secara klinis didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau diastolik ≥90 mmHg. Dalam pemodelan statistik, Mean Arterial Pressure (MAP) digunakan sebagai variabel dependen kontinu untuk menggambarkan tekanan perfusi kardiovaskular secara keseluruhan. Faktor risiko utama hipertensi meliputi obesitas, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi garam berlebih, dan asupan kalium yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko langsung dan tidak langsung terhadap hipertensi pada jamaah haji Kabupaten Lampung Tengah tahun 2025, dengan fokus pada peran obesitas sebagai variabel mediator. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Dari populasi 179 jamaah penderita hipertensi, terpilih 118 responden sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan pada bulan April dan Mei 2025 melalui kuesioner serta pengukuran klinis, lalu dianalisis menggunakan metode univariat, bivariat, dan analisis jalur (path analysis). Kelayakan model analisis jalur diuji menggunakan indikator Goodness-of-Fit (GoF) (seperti Chi-Square, RMSEA, dan CFI) untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata frekuensi jalan kaki jamaah adalah 4,08 kali/minggu, konsumsi natrium sebesar 3,13 sendok teh/hari, konsumsi buah pir 174,58 gram/hari, Indeks Massa Tubuh (IMT) sebesar 26,21 kg/m², dan rata-rata MAP sebesar 78,26 mmHg (menunjukkan kondisi hemodinamik yang terkontrol pada kelompok sampel). Konsumsi natrium berhubungan signifikan dengan obesitas (p=0.035; ρ=-0.194)dan tekanan darah tinggi (p=0.000; ρ=0.406). Sebaliknya, aktivitas fisik dan konsumsi buah tidak memiliki hubungan signifikan dengan obesitas maupun MAP. Analisis jalur menunjukkan adanya hubungan langsung antara konsumsi natrium dan tekanan darah, serta membuktikan bahwa obesitas tidak berperan sebagai mediator. Disarankan bagi jamaah untuk membatasi konsumsi garam maksimal 5 gram/hari dan bagi ahli gizi untuk membantu menyediakan serta mendistribusikan makanan rendah garam selama ibadah haji.
Karakteristik Pasien Fraktur Supracondylar Humerus Pada Anak Di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2020–2024 Syairil Nur Irfan; Achmad Fachrizal; Hary Nugroho
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.24532

Abstract

Fraktur supracondylar humerus merupakan salah satu jenis fraktur yang sering dialami oleh anak-anak dan dapat disertai komplikasi. Pasien fraktur supracondylar humerus memiliki karakteristik yang beragam di setiap daerahnya. Keberagaman ini menegaskan bahwa distribusi kasus tidak dapat digeneralisasi, sehingga diperlukan penelitian khusus di masing-masing daerah untuk memperoleh data lokal yang dapat digunakan sebagai dasar strategi penatalaksanaan dan upaya pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien fraktur supracondylar humerus pada anak di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda tahun 2020–2024 berdasarkan usia anak, jenis kelamin, mekanisme cedera, klasifikasi Gartland, tatalaksana, dan komplikasi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross-sectional. Data yang dianalisis adalah data sekunder yang bersumber dari rekam medik dan gambaran radiografi pasien anak usia 0–18 tahun yang telah didiagnosis fraktur supracondylar humerus, dengan sampel berjumlah 47 pasien yang diperoleh dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk narasi serta tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar fraktur supracondylar humerus terjadi pada kelompok usia 0–6 tahun (61,7%) dan mayoritas pasien merupakan laki-laki (59,6%). Mekanisme cedera yang paling sering terjadi adalah tipe ekstensi (85,1%). Berdasarkan klasifikasi Gartland, sebagian besar pasien termasuk dalam mekanisme cedera tipe ekstensi dengan klasifikasi Gartland tipe III (59,6%). Tatalaksana yang paling sering dilakukan adalah tatalaksana operatif dengan metode Open Reduction Internal Fixation (ORIF) sebesar 72,3%. Sebagian besar pasien tidak mengalami komplikasi (78,7%), sedangkan komplikasi yang ditemui meliputi cedera neurologis (4,3%), malunion (2,1%), dan kekakuan sendi (14,9%). Hasil penelitian ini menunjukkan dominasi kasus fraktur supracondylar humerus pada anak usia 0-6 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dengan mekanisme cedera tipe ekstensi dan klasifikasi Gartland tipe III, sehingga dapat digunakan sebagai dasar strategi penatalaksanaan dan upaya pencegahan komplikasi.
Kehamilan Ektopik Terganggu Dengan Ruptur Tuba Sinistra Pada Wanita Usia 29 Tahun: Laporan Kasus Bambang Kurniawan; Annisa Nursyafitri; Adinda Safira; Amirah Halfa Adillah; Adlian Fathurrahman; Aldy Yoza; Muhammad Yudhi Nandang Raharja; Wahid Haris Munhadi; Yuke Wulandari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.23937

Abstract

Kehamilan ektopik merupakan kondisi ketika implantasi hasil konsepsi terjadi di luar kavum uteri. Ketika terjadi ruptur pada kehamilan ektopik, kondisi ini dikenal sebagai kehamilan ektopik terganggu. Beberapa faktor risiko dapat berkontribusi terhadap kejadian ini, antara lain riwayat kehamilan ektopik sebelumnya, gangguan atau kerusakan tuba fallopi, serta riwayat infeksi salpingitis. Dilaporkan seorang wanita usia 29 tahun datang dengan keluhan nyeri di perut bagian bawah disertai hasil pemeriksaan kehamilan yang positif. Hasil laboratorium menunjukkan penurunan kadar hemoglobin dari 10,4 g/dL dan leukositosis. Pemeriksaan ultrasonografi menemukan kantung gestasi ekstrauterin pada adneksa kiri tanpa gambaran kehamilan intrauterin. Pasien kemudian dilakukan tindakan laparotomi emergensi dan salpingektomi kiri. Setelah prosedur operasi, pasien diberikan terapi berupa resusitasi cairan, transfusi PRC, analgesik, asam traneksamat, antibiotik profilaksis, serta suplemen pemulihan. Kondisi pasien berangsur membaik dan akhirnya dipulangkan dalam keadaan stabil. Kesimpulan: Identifikasi dini serta pemberian tindakan pembedahan segera pada kasus kehamilan ektopik terganggu sangat berperan dalam menekan angka morbiditas dan mortalitas. Kombinasi data anamnesis, pemeriksaan laboratorium, dan ultrasonografi merupakan pendekatan utama dalam penegakan diagnosis. Kasus ini dilaporkan karena pentingnya identifikasi dini terhadap pasien dengan gejala yang tidak khas sehingga dapat mencegah mortalitas.  
Hubungan Dosis Kumulatif Dan Frekuensi Pemberian Kemoterapi Dengan Kejadian Chemotherapy Induced Peripheral Neuropathy (CIPN) Studi: Cross-Sectional Pada Pasien Kanker Di Rsud Abdul Moeloek Bandar Lampung Fauziatus Sabila; Sariningsih Sariningsih; Ratna Purwaningrum; Nita Sahara; Fitriyani Fitriyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.25564

Abstract

Chemotherapy-Induced Peripheral Neuropathy (CIPN) merupakan salah satu efek samping neurotoksik yang sering terjadi pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi, terutama pada penggunaan agen platinum, taxane, dan vinca alkaloid, serta bersifat kumulatif dan diduga berkaitan dengan dosis kumulatif serta frekuensi pemberian kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dosis kumulatif dan frekuensi pemberian kemoterapi dengan kejadian CIPN pada pasien kanker di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 50 pasien kanker yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dosis kumulatif dan frekuensi kemoterapi diperoleh dari rekam medis, sedangkan kejadian CIPN dinilai menggunakan kuesioner EORTC QLQ-CIPN20. Sebagian besar responden adalah perempuan (74%) dengan diagnosis kanker payudara (48%). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Namun, karena asumsi uji Chi-Square tidak terpenuhi, analisis bivariat menggunakan Fisher's Exact Test dengan tingkat signifikansi p0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dosis kumulatif kemoterapi dengan kejadian CIPN (p=0,045) serta antara frekuensi pemberian kemoterapi dengan kejadian CIPN (p=0,036), di mana pasien dengan dosis kumulatif berisiko dan jumlah siklus lebih dari enam cenderung mengalami neuropati dengan derajat yang lebih berat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dosis kumulatif dan frekuensi pemberian kemoterapi dengan kejadian Chemotherapy-Induced Peripheral Neuropathy (CIPN) pada pasien kanker di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung.
Asupan Makanan, Komposisi Tubuh, Dan Lemak Visceral Mahasiswa Profesi Kedokteran Universitas Jambi Annisa Syifa Rahma; Rita Halim; Huntari Harahap; Raihanah Suzan; Afifah Amatullah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.23987

Abstract

Mahasiswa profesi kedokteran berisiko mengalami pola makan tidak seimbang akibat beban akademik dan aktivitas klinis, sehingga dapat berdampak pada status gizi dan komposisi tubuh. Penelitian ini bertujuan menggambarkan asupan makanan, komposisi tubuh, dan lemak visceral pada 138 mahasiswa profesi Fakultas Kedokteran Universitas Jambi dengan desain deskriptif melalui pendekatan cross sectional. Data diperoleh melalui food recall, kuesioner, dan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Mayoritas memiliki asupan energi kurang (86.95%), karbohidrat kurang (95.65%), dan lemak kurang (58.69%). Asupan protein berlebih pada laki-laki dan kurang pada perempuan. Massa lemak laki-laki mayoritas tinggi (46.2%), sedangkan perempuan mayoritas memiliki massa otot rendah (99%), namun sebagian besar memiliki lemak visceral normal (92.02%). Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi gizi dan promosi aktivitas fisik pada mahasiswa profesi kedokteran.
Gambaran Profil Lipid Dan Rasio LDL-HDL (RLH) pada Pasien Infark Miokard Akut (IMA) di Rsud Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Maulidya Alrisya Putri; Nurul Hasanah; Muhammad Furqon; Danial Danial; Sri Wahyunie
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.23973

Abstract

Infark miokard akut (IMA) merupakan kondisi darurat kardiovaskular yang umum terjadi, dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi di seluruh dunia. Salah satu faktor yang berperan dari timbulnya IMA adalah dislipidemia, yang ditandai dengan kadar kolesterol plasma yang tinggi, peningkatan Low-Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida (TG), serta penurunan kadar High-Density Lipoprotein (HDL), atau kombinasi dari beberapa kelainan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil lipid dan rasio LDL-HDL (RLH) pada pasien IMA di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 120, yang diambil dari populasi pasien rawat IMA di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki mengalami IMA lebih banyak dibandingkan dengan perempuan, yang masing-masingnya 80,8% dan 19,2%. Berdasarkan jenis IMA, kasus Infark Miokard Akut Non Elevasi Segmen ST (IMA-NEST) lebih banyak (62,5%) dibandingkan Infark Miokard Akut dengan Elevasi Segmen ST (IMA-EST) (37,5%). Sebanyak 54,2% pasien memiliki kadar kolesterol total normal, 70% kadar trigliserida normal, 70,8% kadar LDL tidak optimal, dan 65,8% kadar HDL rendah. Rasio LDL-HDL menunjukkan bahwa 75,83% pasien memiliki RLH tinggi (2,5), yang menandakan risiko aterogenik tinggi terhadap kejadian IMA. Sebagian besar pasien IMA memiliki kadar LDL tinggi, HDL rendah, serta rasio LDL-HDL yang meningkat. Hasil ini mengindikasikan bahwa ketidakseimbangan antara lipoprotein aterogenik dan protektif berperan penting dalam terjadinya infark miokard akut. Pemeriksaan RLH dapat menjadi indikator tambahan yang berguna dalam deteksi dini dan stratifikasi risiko pasien kardiovaskular.
Bakteriuria Pada Penderita Diabetes Melitus Di Praktik Mandiri Sahabat Luka Yogyakarta Neni Wijayanti; Nur Khikmah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.26678

Abstract

Penderita diabetes melitus memiliki risiko lebih tinggi mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) akibat hiperglikemia yang memicu pertumbuhan bakteri pada urin. Infeksi dapat menyebabkan bakterimia yang berisiko meningkatkan kematian tinggi.  Namun data mengenai profil bakteriuria pada pasien yang menjalani perawatan luka diabetes di layanan primer masih terbatas.  Penelitian bertujuan untuk menghitung jumlah bakteri dan mengidentifikasi bakteri pada urin penderita diabetes melitus di Praktik Mandiri Sahabat Luka Yogyakarta.  Jenis penelitian adalah deskriptif menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Perhitungan jumlah bakteri menggunakan kultur urin dengan teknik calibrated loop pada Plate Count Agar (PCA) dan dihitung sebagai Total Plate Count (TPC).  Identifikasi berdasarkan karakter makroskopis koloni, mikroskopis sel, dan uji biokimia.  Hasil penelitian mendapatkan jumlah bakteri pada urin penderita diabetes melitus adalah 0 CFU/mL (U2), 103-104 CFU/mL (U1, U3, U4, dan U6), dan ≥105 CFU/mL (U5). Terdapat satu urin  U5 (16,7%) positif bakteriuria.  Teridentifikasi Pseudomonas aeruginosa pada urin penderita diabetes melitus di Praktik Mandiri Sahabat Luka Yogyakarta.  Skrining kultur urin perlu dilakukan pada penderita diabetes melitus dengan kadar glukosa tidak terkontrol untuk mendeteksi dini risiko ISK.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8 Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7 Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6 Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5 Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue