cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,502 Documents
Hubungan Riwayat Genetik Keluarga Dengan Kejadian Rhinitis Alergi Pada Siswa SMP Negeri 2 Sumberejo Kabupaten Tanggamus Exsi Yolanova; Ade Utia Detty; Arti Febriyani Hutasuhut; Bara Ade Wijaya; Muhammad Nur
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.24659

Abstract

Rhinitis alergi (RA) merupakan gangguan pernapasan umum yang prevalensinya terus meningkat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kualitas hidup, tetapi juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti asma. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara riwayat genetik keluarga dengan kejadian rhinitis alergi pada siswa SMP Negeri 2 Sumberejo. Penelitian ini menggunakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 165 siswa kelas 8 dan 9 yang dipilih melalui teknik total sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi rhinitis alergi di SMP Negeri 2 Sumberejo mencapai 74,5%. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara riwayat genetik keluarga dan kejadian rhinitis alergi (χ² = 110,752; df = 1; p 0,001). Kekuatan hubungan tersebut tergolong sangat kuat, dengan nilai Cramer’s V sebesar 0,819. Berdasarkan analisis tabel silang, siswa yang memiliki riwayat alergi pada kedua orang tua (kelompok risiko genetik tinggi) memiliki risiko kejadian rhinitis alergi yang jauh lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan mereka yang memiliki riwayat pada salah satu atau tanpa riwayat alergi pada orang tua. Riwayat alergi keluarga, terutama bila melibatkan kedua orang tua, terbukti merupakan faktor risiko dominan dalam kejadian rhinitis alergi pada populasi penelitian ini.
Karakteristik Pasien Peritonitis Akibat Apendisitis Perforasi di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Tahun 2022-2024 Soffy Abelitha; Mona Zubaidah; Sirajul Munir; Danial Danial
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.23936

Abstract

Peritonitis akibat apendisitis perforasi merupakan salah satu komplikasi berat dari apendisitis akut yang dapat menyebabkan peningkatan angka morbiditas dan mortalitas apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien peritonitis akibat apendisitis perforasi di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode tahun 2022–2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 65 pasien yang diteliti, kelompok usia terbanyak adalah usia dewasa (19–59 tahun) sebesar 68%, dengan jenis kelamin laki-laki mendominasi sebanyak 60%. Gejala klinis yang paling sering ditemukan meliputi mual dan muntah (76%), demam (66%), nyeri di seluruh kuadran abdomen (58%), serta anoreksia (61%). Sebagian besar pasien mengalami leukositosis berat sebanyak 59% dan peningkatan rasio neutrofil-limfosit (RNL) 5 sebesar 80%, yang mengindikasikan adanya infeksi berat. Risiko komplikasi sepsis hanya terjadi pada 12% pasien selama masa perawatan
Pengaruh Kebiasaan Minum Teh terhadap Kadar Hemoglobin sebagai Indikator Status Besi pada Remaja Laki-laki Fitria Heldiana; Helman Kurniadi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.23312

Abstract

Anemia menyerang lebih dari seperempat remaja Indonesia menjadikannya salah satu masalah gizi mikro paling tersembunyi di usia produktif. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kadar hemoglobin adalah kebiasaan konsumsi teh yang mengandung tanin, senyawa penghambat penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kebiasaan minum teh dan kadar hemoglobin sebagai indikator status besi pada remaja laki-laki. Desain penelitian ini observasional dengan pendekatan potong lintang pada 122 pelajar laki-laki SMA Negeri 1 Enok. Data dikumpulkan melalui kuesioner kebiasaan minum teh dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan hemoglobinometer digital. Analisis korelasi Spearman Rank digunakan untuk menilai hubungan antara frekuensi serta durasi minum teh dengan kadar hemoglobin. Hasil menunjukkan frekuensi minum teh berhubungan negatif signifikan dengan kadar hemoglobin (r = –0,32; p = 0,021), sedangkan durasi konsumsi teh tidak menunjukkan hubungan bermakna (r = –0,14; p = 0,118). Rata-rata kadar hemoglobin responden adalah 13,9 ± 1,2 g/dL (rentang 11,5–16,3 g/dL). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin sering konsumsi teh, kadar hemoglobin cenderung menurun meskipun masih dalam batas normal. Edukasi gizi mengenai waktu dan frekuensi konsumsi teh yang tepat perlu diberikan untuk mencegah penurunan status zat besi pada remaja.
Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kadar Eritrosit pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis di RS Bintang Amin Adella Safita Meylany; Zulhafis Mandala; Ratna Purwaningrum; Rina Kriswiastiny
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.24072

Abstract

Penyakit ginjal kronis adalah keadaan fungsi ginjal menurun dan terjadi kerusakan organ yang berlangsung selama minimal tiga bulan pada hemodialisis jangka panjang dapat menyebabkan sedikit pengenceran darah yang berdampak pada penurunan kadar eritrosit. Penelitian ini bertujuan menilai apakah durasi hemodialisis kurang dari satu tahun atau lebih dari satu tahun berpengaruh terhadap kadar eritrosit pada pasien PGK di RS Bintang Amin tahun 2024–2025, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 85 pasien menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,7% pasien menjalani hemodialisis lebih dari satu tahun dan 35,3% kurang dari satu tahun, dengan mayoritas responden (96,5%) memiliki kadar eritrosit rendah. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,283, sehingga tidak ada hubungan signifikan antara durasi hemodialisis dan kadar eritrosit. Dengan demikian, penurunan kadar eritrosit terjadi pada kedua kelompok, baik yang menjalani hemodialisis kurang maupun lebih dari satu tahun.
Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Perilaku Menjaga Kesehatan Reproduksi di SMAN 4 Palangka Raya Joanda Gracia Pauline; Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra; Natalia Sri Martani; Margaretha Yayu Indah Anugerahny; Sigit Nurfianto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.24042

Abstract

Remaja putri termasuk kelompok yang rawan mengalami masalah kesehatan reproduksi apabila tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai cara menjaga kebersihan serta memahami perubahan biologis pada dirinya. Pengetahuan yang baik sangat diperlukan agar remaja mampu mengenali fungsi organ reproduksi, menjaga kebersihan diri dengan benar, serta menghindari risiko infeksi saluran reproduksi. SMAN 4 Palangka Raya, sebagai sekolah dengan jumlah remaja putri yang cukup besar, menjadi lokasi yang relevan untuk melihat bagaimana tingkat pengetahuan siswinya terkait perilaku menjaga kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri mengenai perilaku menjaga kesehatan reproduksi di SMAN 4 Palangka Raya. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel berjumlah 100 siswi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang memuat pernyataan terkait kebersihan organ reproduksi, fungsi organ, konsep biologis, serta perilaku kesehatan reproduksi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menyajikan distribusi frekuensi dan persentase tingkat pengetahuan responden. Mayoritas responden berada pada rentang usia 15–16 tahun dengan persentase masing-masing 45% dan 41%. Sebagian besar pertanyaan terkait kebersihan dan fungsi organ reproduksi memperoleh persentase jawaban benar yang tinggi, yaitu antara 77% hingga 100%. Sementara itu, beberapa item mengenai konsep biologis dan perilaku seksual menunjukkan persentase jawaban benar lebih rendah, yaitu 26% hingga 53%. Secara keseluruhan, 73% siswi memiliki tingkat pengetahuan kategori baik dan 27% berada pada kategori cukup. Remaja putri di SMAN 4 Palangka Raya secara umum memiliki pengetahuan yang baik mengenai perilaku menjaga kesehatan reproduksi. Meski demikian, aspek yang berkaitan dengan konsep biologis dan pemahaman perilaku seksual masih perlu ditingkatkan melalui edukasi yang lebih intensif, terstruktur, dan interaktif di lingkungan sekolah.
Hubungan Usia Dan Glasgow Coma Scale Terhadap Pemilihan Tatalaksana Operatif Dan Non Operatif Pada Pasien Stroke Hemoragik : Studi Retrospektif Di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Tahun 2022 – 2025 Rudang Septiananta; Muhamad Yunus; Selvia Anggraeni; Wirawan Anggorotomo; Fitriyani Fitriyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.26210

Abstract

Stroke hemoragik ialah satu diantara banyaknya penyebab utama mortalitas dan morbiditas yang tinggi di dunia. Pemilihan tatalaksana operatif maupun non operatif dipengaruhi oleh berbagai faktor klinis, di antaranya usia dan skor Glasgow Coma Scale (GCS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi diantara usia dan skor GCS dengan pemilihan tatalaksana operatif dan non operatif pada pasien stroke hemoragik di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek periode 2022–2025. Penelitian menggunakan desain observasional analitik berpendekatan retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Sebagian 73 pasien dianalisis. Tidak ditemukan hubungan usia dengan pemilihan tatalaksana (p=0,169), sedangkan skor GCS berhubungan signifikan (p0,001), di mana sebagian besar pasien dengan GCS berat menjalani tindakan operatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah skor GCS berperan penting dalam menentukan pemilihan tatalaksana pada pasien stroke hemoragik, sedangkan usia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Effect of Photograph-Capturing Devices on The Anthropometric Analysis of Maxillary Incisor Display Indrani Sulistyowati; Annisaa Putri Ariyani; Wita Anggraini; Syifa Sistasia; Keniyawati Keniyawati; Harris Gadih Pratomo
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.24972

Abstract

An aesthetic smile enhances a person's attractiveness and has a positive impact on psychosocial health. The maxillary incisor display takes an important role in achieving an aesthetic smile. Therefore, dentists must ensure that their treatments do not interfere with the appearance of these teeth. Anthropometric analysis of maxillary incisor display is generally performed using profile photographs while smiling, taken with a digital camera. However, due to the limitation of face-to-face interactions imposed by the COVID-19 pandemic, alternative methods for data collection were required to facilitate anthropometric analysis. This study aimed to determine if there are differences in the measurement results of maxillary incisor displays when smiling through a profile photograph captured with a digital camera versus a webcam. This analytical observational study had a cross-sectional design and involved 110 participants who met the inclusion criteria. Profile photographs were captured with both a digital camera and a webcam. The maxillary incisor display was measured from both sets of profile photographs using CorelDraw Graphic Suite 2022 and was further analysed using the Chi-square test. The measurements of maxillary incisor display obtained from a digital camera and a webcam showed agreement in 67.3% of participants, whereas 32.7% were classified in different smile categories. Overall, the measurements obtained from two devices differed significantly (p = 0.003). Using a digital camera and webcam to take profile photos produced significantly different anthropometric measurements, suggesting that digital cameras should be preferred for standardized smile analysis.
Formulasi dan Evaluasi Stabilitas Fisik Losio dan Body Scrub Ekstrak Kulit Pisang Ambon (Musa paradisiaca L.) dengan Variasi Trietanolamin dan Asam Stearat sebagai Emulgator Nofita Nofita; Ayu Paramitha; Diah Cantika Bintang
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.24131

Abstract

Kulit pisang ambon mengandung metabolit sekunder tanin, saponin dan flavonoid. Metabolit sekunder flavonoid dapat dimanfaatkan dalam produk kecantikan kulit badan sebagai antioksidan. Kulit badan sangat perlu untuk dirawat kesehatannya dari radikal bebas. Perawatan yang dilakukan bisa dengan kosmetik seperti losio dan body scrub. Bagian kulit pisang ambon dapat dijadikan losio dan body scrub karena memiliki kandungan flavonoid. Penelitian ini bertujuan menentukan jumlah total flavonoid yang terdapat pada ekstrak kulit pisang ambon dan formulasi yang paling baik pada losio dan body scrrub dengan variasi TEA dan asam stearat. Metode ekstraksi yang digunakan maserasi menggunakan etanol 96% sebagai pelarut, sehingga diperoleh hasil rendemen ekstrak sebesar 10,52%. Analisis yang dilakukan menghasilkan informasi mengenai flavonoid total pada ekstrak kulit pisang ambon yang didapatkan sebesar 2,89%. Hasil evaluasi fisik losio dan body scrub kulit pisang ambon pada Formula I, II dan III terbukti memenuhi persyaratan. Losio dan body scrub dilakukan uji stabilitas fisik mencakup organoleptic, homogentitas, pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas. Kemudian dianalisis menggunakan uji One Way Anova. Hasil pengujian stabilitas fisik yang berlangsung dalam waktu 12 hari atau 6 siklus losio dan body scrub tidak ada pengaruh penambahan variasi TEA dan asam stearat terhadap semua evaluasi fisik dengan nilai signifikan 0,05.
Pengaruh Antara Durasi Dan Frekuensi Jalan Kaki Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Calon Jamaah Haji Dengan Hipertensi Di Kabupaten Lampung Tengah Virgin Novela; Lolita Sary; Khoidar Amirus
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.22562

Abstract

Prevalensi hipertensi pada calon jemaah haji di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2024 tercatat 27,83%. Jalan kaki merupakan intervensi non-farmakologis yang efektif menurunkan tekanan darah bila dilakukan teratur. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh durasi dan frekuensi jalan kaki terhadap perubahan tekanan darah pada calon jemaah haji dengan hipertensi. Penelitian menggunakan desain quasy experiment four group pretest–posttest dengan sampel 80 responden, dibagi menjadi empat kelompok (intervensi durasi, intervensi frekuensi, kontrol durasi, kontrol frekuensi). Data dikumpulkan dengan lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji t dependent serta post hoc. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah signifikan pada kelompok intervensi durasi (sistolik 158,90 → 147,00 mmHg; diastolik 89,50 → 80,75 mmHg) dan kelompok intervensi frekuensi (sistolik 153,80 → 143,75 mmHg; diastolik 88,50 → 82,25 mmHg). Kelompok kontrol menunjukkan perubahan minimal. Analisis post hoc menegaskan bahwa jalan kaki 30 menit lebih efektif menurunkan tekanan darah dibanding frekuensi. Disarankan calon jemaah haji rutin berjalan kaki dengan durasi teratur sebagai upaya pencegahan hipertensi
Hubungan Antara Jumlah Absolut Eosinofil Dan Rasio Neutrofil-Limfosit (NLR) Dengan Gejala Pada Pasien Rinitis Alergi Di Rumah Sakit Aura Syifa Kediri Stephani Linggawan; Pramesti Surya Ratri; Febtarini Rahmawati; Budiono Raharjo; Masfufatun Masfufatun; Yohanes Timothy Raharjo; Anton Sumarpo; Erica Valencia Imannuel
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.24430

Abstract

Rhinitis adalah penyakit inflamasi atau peradangan kronis pada mukosa hidung yang dipicu oleh alergen tertentu. Rhinitis alergi merupakan salah satu kondisi kronis yang banyak dijumpai di dunia dengan prevalensi 10% – 40%. Di Indonesia, prevalensi rhinitis mencapai 12.4%, dimana 24.3% diantaranya merupakan prevalensi rhinitis alergi. Prevalensi rhinitis alergi di Kota Kediri mencapai 18%. Rhinitis muncul bersamaan dengan penyakit lain atau multimorbiditas seperti rinosinusitis, otitis media, hipertrofi adenoid, serta asma. Menganalisis hubungan antara jumlah eosiofil absolut dan Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) dengan keluhan pasien rhinitis alergi di Rumah Sakit Aura Syifa Kediri. Penelitian bersifat analitik-observasional menggunakan pendekatan cross sectional melalui pengamatan. Populasi penelitian yaitu pasien yang datang berobat ke poli THT Rumah Sakit Aura Syifa Kediri. Sampel sejumlah 35 pasien yang diambil menggunakan teknik purposive sampling.  Terdapat hubungan antara kadar eosinofil dan NLR dengan keluhan pasien rhinitis alergi di Rumah Sakit Aura Syifa Kediri. Hal ini dibuktikan dengan uji Fisher’s-Freeman-Halton Exact yang menunjukkan nilai signifikansi (ρ0,001). Nilai tersebut kurang dari 0,05, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel-variabel yang diteliti. Terdapat hubungan antara kadar eosinofil dan NLR dengan keluhan pasien rhinitis alergi di Rumah Sakit Aura Syifa Kediri.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8 Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7 Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6 Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5 Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue