cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,452 Documents
Dampak Kurangnya Dukungan Suami Pada Kehamilan Tidak Diharapkan: Sebuah Laporan Kasus Riza Saputri Alistianti; Euvanggelia Dwilda F; Woro Setia Ningtyas
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.23934

Abstract

Kehamilan tidak diharapkan merupakan kondisi ketika kehamilan terjadi tanpa kesiapan atau keinginan salah satu maupun kedua pasangan, yang sering berkaitan dengan rendahnya dukungan suami dan berisiko mempengaruhi keputusan reproduksi. Seorang perempuan berusia 32 tahun dengan kehamilan tidak diharapkan tidak melakukan pemeriksaan antenatal akibat penolakan dan kurangnya dukungan suami. Pasien mengonsumsi obat penggugur kandungan secara mandiri hingga mengalami intrauterine fetal death (IUFD) disertai parsial HELLP syndrome, hipoglikemia, hipokalemia, dan gangguan metabolik yang memerlukan stabilisasi kondisi serta terminasi kehamilan di rumah sakit rujukan. Selama perawatan hingga masa nifas, pasien tidak memperoleh dukungan emosional, instrumental, informasional, maupun penghargaan dari suami. Bidan memberikan asuhan berupa stabilisasi kondisi, pemantauan nifas, konseling psikologis, edukasi kesehatan reproduksi, konseling kontrasepsi, serta tindak lanjut melalui telehealth. Kasus ini menunjukkan bahwa kurangnya dukungan suami diduga berkontribusi terhadap penolakan kehamilan, rendahnya pemanfaatan pelayanan antenatal, dan pengambilan keputusan reproduksi yang tidak aman sehingga meningkatkan risiko komplikasi maternal dan perinatal. Oleh karena itu, diperlukan asuhan kebidanan yang holistik, berpusat pada perempuan, berbasis keluarga, serta didukung konseling pasangan untuk mencegah terulangnya kehamilan tidak diharapkan beserta komplikasinya.
Langringektomi Total Dengan Modifikasi Diseksi Leher Radikal Bilateral Sebagai Penatalaksanaan Definitif Karsinoma Sel Skuamoasa Laring T4N1M0 Pada Laki-Laki 59 Tahun: Sebuah Laporan Kasus Dan Tinjauan Klinis Terperinci Winendy Deo Haryanto; Suwardi Suwardi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.25331

Abstract

Karsinoma sel skuamosa laring atau Laryngeal squamous cell carcinoma (LSCC) merupakan tantangan onkologi yang signifikan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, di mana pasien sering datang pada stadium lanjut karena faktor sosioekonomi yang kompleks dan keterlambatan diagnosis. Gejala awal, terutama suara serak yang persisten, seringkali salah diidentifikasi sebagai penyakit pernapasan kronis di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Ilustrasi Kasus: Seorang laki-laki berusia 59 tahun datang dengan riwayat suara serak progresif dan gangguan pernapasan selama satu tahun. Meskipun telah melakukan beberapa kali kunjungan ke fasilitas kesehatan primer, kondisinya salah dikelola sebagai Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Evaluasi selanjutnya di pusat tersier mengungkapkan massa laring stadium T4N1M0. Pemeriksaan histopatologi mengonfirmasi karsinoma sel skuamosa konvensional dengan diferensiasi moderat. Pasien menjalani laringektomi total yang dikombinasikan dengan diseksi leher radikal modifikasi (MRND) bilateral untuk memastikan pembersihan onkologi radikal. Diskusi: Penatalaksanaan kanker laring stadium T4a memerlukan pendekatan bedah agresif untuk mengoptimalkan kontrol lokoregional dan kelangsungan hidup secara keseluruhan. Kasus ini menekankan dampak katastropik dari inersia diagnostik dan pentingnya mengenali tanda-tanda bahaya klinis seperti disfonia persisten. Selain itu, status HBsAg positif pasien memberikan pertimbangan prognostik khusus dan perlunya pemantauan perioperatif yang ketat untuk mencegah reaktivasi virus. Kesimpulan: Laringektomi total tetap menjadi standar definitif untuk LSCC stadium lanjut. Peningkatan luaran di negara berkembang memerlukan edukasi sistemik bagi penyedia layanan primer dan pembentukan jalur rujukan yang kuat untuk memfasilitasi diagnosis dini. 
Conservative Management of Reversible Total Atrioventricular Block Resulting in Sinus Rhythm Recovery: A Case Report Eka Oktaviana Hirda; Nelly Mulyaningsih; Mohammad Sutami; Athaya Rahmanardi Muhammad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.20660

Abstract

A 49-year-old woman presented with weakness, nausea, and vomiting and was found to have complete atrioventricular (AV) block on electrocardiography. Initial evaluation suggested hypovolemia and electrolyte disturbance due to poor oral intake, with mild hypokalemia identified as a potential reversible contributor to the conduction abnormality. Although temporary pacing was considered because of the severity of the AV block, the patient was managed conservatively with fluid resuscitation and potassium replacement after referral was declined by the family. Progressive clinical and electrocardiographic improvement was observed, with restoration of normal sinus rhythm by the sixth hospital day and complete resolution of symptoms. This case highlights the importance of identifying reversible causes before permanent pacemaker implantation.
Evaluasi Tata Kelola Mutu Terhadap Capaian Kinerja Indikator Nasional Mutu (INM) Di Puskesmas Kabupaten Lampung Utara: Studi Kualitatif Biantara Suri; Wayan Aryawati; Christin Angelina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.23250

Abstract

Dari 9.918 Puskesmas terakreditasi hingga Agustus 2024, sebanyak 4.250 Puskesmas tidak melaporkan Indikator Nasional Mutu (INM) pasca akreditasi dengan kualitas data yang belum mencerminkan kondisi ndica. Penelitian ini bertujuan menganalisis evaluasi tata kelola mutu terhadap capaian kinerja INM di Puskesmas Kabupaten Lampung Utara tahun 2023–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap 8 informan dari Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, dan penanggung jawab mutu pada tiga Puskesmas dengan strata akreditasi berbeda (Paripurna, Utama, dan Madya). Validasi data menggunakan aspek kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan faktor input belum memenuhi standar akibat ketidaksesuaian SDM, keterbatasan anggaran, dan lemahnya komitmen staf. Siklus USEPDSA (Use-Set-Execute-Plan-Do-Study-Act) sebagai kerangka pengelolaan mutu belum berjalan optimal, terutama pada tahap pengukuran, evaluasi, dan standarisasi. Temuan paling dominan ndica tidak dilakukannya validasi capaian INM di ndicat Puskesmas, yang tercermin dari dua ndicator bermasalah: (1) pelayanan ANC sesuai standar dengan variasi ekstrim 0%–100%, dan (2) kepuasan pengguna layanan yang hanya dilaporkan pada Juni 2024 dengan rentang 74,81%–98,47%. Capaian INM tahun 2023–2024 secara keseluruhan menunjukkan peningkatan yang fluktuatif. Diperlukan implementasi USEPDSA secara optimal, penguatan validasi data, dan pelaporan INM yang konsisten dengan dukungan penuh Dinas Kesehatan.
Pengaruh Penyuluhan Pentingnya Bahaya Merokok Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Gigi Di Sma Yadika Bandar Lampung Serli Sumarni; Nova Mega Rukmana; Nurul Aziza
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.17721

Abstract

Prevalensi merokok pada remaja usia 10 - 19 tahun meningkat dari 7,2% di tahun 2013 menjadi 9,1% pada tahun 2018, peningkatan sebesar 20%. Penyebab karies gigi adalah adanya interaksi dari berbagai faktor diantaranya adalah perilaku dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut, diet atau kebiasaan makan dan faktor ketahanan dan kekuatan gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan pentingnya bahaya merokok terhadap pengetahuan remaja tentang kesehatan gigi di SMA Yadika Bandar Lampung. Jenis penelitian ini kuantitatif, dengan pendekatan pra-eksprerimen desain penelitian one group pra-post test design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Yadika Bandar Lampung kelas X dan XI sejumlah 239 siswa dan sampel sebanyak 70 siswa menggunakan perhitungan Slovin dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test (Uji non parametrik). Nilai rata-rata pengetahuan siswa sebelum diberikan penyuluhan sebesar 57,43 (std. deviasi 6,064; Min: 50, Max 80). Nilai rata-rata pengetahuan setelah diberikan penyuluhan sebesar 77,00 ( standar deviasi: 7,633 Min: 55 dan Max: 90). Hasil uji  Wilcoxon Signed Ranks Test diperoleh p-value=0,0000,05. Ada pengaruh penyuluhan pentingnya bahaya merokok terhadap pengetahuan karies gigi di SMA Yadika Bandar Lampung. Diharapkan sekolah dapat menyebarluaskan informasi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui poster, leaflet, dan media WhatsApp kepada semua orang tua siswa yang belum menjadi responden penelitian.
Analisis Rasio Monosit–High Density Lipoprotein (HDL) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Hipertensi Sekunder Dan Sindrom Koroner Akut Fatkhan Al Firdaus Hardika Putra; Budiono Raharjo; Heru Setiawan; Stephani Linggawan; Yohanes Timothy Raharjo; Anton Sumarpo; Erica Valencia Immanuel
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.24383

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai hiperglikemia akibat gangguan sekresi dan resistensi insulin. DMT2 berhubungan erat dengan peningkatan risiko komplikasi kardiovaskular, termasuk hipertensi dan sindrom koroner akut (SKA). Rasio monosit terhadap high density lipoprotein (Monocyte-to-HDL Ratio/MHR) diusulkan sebagai biomarker inflamasi dan aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan menganalisis rasio monosit–HDL pada pasien DMT2 dengan komplikasi hipertensi sekunder dan sindrom koroner akut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Data penelitian diperoleh secara consecutive sampling dari rekam medis pasien diabetes melitus di RSUD (Rumah Sakit Umum Dareah) R.T Notopuro Sidoarjo. Analisa menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan uji t-test independent untuk menganalisa peran rasio MHR pada penderita penderita DMT2 dengan komplikasi hipertensi sekunder dan Sindrom Koroner Akut. Sebanyak 31 subjek penelitian terdiri atas 27 pasien DMT2 dengan hipertensi sekunder dan 4 pasien DMT2 dengan SKA. Nilai rerata MHR pada kelompok hipertensi sekunder sebesar 0,022 ± 0,013, sedangkan pada kelompok SKA sebesar 0,018 ± 0,005. Tidak ditemukan perbedaan bermakna nilai MHR antara kedua kelompok (p=0,542). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif sangat kuat antara kadar monosit dan MHR (r=0,813; p0,001), serta hubungan negatif bermakna antara kadar HDL dan MHR (r=-0,432; p=0,015). Tidak terdapat perbedaan signifikan nilai MHR antara pasien DMT2 dengan hipertensi sekunder dan pasien DMT2 dengan SKA. Kadar monosit berkorelasi positif kuat terhadap MHR, sedangkan kadar HDL berkorelasi negatif terhadap MHR. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan desain prospektif diperlukan untuk mengevaluasi peran MHR sebagai biomarker komplikasi kardiovaskular pada DMT2
Analisis Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Hipertensi Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Ripi Vania Adha Rinjani; Martianus Perangin Angin; Ade Maria Ulfa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.23645

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis terapi jangka panjang dengan penggunaan beberapa obat sekaligus yang berisiko menimbulkan interaksi obat yang dapat mengurangi efektivitas dan meningkatkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat pada pasien hipertensi di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung. Metode yang digunakan observasional deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif dari rekam medis pasien periode Januari–Maret 2025. Analisis interaksi obat menggunakan database DrugsBank dan Drugs.com serta diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan interaksi minor, moderat, dan mayor. Hasil karakteristik pasien dengan jenis kelamin perempuan (53%), usia ≥ 60 tahun (69%), dan penyakit penyerta dislipidemia (19%). Penggunaan obat antihipertensi terapi tunggal yaitu golongan calcium channel blocker (CCB) (22%). Penggunaan obat antihipertensi berdasarkan terapi kombinasi yaitu golongan calcium channel blocker (CCB) dan angiotensin receptor blocker (ARB) (16%). Potensi interaksi seluruh obat yang digunakan tingkat mayor (7%) moderat (75%), minor (18%). Tingkat keparahan potensi interaksi obat antihipertensi dengan obat antihipertensi mayor (37%) moderat (38%), minor (30%). Tingkat keparahan potensi interaksi obat antihipertensi dengan obat lainnya mayor (4%) moderat (81%), minor (15%). Evaluasi dan pemantauan rutin pada pengobatan hipertensi sangat penting untuk keamanan dan efektivitas terapi.
Perbedaan Gambaran Histopatologi Epitel Kornea Tikus Wistar Berdasarkan Waktu Pembusukan Muhammad Diki Wardana; Nurul Hasanah; Hadi Irawiraman; Nur Khoma Fatmawati; Heryadi Bawono Putro
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.25614

Abstract

Penentuan postmortem interval (PMI) merupakan aspek penting dalam pemeriksaan forensik. Kornea mengalami perubahan pascakematian yang progresif sehingga berpotensi digunakan sebagai indikator PMI. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan gambaran histopatologi epitel kornea tikus Wistar berdasarkan waktu pembusukan. Penelitian eksperimental dengan desain post-test only randomized controlled group menggunakan 18 ekor tikus Wistar yang dibagi menjadi kelompok kontrol, PMI 24 jam, dan PMI 48 jam. Sampel kornea diproses dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE) dan dinilai menggunakan sistem skoring Carsana. Analisis dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dengan PMI 24 jam (p=0,005) dan PMI 48 jam (p=0,003), tetapi tidak antara PMI 24 jam dan PMI 48 jam (p=0,134). Disimpulkan bahwa perubahan histopatologi epitel kornea telah terjadi secara signifikan sejak 24 jam pascakematian. Temuan ini mendukung potensi epitel kornea sebagai biomarker histopatologis untuk membantu estimasi PMI dalam praktik forensik.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Pediatrik Pasca Anestesi Umum Menggunakan Laryngeal Mask Airway Emiliana Bella Castillian Leuobi; Emiliani Elsi Jerau; Ikit Netra Wirakhmi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.23730

Abstract

Pasien pediatrik yang memiliki IMT yang tidak sesuai, baik yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah, cenderung mengalami waktu pemulihan yang lebih lama serta memiliki risiko komplikasi yang lebih besar. Pasien dengan IMT lebih dari 25 (overweight) cenderung membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama dibandingkan dengan pasien yang memiliki IMT normal. Jenis operasi, durasi operasi, dan efek anestesi secara signifikan mempengaruhi pemulihan sadar pasca anestesi pediatrik, di mana prosedur yang lebih kompleks dan durasi yang lebih lama dapat memperpanjang waktu pemulihan akibat akumulasi obat anestesi dan efek residual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan waktu pulih sadar pada pasien pediatrik yang menjalani anestesi umum dengan teknik LMA. Sebagian besar pasien pediatrik mengalami waktu pulih sadar yang cepat setelah prosedur anestesi, yaitu sebanyak 85%, dan hanya 15% yang mengalami waktu pulih sadar yang memanjang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 ( 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan waktu pulih sadar pada pasien pediatrik di RSI Fatimah Cilacap. Mempertimbangkan status gizi (IMT) sebagai salah satu faktor dalam penilaian pra-anestesi untuk pasien anak. Adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan waktu pulih sadar, perencanaan sumber daya di ruang pemulihan (recovery room) dapat diatur lebih efisien, seperti pengaturan jadwal tindakan dan kesiapan jumlah tenaga medis sesuai kebutuhan pasien
Hubungan Faktor Risiko Modifiable Dengan Kejadian Hipertensi Pada Calon Jamaah Haji Di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Panjang Fitriani Fitriani; Lolita Sary; Khoidar Amirus
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i6.26052

Abstract

Penyelenggaraan kesehatan ibadah haji tahun 2022, diketahui sebanyak 89 jemaah haji Indonesia meninggal dunia, dengan penyakit jantung dan gangguan pernapasan sebagai penyebab utama kematian. Penyakit jantung memiliki kaitan erat dengan hipertensi, yang tercatat sebagai penyakit kedua terbanyak di kalangan jemaah haji Indonesia dengan proporsi 12,26%. Tujuan penelitian mengetahui hubungan obesitas, merokok, stress, aktivitas fisik dan kolesterol dengan hipertensi pada calon jamaah haji. Rancangan cross sectional, populasi seluruh jamaah haji di Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Panjang Tahun 2025, sebanyak 393 orang. Besarnya sampel menggunakan rumus slovin diperoleh sampel 199 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner dan analisis data menggunakan uji statistik logistic regression.Hasil penelitian diketahui ada hubungan obesitas (p-value 0,000). OR: 4,425. Ada hubungan merokok (p-value 0,000). OR: 10,095. Ada hubungan stress (p-value 0,000). OR: 5,076. Ada hubungan aktivitas fisik (p-value 0,000). OR: 9,992. Ada hubungan kolesterol (p-value 0,000). OR: 9,018. Aktivitas fisik merupakan faktor yang paling dominan terhadap hipertensi. (p-value 0,000). OR: 51,211. Disarankan calon jamaah haji agar melakukan aktivitas fisik dan menjaga pola makan dengan baik serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Serta diet sesuai aturan yang direkomendasikan oleh ahli gizi, mengatur pola makan, tidak merokok, diit rendah garam dan rendah kolesterol, mengelola stres.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 6 (2026): Volume 13 Nomor 6 Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5 Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue