Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles
1,379 Documents
PLUMMER’S PATIENT WITH DISTANT METASTASIS CARCINOMA THYROID: A CASE REPORT
M.Bayu Aji Maulana;
Budi Darmawan;
Johan Masjhur
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v10i4.10006
Abstrak: Sekitar 5% sampai 10% pasien dengan karsinoma tiroid papiler (PTC) memiliki metastasis lokoregional, sedangkan metastasis jauh sangat sedikit ditemui. Metastasis tulang hanya ditemukan pada sekitar 4% dari semua pasien kanker tiroid dan akibatnya kurang banyak dipelajari tetapi tetap berasosiasi dengan morbiditas dan mortalitas yang jauh lebih tinggi. Terapi klinis dan rehabilitasi mungkin sangat dipengaruhi oleh resorpsi tulang yang disebabkan oleh kanker tiroid. Seorang wanita berusia 58 tahun datang dengan keluhan nyeri pada pangkal paha sebelah kanan nya sejak 5 bulan SMRS. Sebelumnya pasien memiliki Riwayat terpeleset kurang lebih 1 tahun SMRS sehingga kesulitan untuk berjalan. Selain nyeri pada pangkal paha pasien merasakan jantungnya sering berdebar, mudah lelah, berat badan turun, disertai kerontokan pada rambut yang dirasakan kurang lebih 6 bulan SMRS. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan kadar TSH rendah dengan Riwayat Plummer’s disease dan suspek massa tihyroid kanan dan kiri (TIRADS 4). Pada pemeriksaan thyroid scan terdapat gambaran cold nodul di kedua thyroid dan bone scan menggambarkan adanya lesi metastasis dengan fraktur patologi pada di collum femur kanan disertai lesi metastasis C5-7. Patogenesis metastasis tulang nampak menunjukkan asosiasi antara kanker dan lingkungan mikro tulang yang menciptakan “siklus destruktif” penghancuran tulang. Selain itu, tumor tiroid folikuler dan meduler lebih mungkin berkembang menjadi metastase tulang, menunjukkan kebutuhan follow up yang lebih detail pada individu dengan histologi ini. Karsinoma tiroid berdiferensiasi memiliki kelangsungan hidup rata-rata hanya 4 tahun dengan adanya metastasis tulang. Dibandingkan dengan kelenjar getah bening lokal dan metastasis paru, metastasis tulang sering terlewatkan dan tidak banyak diteliti. Kanker tiroid yang terkait dengan penyakit Plummer’s menunjukkan perilaku biologis yang agresif dan lebih sering bermetastasis jauh ke area tulang. Meskipun kanker tiroid yang terdiferensiasi dengan baik memiliki progresi yang lambat, metastasis tulang yang terabaikan pada diagnosis awal dapat berdampak buruk pada kualitas hidup dan prognosis pasien.
SCOPING REVIEW: PENGARUH KEBERADAAN PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENCY KOMPREHENSIF (PONEK) TERHADAP DERAJAT KESEHATAN IBU
Kadek Yuke Widyantari;
Tiara Rica Dayani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v10i4.9733
Abstrak: Pengaruh Keberadaan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) Terhadap Derajat Kesehatan Ibu: Scoping Review. Penyediaan fasilitas PONEK diharapkan mampu menangani kasus rujukan yang tidak mampu dilakukan petugas kesehatan di tingkat layanan primer, sehingga dapat menekan morbiditas dan mortalitas maternal dan neonatal. Namun AKI di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 305/100.000 KH. Fasilitas PONEK merupakan bagian dari sistem rujukan dalam kegawatdaruratan maternal yang sangat berperan dalam menurunkan AKI. Review ini bertujuan untuk melakukan pengkajian mengenai pengaruh keberadaan PONEK terhadap derajat kesehatan ibu di beberapa negara. Metode yang digunakan adalah scoping review ini, penulis mengidentifikasi studi yang menjelaskan pengaruh keberadaan PONEK terhadap derajat kesehatan ibu dari tiga database (PubMed, Wiley, dan Science Direct). Pencarian dibatasi pada studi yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dan periode publikasi 2013-2023. Studi yang teridentifikasi ditinjau menggunakan PRISMA Flowchart. Dari total 9 (sembilan) artikel yang direview ditemukan dua subtema yaitu, ketersediaan PONEK yang memadai baik dari segi fasilitas dan kompetensi SDM PONEK dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu (menurunnya mortalitas, meningkatnya persalinan di institusional, dan menurunnya angka rujukan) dan jika tersedianya PONEK tanpa fasilitas yang tidak optimal dan kompetensi SDM yang rendah dapat memperburuk derajat kesehatan maternal (meningkatnya mortalitas dan meningkatnya angka rujukan). Kesimpulan: dari ulasan ini, beberapa bukti menunjukkan bahwa keberadaan PONEK berkaitan secara signifikan terhadap derajat kesehatan ibu.Kata Kunci : Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK), Kesehatan Maternal, Angka Kematian Ibu
PERBANDINGAN INDEKS MASA OTOT SKELETAL ANTARA MAHASISWI FISIOTERAPI DENGAN INDEKS MASA TUBUH NORMAL, OVERWEIGHT DAN OBESITAS
Mona Oktarina;
Rabia Rabia;
Thressia Hendrawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v10i4.9874
Sceletal Muscle Index (SMI) merupakan pemeriksaan komposisi tubuh unutk menilai status fisik seseorang dan mengukur risiko kesehatan dan penyakit, diantaranya adalah sarkopenia, penurunan mobilitas dan obesitas. Indeks Masa Tubuh (IMT) juga merupakan pengukuran komposisi tubuh yang didapat dari tinggi badan dan berat badan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbandingan SMI antara mahasiswi fisioterapi dengan IMT normal, overweight dan obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan desain potong lintang pada 134 mahasiswa aktif jurusan fisioterapi. Indeks massa tubuh, berat badan, tinggi badan, massa otot skeletal dinilai dengan menggunakan InBody 570 body composition analyzer. Perbandingan komposisi tubuh dianalisis dengan uji T independent dan uji Mann Whitney. Mahasiswi fisioterapi dengan IMT yang overweight dan obesitas menunjukkan proporsi SMI (5,7%) lebih rendah dbandingkan mahasiswi fisioterapi dengan IMT normal (6%). Selain itu, massa otot skeletal ditemukan signifikan lebih rendah pada kelompok IMT normal dibandingkan kelompok overweight dan obesitas. Diperlukan upaya preventif dan promotive untukmencegah risiko penyakit yang ditumbulkan dari komposisi tubuh terutama mahasiswi fisioterapi yang lebih spesifik.
HIPERTENSI ET CAUSA STROKE NON HEMORAGIK : LAPORAN KASUS
Fitriyani Fitriyani;
Luthfiyyah Hakim
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v10i4.8932
Abstrak: Hemiparese Dextra e.c Stroke Non Hemoragik. Menurut WHO strokeadalah adanya tanda-tanda klinik yang berkembang cepat akibat gangguan fungsiotak fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam ataulebih yang menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selainvaskuler. (Hendro Susilo, 2012). Sedangkan menurut Pahria, (2014) Stroke NonHaemoragik adalah cedera otak yang berkaitan dengan obstruksi aliran darah otakterjadi akibat pembentukan trombus di arteri cerebrum atau embolis yang mengalirke otak dan tempat lain di tubuh. Stroke nonhemoragik adalah stroke yangdisebabkan karena sumbatan pada arteri sehingga suplai glukosa dan oksigen keotak berkurang dan terjadi kematian sel atau jaringan otak yang disuplai.
REVIEW LITERATUR: PENTINGNYA DIAGNOSIS AWAL KARDIOMIOPATI PERIPARTUM
Sindhu Wisesa;
Aristi Intan Soraya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v10i4.9522
Abstrak: Review Literatur: Pentingnya Diagnosis awal KardiomiopatiPeripartum. Kardiomiopati peripartum (KMPP) merupakan penyakit yang ditandaidengan penurunan fungsi sistolik ventrikel kiri pada akhir kehamilan atau setelahmelahirkan. Pasien KMPP seringkali mengunjungi fasilitas kesehatan dengankomplikasi dan penurunan fungsi jantung yang nyata sehingga sulit untukditangani. Kasus KMPP masih sering underdiagnosis karena memiliki gejala yangmirip dengan gagal jantung akibat etiologi lain, dan pada kasus yang ringanmenyerupai perubahan fisiologis pada kehamilan. Penanganan awal KMPP denganfungsi sistolik ventrikel kiri yang masih baik berhubungan dengan pemulihan yanglebih baik dan komplikasi yang rendah. Oleh karena itu, kesadaran pentingnyadiagnosis awal penyakit KMPP pada masyarakat dan tenaga kesehatan perluditingkatkan agar dapat dilakukan terapi dini KMPP, sehingga menurunkanmorbiditas dan mencegah kematian ibu.
GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAN INHALER LAMA DAN QUALITY OF LIFE PADA PASIEN PPOK DI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG
Dea Putri Egiestine;
Jordy Oktobiannobel;
Neno Fitriyani Hasbie;
Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10061
Abstrak: Gambaran Kepatuhan Penggunaan Inhaler Lama dan Quality of life Pada Pasien PPOK Di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Tahun 2022. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit umum, dapat dicegah dan dapat diobati yang ditandai dengan adanya gejala pernapasan yang persisten dan keterbatasan aliran udara yang disebabkan oleh kelainan jalan napas atau alveolus biasanya disebabkan oleh paparan yang signifikan terhadap partikel atau gas berbahaya dan dipengaruhi oleh adanya faktor pejamu. Efektifnya tingkat kepatuhan terhadap terapi pada pasien PPOK akan memberikan efek yang baik pada perbaikan Quality of life pasien. Mengetahui gambaran kepatuhan penggunaan inhaler LAMA dan Quality of life pada pasien PPOK. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Parameter yang digunakan adalah tingkat kepatuhan menggunakan kuesioner MMAS-8 dan Quality of life menggunakan kuesioner SGRQ. Pengambilan sampel dilakukan di Klinik Harum Melati dan RSU Wisma Rini Pringsewu Lampung. Didapatkan 200 populasi pasien PPOK yang menggunakan inhaler LAMA. Berdasarkan hasil pada penelitian ini didapatkan tingkat kepatuhan pasien lebih banyak berada pada tingkat kepatuhan sedang 91 orang (45,5%) dan lebih sedikit pada tingkat kepatuhan rendah, yaitu 42 orang (21%). Sedangkan berdasarkan tingkat Quality of life pasien paling banyak berada pada tingkat Quality of life baik, yaitu sebanyak 158 orang (79%) dan paling sedikit pada tingkat Quality of life tidak baik ,yaitu 42 orang (21%). Gambaran pasien didapatkan lebih banyak berada pada tingkat kepatuhan sedang, yaitu sebanyak 91 orang (45,5%) dan didapatkan paling banyak berada pada tingkat Quality of life baik, yaitu sebanyak 158 orang (79%).
HUBUNGAN ANTARA PEKERJAAN DENGAN KEJADIAN NEPHROLITHIASIS DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD Dr. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG
Reny Yustika;
Eko Purnanto;
Nia Triswanti;
Indra Kumala
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9581
Abstrak: Hubungan Antara Pekerjaan Dengan Kejadian Nephrolithiasis DiRuang Rawat Inap Bedah RSUD Dr. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.Nephrolithiasis adalah gangguan urologi yang disebabkan oleh pengendapansubstansi yang mengandung komponen Kristal dan matriks organik dalam air kemihatau zat-zat sisa hasil sekresi tubuh yang jumlahnya berlebihan mengendap di dalampelvis atau kaliks ginjal. Faktor resiko seperti jenis kelamin, usia, riwayat keluarga,asupan cairan yang kurang memadai, terlalu lama duduk di tempat bekerja, dan jugaobesitas dapat meningkatkan resiko secara signifikan terkait kasus batu salurankemih atau BSK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubunganantara pekerjaan dengan kejadian nephrolithiasis di ruang rawat inap bedah RSUDDr. H. Abdul Moeloek provinsi Lampung. Penelitian dilaksanakan pada Oktober-November 2022 dengan teknik pengambilan yaitu total sampling sebanyak 68sampel. Hubungan antara pekerjaan dengan kejadian nephrolithiasis menunjukkanterdapat hubungan antara kedua variabel. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value= 0,027 maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pekerjaandengan kejadian nephrolithiasis. Dan dari analisis diperoleh pula nilai OR = 1,118artinya pasien dengan kategori pekerjaan sedang memiliki kecenderungan untukterjadinya nephrolithiasis dibandingkan pasien dengan pekerjaan berat. Dandiperoleh juga interval kepercayaan (0,333-3,753) dimana pada intervalkepercayaan tidak mengandung nilai odds ratio 1 sehingga menunjukkan adanyahubungan antara pekerjaan dengan dengan kejadian nephrolithiasis.
KARAKTERISTIK PASIEN HIV AIDS DENGAN KANDIDIASIS VAGINALIS DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG
Ardinda Arlindova;
Eka Silvia;
Arti Febriyani Hutasuhut;
Resati Nando Panonsih
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9556
Abstrak : Karakteristik Pasien HIV AIDS dengan Kandidiasis Vaginalis DiRSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Human Immunodeficiency Virus(HIV) adalah suatu retrovirus yang menyebabkan kumpulan gejala penyakitdefisiensi sistem imun yang disebut dengan Aqcuired Immunodeficiency Syndrome(AIDS) (WHO 2018). Pada penderita AIDS, penurunan kemampuan sistemkekebalan tubuh berkaitan erat dengan tingkat kejadian infeksi oportunistik.Infeksi opurtunistik adalah infeksi mikroorganisme akibat adanya kesempatan untuktimbul pada kondisi-kondisi tertentu yang memungkinkan. Pada penelitian inimelihat dan mengetahui karakteristik pada pasien HIV/AIDS dengan kandidiasisvaginalis di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Metode yang digunakanyaitu deskriptif observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Hasilpenelitian yang diperoleh adalah dari 41 sampel Pasien HIV/AIDS denganKandidiasis Vaginalis di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2019-2021 didapatkan karakteristik usia terbanyak adalah dewasa awal (26-35 tahun) 16orang (39,0%). Didapatkan rata-rata status gizi pasien adalah normal (IMT 18,0 –25,0 Kg/M2) 23 orang (56,1%). Sebagian besar pasien sudah terdiagnosis HIV ≥ 3Tahun sebanyak 29 orang (70,7%). Pasien HIV AIDS dengan kandidiasis vaginalissebagian besar adalah Dewasa Awal (26-35 Tahun), status gizi pasien sebagianbesar adalah normal (IMT 18,0 – 25,0 Kg/M2) dan sebagian besar pasien sudahterdiagnosis HIV ≥ 3 Tahun.
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK DENGAN INFEKSI HIV STADIUM IV : LAPORAN KASUS
Sissy Sissy;
Novita Indah Permatasari;
Zahwa Arsy Azzahra;
Ismalia Husna
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10162
Abstrak: Nekrolisis Epidermal Toksik Dengan Infeksi HIV Stadium IV:Laporan Kasus. Nekrolisis epidermal toksik (NET) adalah suatu reaksimukokutaneus yang disebabkan oleh obat. Reaksi ini bersifat akut dan dapatmengancam jiwa yang ditandai dengan adanya nekrosis berat dan pelepasanepidermis. Berikut dilaporkan satu kasus seorang laki-laki 31 tahun dengan luaspermukaan tubuh yang terlibat berupa purpura disertai adanya skin detachmentdengan luas permukaan tubuh yang terlibat sebesar 36% serta adanya keterlibatantiga lesi pada membran mukosa yaitu pada mukosa mata, bibir dan kelamin dengangejala prodromal berupa demam sebelum timbulnya lesi dan didapatkan tandaNikolsky (+), antibodi HIV dengan hasil reaktif sehingga diadaptkan diagnosisnekrolisis epidermal toksik dengan infeksi HIV stadium IV. Pada kasus, penderitamendapatkan terapi berupa eliminasi obat yang dicurigai, pemberian deksametason10 mg-10 mg-10 mg intravena yang diturunkan hingga menjadi metilprednisolonsediaan oral 16 mg tiap 12 jam dalam waktu 14 hari, dan dua hari kemudianditurunkan kembali dosisnya diberikan konseling informasi dan edukasi (KIE).
HUBUNGAN ANTARA KADAR KOLESTEROL TOTAL DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PASIEN PRA LANSIA DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOK PROVINSI LAMPUNG
Deka Purnama;
Anggunan Anggunan;
T Mawar Nusri;
Rina Kriswiastiny
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9558
Abstrak : Hubungan Antara Kadar Kolesterol Total Dengan DerajatHipertensi Pada Pasien Pra Lansia Di RSUD Dr. H. Abdul Moelok ProvinsiLampung. Hipertensi adalah sesuatu kelainan pada pembuluh darah yangmenimbulkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampaike jaringan tubuh. Peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh yang menjadi faktorrisiko penyakit jantung (Ruslianti, 2014). Kemenkes 2016, menyebutkan bahwa Usia45-59 masuk ke dalam usia pra lansia yang mana cenderung untuk mengalamipeningkatan tekanan darah. Mengetahui hubungan antara kadar kolesterol totaldengan derajat hipertensi pada pasien pra lansia di RSUD DR. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung Tahun 2021. Penelitian analitik observasional dengan desainpenelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Distribusi frekuensi respondendengan hipertensi grade 1, yaitu sebanyak 37 responden (43,5%), hipertensi GradeII sebanyak 30 responden (35,3%) dan pra hipertensi sebanyak 18 responden(21.2%). Distribusi frekuensi responden dengan kadar kolesterol total tinggi, yaitusebanyak 47 responden (55,3%). Sehingga terdapat hubungan antara kadarkolesterol total dengan derajat hipertensi pada pasien pra lansia di RSUD DR. H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021 p value 0,037 (p value < 0,05).Terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dengan derajat hipertensi pada pasien pra lansia di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021 p value 0,037 (p value < 0,05).