cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN KEJADIAN NEPHROLITHIASIS DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Eko Purnanto; Nia Triswanti; Toni Prasetya; Dio Haris Jauhari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9551

Abstract

Abstrak: Hubungan antara Obesitas dengan Kejadian Nephrolithiasis diRSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Nephrolithiasis (Batu Ginjal)yaitu keadaan tidak normal di dalam ginjal, dimana didalamnya mengandungkomponen kristal dan matriks organik. Salah satu faktor resiko yang memungkinkanseseorang menalami nephrolithiasis adalah kegemukan (Obesitas). Index MassaTubuh (IMT) merupakan sebuah alat untuk memantau bagaimana status gizi orangdewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antaraobesitas dengan kejadian nephrolithiasis di ruang rawat inap bedah RSUD Dr. H.Abdul Moeloek provinsi lampung. Penelitian ini bersifat observasional analitik.Dengan menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalampenelitian ini adalah Total Sampling. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji ChiSquare. Dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden, didapatkan 37 responden(69,8%) yang obesitas pada pasien nephrolithiasis, sedangkan untuk tidak obesitaspada pasien nephronlithiasis sebanyak 16 responden (30,2%). Pada pasien bukannephrolithiasis didapatkan 4 responden (26,7%) yang obesitas, dan 11 responden(73,3%). Berdasarkan hasil uji fisher exact test hasil penelitian menunjukkan nilai pvalue sebesar 0,007 (≤0,05) yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikanantara obesitas dengan kejadian nephrolithiasis OR = 6. Terdapat hubungan yangsignifikan antara obesitas dengan kejadian nephrolithiasis di RSUD Dr. H. AbdulMoloek Provinsi Lampung.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN SECTIO CAESAREA (SC) DI RUMAH SAKIT SWASTA (ANALISIS DATA SDKI 2017) Dwita Canggi Siregar; Mala Kurniati; Nurhalina Sari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9470

Abstract

Abstrak: Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan Sectio Caesarea (SC) DiRumah Sakit Swasta (Analisis Data SDKI 2017). Dari hasil Survei Demografidan Kesehatan Indonesia 2017 angka persalinan SC Indonesia sebesar 17,02 %,SDKI 2012 sebesar 12% dan SDKI 2007 sebesar 7%. Terjadi peningkatan dari SDKI2007-2017, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat beragam faktor yangmempengaruhi persalinan SC di Rumah Sakit Swasta di Indonesia. Oleh karena itupeneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh faktor (umur ibu, riwayat SC, paritas,pendidikan, pekerjaan, kepemilikan jaminan kesehatan, dan komplikasi kehamilan)dengan persalinan SC berdasarkan data SDKI 2017. Jenis penelitian ini merupakanpenelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitianadalah seluruh wanita usia subur (15-49 tahun) dengan kriteria inklusi yaitu WUSyang pernah melahirkan secara Sectio Caesarea (SC), selama periode survei tahun  2017. Sedangkan kriteria eksklusi yaitu data tidak lengkap. Sampel penelitian ialah 1398 responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner SDKI. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat, analisa bivariat menggunakan uji chi-square dan analisa multivariat menggunakan regresi logistik multivariabel. Penelitian ini menghasilkan tiga variabel yang ditemukan dominan dalam mempengaruhi persalinan Sectio Cesarea di Rumah Sakit Swasta yaitu umur ibu yang tidak berisiko (OR : 1.26, p-value : 0.001), ibu yang tidak bekerja (OR : 0.77, p-value : 0.001), ibu yang memiliki jaminan kesehatan (OR : 1.66, p-value : 0.001). Ditemukan adanya interaksi antara pekerjaan dengan kepemilikan jaminan kesehatan dengan p-value : 0.042. Faktor dominan yang mempengaruhi persalinan SC di Rumah Sakit Swasta berdasarkan data SDKI 2017 yaitu kepemilikan jaminan kesehatan dengan OR = 1.66. Saran : Diharapkan kepada pelayanan kesehatan agar dapat memberi kebijakan khususnya untuk jaminan kesehatan dalam persalinan yang harus sesuai dengan indikasi, selain itu dapat dilakukan penyebaran informasi dalam hal menentukan persalinan baik secara online atau offline. 
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK METANOL DAGING BUAH KAWISTA (Limonia acidissima L.) DARI DAERAH KABUPATEN DOMPU TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa Gde Pande Rodriawan; Ana Andriana; Herlinawati Herlinawati; Musyarrafah Musyarrafah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9824

Abstract

Abstrak: Uji Daya Hambat Ekstrak Metanol Daging Buah Kawista (Limoniaacidissima L.) dari Daerah Kabupaten Dompu Terhadap BakteriPseudomonas aeruginosa. Tanaman kawista (Limonia acidissima L.) merupakansalah satu jenis tumbuhan obat tradisional. Masyarakat Bima Dompu cenderungmengkonsumsi buah kawista secara langsung sebagai bahan tambahan rujak dansering digunakan sebagai pengobatan diare tradisional. Daging buah Kawista(Limonia acidissima L.) diketahui mengandung flavonoid, alkaloid, dan saponin yangdapat menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat ekstrak metanol daging buahkawista (Limonia acidissima L.) dari daerah kabupaten Dompu terhadappertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium Riset Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar menggunakanmetode ekstraksi maserasi dengan pelarut metanol. Rancangan yang digunakandalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kelompokperlakukan dan 2 kontrol (kontrol positif kloramfenikol dan kontrol negatifaqudest). Data yang didapatkan dianalisis menggunakan SPSS versi 23. Hasil daripenelitian ini didapatkan diameter zona hambat pada 4 kelompok perlakuan. Dayahambat terbesar adalah 41,50 mm pada konsentrasi 100%, dan daya hambat  terendah adalah 18,5 mm pada konsentrasi 25%. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, didapatkan perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan dengan nilai p<0.05. Ekstrak metanol daging buah kawista (Limonia acidissima L.) dari daerah kabupaten Dompu memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri pseudomonas aeruginosa.
GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAN INHALER KOMBINASI LABA/LAMA DAN QUALITY OF LIFE PADA PASIEN PPOK KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG Lia Amelia; Jordy Oktobiannobel; Neno Fitriyani Hasbie; Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10060

Abstract

Abstrak: Gambaran Kepatuhan Penggunaan Inhaler KombinasiLABA/LAMA dan Quality of Life Pada Pasien PPOK Kabupaten PringsewuProvinsi Lampung Tahun 2022. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalahpenyakit yang dapat dicegah dan juga dapat diobati yang ditandai dengan adanyagejala gangguan pernapasan yang persisten dan adanya keterbatasan aliran udarayang disebabkan oleh kelainan jalan napas dan atau alveolus biasanya disebabkanoleh paparan yang signifikan terhadap partikel ataupun gas yang berbahaya dandipengaruhi oleh beberapa faktor pejamu. Tingginya tingkat kepatuhan terhadapterapi pada pasien PPOK akan memberikan efek yang baik pada perbaikan quality oflife pasien. Tujuan Penelitian untuk mengetahui gambaran kepatuhan penggunaaninhaler kombinasi LABA/LAMA dan quality of life pada pasien PPOK. Penelitianmenggunakan deskriptif observasional dengan pendekatan studi cross sectional.Parameter yang digunakan adalah tingkat kepatuhan menggunakan kuesionerMMAS-8 dan quality of life menggunakan kuesioner SGRQ. Pengambilan sampeldilakukan di Klinik Harum Melati dan RSU Wisma Rini Pringsewu Lampung. Didapatkan 200 populasi pasien PPOK yang menggunakan inhaler kombinasi LABA/LAMA. Berdasarkan hasil pada penelitian ini didapatkan tingkat kepatuhan pasien lebih banyak berada pada tingkat kepatuhan tinggi, yaitu sebanyak 98 orang (49%) dan lebih sedikit pada tingkat kepatuhan rendah, yaitu 35 orang (17,5%). Sedangkan berdasarkan tingkat quality of life pasien paling banyak berada pada tingkat quality of life baik, yaitu sebanyak 165 orang (82,5%) dan paling sedikit pada tingkat quality of life tidak baik, yaitu 35 orang (17,5%). Gambaran pasien didapatkan lebih banyak berada pada tingkat kepatuhan tinggi, yaitu sebanyak 98 orang (49%) dan didapatkan paling banyak berada pada tingkat quality of life baik, yaitu sebanyak 165 orang (82,5%).
INFEKSI Staphylococcus Aureus PADA KASUS SELULITIS DENGAN KOMPLIKASI NECROTIZING FASCITIS : LAPORAN KASUS Novita Indah Permatasari; Sissy Sissy; Anggi Khaerani Hasibuan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10163

Abstract

Abstrak: Infeksi Staphylococcus aureus Pada Kasus Selulitis DenganKomplikasi Necrotizing Fascitis: Laporan Kasus. Selulitis merupakan perdangansupuratif pada pada bagian epidermis dan dermis yang biasanya disebabkan olehbakteri piogenik S. aureus dan S. pyogenes. Keadaan ini jika tidak ditangani lebihlanjut akan meningkakan terjadinya necrotizing fasciitis. Berikut dilaporkan satukasus seorang perempuan berusia 50 tahun dengan perhitungan Skor L-Rinec : 7,hasil pemeriksaan biopsi jaringan debridemen sesuai early necrotizing fasciitis. Daripemeriksaan kultur dari dasar erosi didapatkan pertumbuhan kuman Staphylococcusaureus sebagai agen penyebab infeksi. Penggunaan antibiotika sefalosporin generasiI atau klindamisin dapat digunakan sebagai pilihan terapi. Tujuan pelaporan kasusini untuk meningkatkan pemahaman mengenai bakteri penyebab infeksi padaselulitis, signifikansi agen penyebab, serta pemilihan antibiotika yang sesuai denganhasil kultur dan sensitivitas.
MORBUS HANSEN TIPE BORDERLINE LEPROMATOSA (BL) DENGAN MORBUS HANSEN TIPE LEPROMATOSA (LL) DENGAN ERITEMA NODOSUM LEPROSUM RINGAN DAN KECACATAN KUSTA TINGKAT : LAPORAN KASUS Ismalia Husna; Sissy Sissy; Novita Indah Permatasari; Elitha Sundari Pulungan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10161

Abstract

Abstrak: Morbus Hansen Tipe Borderline Lepromatosa (Bl) Dengan MorbusHansen Tipe Lepromatosa (Ll) Dengan Eritema Nodosum Leprosum RinganDan Kecacatan Kusta Tingkat 2: Laporan Kasus. Penyakit kusta atau MorbusHansen merupakan penyakit infeksi kronik yang disebabkan Mycobacterium leprae(M. leprae). Penyakit ini menyerang kulit dan saraf tepi, serta otot, mata, tulang,testis, dan organ dalam lainnya. Penyakit kusta dapat mengakibatkan terjadinyakecacatan yang cenderung irrevesible. Seorang pasien wanita 64 tahun, datangdengan keluhan muncul benjolan dan nyeri pada kedua lengan yang berulang. pasienjuga mengeluhkan jari tangan dan kaki pasien yang memendek. Riwayat keluhanserupa sejak 3 bulan yang lalu. Status dermatologis pada ekstremitas superiordekstra et sinistra, didapatkan nodul eritema multipel bentuk bulat, ukuran diameterbervariasi 0,5cm-0,8cm, nyeri tekan positif. Makula hipopigmentasi multipel, batas tidak tegas, bentuk geografika, ukuran 1x2cm-2,5x3cm. Ekstremitas inferior dekstra et sinistra didapatkan Makula hiperpigmentasi multipel, batas tegas, bentuk geografika, ukuran 2x3cm-3x5cm, distribusi bilateral, simetris. Pemeriksaan penebalan saraf didapatkan penebalan pada nervus ulnaris dekstra dan sinistra, konsistensi keras. Pemeriksaan sensibilitas meliputi raba, suhu, nyeri didapatkan menurun pada lesi. Pemeriksaan VMT 1. Pemeriksaan monofilamen tangan biru dan pemeriksaan monofilament kaki ungu. Pemeriksaan basil tahan asam pada cuping kanan 10/lp (+3) fragmented, pada cuping kiri 4/100 lp (+1) fragmented, dengan indeks morfologi 0. Pasien didiagnosis dengan morbus hansen tipe borderline lepromatosa (BL) dengan Eritema Nodosum Leprosum ringan membaik dan kecacatan kusta tingkat 2.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TOILET TRAINING DAN PENGGUNAAN DIAPERS TERHADAP KEJADIAN ENURESIS ANAK USIA 3-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELUKJAMBE Adinda Dewi Rahmawati; Galuh Ramaningrum; Agus Saptanto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9290

Abstract

Abstrak: Hubungan Tingkat Pengetahuan Toilet Training dan PenggunaanDiapers terhadap Kejadian Enuresis Anak Usia 3-5 tahun di Wilayah KerjaPuskesmas Telukjambe. Enuresis adalah tidak mampu mengendalikanpengeluaran air kemih pada usia dimana kendali berkemih sudah seharusnyadimiliki. Normalnya, saat telah memasuki usia 2 tahun anak telah dapatmengendalikan mikturisinya. Namun, hanya 46% anak usia 3-5 tahun di Indonesiayang telah dapat mengendalikan kontrol BAK nya. Faktor pengetahuan toilettraining ibu dan penggunaan diapers dapat menyebabkan enuresis pada anak 3-5tahun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubunganpengetahuan toilet training ibu dan penggunaan diapers terhadap kejadian enuresisanak usia 3-5 tahun. Penelitian ini menggunakan studi analitik observasionaldengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan dipilih berdasarkankriteria inklusi dan tidak memiliki kriteria eksklusi dengan pengambilan sampeldilakukan secara consecutive sampling sebanyak 51 sampel. Pengambilan datadilakukan dengan metode wawancara terpimpin menggunakan kuesioner. Anak usia3-5 tahun yang mengalami enuresis sebesar 35,3%. Berdasarkan uji bivariatterdapat hubungan bermakna antara pengetahuan toilet training ibu terhadapkejadian enuresis anak usia 3-5 tahun (p-value = 0,010), dan terdapat hubunganbermakna antara penggunaan diapers terhadap kejadian enuresis anak usia 3-5tahun (p-value=0,030). Terdapat hubungan antara pengetahuan toilet training ibudan penggunaan diapers terhadap kejadian enuresis anak usia 3-5 tahun.
HUBUNGAN PENGETAHUAN MENGENAI SUNSCREEN TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN SUNSCREEN PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG DI ERA COVID-19 Shintya Azza Salsabila; Sri Windayati; Mega Pandu Arfiyanti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i6.9852

Abstract

Pada era pandemi COVID-19, terjadi modifikasi sistem pembelajaran, termasuk FK Unimus yang menjalankan sistem pembelajaran secara daring. Para mahasiswi tetap melaksanakan kegiatan lainnya di luar ruangan meskipun dengan durasi yang singkat. Dampak negatif dari paparan sinar UV, antara lain: dapat membakar kulit, kulit kusam, kering, keriput, penuaan dini, dan kanker kulit. Kebanyakan orang masih belum menyadari mengenai pentingnya penggunaan sunscreen baik di dalam maupun diluar ruangan, serta kurangnya pengetahuan bahwa sinar UV A dapat menembus kaca jendela dan menyebabkan efek penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan mengenai sunscreen terhadap perilaku penggunaan sunscreen pada era COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di FK Unimus. Teknik pengambilan data menggunakan simple random sampling dengan sampel sebesar 172 responden. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji rank spearman. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (72,7%) dan perilaku baik (61,6%). Dari uji rank spearman didapatkan p-value sebanyak 0,001 (p < 0,05), dengan nilai Correlation Coefficient 0,245. Sehingga didapatkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan perilaku menggunakan sunscreen pada mahasiswi FK Unimus. Faktor yang mempengaruhi antara lain tingkat pendidikan dan sumber informasi.
PENGARUH BRANDT-DARROF EXCERSICE TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN BENIGN PAROXYSMAL POSITIONAL VERTIGO Fatima Khiarun Nisa; Siti Istiqomah Khamsiyati; Romadhoni Romadhoni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i6.9986

Abstract

Abstrak: Pengaruh Brandt-Darrof Excersice Terhadap Kualitas Hidup Pasien BPPV. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) merupakan gangguan klinis yang berkaitan dengan perubahan posisi kepala. Prevalensi BPPV dalam populasi global sebesar 2,4%. Serangan vertigo pada pasien BPPV merupakan salah satu bentuk dizziness. Dampak dari dizziness yang dirasakan oleh pasien BPPV antara lain terganggunya kualitas hidup. Jenis latihan rehabilitasi vestibuler yang dapat diberikan pada pasien BPPV yaitu Brandt Darrof Excersice. Brandt-Darrof Excersice dapat memperbaiki gejala, mengurangi keluhan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien BPPV. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh Brandt-Darrof Excersice terhadap kualitas hidup pasien BPPV. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pengambilan sampel secara consecutive sampling. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner Dizziness Handicap Inventory. Pengujian dan analisis data yang digunakan menggunakan Uji normalitas data Shapiro Wilk, Uji Wilcoxon, Uji Paired t-test, dan Uji MannWhitney. Penelitian ini memiliki total sampel sebanyak 20 responden yang terbagi dalam kelompok I dan II. Hasil analisis data pada kelompok I yang menyelesaikan 3 kali latihan dalam seminggu diperoleh pvalue = 0.005. Hasil analisis data pada kelompok II yang tidak menyelesaikan 3 kali latihan dalam seminggu diperoleh pvalue = 0.001. Hasil analisis data perbedaan skor antar 2 kelompok didapatkan hasil pvalue = 0.003 dengan N-Gain Score Kelompok I = 29,75 dan Kelompok II = 15,74. Terdapat pengaruh Brandt-Darrof Excersice terhadap Kualitas Hidup Pasien BPPV pada kelompok yang menyelesaikan 3 kali latihan dalam seminggu. Terdapat pengaruh Brandt-Darrof Excersice terhadap kualitas hidup pasien BPPV pada kelompok yang tidak menyelesaikan 3 kali latihan dalam seminggu. Terdapat perbedaan pengaruh Brandt-Darrof Excersice terhadap kualitas hidup pasien BPPV antara kelompok yang menyelesaikan 3 kali latihan dalam 1 minggu dan tidak menyelesaikan 3 kali latihan dalam 1 minggu.
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN ANGKA REINFEKSI COVID-19 PADA PASIEN RSUD DR. H. ABDUL MOLOEK PROVINSI LAMPUNG Jofani Dimas Perdana; Resti Arania; Deviani Utami; Tessa Sjahriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i6.9575

Abstract

Abstrak: Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Angka Reinfeksi COVID-19 Pada Pasien RSUD Dr. H. Abdul Moloek Provinsi Lampung. Severe acute respiratory syndrome corona virus 2 (SARS- CoV-2) merupakan virus corona yang baru diidentifikasi dan menyebar di antara manusia. Reinfeksi COVID-19 merupakan infeksi kepada seseorang yang sudah terdiagnosis COVID-19 kemudian pasien sembuh dari COVID-19 dan terinfeksi Kembali. Penyebab infeksi ini karena adanya strain baru dari SARS-CoV-2. Dari laporan kasus yang sudah ada varian berbeda dari virus, pasien juga merasakan keluhan yang sama antara infeksi pertama dan kedua. Kemudian reinfeksi ini memiliki waktu kejadian yang berbeda, mulai dari beberapa bulan hingga minggu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan reinfeksi COVID-19 pada pasien RSUD Dr. H. Abdul Moloek (RSAM) Provinsi Lampung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pendekatan cross sectional, pengolahan metode sampel dengan simple random sampling pada data sekunder rekam medik. Pengambilan data yaitu dengan cara mengumpulkan pasien COVID-19 di RSAM Provinsi Lampung dan didapatkan sebanyak 344 responden. Dari 344 responden, 35 reinfeksi didapatkan sampel dengan usia >46 tahun sebanyak 230 sampel (66.9%), pada usia 17-45 tahun sebanyak 105 sampel (30.5%), dan usia 0-16 tahun sebanyak 9 sampel (2.6%) hasil uji Chi-square didapatkan p value=0,005 terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan kejadian reinfeksi COVID-19 pada pasien RSAM. pada sample infeksi primer terdapat 138 sampel (44,7%) pada jenis kelamin laki-laki dan didapatkan 171 sampel (55,3%) pada jenis kelamin perempuan. Sama dengan sampel reinfeksi didapatkan 14 sampel (40%) jenis kelamin laki-laki dan 21 sampel (60%) pada jenis kelamin perempuan. hasil uji Chi-square didapatkan p value=0,599 yang berati nilai p value≤0.05, maka Ha ditolak, berati tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kejadian reinfeksi COVID-19 pada pasien RSAM.

Page 50 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue