cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAN INHALER KOMBINASI ICS/LABA DAN QUALITY OF LIFE PADA PASIEN PPOK DENGAN ASMA DI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG Alfath Habbie; Neno Fitriyani Hasbie; Jordy Oktobiannobel; Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10062

Abstract

Abstrak: Gambaran Kepatuhan Penggunaan Inhaler Kombinasi ICS/LABA dan Quality of Life Pada Pasien PPOK Dengan Asma Di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Penyakit Paru Obstruktif  Kronik (PPOK) dan Asma terjadi dari dua patofisiologi, etiologi dan agen penyebab yang berbeda. Tetapi terdapat penyakit dengan ciri dan gejala Asma dan PPOK secara bersamaan, penyakit ini merupakan Asthma COPD Overlape Syndrome (ACOS). ACOS adalah penyakit pernapasan kronis dengan gejala asma dan PPOK yang tumpang tindih. Tingginya akan tingkat kepatuhan terhadap terapi pada pasien PPOK dengan Asma akan memberikan efek yang baik pada perbaikan quality of life pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kepatuhan penggunaan inhaler kombinasi ICS/LABA dan quality of life pada pasien PPOK dengan Asma. Menggunakan deskriptif observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Parameter yang digunakan adalah tingkat kepatuhan menggunakan kuesioner MMAS-8 dan quality of life menggunakan kuesioner SGRQ. Pengambilan sampel dilakukan di Klinik Harum Melati dan RSU. Wisma Rini Pringsewu Lampung. Didapatkan 200 populasi pasien PPOK dengan Asma yang menggunakan inhaler kombinasi ICS/LABA. Berdasarkan hasil pada penelitian ini didapatkan tingkat kepatuhan pasien lebih banyak berada pada tingkat kepatuhan tinggi, yaitu sebanyak 96 orang (48%) dan lebih sedikit pada tingkat kepatuhan rendah, yaitu 25 orang (12,5%). Sedangkan berdasarkan tingkat quality of life pasien paling banyak berada pada tingkat quality of life baik, yaitu sebanyak 166 orang (83%) dan paling sedikit pada tingkat quality of life tidak baik, yaitu 34 orang (17%). Gambaran pasien didapatkan lebih banyak berada pada tingkat kepatuhan tinggi, yaitu sebanyak 96 orang (48%) dan didapatkan paling banyak berada pada tingkat quality of life baik, yaitu sebanyak 166 orang (83%).
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN NEPHROLITHIASIS DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Kiki Maulana; Eko Purnanto; Nia Triswanti; Toni Prasetia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10063

Abstract

Abstrak : Hubungan Antara Usia Dan Jenis Kelamin Dengan KejadianNephrolithiasis Di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD DR. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung. Nephrolithiasis (batu ginjal) adalah salah satu penyakit ginjal,dimana terdapatnya batu yang mengandung komponen kristal dan matriks organikyang menjadi penyebab terbanyak kelainan saluran kemih. Menurut Global Burdenof Disease (GDB) bersama Disease and Injury Incidence and Prevalence Collabolatorstahun 2015 mencatat terdapat 22,1 juta kasus nephrolithiasis dan mengakibatkansekitar 16.100 kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antarausia dan jenis kelamin dengan nephrolithiasis di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan penelitiankuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yang dilaksanakan pada bulanOktober-November 2022 di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD Dr. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien urolithiasis diRuang Rawat Inap Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2021-2022 sedangkan sampel yang diambil yaitu berjumlah 68 responden. Hasil penelitiandengan jumlah 68 responden berdasarkan usia menunjukan bahwa sebanyak 44orang (64,7%) terdiri dari kelompok usia 41-60 tahun, 12 orang (17,6%) terdiri darikelompok usia 21-40 tahun, dan untuk usia ≥ 61 tahun berjumlah 12 orang (17,6%).  Sedangkan jika dilihat berdasarkan jenis kelamin didapatkan data paling tinggi terjadi pada jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 44 orang (64,7%). Terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian nephrolithiasis di ruang rawat inap bedah RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek Provinsi Lampung.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KULIT DI GAMPONG LAMGAPANG KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR M. Reza Aswanda; Iskandar Iskandar; Nanda Desreza
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9720

Abstract

Abstrak: Hubungan Personal Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan DenganKejadian Penyakit Kulit Di Gampong Lamgapang Kecamatan Krueng BaronaJaya Kabupaten Aceh Besar. Penyakit kulit menjadi peringkat ketiga darisepuluh penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan dirumah sakit se-Indonesia.Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar tahun 2019,angka kejadian skabies mencapai 176 orang sedangkan pada tahun 2019 mencapai577 orang, dimana Kecamatan yang menyumbang angka kejadian penyakit kulitadalah Kecamatan Krueng Barona Jaya sebanyak 317 kasus perbulannya dan diKecamatan Ingin Jaya sebanyak 269 kasus dan Kecamatan Darul Imarah 254kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan personal hygiene dansanitasi lingkungan dengan kejadian penyakit kulit di Gampong LamgapangKecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022. Desainpenelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasidalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di gampongLamgapang Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar dengan teknikpengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 41responden. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2022. Hasil penelitian diperolehbahwa ada hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit kulit dengan nilaip-value=0,046, ada hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian penyakit kulitdengan nilai p-value=0,015.
DEONTOLOGICAL ASPECTS IN THE IMPLEMENTATION OF P-Care AT THE FIRST LEVEL OF HEALTH FACILITIES IN YOGYAKARTA CITY Zahwa Arsy Azzahra; Yayi Suryo Prabandari; Anis Fuad; Novita Indah Permatasari; Anggi Khairina Hanum Hasibuan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10237

Abstract

Abstract: Deontological Aspects in The Implementation of P-Care at TheFirst Level of Health Facilities in Yogyakarta City. The 2015 SustainableDevelopment Goals (SDGs) opened a new focus on Universal Health Coverage (UHC).In Indonesia, the UHC concept has been proclaimed since 2000 which is thenorganized by Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) following the Law of theRepublic of Indonesia number 24 of 2011 Article 9 concerning the National SecurityAdministering Body. In implementing Indonesia’s national health insurance (JKN),BPJS kesehatan uses a cloud-based information system for Fasilitas KesehatanTingkat Pertama (FKTP) / The first level health facility, namely Primary Care (P-Care)which contains medical information for more than 222 million people. According tothe Health Insurance Portability and Accountability (HIPAA), data in P-Care includesProtected Health Information (PHI) which can lead to potential ethical violations. Thisstudy aims to determine ethical issues from the Deontology aspect related to theapplication of P-Care in FKTPs in Yogyakarta City. The Method of research is thesequential exploratory mix method. The deontology point of view was chosen becausethe principle of Deontology, namely personal intrinsic value cannot be separated fromethical issues. The results showed that there are ethical issues in the application ofP-Care in FKTPs in Yogyakarta City, namely privacy and confidentiality, security, andinformed consent with the important issue being the involvement of third parties inP-Care data input, P-Care which can be accessed anywhere, lack of personalvalidation, as well as a printed diagnosis that anyone can read. The most powerfulinfluencing factor is the intrinsic value of each agent in understanding these ethicalissues.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN ANAK USIA 36-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOSARI Muhib Zanuar Nurrohman; Agus Saptanto; Oky Rahma Prihandani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9291

Abstract

Abstrak Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Anak Usia 36-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Purwosari. Perkembangan anakmerupakan suatu poses penting yang harus dilalui anak dengan baik dikarenakanmasalah perkembangan pada anak tentu akan berpengaruh pada masa yang akandatang, masalah perkembangan anak masih ditemukan dengan dibuktikan daridata pada tahun 2018 hampir 11,7% anak pada usia 36-59 bulan mengalamigangguan perkembangan, penelitian ini mempunyai tujuan mengetahui faktor apasaja yang berpengaruh pada perkembangan anak yang bisa berguna untuk deteksidini gangguan perkembangan pada anak. Penelitian ini merupakan penelitianobservasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan metodepengambilan sampel secara consecutive sampling. Sampel penelitian yangdigunakan yaitu ibu dan anak sebanyak 55 responden. Uji statistik yang digunakanyaitu uji fisher’s exact untuk analisis bivariat. Responden yang mengalamipenyimpangan perkembangan yaitu dengan riwayat stimulasi kurang baik sebesar41,7%, tingkat pendidikan rendah (SD dan MP) sebesar 77,5% dan pola asuh yangtidak baik sebesar 35,3%. Hasil analisis dari variabel status gizi (p= 0,078), riwayatstimulasi (p= 0,017), tingkat pendidikan (p= 0,003), dan pola asuh (p= 0,019)Terdapat hubungan antara riwayat stimulasi, tingkat pendidikan dan pola asuhdengan perkembangan anak serta tidak ada hubungan antara status gizi terhadapperkembangan anak.
CASE REPORT : LOW BACK PAIN Et Causa SPONDYLOARTHROSIS LUMBALES Fitriyani Fitriyani; Wega Fabia Prawira
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9280

Abstract

Abstrak: Low Back Pain Et Causa Spondyloarthrosis Lumbales. Low Back Pain(LBP) adalah salah satu masalah Kesehatan yang paling umum dikeluhkan pasien.60-80% orang di Eropa pernah mengeluhkan gangguan ini. Menurut data dariAmerika, prevalensi gangguan low back pain berkisar 15-20% dari populasi umum.Dari kelompok usia bekerja sekitar 50% mengaku pernah mengalami low back painsetiap tahunnya. Kelompok Jayson menemukan bahwa 35-37% pekerja mengalaminyeri punggung dan sebagian penderita yang dimaksud adalah mereka yang adapada usia 49-59 tahun. Gangguan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, darikelelahan otot, radikulopati, trauma (dari yang ringan seperti otot yang tertarikhingga yang berat seperti fraktur tulang belakang), degenerasi jaringan (sepertiosteoporosis dan degenerasi discus intervertebralis), infeksi tulang belakang,stenosis spinal, kelainan bentuk tulang belakang (scoliosis, lordosis, dan kifosis)hingga kanker.
LAPORAN KASUS : KANKER PARU KIRI JENIS ADENOKARSINOMA DENGAN HEMOPTISIS NON MASIVE Syazili Mustofa; Anggi Adelia; Achmad Gozali; Sukarti Sukarti; Rizki Putra Sanjaya; Dimas Trend PB; Dwi Robbiardy Eksa; I Made Afryan SL; Fitriyah Fitriyah; Isura Febrihartati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10085

Abstract

Abstrak : Kanker Paru Kiri Jenis Adenocarcinoma dengan Hemoptisis NonMasive. Angka kejadian kanker paru di Indonesia berada urutan ke delapan di AsiaTenggara dan menempati urutan ke-23 di Benua Asia. Kejadian kanker paru diIndonesia cenderung meningkat setiap tahunnya. Salah satu komplikasi penyakitkanker paru adalah hemoptisis dan sebanyak 25% kasus hemoptisis berhubungandengan keganasan rongga toraks. Telah dilaporkan satu kasus di RSUD dr. H. AbdulMoeloek Lampung dengan keluhan batuk bercak darah pada seorang laki-lakiberusia 53 tahun. Berdasarkan anamnesis diketahui bahwa pasien sudahmerasakan sesak sejak 2 bulan yang lalu disertai dengan nyeri dada kiri. Pasienjuga mengeluhkan berat badannya menurun secara drastis. Pasien memiliki riwayatmerokok yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Pada pemeriksaan fisikditemukan bunyi napas yang menurun pada hemithoraks kiri. Hasil pemeriksaanradiologi memperlihatkan adanya opasitas homogeny pada medial hemithoraks kiri.Pasien didiagnosis dengan kanker paru kiri dengan hemoptisis non massive.Diberikan penanganan dengan anti-fibronolitik dan kemoterapi pada pasien.
PERBEDAAN ANTARA PEER ASSESSMENT DENGAN SELF-ASSESSMENT DALAM KETERAMPILAN KLINIS MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Sevilsa Putri Shafania; Romadhoni Romadhoni; Mega Pandu Arfiyanti; Andra Novitasari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9724

Abstract

Abstrak: Perbedaan Antara Peer Assessment dengan Self-Assessmentdalam Keterampilan Klinis Mahasiswa Kedokteran UniversitasMuhammadiyah Semarang. Mahasiswa kedokteran harus menguasaiketerampilan klinis seperti yang tertera dalam Standar Kompetensi DokterIndonesia (SKDI). Apabila mahasiswa tidak mempelajari keterampilan klinis denganbenar, maka kemungkinan akan menyebabkan masalah di kemudian hari.Pelaksanaan peer assessment dan self-assessment dapat mendorong mahasiswauntuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar terhadap pembelajaran mereka.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara peerassessment dengan self-assessment dalam keterampilan klinis mahasiswa S1Kedokteran. Penelitian ini bersifat kuantitatif, observasional analitik denganpendekatan cross-sectional. Instrumen yang digunakan adalah form berupachecklist keterampilan klinis. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposivesampling dan dianalisis menggunakan analisis bivariat dengan uji mann whitney.Sampel penelitian adalah mahasiswa tahun ketiga Fakultas Kedokteran UniversitasMuhammadiyah Semarang. Penelitian ini mendapatkan sampel sebanyak 60responden. Rerata nilai peer assessment sebesar 87,53±12,21 dan nilai selfassessment sebesar 88,46±12,44. Hasil analisis bivariat perbedaan nilai peerassessment dan self-assessment adalah p=0,339. Tidak terdapat perbedaan antarapeer assessment dengan self-assessment dalam keterampilan klinis MahasiswaProgram Studi Pendidikan Dokter.
CASE REPORT: LOW BACK PAIN Nuraini Padmasari; Fitriyani Fitriyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9219

Abstract

Abstrak: Low Back Pain. Low Back Pain (LBP) adalah salah satu masalah kesehatanyang paling umum dikeluhkan pasien. Enam puluh persen sampai delapan puluhpersen (60-80%) orang di Eropa pernah mengeluhkan gangguan ini. Menurutpedoman klinis penatalaksanaan LBP yang dikeluarkan oleh American PhysicalTherapy Association yang terbaru, angka kejadian episode pertama LBP dalam 1tahun berada antara 6,3-15,3% dan angka kejadian untuk LBP jenis apapun berkisarantara 1,5-36%. 24-33% penderita mengalami rekurensi dan 10,2% penderitamengalami kronisitas. Gangguan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, darikelelahan otot, radikulopati, trauma (dari yang ringan seperti otot yang tertarikhingga yang berat seperti fraktur tulang belakang), degenerasi jaringan (sepertiosteoporosis dan degenerasi discus intervertebralis), infeksi tulang belakang, stenosisspinal, kelainan bentuk tulang belakang (scoliosis, lordosis, dan kifosis) hinggakanker.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD AHMAD YANI METRO LAMPUNG Aida Fitri Handika; Rizky Hidayaturahma; Martianus Perangin Angin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9413

Abstract

Abstrak: Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan KepatuhanMinum Obat Dan Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang MenjalaniHemodialisis Di Rsud Ahmad Yani Metro Lampung. Berdasarkan Global Burdenof Disease Study tahun 2010, GGK berada diposisi 27 sebagai penyebab kematianglobal dan berada diposisi 18 sebagai penyebab kematian. Hemodialisa (cuci darah)merupakan suatu terapi yang menggunakan mesin sebagai pengganti ginjal diluartubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosiodemografi dan faktorklinis yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pasien PGK yangmenjanali HD. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional denganrancangan cross sectional dengan melibatkan pasien yang menjalani hemodialisisyang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi di RSUD Ahmad Yani MetroLampung Periode bulan Maret-April 2022. Pengambilan data dilakukan dengan carawawancara langsung dan melihat rekam medis pasien. Kepatuhan minum obatdiukur dengan menggunakan kuesioner MARS-5. Hubungan antara faktor demografidan faktor klinis terhadap tingkat kepatuhan minum obat dianalisis menggunakananalisis bivariat dan analisis regresi linier sedangkan hubungan antara tingkatkepatuhan terhadap faktor demografi dan klinis menggunakan uji Mann whitneydan Kruskal Wallis. Total responden yang dilibatkan 89 pasien. Hasil penelitian initidak terdapat hubungan antara faktor demografi terhadap kepatuhan minum obat,namun pada faktor klinis yaitu lama hemodialisis dan jumlah obat terdapat hubungan terhadap kepatuhan minum obat memiliki nilai Assmp Sig <0,05. Tingkat kepatuhan pada penelitian ini memiliki nilai rendah lebih banyak yaitu 67,4% dan tinggi 42,6%.

Page 49 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue