cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm_stmik@royal.ac.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Published by Smart Education
ISSN : 26154307     EISSN : 26153262     DOI : -
Journal of Science and Social Research is accepts research works from academicians in their respective expertise of studies. Journal of Science and Social Research is platform to disclose the research abilities and promote quality and excellence of young researchers and experienced thoughts towards Change for Development. The journal releases on February and July.
Arjuna Subject : -
Articles 1,452 Documents
PENGEMBANGAN LABORATORIUM MIXED REALITY (MR) UNTUK SIMULASI PRAKTIK TEKNIK MESIN BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) Imansyah, Nur; Putri, Rachmah Agus
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5372

Abstract

Abstract: Limited access to laboratory facilities in vocational education, particularly in the field of mechanical engineering, often becomes a major obstacle in providing safe and industry-relevant practical experiences. Vocational high school (SMK) teachers in Bontang face challenges in delivering effective and efficient practice-based learning. This study aims to develop a Mixed Reality (MR) Laboratory as an innovative solution for simulating mechanical engineering practices. The MR Mixed Lab is designed to provide interactive learning experiences through mixed reality technology, enabling teachers to guide students in understanding machine assembly and disassembly concepts without the risk of equipment damage or injury. In addition, MR implementation can reduce operational practice costs and increase the frequency of training within a more realistic learning environment. The research method employed is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The development process involves user needs analysis, system design, creation of interactive 3D models, and effectiveness testing involving vocational school teachers. Data are collected through observation, questionnaires, and interviews to evaluate usability, learning effectiveness, and user engagement. The expected outcome is an MR Lab prototype that is relevant, feasible, and beneficial for vocational education. Keywords: Mixed Reality (MR), Practice Simulation, Mechanical Engineering, Digital Laboratory, Teacher Abstrak: Keterbatasan akses laboratorium dalam pendidikan vokasi, khususnya pada bidang teknik mesin, sering menjadi kendala utama dalam memberikan pengalaman praktik yang aman dan relevan dengan kondisi industri. Guru SMK di Bontang menghadapi tantangan dalam menyediakan sarana pembelajaran praktik yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Laboratorium Mixed Reality (MR) sebagai solusi inovatif untuk simulasi praktik teknik mesin. MR Mixed Lab dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran interaktif melalui teknologi realitas campuran, memungkinkan guru membimbing siswa dalam memahami konsep perakitan dan pembongkaran mesin tanpa risiko kerusakan peralatan atau cedera. Selain itu, penggunaan MR dapat menekan biaya operasional praktik serta meningkatkan frekuensi latihan dalam lingkungan belajar yang lebih realistis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Proses pengembangan melibatkan analisis kebutuhan pengguna, desain sistem, pembuatan model 3D interaktif, serta pengujian efektivitas dengan melibatkan guru SMK. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan, efektivitas pembelajaran, serta tingkat keterlibatan pengguna. Hasil penelitian diharapkan dapat menghadirkan prototipe MR Lab yang relevan, layak, dan bermanfaat bagi pendidikan vokasi Kata kunci: Mixed Reality (MR), Simulasi Praktik, Teknik Mesin, Laboratorium Digital, Guru
PREDIKSI PRODUKTIVITAS LAHAN KELAPA SAWIT PASCA PEREMAJAAN MENGGUNAKAN ALGORITMA MACHINE LEARNING Sukardi, Sukardi; Hendrik, Billy
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3279

Abstract

Abstract: Oil palm land rejuvenation is an essential step in maintaining long-term productivity. However, uncertainty about post-rejuvenation productivity poses a significant challenge for farmers and plantation managers. This study aims to develop a predictive model for oil palm land productivity after rejuvenation using machine learning algorithms. The methods used include historical production data collection, environmental factors, and plant characteristics. The tested algorithms include Linear Regression, Random Forest, and Artificial Neural Network (ANN). The results indicate that the Random Forest model has the highest accuracy in predicting productivity with an R-squared value of 0.87. Implementing this model is expected to support more accurate decision-making in oil palm plantation management. Keyword: Oil Palm; Rejuvenation; Productivity Prediction; Machine Learning Abstrak: Peremajaan lahan kelapa sawit merupakan langkah penting dalam mempertahankan produktivitas jangka panjang. Namun, ketidakpastian mengenai produktivitas pasca peremajaan menjadi tantangan utama bagi para petani dan pengelola perkebunan. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi produktivitas lahan kelapa sawit pasca peremajaan dengan menggunakan algoritma machine learning. Metode yang digunakan mencakup pengumpulan data historis produksi, faktor lingkungan, serta karakteristik tanaman. Algoritma yang diuji meliputi Regresi Linear, Random Forest, dan Artificial Neural Network (ANN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Random Forest memiliki akurasi tertinggi dalam memprediksi produktivitas dengan nilai R-squared sebesar 0,87. Implementasi model ini diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih akurat dalam manajemen perkebunan kelapa sawit. Kata kunci: Kelapa Sawit; Peremajaan; Prediksi Produktivitas; Machine Learning
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN FLASHCARD TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS 1 SD MUHAMMADIYAH SIJABUT Jumiatik, Jumiatik; Wahyuni, Nur; Panggabean, Sartika
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4893

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of Flashcard learning media on the early reading ability of first-grade students at SD Muhammadiyah Sijabut. The background of this research stems from the low early reading skills of students due to the lack of variation in learning media and low learning motivation. This research employed a quantitative method using a Quasi-Experimental design of the Nonequivalent Control Group Design type. The research subjects consisted of two classes, the experimental and control groups, each with 25 students. The experimental class received instruction using Flashcard media, while the control class used conventional learning methods. Data were collected through early reading tests covering the ability to recognize letters, read syllables, words, phrases, and simple sentences. The data were analyzed using a t-test to determine significant differences between the two groups. The results showed a significant improvement in early reading ability in the experimental class compared to the control class. Therefore, it can be concluded that Flashcard learning media has a positive and significant effect on improving the early reading skills of first-grade students at SD Muhammadiyah Sijabut. Keywords: early reading ability, elementary school, flashcard, learning media. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Flashcard terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SD Muhammadiyah Sijabut. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa yang disebabkan oleh kurangnya variasi media pembelajaran dan rendahnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Experimental jenis Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 25 siswa. Kelas eksperimen diberikan perlakuan pembelajaran dengan media Flashcard, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data diperoleh melalui tes membaca permulaan yang mencakup kemampuan mengenal huruf, membaca suku kata, kata, frasa, dan kalimat sederhana. Analisis data dilakukan dengan uji statistik menggunakan t-test untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan yang signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Flashcard berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SD Muhammadiyah Sijabut. Kata kunci: flashcard, kemampuan membaca permulaan, media pembelajaran, sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATA PELAJARAN SENI TARI PAKARENA DI SMP KEMALA BHAYANGKARI MAKASSAR Hukmiddin, Musnida; Syahkruni, Syahkruni; Ihsan, Andi; Nurhikmah, Nurhikmah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2804

Abstract

Abstract: This research aims to design, test the validity and practicality, and measure the effectiveness of the Jigsaw type cooperative learning model based on NIDA syntax (Navigate, Introduction, Discuss, Action) in improving students' understanding and skills in learning the art of Padengan dance. The products developed in this research include learning model books, teacher guides, as well as learning tools in the form of lesson plans and research instruments. This research uses research and development (R&D) methods with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. The research subjects consisted of teachers and students of class VIII SMP Kemala Bhayangkari Makassar. Data collection techniques include interviews, observation, documentation, questionnaires, as well as testing product validity and practicality through expert assessments and user responses. The results of the research show that: (1) there is a need for a learning model that is more interactive and oriented towards local culture in learning dance, (2) the Jigsaw type cooperative learning model that was developed has been validated by experts and was declared feasible and practical to implement, (3) the implementation of this model received a positive response from teachers and students, increasing student involvement in learning, and (4) this learning model was proven to be effective in increasing students' conceptual understanding, motor skills and cultural appreciation of Padengan Dance. With these findings, it is hoped that the Jigsaw type cooperative learning model based on NIDA syntax can become a reference for arts and culture teachers in increasing the effectiveness of dance learning in junior high schools. Keyword: Jigsaw, Model Pembelajaran Kooperatif, Pembelajaran Seni Tari, Saintaks NIDA, Tari Pakarena. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, menguji validitas dan kepraktisan, serta mengukur efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbasis sintaks NIDA (Navigate, Introduction, Discuss, Action) dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pembelajaran seni tari Pakarena. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi buku model pembelajaran, panduan guru, serta perangkat pembelajaran berupa RPP dan instrumen penelitian.Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari guru dan siswa kelas VIII SMP Kemala Bhayangkari Makassar. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, dokumentasi, kuesioner, serta uji validitas dan kepraktisan produk melalui penilaian ahli dan respons pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat kebutuhan terhadap model pembelajaran yang lebih interaktif dan berorientasi pada budaya lokal dalam pembelajaran seni tari, (2) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang dikembangkan telah divalidasi oleh para ahli dan dinyatakan layak serta praktis untuk diterapkan, (3) implementasi model ini mendapat respons positif dari guru dan siswa, meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, serta (4) model pembelajaran ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan motorik, dan apresiasi budaya siswa terhadap Tari Pakarena. Dengan temuan ini, diharapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbasis sintaks NIDA dapat menjadi referensi bagi guru seni budaya dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran seni tari di sekolah menengah pertama. Kata kunci: Jigsaw, Cooperative Learning Model, Dance Learning, NIDA Saintaks, Padengan Dance.
PENGEMBANGAN APLIKASI MOBILE LEARNING PADA MATERI STRUKTUR ORGANEL SEL UNTUK HASIL BELAJAR SMAN1 PEMATANGSIANTAR Purba, Melfa Uli Magdalena; Situmorang, Masni Veronika; Silalahi, Mastiur Verawaty
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5014

Abstract

Abstract: Mobile learning is a study device for that utilizes technology and mobile gadget . The term M-Learning refers to the utilization of portable or handheld devices. Based on the findings from observations at SMA Negeri 1 Pematangsiantar, information on the use of media was obtained that was still lacking, making students less likely to capture learning in class, thus making student learning outcomes decrease. There are around 165 students who graduated or completed 38.14% and there are 267 people who did not complete or 61.86% of students who did the objective of this study is to evaluate thr viability of developing mobile learning applications on cell organelle structure materials for learning outcomes. To identify the students reactions to the use of mobile learning application development on cell organelle structure material and to determine student learning achievements following implementing the development of mobile learning applications to improve learning outcomes in cell organelle structure material. This (R&D) methods with the use ADDIE model. The findings from the feasibility assessment of the mobile learning application by expert validators were obtained on average 95%, which means that the mobile learning application is very appropriate for implementation in the learning process in the classroom. The learning outcomes of students who use mobile learning applications have increased. Student responses to mobile learning applications received a percentage of 91% with the very good category.Keyword: Mobile learning, cell organelle structure, developmentAbstrak: Mobile learning merupakan sebuah perangkat pembelajaran yang menggunakan teknologi dan perangkat mobile. Kata M-Learning maupun mengacu pada pemakaian perangkat genggam. Dari perolehan pengamatan di SMA Negeri 1 Pematangsiantar mendapat keterangan bahwa penggunaan media yang masih kurang sehingga membuat para peserta didik kurang dalam menangkap pembelajaran dikelas sehingga membuat hasil belajar peserta didik menurun. Siswa yang lulus atau tuntas sekitar 165 orang atau 38,14 % dan terdapat 267 orang yang tidak tuntas atau 61,86 % peserta didik yang tidak tuntas. Studi ini memiliki tujuan untuk melihat kelayakan pengembangan aplikasi mobile learning pada materi struktur organel sel terhadap hasil belajar. Untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan pengembangan aplikasi mobile learning pada materi struktur organel sel serta untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah menerapkan pengembangan aplikasi mobile learning untuk meningkatkan hasil belajar pada materi struktur organel sel. Penelitian ini menggunakan metode (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Hasil uji kelayakan aplikasi mobile learning oleh validator ahli diperoleh rata-rata 95% yang berarti aplikasi mobile learning sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran di kelas. Hasil belajar siswa yang menggunakan aplikasi mobile learning mengalami peningkatan. respon siswa terhadap aplikasi mobile learning mendapat persentase 91 % dengan kategori sangat baik.Kata kunci: Mobile learning, struktur organel sel, pengembangan
ETIKA KOMUNIKASI ISLAM DALAM TRADISI NYONGKOLAN DI MASYARAKAT SUKU SASAK Amin, Muhammad
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2866

Abstract

Abstract: Nyongkolan is a typical wedding tradition of the Sasak people in Lombok which involves a bridal procession to the bride's house. In this tradition, communication has an important role in maintaining harmony between family, society and the bridal couple. This research aims to examine how Islamic communication ethics are applied in the Nyongkolan tradition. The research method used is literature study and observation with a qualitative approach. The research results show that communication ethics in Nyongkolan reflect Islamic principles, such as qaulan sadidan (correct words), qaulan layyinan (gentle words), and qaulan ma'rufan (good words). However, several challenges were also found, such as the use of less polite language in social interactions during the procession. Therefore, education is needed to maintain Islamic values in communication during Nyongkolan so that it continues to reflect good morals. Keyword: Ethics; Islamic Communication; Nyongkolan Tradition Abstrak: Nyongkolan adalah salah satu tradisi pernikahan khas masyarakat Sasak di Lombok yang melibatkan arak-arakan pengantin menuju rumah mempelai wanita. Dalam tradisi ini, komunikasi memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan antara keluarga, masyarakat, dan pasangan pengantin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana etika komunikasi Islam diterapkan dalam tradisi Nyongkolan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan observasi dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi dalam Nyongkolan mencerminkan prinsip-prinsip Islam, seperti qaulan sadidan (perkataan yang benar), qaulan layyinan (perkataan yang lembut), dan qaulan ma’rufan (perkataan yang baik). Namun, beberapa tantangan juga ditemukan, seperti penggunaan bahasa yang kurang santun dalam interaksi sosial selama prosesi berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan edukasi untuk menjaga nilai-nilai Islam dalam komunikasi selama Nyongkolan agar tetap mencerminkan akhlak yang baik.  Kata kunci: Etika;Komunikasi Islam;Tradisi Nyongkolan
PENGARUH MOTIVASI KESEJAHTERAAN DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP KINERJA GURU SMP DI YAYASAN BUNDA HATI KUDUS DAERAH KHUSUS JAKARTA Irena, Irena; Handoko, Yunus; Handarini, Dany Moendiyah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5099

Abstract

Abstract: This research aims to determine and analyze 1) the partial influence of motivation on teacher performance, 2) the partial influence of welfare on teacher performance, 3) the partial influence of teacher competence on teacher performance, and 4) the simultaneous influence of motivation, well-being and competence on teacher performance.. Teacher performance is an important aspect in creating quality education. The variables of motivation, well-being and competence are considered as the main factors that can influence the quality of teachers' task implementation. This research uses a quantitative approach with a survey method by distributing questionnaires to 34 respondents at the Mother of the Sacred Heart Foundation Middle School teachers in the Special Region of Jakarta using a purposive sampling technique. Data analysis was carried out using multiple linear regression tests to see the partial and simultaneous influence of the independent variable on the dependent variable. The results of the research show 1) motivation does not have a partially significant effect on teacher performance at the Our Lady of the Sacred Heart Foundation for the Special Region of Jakarta, 2) welfare does not have a partially significant effect on the performance of teachers at the Our Lady of the Sacred Heart Foundation for the Special Region of Jakarta, 3) teacher competence has a partially significant effect on teacher performance at the Our Lady of the Sacred Heart Foundation for the Special Region of Jakarta, and 4) simultaneously, the variables of motivation, well-being and teacher competence simultaneously have a significant effect on teacher performance at the Our Lady of the Sacred Heart Foundation for the Special Region of Jakarta. Keywords: Motivation, Well-being, Competence, Teacher Performance, Education. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis 1) pengaruh parsial motivasi terhadap kinerja guru, 2) pengaruh parsial kesejahteraan terhadap kinerja guru, 3) pengaruh parsial kompetensi terhadap kinerja guru, dan 4) pengaruh simultan motivasi, kesejahteraan dan kompetensi terhadap kinerja guru. Kinerja guru merupakan aspek penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas. Variabel motivasi, kesejahteraan, dan kompetensi dinilai sebagai faktor utama yang dapat memengaruhi kualitas pelaksanaan tugas guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada guru-guru SMP Yayasan Bunda Hati Kudus Daerah Khusus Jakarta berjumlah 34 orang responden dengan tehnik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linear berganda untuk melihat pengaruh parsial dan simultan dari variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan 1) motivasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap kinerja guru di Yayasan Bunda Hati Kudus Daerah Khusus Jakarta, 2) kesejahteraan tidak berpengaruh yang signifikan secara parsial terhadap kinerja guru di Yayasan Bunda Hati Kudus Daerah Khusus Jakarta, 3) kompetensi guru berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja guru di Yayasan Bunda Hati Kudus Daerah Khusus Jakarta, dan 4) secara bersamaan, variabel motivasi, kesejahteraan, dan kompetensi guru secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru di Yayasan Bunda Hati Kudus Daerah Khusus Jakarta. Kata kunci: Motivasi, Kesejahteraan, Kompetensi, Kinerja Guru, Pendidikan
PERTANGGUNGJAWABAN KARYAWAN KANTOR NOTARIS TERKAIT MENJAGA KERAHASIAAN AKTA YANG DIBUAT OLEH NOTARIS Sinaga, Tria Asmita Despiona; Purba, Hasim; Siahaan, Rudy Haposan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3163

Abstract

Abstract: Notaries in carrying out their duties require the assistance of others, so notaries can employ people as employees in their offices with certain specifications to help fulfill their duties. The results of the research and discussion show that the legal obligation for Notary employees regarding the confidentiality of Notary deeds is not specifically regulated in the UUJN so that ethically and morally Notary employees are also obliged to keep the contents of the Notary deed confidential. The legal responsibility of Notary office employees is related to maintaining the confidentiality of Notary deeds made before a Notary, so if the Notary employee does not maintain the confidentiality of the deed, he is legally responsible and can be categorized as an unlawful act. The Notary's responsibility towards Notary employees in order to maintain the confidentiality of deeds made before a Notary in carrying out his position is that the Notary can be held civilly liable for misuse of the confidentiality of the minutes of the deed by his employees, even though in this case the notary did not make a direct mistake. Keyword: Accountability, Employees, Notary DeedsAbstrak: Notaris dalam menjalankan tugasnya memerlukan bantuan orang lain, maka notaris dapat mempekerjakan orang sebagai karyawan di kantornya dengan spesifikasi tertentu untuk membantu memenuhi tugasnya. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa kewajiban hukum bagi karyawan Notaris terhadap kerahasiaan akta Notaris adalah tidak diatur secara khusus dalam UUJN sehingga secara etika dan moral karyawan Notaris juga berkewajiban merahasiakan isi akta Notaris tersebut. Tanggungjawab hukum karyawan kantor Notaris terkait menjaga kerahasiaan akta Notaris yang dibuat dihadapan Notaris, maka apabila pegawai notaris  tidak menjaga kerahasiaan akta bertanggung jawab secara hukum dan dapat  dikateogrikan sebagai perbuatan melawan hokum. Pertanggungjawaban Notaris terhadap karyawan Notaris dalam rangka menjaga kerahasiaan akta yang dibuat dihadapan Notaris dalam menjalankan jabatannya adalah Notaris dapat dipertanggungjawabkan secara perdata akibat penyalahgunaan kerahasiaan minuta akta oleh pekerjanya, meskipun dalam hal ini notaris tidak melakukan kesalahan secara langsung. Kata kunci: Pertanggungjawaban, Karyawan, Akta  Notaris   
POTENSI PATI KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM) SEBAGAI BAHAN EDIBLE FILM RAMAH LINGKUNGAN UNTUK KEMASAN PANGAN Panjaitan, Khayla Utami Sapta; Abdurrachman, Aryoko
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5242

Abstract

Abstract: The increasing use of conventional plastic packaging in the food industry has led to serious environmental problems due to its low biodegradability. This condition encourages the development of alternative packaging materials that are environmentally friendly, renewable, and safe for food contact. One potential natural material is potato starch (Solanum tuberosum), which is abundantly available and has suitable physicochemical properties for edible film production. This study aims to systematically review the potential of potato starch as a raw material for environmentally friendly edible films used in food packaging. The research employed a literature review method by analyzing relevant national and international scientific publications, statistical reports, and previous studies related to potato starch characteristics, edible film production, and their applications. The results indicate that potato starch, with a starch content ranging from 15–28%, contains amylose and amylopectin that support the formation of stable film matrices. The presence of resistant starch type 2 contributes to improved film homogeneity and mechanical stability. The edible film production process is relatively simple, involving starch extraction, gelatinization, plasticizer addition, and drying. Potato starch–based edible films show strong potential for use as biodegradable food packaging, such as dry food wrappers and protective coatings for fresh products.Keywords: potato starch, edible film, biodegradable packaging, food packaging, sustainable materials Abstrak: Penggunaan plastik konvensional dalam industri pangan telah menimbulkan permasalahan lingkungan yang semakin serius akibat sifatnya yang sulit terurai secara alami. Kondisi ini mendorong perlunya pengembangan bahan kemasan alternatif yang ramah lingkungan, dapat diperbarui, dan aman untuk kontak langsung dengan pangan. Salah satu bahan alami yang berpotensi adalah pati kentang (Solanum tuberosum), yang tersedia melimpah dan memiliki karakteristik fisikokimia yang mendukung pembentukan edible film. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis potensi pati kentang sebagai bahan dasar edible film ramah lingkungan untuk kemasan pangan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional, laporan statistik, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pati kentang memiliki kandungan pati sebesar 15–28% dengan komposisi amilosa dan amilopektin yang mendukung pembentukan matriks film yang stabil. Keberadaan pati resisten tipe 2 berkontribusi terhadap homogenitas dan kestabilan struktur film. Proses pembuatan edible film berbasis pati kentang tergolong sederhana, meliputi ekstraksi pati, gelatinisasi, penambahan plasticizer, dan pengeringan. Edible film berbasis pati kentang berpotensi diaplikasikan sebagai kemasan pangan biodegradable, seperti pembungkus makanan kering dan pelapis produk segar.Kata kunci: pati kentang, edible film, kemasan biodegradable, kemasan pangan, bahan berkelanjutan
KOMUNIKASI KELOMPOK PADA KOMUNITAS PEMALANG SELATAN HONDA KLASIK DALAM MEMPERTAHANKAN KOHESIVITAS ANTAR LINTAS GENERASI ANGGOTA Alwi, Fahmi; Tiara, Andys; Digdoyo, Eko
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3182

Abstract

Abstract: Cross-generational communication in a hobby-based community is an important aspect in maintaining sustainability and cohesiveness, especially in the midst of social change and rapid technological developments. This research aims to understand how group communication practices play a role in building and maintaining intergenerational cohesiveness in the Pemalang Selatan Honda Classic Community (PESHOK). A qualitative approach through case studies, data is collected using source triangulation. The analysis was carried out using bona fide theory to identify the characteristics of groups that have flexible membership boundaries and are closely related to the social context. The findings of the study revealed that cohesiveness in the community is maintained through open communication, equal deliberation, and solidarity practices such as regular meetings, team spirit, and the needs of fellow members across generations based on family values. The process of identity negotiation between generations is also seen to play an important role in strengthening a sense of attachment and ownership to the community. Keywords: group communication; cohesiveness; cross-generational; motor community;                 bona fide group Abstrak: Komunikasi lintas generasi dalam komunitas berbasis hobi menjadi aspek penting dalam menjaga keberlangsungan dan kohesivitas, terutama di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana praktik komunikasi kelompok berperan dalam membangun dan mempertahankan kohesivitas antar generasi di Komunitas Pemalang Selatan Honda Klasik (PESHOK). Pendekatan kualitatif melalui studi kasus, data dikumpulkan menggunakan triangulasi sumber. Analisis dilakukan menggunakan teori Bona Fide untuk mengidentifikasi ciri kelompok yang memiliki batas keanggotaan yang lentur dan keterkaitan erat dengan konteks sosial. Temuan penelitian mengungkap bahwa kohesivitas dalam komunitas terpelihara melalui komunikasi terbuka, musyawarah yang setara, dan praktik solidaritas seperti pertemuan rutin, semangat tim, kebutuhan sesama anggota lintas generasi yang dilandasi nilai-nilai kekeluargaan. Proses negosiasi identitas antara generasi juga terlihat memainkan peran penting dalam memperkuat rasa keterikatan dan kepemilikan terhadap komunitas. Kata kunci: komunikasi kelompok; kohesivitas; lintas generasi; komunitas motor; teori                    bona fide group