cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm_stmik@royal.ac.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Published by Smart Education
ISSN : 26154307     EISSN : 26153262     DOI : -
Journal of Science and Social Research is accepts research works from academicians in their respective expertise of studies. Journal of Science and Social Research is platform to disclose the research abilities and promote quality and excellence of young researchers and experienced thoughts towards Change for Development. The journal releases on February and July.
Arjuna Subject : -
Articles 3,645 Documents
KEANEKARAGAMAN BURUNG SEBAGAI DAYA TARIK EKOWISATA DI KAWASAN PENYANGGA SUAKA MARGASATWA NANTU-BOLIYOHUTO KABUPATEN BOALEMO Magfirah F. Mantali; Marini Susanti Hamidun; Mustamin Ibrahim; Dewi Wahyuni K. Baderan; Zuliyanto Zakaria
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6613

Abstract

Abstract: The buffer zone of the Nantu-Boliyohuto Wildlife Sanctuary in Boalemo, Gorontalo, is a tropical rainforest harboring rich avifauna biodiversity for conservation-based ecotourism. This study identified bird species with ecotourism potential and determined their diversity level. Conducted in November 2025 in Saritani Village, the research employed a quantitative descriptive method with an exploratory approach across three zones: forest edge, riparian, and agroforestry. Results revealed 20 bird species from 17 families, totaling 198 individuals. The overall diversity index was moderate (  = 2.0746) with Dicaeum celebicum (Grey-sided Flowerpecker) being the most frequently encountered. Out of these, 10 species possess significant ecotourism potential based on striking plumage, distinctive birdsong, endemism, conservation status, and unique behavior. Key species include the Knobbed Hornbill (Rhyticeros cassidix), a Vulnerable endemic species, the Small Blue Kingfisher (Alcedo coerulescens), the Collared Kingfisher (Todirhamphus chloris), the Black Kite (Milvus migrans), and the Javan/Pied Myna (Gracupica contra). These findings indicate that the Nantu-Boliyohuto buffer zone holds substantial potential for development as a sustainable birdwatching (avitourism) destination. This wealth of biodiversity can serve as a primary attraction while simultaneously supporting regional conservation efforts and local community awareness. Keywords: Avifauna, Birdwatching, Ecotourism, Buffer Zone, Nantu-Boliyohuto Wildlife Sanctuary.   Abstrak: Kawasan penyangga Suaka Margastwa Nantu-Boliyohuto merupakan kawasan transisi hutan hujan tropis di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, yang menyimpan potensi keanekaragaman hayati, khusunya avifauna, sebagai daya tarik ekowisata berbasis konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis burung yang berpotensi menjadi daya tarik ekowisata serta mengetahui tingkat keanekaragaman jenis burung di kawasan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November  2025 di Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif dengan pendekatan eksplorasi pada tiga titik pengamatan, yaitu jalur tepi hutan, area riparian, dan kawasan agroforestri. Hasil penelitian ditemukan 20 spesies burung dari 17 famili dengan total 198 individu. Indeks keanekaragaman secara keseluruhan termasuk dalam kategori sedang (  = 2.0746), dengan spesies yang paling banyak dijumpai adalah Dicaeum celebicum (Cabai panggul merah/kelabu). Dari 20 spesies yang teridentifikasi, terdapat 10 spesies yang berpotensi menjadi daya tarik ekowisata berdasarkan kriteria warna bulu mencolok, suara kicauan khas, status endemik, status konservasi, dan perilaku unik, diantaranya Julang Sulawesi (Rhyticeros cassidix) sebagai spesies endemik Vulnerable, Raja Udang Biru (Alcedo coerulescens), Cekakak Sungai (Todirhamphus chloris), Elang Paria (Milvus migrans), dan Jalak Suren (Gracupica contra). Hal ini menunjukkan bahwa kawasan penyangga Suaka Margasatwa Nantu-Boliyohuto memiliki potensi yang signifikan untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis pengamatan burung (birdwatching/avitourism) yang berkelanjutan. Kata kunci: Avifauna, Birdwatching, Ekowisata, Kawasan Penyangga, Suaka Margasatwa Nantu-Boliyohuto.
ANALISIS CLIMATE INJUSTICE DALAM MIGRASI PENDUDUK AKIBAT EROSI TEPI SUNGAI DI BHOLA ISLAND, BANGLADESH Satria Dwinanda Lorenzo; Anggy Wira Pambudi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6614

Abstract

Abstract: Climate change has increased the risk of population displacement in vulnerable regions, including Bhola Island, Bangladesh, where persistent riverbank erosion threatens local communities. This study aims to analyze the phenomenon of climate injustice in population migration caused by riverbank erosion in Bhola Island. The research employs a qualitative method with a case study approach and secondary data analysis. The study applies the climate injustice perspective to examine inequalities between those who contribute to climate change and those who bear its impacts. The findings show that the people of Bhola Island are forced to migrate due to climate-related environmental changes despite Bangladesh's relatively small contribution to global emissions. This study concludes that migration in Bhola Island represents a manifestation of climate injustice reflected in the imbalance between emissions responsibility and climate impacts. Keywords: Bangladesh, Bhola Island, Climate Injustice, Climate Migration, Riverbank Erosion   Abstrak: Perubahan iklim telah meningkatkan risiko perpindahan penduduk di berbagai wilayah rentan, termasuk Bhola Island, Bangladesh, yang mengalami erosi tepi sungai secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena climate injustice dalam migrasi penduduk akibat erosi tepi sungai di Bhola Island. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis data sekunder. Analisis dilakukan menggunakan perspektif climate injustice yang menyoroti ketimpangan antara pihak yang berkontribusi terhadap perubahan iklim dan pihak yang menanggung dampaknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Bhola Island mengalami migrasi akibat perubahan iklim meskipun Bangladesh memiliki kontribusi yang relatif kecil terhadap emisi global. Temuan ini menunjukkan bahwa migrasi di Bhola Island merupakan manifestasi climate injustice yang tercermin dari ketimpangan antara kontribusi emisi dan beban dampak perubahan iklim. Kata kunci: Bangladesh, Bhola Island, Climate Injustice, Erosi Tepi Sungai, Migrasi Iklim
DRONE, MISSILE, DAN PROXY WAR: STRATEGI BALANCE OF THREAT IRAN DALAM PEPERANGAN MODERN PADA KONFLIK IRAN–ISRAEL Parhan Pratama Junaedi; Prilla Marsingga
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6615

Abstract

Abstract: This study analyzes Iran's Balance of Threat strategy in the Iran–Israel conflict through the use of drones, missiles, and proxy warfare within the context of modern warfare. Using Stephen M. Walt's Balance of Threat theory, this research examines how Israel is perceived by Iran as a strategic threat based on four indicators: aggregate power, geographic proximity, offensive capability, and offensive intentions. The study employs a qualitative descriptive approach through literature research using secondary data from academic journals, books, international security reports, and policy documents. The findings indicate that Iran responds to Israel's military superiority by developing drone warfare, missile warfare, and proxy networks as forms of balancing strategy. Drones provide cost-effective surveillance and strike capabilities, missiles function as deterrence instruments against external threats, while proxy groups such as Hezbollah, Hamas, and the Houthis enable Iran to expand its strategic influence without direct military confrontation. The study concludes that drones, missiles, and proxy warfare constitute the three main pillars of Iran's Balance of Threat strategy and reflect the transformation of modern warfare from conventional interstate conflict toward technology-driven and network-based warfare involving both state and non-state actors. Keywords: balance of threat; Iran–Israel conflict; drone warfare; missile warfare; proxy war.   Abstrak: Penelitian ini menganalisis strategi Balance of Threat Iran dalam konflik Iran–Israel melalui penggunaan drone, misil, dan proxy war dalam konteks peperangan modern. Dengan menggunakan teori Balance of Threat Stephen M. Walt, penelitian ini mengkaji bagaimana Israel dipersepsikan Iran sebagai ancaman strategis berdasarkan empat indikator utama, yaitu aggregate power, geographic proximity, offensive capability, dan offensive intentions. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, laporan lembaga keamanan internasional, dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iran merespons superioritas militer Israel melalui pengembangan drone warfare, missile warfare, dan jaringan kelompok proksi sebagai strategi balancing. Drone memberikan kemampuan pengintaian dan serangan dengan biaya yang relatif rendah, misil berfungsi sebagai instrumen deterrence terhadap ancaman eksternal, sedangkan kelompok proksi seperti Hezbollah, Hamas, dan Houthis memungkinkan Iran memperluas pengaruh strategisnya tanpa terlibat dalam perang terbuka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa drone, misil, dan proxy war merupakan tiga pilar utama strategi Balance of Threat Iran serta mencerminkan transformasi peperangan modern yang semakin berbasis teknologi dan jaringan aktor negara maupun non-negara. Kata kunci: balance of threat; konflik Iran–Israel; drone warfare; missile warfare; proxy war.
PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP RETENSI ANGGOTA: MEDIASI PROSES PEMURIDAN DALAM ORGANISASI KEAGAMAAN Budi Harwanto
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6616

Abstract

Abstract: This study asks how transformational leadership shapes member retention in religious organizations, treating disciple making as the pathway that carries much of that influence. The motivation lies in a contradiction running through the literature: some studies tie transformational leadership to commitment and retention, while others find the effect weak or absent. A cross-sectional survey of 525 members of the Seventh-day Adventist Church in Eastern Indonesia was used to test the question. Transformational leadership was captured with a 20-item MLQ-informed scale, disciple making with 31 items, and member retention with 13 items, and the data were examined through Pearson correlation, stepwise regression, and structural equation modeling. Every dimension of transformational leadership related positively to retention. Inspirational motivation and intellectual stimulation stood out as the strongest predictors in the regression. The structural model traced two routes at once which is a direct effect on retention and an indirect effect running through disciple making that suggesting that transformational leadership keeps members chiefly when it sets calling, integrating, equipping, and involving in motion. The article extends transformational leadership theory into religious settings and points church leaders toward a discipleship-grounded practice rather than one that is merely charismatic or administrative. Keywords: transformational leadership; member retention; disciple making; religious organizations; structural equation modeling   Abstrak: Studi ini menguji bagaimana kepemimpinan transformasional memengaruhi retensi anggota di organisasi keagamaan, dengan proses pemuridan ditempatkan sebagai jalur mediasi. Persoalannya berangkat dari bukti empiris yang saling bertentangan. Sejumlah penelitian mengaitkan kepemimpinan transformasional dengan komitmen dan retensi, tetapi sebagian lain melaporkan efek yang lemah, bahkan tidak signifikan. Untuk menjawab ketegangan itu, survei potong lintang dilakukan terhadap 525 anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Indonesia Timur. Kepemimpinan transformasional diukur memakai 20 item yang diadaptasi dari Multifactor Leadership Questionnaire, proses pemuridan 31 item, dan retensi anggota 13 item. Data diolah melalui korelasi Pearson, regresi bertahap, dan structural equation modeling. Hasilnya konsisten: keempat dimensi kepemimpinan transformasional berkorelasi positif dengan retensi. Dalam regresi, inspirational motivation dan intellectual stimulation muncul sebagai prediktor terkuat. Model struktural memperlihatkan dua jalur sekaligus yaitu pengaruh langsung kepemimpinan terhadap retensi, dan pengaruh tidak langsung yang mengalir lewat proses pemuridan. Pola ini menyiratkan satu hal pokok: kepemimpinan transformasional menahan anggota untuk tetap tinggal justru ketika ia menggerakkan proses calling, integrating, equipping, dan involving. Artikel ini memperkaya teori kepemimpinan transformasional pada ranah organisasi keagamaan sekaligus menawarkan arahan praktis bagi gereja untuk membangun kepemimpinan yang berpijak pada pemuridan, bukan semata karisma atau kelihaian administratif. Kata kunci: kepemimpinan transformasional; retensi anggota; proses pemuridan; organisasi keagamaan; structural equation modeling
POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DI KAWASAN PENYANGGA SUAKA MARGASATWA NANTU-BOLIYOHUTO KABUPATEN BOALEMO Magfirah Suryaningtyas Laadi; Marini Susanti Hamidun; Mustamin Ibrahim; Dewi Wahyuni K. Baderan; Jusna Ahmad
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6619

Abstract

Abstract: Wildlife Sanctuary in Boalemo Regency, Gorontalo Province, possesses a high diversity of plant species with considerable potential for ecotourism development. This study aims to identify plant species with ecotourism potential and to analyze their diversity levels in two locations: SP3 and Tamilo. This study was conducted from January to April 2026 using a quantitative descriptive-exploratory method through field observations, morphological identification, and analysis of the Shannon-Wiener diversity index. The results show that the SP3 area contains 21 plant species with ecotourism potential from various families, whereas the Tamilo area contains 12 species. The diversity index value in SP3 is H' = 2.647 (moderate), while Tamilo has a higher value of H' 3.236 (high). The identified plant species possess various tourism attraction values, including aesthetic, educational, cultural, economic, and conservation values, comprising highly conserved species such as Canarium pilosum, Dalbergia latifolia, and Pterocarpus indicus, Both areas have the potential to be developed into agroforestry and ethnobotany tourism attractions that support conservation efforts while empowering local consis Keywords: ecotourism; plant diversity; tourist attraction; Nantu-Bolivehuto buffer zone; diversity index.   Abstrak: Kawasan penyangga Suaka Margasatwa Nantu-Boliyohuto di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, menyimpan keanekaragaman tumbuhan yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan berpotensi ekowisata dan menganalisis tingkat keanekaragamannya di dua lokasi, yaitu SP3 dan Tamilo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2026 dengan metode deskriptif kuantitatif-eksploratif melalui observasi lapangan, identifikasi morfologi, dan analisis indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan SP3 terdapat 21 jenis tumbuhan berpotensi ekowisata dari berbagai famili, sedangkan kawasan Tamilo terdapat 12 jenis tumbuhan. Nilai indeks keanekaragaman di SP3 sebesar H' = 2,647 (kategori sedang), sementara Tamilo lebih tinggi dengan H' = 3,236 (kategori tinggi). Tumbuhan yang ditemukan memiliki beragam nilai daya tarik, meliputi nilai estetika, edukasi, budaya, ekonomi, dan konservasi, termasuk spesies bernilai konservasi tinggi seperti Canarium pilosum, Dalbergia latifolia, dan Pterocarpus indicus. Kedua kawasan berpotensi dikembangkan menjadi atraksi wisata berbasis agroforestri dan etnobotani yang mendukung upaya konservasi sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal. Kata Kunci: ekowisata; keanekaragaman tumbuhan; daya tarik wisata, kawasan penyangga nantu-boliyohuto; indeks keanekaragaman
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BAWAH PADA KAWASAN PERKEBUNAN KELAPA (Cocos nucifera) DAN PERKEBUNAN JERUK (Citrus spp) DI DESA SARI TANI KABUPATEN BOALEMO Sri Sulastri Hadju; Marini Susanti Hamidun; Mustamin Ibrahim; Jusna Ahmad; Dewi Wahyuni K. Baderan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6620

Abstract

Abstract: Understory plant diversity is an important indicator in maintaining ecosystem stability in plantation areas. Differences in environmental conditions between coconut and citrus plantations are assumed to influence the composition and diversity level of understory plants. This study aimed to determine the species composition and diversity level of understory plants in coconut (Cocos nucifera) and citrus (Citrus spp.) plantations in Sari Tani Village, Boalemo Regency. The study used a quantitative descriptive method with a field survey approach. Data collection was conducted using an exploratory method at two observation stations and analyzed using the Shannon-Wiener diversity index (H’). The results showed that the coconut plantation contained 494 individuals consisting of 15 species, 8 families, and 7 orders, while the citrus plantation contained 165 individuals consisting of 8 species, 7 families, and 5 orders. The dominant species at both locations was Eleusine indica (L.) Gaertn. The Shannon-Wiener diversity index value in the coconut plantation was 2.609, while in the citrus plantation it was 1.754. These values indicate that both locations have a moderate level of diversity with relatively stable ecosystem conditions. Differences in composition and diversity values were influenced by microclimatic conditions and environmental characteristics in each plantation area. Keywords: Understory plant diversity, coconut plantation, citrus plantation, Shannon-Wiener   Abstrak: Keanekaragaman tumbuhan bawah merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga stabilitas ekosistem pada kawasan perkebunan. Perbedaan kondisi lingkungan antara perkebunan kelapa dan jeruk diduga memengaruhi komposisi serta tingkat keanekaragaman tumbuhan bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan tingkat keanekaragaman tumbuhan bawah pada perkebunan kelapa (Cocos nucifera) dan jeruk (Citrus spp.) di Desa Sari Tani, Kabupaten Boalemo. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei lapangan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode eksplorasi pada dua stasiun pengamatan dan dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perkebunan kelapa ditemukan 494 individu yang terdiri atas 15 spesies, 8 famili, dan 7 ordo, sedangkan pada perkebunan jeruk ditemukan 165 individu yang terdiri atas 8 spesies, 7 famili, dan 5 ordo. Spesies yang mendominasi pada kedua lokasi adalah Eleusine indica (L.) Gaertn. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener pada perkebunan kelapa sebesar 2,609, sedangkan pada perkebunan jeruk sebesar 1,754. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kedua lokasi memiliki tingkat keanekaragaman sedang dengan kondisi ekosistem yang relatif stabil. Perbedaan komposisi dan nilai keanekaragaman dipengaruhi oleh kondisi mikroklimat serta karakteristik lingkungan yang berbeda pada masing-masing kawasan perkebunan. Kata kunci: Keanekaragaman tumbuhan bawah, perkebunan kelapa, perkebunan jeruk, indeks Shannon-Wiener.
PENGARUH E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPERCAYAAN DAN KEPUASAN PENGGUNA GEN Z PADA E-WALLET SHOPEEPAY DI SUMATERA BARAT Hasan; Rahmiati
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6623

Abstract

Abstract: This study aims to examine the effect of E-Service Quality on E-Trust and E-Satisfaction among Generation Z ShopeePay users in West Sumatra, as well as to investigate the mediating role of E-Trust in the relationship between E-Service Quality and E-Satisfaction. This research employed a quantitative approach using a survey method. Data were collected through an online questionnaire distributed to 400 respondents selected using purposive sampling. The data were analyzed using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach with SmartPLS 4 software. The results revealed that E-Service Quality has a positive and significant effect on E-Trust (β = 0.582; p < 0.001) and E-Satisfaction (β = 0.359; p < 0.001). Furthermore, E-Trust was found to have a positive and significant effect on E-Satisfaction (β = 0.363; p < 0.001). The mediation analysis indicated that E-Trust partially mediates the relationship between E-Service Quality and E-Satisfaction, with an indirect effect value of 0.211 (p < 0.001). These findings suggest that improving electronic service quality can enhance user satisfaction both directly and indirectly through increased user trust in ShopeePay. This study contributes to the digital marketing and consumer behavior literature and provides practical insights for digital wallet service providers in improving service quality, strengthening user trust, and increasing customer satisfaction. Keywords: E-Service Quality, E-Trust, E-Satisfaction, ShopeePay, Gen Z.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh E-Service Quality terhadap E-Trust dan E-Satisfaction pengguna e-wallet ShopeePay dari kalangan Generasi Z di Sumatera Barat serta menguji peran mediasi E-Trust dalam hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Service Quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap E-Trust (β = 0,582; p < 0,001) dan E-Satisfaction (β = 0,359; p < 0,001). Selain itu, E-Trust juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap E-Satisfaction (β = 0,363; p < 0,001). Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa E-Trust mampu memediasi secara parsial pengaruh E-Service Quality terhadap E-Satisfaction dengan nilai pengaruh tidak langsung sebesar 0,211 (p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas layanan elektronik mampu meningkatkan kepuasan pengguna secara langsung maupun melalui peningkatan kepercayaan pengguna terhadap ShopeePay. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan literatur pemasaran digital dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi penyedia layanan dompet digital dalam meningkatkan kualitas layanan, membangun kepercayaan, serta meningkatkan kepuasan pengguna. Kata kunci: E-Service Quality; E-Trust; E-Satisfaction; ShopeePay; Gen Z; Sumatera Barat
PRODUKSI INSEKURITAS DALAM KERANGKA KEAMANAN MANUSIA: KETIMPANGAN STRUKTURAL DAN PERSISTENSI ANCAMAN DI AFRIKA SELATAN Selvi Julianti; Fajar Imam Zarkasyi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6625

Abstract

Abstract: South Africa has created a variety of legal frameworks and protection institutions but threats to personal security remain. Previous research has been on poverty, unemployment and policy effectiveness. But they haven’t adequately explained how unequal access to protection translates into insecurity. The purpose of this study is to analyse how structural inequality and unequal access to protection creates insecurity within the human security framework in South Africa. The present research employs a qualitative methodology, employing the concept of human security to analyse threats to personal security and the concept of structural violence to understand how social inequalities produce differential capacities for protection in society. The findings suggest that insecurity is not just a consequence of individual criminal acts but is structurally produced by inequalities in access to resources and protection. The findings also suggest that human security is not only a function of the existence of protective institutions, but of the distribution of access to such protection. Keywords: Human Security, Structural Violence, Insecurity, South Africa   Abstrak: Afrika Selatan telah menciptakan berbagai kerangka hukum dan lembaga perlindungan, namun ancaman terhadap keamanan personal tetap ada. Penelitian sebelumnya berfokus pada kemiskinan, pengangguran, dan efektivitas kebijakan. Namun, penelitian-penelitian tersebut belum cukup menjelaskan bagaimana akses yang tidak merata terhadap perlindungan berujung pada ketidakamanan. Tujuan studi ini adalah menganalisis bagaimana ketidaksetaraan struktural dan akses yang tidak merata terhadap perlindungan menimbulkan ketidakamanan dalam kerangka keamanan manusia di Afrika Selatan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, dengan memanfaatkan konsep keamanan manusia untuk menganalisis ancaman terhadap keamanan personal serta konsep kekerasan struktural untuk memahami bagaimana ketidaksetaraan sosial menghasilkan kapasitas perlindungan yang berbeda-beda di masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketidakamanan bukan hanya konsekuensi dari tindakan kriminal individu, melainkan dihasilkan secara struktural oleh ketidaksetaraan dalam akses terhadap sumber daya dan perlindungan. Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa keamanan manusia tidak hanya bergantung pada keberadaan lembaga-lembaga perlindungan, tetapi juga pada distribusi akses terhadap perlindungan tersebut. Kata kunci: Keamanan Manusia, Kekerasan Struktural, Ketidakamanan, Afrika Selatan.
STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOMUNIKASI BIDAN DAN PASIEN PADA KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI DI PROGRAM STUDI KEBIDANAN UNIVERSITAS AUDI INDONESIA Faija Sihombing; Roikestina Silaban; Tulus Januardi Tua Panjaitan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6626

Abstract

Abstract: Communication is an essential component of healthcare services as it serves as the primary medium for delivering information, education, and support to patients. In midwifery practice, polite communication plays an important role in establishing therapeutic relationships between midwives and patients, particularly in reproductive health counseling that often addresses sensitive and personal issues. This study aimed to describe the language politeness strategies used in communication between midwives and patients during reproductive health counseling at the Midwifery Study Program of Universitas Audi Indonesia. This study employed a descriptive qualitative method. Data were collected through observations, interviews, documentation, and recorded conversations between midwives and patients during counseling sessions. Data analysis was conducted using the model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña (2020), which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that positive politeness, negative politeness, direct strategies, and indirect strategies were employed in midwife-patient communication. Positive politeness emerged as the most dominant strategy because it fostered comfort, encouraged patient openness, and strengthened therapeutic relationships. The study concludes that the implementation of language politeness strategies contributes significantly to the effectiveness of reproductive health counseling and the improvement of midwifery service quality. Keywords: language politeness, midwifery communication, patient, reproductive health, counseling Abstrak: Komunikasi merupakan unsur penting dalam pelayanan kesehatan karena menjadi sarana utama dalam penyampaian informasi, edukasi, dan pemberian dukungan kepada pasien. Dalam praktik kebidanan, komunikasi yang santun berperan dalam membangun hubungan terapeutik antara bidan dan pasien, terutama pada konseling kesehatan reproduksi yang membahas isu-isu sensitif dan bersifat pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa yang digunakan dalam komunikasi bidan dan pasien pada konseling kesehatan reproduksi di Program Studi Kebidanan Universitas Audi Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan rekaman percakapan antara bidan dan pasien selama proses konseling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2020) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kesantunan positif, kesantunan negatif, strategi langsung, dan strategi tidak langsung digunakan dalam komunikasi bidan dan pasien. Strategi kesantunan positif menjadi strategi yang paling dominan karena mampu menciptakan rasa nyaman, meningkatkan keterbukaan pasien, serta memperkuat hubungan terapeutik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi kesantunan berbahasa berkontribusi terhadap efektivitas konseling kesehatan reproduksi dan peningkatan kualitas pelayanan kebidanan. Kata Kunci: kesantunan berbahasa, komunikasi kebidanan, pasien, kesehatan reproduksi, konseling
PENGARUH KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU DI SMA NEGERI 1 PANOMBEIAN PANE PEMATANGSIANTAR Jon Roi Tua Purba; Adrianus Th Mahulae; Deasy Manurung; Lustani Samosir
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6627

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of principals’ visionary leadership on teachers’ work motivation at SMA Negeri 1 Panombeian Pane Pematangsiantar. The study employed a quantitative approach with a survey design. The population consisted of all teachers at SMA Negeri 1 Panombeian Pane Pematangsiantar who participated as research respondents. Data were collected using a Likert-scale questionnaire developed based on the indicators of visionary leadership and teachers’ work motivation. The data were analyzed using descriptive statistics and simple linear regression with the assistance of SPSS software. The results revealed that principals’ visionary leadership was categorized as high with a mean score of 4.12 (82.5%), while teachers’ work motivation was also categorized as high with a mean score of 4.05 (81.0%). The simple linear regression analysis indicated that principals’ visionary leadership had a positive and significant effect on teachers’ work motivation, with a t-value of 5.167 and a significance value of 0.000 (p < 0.05). The coefficient of determination (R²) of 0.412 indicated that principals’ visionary leadership contributed 41.2% to teachers’ work motivation, while the remaining 58.8% was influenced by other factors not examined in this study. These findings suggest that better implementation of visionary leadership by school principals is associated with higher levels of teachers’ work motivation. Therefore, strengthening principals’ visionary leadership competencies is essential for enhancing teachers’ motivation and improving educational quality. Keywords: visionary leadership, principal, teachers’ work motivation, educational   leadership, educational management.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan visioner kepala sekolah terhadap motivasi kerja guru di SMA Negeri 1 Panombeian Pane Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi terdiri dari seluruh guru di SMA Negeri 1 Panombeian Pane Pematangsiantar yang berpartisipasi sebagai responden penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang dikembangkan berdasarkan indikator kepemimpinan visioner dan motivasi kerja guru. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 4,12 (82,5%), sedangkan motivasi kerja guru juga dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 4,05 (81,0%). Analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja guru, dengan nilai t sebesar 5,167 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,412 menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah berkontribusi sebesar 41,2% terhadap motivasi kerja guru, sedangkan sisanya sebesar 58,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam studi ini. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi kepemimpinan visioner yang lebih baik oleh kepala sekolah dikaitkan dengan tingkat motivasi kerja guru yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penguatan kompetensi kepemimpinan visioner kepala sekolah sangat penting untuk meningkatkan motivasi guru dan meningkatkan kualitas pendidikan. Kata kunci: kepemimpinan visioner, kepala sekolah, motivasi kerja guru, kepemimpinan pendidikan, manajemen pendidikan