cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
REVIEW ARTIKEL : PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) AFINA DWI RACHMAWATI; SULISTIYANINGSIH SULISTIYANINGSIH
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.26057

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan global yang semakin meningkat, ditandai dengan obstruksi jalan nafas yang buruk, bronkiolitis obstruktif kronik dan emfisema. Penyakit ini disebabkan oleh paparan asap rokok dalam jangka waktu lama serta udara yang tidak bersih. Manajemen gejala dan resiko juga mencakup pengobatan secara farmakologi dan non-farmakologi. Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati PPOK yaitu bronkodilator kerja cepat, antikolinergik kerja panjang, beta2-agonis kerja panjang, inhalasi kortikosteroid. Diketahui bahwa obat-obat tersebut memiliki efek positif untuk menghilangkan gejala batuk dan sesak nafas, eksaserbasi dan meningkatkan fungsi paru-paru.
Review Artikel : Metode Environmental Monitoring pada Area Ruang Bersih dan Proses Aseptik SALMA ALAINA ATISHA; Ida Musfiroh
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.27125

Abstract

ABSTRAKEnvironmental monitoring (EM) adalah program pemeriksaan terhadap kontaminasi mikroba dan partikel di area ruang bersih dan area proses aseptik. Program EM ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi terhadap produk. Oleh karena itu program EM ini dirancang untuk mengevaluasi kualitas lingkungan area produksi sesuai dengan standar area ruang bersih yang ditetapkan oleh BPOM untuk produksi produk steril yang berkualitas. Metode yang digunakan dalam program EM ada tiga yaitu passive air sampling, active air sampling, dan surface monitoring. Standar batas cemaran mikroba pada kelas A adalah <1 cfu/m3 dan standar batas partikulat udara ukuran   0,5 m di kelas A adalah 3,520 cfu/m3 dan partikulat udara ukuran  5 m adalah 20. Review ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai metode yang dilakukan pada program EM.Kata Kunci : Environmental monitoring, area ruang bersih, area proses aseptik ABSTRACTEnvironmental monitoring (EM) is an inspection program for microbial and particle contamination in cleanroom areas and aseptic process areas. This EM program is carried out to prevent contamination of the product. Therefore the EM program is designed to improve the quality of the production environment in accordance with clean room standards set by BPOM for the production of quality sterile products. There are three methods used in the EM program, namely passive air sampling, active air sampling, and surface monitoring. The standard limit of microbial contamination in class A is <1 cfu / m3 and the standard limit of air particulate size ≥ 0.5 μm in class A is 3,520 cfu / m3 and air particulate size 5 μm is 20. This review is expected to help find information about the method used in the EM program.Keywords : Environmental monitoring, cleanroom area, aseptic process area
REVIEW ARTIKEL: TERAPI POTENSIAL UNTUK INFEKSI SARS-CoV-2 PADA COVID-19 FAHRINA NUR FADHILAH; YEDI HERDIANA
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27872

Abstract

Wabah SARS-CoV-2 pertama kali muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada akhir tahun 2019. Infeksi yang diakibatkan oleh jenis baru Coronavirus ini kemudian ditetapkan sebagai pandemik dunia oleh World Health Organization (WHO), dengan penyakit yang ditimbulkan disebut sebagai Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Infeksi SARS-CoV-2 menimbulkan gejala seperti gejala yang timbul pada pneumonia. Hingga saat ini, berbagai penelitian untuk menemukan terapi potensial yang tepat untuk menangani COVID-19 masih terus dilakukan. Beberapa kandidat terapi seperti Redemsivir, Lopinavir/Ritonavir, Arbidol, Chloroquine, Hydroxychloroquine, serta inhibitor protease telah banyak diteliti. Review artikel ini bertujuan mengumpulkan informasi dari berbagai penelitian mengenai terapi potensial untuk COVID-19.Kata kunci: SARS-CoV-2, COVID-19, terapi COVID-19.
SIKLODEKSTRIN SOLUSI PENGEMBANGAN OBAT BARU DIAH PERMATA SARI; MARLINE ABDASSAH; NASRUL WATHONI
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.19107

Abstract

Pengembangan suatu senyawa untuk mendapatkan obat baru sangat diperlukan. Banyaknya senyawa obat yang memiliki keterbatasan sehingga memerlukan suatu pengembangan, salah satunya adalah keterbatasan dalam tingkat kelarutan. Untuk mengatasi kekurangan ini sehingga membutuhkan solusi yang tepat. Siklodekstrin merupakan salah satu eksipien yang dapat digunakan dalam metode kompleksasi. Siklodekstrin memiliki struktur yang berongga sehingga dapat mengikat senyawa aktif yang memiliki keterbatasan dalam kelarutan dengan cara kompleksasi. Siklodekstrin memiliki permukaan yang hidrofilik dan rongga yang hidrofobik, bagian rongga yang hidrofobik berperan dalam memasukan senyawa obat yang bertsifat hidrofobik. Kata Kunci : Siklodekstrin, Kompleksasi dan Kelarutan.
HERBAL UNTUK MENINGKATKAN SISTEM IMUN TUBUH SAAT PANDEMI CORONAVIRUS: SEBUAH REVIEW AULIANI HAFIFAH
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.27198

Abstract

Evaluasi Kepatuhan Pasien Hepatitis C Periode Juli 2018-Juli 2019 Di Instalasi Rawat Jalan Di Salah Satu Rumah Sakit Kota Bandung SHAFIRA SHAFIRA; AHMAD MUHTADI
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.26232

Abstract

Hepatitis merupakan peradangan pada sel hati yang disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, konsumsi alkohol dan lemak yang berlebihan. Indonesia berada di posisi kedua setelah Myanmar dengan angka kejadian hepatitis B dan C yang tinggi di negara South East Asian Region (SEAR). Pada tahun 2010, berdasarkan sidang WHA (World Health Assembly) di Geneeva, Indonesia bersama negara-negara lain memiliki resolusi untuk melakukan pengendalian virus hepatitis,  salah satunya dengan meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien yang sudah terinfeksi hepatitis. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik pasien dan kepatuhan pasien hepatitis khususnya hepatitis C pada periode Juli 2018-Juli 2019 di Instalasi Rawat Jalan RSUP di salah satu rumah sakit Kota Bandung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi sejumlah 115 pasien hepatitis C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejauh ini kepatuhan pasien hepatitis C di instalasi rawat jalan cukup tinggi yaitu sebesar 95 %.Kata Kunci : Hepatitis C, Kepatuhan pasien
TUMBUHAN YANG BERPOTENSI ANTIHIPERLIPIDEMIA Aisyah Tri Mulyani
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.27897

Abstract

Hiperlipidemia terjadi karena adanya abnormalitas lemak plasma seperto peningkatan kadar trigliserida, kolesterol,dan LDL serta dapat berupa penurunan jumlah HDL. Hiperlipidemia berperan dalam penyakit jantung koroner (PJK). Meninjau dari tahun 2013, prevalensi PJK di Indonesia sebesar 0,5% dari populasi penduduk dan menempati posisi pertama sebagai penyebab kematian, sebesar 26% dari total jumlah kematian. Maka dari itu perlu dilakukan pencarian berbagai alternatif pengobatan yang bisa membantu pasien hiperlipidemia, salah satunya dengan pengobatan herbal. Pengujian aktivitas antihiperlipidemia dilakukan pada berbagai macam tanaman herbal. Hasil yang diperoleh adalah terdapat 12 jenis ekstrak tanaman yang berpotensi memiliki aktivitas antihiperlipidemia.
Pelayanan Kefarmasian Pada Pasien Imunosupresif Sebagai Tindakan Preventif di Masa Pandemi COVID-19 ZAFIRA ZAHRAH; YUNISTYA DWI CAHYANI
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.27362

Abstract

Virus SARS-CoV-2 atau yang disebut sebagai COVID-19 saat ini telah menyebar ke lebih dari 200 negara di seluruh dunia, dan dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO) pada 11 Maret 2020. Virus terbukti sangat mematikan bagi orang dewasa (terutama usia lanjut) dan orang-orang dengan kondisi medis tertentu, diantaranya pasien imunosupresif. Apoteker sebagai tenaga medis yang mengenal obat sangat baik dibutuhkan peranannya dalam melakukan pencegahan dan pemantauan untuk meminimalkan infeksi lanjutan pada pasien imunosupresif. Artikel review ini bertujuan untuk menggali dan mengevaluasi pelayanan kefarmasian yang harus dilakukan terhadap kelompok pasien imunosupresif selama masa pandemi. Penelusuran referensi dilakukan melalui database Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “Coronavirus and immunocompromised”, “SARS-CoV-2 and immunosuppressant drugs”, “COVID-19 and immunosuppressive patients”, “non-pharmacologic treatment in pandemic COVID-19” dan “Pharmacist role in pandemic COVID-19”. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan protokol pelayanan kefarmasian yang signifikan pada kasus pasien imunosupresif yang disebabkan oleh penyakit HIV dan penggunaan agen sitostatika serta imunosupresan, di mana seluruh pasien harus tetap mengonsumsi obatnya dalam rangka membangun sistem imun yang stabil dan mengikuti anjuran pemerintah untuk meminimalisasi kontak dengan masyarakat agar tidak terpapar virus korona.
Review: Aktivitas Farmakologis, Senyawa Aktif dan Mekanisme Kerja Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) TAUFAN WANT PRIBADI
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.29551

Abstract

ABSTRAKDaun sirsak dan daun tempuyung merupakan beberapa spesies tumbuhan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat herbal. Daun sirsak dan daun tempuyung mengandung banyak metabolit sekunder yang saling bersinergis dalam memberikan efek. Penggunaan bahan alam sebagai obat sebaiknya berdasarkan bukti ilmiah. Review ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait senyawa aktif, aktivitas farmakologis, dan mekanisme kerja daun sirsak dan daun tempuyung dalam mengatasi berbagai penyakit. Pada review artikel ini digunakan literatur online dan offline. Literatur online didapat dari jurnal dan artikel ilmiah publikasi lokal maupun internasional yang diperoleh melalui hasil pencarian langsung secara online dengan menggunakan mesin pencari online yaitu Google dan Google Scholar. Sedangkan literatur offline yang digunakan yaitu buku dan e-book. Diketahui bahwa daun sirsak dan daun tempuyung memiliki berbagai macam aktivitas farmakologis sebagai antikanker, antihiperurisemia, antioksidan, antihipertensi, antimikroba. Senyawa aktif yang umumnya bertanggungjawab terhadap aktivitas farmakologi yaitu kandungan senyawa flavonoid, saponin, kuersetin dan geraniin, Aktivitas farmakologis terjadi dengan berbagai mekanisme kerja dalam mengatasi berbagai penyakit. Kata kunci : Daun sirsak, Annona muricata L., Daun tempuyung, Sonchus arvensis L.,                  Aktivitas farmakologis ABSTRACTRambutan is one of the species of plants that has the potential to be developed as a medicinalherb. Rambutan contains many secondary metabolites in mutual synergic effects. The use ofnatural materials as a drug should be based on scientific evidence. This review aims to provide information related to the active compounds, pharmacological activity and mechanism of action of rambutan in overcoming various ailments. In this article review, online and offline literatures were used. Literature online journals and articles obtained from local and international scientific publications obtained through the search results directly online by using online search engines, namely Google and Google Scholar. While the offline literature used is books and e-books. It is known that rambutan has a wide range of pharmacological activity in overcoming antidiabetic, antihiperkolesterol, antimicrobials, antioxidants, antihiperurisemia, anticancer.The active compounds are generally responsible for the pharmacological activity of quercetin, geraniin, content of flavonoids and saponins. Pharmacological activity occurs with various mechanisms work in overcoming various ailments. Keywords: Rambutan,Nephelium lappaceum L., Pharmacological
Artikel Review : Potensi Biji Alpukat Sebagai Sunscreen Untuk Pencegahan Photoaging Esse Darmayanti; Holy Rumpun Bato&#039;; Mansyur Mansyur; Maria Ulfa; Ismail Ismail
Farmaka Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i3.29648

Abstract

Indeks UV (ultraviolet) merupakan pengukuran intensitas radiasi UV pada permukaan bumi yang memiliki efek pada kulit manusia. Radiasi sinar UV dapat menyebabkan penuaan dini, reaksi peradangan pada mata seperti fotokeratitis, kanker kulit dan katarak. Alpukat merupakan bahan alam yang dapat memberikan efek sebagai antioksidan dan tabir surya yang berpotensi sebagai sunscreen untuk mengurangi paparan sinar UV pada kulit. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan dan skrinning data yang memiliki kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang diperoleh yaitu berbagai informasi mengenai kandungan senyawa pada biji alpukat yang berpotensi sebagai tabir surya. Aktivitas antioksidan dan tabir surya pada biji alpukat dapat dinyatakan dengan IC50 dan SPF. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk memperoleh data sehingga dapat dijadikan acuan untuk memperoleh sediaan dalam hal ini sunscreen

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue