cover
Contact Name
Toni Malvin
Contact Email
tonimalvin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lembagapenelitiandanpengabdian@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Lumbung: Jurnal Ilmiah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
ISSN : 14121948     EISSN : 26553422     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
LUMBUNG: Jurnal Ilmiah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh merupakan media dalam penyebarluasan hasil penelitian dan kajian pustaka di bidang pertanian yang bertujuan untuk menjawab masalah-masalah pertanian secara nyata di lapangan. LUMBUNG diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh secara berkala dua kali dalam setahun, yang diterbitkan pertama kali pada Januari 2002 dalam bentuk cetak, dan tersedia secara online sejak Desember 2018.
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
PENGARUH DOSIS DAN UMUR SIMPAN PUPUK ORGANO-KOMPLEKS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI METODE SRI (The System of Rice Intensification) Agustamar, Agustamar; Achmad, Benny Satria; Susiawan, Eddy; Deparmen, Deparmen
LUMBUNG Vol. 20 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.808 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v20i2.374

Abstract

Sawah yang baru dibuka memiliki sifat fisik yang buruk dan status hara rendah, disamping gangguan Fe2+ terlarut yang tinggi pada zona perakaran apabila tergenang, sehingga dalam kurun waktu 5-10 tahun belum dapat normal dan hasil selalu rendah yaitu 1,0-2,5 t/ha dan menyebabkan kebutuhan pupuk lebih besar. Pupuk Organo-Kompleks (OK) dapat menjawab kondisi tersebut dan tidak memerlukan waktu 5-10 tahun. Karakteristik pupuk OK diuji dalam dosis dan umur simpan terhadap pertumbuhan dan produksi padi metode SRI. Penelitian dilaksanakan bulan Juni 2019 sampai bulan November 2019 di rumah plastik. Pengujian secara faktorial, faktor pertama dosis OK (A1 = 10 t/ha dan A2 = 20 t/ha) dan faktor kedua umur simpan OK, B1= maksimum 1 bulan; B2= 6 bulan dan B3= 12 bulan dengan kombinasi A1B1; A1B2; A1B3; A2B1; A2B2; dan A2B3 (4 ulangan), data pengamatan dianalisis dengan pengolah data Statistic-8 dan dengan uji lanjut BNT 5%. Peningkatan dosis OK 2x lipat (20 t/ha) dapat meningkatkan pertumbuhan (tinggi tanaman dan bobot jerami), komponen hasil (jumlah malai/rumpun, jumlah biji/malai, bobot 1000 biji, dan persentase gabah bernas) dan hasil gabah. Penyimpanan pupuk OK mampu bertahan hingga 6 bulan dan seterusnya berdampak terhadap penurunan potensinya pada tanaman. Peningkatan dosis OK tidak menaikkan hasil pada lama simpan di atas 6 bulan.
INVENTARISASI PENYAKIT TANAMAN PADI DI SEKITAR POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH Muflihayati, Muflihayati; Maulina, Fri
LUMBUNG Vol. 20 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.509 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v20i2.377

Abstract

Penyakit tanaman merupakan salah satu faktor penghambat untuk meningkatkan produksi tanaman. Hal ini juga menurunkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman dan menyebabkan penurunan pendapatan petani, bahkan menyebabkan kehilangan hasil. Pengendalian penyakit tanaman harus dilakukan dengan tepat agar tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan input yang rendah pula. Oleh karena itu, petani harus mengidentifikasi dan memastikan tingkat keparahan penyakit tanaman sebelum melakukan pengendalian. Tujuan dari penelitian ini adalah inventarisasi penyakit tanaman padi di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Metode purposive sampling dan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian, beberapa penyakit yang ditemukan di lahan sawah yaitu bercak coklat (Helminthosporium oryzae), bercak coklat sempit (Cercospora oryzae), blas (Pyricularia grisea), hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae pv. oryzae), dan smut (Ustilagonoidea virens).
PENENTUAN EC NUTRISI UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN BAWANG MERAH DENGAN SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG Panggabean, Deswani; Amrizal; Away, Yufrijal
LUMBUNG Vol. 21 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.838 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i1.486

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditi sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Salah satu teknik budidaya hidroponik yaitu system Rakit Apung (Floating Raft System) atau biasa dikenal FHS. Dalam system ini, wadah tempat tanaman berada dalam kondisi mengapung dan bersentuhan langsung dengan air nutrisi. Dalam pembuatan nutrisi untuk tanaman perlu diperhatikan EC (Electrical Conductivity) yang digunakan untuk mengukur kepekatan suatu larutan nutrisi hidroponik. Kebutuhan EC disesuaikan dengan fase pertumbuhan, yaitu ketika tanaman masih kecil dibutuhkan nilai EC yang kecil dan semakin meningkat umur tanaman EC yang dibutuhkan juga semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada EC berapa yang optimal untuk pertumbuhan tanaman bawang merah dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Perlakuan yang akan digunakan pada penelitian ini adalah 3 perlakuan dengan 10 kali ulangan pada masing-masing perlakuan, dengan rincian perlakuan adalah:  Perlakuan A dengan EC 1000 (?S /cm) untuk umur 1-30 HST dan 2000(?S /cm) untuk umur > 30 HST. Perlakuan B dengan EC 1500 (?S /cm) untuk umur 1-30 HST dan 2500(?S /cm) untuk umur > 30 HST serta Perlakuan C dengan EC 2000 (?S /cm) untuk umur 1-30 HST dan 3500(?S /cm) untuk umur > 30 HST. Untuk jumlah anakan terlihat bahwa semua perlakuan tidak berbeda nyata. Sedangkan untuk hasil pengamatan berat panen terlihat bahwa perlakuan A, berbeda nyata dengan perlakuan B dan berbeda tidak nyata dengan perlakuan C.  Perlakuan B berbeda nyata dengan perlakuan C sedangkan perlakuan C tidak berbeda nyata dengan perlakuan A. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa tanaman bawang merah tumbuh paling baik pada perlakuan C dengan pada EC 2000 (?S /cm)) pada umur 1-30 HST dan EC 3500 (?S /cm) pada umur > 30 HST, dengan hasil panen tertinggi yaitu 74,4 gr.
KARAKTERISASI MORFOLOGI PADA BIBIT PORANG (Amorphophallus oncophyllus) Illahi, Ayu Kurnia; Kurniasih, Dedeh; Sari, Deliana Andam; Karmaita, Yummama
LUMBUNG Vol. 21 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.642 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i1.490

Abstract

Porang (Amorphophallus oncophyllus) adalah salah satu plasma nutfah umbi – umbian yang bernilai gizi tinggi asal Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi morfologi batang dan daun pada bibit porang hasil koleksi di Kebun Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2021 dengan metode deskripsi dengan pengambilan sampel secara sengaja pada 15 aksesi bibit porang. Pengamatan dilakukan pada karakter kualitatif dan karakter kuantitatif pada bagian batang dan daun bibit porang. Dari hasil pengamatan morfologi batang terdapat hasil yang seragam pada pengamatan karakter tekstur tangkai, bentuk tangkai, bentuk corak pada tangkai dan arah tumbuh. Pada pengamatan morfologi daun karakter yang memiliki hasil yang sama untuk setiap aksesi bibit porang adalah karakter bentuk daun, tepi daun, pertulangan daun, tekstur permukaan daun, tipe daun, bentuk ujung dan pangkal daun, jenis helaian daun, keadaan permukaan atas dan bawah daun.  Ciri pembeda yang dimiliki tangkai porang dengan tanaman Amorphophallus lainnya adalah corak pada tangkai yang terdiri dari bentuk belah ketupat dan belah ketupat dengan garis linear.
EKSPLORASI PLASMA NUTFAH KARAMUNTING DARI TIGA KENAGARIAN DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Wulantika, Trisia; Kanara, Nahda; Wahono, Sentot; Ritawati
LUMBUNG Vol. 21 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.958 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i1.492

Abstract

Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) adalah salah satu tumbuhan obat yang sering digunakan oleh masyarakat. Tumbuhan ini termasuk ke dalam famili Myrtaceae dan mempunyai nama internasional Rosemyrle. Secara tradisional, daun tumbuhan ini digunakan untuk mengobati luka, kudis, sakit perut, diare, sakit kepala, mencegah infeksi. Tumbuhan ini juga memiliki nilai tambah yang belum banyak diketahui oleh masyarakat lokal yaitu buahnya mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh serta bisa diolah menjadi makanan olahan. Penelitian eksplorasi plasma nutfah tanaman karamunting dilakukan untuk menemukan keberadaannya di lapangan serta mengetahui karakter morfologi serta tingkat kemiripan aksesi yang ditemukan. Penelitian telah dilakukan dari bulan Juni-September 2021 dengan menggunakan metode purposive sampling. Dari hasil penelitian ditemukan sebanyak 30 aksesi tanaman karamunting, ditemukan keragaman karakter morfologi yang diukur dengan parameter tinggi tanaman, lebar daun, panjang daun, diamater batang, warna daun, warna batang, bunga dan buah. Analisi menggunakan NTSYS menunjukan 30 aksesi mengelompok menjadi 2 kelompok besar pada koefisien 0,25 dan ada 2 aksesi dengan tingkat kemiripan 100% yaitu ST5 dan ST7
PENGARUH KOAGULAN DAN ANALISIS GROSS PROFIT MARGIN TERHADAP KADAR MUTU KARET REMAH SIR 20 Panjaitan, Jabosar Ronggur Hamonangan; Simbolon, Nur Indah; Pasaribu, Tulus Jaya
LUMBUNG Vol. 21 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.328 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i2.517

Abstract

Indonesia merupakan negara produsen karet kedua terbesar di dunia dan merupakan negara pengekspor karet. Salah satunya karet yang diekspor dari Indonesia adalah SIR 20. Rendahnya mutu bahan olah karet adalah permasalahan karet yang sering dijumpai di Indonesia. Hal ini biasanya disebabkan oleh koagulan yang dipakai. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis Plasticity Retention Index (PRI), kadar abu, kadar kotoran, kadar zat menguap serta analisis Gross Profit Margin (GPM) pada koagulasi karet dengan menggunakan koagulan asam format, asam sulfat dan tawas terhadap kadar mutu karet remah SIR 20. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai PRI koagulan asam sulfat adalah yang terbesar dengan nilai 77. Koagulan asam sulfat merupakan koagulan yang memiliki kadar abu dan kotoran terendah dibandingkan dengan asam format dan tawas yaitu sebesar 0,365% dan 0,025%. Kadar zat menguap pada koagulan tawas menunjukkan nilai terbesar yaitu 0,451%. Koagulan asam format memiliki nilai profit dan GPM terkecil dikarenakan harga yang lebih mahal dibandingkan asam sulfat dan tawas.
SELEKSI JAMUR ENDOFIT TANAMAN NIPAH (Nypa fruticans Wurmb.) DAN UJI ANTAGONISME TERHADAP Ganoderma boninense Pat. PENYEBAB PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG KELAPA SAWIT SERTA IDENTIFIKASINYA Surya, Arifah Hasnita; Ali, Muhammad; Venita, Yunel
LUMBUNG Vol. 21 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.306 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i2.520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan mendapatkan isolat jamur endofit dari tanaman nipah (Nypa fruticans) yang berdaya antagonis tinggi terhadap G. boninense penyebab penyakit busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit secara in vitro serta mengidentifikasinya hingga tingkat genus. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Riau dimulai dari November 2020 hingga Februari 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metoda eksplorasi (isolasi dan pemurnian jamur endofit tanamn nipah), observasi (uji hipovirulensi isolat jamur endofit tanaman nipah, uji hiperparasitisme jamur endofit tanaman nipah yang memiliki daya antagonis tinggi terhadap G. boninense dan identifikasi isolat jamur endofit tanaman nipah yang memiliki daya antagonis terhadap G. boninense) dan eksperimen (uji daya antagonis jamur endofit tanaman nipah terhadap G. boninense, uji diameter dan kecepatan tumbuh koloni isolat jamur endofit tanaman nipah yang memiliki daya antagonis tinggi terhadap G. boninense). Data karakteristik makroskopis, hipovirulensi, hiperparasitisme dan identifikasi jamur endofit antagonis tinggi disajikan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Data antagonism, diameter pertumbuhan dan laju pertumbuhan jamur yang berdaya antagonis tinggi dianalisis dengan analisis ragam dan untuk membandingkan rata-rata perlakuan dilanjutkan dengan uji duncan’s new multiple range test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian diperoleh 20 isolat, dimana 14 isolat adalah jamur yang bersifat hipovirulen dan 6 isolat bersifat virulen. 6 isolat memiliki nilai daya antagonis lebih tinggi terhadap G. boninense. Isolat N17 (jamur endofit asal daun tanaman nipah) yang memiliki nilai antagonis tertinggi dan berpotensi sebagai agens hayati yaitu 71,33% dengan diameter kecepatan tumbuh 89,75 mm serta 24,48 mm.hari-1. Tipe interaksi hiperparasitisme masing-masing jamur endofit tanaman nipah berbeda-beda yaitu penempelan  (N7), pelilitan (N17 dan N14), penjeratan (N8) dan lisis (N5 dan N16). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa isolat N7 termasuk kedalam genus Aspergillus sp., isolat N8 termasuk kedalam genus Gliocladium sp. dan 4 isolat lain yaitu N5, N14, N16 dan N17 belum teridentifikasi.
PENAMPILAN ORGAN FISIOLOGIS AYAM PEDAGING DENGAN PENAMBAHAN MIX TEPUNG DAUN GINSENG (Talinum paniculatum Gaertn.) DALAM RANSUM Amir, Yurni Sari; Siregar, Ramond; Lutfi, Ulva Mohtar; Fati, Nelzi; Kurnia, Dihan; Malvin, Toni
LUMBUNG Vol. 21 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.105 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i2.569

Abstract

Penelitian dengan penambahan mix tepung daun ginseng (Talinum paniculatum Gaertn.) dalam ransum bertujuan untuk mengetahui responnya terhadap penampilan organ fisiologis dan bursa fabricius ayam pedaging. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan di laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak dan di kandang ayam pedaging Laboratorium Produksi Ternak, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian ini dimulai sejak DOC sampai umur 33 hari, sebanyak 100 ekor ayam dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah ransum basal 100% sebagai kontrol (A), penambahan mix tepung daun ginseng 0,5% (B), penambahan mix tepung daun ginseng 1% (C), penambahan mix tepung daun ginseng 1,5% (D) dan penambahan mix tepung daun ginseng 2% dalam ransum basal (E). Ransum basal terdiri dari jagung, bungkil sawit, bungkil kedele, tepung ikan, minyak dan top mix. Variabel yang diukur adalah persentase bobot hati, jantung, limpa dan bursa fabricius. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan mix tepung daun ginseng dalam ransum memberikan pengaruh yang  tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap persentase bobot hati, jantung, limpa dan bursa fabricius. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan mix tepung daun ginseng dalam ransum sampai level 2% tidak memberikan respon yang negatif terhadap penampilan organ fisiologis dan bobot bursa fabricius ayam pedaging.
PENGARUH KUALITAS SISTEM, INFORMASI DAN PELAYANAN AKADEMIK TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH Israr, Khazanatul; Ajidin, Asep
LUMBUNG Vol. 21 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.217 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i2.570

Abstract

Para pengelola perguruan tinggi dituntut mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi jika tidak ingin tergulung oleh eradigital disruption. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan terhadap penggunaan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) pada mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, dengan Kepuasan Mahasiswa sebagai variabel dependen. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode kuantitatif menggunakan data primer. Metode penelitian menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Angkatan Tahun 2021 yang berjumlah 652 orang mahasiswa. Seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Data diolah menggunakan Aplikasi Statistical Package for Social Science (SPSS) untuk hasil analisis regresi berganda dan uji residual. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial kualitas system, kualitas informasi dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan mahasiswa. Dan juga secara simultan kualitas system, kualitas informasi dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan mahasiswa.
ANALISIS GAMBARAN RANTAI PASOK JAGUNG UNTUK PAKAN TERNAK DI KABUPATEN PASAMAN BARAT MENGGUNAKAN MODEL FOOD SUPPLY CHAIN NETWORKS (FSCN) Aqil, Muhammad; Nofialdi; Hafizah, Dian
LUMBUNG Vol. 21 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.773 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i2.610

Abstract

Kabupaten Pasaman Barat, khususnya Kecamatan Kinali, Pasaman dan Luak Nan Duo merupakan daerah yang memiliki potensi jagung yang cukup tinggi. Pengembangan usaha jagung, khususnya petani jagung terkendala dalam masa tanam yang sifat tanamnya musiman, dalam jaminan kesinambungan kualitas produk, ketepatan waktu pengiriman produk yang menjadi kendala pada proses distribusi jagung kepada konsumen. Penanggulangan masalah ketersediaan jagung untuk bahan baku pakan ternak memerlukan kajian terhadap dinamika komoditas jagung, dapat dilihat melalui suatu rantai kegiatan. Jagung pada umumnya dikonsumsi dalam bentuk pipilan, akan tetapi ini diperuntukkan untuk konsumsi peternakan ayam petelur. Petani sebagai pelaku utama dalam hal ini umumnya tidak mendapat keuntungan yang optimal, karena semakin panjang sebuah rantai pasok maka akan memperlemah posisi tawar petani. Tujuan penelitian ini yaitu menggambarkan ranyai pasok jagung untuk pakan ternak di Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan analisis data kuantitatif dengan menggunakan analisis profil rantai pasok menggunakan kerangka Food Supply Chain Network (FSCN). Sampel yang diambil yaitu petani sebanyak 75 orang, pedagang pengumpul 12 orang dan pedagang besar 1 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 pola saluran rantai pasok, yaitu pola saluran 1 terdiri dari petani – pedagang pengumpul 1– pedagang besar – konsumen, saluran 2 terdiri dari petani – pedagang pengumpul 2– konsumen dan saluran 3 terdiri dari petani – pedagang besar – konsumen. Aliran produk pada proses bisnis rantai pasok jagung mulai dari petani, pedagang pengumpul 1 dan 2 serta pedagang besar disini belum terlaksana dengan baik, karena tidak adanya siklus yang pasti untuk waktu pengiriman maupun kuota yang akan dikirim nantinya kepada konsumen akhir karena tidak dapat diprediksi jumlah yang akan dikirim.