cover
Contact Name
Toni Malvin
Contact Email
tonimalvin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lembagapenelitiandanpengabdian@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Lumbung: Jurnal Ilmiah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
ISSN : 14121948     EISSN : 26553422     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
LUMBUNG: Jurnal Ilmiah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh merupakan media dalam penyebarluasan hasil penelitian dan kajian pustaka di bidang pertanian yang bertujuan untuk menjawab masalah-masalah pertanian secara nyata di lapangan. LUMBUNG diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh secara berkala dua kali dalam setahun, yang diterbitkan pertama kali pada Januari 2002 dalam bentuk cetak, dan tersedia secara online sejak Desember 2018.
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
APLIKASI BIOFERTILIZER MENGANDUNG BAKTERI Azotobacter dan Pseudomonas fluorescens Indigenous DENGAN BERBAGAI BAHAN SUBSITUSI TERHADAP PRODUKSI PADI METODE SRI Nelson Elita; Setya Dharma; Harmailis Harmailis
LUMBUNG Vol. 19 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.922 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v19i2.325

Abstract

Bahan organik dan aktivitas biotik mikroba berfungsi menciptakan dan menstabilkan struktur tanah. Penggunaan pupuk organik yang mengandung mikroba pada tanah sawah meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kualitas tanah dengan mempengaruhi aktivitas dan populasi mikroba. Tujuan penelitian adalah mengetahui jumlah koloni bakteri dari Biofertilizer setelah inkubasi 7 hari dan memperoleh media kompos organik dengan bahan subsitusi yang tepat bagi pupuk Biofertilizer mengandung bakteri Azotobacter dan Pseudomonas fluorescents dapat meningkatkan produksi padi metode SRI. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu: (1). B0 : Kompos, (2). B1 : Kompos + gula pasir + bakteri (Azotobacter dan P. flourescents), (3). B2 : Kompos + Molase + Bakteri (Azotobacter dan P flourescents). (4). B3 : Kompos + CMC + bakteri (Azotobacter dan P flourescents), (5). B4 : Kompos + Arginin + bakteri (Azotobacter dan P. flourescents). (6). B5 : Kompos + Gula pasir + CMC + bakteri (Azotobacter dan P. flourescents). (7). B6 : Kompos + Molasse + Arginin + bakteri (Azotobacter dan P. flourescents). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan jumlah koloni bakteri tertinggi setelah inkubai 7 hari terdapat pada media B2 (Kompos + Molase + Bakteri (Azotobacter dan P flourescents), aplikasi pada percobaan pot diperoleh perlakuan B3 (Kompos + CMC + bakteri (Azotobacter dan P flourescents) meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman padi metode SRI. Kesimpulan jumlah koloni bakteri tertinggi dari biofertizer pada perlakuan B2, setelah aplikasi pada percobaan pot tidak menjamin memberikan hasil terbaik. Hasil terbaik diperoleh perlakuan B3 meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman pada budiaya padi metode SRI.
PENGARUH LARUTAN GULA DENGAN PENAMBAHAN BERBAGAI KONSENTRASI LARUTAN ELEKTROLIT TERHADAP TINGKAT KESEGARAN KRISAN (Chrysanthemum sp) POTONG Susila, Eka; Jonni, Jonni
LUMBUNG Vol. 20 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.834 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v20i1.331

Abstract

Bunga krisan merupakan salah satu jenis tanaman hias yang banyak diburu oleh para pecinta bunga. Perlu peningkatan kualitas bunga yang baik, sehingga keindahan dan kesegaran bunga potong krisan dapat dinikmati lebih lama dalam bentuk segar. Untuk kesegaran lebih lama digunakan tambahan zat penyegar diantaranya gula dan larutan elektrolit pada air rendaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kesegaran bunga krisan potong yang direndam dalam larutan gula dengan penambahan larutan elektrolit dengan konsentrasi berbeda dan mengetahui medium perendaman terbaik dalam mempertahankan tingkat kesegaran bunga krisan potong. Tempat pelaksanan di Laboratorium Hortikultura Politeknik Pertanian selama 6 bulan. Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 8 ulangan; A (air + gula 5 g) sebagai control, B ( air + gula 5 g + larutan elektrolit 5 ml), C ( air + gula 5 g + larutan elektrolit 10 ml), dan D (air + gula 5g + larutan elektrolit 15 ml). Variabel yang diamati lama kesegeran bunga, panjang tangkai bunga potong yang busuk, jumlah bunga yang masih mekar, layu, dan rontok. Data kuantitatif yang berbeda nyata diuji lanjut dengan LSD 5%. Terdapat perbedaan tingkat kesegaran bunga krisan potong yang direndam dalam larutan gula dengan penambahan larutan elektrolit pada konsentrasi yang berbeda terhadap parameter (lama kesegaran bunga, panjang tangkai bunga yang busuk, jumlah bunga yang masih mekar, layu, dan rontok. Semakin tinggi konsentrasi larutan elektrolit yang diberikan, semakin memberikan tingkat kesegaran bunga yang lebih lama. Larutan gula yang ditambahkan larutan elektrolit 15 ml merupakan konsentrasi terbaik dalam mempertahankan tingkat kesegaran bunga krisan potong.
KARAKTERISTIK SERBUK EFFERVESCENT DARI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) Trimedona, Neni; Rahzarni, Rahzarni; Muchrida, Yenni
LUMBUNG Vol. 20 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.953 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v20i1.335

Abstract

Kulit buah naga merah kaya akan kandungan komponen aktif yang bermanfaat bagi kesehatan seperti vitamin, mineral, senyawa fenolik dan kandungan pigmen betasianin. Potensi ini dapat dikembangkan dengan mengolahnya menjadi produk pangan yang berkhasiat untuk kesehatan seperti minuman serbuk effervescent. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase penambahan effervescent mix (campuran asam sitrat, asam tartarat dan natrium bikarbonat) yang menghasilkan minuman effervescent dengan karakteristik yang paling baik. Kulit buah naga merah diekstrak dengan pelarut air yang diasamkan, kemudian dijadikan serbuk instan dengan metode pengeringan busa. Serbuk instan yang diperoleh dikombinasikan dengan effervescent mix dengan penambahan sebanyak 40%, 50%, dan 60% dari berat serbuk instan kulit buah naga yang digunakan. Sifat fisikokimia yang diamati adalah pH, waktu larut, kadar air, kandungan total fenol dan kadar betasianin. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pH serbuk effervescent berkisar antara 4,98-5,03 dengan waktu larut serbuk berkisar antara 99 - 109 detik. Kadar air terendah diperoleh pada perlakuan penambahan 50% effervescent mix yaitu sebesar 9,02%, dan kandungan total fenol tertinggi adalah 95,57 mg GAE/100g serbuk untuk perlakuan yang sama. Kadar betasianin serbuk effervescent mengalami penurunan seiring peningkatan jumlah penambahan effervescent mix.
MODEL PEMBERDAYAAN LAHAN KOSONG UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN DI DESA WRINGIN PUTIH KABUPATEN BANYUWANGI Sudarti, Sudarti; Laili, Sherly Nur
LUMBUNG Vol. 20 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.3 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v20i1.349

Abstract

Keberadaan lahan kosong di Desa Wringin Putih tergolong cukup luas, namun belum ada upaya dari pemerintah maupun masyarakat untuk emberdayakannya. Semantara 40% jumlah kemiskinan di Desa tersebut. Sebagai solusi, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji “Model pemberdayan lahan kosong untuk pengentasan kemiskinan di Desa Wringin Putih Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi”. Model pemberdayaan ini bertujuan untuk pengentaskan kemiskinan warga kurang mampu dengan sintakmatik: 1) Persiapan, 2) Perencanan, 3) Pelaksanaan, 4) Evaluasi. Hasil survey menunjukkan bahwa di Desa Wringinputih terdapat lahan kosong seluas 15 hektar. Hasil validasi model yang di lakukan oleh 3 orang perangkat Desa menyatakan bahwa model tersebut sangat sesuai untuk mengentaskan kemiskinan warganya. Hasil Uji coba model terhadap 50 warga kurang mampu di RT 01 membuktikan bahwa seluruh merasakan keuntungan dengan cara menanam tanaman jagung, ubi jalar, dan sayuran pada lahan kosong tanpa di bebani biaya sewa lahan. Kesimpulan: Model pemberdayaan lahan kosong sesuai untuk program pengentasan kemiskinan.
PENGGUNAAN BERBAGAI KONSENTRASI MEDIA TERHADAP SUBKULTUR ANGGREK KATILEA (Cattleya sp) SECARA INVITRO Darlis, Olivia; Alfina, Rina; Rasdanelwati, Rasdanelwati
LUMBUNG Vol. 20 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.209 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v20i2.226

Abstract

Tanaman anggrek Cattleya sp adalah salah satu tanaman hias yang populer di seluruh dunia.Tanaman ini juga disebut queen of flower karena keindahannya. Di Indonesia anggrek Katilea (Cattleya sp) merupakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Permintaan pasar akan tanaman ini semakin meningkat, sehingga untuk mendapatkan bibit dalam jumlah yang banyak serta dalam waktu yang singkat untuk memenuhi kebutuhan pasar maka perbanyakan anggrek dapat dilakukan melalui teknik kultur jaringan. Teknik kultur jaringan memerlukan zat pengatur tumbuh (ZPT) dalam konsentrasi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan subkultur anggrek. ZPT yang dapat digunakan untuk subkultur anggrek Cattleyasp adalah IAA dari golongan auksin dan BAP dari golongan sitokinin. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari berbagai konsentrasi media untuk subkultur anggrek Cattlyeasp secara InVitro sehingga dapat diperoleh konsentrasi media terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor yang terdiri dari tiga perlakuan media subkultur dengan tiga ulangan, yaitu A: Media MS + BAP 4 ppm + IAA 2 ppm. B: Media MS + BAP 3 ppm + IAA 1 ppm dan Perlakuan C: Media MS + BAP 5 ppm. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan A (Media MS + BAP 4 ppm + IAA 2 ppm) memberikan pengaruh yang nyata terhadap peningkatan jumlah daun dan jumlah akar.
RESPON PERTUMBUHAN IN-VITRO KECAMBAH TEMBAKAU (Nicotiana tabacum) VARIETAS KEMLOKO TERHADAP PEMBERIAN NANOSILIKA PADI DAN PASIR Sibarani, Juanda Kristianto; Swandari, Tantri; Setyorini, Titin
LUMBUNG Vol. 20 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.298 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v20i2.239

Abstract

Modifikasi komposisi media kultur perlu dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan in-vitro tanaman. Silika (Si) merupakan mineral yang ditambahkan dalam media kultur dengan pertimbangan akan meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman abiotik sehingga akan diperoleh bahan tanam dengan daya hidup yang tinggi pada tahap aklimatisasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit tembakau (Nicotiana tabacum) yang ditumbuhkan pada media kultur dengan penambahan nanosilika padi dan pasir (silika dalam ukuran nano yang bersumber dari bahan baku sekam padi dan butir pasir). Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan INSTIPER Yogyakarta, pada bulan Februari sampai Juni 2019. Penelitian dilakukan dengan metode percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah jenis nanosilika (padi dan pasir) dan faktor kedua adalah konsentrasi nanosilika (0g, 0,06g, 0,12g, 0,18g, 0,24g), masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap unit percobaan terdiri atas 5 bibit tembakau. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi bibit, jumlah daun, dan berat segar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dan DMRT dengan jenjang nyata 5% untuk menganalisis dosis nanosilika terbaik, serta digunakan uji t untuk analisis macam nanosilika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit tembakau mampu tumbuh optimal pada media kultur dengan penambahan nanosilika sebesar 0,06 g/L. Nanosilika padi dan pasir menunjukkan pengaruh yang berbeda, yaitu nanosilika padi mempengaruhi penambahan tinggi sedangkan nanosilika pasir mempengaruhi berat segar bibit.
STUDI KOMPARISASI PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS MEDIA TANAM PADA BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY (BRASSICA CHINENSIS L) DENGAN SISTEM HIDROPONIK Fiandi, Jeri Okta; Ibnusina, Fedri; Nefri, Jhon
LUMBUNG Vol. 21 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.683 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i1.244

Abstract

Pakcoy merupakan sayuran daun yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yang sangat diminati masyarakat dan banyak memiliki kandungan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan beberapa jenis media tanam terhadap pertumbuhan hasil tanaman pakcoy hidroponik dan menganalisis jenis media tanam yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy serta melakukan analisis ekonomi finansial terhadap budidaya pakcoy hidroponik dengan menggunakan beberapa jenis media tanam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Maret 2020. Pelaksanaan kegiatan penelitian dilakukan di Kandang Lamo, Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Analisis data yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dengan penggunaan beberapa jenis media tanam, terdapat 3 perlakuan dengan 3 ulangan serentak dan terdapat 81 sampel tanaman, dianalisis dengan uji lanjut DMRT 15%.dan analisis  finansial diukur dengan menghitung nilai Pendapatan, R/C rasio, BEP, probability ratio. Hasil penelitian menunjukan perlakuan berbagai jenis media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan lebar daun, tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot basah tanaman. Perlakuan dengan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada penggunaan media tanam pecahan bata. Dibuktikan dengan hasil rata-rata pada parameter jumlah daun dengan nilai 17,03 helai pada umur tanaman 4 Minggu Setelah Tanam (MST). Analisis ekonomi finansial memberikan hasil usaha budidaya sayuran pakcoy hidroponik dengan berbagai jenis media tanam layak untuk diteruskan, hal ini dapat dilihat pada variabel analisis laporan laba-rugi usaha pada kolom R/C rasio dan tingkat probabilityratio.
EFEK RESIDU BIOCHAR SEKAM DAN KOMPOS JERAMI PADI SEBAGAI BAHAN PEMBENAH TANAH PADA MUSIM TANAM KEDUA TERHADAP PERTUMBUHAN PADI DI ULTISOL Herman, Welly; Resigia, Elara
LUMBUNG Vol. 20 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.507 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v20i2.281

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek residu biochar sekam dan kompos jerami terhadap pertumbuhan tanaman padi di Ultisol pada musim tanam kedua. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Abang Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian disusun dalam bentuk rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu (1) 0 % Biochar sekam + 0 % Kompos jerami padi, (2) 100 % Biochar sekam + 0 % Kompos jerami padi, (3) 75 % Biochar sekam + 25 % Kompos jerami padi, (4) 50 % Biochar sekam + 50 % Kompos jerami padi dan (5) 25 % Biochar sekam + 75 % Kompos jerami padi. Selanjutnya data yang diperoleh dari hasil penelitian disidik ragam dengan uji F dan jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji DNMRT taraf nyata 5 %. Dari penelitian diperoleh bahwa adanya pengaruh dari residu biochar sekam dan kompos jerami padi terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan tanaman padi. Residu terbaik dengan komposisi 75 % Biochar sekam + 25 % Kompos jerami padi karena mampu mempengaruhi nilai pH, N-total dan P-total paling tinggi serta menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah anakan per rumpun paling baik.
Review POTENSI PEMANFAATAN BIOCHAR UNTUK MEREMEDIASI LAHAN BEKAS TAMBANG DI INDONESIA Bella, Shinta Elvita; Monikasari, Moli; Zulkadesri, .
LUMBUNG Vol. 20 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.343 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v20i2.312

Abstract

Aktivitas penambangan di lahan produktif pertanian yang dilakukan masyarakat dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, diantaranya limbah yang dihasilkan oleh aktivitas penambangan menyebabkan tanah di areal sekitar penambangan mengandung logam berat dan peningkatan degradsasi lahan. Untuk itu, perlu dilakukannya upaya remediasi lahan bekas tambang untuk memulihkan kontaminasi logam berat serta memperbaiki sifat tanah bekas tambang agar produktif kembali. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi biochar dalam upaya meremediasi lahan bekas tambang.  Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode studi pustaka dan metode analisa data yang gunakan pada literature review yaitu simplified approach. Hasil studi pustaka dari beberapa jurnal dan artikel mengungkapkan bahwa aplikasi biochar telah banyak dimanfaatkan dan memberi pengaruh yang nyata dalam menurunkan mobilitas dan ketersediaan logam berat pada tanah dan tanaman dengan berbagai mekanisme. Dan yang tak kalah penting, sebagian besar peneliti saat ini telah menunjukkan bahwa biochar merupakan inovasi terbarukan dan berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah bekas tambang hingga pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan dan prduktivitas tanaman. Dapat disimpulkan bahwa temuan peneliti-peneliti tersebut membuktikan bahwa inovasi amelioran biochar sangat menjanjikan dan bermanfaat untuk masa depan dalam meremediasi lahan bekas tambang guna mengurangi luas lahan terdegradasi dan mewujudkan keberlanjutan ketahanan pangan di Indonesia.
RANCANG BANGUN ALAT PENABUR PUPUK BUTIRAN TIPE GENDONG Ernita, Yuni; Jamaluddin, Jamaluddin; Hasman, Elvin; Rildiwan, Rildiwan; Nurtam, M. Riza
LUMBUNG Vol. 21 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.979 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i1.350

Abstract

Pemupukan dapat dilakukan dengan dua cara yakni manual dan mekanis. Pemupukan manual menghasilkan aplikasi pupuk yang beragam dan membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Peralatan pemupuk berbentuk tugal belum efisien untuk proses pemupukan, maka perlu adanya alat yang dapat mempermudah proses pemupukan tanpa memerlukan waktu dan tenaga yang terlalu banyak. Alat penabur pupuk butiran tipe gendong adalah salah satu alat untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pada proses pemupukan tanaman terutama tanaman palawija. Tujuan penelitian adalah melakukan rancang bangun, analisa kinerja, dan analia ekonomi alat penabur pupuk butiran tipe gendong. Alat penabur pupuk butiran tipe gendong dibuat dan diujicobakan di Bengkel Logam dan Lahan Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan Juni hingga September 2020. Pembuatan alat dilakukan memenuhi rancangan struktural dan fungsional. Spesifikasi alat penebar pupuk butiran tipe gendong hasil rancangan adalah sebagai berikut: berat alat 2 kg, jarak kerja alat 25 cm, kedalamam kerja alat, 3-5 cm, material hopper terpal, volume hopper 5 kg, material outlet PVC. Hasil uji kinerja alat penabur pupuk butiran didapatkan kapasitas kerja efektif sebesar 0,0379 ha/jam, kapasitas kerja teoritis adalah 0,0532 ha/jam, sehingga efisiensi kerja alat penabur pupuk butiran adalah 71,24%. Hasil analisa ekonomi didapatkan biaya tetap alat sebesar Rp. 500.000,-/tahun. Biaya tidak tetap sebesar Rp. 10.675/jam, biaya pokok penaburan pupuk butiran sebesar Rp. 287.150/Ha. Break event point/titik impas adalah sebesar 4,225 Ha/tahun.