cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 427 Documents
Pendugaan Heritabilitas Bobot Lahir dan Bobot Sapih Sebagai Dasar Seleksi Kambing Peranakan Etawah Karnaen -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2213

Abstract

Penelitian tentang pendugaan heritabilitas bobot lahir dan bobot sapih sebagai dasar seleksi kambing Peranakan Etawah (PE) telah dilaksanakan di desa Cibening kecamatan Cempaka kabupaten Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi (pengamatan). Adapun pejantan kambing Peranakan Etawah yang digunakan sebanyak 5 ekor dan setiap pejantan tersebut mengawini 8 ekor betina. Data yang diambil adalah anak kambing Peranakan Etawah jantan. Nilai heritabilitas diduga dengan menggunakan metode analisis ragam. Hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa nilai heritabilitas bobot lahir dan bobot sapih masing-masing h2 = 0,07 ± 0,17 dan h2 = 0,177 ± 0,19. Efektivitas seleksi yang baik adalah berdasarkan bobot sapih.Kata kunci: Heritabilitas, bobot sapih, bobot lahir, Kambing PE
Komposisi Tubuh Babi Lokal Jantan Grower yang Mengonsumsi Fermentasi dan Aras Penggunaan Biji Asam dalam Ransum (Body Composition of Body Carcass of Local Male Pig Grower that Concumption of Fermented and Level Tamarind Seed in Ration) Redempta Wea
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i1.5114

Abstract

Sebuah penelitian telah dilakukan dengan tujuan     mengkaji respon ternak babi lokal jantan terhadap penggunaan biji asam fermentasi dengan ragi tempe (Rhyzopus oliogosporus) dalam ransum terhadap komposisi tubuh ternak babi lokal jantan fase grower yang dipelihara secara ekstensif. Penelitian ini telah berlangsung sejak bulan April  sampai  September    2012. Jenis penelitian  adalah  eksperimen  dengan  menggunakan  rancangan  acak  lengkap.  Bahan  yangdigunakan berupa babi lokal jantan  grower 12 ekor berumur 3-4 bulan (rata-rata bobot badan 5,57 kg),  biji  asam,  kacang tunggak (Vigna unguiculata), vitamin  mineral  premix,  minyak nabati (bimoli), ragi tempe (Rhyzopus oligosporus), dedak, jagung kuning, dan tepung tulang dan daging (Meat Bone Meal). Variabel penelitian adalah komposisi tubuh dan bagian-bagian karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi dan aras penggunaan biji asam dalam ransum tidak berpengaruh terhadap komposisi tubuh ternak babi lokal jantan grower dan   perlakuan terbaik ditunjukkan pada aras   20% biji asam baik fermentasi maupun tidak difermentasi serta penggunaan diatas 20% menyebabkan penurunan komposisi tubuh.Kata kunci : babi lokal jantan, biji asam, komposisi tubuh
Pengaruh Penggunaan Ampas Jahe dalam Ransum Domba terhadap Populasi Mikroba Rumen Ali Husni
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i1.8037

Abstract

Ampas Jahe adalah limbah dari industri jamu yang berpotensi sebagai pakan ruminansia namun limbah ini mengandung senyawa bioaktif yang akan menganggu mikroba rumen.
Aktivitas Proteolitik Lactobacillus acidophilus dalam Fermentasi Susu Sapi Wendry Setiyadi Putranto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v7i1.2236

Abstract

Lactobacillus acidophilus memiliki kemampuan mengekskresikan ekstraseluler protease. Tujuan penelitian dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas proteolitik dari L. acidophilus. Enzim protease telah dimurnikan dengan sentrifugasi, pengendapan 45% ammonium sulfat, dan kromatographi. Hasil penelitian menunjukkan Protease Lactobacillus acidophilus memiliki aktivitas spesifik 0,752 U/mg (ekstrak kasar), 1,24 U/mg (pengendapan dengan 45% ammonium sulfate) and 1,15 U/mg (Gel Filtration). Protein enzim yang diperoleh sebesar 12,6% ekstrak kasar protease.Kata kunci: aktivitas proteolitik, pemurnian, L. acidophilus
Pengaruh Penundaan Pemberian Ampas Tahu pada Domba yang Diberi Rumput Gajah terhadap Konsumsi dan Kecernaan Iman Hernaman; Atun Budiman; Budi Ayuningsih
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2204

Abstract

AbstrakAmpas tahu adalah hasil ikutan yang mudah didegradasi oleh mikroba rumen. Penelitian betujuan untuk mempelajari pengaruh penundaan pemberian ampas tahu pada domba yang diberi rumput terhadap konsumsi dan kecernaan. Dua puluh ekor domba lokal jantan dengan bobot hidup sebesar 21,7 ± 1,36 dialokasikan ke dalam rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan berupa pola waktu  pemberian ampas tahu terhadap rumput gajah, yaitu 1) 1,5 jam sebelum 2) bersamaan, 3) 1,5 jam sesudah 4) 3 jam sesudah. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh (P>0,05) nyata terhadap konsumsi ransum, kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar dan serat kasar.  Kesimpulan, pemberian ampas tahu dapat dilakukan kapan saja, namun pemberian sebelum rumput gajah akan lebih efisien pada pagi hari, sedangkan pada siang atau sore hari sebaiknya diberikan secara bersamaan.Kata kunci : ampas tahu, rumput  Gajah,  domba, konsumsi dan kecernaan
Persepsi Masyarakat terhadap Limbah Usaha Peternakan Sapi Potong (Public Perception toward Beef Cattle Farming Waste) V.s Lestari
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i2.5102

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap limbah usaha peternakan sapi potong (Studi kasus di UD. Rahma, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan). Penelitian ini  dilakukan  selama 4  bulan  mulai  bulan  Januari  sampai  dengan  April  2013.  Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Jumlah sampel sebanyak 39 orang yang tinggal dekat dengan peternakan sapi potong UD. Rahma. Data diperoleh melalui survey dan wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data diolah secara deskriptif  menggunakan tabel distribusi frekuensi dan garis kontinum berdasarkan skoring yang diperoleh dari setiap pertanyaan. Variabel limbah terdiri daridua indikator pengukuran yaitu bau dan kebersihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap limbah usaha peternakan sapi potong UD. Rahma berada pada kategori tidak terganggu.Kata kunci: limbah ternak, persepsi, peternakan, sapi potong
Status Heterofil, Limfosit Dan Rasio H/L Berbagai Itik Lokal Di Provinsi Jawa Tengah (Heterophile Status, Limphocytes And The Ratio H/L Of Local Ducks In The Province Of Central Java) Enny Yusuf Wachidah Yuniwarti
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5143

Abstract

Derajat kesehatan itik menentukan daya tahannya terhadap penyakit. Status heterofil dan limfosit menunjukkan kemampuan tubuh itik untuk menetralisasi agen infeksi sehingga jumlah heterofil dan jumlah limfosit itik menunjukkan derajat kesehatan itik tersebut, sedangkan rasio H/L dapat digunakan untuk menentukan adanya stres fisiologis akibat adanya infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat status heterofil dan limfosit serta rasio H/L pada itik Pengging, itik Tegal dan itik Magelang, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan tingkat produktivitasnya. Design penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan yaitu tiga jenis itik dengan enam ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah heterofil dan limfosit serta rasio H/L pada itik Pengging, itik Tegal dan itik Magelang tidak berbeda nyata, sehingga disimpulkan derajat kesehatan itik Pengging, itik Tegal dan itik Magelang tidak berbeda.Kata kunci: heterofil, limfosit, rasio heterofil, limfosit, itik.
Nilai Nutrisi Batang Pisang dari Produk Bioproses (Ensilage) Sebagai Ransum Lengkap (Nutrition value of Banana Pseudostem from Bioprecces Produt (ensilage) as A Complete Ration) Tidi Dhalika; Atun Budiman; Budi Ayuningsih; Mansyur -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i1.399

Abstract

Penelitian bertujuan untuk evaluasi nilai nutrisi batang pisang produk bioproses (ensilage) campuran batang pisang, umbi singkong dan biji jagung sebagai makanan lengkap untuk peningkatan produksi domba. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan yang diuji pada percobaan ini adalah pengaruh campuran batang pisang, umbi singkong dan biji jagung sebagai makanan lengkap terhadap nilai nutrisi produk bioproses, yaitu TA (campuran 70 % batang pisang, 15 % umbi singkong dan 15 % biji jagung), TB (campuran 60 % batang pisang, 20 % umbi singkong dan 20 % biji jagung), TC (campuran 50 % batang pisang, 25 % umbi singkong dan 25 % biji jagung), TD (campuran 40 % batang pisang, 30 % umbi singkong dan 30 % biji jagung), TE (campuran 30 % batang pisang, 35 % umbi singkong dan 35 % biji jagung), tiap perlakuan diulang sebanyak 4 (empat) kali. Peubah yang diamati meliputi nilai pH, kandungan air, bahan kering, abu, protein kasar, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), dan lemak kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioproses (ensilage) campuran batang pisang, umbi singkong dan biji jagung sebagai makanan lengkap tidak menurunkan nilai nutrisi  batang pisang, dan  ada peningkatan kandungan bahan kering yang pada  batang, pisang. Kombinasi campuran yang terbaik untuk batang pisang sebagai ransum lengkap  adalah 30 % batang pisang, 35 % umbi singkong dan 35 % biji jagung. Kata Kunci : Bioproses (ensilage), batang pisang, pakan lengkap
Pengaruh Pemberian Tepung Cangkang Udang (Karapas) sebagai Sumber Khitin dalam Ransum Terhadap Kadar LDL (Low Density Lipoprotein), HDL (High Density Lipoprotein), dan Persentase Karkas (Effects of Shrimp Shell Mills as Chittin Source on LDL (Low Density Lilis Suryaningsih; Aminuddin Parakkasi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui pengaruh tepung cangkang udang (karapas) sebagai sumber khitin  terhadap LDL(Low Density Lipoprotein), HDL (High Density Lipoprotein) daging dan persentase karkas.  Pada penelitian ini diamati pemberian tepung cangkang udang (karapas) sebagai sumber khitin dengan persentase P0 (0%) sebagai kontrol, P1 (5%), P2(10%), P3 (15%) dan P4 (20%).  Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dimana jenis kelamin sebagai faktor  pertama dan lima taraf penggunaan tepung cangkang udang dalam ransum sebagai faktor kedua masing-masing diulang sebanyak 3 kali untuk peubah yang diukur.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum (5%, 10%, 15%, dan 20%) berpengaruh nyata (P< 0.05) terhadap perlakuan berpengaruh nyata kecuali pada perlakuan 15 % dan 20%Kata Kunci : Khitin, LDL(Low Density Lipoprotein), HDL (High Density     Lipoprotein).
Nilai Energi Metabolis dan Kecernaan Ransum Mengandung Imbuhan Pakan Berbasis Ekstrak Limbah Udang pada Ayam Broiler (Metabolizable Energy and Digestibility Value of Ration Containing Feed Supplement Based on Waste Extract Shrimp on Broilers) Abun -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5129

Abstract

Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Unggas, Non Ruminansia danIndustri  Makanan  Ternak,  Fakultas  Peternakan  Universitas  Padjadjaran,  Jatinangor-Sumedang.  Tujuan penelitian untuk menguji kualitas ekstrak limbah udang yang  diolah melalui bioproses dengan bakteri Bacillus licheniformis dan kapang Aspergillus niger. Ekstrak  produk  bioproses  disuplementasi  dengan  Sodium  Hidro  Sulfat  (NaHSO4), kemudian ditambahkan binder (tapioka) sehingga menjadi imbuhan pakan.  Guna menguji kualitas imbuhan pakan, ditambahkan ke dalam ransum ayam broiler dan diukur nilai energi metabolis serta kecernaannya.    Percobaan dilakukan secara eksperimen di laboratorium dengan rancangan acak lengkap, terdiri atas 8 perlakuan ransum dan diulang 4 kali.     Peubah yang diamati adalah energi  metabolis dan kecernaan (kecernaan bahan kering, protein dan bahan organik).  Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan imbuhan pakan pada tingkat 5% dalam ransum menghasilkan nilai energi metabolis dan kecernaan yang optimal (setara dengan ransum komersial).  Nilai energi metabolis, kecernaan bahan kering, protein, dan bahan organik ransum, berturut-turut sebesar 2.973 kkal/kg;  75,07 %;74,34%; dan 74,99 %.Kata Kunci:   Limbah udang, bioproses, imbuhan pakan, kecernaan, energi metabolis, broiler.